You are on page 1of 9

KOMUNIKASI INDUSTRI

1. Judul
Analisisi komunikasi Industri Farmasi PT. Tanabe dengan masyarakat daerah Ujung
Berung mengenai dampak lokasi pembangunan pabrik, penanganan masalah lingkungan, dan
kepadatan lalulintas.

2. Latar Belakang
Dalam menghadapi era persaingan global tidak ada pilihan lain selain meningkatkan
daya saing nasional. Pengembangan industri sangat penting untuk menghadapi persaingan
ketat baik di pasar nasional maupun internasional. Oleh karena itu perkembangan industri
perlu dikembangkan dengan meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif dan
mendayagunakan sumber daya alam secara optimal. Salah satu industri yang berkembang di
Indonesia adalah industri farmasi. Industri farmasi merupakan penentu dalam ketersediaan
obat dimana industri farmasi berperan dalam memproduksi, dan mendistribusikan obat unuk
dapat memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat.
Kemajuan teknologi berdampak pada industri karena dianggap lebih mampu
membuka lapangan pekerjaan bagi tenaga yang menganggur, mendorong pertumbuhan
teknologi yang berguna bagi kehidupan manusia, menumbuhkan berbagai kegiatan yang
saling berkaitan dalam jarirang industri sehingga mampu berfungsi sebagai pendorong
pembangunan.
Meningkatkan pendapatan masyarakat secara tidak langsung dapat meningkatkan
kesejahteraannya. Pembangunan industri dan pengembangan industri saat ini harus disesuaika
dengan potensi daerah dengan memperhatikan segala masalah yang ada pada daerah yang
bersangkutan. Keberadaan industri dapat dilihat dari aspek keruangan atau lokasi. Pemilihan
lokasi yang strategis untuk penempatan suatu industri memiliki nilai tersendiri untuk
perkembangan industri tersebut. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, lokasi industri
juga dapat mempangaruhi pemasaran serta pembuangan limbah industri.
Negara dapat dikatakan maju dengan salah satu aspek yang ditinjaunya adalah sektor
industrinya. Bandung merupakan ibukota provinsi Jawa Barat yang telah berkembang dan
menjadi salah satu kawasan industri di Jawa Barat selain Karawang. Banyaknya industri
berarti banyak limbah yang dibuang ke lingkungan sekitar industri dan menyebabkan
pencemaran lingkungan. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan industri yang melibatkan
penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya, terutama limbah industri jika terlepas ke
lingkungan tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.
PT Tanabe merupakan salah satu perusahaan lisensi milik Jepang yang bergerak di
bidang farmasi. PT. Tanabe memiliki dua pabrik yakni pabrik sintesa yang memproduksi
bahan baku untuk pembuatan obat dan pabrik produksi yang mengolah bahan baku menjadi
obat/produk farmasi. Kedua pabrik ini menghasilkan limbah yang berbeda.
Perkembangan industri yang sangat pesat pada zaman ini banyak menimbulkan
permasalahan lingkungan. Masalah yang paling utama yang dihadapi oleh industri sekarang
adalah pencemaran lingkungannya yang bersumber dari pembuangan limbah dari kegiatan
industri. Adanya industri (pabrik) dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap masyarakat
yang tinggal atau beraktivitas di sekitarnya. Terdapat beberapa permasalahan ang muncul
terkait dengan lokasi industri PT. Tanabe tersebut, salah satunya adalah limbah industri.
Limabh yang dibuang secara langsung ke sungai di daerah tersebut membuat pengairan untuk
sawah dan perkebunan disekitarnya menjadi terganggu karena tercemarnya air pengairan oleh
limbah pabrik. Lokasi PT. Tanabe di daerah Ujung Berung berada disekitar permukiman
yang padat penduduk dan sawah yang cukup luas. Selain itu, industri farmasi ini berada
dipinggir jalan raya yang tidak begitu lebar namun ramai, sehingga sering terjadi kepadatan
jalur lalu lintas ketika truk-truk besar memasuki atau keluar dari pabrik.
Selain itu, keberadaan industri-industri, di daerah Ujung Berung khususnya, dapat
mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Mulai dari dampak terhadap terserapnya
warga untuk bekerja di industri tersebut hingga dampak pencemaran lingkungan. Demikian,
fenomena sosial yang terjadi terhadap berdirinya industri di kawasan padat penduduk
menarik penulis untuk meneliti dan menganalisis komunikasi yang terjalin antara pihak PT.
Tanabe dengan masyarakat disekitarnya.

3. Identifikasi Masalah
Beberapa masalah yang penulis dapat identifikasi sebagai berikut:
1. Tercemarnya air untuk pengairan sawah dan air yang digunakan masyarakat sekitar
untuk keperluan sehari-hari karena adanya pembuangan limbah secara langsung ke
lingkungan sekitar PT. Tanabe,
2. Terganggunya masyarakat dan pengguna jalan karena adanya truk-truk besar yang
keluar-masuk pabrik PT. Tanabe di jam-jam sibuk, yang membuat padatnya lalulintas,
3. Kurang efektifnya komunikasi yang dilakukan antara PT. Tanabe dengan warga
dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan.

4. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apa saja dampak keberadaan pabrik PT. Tanabe terhadap masyarakat di sekitarnya?
2. Mengapa komunikasi pihak pengelola pabrik PT. Tanabe dengan masyarakat di
sekitarnya kurang baik dan kurang efektif dalam menyikapi permasalahan
pencemaran lingkungan dan kepadatan lalulintas?
3. Bagaimana cara yang efektif untuk membuat komunikasi yang terjalin antara pihak
pengelola pabrik PT. Tanabe dengan masyarakat di sekitarnya menjadi lebih baik?

5. Tujuan dan Kegunaan Penelitian


Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Mengkaji dampak keberadaan pabrik PT. Tanabe terhadap masyarakat sekitarnya.
2. Mengkaji permasalahan yang terjadi diantara kedua belah pihak tentang pencemaran
lingkungan dan kepadatan lalulintas.
3. Mengkaji dan mencari cara efektif untuk membuat komunikasi yang terjalin antara
kedua belah pihak menjadi lebih baik.

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:


1. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai dampak
keberadaan pabrik PT. Tanabe terhadap masyarakat sekitar.
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi
diantara kedua belah pihak mengenai pencemaran lingkungan dan kepadatan
lalulintas.
3. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat ditemukan cara efektif untuk membuat
komunikasi antara kedua belah pihak terjalin dengan lebih baik.

6. Landasan Teori Komunikasi dan Teori Sosial (Tiap rumusan masalah 2 teori
utama, 1 teori pendukung)

Rumusan Masalah 1 (Apa saja dampak keberadaan pabrik PT. Tanabe terhadap masyarakat
di sekitarnya?)
- Teori Deskriptif
Teori ini menerangkan tentang bagaimana menggambarkan suatu permasalahan yang terjadi
di lapangan tanpa ada rekayasa. Gambaran tersebut dapat berupa akar permasalahan,
evaluasi eksekusi sebelumnya, hingga penyikapan akan permasalahan tersebut.

- Teori Pertukaran Sosial


Teori pertukaran sosial oleh Thibaut dan Kelley melihat antara perilaku dengan lingkungan
terdapat hubungan yang saling mempengaruhi (reciprocal). Karena lingkungan kita
umumnya terdiri atas orang-orang lain, maka kita dan orang-orang lain tersebut dipandang
mempunyai perilaku yang saling mempengaruhi. Dalam hubungan tersebut terdapat unsur
imbalan (reward), pengorbanan (cost) dan keuntungan (profit). Imbalan merupakan segala
hal yang diperloleh melalui adanya pengorbanan, pengorbanan merupakan semua hal
yang dihindarkan, dan keuntungan adalah imbalan dikurangi oleh pengorbanan. Hubungan
yang positif adalah hubungan di mana nilainya merupakan angka positif; penghargaan
lebih besar daripada pengorbanan. Jadi perilaku sosial terdiri atas pertukaran paling sedikit
antar dua orang berdasarkan perhitungan untung-rugi.

- Teori Hubungan Manusia


Teori ini dikemukakan oleh William L Moorow, Stephen P. Robbin, Stephen K. Bailey. Teori
ini menitikberatkan bahwa norma-norma sosial merupakan faktor kunci dalam
menentukan sikap, perilaku, dan tindakan seseorang terutama dalam lingkungan kerja.

Rumusan Masalah 2 (Mengapa komunikasi pihak pengelola pabrik PT. Tanabe dengan
masyarakat di sekitarnya kurang baik dan kurang efektif dalam menyikapi permasalahan
pencemaran lingkungan dan kepadatan lalulintas?)
- Teori Negosiasi
Negosiasi adalah suatu proses yang dimulai ketika satu pihak menganggap bahwa pihak lain
memiliki pandangan, sikap, anggapan yang berbeda terhadap hal-hal yang merupakan
kepedulian dari pihak lainnya. Metode negosiasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu lobbying
dan intimidasi.
Lobbying adalah suatu upaya pendekatan yang dilakukan oleh satu pihak yang memiliki
kepentingan tertentu untuk memperoleh dukungan dari pihak lain yang dianggap memiliki
pengaruh atau wewenang dalam upaya pencapaian tujuan yang ingin dicapai.
Intimidasi Variabel yang sangat penting dalam intimidasi adalah persepsi ketidakamanan,
ancaman atau bahaya fisik. Intimidasi secara personal kepada seseorang akan
menyebabkan serangan psikologis.

- Teoeri Konflik
Teori Konflik, oleh Karl Max, merupakan teori yang menjelaskan bahwa konflik terjadi
akibat adanya perbedaan kepentingan dalam kehidupan individu maupun kelompok.
Selain itu, perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian terhadap nilai - nilai
yang membawa perubahan, tetapi perubahan sosial yang terjadi akibat adanya konflik
yang menghasilkan kompromi yang berbeda dengan kondisi semula.
Lewis Coser mencetuskan Teori Konflik Realistis, yang berasal dari kekecewaan terhadap
tuntutan-tuntutan khusus yang terjadi dalam hubungan antar pihak yang pada awalnya
diperkirakan akan adanya kemungkinan yang menguntungkan.

- Teori Birokrasi
Uraian tugas yang terperinci harus diberikan kepada semua anggota organisasi sebagai garis
besar tugas formal dan tanggung jawab kerjanya. Pekerja harus mempunyai pemahaman
yang jelas tentang keinginan perusahaan dari kinerja yang mereka lakukan.

Rumusan Masalah 3 (Bagaimana cara yang efektif untuk membuat komunikasi yang terjalin
antara pihak pengelola pabrik PT. Tanabe dengan masyarakat di sekitarnya menjadi lebih
baik?)
- Teori Efektifitas Komunikasi
Komunikasi mengalami proses internalisasi, jika komunikan menerima pesan yang sesuai
dengan sistem nilai yang dianut. Komunikan merasa memperoleh sesuatu yang
bermanfaat, pesan yang disampaikan memiliki rasionalitas yang dapat diterima.
Internalisasi bisa terjadi jika komunikatornya memiliki ethos atau credibility (ahli dan
dapat dipercaya), karenanya komunikasi bisa efektif.
Teori ini beranggapan bahwa agar komunikasi dapat berlangsung, individu-individu yang
berinteraksi menggunakan aturan-aturan dalam menggunakan lambang-lambang. Bukan
hanya aturan mengenai lambang itu sendiri tetapi juga harus sepakat dalam giliran
berbicara, bagaimana bersikap sopan santun atau sebaliknya, bagaimana harus menyapa
dan sebagainya.

- Teori Kompetensi Komunikasi


Teori Dell Hymns, kompetensi komunikasi berarti kemampuan linguistik yang mengacu
kepada pengetahuan penggunaan bahasa dan kemampuan untuk memilih perilaku
komunikasi yang cocok dan efektif bagi situasi tertentu. Model yang sering digunakan
untuk menjelaskan kompetensi ini yaitu model komponen yang meliputi tiga komponen,
yaitu pengetahuan, keahlian, dan motivasi. Pengetahuan diartikan sebagai pemilihan
perilaku apa yang terbaik yang digunakan untuk situasi tertentu. Sedangkan keahlian
adalah kemampuan mengaplikasikan perilaku tadi pada situasi yang sama. Dan motivasi
yaitu memiliki hasrat untuk berkomunikasi dengan membawa sifat-sifat seseorang yang
ahli di bidangnya.

- Teori Informasi / Matematis


Dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver teori ini melihat komunikasi sebagai
fenomena mekanistis, matematis, dan informatif: komunikasi sebagai transmisi pesan dan
bagaimana transmitter menggunakan saluran dan media komunikasi. Titik kajian
utamanya adalah bagaimana menentukan cara di mana saluran (channel) komunikasi
digunakan secara sangat efisien.

7. Model Komunikasi
Komunikator, pesan, media, komunikan, efek

8. Metode Penelitian fiktif (3 kelompok, perkelompok 5 narasumber)


Penelitian ini dulakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang
digunakan untuk mengumpulkan informasi adalah dengan obsevasi dan wawancara
menggunakan model snow-ball atau wawancara bergulir. Penelitian dilakukan pada bulan
Oktober 2016 dengan melakukan observasi dan wawancara pengambilan data di PT. Tanabe
dan sekitarnya, di Ujung Berung, Bandung. Narasumber yang dipilih untuk penelitian ini
dibagi menjadi dua kelompok yaitu: pengelola atau karyawan pabrik PT. Tanabe dan warga
sekitar kawasan industri PT. Tanabe.
Pedoman Wawancara :

9. Hasil Penelitian
Rumusan Masalah 1 (Apa saja dampak keberadaan pabrik PT. Tanabe terhadap masyarakat
di sekitarnya?)
Dampak Positif
1. PT. Tanabe melakukan program CSR untuk masyarakat di sekitarnya dengan
memberikan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi, santunan kepada anak yatim pada
bulan Ramadhan, dan hewan kurban.
2. Terserapnya ternaga kerja dari daerah sekitar kawasan pabrik PT. Tanabe

Dampak Negatif
1. Limbah pabrik yang mencemari air, membuat warga kesuliat air bersih dan sawah sulit
terairi.
2. Kemacetan di jalan raya sekitar kawasan industri (pabrik).

Rumusan Masalah 2 (Mengapa komunikasi pihak pengelola pabrik PT. Tanabe dengan
masyarakat di sekitarnya kurang baik dan kurang efektif dalam menyikapi permasalahan
pencemaran lingkungan dan kepadatan lalulintas?)
1. Pencemaran lingkungan
- Limbah yang dibuang ke lingkungan sekitar tidak sepenuhnya mencemari air, karena dari
pabrik PT. Tanabe sendiri telah melakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum limbah
dibuang ke lingkungan. Selain itu, tercemarnya air tidak menjadi tanggung jawab
PT.Tanabe, karena di daerah tersebut terdapat banyak industri yang juga menggunakan
bahan kimia dan menghasilkan limbah, sehingga tercemarnya air adalah akibat dari
akumulasi pembuangan limbah dari seluruh industri yang ada di daerah ujung berung.
- Masyarakat menilai bahwa hanya PT. Tanabe yang menyebabkan tercemarnya air di
daerah sekitarnya, padahal PT. Tanabe merupakan salah satu dari sedikit industri di
Ujung Berung yang melakukan pengolahan llimbah sendiri sebelum dibuang ke
lingkungan.
- Kurangnya sosialisasi dari PT. Tanabe membuat masyarakat berasumsi bahwa PT.
Tanabe yang menyebabkan tercemarnya air.
- Masyarakat sendiri tidak mengeluhkan tercemarnya air, tidak mengomunikasikan apa
yang mereka alami/keluhkan seara langsung ke pihak PT. Tanabe.

2. Kemacetan lalu lintas


- Masyarakat tidak berkomunikasi secara langsung ke pihak PT. Tanabe mengenai
ketidaknyamanan kepadatan lalu lintas
- PT. Tanabe sendiri tidak merasa membuat kemacetan, padahal jika jam operasional
distribusi dapat dipindahkan pada bukan jam sibuk, bisa mengurangi kemacetan.
- Masyarakat merasa resah dengan adanya truk-truk besar di jalan raya karena takut terjadi
kecelakaan
- Kurangnya komunikasi yang terjadi antara keduabelah pihak sehingga terjadi beberapa
kesalahan komunikasi dan timbul isu-isu yang tidak benar.

Rumusan Masalah 3 (Bagaimana cara yang efektif untuk membuat komunikasi yang terjalin
antara pihak pengelola pabrik PT. Tanabe dengan masyarakat di sekitarnya menjadi lebih
baik?)
- Komunikasi yang terjadi masih tidak efektif, bila warga ada keluhan biasanya
menyampaikan lewat ketua RT/RW, namun dari pihak RT dan RW jarang
menyampaikan ke pihak PT. Tanabe.
- PT. Tanabe dan masyarakat biasanya saling menyampaikan informasi melalui ketua RT
dan ketua RW
- Seringkali pesan tidak tersampaikan baik dari PT.Tanabe ke masyarakat maupun
sebaliknya.
- Untuk masalah pencemaran air dan kemacetan jalan, keduanya tidak pernah
berkomunikasi secara langsung
- Diharapkan masyarakat dapat berkomunikasi aktif kepada pihak PT. Tanabe, dengan
langsung menemui pihak-pihak yang berwenang di industri tersebut
- PT. Tanabe pun diharapkan lebih responsif terhadap keluhan atau saran masyarakat
sekitarnya
- Dapat diadakanpertemuan rutin misal tiga bulan sekali untuk meningkatkan komunikasi
yang terjalin diatara kedua belah pihak
- Digunakan media yang efektif dalam berkomunikasi misal sosmed dan interaksi
langsung.
10. Analisis (teori pendukung)
- Analisis hasil penelitian rumusan masalah 1
Berdasarkan hasil wawancara, PT. Tanabe memberikan dampak yang positif selain dampak
negatif. Komunikasi yang kurang terjalin baik membuat masyarakat berpikir PT. Tanabe
hanya memberikan dampak negatif. Seharusnya terjadi hubungan timbal balik yang
mempengaruhi satu sama lain. Sesuai dengan Teori Pertukaran Sosial dan Teori Hubungan
Manusia.
Teori lain yang mendukung analisis penulis adalah Teori Penilaian Sosial. Dalam teori
penilaian social ini terdapat tiga zona sikap individu dalam melakukan interaksi social yaitu
penerimaan, penolakan dan non komitmen. Konsep ini diawali ketika seseorang mendengar
ataupun merespon suatu pesan maka seseorang akan cenderung untuk memberikan penilaian
berdasarkan atas pengalaman yang telah dimiliki untuk menseleksi dan mempertimbangkan
setiap informasi yang diterima. Dapat juga digunakan Teori Pengharapan Nilai oleh Phillip
Palmgreen yang berbunyi kepuasan yang di cari dari media ditentukan oleh sikap anda
terhadap media, kepercayaan anda tentang apa yang suatu medium dapat berikan kepada anda
dan evaluasi anda tentang bahan tersebut.

- Analisis hasil penelitian rumusan masalah 2


Berdasarkan hasil wawancara komunikasi antara kedua belah pihak kurang baik disebabkan
adanya miskomunikasi, karena pesan dari PT. Tanabe melalui media perantara tidak
tersampaikan ke masyarakat, begitu pula sebaliknya. Dalam permasalahan yang terjadi tidak
ada penyamaan sudut pandang antar kedua belah pihak, dan tidak ada negosiasi. Fakta bahwa
PT. Tanabe tidak sepenuhnya salah dalam hal pencemaran air tidak diketahui oleh
masyarakat. Sesuai dengan Teori Negosiasi, Teori Birokrasi dan Teori Konflik, bahwa
komunikasi seharusnya merupakan suatu alat untuk mempersuasi dan memutuskan sesuatu
dalam kepentingan kelompok.
Teori yang mendukung analisis ini adalah Teori Peranan Menurut Merton dalam Raho
(2007 : 67) yang berbunyi: Peranan didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang diharapkan
masyarakat dari orang yang menduduki status tertentu. Sejumlah peran disebut sebagai
perangkat peran (role-set). Dengan demikian perangkat peran adalah kelengkapan dari
hubungan-hubungan berdasarkan peran yang dimiliki oleh orang karena menduduki status-
status social khusus. Karena media komunikasi (ketua RT/ RW) seharusnya berperan untuk
menyelesaikan masalah, dan sebagai media komunikasi antara kedua belah pihak.

Tidak tersampaikannya pesan dari Mall Ciwalk kepada masyarakat dan sebaliknya dapat
dijelaskan dengan Teori Komunikasi Linier (one-way communication). Claude Shannon
dan Warren Weaver pada tahun 1949 mengatakan Model linear berasumsi bahwa seseorang
hanyalah pengirim atau penerima. Model ini menggambarkan proses komunikasi dua orang
yang satu arah. Karena searah maka yang aktif adalah komunikatornya, sementara
komunikan lebih bersifat pasif. Suatu konsep penting dalam model ini adalah gangguan
(noise). Gangguan ini selalu ada dalam saluran bersama sebuah pesan yang diterima oleh
penerima.
- Analisis hasil penelitian rumusan masalah 3
Berdasarkan hasil wawancara, beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat
komunikasi menjadi efektif dan lebih baik sebagai berikut:
1. Diharapkan masyarakat dapat berkomunikasi aktif kepada pihak PT. Tanabe, dengan
langsung menemui pihak-pihak yang berwenang di industri tersebut
2. PT. Tanabe pun diharapkan lebih responsif terhadap keluhan atau saran masyarakat
sekitarnya
3. Dapat diadakanpertemuan rutin misal tiga bulan sekali untuk meningkatkan komunikasi
yang terjalin diatara kedua belah pihak
4. Digunakan media yang efektif dalam berkomunikasi misal sosmed dan interaksi
langsung
5. Penyamaan presepsi masyarakat mengenai PT. Tanabe dengan adanya sosialisasi dari
PT. Tanabe
6. Adanya penyuluhan mengenai masalah pencemaran lingkungan dan kemacetan jalan
agar masyarakat tidak berasumsi negatif.
Cara yang diambil ini didukung oleh Teori Negoisasi Prinsip. Pada dasarnya, teori negosiasi
prinsip memiliki sasaran untuk membantu pihak-pihak yang mengalami konflik untuk
memisahkan perasaan pribadi dengan berbagai masalah dan isu, dan memampukan mereka
untuk melakukan negosiasi berdasarkan kepentingan-kepentingan mereka daripada posisi
tertentu yang sudah tetap, melancarkan proses pencapaian kesepakatan yang menguntungkan
kedua belah pihak atau semua pihak. Sasaran teori tersebut yang kemudian menjadi dasar
proses negosiasi antara PT. Tanabe dengan masyarakat. Proses negosiasi ini bertujuan untuk
memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk mencapai kepentingan bersama.
Teori lain yang dapat digunakan adalah teori komunikasi dua arah atau model
interaksional (Wilbur Schramm, 1954). Model ini bisa juga disebut sirkular, yakni terus
melingkar antara penerima dan pengirim sehingga komunikasi selalu berlangsung.
Seharusnya, pihak PT. Tanabe menggunakan pendekatan model ini. Selama ini, PT. Tanabe
hanya menyampaikan tindakan apa yang akan mereka lakukan dan tidak memberikan
perhatian pada feedback/tanggapan dari masyarakat sehingga komunikasi terputus di tengah-
tengah. Model interaksional juga menempatkan sumber dan penerima memiliki kedudukan
yang sederajat. Untuk membentuk hubungan yang baik diantara keduanya, harus berlaku
komunikasi dua arah.

11. Simpulan
- Dampak Positif dengan keberadaan PT. Tanabe adalah terserapnya tenaga kerja dari
daerah sekitar kawasan pabrik PT. Tanabe, dilakukannya program CSR untuk
masyarakat di sekitar dengan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi,
santunan kepada anak yatim pada bulan Ramadhan, dan hewan kurban. Selain dampak
positif, terdapat pula dampak negatif akibat asumsi masyarakat dan miskomunikasi yang
terjadi, yakni masalah pemcemaran air (warga suli memperoleh air bersih dan pengairan
sawah terhambat) dan kemacetan di jalan raya di sekitar kawasan industri.
- Konfilk yang terjadi dikarenakan miskomunikasi antara kedua belah pihak karena
komunikasi yang tidak efektif.
- Agar komunikasi masyarakat dengan pihak PT. Tanabe lebih baik, perlu dilakukan
adalah peningkatan frekuensi komunikasi dan penggunaan media komunikasi yang lebih
mendalam. Selain itu, kedua pihak sebaiknya saling memerhatikan feedback/tanggapan
yang diungkapkan sehingga ke depannya mampu saling mengerti dan mengevaluasi.

12. Saran
Masyarakat berkomunikasi aktif
Peran RT RW sebagai media perantara yang tidak membuat miskomunikasi antara
kedua belah pihak
Pihak PT. Tanabe lebih responsif terhadap masyarakat
Pertemuan diskusi antara masyarakat dengan PT. Tanabe dilakukan secara rutin

13. Daftar Pustaka


- Kurniati, Renie.2010. http://reniekurniati.blogspot.co.id/2010/11/macam-macam-
teori-komunikasi.html. (diakses pada tanggal 20 Oktober 2016)
- Lestari, Puji. 2013. http://puziebd.blogspot.co.id/2013/04/macam-macam-teori-
komunikasi.html . Diakses tanggal 20 Oktober 2016.

- http://communicationtheory.org/media-dependency-theory/ ,
http://nayudin.blogspot.co.id/2015/04/macam-macam-teori-komunikasi-
massa.html

- https://muktikomunikasi.blogspot.co.id/2014/03/teori-penilaian-sosial.html

- http://jufri-alkatiri.blogspot.co.id/2005/04/komunikasi-dalam-teori-konflik.html