You are on page 1of 3

Keterlambatan Yang Mengesankan

Cerpen Karangan: Maulana


Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam)
Lolos moderasi pada: 11 August 2017

Senyumannya yang menghanyutkan jiwa yang tersendat di antara berjuta rintangan


melupakan semua keluh kesah dan beban. Tatapan mata yang tajam menggambarkan sosok
yang dapat menerobos masuk jauh lebih dalam dengan hidung yang maju menantang ke depan
persis seperti dia yang berani dan pantang mundur dalam keadaan apapun.

Dini hari itu aku terbangun bersamaan dengan bunyi alarm yang kukunci pada pukul 03:30 WIB.
Tak seperti biasanya memang ku bangun lebih awal karena akan mengikuti sebuah kegiatan
Penerimaan Anggota Baru UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang diadakan di kampusku.
Sebagai calon anggota dalam kegiatan PAB itu, aku antusias sekali karena di UKM ini terdapat
seseorang yang sangat kukagumi. Ya, dia yang penuh kharisma dengan paras wajah yang cantik
nan anggun dengan kepala yang berbalut kerudung menambah aku semakin ingin mengenal ia
lebih jauh lagi.

Setelah semua peralatan dan persyaratan yang harus dibawa terkemas rapi, aku bergegas
mandi dan sholat subuh karena memang sudah menjadi kewajibanku selaku umat muslim. Aku
bergegas membawa tas yang berisikan keperluan yang harus dibawa.

Waktu menunjukan pukul 04:45 dan aku setengah berlari menuju kampusku dengan baju
kemeja dan celana hitam juga sepatu fentopel yang memang semua calon anggota diwajibkan
mengenakannya.
Jarak tempat kost dengan kampus tidak terlalu jauh, meski begitu, tetap saja aku harus bangun
pagi karena pada pukul 04:50 WIB harus sudah berkumpul dan jika telat ya tentu ada hukuman
yang cukup berat (menurutku).

Ketika di persimpangan jalan, aku melihat sesosok perempuan cantik, putih, bak bidadari
melintas di hadapanku yang tak asing lagi bagiku dengan baju serba hitam dan kepala berbalut
kerudung merah dengan tas yang ia bawa di tangan kanannya, berjalan setengah berlari seakan
ada yang ingin dikejar. Aku berhenti sejenak mengistirahatkan kaki dan betisku yang seakan
mau pecah karena berlari dengan jarak yang lumayan jauh. Hmm nampaknya aku kenal dia.
gumamku di sela-sela nafas yang tersenggal. Ternyata memang benar setelah aku berlari
mengejar dan membuntutinya dari belakang, dia Risa Melani Putri perempuan yang kukagumi
itu.

Pikiranku tak lagi terfokus dengan bagaimana agar tidak terlambat, melainkan fokus
memikirkan bagaimana agar aku dapat berkenalan dengannya. Otakku terus berputar
memikirkan hal itu, sambil berjalan setengah berlari aku pun memberanikan diri menyapanya
meski kaki terasa gemetar dan jantung berdegup kencang seakan mau copot dari tempat ia
berdiam diri. Emmhhh Assalamualaikum, Risa ya? ucapku dengan wajah menunduk ke
bawah karena rasa malu yang kurasa dan rasa keinginan yang berkecambuk menyelimuti
kepalaku. Ia pun menghentikan langkahnya dan menatap orang yang memberikannya salam itu,
dengan pasti dan tegas ia menjawab Waalaikumsalam, eh Nino.. Kirain siapa, baru berangkat
juga?. Seketika aku menatap wajahnya yang bercahaya dengan sorot mata yang tertuju
padaku. Ya Tuhan ternyata dia tau namaku, padahal aku baru pertama kali berbincang
dengannya. Serasa terbang ke langit ke tujuh ketika ia menyebutkan namaku dengan suara
lembut dan keluar dari bibir yang merah merona alami tanpa lipstick itu.
Iii..yya.a.. emmm kesiangan ini kayanya padahal udah bangun dari dini hari. Eh kok emm..
kamu tau namaku?
Aku menjawab dengan rasa gugup dan masih belum percaya bahwa perempuan yang kukagumi
menyebutkan namaku.
Iya nih, kayanya kita memang akan terlambat. Sudahlah tak apa, paling nanti dihukum hehe..
Ia tersenyum menyeringai menambah kecantikannya yang membuatku senang terutama
karena senyuman itu tertuju padaku. Ya Tuhaaaannn sungguh indah ciptaanmu ini.
Tau lah, secara gitu kamu kan belum jadi anggota saja udah dipercaya sama senior di UKM kita
untuk menjadi salah satu talent yang akan mengisi acara di PAB kita dengan bakat bermain
musik yang sangat spektakuler. Tentu aku tau kamu dan juga namamu. NIiiiii nooooo
sambungnya.
Ah kamu bisa aja. Aku masih belajar dan hanya ingin menyalurkan hobiku, makannya masuk
UKM ini

Ternyata aku tak salah mengagumi, selain cantik, ia pun ramah dan enak untuk menjadi lawan
bicara. Dengan tutur kata yang teratur. Dan juga nampaknya dia mempunyai sikap humoris
sama sepertiku apabila sedang berkumpul bersama teman, itu juga mnenurut temanku sih
hehe.

Tak terasa kami pun sampai di tempat dimana acara PAB itu dilaksanakan. Aku melihat sederet
orang dibariskan dan masuk dengan tergesa-gesa ke dalam sebuah gedung yang cukup besar.
Namun, di sisi lain aku juga melihat sekitar 5 orang dipisahkan dari deretan itu, dengan
memakai seragam hitam sama sepertiku dan di sana terdapat seorang temanku, Reza.

HEI KALIAN BERDUA, KENAPA TERLAMBAT?!! teriakan itu membuyarkan pikiranku yang
berdiri tertegun bersama Risa yang menemaniku berjalan menuju kampus. PUNYA JAM GAK DI
RUMAH? JAM TANGAN AJA DIPAKAI, TAPI WAKTU TAK DIPAKAI!! sambung seorang kakak
seniorku di UKM tersebut dengan nada tinggi dan membentak kami berdua. Maaf kak, hanya
kata itu yang keluar dari mulutku. Risa yang nampaknya kaget dan tak percaya akan dibentak-
bentak seperti ini seakan ingin menangis. CEPAT MASUK BARISAN ORANG YANG
TERLAMBAT!!

Aku segera menuntun Risa agar tak sedih lagi, dan aku mencoba menenangkannya dengan
memberi air minum. Bagiku dibentak-bentak seperti itu sudah biasa, karena pengalaman
berorganisasi yang cukup lama dan mental yang udah lumayan kuat. Sudahlah, jangan murung
begitu. Mereka sebenarnya baik kok, hanya formalitas saja mereka bersikap begitu. Nanti kamu
juga akan seperti mereka, seperti macan kelaparan mmmwaaaow, aku memperagakan
macan yang ingin menerkam mangsanya dengan raut wajah yang di penyokan bertujuan untuk
menghiburnya. Dan ternyata berhasil, ia pun tersenyum dan terlihat sangat terhibur dengan
tingkah konyolku.

Suatu saat nanti ku kan menjadi seseorang yang berarti di hidupmu, sekarang memang hanya
khayalan tapi tidak untuk masa depan. Biarkan kugantungkan harapan di mata indahmu dengan
sorot yang membuka lebar halangan bak pedang yang sangat tajam.