You are on page 1of 17

MINYAK DAN GAS BUMI

GAS TURBIN

DISUSUN OLEH KELOMPOK III

1. Yuwanda (F0A015014)
2. Muhammad Habi Trianla (F0A015015)
3. M.Badrun (F0A015016)
4. Annisa Hidayatullah (F0A015017)
5. Nahrul Hayati Yusuf (F0A015018)
6. Angelia MJ Sitorus (F0A015020)

PROGRAM STUDI DIII KIMIA INDUSTRI


FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2017
I.PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sumber Hidrokarbon utama di alam adalah minyak bumi .


Penggunaan minyak bumi sangat luas , terutama bahan bakar dan
juga bahan baku di industri petrokimia . Bagaimana sebenarnya
proses pembentukan minyak dan gas alam serta pengolahan sampai
menjadi produk yang berguna ?
Oleh Karena itu , Penyusun memilih minyak dan gas bumi untuk
dijadikan bahan makalah ini. Di latarbelakangi dengan keinginan
penyusun untuk lebih mendalami, bukan saja hanya mengetahui.
Karena di sekeliling kita telah banyak minyak bumi akan tetapi kita
tidak mengetahui sejarah dari minyak bumi itu sendiri.
Makalah ini berisikan hal-hal mengenai minyak bumi, dari mulai
pembentukannya., kegunaannya , perkembangannya dan lain lain.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari makalah ini antara lain:
Dalam penyusunannya, makalah ini dibatasi dengan pertanyaan :
1. Bagaimana minyak bumi terbentuk ?
2. Komponen apa saja yang terdapat gas bumi ?
3. Apa saja perlakuan terhadap gas alam ?
4. Bagaimana manajemen ekspor gas alam ?
1.3. Tujuan
Tujuan dari makalah ini, antara lain:
1. Untuk mengetahui sejarah minyak bumi
2. Untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam gas alam
3. Untuk mengetahui perlakuan terhadap gas alam
4. Untuk mengetahui manajemen ekspor gas alam
II. PEMBAHASAN

1. Pengertian Umum
Gas alam adalah bahan bakar fosil berbentuk gas. Gas alam
merupakan campuran hidrokarbon yang mempunyai daya kembang
besar, daya tekan tinggi, berat jenis spesifik yang rendah dan secara
alamiah terdapat dalam bentuk gas. Pada umumnya, gas alam
terkumpul di bawah tanah dengan berbagai macam komposisi yang
terdapat dalam kandungan minyak bumi (associated gas). Semua
kandungan minyak bumi berkaitan dengan gas alam, di mana gas itu
larut dalam minyak mentah dan seringkali membentuk cungkup
gas (gas cap) di atas kandungan minyak bumi tersebut. Selain itu,
gas alam juga dapat berkumpul pada tambang batu bara dan ladang
gas bumi.
Komposisi utama gas alam adalah metana (80%), sisanya
adalah etana (7%), propana (6%), dan butana (4%), isobotana, dan
sisanya pentana. Selain komposis-komposisi tersebut, gas alam
dapat juga mengandung helium, nitrogen, karbon dioksida, dan
karbon-karbon lainnya. Gas alam tidak berbau, namun untuk
mengetahui adanya kebocoran ditambahkan zat yang berbau tidak
sedap sehingga kebocoran dalam langsung terdeteksi. Untuk
memudahkan pengangkutan (transportasi), gas alam dicairkan
sehingga disebut gas alam cair atau LNG (Liquified Natural Gas).
Manfaat gas alam yang paling utama adalah sebagai sumber
energi, yaitu sebagai bahan bakar untuk rumah tangga (LPG) dan
industri. Selain itu, gas alam juga digunakan sebagai bahan baku
industri dan produksi gas hidrogen.
2. Tahap Utama Purifikasi (Pemurnian ) Gas Alam

Proses purifikasi (purification) gas alam atau sering juga


disebut proses pemurnian gas dilakukan dengan tujuan untuk
menghilangkan/memisahkan impurities (zat pengotor) yang tidak
dikehendaki di dalam gas alam tersebut. Sebelum proses pemurnian
dilakukan, gas alam yang diperoleh dari sumur terlebih dahulu harus
melalui tahap pengujian di laboratorium untuk mengetahui senyawa-
senyawa kimia yang terlarut di dalamnya. Hal ini diperlukan untuk
menentukan proses purifikasinya, jumlah unit proses, jenis bahan
kimia serta dosis bahan kimia yang akan digunakan.

Purifikasi atau proses pemurnian gas alam terdiri dari beberapa


tahap, antara lain:

1. Purifikasi untuk memisahkan kondensat


2. Penghilangan CO2 (CO2 Removal)
3. Untuk menghilangkan gas H2S dan CO2 (H2S and CO2 removal)
4. Purifikasi untuk menghilangkan markaptan (RSH)
5. Penghilangan kandungan air
6. Purifikasi untuk menghilangkan merkuri.

a. Memisahkan Kondensat
Kondensat adalah hidrokarbon cair (berupa hidrokarbon berat) yang
terdapat dalam gas alam yang keluar dari sumur, kemungkinan
terdiri atas senyawaan parafin, naften dan aromat.

Sebagai hidrokarbon parafin terdiri dari C6 C11 atau bahkan


sampai C19.
Sebagai hidrokarbon naften terdiri dari siklo pentana, siklo
heksana baik bentuk normalnya maupun bentuk tersubstitusi
(bentuk iso) atau bahkan bentuk poli naften.
Sebagai hidrokarbon aromat terdiri dari benzena, baik bentuk
normalnya maupun bentuk tersubstitusi (bentuk iso) atau
bahkan bentuk poli benzena.

Gas alam yang dikirim dari sumur gas alam dengan tekanan tinggi
menyebabkan perubahan komposisi dikarenakan pengembunan
hidrokarbon berat di perjalanan sehingga gas alam perlu dipisahkan
dari cairan yang dikandungnya sebelum dikirim ke unit-unit proses
sebagai umpan proses pencairan gas alam baik sebagai LNG maupun
LPG.

b. Menghilangkan CO2 (CO2 Removal)

Kandungan gas CO2 atau karbon dioksida dalam gas alam harus
dihilangkan karena akan berpengaruh terhadap kualitas gas alam
maupun terhadap kuantititasnya. Bila kandungan gas karbon
dioksida di dalam gas alam tinggi, maka produk yang dihasilkan
akan lebih sedikit dibandingkan bila kandungan karbon dioksida
rendah. Hal ini disebabkan karena turunnya jumlah prosen
komponen hidrokarbonnya. Disamping itu bila kandungan gas
CO2 tinggi, akan menurunkan nilai kalori dari gas alam tersebut. Hal
ini akan berpengaruh terhadap panas pembakaran dari produk yang
dihasilkan, misalnya CNG, LPG dan LNG. Juga gas CO 2 akan
membeku pada proses pendinginan dan akan menyumbat tube (pipa)
dan menimbulkan biaya yang tinggi pada rekayasa pabrik maupun
pengoperasinya. Gas CO2 bersifat korosif, sehingga akan merusak
peralatan proses.

Beberapa larutan/katalis yang digunakan untuk menghilangkan


CO2 diantaranya:
1. Alkali Karbonat
2. Larutan Amonia
3. Ethyl Di Ethanol Amine (MDEA)
4. Molecural Sieve.
c. Menghilangkan H2S dan CO2 (H2S and CO2 Removal)
Hidrogen sulfida (H2S) dalam gas alam harus dihilangkan karena
akan berpengaruh terhadap kualitas gas alam maupun terhadap
kuantititasnya.
1. Segi kuantitas, kandungan Hidrogen Sulfida dalam gas alam
relatif kecil terutama gas alam dari Indonesia, maka
pengaruhnya terhadap kuantitas gas alam juga kecil.
2. Segi kualitas, bila kandungan gas Hidrogen sulfida tinggi, akan
menurunkan nilai kalori dari gas alam. Hal ini akan
berpengaruh terhadap panas pembakaran dari produk yang
dihasilkan, misalnya CNG, LPG dan LNG. Disamping itu gas
H2S bersifat korosif, akan merusak peralatan proses, sehingga
menambah beaya pemeliharaan.
3. Segi proses pengolahan, bila kandungan H 2S di dalam gas alam
tinggi, karena sifatnya yang korosif maka akan merusak
peralatan proses. Gas H2S karena sifatnya berbau sehingga
menimbulkan bau pada produk yang dihasilkan.
d. Menghilangkan Merkaptan (RSH)
Terdapatnya RSH dalam gas alam harus dihilangkan karena akan
berpengaruh terhadap kualitas gas alam maupun terhadap
kuantititasnya.
Segi kuantitas, kandungan RSH di dalam gas alam relatif kecil,
maka pengaruhnya terhadap kuantitas gas alam relatif tidak ada.
Segi kualitas, bila produk mengandung RSH melewati batas
maksimum yang ditentukan maka produk akan off spec, karena
RSH menyebabkan produk menjadi berbau.
Segi proses pengolahan, RSH akan merusak peralatan dalam
proses pengolahan gas alam, karena bersifat korosif.
Proses purifikasi gas alam pada tahap penghilangan merkaptan
biasanya dilakukan dengan menggunakan pelarut sulfinol.

3. Penyaluran dan Penyimpanan Gas Alam


Gas alam sering disimpan sebelum disalurkan gas alam disalurkan

melalui jaringan pipa dari ladang produksi ke konsumen. Karena


permintaan gas alam lebih besar di musim dingin, gas tersebut akan
disimpan di dalam perjalanannya, di sistem penyimpanan bawah
tanah, seperti di sumur minyak dan gas tua. Gas tersebut terus
disimpan sampai mereka disalurkan kembali ke dalam pipa ketika
konsumen mulai menggunakan lebih banyak gas, seperti di musim
dingin untuk pemanas rumah.
Untuk menyampaikan gas ke masyarakat dan industri-industri yang
akan menggunakannya (biasanya melalui jaringan pipa besar), gas
tersebut dialirkan melalui pipa yang lebih kecil. Pipa yang sangat
kecil, kemudian menghubungkan gas dari pipa yang lebih kecil tadi
langsung ke rumah atau bangunan tempat ia akan digunakan.Dalam
penyaluran juga beperan bentuk aliran pipa, pompa, indikator
tekanan,kran dan terminal pipa.

Gas alam juga bisa disimpan dan diangkut dalam bentuk cair
Ketika didinginkan sampai suhu yang sangat rendah, sekitar -260
F, gas berubah menjadi cair dan dapat disimpan dalam bentuk ini.
Karena hanya membutuhkan 1/600 dibandingkan ruang untuk
dalam bentuk gas, gas alam cair (LNG) dapat dimuat ke kapal tanker
(kapal besar dengan beberapa kubah tangki) dan berlayar melintasi
laut ke negara lain. LNG yang diterima kemudian dapat dikirim
dengan truk yang kemudian akan ditampung dalam tangki besar
dekat dengan konsumen atau kembali diubah menjadi gas jika sudah
siap untuk dimasukkan ke dalam pipa.
4. PENGUKURAN FISKAL
Mitra, atau pihak berwenang dan pelanggan semua menghitung
faktor, pajak dan pembayaran berdasarkan pada produk yang
sebenarnya dikirim keluar.
Transfer point, berarti transfer tanggung jawab atau jabatan dari
produsen ke pelanggan, operator kapal tanker atau operator pipa.
Meski beberapa instalasi kecil masih dioperasikan dengan dipstick
dan manual instalasi yang lebih besar memiliki peralatan analisis
dan pengukuran. Untuk memastikan pembacaannya akurat, loop
pembanding tetap atau bergerak untuk kalibrasi juga terpasang.
Angka tersebut menunjukkan sistem metering hidrokarbon cair (oil
and condensate) penuh.
Instrumen penganalisis di sebelah kiri menyediakan data produk
seperti kepadatan, viskositas
Dan kandungan air. Tekanan dan kompensasi suhu juga disertakan.

Untuk cairan, meter turbin dengan keluaran pulsa ganda paling


sering terjadi. Alternatifnya adalah meter perpindahan positif
(melewati volume tetap per rotasi atau stroke) dan Coriolis massflow
meters. Instrumen ini tidak bisa menutupi jangkauan penuh dengan
Akurasi yang cukup. Oleh karena itu metering dibagi menjadi
beberapa jalan, dan jumlahnya dari berjalan di gunakan tergantung
pada aliran. Masing-masing menjalankan satu meter dan beberapa
Iistrumen untuk memberikan koreksi suhu dan tekanan. Buka /
tutup katup memungkinkan berjalan untuk dipilih dan katup kontrol
dapat menyeimbangkan arus antar putaran. Instrumen dan aktuator
dipantau dan dikontrol oleh aliran komputer dari suatu sistem
kontrol yang mempermudah dalam penyaluran gas dari instalasi
pengolahan gas ke konsumen.

5. PENYIMPANAN

a. Sistem Penyimpanan Hidrogen dalam Wujud Gas

Selain disalurkan ke konsumen pada industri pengolahan gas, juga


dilakukan penyimpanan sebagai bahan baku cadangan untuk suplay
ketersediaan gas di suatu industri pengolahan gas. Hidrogen yang
disimpan dalam bentuk gas umumnya ditempatkan dan
dimampatkan di dalam sebuah tabung yang terbuat dari baja pada
tekanan 200 350 bar. Tempat penyimpanan yang hanya terbuat
dari baja ini digolongkan sebagai kontainer tipe I. Untuk kebutuhan
otomotif, kontainer yang digunakan umumnya berupa komposit
untuk mengurangi bobot dan meningkatkan performa kontainer.
Kontainer jenis ini digolongkan sebagai kontainer tipe II, III, atau IV,
tergantung material yang digunakan.

Karakteristik masing-masing varian kontainer


Kontainer tipe I tersedia dalam beberapa varian yang mampu
menyimpan 34 liter hingga 120 liter gas hidrogen. Tabel di atas
menunjukkan karakteristik masing-masing varian kontainer. Tampak
bahwa volume gas hidrogen yang disimpan nilainya lebih kecil
dibanding kapasitas kontainer (tank system volume).

Tabung penyimpanan gas

6. PENGANGKUTAN JALUR LAUT


Dalam penyaluran atau transportasi gas ke konsumen dapat
dilakukan melalui jalan darat maupun laut hingga ke konsumen
yang dituju. Dalam satu wilayah biasa nya transportasi gas dapat
dilakukan melalui jalan darat seperti truk pengangkut gas. Dan juga
dapat melalui pipa-pipa gas yang dibuat jalur khusus. Untuk ekspor
antar negara umumnya transportasi gas banyak dilakukan melalui
jalan laut karna dengan menggunakan kapal-kapal tengker yang
mempunyai kapasitas hingga ribuan ton, jalur ini dipilih karna dapat
mengangkut dalam sekala besar, untuk ekspor gas alam.
Dalam kapal tengker dilengkapi tabung penyimpanan gas,
pengatur tekanan, pipa masuk dan pipa keluar setra pompa atsu
kompresor untuk memindahkan gas yang diangkut. Beberapa
pemuatan gas biasanya akan berinteraksi dengan pemberat kapal
tanker sistem untuk mengendalikan operasi pemuatan Itu
Tank harus diisi dalam urutan tertentu; Jika tidak, struktur kapal
tanker itu mungkin ada kerusakan akibat tegangan yang tidak rata.
Ini adalah tanggung jawab sistem pemberat kapal tanker untuk
memberi sinyal data ke sistem pemuatan dan mengoperasikan
berbagai katup dan monitor pada tank di atas kapal.

7. TERMINAL PIPA
Pipa gas diumpankan dari kompresor High Pressure. Pipa minyak
digerakkan dengan pompa booster terpisah. Untuk saluran pipa yang
lebih panjang, stasiun kompresor menengah atau stasiun pompa
akan dibutuhkan karena jarak atau jarak pegunungan.
Terminal pipa mencakup sistem terminasi untuk pipa. Setidaknya
pengaliran dan penerima akan disertakan, untuk memungkinkan
pengisipan gas melalui pipa.
Perangkat yang digunakan untuk membersihkan atau memeriksa
pipa di dalam. Ini pada dasarnya adalah ruang besar yang bisa
bertekanan dan dibersihkan untuk menyisipkan dan mengeluarkan
kotoran atau scraper tanpa menekan pipa. Dalam perpipaan harus
selalu dikontrol baik tekanan kerja untuk meminimaisai terjadinya
kebocoran yang dapat membahayakan akibat ledakan yang berdapak
pada kerugian industri pengolahan gas tersebut.

8. Sistem utilitas
Kontrol peoses sistem kontrol proses digunakan untuk memantau
peralatan data dan kontrol pada pabrik. instalasi yang sangat kecil
dapat menggunakan sistem kontrol hidrolik atau pneumatik, namun
lebih besar dengan tekanan sampai 30.000 pssi, sinyal ke dan dari
proses membutuhkan yang berdedikasi sistem kontrol terdistribusi.
Tujuan dari sistem ini adalah membaca nilai dari yang besar jumlah
sensor, menjalankan program untuk memantau proses dan katup
kontrol switch.
Unit Utilitas merupakan unit penunjang bagi unit-unit yang lain
dalam suatu pabrik atau sarana penunjang untuk menjalankan
suatu pabrik dari tahap awal sampai produk akhir. Unit Utilitas
meliputi :

1. Unit water intake.

2. Unit pengolahan air.


3. Unit pembangkit uap (steam).

4. Unit pembangkit listrik.

5. Unit udara instrumen dan udara pabrik.

6. Unit pemisahan udara (ASP).

7. Unit pengukuran gas (gas metering station).

8. Unit pengolahan air buangan.

9. Perpipaan

10. Kompresor

11. Kran dan indikator tekanan

Untuk mengendalikan prosesnya. Pada saat bersamaan nilai, alarm,


laporan dan lainnya informasi dipresentasikan ke operator dan
masukan perintah diterima.

Instrumentasi lapangan: sensor dan saklar yang merasakan


kondisi proses seperti suhu, tekanan atau aliran. Ini terhubung
melalui single dan beberapa pasang kabel listrik (hardwired)
atau sistem bus komunikasi disebut fieldbus
Perangkat kontrol, seperti aktuator untuk katup, saklar listrik.
Drive atau indikator juga terpasang atau terhubung melalui
fieldbus.
Controller menjalankan algoritma kontrol sehingga tindakan
yang diinginkan diambil. Pengendali juga akan menghasilkan
kejadian dan alarm berdasarkan perubahan kondisi pabrik dan
alarm dan menyiapkan data untuk operator dan informasi
sistem.
Sejumlah server melakukan pengolahan data yang dibutuhkan
untuk data presentasi, pengarsipan sejarah, pemrosesan dan
rekayasa alarm perubahan.
Klien seperti stasiun operator dan stasiun teknik disediakan
antarmuka oleh operator
Komunikasi dapat ditata dalam berbagai konfigurasi yang
berbeda termasuk koneksi ke fasilitas jarak jauh, dukungan
operasi jarak jauh dan serupa.

9. Emergency Shutdown dan Process Shutdown

Sistem kontrol proses harus mengendalikan prosesnya saat


beroperasi di dalam kendala normal seperti tingkat, tekanan dan
suhu. Keadaan darurat Shutdown (ESD) dan Proses Shutdown (PSD)
sistem akan ambil tindakan saat proses mengalami kerusakan atau
Berbahaya. Tujuan sistem dipertahankan empat set batas untuk
sebuah proses nilai, LowLow (LL), Rendah (L), Tinggi (H) dan Tinggi
(HH). L dan H adalah peringatan proses
Batas yang diwaspadai untuk diproses gangguan. LL dan HH adalah
Kondisi alarm dan mendeteksi bahwa proses beroperasi di luar
jangkauan dan ada kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan
dan kerusakan.
III. PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ialah sebagai berikut:
Industri minyak dan gas bumi meliputi usaha pencarian
(exploration), pengembangan (development), serta produksi
cadangan minyak dan gas bumi, usaha pengolahan minyak
dan gas bumi (refinery); dan usaha angkutan dengan kapal laut
(tanker) serta usaha pemasaran minyak dan gas bumi serta
produk-produk hasil pengolahan yang lain.

Perusahaan dalam industri minyak dan gas bumi dapat


berbentuk usaha terpadu (integrated) dalam arti bahwa
perusahaan tersebut mempunyai usaha eksplorasi,
pengembangan, produksi, refinery, tanker dan pemasaran
sebagai satu kesatuan usaha, atau berbentuk usaha-usaha
terpisah yang masing-masing berdiri sendiri.
DAFTAR PUSTAKA

Ardelia Aini I Kanda., ET al.2013.Makalah Minyak Bumi.


2013(http://sideofardeliaini.wordpress.com/2013/02/26/m
akalah-minyak-bumi/) diakses 3 April 2014.

Franklin Imanuel.2013.Contoh Makalah Pembentukan Minyak Bumi,


(http://makalahtugasku.blogspot.com/2013/06/contoh-
makalah-pembentukan-minyak-bumi.html) diaskes 2 April
2014.

Makalah Tentang Minyak Bumi, 2009.


(http://amboinas.wordpress.com/2009/06/05/makalah-
tentang-minyak-bumi/) diakses 1 April 2014.

Makalah Kimia Minyak Bumi.2013.(http://blogsiantar4all.blogspot.


com/2013/04/makalah-kimia-minyak-bumi.html) diakses 2
April 2014.

Makalah Minyak Bumi.2013(http://sugengmirsani.blogspot.


com/2013/01/makalah-minyak-bumi_25.html) diakses 4
April 2014.

Septiadevana Riski.2009.Minyak Bumi dan Gas Alam,


(http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_web/2008/Ri
ski%20Septiadevana%200606249_IE6.0/halaman_6.html),
diakses 1 April 2014.

Widya Firsty Windany.2013. Makalah Tentang Minyak Bumi,


(http://widyafirstywindany.blogspot.com/2013/05/makalah-
tentang-minyak-bumi.html) diakses 1 April 2014.