You are on page 1of 15

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Lensa Sucofindo adalah media komunikasi internal yang paling utama di dalam PT.

SUCOFINDO (Persero). Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT.

SUCOFINDO (Persero) termasuk ke dalam perusahaan yang sangat besar, terbukti dengan

terdapat 33 cabang yang tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia, menjadikan PT.

SUCOFINDO (Persero) sebagai perusahaan jasa pemastian atau sertifikasi terbesar di

Indonesia.

Pada hakekatnya, sebuah perusahaan skala nasional atau perusahaan besar harus mempunyai

fasilitas penunjang kinerja perusahaan, dan seharusnya fasilitas tersebut termasuk ke dalam

kategori lengkap.

Pada observasi yang dilakukan oleh peneliti, fasilitas yang dimiliki oleh PT. SUCOFINDO

(Persero) sudah sangat memadai dan berstandar Internasional. Fasilitas tidak hanya yang

berbentuk fisik atau benda, terdapat pula kategori fasilitas lainnya di dalam PT.

SUCOFINDO (Persero), termasuk fasilitias komunikasi perusahaan atau biasa disebut dengan

Media Internal Perusahaan.

Media Internal Perusahaan merupakan salah satu media bentuk kegiatan Public Relations,

sudah seharusnya diarahkan kepada pencapaian tujuan dari perusahaan/lembaga itu sendiri.

Jadi media internal perusahaan adalah suatu berita mengenai kegiatan suatu perusahaan dan

biasanya diberitakan untuk khalayak internal atau tertentu yang diterbitkan secara teratur.

42
43

Menurut Frank Jefkins dalam Ardianto (2004 : 21), Media Internal adalah salah satu bentuk

media komunikasi Public Relations yang diterbitkan khusus untuk kalangan terbatas atau

tertentu.

Di dalam buku Dasar-Dasar Public Relations, Oemi Abdurahman mengemukakan bahwa

media yang dapat digunakan komunikator diantaranya ada yang dapat dimasukkan ke dalam :

The printed Word (kata-kata tercetak) dan The Spoken Word (kata-kata lisan).

Kata-kata tercetak ini meliputi majalah internal, majalah eksternal, dan majalah kombinasi

internal dan eksternal. Penerbitan majalah-majalah ini diperuntukan bagi para pegawai dan

keluarganya (internal publik), publik keseluruhan, yaitu orang-orang yang menaruh minat dan

mempunyai kepentingan langsung atau tidak langsung dengan instansi yang bersangkutan,

untuk publik khusus (orang-orang terkemuka di masyarakat dan pimpinan-pimpinan instansi).

Divisi Sekretaris Perusahaan PT. SUCOFINDO (Persero) mempunyai fungsi sebagai pusat

jalur komunikasi perusahaan, entah itu yang berasal dari eksternal maupun internal. Peneliti

mendapatkan bahwa Job desk yang harus dilakukan oleh divisi Sekretaris Perusahaan dalam

menjalankan fungsi Public Relations sebagai bagian dari komunikasi internal adalah:

Membangun jalur informasi dan komunikasi di dalam perusahaan secara efektif,

Membina hubungan dengan unit-unit kerja lainnya dalam perusahaan serta dengan

baik,

Menerbitkan newsletter secara berkala (LENSA SUCOFINDO),

Mengembangkan keterikatan dengan para pemangku kepentingan internal,

Menyebarkan informasi yang terjadi tentang perusahaan.

Dalam praktik dari mata kuliah Job Training ini, penulis terlibat pada setiap rangkaian proses

pengerjaan untuk Lensa Sucofindo tersebut, mulai dari perencanaan, pelaksanaan atau
44

produksi, hingga evaluasi. Selama masa persiapan, penulis terlibat dalam beberapa meeting,

atau rapat redaksi yang diselenggarakan satu minggu sekali, mempersiapkan bahan-bahan

yang akan diangkat menjadi berita yang akan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan PT.

SUCOFINDO (PERSERO).

Sebagaimana yang telah dijabarkan oleh Center, Cutlip & Broom dalam bukunya Effective

Public Relations, proses PR terdiri dari :

Fact Finding

Planning &
Evaluating
Programming

Communicating
& Actuating

Untuk itu, dalam menjalankan suatu program, dalam hal ini Lensa Sucofindo harus melalui

tahapan-tahapan berikut:

Consolidation & Planning

Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah

Merancang ide-ide baru

Menyusun goals

Merancang rencana, objektif, dan indikator program


45

Program Implementation

Mengeksekusi Program

Menguji efektivitas dan efisiensi program

Menyesuaikan program dengan goals

Memantau berjalannya program

Evaluation

Mengevaluasi program

Membandingkan antara perencenaan dengan realisasi program

IV.1 Fact Finding Lensa Sucofindo

Mendefinisikan problem (atau peluang) adalah langkah pertama yang mencakup penyelidikan

dan memantau pengetahuan, opini, sikap, dan perilaku pihak-pihak yang terkait dengan, dan

dipengaruhi oleh, tindakan dan kebijakan organisasi. Pada dasarnya ini adalah fungsi

inteligen organisasi. Fungsi ini menyediakan dasar untuk semua langkah dalam proses

pemecahan problem dengan menentukan Apa yang terjadi saat ini. (Cutlip, Center, and

Broom 2007: 370)

Pada tahap ini, public relations mengumpulkan seluruh data terkait program yang akan

dilaksanakan dengan harapan dapat menjadi bekal untuk melakukan persiapan program agar

sesuai dengan kebutuhan key public. Berdasarkan cara memperolehnya, data dibagi menjadi

dua jenis, yaitu:

Data Primer

Untuk pengumpulan data primer, dapat dilakukan langsung dari sumber-sumber data. Pada

prinsipnya, mereka adalah orang-orang yang dianggap sebagai sumber-sumber informasi

yang kredibel dan mengetahui permasalahan, terutama di bidangnya masing-masing dan


46

dapat memberikan keterangan yang diperlukan dan relevan dengan organisasi/perusahaan

kita.

Data Sekunder

Pada data sekunder, pengumpulan data dilakukan terhadap mereka yang telah mengolah data

langsung tersebut berupa tulisan atau laporan yang sudah dipublikasikan, misalnya dari buku-

buku, penelitian, ataupun laporan-laporan. Maka seorang Public Relations Officer harus

terampil dalam hal mencari serta menghimpun data untuk dijadikan bahan-bahan kebijakan

organisasi, serta bagaimana mengolahnya sehingga menjadikan sebagai suatu informasi yang

berguna bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan.

Demikian halnya pada pengerjaan Lensa Sucofindo. Para karyawan bagian Komunikasi

Internal dan redaksi Lensa Sucofindo sudah mulai melakukan riset termasuk evaluasi tentang

berita-berita atau informasi yang dibutuhkan oleh para karyawan PT. SUCOFINDO

(PERSERO) pada setiap minggu saat rapat redaksi dan setelah penerbitan. Metode riset yang

digunakan berupa kuisioner evaluasi yang disebarkan melalui portal internal Yammer PT.

SUCOFINDO (PERSERO). Selain itu, riset secara informal juga dilakukan dengan cara

menanyakan secara langsung kepada para karyawan mengenai informasi-infomasi yang

dibutuhkan yang berhubungan dengan PT. SUCOFINDO (PERSERO) yang dilakukan setiap

hari. Berkat diadakan riset dan evaluasi tersebut, para karyawan bagian Komunikasi Internal

dan Redaksi Lensa Sucofindo berhasil menyimpulkan tiga keluhan utama para karyawan PT.

SUCOFINDO (PERSERO) atas Lensa Sucofindo sebagai media komunikasi internal, antara

lain:

Format Lensa Sucofindo, sebagai media komunikasi internal suatu perusahaan yang

besar, tentunya harus mempunyai format pemberitaan atau informasi yang mudah

dinikmati oleh publik dari perusahaan tersebut, terutama publik internal dari PT.

SUCOFINDO (PERSERO). Keluhan yang masuk ke dalam bagian evaluasi redaksi


47

paling banyak adalah masalah format Lensa Sucofindo yang terus berubah setiap

penerbitannya, hal ini membuat para karyawan yang membacanya tidak mengerti alur

atau format serta tidak nyaman dalam membaca berita yang diterbitkan oleh redaksi

Lensa Sucofindo.

Gaya Bahasa Lensa Sucofindo, bahasa adalah unsur utama dalam menyampaikan

pesan atau berkomunikasi, dalam penerapannya penggunaan bahasa di dalam suatu

media komunikasi internal harus sangat baik agar pesan atau informasi yang akan

disampaikan bisa dimengerti dan dipahami oleh para pembaca atau penerima pesan

tersebut. Keluhan utama yang kedua dalam Lensa Sucofindo adalah gaya bahasa yang

terkadang tidak jelas. Menurut salah satu staff redaksi Lensa Sucofindo, penulisan

yang terkadang sering tidak jelas membuat Lensa Sucofindo tidak efektif, padahal

gaya bahasa yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan. Namun pada

kenyataannya, penulis menemukan banyak sekali kejanggalan bahasa pada berita

yang telah diterbitkan oleh Lensa Sucofindo.

Minat Karyawan untuk Lensa Sucofindo, walaupun menjadi media komunikasi

internal perusahaan yang utama, Lensa Sucofindo ternyata masih mengalami

kurangnya karyawan yang berpartisipasi dalam mendapatkan informasi melalui media

komunikasi internal perusahaan tersebut. Padahal Lensa Sucofindo adalah media

internal yang paling utama sebagai poros informasi internal perusahaan. Menurut

evaluasi redaksi Lensa Sucofindo, rendahnya minat karyawan terhadap Lensa

Sucofindo termasuk miris, Karena seluruh informasi perusahaan berada di Lensa

Sucofindo. Seluruh karyawan PT. SUCOFINDO (PERSERO) mendapatkan informasi

terbaru mengenai perusahaan hanya melalui Lensa Sucofindo.

Berdasarkan temuan-temuan tersebut, maka diadakan perbaikan yang berfokus kepada tiga

poin yang dikeluhkan. Riset melalui berbagai referensi pun dilakukan secara serius dengan
48

harapan Lensa Sucofindo menjadi media komunikasi internal perusahaan yang lebih baik

lagi. Itulah sebabnya, riset dan evaluasi sangat penting untuk dilakukan sebelum menjalankan

suatu program.

IV.2 Planning & Programming Lensa Sucofindo

Setelah problem atau peluang telah mampu didefinisikan melalui riset dan analisis, praktisi

harus menyusun sebuah strategi untuk mengatasi problem atau memperbesar peluang

tersebut. Ini adalah perencanaan dan pemrograman yakni membuat keputusan strategis

mendasar tentang apa yang akan dilakukan dan dengan langkap apa, dalam rangka

mengantisipasi problem atau peluang. Efektivitas taktik yang digunakan dalam langkah

selanjutnya yaitu communicating dan actuating akan bergantung kepada perencanaan yang

baik yang dilakukan dalam langkah kedua ini. (Cutlip, Center, & Broom 2008: 351-352)

Planning merupakan strategi perencanaan secara sistematis dalam pengambilan keputusan

untuk membuat program kerja berdasarkan kebijakan lembaga untuk mencapai suatu tujuan

tertentu, yang harus disesuaikan dengan kepentingan publik.

Pada tahap ini, seluruh staff redaksi melakukan berbagai persiapan, setiap progres selalu

disampaikan oleh staff dari masing-masing bagian melalui rapat redaksi Lensa Sucofindo

setiap minggunya. Upaya ini sangat efektif agar seluruh staff redaksi mengetahui sejauh

mana pekerjaan yang dilakukan oleh bagian Lensa Sucofindo lainnya serta dapat saling

memberikan masukan demi perbaikan Lensa Sucofindo kedepannya. Dalam tahap ini, penulis

turut terlibat secara langsung dalam setiap rapat redaksi yang dilaksanakan yang kemudian

dicatat sebagai bahan evaluasi untuk penerbitan Lensa Sucofindo berikutnya, catatan ini
49

dipakai untuk pedoman arah informasi dan berita-berita yang disajikan oleh Lensa Sucofindo

yang sesuai dengan arahan Pemimpin Redaksi.

Menurut Cutlip and Center, perencanaan dalam komunikasi membutuhkan beberapa hal,

yakni:

A Searching look backward

A Searching look backward berarti perhatian yang sungguh-sungguh terhadap faktor situasi

yang dapat memengaruhi setiap komunikasi internal. Perencanaan oleh redaksi Lensa

Sucofindo merupakan salah satu bentuk upaya yang kembali dilakukan perusahaan untuk

memperbaiki media komunikasi internal perusahaan yang berada di dalam posisi kurang baik

sehingga dapat digunakan kembali oleh para karyawan. Maka dari itu, pemilihan berita atau

informasi yang akan diterbitkan oleh redaksi Lensa Sucofindo dapat dinikmati oleh publik

perusahaan, hal ini dikarenakan Lensa Sucofindo merupakan media komunikasi internal

sebagai pusat informasi dari PT. SUCOFINDO (PERSERO).

A Deep Look Inside

A Deep Look Inside adalah pemeriksaan yang mendalam terhadap fakta, opini yang

terkumpul, terutama terhadap validitasnya. Dalam perencanaan yang dilakukan oleh redaksi

Lensa Sucofindo, para staff memeriksa kembali berbagai data dan fakta yang diperoleh

melalui hasil riset sebelum dibentuk suatu konsep yang akan digunakan nantinya. Update

informasi juga selalu dilakukan untuk mengantisipasi keberadaan data yang tidak faktual

demi menyesuaikan kebutuhan audiens dengan kondisi yang ada. Terbukanya sistem

penerimaan staff untuk redaksi yang memungkinkan semua karyawan perusahaan memiliki

peluang yang sama untuk terlibat dalam redaksi Lensa Sucofindo, merupakan salah satu cara

untuk menghimpun opini yang sekiranya dapat mendukung dalam persiapan penyebaran
50

informasi yang nantinya sebagai sebuah pesan yang disampaikan oleh perusahaan kepada

publiknya.

A Wide Look Around

A Wide Look Around adalah penilaian yang tepat tentang situasi yang dihadapi, baik politik,

sosial, ekonomi, juga kecenderungan situasi. Dalam rapat redaksi Lensa Sucofindo, para staff

redaksi juga mempelajari bagaimana perkembangan perusahaan yang terjadi di dalam dan di

luar perusahaan, mengenali produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada

masyarakat, unit-unit kerja apa saja yang berada di dalam perusahaan. Hal ini dikarenakan

setiap divisi dan bagian dari perusahaan pasti mempunyai informasi yang harus

dipublikasikan kepada seluruh karyawan sehingga divisi dan bagian lain dari perusahaan

turut mengetahui kondisi dan perkembangan dari perusahaan, hingga nantinya tercipta

lingkungan dan budaya kerja yang sinergis dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.

A Long, Long Look a Head

A Long, Long Look a Head adalah jauh melihat kedepan yakni kepada tujuan yang hendak

dicapai dan efeknya kepada perusahaan. Ketika rapat redaksi Lensa Sucofindo dilakukan,

langkah awal yang dilakukan dalam tahap persiapan adalah evaluasi penerbitan Lensa

Sucofindo sebelumnya, setelah itu mengetahui keluhan karyawan PT. SUCOFINDO

(PERSERO) mengenai Lensa Sucofindo yang diterbitkan oleh redaksi, lalu menindaklanjuti

keluhan karyawan, seperti merencanakan format baru, menerapkan gaya bahasa yang baik

untuk editor, hingga publikasi yang dilakukan oleh redaksi Lensa Sucofindo agar informasi

atau berita mengenai perusahaan bisa tersebar secara internal. Apabila target tersebut berhasil

dicapai, maka Lensa Sucofindo mulai menunjukan perbaikan yang signifikan dan dapat

menindaklanjuti keluhan karyawan sebagai pembaca, yang nantinya hasil tersebut dijadikan

sebagai tolak ukur untuk penerbitan Lensa Sucofindo berikutnya, yang tentunya dilengkapi
51

dengan segala perbaikan dan perbaharuan yang disesuaikan dengan kebutuhan para

karyawan.

Programming secara sederhana yaitu perincian waktu atau timing secara teratur dan menurut

urutan tertentu tentang pelaksanaan langkah demi langkah sesuai dengan rencana. Dalam

programming beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni :

Rapat redaksi Lensa Sucofindo dilakukan setiap hari senin, hal ini dikarenakan Lensa

Sucofindo terbit setiap hari Jumat untuk edisi online di portal berita serta email dan

edisi cetak pada hari Senin. Waktu tersebut disesuaikan dengan situasi informasi atau

berita yang telah diterbitkan, karena dianggap masih hangat dan baru oleh para

karyawan. Rapat redaksi adalah bagian yang tak dapat dipisahkan dari pengerjaan

Lensa Sucofindo.

Penentuan secara tegas dengan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang

pun dilakukan oleh Pemimpin Redaksi Lensa Sucofindo. Hal ini dilakukan agar

perkembangan dari setiap tahapan dapat terlihat secara jelas. Seluruh kegiatan Lensa

Sucofindo tercatat di dalam agenda resmi Divisi Sekretaris Perusahaan PT.

SUCOFINDO (PERSERO) dan pada akhir tahun diadakan evaluasi bersama dengan

jajaran direksi dan komisaris perusahaan, selain untuk diminta pertanggungjawaban

evaluasi tersebut berfungsi untuk pengembangan Lensa Sucofindo di masa depan.

Kesepakatan terjadi setelah rapat Redaksi Lensa Sucofindo, biasanya pada rapat redaksi

terdapat penentuan tema yang akan diterbitkan di setiap edisinya. Penulis mengerjakan

empat edisi Lensa Sucofindo pada edisi online yang diterbitkan di portal berita internal milik

perusahaan.
52

IV.3 Communicating & Actuating Lensa Sucofindo

Dalam tahap communicating, awal upaya publikasi dan penerbitan Lensa Sucofindo tersebut

dilakukan dengan memanfaatkan media komunikasi internal berupa portal dan email para

karyawan pada hari Jumat hal ini dilakukan untuk melihat kesan para karyawan terhadap

informasi atau berita yang telah diterbitkan oleh Lensa Sucofindo, Publikasi untuk penerbitan

Lensa Sucofindo dilakukan dengan menyebarkan informasi melalui media komunikasi

internal perusahaan Yammer dan media sosial yang dimiliki oleh PT. SUCOFINDO

(PERSERO) dan secara langsung menyebarkan edisi online dengan mengirimkannya ke

email para karyawan.

Program Implementation (actuating) merupakan tahap pelaksanaan/tahap action dari

kegiatan Public Relations yang sesuai dengan fakta dan data yang telah dirumuskan dalam

bentuk perencanaan. Dalam hal ini seorang praktisi Public Relations dalam melakukan

kegiatan komunikasi sebaiknya mengacu dan menyesuaikan dengan perencanaan. Pada tahap

ini, Cutlip & Center mengemukakan What do I do? dan How and when do we do and say

it? Pada prinsipnya ialah memberikan gambaran dan menceritakan sesuatu dari awal hingga

akhir.

Pada tahap pengerjaan Lensa Sucofindo, para staff redaksi langsung menuju tempat informasi

untuk melakukan liputan pada narasumber, kegiatan ini sama dengan wartawan media massa

yang melakukan liputan untuk mengumpulkan informasi yang nantinya akan diterbitkan.

Setelah staff redaksi mengumpulkan informasi mengenai edisi Lensa Sucofindo yang akan

diterbitkan. Staff redaksi membuat artikel yang terkait dengan informasi yang telah

didapatkan melalui narasumber yang telah ditentukan. Setelah artikel yang dibuat selesai,

dilanjutkan ke proses editing. Proses ini dilakukan oleh editor Lensa Sucofindo, sebelum
53

diterbitkan editor biasanya menyesuaikan gaya bahasa yang digunakan oleh staff redaksi

menjadi sebuah berita atau informasi yang siap untuk diterbitkan.

Pada tahap Actuating ini seluruh staff tidak boleh melupakan pedoman yang telah disepakati

yang berasal dari bahan evaluasi yang dilakukan pada rapat redaksi Lensa Sucofindo untuk

edisi sebelumnya, hal ini dilakukan agar Lensa Sucofindo bisa terus melakukan perbaikan

agar para karyawan yang menikmatinya bisa menilai bahwa Lensa Sucofindo telah

memperbaiki keluhan yang mereka salurkan kepada redaksi.

Setelah tahap editing artikel selesai, masuklah pada tahap layouting dimana seorang staff

redaksi Lensa Sucofindo mengerjakan layout untuk edisi cetak dan edisi email yang

dikirimkan untuk para karyawan. Setelah layout disetujui oleh Pemimpin Redaksi, maka

artikel yang telah melalui proses editing tersebut langsung disesuaikan dengan layout yang

sudah disetujui sebagai edisi terbaru Lensa Sucofindo.

Quality Checking kerap dilakukan sebagai editing terakhir yang dilakukan oleh Editor dan

Pemimpin Redaksi, hal ini dilakukan agar perbaikan yang dilakukan oleh redaksi Lensa

Sucofindo bisa terlihat ketika karyawan lainnya membaca Lensa Sucofindo tersebut.

Setelah semua tahap dilakukan, maka masuklah ke dalam tahap publikasi edisi terbaru dari

Lensa Sucofindo. Terdapat bagian distributor yang mencetak dan mengirimkan edisi email

kepada para karyawan. Setiap edisi Lensa Sucofindo terdapat lembar evaluasi yang bisa diisi

oleh karyawan yang membacanya, hal ini sangat berguna untuk rapat redaksi berikutnya

sebagai penentuan edisi Lensa Sucofindo selanjutnya.

Pada pengerjaan beberapa edisi Lensa Sucofindo, penulis percayakan diberbagai posisi di

dalam redaksi Lensa Sucofindo. Pada edisi pertama penulis bergabung dengan redaksi,

penulis ditempatkan sebagai wartawan atau peliput berita yang nantinya disampaikan kepada
54

editor yang berupa artikel yang telah diketik, dalam edisi awal penulis bergabung, penulis

mewawancarai salah satu komisaris PT. SUCOFINDO (PERSERO) hal ini terkait dengan

penilaian perusahaan atau good goverment company yang dilakukan oleh sebuah konsultan

yang ditunjuk oleh Kementerian BUMN untuk menilai PT. SUCOFINDO (PERSERO),

penulis melakukan liputan tentang bagaimana perusahaan menghadapi penilaian tersebut.

Pada edisi kedua, penulis langsung ditempatkan sebagai editor pendamping, hal ini diberikan

karena editor utama akan melalukan cuti. Penulis harus belajar bagaimana cara mengedit

artikel yang sesuai dengan gaya bahasa yang akan ditonjolkan oleh Lensa Sucofindo. Seorang

mahasiswa program studi hubungan masyarakat harus bisa melakukan editing artikel untuk

in-house journal yang akan diterbitkan. Edisi kedua Lensa Sucofindo tidak terlalu berat

temanya, hal ini dikarenakan bulan Ramadhan sudah masuk, dan hanya artikel-artikel yang

berbobot ringan saja yang diterbitkan.

Edisi ketiga, Penulis menjadi admin pada portal berita Lensa Sucofindo, menurut Pemimpin

Redaksi Lensa Sucofindo, pengalaman penulis dalam mengolah blog dan media sosial yang

menjadi alasan penulis diberikan wewenang untuk mengurus portal berita paling besar milik

perusahaan tersebut.

Edisi keempat adalah edisi terakhir penulis bergabung pada Redaksi Lensa Sucofindo, pada

edisi kali ini, penulis harus dihadapkan dengan banyaknya staff yang belum selesai cuti

liburan hari raya idul fitri, sehingga penulis harus melakukan kegiatan berbagai rangkap,

mulai dari liputan, proses editing, proses blogging, hingga quality checking untuk portal

berita Lensa Sucofindo.


55

IV.4 Evaluating Lensa Sucofindo

Pada tahap ini, praktisi public relations melakukan pengumpulan feedback dari audiens yang

menjadi key public dari program yang baru saja dilaksanakan. Tujuan utama diadakan

evaluasi adalah untuk menilai tingkat kesesuaian antara pelaksanaan dengan perencanaan.

Peniliaian yang dilakukan pada tahap ini juga dapat dijadikan pertimbangan perlu atau

tidaknya mengadakan perubahan terhadap aspek-aspek yang dievaluasi, untuk pengerjaan

Lensa Sucofindo edisi berikutnya.

Tahap evaluasi dilakukan antara lain untuk :

Mengevaluasi dan mengukur keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Apakah

program tersebut telah mencapai target sesuai dengan rencana.

Mengevaluasi manfaat program yang telah dilaksanakan, dalam arti seberapa besar

program ini memberikan manfaat baik bagi perusahaan maupun publiknya.

Mengevaluasi kekurangan atau kelebihan (keuntungan atau kerugian) dari program

yang telah dilaksanakan baik bagi perusahaan maupun bagi publiknya.

Mengevaluasi kegiatan program yang sifatnya menyimpang dari rencana, sehingga

dapat dicatat apa yang seharusnya diperbaiki, sehingga pada tahap pelaksanaan proses

Public Relations berikutnya diharapkan akan terlaksana secara sempurna.

Pada setiap edisi yang terbitkan oleh Lensa Sucofindo, redaksi selalu memasukan lembar

evaluasi yang berfungsi sebagai masukan entah dalam bentuk kritik, kesan atau pesan

karyawan yang membaca dengan cara mengisi kuesioner tersebut lalu mengumpulkannya ke

dalam sebuah kotak yang setiap minggunya di kumpulkan oleh redaksi Lensa Sucofindo.

Biasanya perusahaan memberikan hadiah kepada karyawan yang terpilih untuk mengisi

lembar evaluasi yang dikumpulkan oleh redaksi Lensa Sucofindo.


56

Berdasarkan hasil evaluasi dari empat edisi Lensa Sucofindo yang dikerjakan oleh penulis,

dapat terlihat bahwa sebagian besar karyawan merespon positif dan menilai perbaikan yang

dilakukan oleh redaksi Lensa Sucofindo sudah mencapai tahap puas dan redaksi mau

menindaklanjuti keluhan para karyawan. Meskipun masih banyak yang memberikan masukan

untuk edisi selanjutnya, secara keseluruhan empat edisi Lensa Sucofindo yang penulis

kerjakan mendapatkan respon yang positif dari para karyawan.