You are on page 1of 11

31 Agustus 2013

ARTIKEL ILMIAH
GAMBARAN PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH
DI POLIKLINIK BEDAH RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

Disusun oleh :

Effenciosa Putri Yanra


G1A109002

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS JAMBI

2013

1
31 Agustus 2013

GAMBARAN PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH


DI POLIKLINIK BEDAH RSUD RADEN MATTAHER JAMBI
Effenciosa Putri Yanra1, Budi Justitia2, Apriyanto2
1
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
2
Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi
ABSTRAK
Latar Belakang : Nyeri punggung bawah Hasil : Dari hasil penelitian ini prevalensi
(low back pain) merupakan suatu penderita nyeri punggung bawah di
gangguan neuromuskuloskeletal , Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher
gangguan organ visceral, dan gangguan Jambi sebanyak 85 orang dengan nyeri
vaskuler yang dirasakan di daerah punggung bawah spondilogenik 67 orang
punggung bawah, dimana satu dari (78.8 %) dan nyeri punggung bawah
sejumlah sindrom nyeri yang banyak viscerogenik 18 orang (21.2%) ini
dikeluhkan penderita yang berkunjung ke diekslusikan. Penderita nyeri punggung
dokter. Pada periode Januari-Oktober bawah spondilogenik 30 orang (44.8%)
tahun 2012 di Poliklinik Bedah RSUD terjadi pada usia 45-60 tahun, jenis
Raden Mattaher Jambi terdapat kasus kelamin perempuan 42 orang (62.7),
nyeri punggung bawah sebanyak 683 pekerjaan PNS 26 orang (38.8%),
pasien, dengan kasus baru sebanyak 176 memiliki IMT overweight 26 orang
orang dan kasus lama sebanyak 507 (38.8%), dengan aktifitas fisik duduk
orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk lama > 5 jam/hari 40 orang (59.7%) dan
mengetahui gambaran penderita nyeri aktifitas fisik berdasarkan beban kerja 7
punggung bawah di Poliklinik Bedah kg/hari 37 orang (55.2%), lebih banyak
RSUD Raden Mattaher Jambi tahun 2013. tidak merokok 43 orang (64.2%), tidak
Metode : Penelitian ini menggunakan memiliki riwayat trauma 46 orang
metode deskriptif desain cross sectional. (68.7%), tidak memiliki riwayat keluarga
Dilaksanakan di Poliklinik Bedah RSUD 62 orang (92.5%).
Raden Mattaher Jambi pada tanggal 22 Kesimpulan : Nyeri punggung bawah
April - 22 Mei tahun 2013 Pengambilan pada penelitian ini banyak terjadi pada
sampel menggunakan teknik accidental usia 45-60 tahun, jenis kelamin
sampling sebanyak 67 sampel yang perempuan, pekerjaan PNS, memiliki
memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan IMT overweight, dan aktifitas fisik duduk
data dilakukan dengan cara pengambilan lama.
data primer dengan kuesioner dan Kata Kunci : NPB; Faktor risiko
wawancara langsung pada pasien.

2
31 Agustus 2013

PENDAHULUAN orang. Penderita nyeri punggung bawah


Nyeri punggung bawah (low back yang berobat jalan berkisar 1.600.000
pain) merupakan suatu gangguan orang dan yang dirawat di Rumah Sakit
neuromuskuloskeletal, gangguan organ lebih kurang 100.000 orang. Dari
visceral, dan gangguan vaskuler, dimana keseluruhan nyeri punggung bawah, yang
satu dari sejumlah sindrom nyeri yang mendapat tindakan operasi berjumlah
banyak dikeluhkan penderita yang 24.000 orang pertahunnya. Di Amerika
berkunjung ke dokter. Nyeri punggung Serikat dilaporkan 60-80% orang dewasa
bawah yang dikeluhkan dapat berupa rasa pernah mengalami nyeri punggung
berat, pegal, rasa seperti diikat, otot terasa bawah, keadaan ini menimbulkan
kaku dan nyeri, dapat disertai dengan kerugian yang cukup banyak untuk biaya
gangguan otonom dan psikis yang dapat pengobatan dan kehilangan jam kerja.3
menghambat aktivitas sehari-hari Sebuah studi cross sectional di
penderita. Hal ini disebabkan karena Denmark dilakukan dengan subjek
tulang belakang seringkali menanggung berusia 12-41 tahun didapatkan bahwa
beban yang berat tanpa kita sadari pada angka kejadian nyeri punggung bawah
saat kita melakukan kegiatan sehari-hari meningkat tajam pada usia remaja (lebih
seperti ketika bekerja atau berolahraga.1,2 awal terjadi pada anak perempuan
Secara anatomi tulang punggung daripada anak laki-laki). Sedangkan di
bagian bawah adalah daerah lumbal- Australia angka kejadian nyeri punggung
sacrum yang menjadi titik beban. Secara bawah lebih sering terjadi pada usia
klinis nyeri daerah tulang belakang dapat dewasa. Dimana 20,7% dari populasi
disebabkan berbagai faktor seperti perempuan dan 21% dari populasi di
trauma, degenerative, inflamasi, Australia mengalami nyeri punggung
neoplasma, gangguan metabolik, kelainan bawah.4
kongenital, psikogenik, dan tidak jarang Data epidemiologi mengenai nyeri
akibat nyeri alih beberapa organ visceral punggung bawah di Indonesia belum ada,
seperti ginjal, prostat, pancreas, namun diperkirakan 40% penduduk pulau
retroperitoneal, kolon, uterus.2 Jawa Tengah berusia diatas 65 tahun
Di Inggris dilaporkan prevalensi pernah menderita nyeri punggung,
nyeri punggung bawah (NPB) pada prevalensi pada laki-laki 18,2% dan pada
populasi lebih kurang 16.500.000 per wanita 13,6%. Insiden berdasarkan
tahun, yang melakukan konsultasi ke kunjungan pasien ke beberapa rumah
dokter umum lebih kurang antara 3-7 juta sakit di Indonesia berkisar antara 3-17%. 5
3
31 Agustus 2013

Menurut data rekam medis di Jambi dilaksanakan pada tanggal 22 April


RSUD Raden Mattaher diperoleh data 22 Mei Tahun 2013. Sampel pada
pada tahun 2011 sebanyak 449 pasien penelitian ini adalah semua pasien yang
nyeri punggung bawah, dengan kasus berobat dengan keluhan nyeri punggung
baru sebanyak 168 orang dimana laki- bawah di Poliklinik Bedah RSUD Raden
laki 69 orang dan perempuan 99 orang, Mattaher Jambi. Pasien yang didiagnosis
sedangkan kasus lama atau penderita yang oleh dokter mengalami nyeri puggung
kontrol sebanyak 281 orang. Untuk data bawah viscerogenik diekslusikan. Nyeri
rekam medis periode Januari-Oktober punggung bawah pada penelitian ini yaitu
2012 diperoleh kasus nyeri punggung nyeri yang dirasakan didaerah punggung
bawah sebanyak 683 pasien, dengan kasus dari sudut costa terbawah sampai lipat
baru sebanyak 176 orang dimana laki-laki bokong terbawah yaitu di daerah lumbal
72 orang dan perempuan 104 orang, dan lumbo-sakral.7 Indeks Massa Tubuh
sedangkan kasus lama atau penderita yang mengacu pada ketetapan WHO yaitu
kontrol sebanyak 507 orang. Underweight < 18,5 kg/m2 , Normoweight
Beberapa faktor risiko yang 18,5-22,9 kg/m2 , Overweight 23-24,9
berpotensi menyebabkan nyeri punggung kg/m2 , Obesitas 25,0-29,9 kg/m2, dimana
bawah adalah usia, jenis kelamin, didapatkan dari hasil pengukuran berat
pekerjaan, Indeks Massa Tubuh, aktifitas badan dalam satuan kilogram dibagi
fisik, merokok, riwayat cedera punggung, tinggi badan dalam satuan meter
riwayat keluarga.1,2,6 dikuadratkan.11 Kebiasaan merokok
Berdasarkan latar belakang tersebut, pasien dinilai berdasarkan derajat
peneliti tertarik untuk melakukan merokok, dengan Indeks Brinkman (IB),
penelitian tentang gambaran penderita yaitu perkalian jumlah rata-rata batang
nyeri punggung bawah di Poliklinik rokok dihisap sehari dikalikan lama
Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Raden merokok dalam tahun.20 Pengambilan
Mattaher Jambi pada tanggal 22 April sampel dilakukan dengan menggunakan
22 Mei tahun 2013. teknik accidental sampling18 sebanyak 67
sampel yang memenuhi kriteria inklusi.
METODOLOGI PENELITIAN Pengumpulan data dilakukan dengan cara
Penelitian ini merupakan metode pengambilan data primer dengan
deskriptif dengan rancangan cross kuesioner dan wawancara pada pasien.
sectional.18 Penelitian ini dilakukan di
Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher
4
31 Agustus 2013

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. NPB Berdasarkan Usia


Dari hasil penelitian didapatkan Usia n (orang) Persentase (%)
Prevalensi nyeri punggung bawah di <20 tahun 2 3.0
Poliklinik Bedah RSUD Raden Mattaher 20-44 tahun 22 32.8
Jambi yaitu sebanyak 85 orang responden 45-60 tahun 30 44.8
dimana hanya didapatkan nyeri punggung >60 tahu 13 19.4
bawah viscerogenik dan nyeri punggung Total 67 100
bawah spondilogenik, sedangkan
responden dengan nyeri punggung bawah Tabel 3. NPB Berdasarkan Jenis Kelamin
neurogenik, dan vaskulogenik tidak Jenis n (orang) Persentase (%)
didapatkan. Kelamin
Laki laki 25 37.3
Tabel 1. Prevalensi NPB di Poliklinik Perempuan 42 62.7
Bedah RSUD Raden Mattaher Jambi Total 67 100
NPB n (orang) Persentase (%)
NPB Tabel 4. NPB Berdasarkan Pekerjaan
Viscerogenik 18 21.2 Pekerjaan n(orang) Persentase (%)
NPB PNS 26 38.8
Spondilogenik 67 78.8 Wiraswasta 11 16.4
Total 85 100 Petani/Buruh 8 11.9
Ibu rumah tangga 17 25.4
Dari 85 orang responden, hanya 67 Pensiunan PNS 3 4.5
orang yang dibahas dalam hasil penelitian Siswa 2 3.0
gambaran penderita nyeri punggung Total 67 100
bawah berdasarkan faktor risiko dan
sisanya sebanyak 18 orang diekslusikan Tabel 5. NPB Berdasarkan IMT
karena beberapa faktor risiko klinis IMT n (orang) Persentase (%)
seperti IMT, aktivitas fisik ( duduk lama, Underweight 2 3.0
berat beban ), merokok, riwayat Normoweight 20 29.9
cedera/trauma, riwayat keluarga, pada Overweight 26 38.8
penelitian ini lebih mengarah pada nyeri Obesitas 19 28.4
punggung bawah spondilogenik. Total 67 100

5
31 Agustus 2013

Tabel 6. NPB Berdasarkan Aktivitas Tabel 4.10 Distribusi Penderita NPB


Fisik Lama Duduk Berdasarkan Riwayat Keluarga
Lama duduk n (orang) Persentase (%) Riwayat n (orang) Persentase (%)
1-2 jam/hari 3 4.5 Keluarga
3-5 jam/hari 24 35.8 Tidak 62 92.5
>5 jam/hari 40 59.7 Ya 5 7.5
Total 67 100 Total 67 100

Tabel 7. NPB Berdasarkan Aktifitas Dari hasil penelitian diketahui


Fisik Beban Kerja bahwa sebagian besar responden
Beban Kerja n (orang) Persentase (%) mengalami keluhan nyeri punggung
bawah spondilogenik 67 orang (78.8%)
7 kg/hari 37 55.2
dimana nyeri punggung bawah ini
8-30 kg/hari 24 35.8
disebabkan oleh gangguan pada tulang
>30 kg/hari 6 9.0
(osteogenik) seperti radang atau infeksi
Total 67 100
misalnya spondilitis tuberkulosa,
Tabel 8. NPB Berdasarkan osteoporosis, spondilolistesis
Kebiasaan Merokok (bergesernya korpus vertebra terhadap
Kebiasaan n (orang) Persentase ( %) korpus vertebra dibawahnya), ada
Merokok beberapa kelainan kongenital seperti spina

Tidak Merokok 43 64.2 bifida, gangguan pada diskus

Perokok Ringan 2 3.0 intervetebralis (diskogenik) seperti HNP,

Perokok Sedang 12 17.9 spondilosis, spondilitis ankylocing,

Perokok Berat 10 14.9 gangguan pada miofasial (miogenik)


seperti ketegangan otot dan spasme otot.
Total 67 100
Sedangkan nyeri punggung bawah
viscerogenik berjumlah 18 orang (21.2%)
Tabel 9. NPB Berdasarkan Riwayat
dimana nyeri punggung bawah berasal
cedera/trauma
dari organ retroperitoneal seperti batu
Riwayat n (orang) Persentase (%)
ginjal, nefrolitiasis, tumor vesica urinaria.
cedera
Usia responden yang paling banyak
Tidak 46 68.7
menderita nyeri punggung bawah yaitu
Ya 21 31.3
rentang usia 45-60 tahun berjumlah 30
Total 67 100

6
31 Agustus 2013

orang (44.8%). Hasil penelitian ini sesuai mengalami nyeri punggung bawah yaitu
dengan teori dan penelitian Scattland et al 26 orang (38.8%). Hal ini berkaitan
menyatakan terdapat hubungan antara dengan sikap duduk yang lama dan statis
usia seseorang. Semakin lanjut usia, maka pada PNS. Hasil penelitian ini
semakin besar risiko terkenanya nyeri menunjukkan adanya perbedaan dengan
punggung bawah.9 Orang berusia lanjut penelitian yang dilakukan oleh Punnet
terjadi penurunan fungsi-fungsi tubuhnya Laura, et al (2005) dengan desain Kohort
terutama tulangnya sehingga tidak lagi pada 1.404 subjek, diperoleh bahwa
elastis seperti diwaktu muda. Dalam kategori pekerjaan pekerja yang bekerja
penelitian Louw, Q.A, et al (2007) di sebagai petani memiliki hubungan dalam
Afrika menunjukkan hasil yang sama menimbulkan nyeri punggung bawah, hal
dengan penelitian ini yaitu prevalensi ini berkaitan dengan beban kerja fisik
anak-anak dan remaja untuk menderita yang berat.8
nyeri punggung bawah adalah 33% Responden dengan overweight
sedangkan prevalensi orang dewasa paling banyak yaitu 26 orang (38.8%)
menderita nyeri punggung bawah adalah pada penelitian ini. Dengan adanya berat
50%.8 badan berlebih, terutama beban ekstra di
Penelitian ini menunjukkan daerah perut dapat menyebabkan tekanan
sebagian besar responden nyeri punggung pada daerah tersebut meningkat. Pada
bawah berjenis kelamin perempuan penelitian Laxmaiah menyatakan adanya
banyak yaitu berjumlah 42 orang (62.7%) hubungan IMT yang berlebih dengan
dan 25 orang (37.3%) berjenis kelamin nyeri punggung bawah.14
laki-laki. Hal ini dikarenakan pada wanita Dari penelitian ini diketahui bahwa
terjadi menstruasi dan proses menopause responden yang menderita nyeri
yang menyebabkan kepadatan tulang punggung bawah berdasarkan lama duduk
berkurang akibat penurunan hormon sebagian besar >5 jam/hari yaitu sebanyak
esterogen. Hasil penelitian ini sama 40 orang (59.7%). Hal ini berkaitan
dengan penelitian Altinel, Levent, et al dengan pekerjaan responden lebih banyak
(2007) di Turki didapatkan bahwa PNS, dimana PNS seperti guru, pegawai
prevalensi nyeri punggung bawah pada rumah sakit lebih banyak duduk dalam
perempuan adalah 63,2% dan pada laki- waktu yang lama saat bekerja di kantor.
laki sebesar 33,8%. 9 Pada penelitian ini menunjukkan hasil
Pekerjaan pasien sebagai Pegawai yang sama dengan penelitian yang
Negeri Sipil merupakan jumlah terbanyak dilakukan oleh Trousler yang menyatakan
7
31 Agustus 2013

semakin lama waktu duduk semakin besar hasil penelitian diketahui bahwa
risiko terkena nyeri punggung bawah.12 responden nyeri punggung bawah dengan
Pada penelitian ini didapatkan riwayat cedera/trauma berjumlah 21 orang
responden yang menderita nyeri (31.3%) dan yang tidak memiliki riwayat
punggung bawah berdasarkan beban kerja cedera/trauma berjumlah 46 orang
paling banyak hanya seberat 7 kg/hari (68.7%).
yaitu sebanyak 37 orang (55.2%) Hal ini Riwayat keluarga merupakan factor
dikarenakan pekerjaan responden bukan risiko yang sangat jarang menyebabkan
merupakan aktivitas dengan beban kerja munculnya nyeri punggung bawah. Pada
fisik yang berat. Penelitian yang penelitian ini hanya didapatkan 5 orang
dilakukan oleh Hartvigsen et al (2003) (7.5%) yang memiliki riwayat keluarga.
yang menyimpulkan bahwa peningkatan Dalam studi terbaru, Solovieva et al telah
beban kerja dan beban di daerah menunjukkan adanya hubungan antara
punggung bawah dalam waktu yang lama interleukin- 1 polimorfisme dengan
dan berulang, merupakan faktor risiko degenerasi diskus pada pencitraan
untuk mengalami nyeri punggung resonansi magnetik pada pekerja laki-laki
bawah.10 di Finlandia. Polimorfisme 2,5 kali lipat
Dari hasil penelitian diketahui meningkatkan risiko nyeri punggung
bahwa responden penderita nyeri bawah, dan berhubungan juga dengan
punggung bawah berdasarkan kebiasaan intensitas dan durasi nyeri.15
merokok paling banyak tidak merokok
yaitu 43 orang (64.2%). Hal ini KESIMPULAN DAN SARAN
dikarenakan responden banyak yang jenis Nyeri punggung bawah pada
kelamin perempuan. Jika dilihat dari jenis penelitian ini banyak terjadi pada usia 45-
kelamin laki-laki saja banyak yang 60 tahun, lebih sering pada perempuan,
merokok. Hasil penelitian Feldman et al pekerjaan PNS, memiliki IMT
2001 menyatakan adanya hubungan yang overweight, dan aktifitas fisik duduk
signifikan antara kebiasaan merokok lama, pasien yang merokok lebih sedikit,
dengan keluhan nyeri punggung bawah. pasien dengan riwayat cedera/ trauma
Merokok dapat menyebabkan lebih sedikit, dan pasien dengan riwayat
berkurangnya densitas mineral pada keluarga.
tulang sehingga menyebabkan nyeri Dari kesimpulan diatas, ada
akibat terjadinya keretakan atau beberapa saran yang dapat diajukan antara
kerusakan pada tulang.13 Berdasarkan lain:
8
31 Agustus 2013

1. Masyarakat diharapkan dapat tetapi dapat juga spondilogenik,


mengetahui faktor risiko apa saja yang viscerogenik, vaskulogenik, dan
bisa menyebabkan terjadinya nyeri psikogenik.
punggung bawah serta mampu
UCAPAN TERIMA KASIH
menghindari faktor risiko nyeri
punggung bawah yang bisa 1. Dr.dr.H.Yuwono, M.Biomed selaku
dimodifikasi seperti obesitas tidak dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu
merokok. Kesehatan Universitas Jambi atas izin
2. Bagi dokter yang menangani pasien dan rekomendasinya kepada penulis
dengan keluhan nyeri punggung bawah dalam penelitian ini
ini diharapkan dapat memberikan 2. dr.Budi Justitia, Sp.OT, M.Kes selaku
penjelasan tentang faktor risiko dan dosen pembimbing I, atas segala
penatalaksanaan keluhan nyeri bimbingan, saran, dan motivasi yang
punggung bawah dan apa akibatnya telah diberikan selama penyusunan
jika keluhan nyeri punggung ini skripsi ini.
dibiarkan saja. 3. dr.Apriyanto, Sp.BS, M.Kes selaku
3. Bagi institusi rumah sakit diharapkan dosen pembimbing II yang telah
dapat membuat data tentang penyakit banyak memberikan bimbingan,
pasien salah satunya keluhan nyeri masukan, serta motivasi kepada
punggung bawah yang lebih lengkap penulis.
tidak hanya nama, usia dan jenis 4. Kepala Bagian Poliklinik Bedah
kelamin saja, sehingga peneliti yang RSUD Raden Mattaher Jambi dan
lain tidak kesulitan dalam mengambil kakak perawat di Poliklinik Bedah
data sekunder yang dibutuhkan untuk RSUD Raden Mattaher Jambi yang
penelitian. telah memberikan izin, kerjasama,dan
4. Penelitian lebih lanjut diharapkan bantuan dalam penelitian ini.
dapat menggunakan rancangan 5. Keluarga saya, Ibu Rahmawati, Bapak
penelitian case control, sehingga Burlian.K, Adik saya Effencioga
diharapkan melalui jenis penelitian ini Putra Yanra dan Abram Caesar
dapat dilihat hubungan yang bermakna Pamungkas, juga buat keluarga besar
antara faktor risiko dengan keluhan saya atas cinta, kasih sayang,
nyeri punggung bawah. dukungan moril, materil, dan spiritual
5. Perlu diketahui bahwa nyeri punggung bagi penulis.
bawah tidak hanya nyeri neurogenik,
9
31 Agustus 2013

6. Kepada semua pihak yang tidak dapat Margono Soekarjo Purwokerto,


penulis sebutkan satu-persatu yang Volume 4, Nomor 1. 2010. Hal 26-32
telah memberikan bantuan dalam 6. Sidharta, P. Neurologi Klinis Dasar.
penyusunan proposal penelitian ini. Cetakan Ke-14. Jakarta : Dian rakyat;
; 2009. Hal.90-91
REFERENSI
7. Engstrom, JW. Back and Neck Pain .
1. Deyo, RA dan Weinstein, JN. Low Anthony S Fauci, Dennis L Kasper,
back pain. The New England Journal dkk. Harrisons Principle of Internal
of Medicine 2001 Februari Medicine. Edisi 17 Volume 1. United
1;344(5):36370. Diunduh dari URL: States of America : The Mc-Graw-
www.nejm.org. (diakses 18 Hill Companies. 2008. 107-114
september 2012) 8. Ginting, NB. Karakteristik Penderita
2. Cole, H. Low Back Pain Handbook. Nyeri Punggung Bawah (NBP) yang
Edisi Ke-2. Philadelphia Hanley and Dirawat Inap Santa Elisabeth Medan
Belfus Ine. 2003 tahun 2010. Diunduh dari URL :
3. Lubis, I. Epidemiologi nyeri https://library.usu.ac.id (diakses : 29
punggung bawah. dalam : Meliala L. september 2012)
Suryamiharja A. Purba JS. Sadeli 9. Fatimah, T. Faktor yang berhubungan
HA. Editors. Nyeri punggung bawah, dengan nyeri punggung bawah pada
Jakarta. Perhimpunan Dokter karyawan bagian penjahitan
Spesialis Saraf Indonesia PT.Intigarmindo persada Jakarta
(PERDOSSI),2003: p; 1-3. tahun 2010. Diunduh dari URL :
4. Walker BF, Muller R, Grant WD. https://library.upn.ac.id (diakses : 30
Low back pain in Australian adults: januari 2013)
prevalence and associated disability. 10. Naude, B. Factors Associated with
Journal of Manipulative and Low Back Pain in Hospital
Physiological Therapeutics 2004 Employees. A research report
May;27(4):23844. Diunduh dari submitted to the Faculty of Health
URL: http://www. pubmed.com. Sciences, University of the
(diakses 18 september 2012) Witwatersrand, Johannesburg, in
5. Purnamasari, H. Overweight Sebagai partial fulfillment of the requirements
Faktor Resiko Low Back Pain Pada for the degree of Master of Science in
Pasien Poli Saraf Rsud Prof. Dr. Physiotherapy Johannesburg tahun
2008.
10
31 Agustus 2013

11. Rivinoja, AE, et al. Sports, Smoking, Traumatol Turc 2008;42(5):328-333.


and Overweight During Adolescence Diunduh dari URL : www.aott.org
as Predictors of Sciatica in (diakses pada 15 september 2012).
Adulthood: A 28-Year Follow-up 17. Fields, HL and Joseph, BM. Pain :
Study of a Birth Cohort. 2010. Pathophysiology and Management
Diunduh dari URL : Anthony S Fauci, Dennis L Kasper,
http://aje.oxfordjournals.org. (diakses dkk. Harrisons Principle of Internal
pada 5 februari 2013) Medicine. Edisi 17 Volume 1. United
12. Samara, D. Lama dan sikap duduk States of America : The Mc-
sebagai faktor risiko terjadinya nyeri Graw-Hill Companies. 2008. 81-86
pinggang bawah Vol.23 No.2, 2004. 18. Notoadmodjo, S. Metodologi
Diunduh dari URL : Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi.
http//:www.jurnal kedokteran Jakarta : Rineka Cipta; 2010. Hal
trisakti.org (diakses pada 5 februari 138-144
2013) 19. Rianto, A. Aplikasi Metodologi
13. Feldman, DE, et al. Risk Factors for Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:
the Development of Low Back Pain Mutia Medika; 2011. Hal 90-120
in Adolescence Vol 154, Number 2. 20. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.
2001. Hal 30-36. Diunduh dari URL : Penyakit Paru Obstruktif Kronik
http://aje.oxfordjournals.org. (diakses ( PPOK ) Pedoman Diagnosis &
pada 5 februari 2013) Penatalaksanaan Di Indonesia. 2003
14. Manchikanti, L. Epidemiology of
Low Back Pain dalam Pain Psycian
Volume 3, Number 2. 2000. Page
167-192
15. Manek, NJ dan MacGregor, AJ.
Epidemiology of Back Disorder :
Prevalence, Risk Factors and
Prognosis. 2005. Hal 134-140.
Lippincot Williams & Wilkins.
16. Altinel, L, et al. The Prevalence of
Low Back Pain and Risk Factor
among Adults Population in Afyon
Region Turkey. Acta Orthop
11