Вы находитесь на странице: 1из 1

BAB 4

KESIMPULAN

Cedera kepala adalah suatu trauma yang mengenai kulit kepala, tulang

tengkorak atau otak yang terjadi akibat injury baik secara langsung maupun tidak

langsung, Klasifikasi yang sering dipergunakan di klinik berdasarkan derajat

kesadaran Skala Koma Glasgow, yaitu cedera kepala ringan, cedera kepala

sedang, cedera kepala berat.

Patofisiologi dari injuri otak akibat trauma sangat kompleks, melibatkan

proses yang berbeda-beda termasuk akibat injuri otak primer dan injuri otak

sekunder. Klasifikasi berdasarkan lesi bisa fokal atau difus, bisa kerusakan

aksonal ataupun hematoma. Letak hematoma bisa ekstradural atau dikenal juga

sebagai hematoma epidural (EDH), bisa hematoma subdural (SDH), hematoma

intraserebral (ICH), ataupun perdarahan subaraknoid (SAH).

Kerusakan otak akibat trauma dapat menyebabkan kematian dan kecacatan

di dunia. Di United States, 1.7 juta kerusakan otak paska trauma yang terjadi

setiap tahunnya, didapatkan 52,000 kematian dan 275.000 harus di rawat di rumah

sakit. Penyebab kerusakan otak akibat trauma pada warga sipil yaitu jatuh

(35,2%), kecelakaan lalulintas (17,3%).

Injuri otak pasca trauma sering sekali berhubungan dengan gangguan

neurobehavioral yang termasuk agresi, depresi, disinhibisi, agitasi, halusinasi, dan

anxietas. Agitasi pasca trauma merupakan salah satu sequel yang paling sering

dari injuri otak, dan pasien yang mengalami agitasi mungkin mengacaukan terapi,

dan menunjukkan peran yang buruk dalam penyembuhan pasien.

64