Вы находитесь на странице: 1из 1

Jawaban no 4

Apakah benar untuk menjadi beretika cukup mengikuti hukum?

Jawab:

Tidak, karena pada berdasarkan etika dan hukum adalah sesuatu yang berbeda namun tidak saling
bertentangan. Etika itu mencakup analisis dan penerapan konsep tentang benar, baik, salah, buruk,
dan tanggung jawab sehingga etika dapat dikatakan sebagai filsafah perilaku manusia. Sedangkan
hukum mencakup tentang pelaksanaan kekuasaan untuk menghidari penyalah gunakan dibidang
politik, ekonomi, dan masyarakat (harian ekonomi neraca,2016).

Berdasarkan konsep etika dan hukum diatas ditarik kesimpulan bahwa hukum merupakan turunan
dari etika, maka dapat dipastikan semua pelanggaran hukum adalah pelanggaran etika. Namun
sebaliknya, pelanggaran etika bukan berarti pelanggaran hukum.

Maka disimpulkan bahwa untuk menjadi beretika tidak cukup dengan hanya mengikuti hukum.

Berdasarkan pada kejadian slavery in the chocolate industry dapat disimpulkan bahwa tindakan
perusahaan yang hanya mengutamakan profit dengan mengabaikan sosial adalah suatu tindakan
yang tidak beretika. Menurut Von der Embse dan R.A.Wagley (1988), tingkah laku perusahaan yang
beretika adalah yang mengutamakan tiga hal penting seperti:

- Utilitarian approach. Perusahaan harus memberikan manfaat kepada masyarakat,dan tidsak


membahayakan pihak lain hanya untuk efisiensi biaya.
- Individual rights-approach. Perusahaan diharuskan untuk menghormati orang lain
- Justice approach. Perusahaan harus menegakkan keadilan.