You are on page 1of 3

Berapa sih besaran uang yang akan diterima seorang penulis dari

buku-buku karyanya yang telah diterbitkan oleh penerbit? Pertanyaan


ini sering membuat penasaran. Menulis, seperti yang sering saya
singgung, memang memiliki dampak ekonomi. Sehingga tak sedikit
penulis yang memiliki motif menulis untuk mendapatkan tambahan
penghasilan. Kunci dari meraup penghasilan dengan menulis buku
adalah pada semakin larisnya buku yang kita tulis. Atau dalam bahasa
yang lain buku kian laris, rezeki kian manis atau kian laris buku,
kian tebal saku. Artinya, semakin terjual banyak buku yang kita tulis,
maka rezeki yang akan kita dapatkan juga akan semakin banyak.
Lalu, bagaimana sebuah penerbit menghargai karya seorang penulis?
Sejauh pengalaman saya berhubungan dengan berbagai penerbit,
ada dua sistem yang biasa diterapkan: Pertama; royalti dan Kedua;
jual putus. Umumnya, penerbit menggunakan sistem royalti dalam
menghargai karya seorang penulis buku. Besaran royalti itu bervariasi
antara penerbit satu dengan penerbit yang lainnya. Masing-masing
penerbit memiliki policy masing-masing. Namun, besaran standar
royalti penerbit di Indonesia adalah 10 % dari harga jual eceran
(bruto) per bukunya. Ada juga yang hanya mematok 5 % dan 7%. Dari
pengalaman saya, selain 10% dari harga bruto, ada pula beberapa
penerbit yang mematok royalti 15 %, namun dihitung dari harga bersih
(netto) per bukunya. Harga bersih itu sendiri adalah harga jual buku
dikurangi biaya marketing atau rabat maksimal distributor sebesar
55%. Royalti itu sendiri diberikan secara berkala, umumnya setiap
enam bulan sekali. Sistem Jual Putus Selain memakai sistem royalti,
penerbit juga menerapkan sistem jual putus (flat). Besaran angka
yang dipatok untuk sistem jual putus ini umumnya berkisar antara Rp
1,5 juta sampai Rp 15 juta, bisa juga lebih, tergantung ketebalan
buku, proyeksi pasar, dan kredibilitas penulis. Sistem jual putus ini
menguntungkan penulis yang membutuhkan dana segera karena
terdesak kebutuhan. Kelemahannya, jika buku itu meledak di pasaran,
sang penulis buku itu tidak dapat menikmati kesuksesan itu.
Penerbitnyalah yang meraup untung besar. Nah, dari gambaran
singkat sistem penghargaan terhadap sebuah karya buku di atas,
maka kita akan bisa memperkirakan peluang meraih penghasilan
yang dapat kita tangkap dari kerja menulis buku. Taruhlah sekedar
contoh, kita menulis buku standar dengan harga jual Rp 30 ribu dan
dicetak pertama 5.000 eksemplar. Bila menggunakan royalti standar
penerbitan di Indonesia sebesar 10 %, berarti royalti global yang akan
kita terima bila buku terjual semua adalah Rp 30 ribu x 10 % (besaran
royalti) = Rp 3.000,- per eksemplar, kemudian dikalikan 5000
eksemplar (jumlah cetak) sehingga hasilnya adalah: Rp 15 juta (lima
belas juta rupiah). Jumlah ini masih dikurangi pajak sebesar 15%,
sehingga royalti bersih yang diterima penulis adalah Rp 12.750.000,-
(Dua belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Saya punya
pengalaman menulis buku cukup tebal dengan harga jual Rp 50 ribu.
Buku itu dalam jangka setahun terjual lebih dari 6000 eksemplar.
Sehingga besar royalti yang saya terima adalah Rp 50 ribu dikalikan
10% besaran royalti = Rp 5 ribu, sehingga hasilnya adalah Rp 5 ribu
dikalikan 6000 eksemplar = Rp 30 juta. Jumlah ini dikurangi pajak
15%, sehingga royalti bersih yang saya terima adalah Rp 25.500.000,-
(Dua puluh lima juta lima ratus ribu rupiah). Dengan menggunakan
sistem royalti, maka semakin laris buku kita, apalagi bila sampai
dicetak ulang berkali-kali karena saking larisnya, akan semakin besar
jumlah royalti yang kita terima. Dan semakin produktif kita, dalam arti
semakin banyak buku yang kita tulis dan diterbitkan, akan semakin
memiliki peluang lebih besar lagi jumlah penghasilan yang akan kita
peroleh. Saat ini, peluang membuka pintu rezeki dengan menulis buku
memang bukan hal yang aneh atau mustahil. Artinya, meraih
penghasilan yang melimpah dari menulis buku bukanlah sebuah
provokasi tak berdasar, tetapi merupakan peluang yang benar-benar
bisa direalisasikan. Anda tertarik mencobanya? ***
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/abu_fathan/mengintip-
hitung-hitungan-royalti-penulis-buku_550bb1af813311c42ab1e1be