You are on page 1of 11

PENGARUH PEMBERIAN KUIS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP KIMIA

SISWA KELAS XI IPA SMA N 2 BANJAR TAHUN AJARAN 2014/2015

ARTIKEL

oleh
Luh Yunik Suryanthi
NIM 1113031009

JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA
2015
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

PENGARUH PEMBERIAN KUIS TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP


KIMIA SISWA KELAS XI IPA SMA N 2 BANJAR TAHUN AJARAN
2014/2015

Luh Yunik Suryanthi, I Nyoman Tika, I Wayan Redhana

Jurusan Pendidikan Kimia


Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: {yuniksuryanthi@yahoo.com, nyomanntika@yahoo.co.id,


redhana.undiksha@gmail.com}@undiksha.ac.id
Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan 1) pemahaman konsep siswa
yang belajar melalui pemberian kuis dan tanpa kuis; 2) aktivitas belajar siswa dan; 3)
tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah kuasi
eksperimen dengan rancangan nonequivalent pretest-postest control group design. Populasi
penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Banjar dengan jumlah 70 orang
siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2 yang masing-masing
terdiri atas 21 dan 22 orang siswa. Sampel tersebut dipilih melalui teknik cluster random
sampling. Kelas XI IPA 1 merupakan kelas eksperimen diberikan kuis di akhir pembelajaran,
sedangkan kelas XI IPA 2 merupakan kelas kontrol tanpa kuis. Data skor pretes dan postes
dikumpulkan dengan menggunakan tes pemahaman konsep yang dikembangkan. Data
dianalisis secara deskriptif dan deferensial statisitik pada taraf signifikansi 5%. Skor aktivitas
belajar dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran masing-masing diperoleh dengan
menggunakan rubrik dan angket. Kedua skor tersebut dianalisis dengan independent
sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian
kuis lebih baik dibandingkan dengan tanpa kuis dalam meningkatkan pemahaman konsep
siswa. Sementara itu, tidak ada perbedaan yang signifikan aktivitas belajar dan tanggapan
siswa terhadap proses pembelajaran antara diberikan kuis dan tanpa kuis.

Kata kunci: pemberian kuis, pemahaman konsep

Abstract
This study was aimed at describing and explaining 1) conceptual understanding of students
who learn were through quiz and without quiz; 2) students learning activities and; 3)
students responses toward the learning process. Type of the research was quasi
experiment with nonequivalent pretest-postest control group design. Population of the study
was the eleventh grade students of natural science at SMA Negeri 2 Banjar containing 70
students. Samples of the study were the eleventh grade students of natural science 1 and
science 2 consisting of 21 students and 22 students, respectively. The samples were
selected by random cluster sampling technique. The eleventh grade students of natural
science 1 were a experimental class being given quiz at the end of lesson, while the
eleventh grade students of natural science 2 were a control class without quiz. Data of
pretest and posttest score were collected by two tier test of conceptual understanding. The
data were analyzed by descriptive and deferensial statisitic at significance level of 5%.
Scores of students learning activities and responses toward learning process were collected
by using rubric and questionnaire, respectively. Both scores were analyzed by using
statistics of independent sample t-test at significance level of 5%. The results of the study
showed that the giving quiz to the better than class without quiz in improving students
conceptual understanding. In the other hand, there are no significant differences of students
learning activities and responses toward the learning process between giving quiz and
without quiz.

Keywords: given quiz, conceptual understanding


e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

PENDAHULUAN dengan proses pembelajaran di kelas. Hal


Peningkatan kualitas pendidikan, tersebut sejalan dengan hasil penelitian
tenaga pendidik (guru) dan peserta didik Walid (2011), menyatakan bahwa tingkat
(siswa) memiliki peran penting dalam pemahaman kimia siswa masih rendah
proses pembelajaran untuk pencapaian karena antusiasme siswa dalam mengikuti
tujuan pendidikan, khususnya dalam pelajaran kimia di sekolah tidak seperti
menerima materi pelajaran. Keberhasilan mengikuti pelajaran lainnya. Rendahnya
dan kualitas pendidikan di sekolah kesadaran siswa untuk belajar dan
ditunjukkan dari prestasi belajar siswa mengulang materi pembelajaran yang
yang tidak dapat dipisahkan dari proses telah disampaikan, mengakibatkan materi
belajar. Menurut Purwanto (2006), berhasil yang diperoleh mudah terlupakan dan
atau tidaknya seorang siswa dalam tidak dipahami oleh siswa.
pendidikan tergantung pada proses belajar Berdasarkan hasil observasi di SMA
yang dialami oleh siswa tersebut. Negeri 2 Banjar, menunjukan bahwa
Proses belajar adalah unsur yang pembelajaran kimia masih banyak
paling penting dalam pendidikan. menemui permasalahan yaitu tingkat
Pelaksanaan proses belajar mengajar pemahaman siswa terhadap materi kimia
yang baik menunjukkan tercapainya tujuan masih sangat rendah, ditunjukkan dari
pendidikan. Pencapaian tujuan pada hasil ulangan siswa yang sebagian besar
proses pembelajaran didukung oleh peran siswa memperoleh nilai dibawah KKM.
guru yang mempunyai kompetensi dan Pemahaman siswa yang rendah
kinerja yang baik. Guru yang mempunyai disebabkan oleh beberapa faktor, salah
kinerja yang baik akan mampu satunya adalah kurangnya antusiasme
menumbuhkan semangat dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini
belajar siswa yang lebih baik sehingga ditunjukkan dengan sikap siswa yang
terjadi peningkatan hasil belajar siswa. cenderung ramai sendiri, mengobrol
Dalam meningkatkan hasil belajar dengan teman, ada beberapa siswa yang
siswa, guru harus mampu mendesain dan mengerjakan PR pelajaran lain dan kurang
memodifikasi pembelajaran. Jika guru memperhatikan pembelajaran yang
hanya melakukan ceramah sehingga sedang berlangsung. Banyak siswa
dirasa membosankan bagi siswa, maka berpendapat bahwa pelajaran kimia
pembelajaran yang dilaksanakan kurang membosankan dan sulit dimengerti. Siswa
maksimal. Sebagai contoh, mata pelajaran menganggap pelajaran kimia identik
kimia memiliki karakteristik yang abstrak dengan zat yang berbahaya, reaksi dan
karena kimia terdiri dari tiga aspek yaitu, rumus-rumus yang mengakibatkan siswa
makroskopis, mikroskopis, dan simbolik. cenderung tidak aktif dalam proses belajar
Selain itu, mata pelajaran kimia saling mengajar.
berkaitan dengan mata pelajaran yang lain Proses pembelajaran kimia sangat
sehingga umumnya siswa menganggap penting untuk diperhatikan guru agar
pelajaran kimia sangatlah sulit untuk semua siswa dapat memahami materi
dimengerti. Hal ini sangat berpengaruh yang telah disampaikan. Salah satu yaitu
terhadap sikap, minat, serta motivasi dengan pemberian kuis diakhir
belajar siswa yang bermuara pada hasil pembelajaran. Pemberian kuis merupakan
belajar siswa. Hal serupa disampaikan pemberian tes/ulangan singkat yang
pula oleh Ellizar (2009), kesan sulit dikerjakan oleh siswa diakhir
terhadap pelajaran kimia menyebabkan pembelajaran.
minat dan kegairahan belajar semakin Berdasarkan hasil penelitian Ghozali
rendah dalam belajar kimia. Anggapan (2014), pemberian kuis secara umum
bahwa kimia itu sulit disebabkan karena bertujuan agar siswa mengetahui
pemahaman siswa yang rendah terhadap kesalahan selama belajar sehingga pada
konsep yang diajarkan. akhirnya siswa dapat mengerjakan soal-
Berdasarkan hasil penelitian soal semacam itu sesuai dengan petunjuk
Primasari (2013), menunjukkan rendahnya yang diberikan oleh guru. Menurut
pemahaman konsep kimia berhubungan penelitian Parwita (2014), kuis dapat
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

membuat pembelajaran seperti permainan dan kelas IPA 2 sebagai kelas kontrol
yang bersifat konfirmasi terhadap yang masing-masing berjumlah 21 dan 22
pengetahuan yang telah diterimanya. orang siswa. Pada kelompok eksperimen
Daniel (2013), pemberian kuis dapat di akhir pembelajaran diberikan kuis
mendorong siswa untuk lebih serius saat sedangkan pada kelompok kontrol tidak
proses belajar mengajar, membentuk diberikan kuis.
kebiasaan dalam menyelesaikan soal Variabel bebas pada penelitian ini
secara cepat dan tepat, serta dapat adalah pemberian kuis. Variabel terikat
memotivasi siswa untuk memperoleh hasil dalam penelitian ini adalah pemahaman
yang memuaskan. konsep siswa. Variabel kovariat dalam
Selain itu menurut Setyanta (2012), penelitian ini adalah pengetahuan awal
pemberian kuis dapat menumbuhkan siswa (pretes).
motivasi dan memberikan semangat siswa Data utama pada penelitian ini
dalam belajar, yaitu melalui persaingan adalah data pretes dan data postes yang
atau kompetisi yang sehat di antara siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes
dalam memperoleh nilai yang sebaik pemahaman konsep. Tes pemahaman
mungkin. Hal ini sesuai dengan prinsip konsep yang digunakan berupa tes pilihan
belajar tantangan yaitu, jika anak merasa ganda yang dikembangkan tentang materi
tertantang dalam suatu pelajaran, maka ia kelarutan dan hasil kali kelautan. Data
dapat mengabaikan aktivitas lain yang tambahan berupa data aktivitas belajar
dapat mengganggu kegiatan belajarnya siswa dan tanggapan siswa terhadap
(Aunurraham, 2012). Berdasarkan hal pembelajaran. Data aktivitas belajar siswa
tersebut pemberian kuis diharapkan diukur berdasarkan rubrik penilaian afektif,
mampu menjadi suatu alternatif di dalam sedangkan tanggapan siswa diukur
proses pembelajaran khususnya berdasarkan angket.
pembelajaran kimia, sehingga kegiatan Perangkat pembelajaran dalam
belajar mengajar dapat lebih efektif dan penelitian ini berupa silabus, Rencana
efisien. Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
Berdasarkan uraian dan hasil-hasil Lembar Kerja Siswa (LKS), dan soal kuis.
penelitian di atas, penelitian ini bertujuan Instrumen penelitian adalah tes
untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemahaman konsep, rubrik penilaian
(1) pemahaman konsep kimia siswa antar aktivitas belajar siswa dan angket.
kelompok siswa yang diberikan kuis dan Sebelum digunakan, instrumen telah
siswa yang tidak diberikan kuis. (2) divalidasi isi oleh dua orang ahli isi (dua
aktivitas siswa yang dibelajarkan dengan orang dosen pembimbing) dan satu orang
diberikan kuis dan siswa yang dibelajarkan praktisi (guru kimia). Setelah divalidasi,
dengan tidak diberikan kuis. (3) tanggapan dilakukan uji coba tes pemahaman konsep
siswa terhadap proses pembelajaran yang meliputi uji validitas butir, reliabilitas,
dengan diberikan kuis dan tidak diberikan daya pembeda dan tingkat kesukaran butir
kuis. soal. Uji coba tes pemahaman konsep
dilakukan dengan jumlah responden
METODE sebanyak 90 orang. Hasil uji validitas tes
Penelitian ini merupakan penelitian dari 30 soal pilihan ganda yang
eksperimen semu. Rancangan penelitian dikembangkan sebanyak 21 soal
yang digunakan adalah nonequivalent pre- dinyatakan valid, 2 soal dinyatakan valid
test post-test control group design. dengan revisi, dan 7 soal tidak valid. Uji
Populasi dalam penelitian ini adalah reliabilitas menunjukkan harga r yaitu 0,77
seluruh siswa kelas XI IPA di SMA Negeri yang dapat dikategorikan reliabilitasnya
2 Banjar tahun ajaran 2014/2015 yang tinggi. Uji daya beda dari 30 soal pilihan
terdiri dari 3 kelas dengan julah 70 siswa. ganda, 21 soal dikategorikan sangat baik,
Sampel penelitian adalah siswa kelas XI 5 soal dikategorikan baik, 3 soal
IPA 1 dan XI IPA 2 yang ditentukan dikategorikan jelek dan 1 soal
dengan teknik cluster random sampling. dikategorikan sangat jelek. Uji tingkat
Kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen kesukaran dari 30 soal pilihan ganda yang
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

dikembangkan, 5 soal dikategorikan (uji interaksi). Untuk skor aktivitas belajar


sangat sukar, 5 soal dikategorikan sukar, siswa dan tanggapan siswa terhadap
12 soal dikategorikan sedang, 6 soal proses pembelajaran dianalisis dengan
dikategorikan mudah, dan 2 soal independent sample t-test pada taraf
dikategorikan sangat mudah. signifikansi 5%. Semua uji statistik
Teknik analisis data yang digunakan menggunakan bantuan program SPSS 16
pada penelitian ini adalah: data pretes dan for windows pada taraf signifikansi 5%.
data postes yang dianalisis menggunakan
ANAKOVA, sedangkan data aktivitas HASIL DAN PEMBAHASAN
belajar siswa dan tanggapan siswa HASIL
dianalisis dengan uji independent samples Hasil penelitian pemahaman konsep
t-test. Analisis kovarian (ANAKOVA) kimia siswa yang berupa hasil pretes dan
dilakukan untuk menguji hipotesis postes siswa sebagai data utama serta
penelitian. Sebelum uji hipotesis, uji aktivitas belajar siswa dan tanggapan
prasyarat dilakukan yang meliputi uji siswa sebagai data tambahan. Data hasil
normalitas data, uji homogenitas varians, pretes dan postes siswa pada kelompok
uji linieritas dan keberartian regresi, serta eksperimen dan kelompok kontrol
uji homogenitas kemiringan garis regresi disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Skor Pretes dan Postes Siswa Kelas Eksperimen dan kelas kontrol
Data Statistik Eksperimen Kontrol
Pretes Rata-rata 36,7 36,4
SD 6,40 6,42
Postes Rata-rata 80,4 71,7
SD 8,3 9,9

Skor rata-rata pretes dan postes normalitas data, uji homogenitas varians
siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi antarkelas, uji linieritas dan keberartian
dibandingkan dengan skor rata-rata pretes regresi, serta uji kemiringan garis regresi.
dan postes pada kelas kontrol. Uji normalitas data adalah uji untuk
Uji Prasyarat Analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi
Sebelum dilakukan pengujian normal. Uji ini dilakukan dengan
hipotesis dengan anakova, terlebih dahulu menggunakan statistik Kolmogorov-
dilakukan uji prasyarat analisis. Uji Smirnov dan Shapiro-Wilk. Hasil uji
prasyarat analisis tersebut meliputi uji normalitas data dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Data


Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Data Kelas
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
*
Kontrol 0,141 23 0,200 0,968 23 0,631
Pretes
Eksperimen 0,158 22 0,162 0,947 22 0,269
*
Kontrol 0,131 23 0,200 0,943 23 0,205
Postes *
Eksperimen 0,113 22 0,200 0,968 22 0,673

Pada hasil pengujian di atas Uji homogenitas varians bertujuan


bilangan signifikansi (Sig.) pada kelompok untuk mengetahui apakah varians antar-
kontrol dan kelompok eksperimen untuk kelompok tersebut homogen. Uji
pretes dan postes lebih besar dari pada homogenitas varians dilakukan dengan
taraf signifikansi =0,05. Artinya, bilangan menggunakan Levenes Test. Ringkasan
statistik yang diperoleh tidak signifikan. hasil uji homogenitas varians antar-
Jadi data hasil penelitian berasal dari kelompok ditunjukkan pada Tabel 3.
populasi yang berdistribusi normal.
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

Tabel 3. Hasil Uji Homogenitas Varians


Levene
Data Kriteria df1 df2 Sig.
Statistic
Pretes Based on Mean 0,030 1 43 0,862
Postes Based on Mean 1,234 1 43 0,273

Berdasarkan tabel menunjukkan awal dan pemahaman konsep siswa pada


nilai signifikasi yang diperoleh lebih besar masing-masing kelompok. Uji dilakukan
daripada 0,05. Dengan demkian semua pada hasil pretes dan postes di kelompok
kelompok data memiliki varians yang kontrol dan kelompok eksperimen dengan
homogen. menggunakan statistik Test of Linierity.
Uji linieritas data bertujuan untuk Hasil uji linieritas dapat dilihat pada Tabel
mengetahui hubungan antara pemahaman 4.

Tabel 4. Hasil Uji Linieritas


Nilai Stastistik
Kelompok Kriteria Sum of Mean
df F Sig.
Squares Square
Postes* Between (Combined) 1922,457 11 174,769 2,148 0,044
Pretes Groups
Linearity 949,570 1 949,570 11,673 0,002
Deviation
from 972,887 10 97,289 1,196 0,329
Linearity
Within Groups 2684,371 33 81,345
Total 584,144 26

Pengujian keberartian arah regresi sebesar 0,329 atau lebih besar dari 0,05.
menyatakan bahwa koefisen arah regresi Dengan demikian bentuk regresi linier.
berarti atau signifikaan karena pada tabel Uji interaksi dilakukan untuk
analisis di arah regresi nilai signifikansi mengetahui ada atau tidaknya pengaruh
sebesar 0,002 atau lebih kecil dari 0,05. pengetahuan awal terhadap pemahaman
Sedangkan pada pengujian linieritas konsep siswa. Uji dilakukan dengan
regresi menyatakan bahwa bentuk regresi menggunakan Analysis of Variance. Hasil
linier karena pada tabel hasil signifikansi uji homogenitas kemiringan garis regresi
(uji interaksi) disajikan dalam Tabel 5.

Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Kemiringan Garis Regresi (Uji Interaksi)


Type III Sum Mean
Source df F Sig.
of Squares Square
Kelompok 45,373 1 45,373 0,689 0,411
Pretes 905,089 1 905,089 13,745 0,001
Kelompok * Pretes 2,344 1 2,344 0,036 0,851

Dapat dilihat nilai signifikansi pada demikian, dapat disimpulkan bahwa jika
lajur kelompok*pretes diperoleh sebesar terdapat perbedaan pemahaman konsep
0,851. Angka signifikansi tersebut jauh siswa antara kelompok kontrol dan
lebih besar daripada 0,05, sehingga kelompok eksperimen maka perbedaan
variabel kovariat dinyatakan tidak tersebut disebabkan oleh perbedaan
berpengaruh secara signifikan terhadap perlakuan yang diberikan, dan tidak
pemahaman konsep siswa. Dengan dipengaruhi oleh pemahaman awal siswa.
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

Uji Hipotesis Dengan demikian, uji hipotesis dengan


Berdasarkan uji prasyarat yang telah Anakova dapat dilakukan. Hasil uji
dilakukan, data yang diperoleh telah hipotesis dapat dilihat pada Tabel 6.
memenuhi persyaratan normalitas,
homogenitas varians dan linieritas data.

Tabel 6. Ringkasan Hasil Uji Hipotesis


Type III Sum Mean
Source df F Sig.
of Squares Square
Pretes 908,201 1 908,201 14,116 0,001
Kelompok 955,117 1 955,117 14,846 0,000

Hasil analisis menunjukkan bahwa Aktivitas Belajar Siswa dan Tanggapan


nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil Siswa
dari signifikansi yang ditetapkan (=0,05), Aktivitas belajar siswa selama
sehingga nilai F-hitung yang diperoleh proses pembelajaran dan tanggapan
signifikan. Dengan demikian dapat diambil siswa terhadap proses pembelajaran
keputusan sebagai berikut. diukur berdasarkan rubrik penilaian afektif
H0 : Pemahaman konsep siswa pada dan angket. Ringkasan skor rata-rata
kelompok siswa yang diberikan kuis tidak aktivitas belajar siswa dan tanggapan
lebih baik daripada kelompok siswa yang siswa pada kelompok kontrol dan
tidak diberikan kuis ditolak. kelompok eksperimen disajikan dalam
Ha : Pemahaman konsep siswa pada Tabel 7.
kelompok siswa yang diberikan kuis lebih
baik daripada kelompok siswa yang tidak
diberikan kuis diterima.

Tabel 7. Skor rata-rata aktivitas belajar siswa pada kelompok kontrol dan kelompok
eksperimen
Data Kriteria Kontrol Eksperimen
Aktivitas Belajar Mean 51,4 58,8
Siswa Std. Deviation 1,3 1,4
Tanggapan Mean 89,3 94,7
Siswa Std. Deviation 1,8 9,0

Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dengan


aktivitas belajar siswa dan tanggapan independent sample t-test, terlebih dahulu
siswa selama mengikuti pembelajaran dilakukan uji prasyarat. Uji prasyarat
pada kelompok eksperimen memiliki skor tersebut meliputi uji normalitas data dan uji
rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan homogenitas varians.
kelompok kontrol Hasil tersebut
menunjukkan bahawa aktivitas belajar Uji Prasyarat
siswa dan tanggapan siswa terhadap Uji normalitas data adalah uji untuk
proses pembelajaran pada kelas menunjukkan bahwa data berdistribusi
eksperimen lebih baik daripada kelas normal. Uji dilakukan terhadap hasil
kontrol. observasi aktivitas belajar siswa dan hasil
Selanjutnya untuk mengetahui angket tanggapan siswa pada kelompok
perbedaan aktivitas belajar siswa dan kontrol dan kelompok eksperimen dengan
tanggapan siswa pada kelas kontrol dan menggunakan statistik Kolmogorov-
kelas eksperimen dilakukan uji hipotesis Smirnov dan/atau Shapiro-Wilk. Hasil uji
dengan uji-t. Sebelum dilakukan pengujian normalitas data ditunjukkan pada tabel 8.
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

Tabel 8. Hasil Uji Normalitas Data


Kolomogrov-Smirnova Shapiro-Wilk
Data Kelompok
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Aktivitas Kontrol 0,147 23 0,200* 0,928 23 0,101
Belajar
Eksperimen 0,160 22 0,146 0,901 22 0,031
Siswa
Tanggapan Kontrol 0,126 23 0,200* 0,939 23 0,167
Siswa Eksperimen 0,120 22 0,200* 0,984 22 0,962

Pada tabel hasil pengujian di atas Uji homogenitas varians bertujuan


bilangan signifikansi untuk uji Kologorov- untuk mengetahui apakah varians antar
Smirnov dan Shapiro-Wilk pada kelompok kelompok tersebut homogen. Uji
kontrol dan kelompok eksperimen lebih dilakukan pada hasil tanggapan siswa
besar dari pada taraf signifikansi =0,05. terhadap proses pembelajaran di
Artinya, bilangan statistik yang diperoleh kelompok kontrol dan kelompok
tidak signifikan. Jadi data hasil penelitian eksperimen dengan menggunakan
berasal dari populasi yang berdistribusi Levenes Test. Hasil uji homogenitas
normal. ditunjukkan pada tabel 9.

Tabel 9. Hasil Uji Homogenitas Varians


Data Kriteria Levene Statistic df1 df2 Sig.
Aktivitas belajar siswa Based on Mean 0,044 1 43 0,835
Tanggapan Sisa Based on Mean 3,075 1 43 0,087

Berdasarkan tabel analisis di atas Uji Hipotesis


nilai signifikasi yang diperoleh lebih besar Berdasarkan uji prasyarat yang
daripada nilai =0,05. Dengan demkian dilakukan, data yang diperoleh telah
semua kelompok data memiliki varians memenuhi persyaratan normalitas dan
yang homogen homogenitas varians. Dengan demikian,
uji independent sample t-test dapat
dilakukan. Hasil uji independent sample t-
test disajikan pada tabel 10.

Tabel 10. Hasil Uji independent sample t-test


Data t df Sig, (2-tailed)
Aktivitas Belajar Siswa -1,784 43 0,081
Tanggapan siswa -1,529 43 0,134

Berdasarkan tabel di atas, nilai PEMBAHASAN


signifikansi yang diperoleh adalah lebih Berdasarkan hasil penelitian dan
dari 0,05, sehingga dapat diambil uji hipotesis yang telah dilakukan,
keputusan yaitu, tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa pada kelas
secara signifikan aktivitas belajar siswa kontrol dan kelas eksperimen mengalami
dan tanggapan siswa terhadap peningkatan yang dapat dilihat dari nilai
pembelajaran antara kelompok siswa yang pretes dan nilai postes. Hasil pretes
diberikan kuis dan tidak diberikan kuis. (pemahaman awal) siswa menunjukkan
Dengan demikian dapat disimpulkan skor rata-rata 36,4 pada kelas kontrol dan
bahwa aktivitas belaja siswa dan 36,7 pada kelas eksperimen. Sementara
tanggapan siswa terhadap pembelajaran itu, postes (pemahaman konsep) siswa
dikedua kelompok hampir sama. menunjukkan skor rata-rata 72,3 pada
kelas kontrol dan 81,7 pada kelas
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

eksperimen disajikan pada tabel 1. Skor terhadap materi yang telah diajarkan.
rata-rata postes pemahaman konsep Pemberian kuis diakhir pembelajaran
siswa yang dicapai pada kelas eksperimen dapat menjadi suatu kegiatan konfirmasi,
lebih besar dibandingkan dengan skor dimana siswa akan mengetahui pada
rata-rata pada kelas kontrol. Hal ini bagian mana siswa belum paham
menunjukkan bahwa pemberian kuis terhadap materi yang diajarkan. Seperti
diakhir pembelajaran mampu halnya materi kelarutan dan hasil kali
meningkatkan pemahaman konsep siswa kelarutan, pemahaman siswa terhadap
dan dapat diterapkan pada materi reaksi yang terjadi akibat kenaikan pH
kelarutan dan hasil kali kelarutan. Dilihat masih diragukan siswa. Setelah
dari karakteristik materi, materi kelarutan diadakannya kuis maka siswa akan
dan hasil kali kelarutan merupakan materi mengetahui dimana bagian yang belum
yang lebih menekankan pada konsep dan paham sehingga siswa mempelajari
perhitungan sehingga ketika diterapkan bagian tersebut hingga dapat dimengerti.
pemberian kuis memperlihatkan hasil baik Keunggulan lain dari pemberian
karena berperan dalam pemberdayaan kuis yaitu, siswa dapat mengekspresikan
kemampuan berpikir siswa. Dengan seluruh kemampuannya melaui jawaban-
pemberian kuis maka siswa akan selalu jawaban siswa. Pengetahuan yang
berpikir untuk menyelesaikan soal-soal diperoleh siswa selama proses
yang diberikan. pembelajaran akan dapat diingat lebih
Hasil penelitian ini didukung oleh lama. Pemberian kuis dapat pula menjadi
beberapa hasil penelitian lainnya yang tantangan tersendiri bagi siswa akibat
menerapkan pemberian kuis dalam adanya persaingan antar siswa untuk
pembelajaran. Hasil penelitian yang memperoleh nilai yang baik. Hal ini
berkaitan dengan pemberian kuis yaitu diungkapkan pula oleh Setyanta (2012),
pertama, penelitian yang dilakukan oleh pemberian kuis dapat menumbuhkan
Ariffatin (2010), menunjukkan bahwa motivasi dan memberikan semangat siswa
pemberian kuis berpengaruh positif dalam belajar yaitu, melalui persaingan
terhadap motivasi dan prestasi siswa. atau kompetisi yang sehat di antara siswa
Kedua, penelitian yang dilakukan Setyanta dalam memperoleh nilai yang sebaik
(2013), menunjukkan bahwa pemberian mungkin. Hasil penelitian yang sama
kuis berpengaruh terhadap motivasi dan dilakukan oleh Daniel (2013), menyatakan
hasil belajar siswa. Ketiga, penelitian yang bahwa kuis dapat memotivasi siswa untuk
dinyatakan oleh Parwita (2014), teknik memperoleh hasil yang memuaskan. Hal
kuis berpengaruh positif terhadap prestasi tersebut sesuai dengan prinsip belajar
belajar siswa. Keempat, penelitian yang tantangan yang dikemukakan oleh
dilakukan oleh Hermawan (2012), Deporter dalam Aunurraham (2012), siswa
menunujukkan bahwa pemberian kuis lebih banyak belajar jika pelajarannya
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. memuaskan, menantang, dan mereka
Kelima, Ghozali (2014) menyatakan memiliki peran di dalam mengambil
bahwa pemberian umpan balik kuis dalam keputusan. Bilamana anak merasa
dapat meningkatkan hasil belajar siswa, tertantang dalam suatu pelajaran, maka ia
karena pemberian kuis membuat siswa dapat mengabaikan aktivitas lain yang
semakin semangat belajar untuk dapat mengganggu kegiatan belajarnya.
mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Selain pemahaman konsep siswa,
Pemberian kuis memiliki dilakukan pula observasi aktivitas belajar
keunggulan tertentu dalam pembelajaran. siswa dan tanggapan siswa dalam proses
Hal ini diduga menjadi salah satu faktor pembelajaran. Skor rata-rata aktivitas
penyebab hasil uji hipotesis menyatakan belajar siswa yang diperoleh siswa pada
bahwa pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi
kelompok eksperimen lebih baik daripada dibandingkan dengan kelas kontrol.
pada kelompok kontrol. Pemberian kuis Namun, skor rata-rata tersebut tidak
diakhir pembelajaran memiliki keunggulan berbeda secara signifikan berdasarkan uji
dalam meningkatkan pemahaman siswa
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

yang dilakukan dengan independent memberikan pengaruh yang baik terhadap


samples t-test. pemahaman konsep siswa. Penelitian ini
Perbedaan hasil yang tidak sejalan dengan Ariffatin (2010), Setyanta
signifikan menunjukkan bahwa siswa (2013), Parwita (2014), Hermawan (2012),
dikedua kelompok mempunyai aktivitas Ghozali (2014), yang menyatakan bahwa
belajar yang hampir sama. Hal ini kuis dapat berpengaruh positif terhadap
dikarenakan pada kedua kelompok hasil belajar siswa.
diterapkan kegiatan pembelajaran dengan Penerapan pemberian kuis selain
model yang sama. Dengan demikian memiliki keunggulan, terdapat pula
pemberian kuis dengan model kendala saat proses pembelajaran.
pembelajaran yang sama belum secara Kendala saat pertemuan pertama adalah
efektif dapat meningkatkan aktivitas kurangnya waktu yang cukup untuk siswa
belajar siswa di dalam kelas. dalam menyelesaikan kuis. Pada
Respon tanggapan siswa pada pertemuan pertama peneliti menggunakan
kelompok kontrol dan kelompok waktu yang tidak sesuai dengan waktu
eksperimen dinilai melalui penyebaran yang direncanakan. Hal ini dikarenakan
angket. Rata-rata respon tanggapan siswa saat melakukan diskusi banyak siswa
dikelas eksperimen adalah 94,68 yang tidak tepat waktu menyelesaikan
sedangkan skor rata-rata kelas kontrol tugas yang diberikan sehingga waktu
adalah 89,35 yang disajikan pada Tabel 7. diakhir pembelajaran menjadi berkurang.
Dilihat dari skor rata-rata tanggapan siswa Upaya meminimalisir kelemahan dalam
dikelas eksperimen lebih tinggi dari penerapan pembrian kuis ini dalam
kelompok kontrol. Namun respon pertemuan berikutnya, peneliti
tanggapan siswa dikedua kelompok tidak memberikan kesempatan untuk
berbeda secara signifikan berdasarkan uji menyelesaikan sesuai dengan waktu yang
independent samples t-test. Tidak adanya telah direncanakan. Hal ini dilakukan agar
perbedaan yang signifikan dikarenakan pemberian kuis benar-benar efektif
kegiatan pembelajaran yang diterapkan sehingga tidak lagi kekurangan waktu
menggunakan model yang sama. Selain disetiap pertemuannya.
itu, siswa yang memberi tanggapan pada
angket yang disebar cenderung SIMPULAN DAN SARAN
memberikan respon yang tidak jujur. Hal Simpulan
tersebut menunjukan bahawa pemberian Berdasarkan hasil dan pembahasan
kuis belum memberikan pengaruh yang yang telah diuraikan dapat disimpulkan
efektif dalam proses pembelajaran jika bahwa pemahaman konsep kimia siswa
dilihat dari tanggapan siswa. yang diberikan kuis lebih baik daripada
Berdasarkan pemaparan di atas, tanpa diberikan kuis. Dengan kata lain,
pemberian kuis memberikan peningkatan pemberian kuis mampu meningkatkan
signifikan terhadap pemahaman konsep pemahaman konsep kimia siswa pada
siswa pada materi kelarutan dan hasilkali materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.
kelarutan. Hal tersebut dapat dilihat bahwa Namun, aktivitas siswa dan tanggapan
pemahaman konsep siswa yang diberikan siswa terhadap proses pembelajaran yang
kuis pada akhir pembelajaran lebih tinggi dibelajarkan dengan diberikan kuis dan
dari pemahaman konsep siswa yang tidak siswa yang dibelajarkan tidak diberikan
diberikan kuis pada akhir pembelajaran. kuis tidak berbeda secara signifikan.
Hal ini beralasan karena pemberian kuis Dengan kata lain, pemberian kuis belum
dapat menantang siswa dalam proses efektif dalam meningkatkan aktivitas
pembelajaran. Selain itu dengan belajar siswa.
pemberian kuis siswa dapat mengetahui
tingkat pemahamannya dalam menerima Saran
materi pembelajaran. Kondisi ini dapat Berdasarkan hasil-hasil yang telah dicapai
mengembangkan kemampuan siswa pada penelitian ini dapat disarankan bagi
dalam menguasai materi pembelajaran. guru bidang studi kimia, pemberian kuis
Dengan demikian pemberian kuis dapat dapat dijadikan sebagai salah satu
e-Journal Kimia Visvitalis Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Kimia (Volume ...Tahun 2015)

alternatif dalam proses belajar mengajar Ghozali, S. dan Sunarno. 2014.


untuk meningkatkan pemahaman konsep Penerapan Model Pembelajaran
siswa. Bagi peneliti selanjutnya, Student Teams Achievement
pemberian kuis perlu diterapkan pada Division (STAD) dengan Umpan
lebih banyak topik-topik kimia sehingga Balik Kuis Untuk Meningkatkan Hasil
dapat diketahui pengaruh pemberian kuis Belajar Fisika Siswa Kelas VIII SMP
terhadap peningkatan pemahaman Negeri 11 Semarang. Unnes Physic
konsep siswa. Penelitian ini digunakan Education Journal, Volume 3, Nomor
pada model pembelajaran yang sama 1 (hlm. 61--65).
yaitu EEK. Oleh karena itu perlu dilakukan
Hermawan. 2012. Penggunaan Pemberian
penelitian mengenai efektivitas pemberian
Kuis Sebelum Kegiatan
kuis pada model pembelajaran lain.
Pembelajaran Sebagai Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar IPS
UCAPAN TERIMAKASIH
Siswa Kelas VI SDN Ngabean
Dalam penelitian ini, penulis
Kecamatan Secang Kabupaten
banyak mendapat bimbingan dan
Magelang Tahun Ajaran 2011/2012.
masukan dari berbagai pihak. Oleh karena
Skripsi (tidak diterbitkan).
itu, penulis mengucapkan terimakasih
Universitas Kristen Satya Wacana.
kepada SMA Negeri 2 Banjar beserta
jajarannya yang telah memberikan izin, Parwita, I.B.G., Dantes, N. dan Natajaya, I
bimbingan, dan partisipasinya selama N. 2014. Pengaruh Implementasi
pengumpulan data. Pembelajaran Dengan Teknik Kuis
Terhadap Prestasi Belajar Sejarah
DAFTAR PUSTAKA dengan Kovariabel Motivasi Belajar
pada Siswa SMA. E-Journal
Arffatin. 2010. Pengaruh Pemberian Quis
Program Pascasarjana Universitas
Pada Pembelajaran Biologi
Pendidikan Ganesha, Volume 4
Terhadap Motivasi dan Prestasi
(hlm. 1--10).
Siswa pada Submateri
Keanekaragaman Hayati Kelas X Purwanto, N. 2006. Prinsip-Prinsip dan
SMA PIRI 1 Yogyakarta Tahun Teknik Evaluasi Pengajaran.
Ajaran 2009/2010. Skripsi (tidak Bandung: Rosda Karya
diterbitkan). Universitas Islam Sagala, S. 2009. Konsep dan Makna
Negeri Sunan Kalijaga. Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Aunurrahman. 2012. Belajar dan Setyanta, B. A. dan Murwaningtyas, C. E.
Pembelajaran. Bandung: Alfabeta 2012. Pengaruh Pemberian Kuis
Danial, M., Rahel, J. dan Dini, I. 2013. terhadap Motivasi dan Hasil Belajar
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Siswa SMP Kanisius Kalasan Tahun
yang Diberi Tugas Rumah dan Kuis Pelajaran 2012/2013 pada Materi
pada Model Pembelajaran Faktorisasi Suku Aljabar. Makalah
Langsung. Jurnal Chemica, Volume disampaikan dalam Seminar
14, Nomor 1 (hlm. 66--73). Nasional Matematika dan
Pendidikan Matematika FMIPA UNY.
Ellizar. 2009. Model Of Teaching By Jurusan Pendidikan Matematika
Constructivism Approuch With FMIPA UNY. 10 November 2012.
Module. Jurnal Kependidikan
Triadik, Volume 12, Nomor 1 (hlm. Suyanti, R. D. 2010. Strategi
Pembelajaran Kimia. Graha Ilmu.
1--16)
Medan.