You are on page 1of 2

MENGGAPAI RIZKI YANG HALAL LAGI BERKAH

Amal soleh yang dapat mendatangkan keberkahan pada harta diantaranya adalah:
1. Mensyukuri segala nikmat
Salah satu perwujudan iman kepada Allah yang berkaitan dengan rizki adalah dengan senantiasa
yakin dan menyadari bahwa rizki apapun yang kita peroleh ialah atas karunia dan kemurahan Allah
semata, bukan atas jerih payah pribadi. Karena, yang demikian tersebut adalah karena Allah yang telah
menentukan jatah rizki bagi setiap manusia semenjak masih berada dalam kandungan ibunya.
Andaikata penduduk negri-negri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada
mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa
mereka disebabkan perbuatannya. (Qs. Al Araf: 96).
2. Menunaikan zakat (sodaqoh)
Zakat, baik zakat wajib ataupun sunnah (shodaqoh) adalah salah satu amalan yang menjadi penyebab
turunnya keberkahan, Allah berfirman:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan
Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tidap-tiap bulir terdapat
seratus biji. Allah melipat gandakan bagi orang yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha
Mengetahui. (Qs. Al Baqarah: 261).
Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambahkan kepada seorang
hamba dengan memaafkan melainkan kemuliaan, dan tidaklah seseorang bertawadhu/merendahkan diri
karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya. (Muslim).
Para ulama menjelaskan maksud hadist ini dengan menyebutkan dua penafsiran:
a. Allah akan memberkahi hartanya dan menjaganya dari kerusakan sehingga kekurangan yang terjadi
dapat tertutupi dengan turunnya keberkahan.
b. Walaupun secara hitungan harta berkurang, akan tetapi pahala yang berlipat ganda dapat menutupi
kekurangan tersebut, bahkan melebihinya.
3. Bekerja mencari rizki dengan hati yang qonaah, tidak dipenuhi oleh ambisi dan keserakahan
Sifat qonaah dan lapang dada dengan pemberian Allah SWT adalah kekayaan yang tidak ada
bandingannya. Rasulullah menggambarkan keadaan orang yang dikaruniai sifat qonaah dengan
sabdanya:
Barang siapa dari kalian yang merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan ia memiliki makanan
untuk hari itu, maka seakan-akan telah dikumpulkan untuknya dunia beserta isinya. (Riwayat At-Tirmizy,
Ibnu Majah, At Thobrany, Ibnu Hibban dan Al Baihaqy).
Al Munawi rahimahullah berkata: Maksud hadits ini, barang siapa yang terkumpul padanya:
kesehatan badan, jiwanya merasa aman kemanapun ia pergi, kebutuhan hari tersebut tercukupi dan
keluarganya dalam keadaan selamat, maka sungguh Allah telah mengumpulkan untuknya seluruh jenis
kenikmatan, yang siapapun berhasil menguasai dunia tidaklah akan mendapatkan kecuali hal tersebut.
4. Istighfar/bertaubat dari segala dosa
Perbuatan dosa adalah salah satu penyebab terhalangnya rizki dari pelakunya, maka sebaliknya,
taubat dan istighfar adalah salah satu penyebab rizki datang dan diberkahi. Hal tersebut sebagaimana
dinyatakan oleh Nabi Nuh AS kepada umatnya:
Dan hendaklah kamu beristighfar kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadanya. (Jika kamu
mengerjakan yang demikian) niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu
sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tia-tiap orang
yangmempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. (Qs. Huud: 3)
Berdasarkan dari ayat tersebut, ulama ahli tafsir menjelaskan bahwa diantara manfaat istighfar
dan taubat adalah mendatangkan kelapangan rizki, kebahagiaan hidup, terhindar dari berbagai bentuk
petakan dan azab.
5. Menyambung tali silaturrahmi
Diantara amal soleh yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita adalah menyambung
tali silaturrahmi, yaitu menjalin hubungan baik dengan setiap orang. Rasulullah SAW bersabda:
Barang siapa yang senang untuk dilapangkan (atau diberkahi) rizkinya, atau ditunda
(dipanjangkan) umurnya, maka hendaknya ia bersilaturrahim. (Muttafaqun alaih).
Yang dimaksud dengan ditunda ajalnya adalah bahwa umurnya diberkahi, diberi taufiq untuk
beramal soleh, mengisi waktunya dengan berbagai amalan yang berguna bagi kehidupannya di akhirat,
dan terjaga dari menya-nyiakan waktunya dalam hal yang tidak berguna. Atau menjadikan nama
harumnya senantiasa dikenang orang, atau benar-benar umurnya ditambah oleh Allah SWT.
6. Mencari rizki dari jalan yang halal
Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang
hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka
tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan
yang haram. (Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).
Diantara hal yang akan menghapuskan keberkahan adalah berbagai bentuk praktek riba. Ibnu Katsir
ra berkata Allah SWT mengabarkan bahwa Ia akan memusnahkan riba, maksudnya bisa saja
memusnahkannya secara keseluruhan dari tangan pemiliknya atau menghalangi pemiliknya dari
keberkahan hartanya tersebut.
7. Bekerja di waktu pagi
Salah satu metode untuk memperoleh keberkahan dari Allah adalah dengan memupuk subur
semangat untuk selalu hidup sehat dan produktif serta menjauhkan sifat malas. Diantara waktu yang
paling bagus untuk bekerja dan mencari rizki adalah waktu pagi. Oleh karenanya, Rasulullah SAW
bersabda:
Ya Allah, berkahilah untuk ummatku waktu pagi mereka. (Riwayat Abu Dawud, At Tirmizy, An
Nasai, Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani).
Para pensyarah hadist ini menyatakan bahwa hikmah dikhususkannya waktu pagi dengan doa
keberkahan adalah karena waktu pagi adalah waktu dimulainya berbagai aktivitas manusia, dan padanya
seseorang merasakan semangat dan selesai dari beristirahat. Oleh karena itu Rasulullah mendoakan
keberkahan pada waktu ini agar seluruh umatnya mendapatkan bagian dari doanya.