You are on page 1of 4

Buletin Jumat

Edisi No. XXIII


29 Syaban 1438 H
26 Mei 2017 M

Renungan Harian Sepanjang

Tuntunan
RAMADHAN
Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya syahru shiyam.
1 0 P e r k a r a y a n g
Membatalkan Puasa Tidak terasa, kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Itu
artinya, kita akan memasuki lembah illahi, dari hari ke hari,
1. Masuknya benda ke dalam tubuh
hingga genap sebulan ataupun 29 hari. Dengan renungan hari
dengan sengaja melalui lubang
demi hari ini, barangkali kita bisa terbantu untuk menghayati
yang terbuka (mulut, hidung, dan
puasa kita, baik puasa lahir maupun puasa batin, puasa sik
lain-lain).
maupun puasa hati kita.
2. Masuknya benda ke dalam tubuh
melalui jalan yang tertutup, seperti ***
masuknya benda ke otak melalui # Hari Pertama
kepala. Puasa itu untuk-Ku (Allah), dan Aku (Allah) sendiri yang akan
3. Memasukkan obat pada salah satu membalasnya. Demikian hadits Qudsi. Berarti hari pertama ini,
dari dua lubang kemaluan (qubul seluruh hasrat, kehendak, cita rasa, tekad, tujuan dan niat, yang
dan dubur). menggumpal di hati kita hanya untuk Allah Ta'ala semata. Oh
4. Muntah dengan sengaja. Namun, Tuhan, hatiku untukmu Dahaga kerongkongan dan perut
apabila tidak disengaja maka keroncongan adalah pestanya hatiku dengan Mu Hatiku tak
puasanya tidak batal. ingin selain DiriMu
5. Bersetubuh dengan sengaja. # Hari Kedua:
Namun, tidak batal apabila lupa Dalam kata RAMADHAN, ada huruf Ra', Mim, Dhad, Alif,
(kalau sedang puasa). Nun.
6. Inzal, yaitu keluarnya mani karena 1) Ra', Ridlwanuhu = Ridlanya Allah. 2) Mim, Mahabatuhu =
bertemunya dua kulit walaupun Cintanya Allah, 3) Dhad, Dhomanuhu = Jaminan Allah, 4) Alif,
tanpa berjima'. Apabila keluar Ulfatuhu = Kemahalembutan-Nya, 5) Nun, Nuruhu =
mani disebabkan karena mimpi CahayaNya.
maka puasanya tidaklah batal. Semua diperuntukkan orang-orang yang berpuasa.
7. Haid. Bersyukurlah, karena anda telah dicatat dalam Catatan-Nya
8. Nifas. sebagai orang yang berpuasa. Jika tidak, hanya lapar dan
9. Majnun (gila).
dahaga belaka.
10. Murtad.
# Hari Ketiga:
3 Perkara Sunnah Puasa: Jika ada emosi, jika ada yang menjengkelkan di pagi hari, di
1. Menyegerakan berbuka jika jelas terik matahari, atau menjelang senja kala tiba, kembalikan
dan yakin terhadap waktu hatimu kepada-Nya, siapa tahu ujian dan cobaan itu sedang
berbuka. menimbang naiknya derajatmu. Ingatlah kegembiraan orang-
2. Mengakhirkan sahur selama tidak orang yang sedang berbuka, segala masalah jadi lupa.
ada keraguan (datangnya waktu # Hari Keempat:
shubuh). Mata, perut, hidung, telinga, kelamin, mulut, sedang menahan
3. Menjaga lisan dengan diri dari tarikan syahwatnya. Hati harus menahan diri dari
meninggalkan perkataan kotor segala iming-iming nafsu dan duniawinya. Ruh, adalah arus
(berbohong, ghibah, dll). kuat yang menggerakkan menuju Allah. Sirr (rahasia jiwa) tak
ingin ada selain Allah.
Sumber: Kitab Fathul Qorib
# Hari Kelima:
Karya Syaikh Muhammad bin
Jika ada penyesalan karena tindakan dosa yang kau lakukan
Qosim Al-Ghazy
selama empat hari lalu di tengah berpuasa, janganlah
Edisi No. XXIII 29 Syaban 1438 H | 26 Mei 2017 M 1
Pencerahan
penyesalan itu membuatmu semakin jauh dari mengganggu suara munajatmu. Jangan biarkan
harapan kepada-Nya. Karena hari-hari esok malam-malammu bersyahwat berlebihan. Jangan
adalah Cahaya-Nya, dan hari ini bukalah jendela biarkan malam-malammu bersama TV dan
pintu hatimu untuk bias Cahaya paginya yang hiburan.
indah. # Hari Kedua belas:
# Hari Keenam: Hati kita melangkah ke depan, bukan melangkah
Jangan lupa, seluruh amaliyah rutin yang biasa ke belakang, apalagi diam di tempat. Semangat
kau baca, kau wiridkan, amaliyah sunnah di hati dan rasa syukur harus terus terjaga untuk
bulan ini jangan kau abaikan sedikit pun. Apa pun bangkit kepada-Nya. Semakin baik, semakin
kesibukanmu, masalah yang membuat dirimu lembut, semakin sabar, semakin ikhlas, semakin
tertekan sekali pun, jangan sampai memutus ridlo, semakin tawakkal, semakin dekat, semakin
kabel yang menyambungkan dirimu dengan cinta. Itulah langkah hati ke depan, dengan
Allah. meninggalkan hal-hal yang buruk.
# Hari Ketujuh: # Hari Ketiga belas:
Mari melakukan konser ruhani di bulan suci. Di dunia ini bukannya tempat kebahagiaan dan
Seluruh bunyi dan nada kita perdengarkan secara kesenangan. Senang dan gembira sehari dalam 24
harmoni dalam jiwa kita. Serasa seluruh ragam jam, paling hanya satu jam kita gembira dan
dzikir berbunyi bersama, dalam naik turunnya bahagia. Selebihnya jiwamu berjuang dengan
nafas jiwa, begitu gemebyar dalam seluruh berbagai masalah bukan? Bahagia dan gembira
semesta. Tasbih, tahmid, takbir, hauqolah, hanya maujud di akhirat, karena itu, jika muncul
istighfar, sholawat Nabi, tahlil, dan tersembunyi kebahagiaan di dunia, itu hanyalah bonus-bonus
dalam sunyi, Allah Allah Allah. dari Allah. Tetapi jika engkau ingin bahagia,
# Hari Kedelapan: letakkan hatimu di akhirat, sik, akal dan
Penjarakan dan kuburkan seluruh sifat-sifat kiranmu di dunia.
burukmu, iri, dengki, takabur, riya', 'takjub pada # Hari Keempat belas:
diri sendiri, menuruti nafsu syahwat, menuruti Kapankah anda menjadi orang baik? Katanya,
kesenangan dunia, kemunakan, kezaliman, dan orang baik itu adalah orang yang dalam keadaan
kemusyrikan hati. Jika sesekali hendak muncul sendiri tetap baik. Kapankah anda menjadi hamba
sifat-sifat itu, cepat-cepatlah beristighfar dan kau Allah? Katanya hamba Allah itu pasrah menjadi
lawan dengan segala caramu Wayangnya Allah. Kapankah anda menjadi
# Hari Kesembilan: penempuh Jalan Ilahi? Katanya para penempuh
Islam, berarti hatimu harus Istislam, yang itu mulai bersiap diri meninggalkan haru biru
maknanya pasrah total kepada-Nya, agar selaras duniawi dari dalam hati. Atau kapankah anda
dengan kehendak-kehendak aturan-Nya. Iman, menjadi para 'Arifun? Katanya para 'Arifun itu
berarti yakin, membenarkan, dan mengamankan terus menerus bersama-Nya, disertai oleh-Nya.
hatimu dari segala hal selain Allah, agar iman # Hari Kelima belas:
tumbuh menjadi Syajarah Thoyyibah. Ihsan, adalah Bersihkan terus menerus kaca cermin di hatimu,
buah dari Islam dan Iman kita, yang maujud dalam agar cahaya-Nya yang memantul tidak buram
Muroqobah, Musyahadah dan Ma'rifah. atau abu-abu. Jika kau biarkan, akan tumbuh
# Hari Kesepuluh: kotoran yang berkarat, terasa sakit pedih ketika
Sepertiga bulan kita lalui. Masihkah anda terus dibersihkan. Sungguh jangan kau biarkan sampai
melawan diri sendiri? Hasrat-hasrat sampah yang retak-retak cermin jiwamu, karena retak cermin
membui dirimu? Apakah masih kau biarkan adalah membiarkan kemunakan di hatimu. Dan
dirimu bertumpukan dengan onggokan limbah- na'udzubillah jangan sampai kau balik cerminmu,
limbah di hatimu? Oh, bangunlah dan karena bercermin dari balik cermin berarti telah
melompatlah segera ke air bening jiwamu, arungi terhijab dalam kegelapan. Ini, sungguh, bukan
samudera sucinya, di sana banyak mutiara- Cahaya-Nya.
mutiara. # Hari Keenam belas:
# Hari Kesebelas: Memang, ada saja masalah sehari-hari. Masalah
Jangan biarkan malam-malam suci ini tanpa muncul hanya karena Allah ingin menunjukkan
bersama-Nya. Jangan biarkan kegelapan tanpa betapa sampahnya duniawi itu, agar segera
Lampu Cahaya-Nya. Jangan biarkan lolong dirimu lari menuju kepada-Nya, dalam pelukan
anjing malam pekat yang menghadang malaikat kasih sayang-Nya.

2 29 Syaban 1438 H | 26 Mei 2017 M Edisi No. XXIII


Pencerahan
# Hari Ketujuh belas: kau lihat, yang kau dengar, yang kau raba, yang
Nafasmu telah ditentukan dan dihitung dalam kau rasakan, sebagai huruf-huruf yang menyusun
takdir. Langkah kakimu, kedipan matamu, suara kata, kalimat, ayat dan surat. Agar di mana pun,
yang keluar masuk dalam telingamu, gerak-gerik kemana pun, situasi apa pun, pandangan hatimu
bibirmu, ciuman hidungmu, rabaan tanganmu, tak bertoleh kepada selain Allah.
bahkan gerak-gerik hatimu, semua dalam
# Hari Kedua puluh empat:
catatan-Nya. Alangkah sia-sianya jika semua itu Lihat pula seluruh semesta, jangan sampai kau
digerakkan Allah, sementara dirimu tidak lihat yang tampak nyata, lihatlah yang ada di balik
menyertai-Nya dengan dzikrullah. yang tampak itu. Di sana ada Afa'al Allah, Asma
# Hari Kedelapan belas: Allah dan Sifat Allah. Jika yang tampak nyata
Jangan gelisahkan, jangan takutkan, apa yang masih tampak jelas, maka sesungguhnya yang
berlalu dan yang akan datang. Karena bila kita tampak itu telah menghijab dirimu dengan-Nya.
lihat diri kita sendiri, amal perbuatan kita sendiri,
# Hari Kedua puluh lima:
ibadah dan taqarrub kita selama ini, hati penuh Hidupkan malam-malam tersisa ini dalam terang
luka, rasanya tak berarti apa-apa di hadapan-Nya. benderang Cahaya-Nya. Hidupkan siangnya,
Tapi, jika kita lihat rahmat, fadlal dan anugerah- dalam menahan terus apa pun selain Diri-Nya.
Nya, serasa apa pun semua bermakna indah, Hidupkan pagi dan sore, sore dan hingga pagi,
agung, luhur dan betapa besarnya. dalam getaran dzikir dan tasbihnya. Hidupkan
# Hari Kesembilan belas: semuanya, agar hatimu tidak mati!
Pintu-pintu surga telah dibuka sejak awal bulan
# Hari Kedua puluh enam:
ini. Pintu-pintu neraka ditutup sejak memasuki Jawablah Surat-surat Cinta-Nya kepadamu,
bulan ini, syetan dibelenggu. Masukilah pintu- dengan jawaban hatimu, dari tinta Sirr (rahasia
pintu-Nya dengan seluruh kebajikanmu, jiwamu) paling dalam. Mungkin tak ada lagi kata
ubudiyahmu, taqarrubmu. Jangan ada nafsu yang atau sebersit yang tersirat karena jawabanmu
menghambat jalanmu. adalah kefanaanmu, dan surat-surat-Nya adalah
# Hari Kedua puluh: kebaqaan-Nya yang menarikmu menuju pada-
Kedekatan Rasulullah SAW, denganmu, seperti Nya.
air dalam pohon, yang meliputi seluruh batang,
# Hari Kedua puluh tujuh:
akar, cabang, daun, bunga dan buah. Tak ada yang Oh pintu ma'rifatullah terbuka. Allah jua yang
tidak dialiri oleh air itu. Jika pohon jiwamu terasa mema'rifatkanmu, bukan dirimu. Jangankan kau
kering, karena jejak-jejaknya tak kau ikuti, kenal diri-Nya, mengenal dirimu saja selalu buntu.
ucapan-ucapannya tak kau hiraukan, peringatan- Bolehlah kau mengenal dirimu, jika akhir
peringatannya kau abaikan. Karena itu, jangan pengenal akan dirimu tak lebih dari debu yang
abaikan lagi Sholawat Nabi. berterbangan, hingga kau mengenal Tuhanmu
# Hari Kedua puluh satu: tanpa batas dan tiada tara. Allahu Akbar!
Sungguh mengherankan, di hari-hari yang sudah
# Hari Kedua puluh delapan:
seperti ini, situasi dan kondisi ummat sudah Allah Allah Allah Semuanya tanpa kecuali.
kayak begini, masih ada saja orang-orang yang Allah Allah Allah... Semuanya tanpa henti. Allah
terus menerus memanipulasi Ilahi untuk Allah Allah Semuanya cahaya-Nya. Allah Allah
kepentingan diri, golongan dan keluarganya serta Allah Semuanya tiada kecuali Wajah-Nya
kekuasaannya. Di hari-hari seperti ini pula,
# Hari Kedua puluh sembilan:
sungguh mengherankan masih banyak orang
Besok hari raya bukan. Hari kemerdekaan yang
yang mengeluh, ngresulo, tidak bersyukur dan
hakiki. Hari segalanya penuh takbir, tasbih dan
ridlo kepada-Nya.
tahmid. Hari lahir kembali. Lalu jangan lagi ada
# Hari Kedua puluh dua: noda, luka, aniaya diri sendiri. Jika masih ada
Nyalakan lampu-lampu di seluruh rumahmu, dendam pada diri sendiri, jika masih ada emosi
kamar-kamar jiwamu, bilik-bilik hatimu, melalui pada sesama, jika masih ada keraguan atas rahmat
arus ruhanimu yang digerakkan oleh dzikirmu. dan anugerah-Nya, segeralah bersihkan dengan
Jangan biarkan cahayamu byar pe . permohonan yang total pada-Nya.
# Hari Kedua puluh tiga :
Bacalah semua kehidupan nyata ini sebagai ayat- Oleh: KH. M. Luqman Hakim
ayat Allah. Bulan ini al-Qur'an turun di malam
Download Buku Saku Sukses Ibadah
Lailatul Qadar bukan? Bacalah keseharian yang
Ramadhan di bit.ly/suksesramadhan
Edisi No. XXIII 29 Syaban 1438 H | 26 Mei 2017 M 3
Mutiara Hikmah

SYAIKHONA KHOLIL PUASA GULA

S
yaikhona Kholil, Kyai masyhur dan alim dari Nasehat Kyai pada anak itu seperti ketika
Bangkalan Madura kedatangan tamu seorang menasehati cucunya sendiri.
bapak dari desa. Maksud kedatangan tamu "Iya Kyai," jawab anak itu patuh. Terasa di hati bocah
tersebut adalah mengeluhkan perihal anaknya yang itu seperti tengah disiram air pegunungan yang
suka makan gula. sejuk, menyegarkan. Indah pula rasanya dihati.
"Anak saya tidak mau berhenti makan gula, Kyai. Setelah itu Kyai tidak berbuat apa-apa lagi. Bahkan
Sudah tidak terhitung lagi saya menasehatinya agar bercengkerama dengan sang anak dengan
mau b e r h en t i ma k an g ul a, " k a t a t amu i t u menghujani pertanyaan-pertanyaan tentang dunia
mengeluhkan anaknya. anak. Lama-lama hati sang Bapak gundah juga. Ia
"Jajanan anak saya, jika tidak permen ya pasti gula, berprasangka, sepertinya Kyai Kholil tidak berusaha
Kyai," orang itu melanjutkan. "Tolong saya diberi 'mengobati' anaknya.
sesuatu sebagai obat agar anakku mau berhenti "Sudah begitu saja Kyai?" tanya sang bapak
makan gula, Kyai. Saya takut ia akan penyakitan kemudian.
karena kebanyakan makan gula." "Iya Pak. Saya kira saya sudah menuruti kemauan
Demi mendengar keluhan tamunya itu, Kyai berpikir Bapak. Saya sudah menasehati anak Bapak dok. agar tidak
Istimewa
juga. Keluhan tamunya itu tampaknya memang hobi makan gula lagi," Jawab Kyai.
sepele, yaitu mencari cara untuk mengatasi anaknya Lagi-lagi jawaban Kyai membuat sang bapak itu
yang bandel, yang suka makan gula. Tampaknya makin terheran-heran.
Kyai menanggapinya dengan serius. "Kyai, kenapa anak saya hanya diberi nasehat begitu
"Bapak ini setiap hari hanya minum air?" tanya Kyai saja?" tanyanya. "Jika hanya nasehat, saya sendiri
tiba-tiba. s e b a g a i a ya h n ya s u d a h t a k t e r h i t u n g l a g i
Sang tamu merasa terkejut ditanya demikian. menasehatinya."
"Tidak Kyai. Kadang minum kopi, kadang minum "Itulah masalahnya!"
teh." "Maksud Kyai?"
"Pakai gula?" "Saya jelaskan ya Pak, kenapa sampeyan saya suruh
"Tentu saja Kyai." di hati bapak itu terasa geli juga pulang dulu dan baru tiga hari kemudian saya minta
mendengar pertanyaan Kyai Kholil. Kira-kira apa ya kembali. Karena saya berdoa dan berpuasa selama
hubungannya? tiga hari itu dengan tidak makan gula, agar ketika
Hening sejenak. Sesaat kemudian, "Begini, Bapak menasehati anakmu omongan saya bisa dipercaya,"
pulang saja dulu, tiga hari lagi kesini bersama anak jawab Kyai.
Bapak." ***
Tanda tanya memenuhi benak sang bapak, ia Rupanya jawaban Syaikhona Kholil yang terakhir
berpikir kenapa tidak diberi doa atau mungkin bikin mulut sang bapak tercekat. Tak sepatah
segelas air yang sudah dibacakan doa untuk katapun yang bisa diucapkan lagi. Dia tidak habis
pengobatan anaknya? Begitu sulitkah bagi Kyai? pikir, sampai seperti itu Kyai Kholil yang hendak
*** menasehati anaknya? Harus dirinya dulu yang
Tiga hari berlalu, orang dari desa itu datang lagi menjalani nasehatnya dengan bersusah payah
menghadap Kyai Kholil bersama anaknya yang suka berdo'a, berpuasa selama tiga hari sebelum
makan gula itu. disampaikan kepada si anak.
Setelah anaknya dihadapkan pada Kyai Kholil, Akhirnya tamu itu pulang dengan membawa cerita
bukannya diberi do'a malah dinasehati. keteladanan sang Kyai. Kenyataannya memang sang
"Nak, kamu jangan suka makan gula lagi ya?" anak langsung sembuh alias tidak lagi suka makan
gula.
TIM REDAKSI
AL-MAUN
Menyucapkan Selamat Menyambut RAMADHAN 2017
TIM REDAKSI
Pimpinan Umum : Mas Alamil Huda. Pimpinan Redaksi : Moh. Imam Rahmat F.
Layouter : Tauq Ms. Marketing : Susanto, Ahmad Safaat.
diterbitkan oleh
Lembaga Amil Zakat & Sekretariat : Jl. Asempayung I/32A Surabaya, Email : lazim_1011@yahoo.co.id
Infaq Al-Maun (LAZIM) Fanspage FB : LAZIM, Telp. 0856 4820 4531. Website : www.lazimku.com

4 29 Syaban 1438 H | 26 Mei 2017 M Edisi No. XXIII