You are on page 1of 2

BAGIAN DUA

JALAN MENUJU JAMAATUL MUSLIMIN

1. Hukum-Hukum Islam
1.1. Tidak ada parsialisasi Hukum Islam
Sejak awal islam di bawahpmpinan Rasulullah SAW mulai digelar di makkah, turunlah
pengarahan-pengarahan Rabbani seuai dengankeperluan jamaah, dan tuntutan tahapan
yang dihadapi oleh jamaah, namun hal itu tidak berlaku sekarang, karena pengarahan-
pengarahan rabbani dan sunnah nabawiyag sudah turun secara sempurna. Sehingga muslim
dituntut melaksanakan seluruh pengarahan rabbani dan sunnah nabawiyah dengan utuh
tanpa adanya sektoralisasi.
1.2. Penerapan Hukum Islam
Individu atau jamaah dapat menerapkan hokum islam sesuai dengan tuntutan keadaan dan
posisinya dalam kehidupan dan perkembangan kehidupannya, dengan syarat individu atau
jamaah tersebut meyakini akan semua hukum islam dan keberlangsungannya.
1.3. Pembagian Hukum Islam
Hukum islam dari segi hakikat dan caranya terbagi menjadi dua , pertama substansi hokum,
kedua cara pelaksanaan hokum. Misalnya, membaca Alfatihah dan tasyahud dala shalat
adalah termasuk substansi hokum, sedangkan cara membacanya dan tempatnya dalam
shalat adalah termasuk cara pelaksanaan hokum. Sementara dari segi pelakunya terbagi
menjadi dua yaitu hokum khusus bagi individu dan hokum khusus dalam jamaah. Jamaa
yang dimaksud disini adalah jamaah yang nenbawa dawah untuk menegakkan jamaatul
muslimin.
2. Kesadaran para Rasul dan Pengikut-Pengikutnya terhadap Langkah Ini
2.1. Kesadaran Rasulullah SAW akan pentingnya langkah ini
a. Rasulullah menyadari bahwa tugas beliau harus di emban secara berjamaah karena
tugas tersebut amatlah berat. QS. Al-Muzammil : 5
b. Rasulullah mengetaui hal ini dari kitab qauliyah dan kauniyah, di dalam kitab yang terlihat
Rasulullah memahami bahwa setiap hal yang ada di bumi ini saling membantu untuk
melaksanakan satu misi.
c. Rasulullah mengetahui hal ini melalui kehidupan para Nabi dan Rasul sebelumnya di
dalam wahyu yang diturunkan.
d. Nabi SAW mengungkapkan makna ini seperi sabda nya, yang diriwayatkan oleh ibnu
Abbas r.a tentang Dawah para nabi dan para jamaahnya beserta balasanya di hari akhir
nanti
2.2. Ibrahim a.s menyadari hakikat ini
Dalam perjalanan kepada Rabbnya Ibrahim a.s mengumumkan hakikat yang merupakan
syarat kemenangan dawah ini, yaitu menegakkan jamaah yang akan membawa dawag dan
membelanya.
2.3. Rasulullah menjelaskan pentingnya hakikat ini
Rasulullah mengungkapkan pentingnya jamaah ini bagikeberhasilan dawah dan
menyatakan bahwa jamaah inilah yang akan menentukan eksis atau tidaknyadawah islam.
2.4. Kesepakatan para pemimpin islam masa kini
Para pemimpin masa kini telah bersepakat atas wajibnya penegakan jamaah ini.
3. Para DaI Islam dan Langkah Pertama Rasulullah SAW
3.1. Kewajiban para Dai di Negara yang terdapat satu jamaah
Dalam hal ini para dai wajib masuk ke dalam jamaah tersebut, kemudian berusaha
memperbaiki kekurangannnya.
3.2. Kewajiban para Dai di Negara yang terdapat beberapa jamaah
Sikap yang harus diambil para dai adalah menimbang prinsip-prinsip dan pemikiran semua
jamaah yang ada dengan neraca Islam yang hanif. Sehingga dapat diketahui manakah
jamaah yang lebih dekat prinsip-prinsip dan pemikirannya dengan Islam. Selanjutnya
mereka bergabung didalamnya dan berusaha menyatukan seluruh jamaah yang ada.
3.3. Kewajiban para Dai di Negara yang belum terdapat jamaah
Para daI haruslah mendirikan jamaah. Yang rambu-rambunya akan dibahas di bagian III