You are on page 1of 12

6. 6.

Percobaan Non Inverting dan Non Inverting Adder Amp

6.1. Non Inverting Amplifier dengan input DC


Tujuan percobaan :
1. Mengetahui cara kerja dari non inverting amplifier dengan input DC
2. Mengetahui batas input dan outputnya

Alat bantu :
1. Volt meter : 2 buah
2. Ohmmeter : 1 buah

Perhatikan gambar berikut :

gambar 6.1. Non Inverting Adder Amplifier

Perhatikan gambar 6.1 di atas. Untuk melakukan percobaan 3.1, lakukan


langkah-langkah sebagai berikut :

1. Matikan dulu catu dayanya

Percobaan Non Inverting Amplifier 38


2. Hubungkan J1 dengan jumper yang sudah disediakan
1. Atur resistansi di titik 1 dan 2 sebesar 50 K ohm
2. Biarkan input V1 mengambang
3. Dengan mengatur tegangan di V2 sesuai dengan tabel, ukurlah
tegangan outputnya dan isilah tabel berikut:

Vinput Voutput Gain


(volt) (volt)
-4 -13,988 3,5
-3 -13,988 4,6
-2 -12,013 6
-1 -6 6
0 0,006 0
1 6 6
2 12,02 6
3 14,105 4,7
4 14,105 3,5

4. Hubungkan output Vo dengan voltmeter. (Resistansi 1 dan 2 tetap 50


K) Aturlah tegangan V2 naik secara perlahan mulai dari -3 volt sambil
melihat tegangan outputnya. Pada tegangan input negatif berapakah
tegangan output pertama kali berubah. Tegangan input negatif tadi
diberi nama -Vi max dan outputnya + Vsat.
-Vi max = -2 volt
Vsat = -12,013 volt
5. Aturlah tegangan V2 turun secara perlahan mulai dari +3 volt
sambil melihat tegangan outputnya. Pada tegangan input positif
berapakah tegangan output pertama kali berubah. Tegangan input
positif tadi diberi nama Vi max dan outputnya - Vsat.
Vi max = 2 volt
-Vsat = 12,02 volt
6. Lakukan dengan langkah yang sama seperti di atas tetapi resistansi
1 dan 2 adalah 100 KOhm

Percobaan Non Inverting Amplifier 39


Vinput Voutput Gain
(volt) (volt)
-3 -12,839 4,27
-2 -12,839 6,41
-1 -10,996 11
0 0,012 0
1 11,021 11,021
2 12,87 6,435
3 12,87 4,29

Hubungkan output Vo dengan voltmeter. (Resistansi 1 dan 2 tetap 100


K) Aturlah tegangan V2 naik secara perlahan mulai dari -3 volt sambil
melihat tegangan outputnya. Pada tegangan input negatif berapakah
tegangan output pertama kali berubah. Tegangan input negatif tadi
diberi nama -Vi max dan outputnya + Vsat.
-Vi max = -1 volt
Vsat = 10,996 volt
Aturlah tegangan V2 turun secara perlahan mulai dari +3 volt sambil
melihat tegangan outputnya. Pada tegangan input positif berapakah
tegangan output pertama kali berubah. Tegangan input positif tadi
diberi nama Vi max dan outputnya - Vsat.
Vi max = 1 volt
-Vsat = 11,021 volt

Analisa Percobaan
1. Berapakah besarnya Vsat dan Vi max untuk resistansi 1 dan 2 :
50 K ohm dan 100 Kohm?

Percobaan Non Inverting Amplifier 40


Untuk resistansi 1= 50 k
-Vi max = -2 volt
Vsat = -12,013 volt
Vi max = 2 volt
-Vsat = 12,02 volt
Untuk resistansi 1= 100 k
-Vi max = -1 volt
Vsat = 10,996 volt
Vi max = 1 volt
-Vsat = 11,021 volt

1. Berapakah gain nya untuk resistansi 1 dan 2 : 50 K dan 100 K?


Gain untuk resistansi 1= 50 k 6
Gain untuk resistansi 1= 100 k 11

2. Bagaimanakah fase antara output dan inputnya?


Karena jenis penguat yang digunakan adalah non inverting om amp,
maka tidak ada perubahan pada fase input dan output

6.2. Non Inverting Amplifier dengan input AC


Tujuan percobaan :
1. Mengetahui cara kerja dari non inverting amplifier dengan input AC
2. Mengetahui batas input dan outputnya

Percobaan Non Inverting Amplifier 41


Alat bantu :
1. Volt meter : 2 buah
2. Osiloskop : 1 buah
3. Generator Sinyal : 1 buah

Masih menggunakan modul pada percobaan 6.1, lakukan langkah-langkah


sebagai berikut:
1. Matikan dulu catu dayanya
2. Atur resistansi di titik 1 dan 2 sebesar 50 K ohm
3. Hubungkan input modul dengan function generator, nyalakan catu daya
dan atur frekuensinya pada 100 Hz
1. Dengan mengatur tegangan di function generator sesuai dengan
tabel, ukurlah tegangan outputnya dan gambarlah di lembar praktikum
dan isilah tabel berikut : (Osiloskop dalam mode AC)
Vinput = 100 Hz Voutput Gain Gambar
3 10.1 3.3
2 12 6 Gambarkan
1 6 6 hasilnya
0 0 0 di lembar
praktikum

HASIL PERCOBAAN 6.2


a. f=100 Hz, Vin = 3 Volt

Percobaan Non Inverting Amplifier 42


b. f=100 Hz, Vin = 2 Volt

c. f=100 Hz, Vin = 1Volt

Percobaan Non Inverting Amplifier 43


2. Aturlah amplitudo dari function generator naik secara perlahan
mulai dari -3 volt sambil melihat tegangan outputnya. Pada tegangan
input negatif berapakah tegangan output pertama kali berubah menjadi
sinus yang tidak cacat. Tegangan input negatif tadi diberi nama -Vi max
dan outputnya + Vsat.
-Vi max = -2 volt
Vsat = 12 volt
6. Aturlah amplitudo dari function generator turun secara perlahan mulai
dari +3 volt sambil melihat tegangan outputnya. Pada tegangan input
positif berapakah tegangan output pertama kali berubah menjadi sinus
yang tidak cacat. Tegangan input positif tadi diberi nama Vi max dan
outputnya - Vsat.
Vi max = 2 volt
-Vsat = -12 volt

Analisa Percobaan
Percobaan Non Inverting Amplifier 44
1. Berapakah besarnya Vsat dan Vi max ?
Vsat = 12 Volt, dan Vi max = 2 volt
2. Berapakah gain nya ?
Gain sebesar 6 kali input
3. Bagaimanakah fase antara output dan inputnya ?
Gelombang input dan output sefase

6.3. Non Inverting Adder Amplifier


Tujuan:

Percobaan Non Inverting Amplifier 45


1. Mengetahui cara kerja dari non inverting adder amplifier dengan
input AC dan DC
2. Mengetahui cara menggeser sinyal

Alat bantu :
1. Volt meter : 2 buah
2. Modul A2.1 : 1 modul
3. Osiloskop : 1 buah
Masih menggunakan modul pada percobaan 6.1, lakukan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Matikan dulu catu dayanya
2. Atur resistansi di titik 1 dan 2 sebesar 50 K ohm
3. Nyalakan catu dayanya
4. Hubungkan input V1 modul dengan function generator dan atur
frekuensi-nya pada 100 Hz. Tegangan sinyal 2 V atau sesuai dengan
kebutuhan
5. Atur tegangan di V2 sesuai dengan tabel
6. Dengan mengatur tegangan di function generator sesuai dengan tabel,
ukurlah tegangan outputnya dan gambarlah di lembar praktikum dan
isilah tabel berikut : (Osiloskop dalam mode DC)
Vinput = 100 Hz Voutput Gain Gambar
3 10.1 3.3
2 6 3 Gambarkan
1 3 3 hasilnya
di lembar
0 0 0 praktikum

HASIL PERCOBAAN 6.3


a. f=100 Hz, Vin = 3 Volt

Percobaan Non Inverting Amplifier 46


b. f=100 Hz, Vin = 2 Volt

c. f=100 Hz, Vin = 1 Volt

Percobaan Non Inverting Amplifier 47


Analisa Percobaan
1. Pada tegangan input berapa sajakah, tegangan output kelihatan cacat?
Dari hasil percobaan tidak ada gelombang yang cacat.
2. Apakah fungsi V2?
Sebagai tegangan pembanding.

SIMPULAN

Percobaan Non Inverting Amplifier 48


Pada percobaan 6.1 yaitu Non-Inverting Amplifier dengan input DC
didapatkan penguatan sebesar 6 kali input. Pada percobaan 6.2 yaitu Non-
Inverting Amplifier dengan input AC, diperoleh penguatan 6 kali input.
Gelombang input dan outputnya adalah sefase. Sedangkan pada percobaan
6.3 yaitu Non-Inverting Adder didapatkan gain yang lebih kecil yaitu 3 kali,
serta gelombang input dan output tidak sefase, dengan beda fase 90.

Percobaan Non Inverting Amplifier 49