You are on page 1of 4

BAB III

ANALISA SWOT PUSKESMAS BERDASARKAN DATA DEMOGRAFI

DAN TEMUAN DI LAPANGAN

Analisis kekuatan dan kelemahan Puskesmas 9 Nopember

Strength:

1. Struktur organisasi sudah sesuai dengan tingkat pendidikan masing-

masing

2. Pelayanan di puskesmas pembantu, posyandu balita, posyandu lansia dan

poskesdes diadakan sesuai jadwal rutin.

3. Tersedianya pelayanan kesehatan yang diberikan secara gratis melalui

Jamkesmas dan BPJS.

4. Terdapat sarana kesehatan berupa mobil puskesmas keliling yang

digunakan puskesmas 9 Nopember untuk mencapai tujuan organisasi

5. Pelayanan laboratorium di puskesmas 9 Nopember memenuhi kriteria baik

dari segi sarana maupun prasarana.

6. Pelayanan terstruktur.

7. Pengelompokan sampah sudah baik.

8. Terdapat fasilitas pendukung utama promosi kesehatan seperti

laptop,proyektor, wall screen, dan LCD

37
Weakness:

1) Lokasi tidak strategis bagi masyarakat wilayah kerja puskesmas 9

Nopember.

2) Ruang pelayanan yang tergolong sempit dan terbatas.

3) Halaman puskesmas yang tergolong sempit sehingga sulit untuk parkir.

4) Peralatan tindakan kegawatdaruratan tidak lengkap.

5) Penempatan ruangan tidak tepat.

6) Jumlah tenaga kesehatan masih kurang.

7) Tidak tersedianya alat resusitasi bayi

8) Ruang penyimpanan obat yang kurang memadai.

9) Penyakit infeksi akut lain pada saluran nafas (ISPA) masuk kedalam 10

penyakit terbanyak.

10) Hipertensi dan penyakit ginggivitis masuk ke dalam 10 penyakit terbanyak

Opportunity:

1. Wilayah kerja yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

2. Jalan sebagian besar sudah beraspal

3. Jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada usia non produktif,

sehingga tersedia cukup sumber daya manusia (SDM) yang dapat

didayagunakan untuk membantu program-program puskesmas.

4. Terdapat anggaran dana yang diberikan oleh dinas kesehatan guna

kelangsungan program dan kegiatan puskesmas

38
Threat:

1. Daerah kelurahan Pengambangan dan Banua Anyar merupakan daerah

yang sangat padat sehingga pencegahan dan pemberatasan peyakit

menular sulit dilaksanakan.

2. Taraf pendidikan penduduk yang masih rendah, dimana rata-rata penduduk

lulusan SD, sehingga sulit untuk melakukan komunikasi, informasi dan

edukasi (KIE) tentang pola hidup sehat sehingga sulit untuk diajak bekerja

sama meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat.

Strategi SO

1. Peningkatan sumber daya petugas kesehatan dan masyarakat melalui pelatihan.

2. Memilih dan melakukan pelatihan para kader puskesmas sebagai tenaga

pembantu program puskesmas.

3. Meningkatkan kerjasama dan dukungan dari masyarakat pada umumnya dan

tokoh masyarakat, pemuka adat/agama serta kelompok sasaran program pada

khususnya.

Solusi WO

1. Memperluas ruangan yang masih sempit.

2. Peningkatan jumlah ruangan sesuai dengan pembagian pelayanan puskesmas.

3. Melakukan evaluasi program kerja puskesmas yang belum memenuhi target.

4. Melengkapi sarana dan prasarana puskesmas yang kurang lengkap agar dapat

meningkatkan pelayanan kesehatan.

39
5. Memanfaatkan tenaga kesehatan untuk pelayanan di puskesdes.

6. Pengadaan fasilitas pendukung, guna kelancaran promosi kesehatan.

7. Memberikan penyuluhan kepada warga serta memberi leaflet sehubungan

dengan penyakit Hipertensi dan ISPA, pencegahan, dan pengobatannya.

8. Peningkatan pemyuluhan mengenai kesehatan gigi dan mulut guna

meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut serta

menurunkan angka kesakitan.

9. Diadakannya kegiatan pelatihan penyuluhan kesehatan untuk petugas promkes

Solusi ST

1. Meningkatkan kerjasama dan dukungan dari masyarakat pada umumnya dan

tokoh masyarakat, pemuka adat/agama serta kelompok sasaran program pada

khususnya.

2. Meningkatkan kegiatan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit.

3. Melakukan perujukan dari pustu ke puskesmas induk.

Solusi WT

1. Melakukan penyuluhan dengan media lebih komunikatif, menggunakan bahasa

yang mudah dimengerti, dengan frekuensi yang lebih sering pada masyarakat

sekitar sehingga masyarakat menjadi lebih sadar pentingnya kesehatan dan

dapat meningkatkan peran serta masyarakat.

2. Dalam melakukan edukasi harus disesuaikan dengan taraf pendidikan

masyarakat yang masih rendah.

40