You are on page 1of 2

ANALISIS VITAMIN DAN ASAM LEMAK DARI BERBAGAI BAHAN MAKANAN UNTUK MELENGKAPI DATA

DAFTAR KOMPOSISI BAHAN


(Dra Heru Yuniati, dkk)

Abstrak
Latar belakang. Indonesia yang mempunyai aneka ragam bahan makanan, masih banyak yang belum
diketahui komposisi zat gizinya, termasuk kandungan vitamin dan asam lemak jenuh dari berbagai
jenis pangan. Buku Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) yang ada di Indonesia tahun 1967,
1990, 1995 dan 2001, dan DKBM dari negara lain, khususnya sesama negara tropis/ ASEAN kurang
lengkap. Data vitamin B 12, B6, asam folat, vitamin E dan asam lemak belum tercantum dan
kontribusinya belum mencakup jenis-jenis pangan yang ada di wilayah Indonesia, sehingga perlu
pengembangan DKBM yang lengkap.

Tujuan. Untuk mendapatkan data kandungan beberapa vitamin dan asam lemak dari golongan hewani
untuk melengkapi DKBM.

Metodologi. Mempelajari DKBM yang sudah ada, menentukan bahan makanan yang akan dianalisis,
membeli sampel bahan pangan mentah golongan makanan hewani. Selanjutnya sampel di analisis
vitamin B6, B12, asam folat, vitamin E, menggunakan metode High Performen Liquid Chromatography
(HPLC), asam lemak, EPA, dan DHA menggunakan metode Gas Chromatography (GC).

Hasil Kandungan lemak dalam daging ayam berkisar antara 7,38-14,74 g/100g. Sayap ayam
mengandung lemak tertinggi (14,74 g/100g), vitamin E tertinggi (2,207 mg/100g), dan asam folat
tertinggi (5,85 mcg/l00g) dibandingakan dada dan paha ayam. Namun kandtmgan vitamin B12 (0,17
mcg/l00g) dan B6 (0,058 mcg/l00g) pada sayap ayam rendah. Kandungan asam oleat paling besar,
diantara asarn lemak lainnya (62,764-68,541 g/l00g). Sedang EPA pada ayarn berkisar (0,163- 0,830
g/100g).dan DHA berkisar (0,074-0,343 g/100g).Kandungan lemak daging sapi berkisar antara 2,11-
16,51 g/l00g, sedang daging kambing berkisar 2,26 - 14,38 g/100g. Kandungan vitamin E, dan
vitamin B12, baik pada daging sapi maupun daging karnbing terlihat hampir sarna. Vitamin B6 pada
daging kambing lebh tinggi berkisar ( 0,12 - 0,15 mg/lOOg) dibanding dengan daging sapi ( 0,041 -
0,044 mg/l00g). Kandungan asam lemak laurat berkisar (2,028 - 2,118 g/100 g), asarn lemak
miristat (3,7485,509 g/lOOg), EPA (0,594-2,158 g/100g) pada daging kambing cenderung lebih tinggi
dibanding dengan daging sapi. Pada golongan telur, lemak tertinggi terdapat pada bagian kuning yaitu
telur bebek (25,28 g/l00g) dan kuning telur ayam (21,73). Asam folat hanya terdapat pada putih telur
bebek (14,85 mcg/l00g) tidak berbeda jauh dengan putih telur ayam (14,67 mcg/l00g).Kandungan
lemak pada golongan ikan berkisar antara 0,73-7,75 g/%, lemak tertinggi terdapat dalqrn ikan mas
(7,75 g/%). Vitamin B12 berkisar antara 0,22-0,98 meg/l00g, tertinggi terdapat pada ikan mas (0,9~
mcg/100g). Vitamin B6 berkisar antara 0,05-0,20 mg/l00g, terendah terdapat pada ikan mas (0,05
mg/l00g) dan tertinggi terdapat pada ikan kembung (0,20 mg/l00g). Asam folat berkisar antara 3,20-
5,18 mcg/lOOg, terendah terdapat pada ikan mas (3,20 mcg/l00g).

Kesimpulan. Pada sayap ayam kandungan lemak, vitamin E, asam folat lebih tiggi dibanding dada dan
paha ayam. Kandungan lemak telur terdapat dalam kuning telur, sedangkan putih telur tidak
mengandung lemak. Asarn folat pada telur hanya terdapat pada putih telur dan tidak terdapat dalam
kuning telur. Semua jenis daging dan ikan mempunyai kandungan asam oleat paling besar, diantara
asam lemak lainnya. Daging kambing yang berlemak mengandung EPA paling tinggi, demikian juga
dengan sayap ayam, disusul dengan daging sapi, ikan maupun telur, tetapi daging kambing tidak
mengandung DHA.

Saran: Mengingat stabilitas kadar vitamin dan asam lemak yang dipengaruhi oleh pengolahan
makanan, maka analisis perlu dilakukan juga terhadap makanan olahan yang siap saji.
Kata kunci : Analisis vitamin, asam lemak dari bahan makanan hewan

Last Updated ( Friday, 28 September 2007 )