You are on page 1of 4

MARMET : Inisiasi Dini Ibu Menyusui

Menyusi adalah bagian terpenting bagi ibu-ibu paska melahirkan. Air susu
ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir hingga ia
mencapai usia 6 bulan. Saat proses ibu menyusui bayi berlangsung,
sebenarnya sang ibu telah memberikan zat gizi penting yang terkandung
dalam ASI kepada sang buah hati.

Tetapi, ada kondisi tertentu yang membuat ibu begitu khawatir, yaitu ketika
saluran ASI tersumbat atau mampet. Ibu tentu tidak dapat menikmati momen
menyusui dan timbul rasa khawatir jika nutrisi bayi tidak tercukupi karena
penyumbatan tersebut. Kondisi demikian yang sering disebut dengan istilah
blocked duct atau plugged duct.

Mengapa blocked duct bisa terjadi hal ini disebabkan karena pada kondisi
hamil hormon prolaktin meningkat, namun ASI belum keluar karena terhambat
oleh kadar hormon estrogen yang tinggi. Berdasarkan penelitian baru pada
hari ke-2 atau ke-3 kadar hormon estrogen ini menurun drastis sehingga
pengaruh hormon prolaktin sebagai pemicu ASI lebih besar.

Untuk mengatasi percepatan menyusui dini agar si buah hati segera


mendapatkan ASI pertama atau yang lebih dikenal sebagai ASI eksklusif ini
pada ibu setelah melahirkan, utamanya pada kelahiran dengan tindakan
operasi khusus semacam sectio saecarea, di ruang Baitu Nisa 2 sebagai unit
rawat gabung ibu dan bayi setelah melahirkan mengupayakan suatu teknik
yang dikenal sebagai teknik Marmet sebagai upaya agar ibu dapat segera
memberikan ASI (inisiasi dini) segera setelah bayinya lahir tanpa kondisi yang
menguatirkan.

Teknik Marmet.

Teknik marmet merupakan kombinasi cara memerah ASI dan memijat


payudara sehingga refleks ASI dapat keluar. Sejarah teknik ini diawali
munculnya tokoh bernama Chele Marmet pada tahun 1979 dimana dia sangat
prihatin pada suatu keadaan bahwa hampir tidak ada dokter atau perawat
yang merawat bayi yang baru lahir memiliki keahlian klinis apapun dalam
konsultasi laktasi.

Pada tahun 1979 bersama para koleganya, Chele Marmet mendirikan Institute
Laktasi di Encino, California, dan telah menjabat sebagai co-director sejak
didirikan. Pada tahun 1979 Institut menawarkan program pelatihan pertama
yang dirancang khusus untuk konsultan laktasi, dan pada tahun 1985, berhasil
mencetak lulusan sarjana pertama dan program degreee master.
Teknik ini kuncinya di LDR (let down reflek), kunci dari memerah ASI, ini juga
yang membedakan kerja dari bayi menghisap langsung dari payudara dengan
bayi menghisap pada botol. LDR ini bisa dipancing bisa juga tidak. Cara alami
mendatangkan LDR ya dengan hisapan bayi. Jadi tips selanjutnya adalah
perahlah asi disaat bayi menyusu, misal payudara kiri disusui bayi perah
payudara kanan, dengan teknik marmet biasanya tangan kiri ibu menyanggah
bayi yang menyusu sambil jari jari tangan kiri megang botol trus tangan kanan
memerah ASI (bisa dibayangkan ga ya??)

Keberhasilan Teknik Marmet

Para perawat dan bidan di ruang Baitu Nisa 2 sudah membuktikan efektifitas
metode ini untuk memacu agar ibu dapat segera memberikan ASI segera
setelah lahir, walaupun dengan kondisi tertentu atau paska opeasi sectio
caesarea. Sampel penelitian yang dilakukan oleh Nanik W sebagai ketua tim
peneliti beserta anggota tim menggunakan 60 responden dengan populasi
pasien post Sectio Caesare hari ke 0 (yang belum keluar ASI sama sekali)
yang dilakukan pembagian dua kelompok untuk dilakukan perlakuan dan uji
yang berbeda, dimana satu kelompok (30 responden) dilakukan uji dengan
teknik marmet sementara kelompok yang lainnya sebagai kelompok kontrol
tidak dilakukan uji teknik Marmet.

Hasilnya, pada kelompok yang dilakukan intervensi menggunakan teknik


Marmet, sebanyak 28 responden keluar ASI dan 2 responden tidak keluar ASI.
Tingkat keberhasilan menggunakan teknik ini adalah 93,3% dari total
kelompok yang diintervensi berhasil mengeluarkan ASI dan dapat segera
memberikan ASI kepada bayinya.

Pada kelompok berikutnya yang tidak dilakukan intervensi teknik Marmet,


dari 30 responden, 20 responden (66,7%) mengeluarkan ASI dengan rincian,
13 responden keluar pada hari pertama, 13 responden keluar pada hari ke dua
dan 2 responden keluar pada hari ke tiga.

Sehingga memang perlu ada edukasi bagi ibu-ibu pada saat pra kelahiran agar
mereka dapat mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk melakukan
persiapan awal pemberian ASI dini (inisiasi) epada bayinya segera setelah
lahir agar kualitas hidup bayi menjadi lebih baik.
Ibu menyusui

Teknik Marmet
Chelee Marmet, tokoh pencetus pijat marmet