You are on page 1of 7

LAPORAN PENGAMATAN

TENTANG POLIMER

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4

KETUA : ARIASNI
ANGGOTA :
MIRANDA GUSTIANI
MIRANTI AMIR
NURUL MAGFIRAH
RISTA WIDAYA
HASTINA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 PASIMASUNGGU


A. LANDASAN TEORI

Polimer merupakan senyawa molekul yang ciri-cirinya memiliki massa molar yang
tinggi, mulai dari ribuan hingga jutaan gram, dan terbuat dari banyak unit berulang. Sifat
fisik dari apa yang di kenal dan juga sebagai makro molekul ini berbeda jauh dari sifat
molekul biasa yang kecilnya (monomernya).

Penggabungan moleku-molekul kecil atau monomer menjadi molekul yang sangat


besar diberi istilah reaksi polimerisasi. Berdasarkan peristiwa yang terjadi selama reaksi,
maka polimerisasi dibagi menjadi 2 jenis yaitu : polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi.

Polimer mempunyai massa molekul relatif yang sangat besar, yaitu sekitar 500-
10.000 kali berat molekul unit ulangnya. Isitilah polimer yang berasal dari bahasa yunani
polis = banyak dan meros = bagian, yang berarti banyak bagian atau banyak monomer.

Kegunaan polimer untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari didasarkan


pada sifat-sifat polimer. Misalnya, teflon bersifat keras, tahan panas, dan anti lengket
digunakan sebagai pelapis alat memasak, dasar setrika dan isolator.

Berkaitan dengan hal di atas, monomer adalah unit terkecil dari suatu polimer.
Monomer pembentuk polimer dapat berupa senyawa berikatan rangkap, misalnya
etena(CH2=CH2) dan propena (CH2=CH-CH3).

Bersadarkan bahan penyusunnya polimer dapat digolongkan menjadi polimer alam


dan polimer sintesis. Polimer alam berasal dari mahkluk hidup. Polimer alam ditemukan
baik sebagai polimer kondesasi maupun polimer adisi. Yang termasuk polimer alam
diantaranya selulosa atau kapas, amilum, glikogen(tergolong polisakarida),
protein(polipeptida), asam nukleat dan karet alam. Polimer sitesis berasal dari zat kimia
sintesis yang dibuat di laboratorium atau di pabrik. Contoh polimer sintesis adalah plastik,
serat sintesis, dan karet sintesis.

Berdasarkan jenis monomer pembentuknya, polimer dapat di golongkan menjadi


homopolimer dan kopolimer. Homopolimer adalah polimer yang terbentuk dari monomer
sejenis misalnya polietilen, polipropilen, teflon, PVC, dan poliisoprena. Kopolimer adalah
polimer yang terbentuk dari monomer tak sejenis misalnya nilon 66, dakron, dan bakelit.

Berdasarkan sifat pemanasan, polimer khususnya plastik digolongkan menjadi


polimer termoplastik dan termoseting. Termoplastik adalah polimer yang tidak tahan
terhadap pemanasan, meleleh jika dipanaskan polimer ini dapat didaur ulang. Contohnya
polietilen, polipropilen, dan polistirena. Polimer termoseting adalah polimer yang tahan
terhadap pemanasan, tidak meleleh jika dipanaskan, polimer ini tidak dapat didaur ulang,
contohnya bakelit(Fenol-formaldehida), urea-formaldehida, dan melamin formaldehida.

B. ALAT DAN BAHAN


Alat
1. Pipet kolum
2. Gelas ukur
3. Gelas kimia
4. Gunting
5. Sisir

Bahan
1. Pecahan ember plastik
2. Kantong plastik
3. Kain katun
4. Kain ketron
5. Sepotong karet ban
6. Larutan NaOH
7. Larutan H2SO4

C. CARA KERJA

1. Mengumpulkan pecahan ember plastik, sisir, kantong plastik, secarik kain katun,
secarik kain ketron, dan sepotong karet ban
2. Meneteskan satu tetes H2SO4 pada tiap-tiap zat yang dikumpulkan. Amati serta catat
hasilnya
D. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

a. HASIL PENGAMATAN

Pengamatan (Meleleh/Tidak Meleleh


No Bahan
NaOH H2SO4
1.
Kain Katun - Meleleh
2.
Kain Ketron - Meleleh
3.
Karet Ban - Meleleh
4.
Kantong Palstik - Tidak Meleleh
5.
Pecahan Ember - Tidak Meleleh

b. PEMBAHASAN

Kain katun, karet dan kain tetoron termasuk polimer polietilen karena tidak tahan
terhadap pemanasan, meleleh jika dipanaskan, sedangkan kantong plastik dan
pecahan ember termasuk polimer termoseting yaitu bakelit(fenol-formaldehida) dan
urea-formaldehida.

Kain katun, karet, dan kain tetoron setelah diberi cairan H2SO4 berubah warna
dan meleleh atau terbakar sedangkan kantong plastik dan pecahan ember setelah
diberi cairan H2SO4 tidak mengalami perubahan apapun atau tidak meleleh.

E. KESIMPULAN DAN SARAN

a. Kesimpulan

1. Polimer adalah makro molekul yang tersusun dari monomer-monomer


2. Reaksi pembentukan polimer dinamakan polimerisasi. Ada 2 jenis polimerisasi
yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi

b. Saran
Polimer meerupakan salah satu sintetik yang sangat berguna dalam kehidupan
sehari-hari. Namun, jika produksi meningkat maka peluang pencemaran lingkungan
dan penipisan lapisan ozon semakin besar. Maka saran kami dalam kehidupan saehari-
hari usahakan mengurangi penggunaan plastik, sampah plastik harus dipisahkan
dengan sampah organik sehingga dapat didaur ulang, jangan membuang sampah
plastik sembarangan dan sampah plastik jangan dibakar tapi manfaatkanlah sebisa
anda.

F. PENUTUP

Dari laporan yang telah kami buat semoga dapat bermanfaat bagi pembaca, dan
dapat mengambil kesimpulan dari apa yang telah kami buat. Jika ada kesalahan dalam
laporan ini kami dengan senang hati menerima kritik dan saran dari pembaca.

Benteng Jampea, 14 September 2015


Daftar Pustaka

Emi erawati, S.T. 2009, kimia XII. Hal 3-9. Yudistira 2009.
www.google .com tentang polimer.