You are on page 1of 3

REFLEKSI DIRI

Nama : Adif Umi Mufida


NIM : 7101413120
Jurusan : Pendidikan Ekonomi
Prodi : Pedidikan Administrasi Perkantoran
Fakultas : Ekonomi
Mata Pelajaran Praktikan : Korespondensi

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan kegiatan Praktek
Pengalaman Lapangan I di SMK N 2 Semarang. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, waka kurikulum, waka
sarpras, waka kesiswaan, guru-guru SMK N 2 Semarang, guru pamong dan seluruh staf dan
karyawan SMK N 2 Semarang yang memberikan bantuan dan bimbingan dalam kegiatan
obserasi dan pengumpulan data selama pelaksanan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan I.
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan kegiatan kurikuler yang harus
dilakukan oleh mahasiswa praktikkan, sebagai bentuk pelatihan untuk menerapkan teori yang
diperoleh dalam perkuliahan pada semester-semester sebelumnya. Kegiatan Praktek
Pengalaman Lapangan I dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2016 sampai dengan tanggal 10
Agustus 2016 . Sedangakan kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan II dilakukan lebih dari
dua bulan yang akan berakhir pada 20 Oktober 2016. Hasil dari pelaksanaan Praktek
Pengalaman Lapangan I yang telah dilakukan praktikan adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan dan Kelemahan Pembelajaran Mata Pelajaran yang ditekuni
Pada kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan, saya dibimbing oleh guru
pamong di sekolah latihan yaitu Ibu Dra. Wagiyem, beliau mengampu mata pelajaran
Korespondensi pada kelas X AP 1, AP 2, dan AP 3 serta mata pelajaran Administrasi
Kepegawaian di kelas XII AP 2 dan XII AP 3.
Berdasarkan obserasi yang dilakukan pada tanggal 29 Juli 2016 sampai dengan
3 Agustus 2016. Kekuatan dari pembelajaran Korespondensi adalah tersedianya
ruangan yang menunjang pembelajaran, meskipun menggunakan sistem moving class,
pembelajaran korespondesi berada di 2 ruangan untuk masing-masing kelas X yaitu
menempati ruang laboratorioum dan ruang kelas. Di ruang laboratorium terdapat sarana
dan prasarana yang mendukung pembelajaran, tersedianya LCD dan white board serta
adanya AC yang dapat memberikan kenyamanan dalam melaksanakan kegiatan belajar
mengajar. Meskipun ruang kelas tidak disertai media LCD namun terdapat white board
yang menunjang pembelajaran dan adanya kipas angin disetiap ruang kelas. Untuk
membantu keberhasilan tujuan pembelajaran, tersedia buku ajar yang mudah
didapatkan oleh siswa. Dalam pembelajaran ini cara mengajar guru pengampu
tergolong menarik, karena ketika menyampaikan materi beliau memberikan contoh
melalui kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan siswa untuk memahami materi
yang disampaikan.
Namun kelemahan dalam pembelajaran ini terletak pada belum terbangunnya
kedisiplinan dan tanggung jawab siswa terhadap tugas yang diberikan. Hal ini dapat
menjadi kendala dalam pembelajaran. Dilihat dari segi materi pembelajaran, meteri
relatif sedikit sehingga diperlukan kemampuan guru dalam mengembangkan materi.
2. Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Ketersediaan sarana dan prasarana di SMK N 2 Semarang cukup bagus. Karena
tersedianya berbagai sarana prasarana di kelas maupun luar kelas yang mendukung
pembelajaran. Semua jurusan memiliki laboratorium yang mendukung proses belajar.
Fasilitas yang tersedia cukup baik sehingga mendukung kenyamanan siswa diantaranya
tersedia mushola, perpustakaan, ruang bimbingan konseling, koperasi siswa, kantin,
jumlah kamar mandi yang cukup, aula dan berbagai ruang yang digunakan untuk
kegiatan ekstrakurikuler.
3. Kualitas Guru Pamong dan Dosen Pembimbing
Kualitas dari guru pamong, Dra. Wagiyem tidak perlu diragukan lagi. Beliau
merupakan guru yang berpengalaman selama puluhan tahun. Tentu saja pengalaman
dan kemampuan beliau terhadap pemahaman materi sangat luas dan mendalam.
Dengan jam terbang yang banyak, beliau sangat mahir dalam penanganan kelas, dalam
proses pembelajaran beliau tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran namun
melatih sikap disiplin, rapi, tanggung jawab, peka terhadap lingkungan dan kehidupan
sehari-hari kepada siswa-siswanya. Pembelajaran yang dilakukan oleh beliau
menerapkan kurikulum 2013, yaitu mengedepankan keaktifan para siswa;
mengembangkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik; serta membangun
karakter siswa.
Dosen pembimbing praktikan PPL di SMK N 2 Semarang adalah Dra. Nanik
Suryani, M. Pd. Beliau merupakan dosen jurusan Pendidikan Ekonomi khusunya
jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran. Dra. Nanik Suryani, M.Pd berkompeten
di bidangnya, beliau memiliki pengetahuan yang sangat baik terhadap bidang
Administrasi Perkantoran, ditambah lagi pengalam beliau yang sebelumnya merupakan
Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi. Beliau mencerminkan sikap seorang pendidik
yang baik, ramah, sabar, murah senyum, dan keibuan sehingga saya yakin beliau akan
membimbing saya dengan baik agar sesuai dan mampu lulus dengan hasil maksimal.
4. Kualitas Pembelajaran di Sekolah Latihan
Kualitas pembelajaran di SMK N 2 Semarang menerapkan 5 hari efektif dan
telah menerapkan kurikulum 2013 dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari penyusunan
jadwal yang cukup untuk mata pelajaran meskipun 5 hari kerja. Pembelajaran dimulai
pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 15.15 WIB, setelah itu kegiatan ekstrakurikuler
dilaksanakan terjadwal setiap hari setelah pukul 15.15 WIB dan berakhir pukul 17.00
WIB.
Di sekolah latihan ini saya mendapati budaya sekolah yang bagus. Pertama,
sebelum memulai serangkaian kegiatan di sekolah semua siswa diwajibkan
menyanyikan lagu Indonesia Raya termasuk siswa yang datang terlambat akan tetap
ikut serta menyanyi sebelum mendapatkan pengarahan dan pendataan; Kedua yaitu
kegiatan literasi yang dilaksanakan setiap pagi sebelum melaksanakan kegiatan
pembelajaran. Menurut saya kegiatan ini sangat penting, karena menanamkan sikap
gemar membaca para siswa dan pengetahuan baru. Penanaman sikap ramah dan saling
menghormati tercermin dari budaya siswa yaitu senyum, salam, sapa setiap berpapasan
dengan guru. Selain itu sekolah latihan merupakan sekolah adiwiyata dimana sangat
peduli dan peka terhadap lingkungan, terlihat dari kondisi lingkungan sekolah yang
hijau serta adanya komunitas adiwiyata yang menanamkan kepada siswa rasa peduli
terhadap lingkungan dan kebersihan lingkungan.
5. Kemampuan Diri Praktikan
Sebelum terjun mengikuti kegiatan PPL di SMK N 2 Semarang, saya telah
mengikuti kegiatan peerteaching, pembekalan yang di ikuti tes yang dilaksanakan di
Universitas Negeri Semarang. Setelah mengikuti kegiatan tersebut saya menjadi lebih
percaya diri untuk mengajar. Dalam mengembangkan kemampuan diri dalam mengajar
saya juga mengamati guru pamong saya selama mengikuti proses pembelajaran yang
beliau ampu sehingga menambah wawasan saya baik secara kognitif maupun cara
pengelolaan kelas ketika mengajar. Saran dan masukan serta bimbingan dari guru
pamong dan dosen pembimbing sangat membantu saya untuk lebih meningkatkan
kualitas diri saya ketika mengajar.
6. Nilai tambah yang saya dapatkan selama saya melaksanakan kegiatan PPL 1
Nilai tambah yang saya dapatkan selama saya melaksanakan kegiatan PPL 1
adalah mendapatkan ilmu baru selain ilmu mengajar yakni lebih memahami tentang
tugas-tugas yang ada di sekolah seperti tugas Tata Usaha, tugas guru piket,
mendampingi ekstrakurikuler dan ikut membantu kegiatan akreditasi yang sedang
dilaksanakan di sekolah latihan. Saya lebih mengenal kondisi dan lingkungan SMK N
2 Semarang dan menjadi lebih akrab dengan komponen sekolah.
7. Saran Pengembangan bagi Sekolah Latihan dan Unnes
Saran dari mahasiswa praktikan untuk SMK N 2 Semarang adalah perlunya
perbaikan sarana dan prasarana yang ada, seperti perlunya perbaikan LCD di ruangan
laboratorium mengetik yang ketika saya mengikuti guru pamong masuk ke dalam kelas
mengalami kendala pembelajaran karena LCD yang digunakan kurang terang sehingga
tidak dapat terlihat oleh seluruh siswa terutama yang duduk di barisan belakang.
Sedangkan saran bagi Universitas Negeri Semarang adalah perlunya
pembekalan yang lebih matang, khususnya dalam materi dan pelatihan cara mengajar
sehingga ketika melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas memiliki bekal dan
kemampuan yang lebih baik dan lebih matang. Pembekalan mengenai kurikulum yang
dirasa masih kurang karena pembekalan untuk mahasiswa PPL hanya dilaksanakan dua
kali sebelum diterjunkan di sekolah latihan. Alangkah baiknya apabila pembekalan
dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama sehingga pemahaman materi dan cara
mengajar lebih mendalam.

Semarang, 4 Agustus 2016

Mengetahui,
Guru Pamong Praktikan

Dra. Wagiyem Adif Umi Mufida


NIP. 195904161988032003 NIM. 7101413120