You are on page 1of 16

I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sistem agribisnis merupakan satu kesatuan dari berbagai subsistem yang terkait dalam
bidang agribisnis. Sistem agribisnis terbagi ke dalam empat subsistem yang saling berkaitan
satu sama lain yaitu Subsistem input produksi, sistem budidaya, sistem pengolahan dan sistem
pemasaran. Dalam bab ini akan dibahas lebih jauh mengenai subsisteminput dan sarana
produksi. Subsisteminput dan sarana produksi merupakan subsistemhulu yang berperan dalam
mendukung subsistemlainnya di dalam agribisnis
Dalam makalah kali ini kelompok kami akan membahas mengenai subsistem input dan
sarana produksi dengan membangun sebuah usaha penyediaan bahan pakan dan sarana
produksi pakan ayam ras petelur. Seperti yang di ketahui bahwa pakan merupakan komponen
terbesar dalam struktur pembiayaan budidaya ayam ras petelur. Selain itu pakan juga
merupakan komponen terpenting dalam proses budidaya yakni menentukan keberhasilan
sebuah budidaya sebanyak 70% sedangkan sisanya adalah genetik sebanyak 20% dan
manajemen pemeliharaan sebanyak 10%. Karena itulah kelompok kami memilih untuk
membuka di bidang ini karena selain usahanya yang cukup mudah juga memiliki peluang yang
sangat besar.
Selama ini belum banyak usaha jenis ini yang berdiri karena banyak para peternak yang
menggantungkan pakan mereka kepada koperasi. Padahal kualitas pakan yang disediakan
koperasi memiliki kualitas yang tidak begitu baik. Pada dewasa ini banyak koperasi yang lebih
mementingkan keuntungan organisasi di banding dengan kesejahteraan peternak sehingga
mereka memilih bahan yang berkualitas kurang baik untuk di jadikan tetapi mereka mematok
harga yang cukup mahal. Padahal pakan ini sangat berpengaruh dalam proses produksi telur
bagi ayam ras petelur. Dimana 70% indikator keberhasilan sebuah budidaya ayam ras petelur
adalah dipengaruhi oleh pakan. Jadi dalam hal ini pakan harus memiliki kandungan nutrisi yang
sesuai dengan kebutuhan ayam baik kebutuhan hidup pokok maupun kebutuhan produksi.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan Subsistem Input dan Sarana Produksi?
2. Apa yang dimaksud dengan Usaha Subsistem Input dan Sarana Produksi Ayam
Ras Petelur?
3. Apa yang dimaksud dengan Usaha Penyediaan Bahan Pakan, SaranaProduksi
Pakan dan Jasa Penyusunan Ransum Ayam Ras Petelur?
4. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan?
5. Apa yang dimaksud dengan Pengorganisasian?
6. Apa yang dimaksud dengan Penyusunan Staff?
7. Apa yang dimaksud dengan Pengarahan?
8. Apa yang dimaksud dengan Pengawasan?

1.3. Maksud dan Tujuan


1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan SubsistemInput dan Sarana Produksi.
2. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Usaha Subsistem Input dan Sarana Produksi
Ayam Ras Petelur.
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Usaha Penyediaan Bahan Pakan, Sarana
Produksi Pakan dan Jasa. Penyusunan Ransum Ayam Ras Petelur.
4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Perencanaan.
5. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Pengorganisasian.
6. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Penyusunan Staff.
7. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Pengarahan.
8. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Pengawasan.
II
PEMBAHASAN

2.1.SubsistemInput dan Sarana Produksi


Sistem agribisnis merupakan satu kesatuan dari berbagai subsistem yang terkait dalam
bidang agribisnis. Sistem agribisnis terbagi ke dalam empat subsistem yang saling berkaitan
satu sama lain yaitu Subsistem input produksi, sistem budidaya, sistem pengolahan dan sistem
pemasaran. Dalam bab ini akan dibahas lebih jauh mengenai subsisteminput dan sarana
produksi. Subsisteminput dan sarana produksi merupakan subsistemhulu yang berperan dalam
mendukung subsistemlainnya di dalam agribisnis (Firman etc, 2008).

2.1.1. Arti Penting Input dan Sarana produksi


Keberadaan subsistem produksi todak dapat lepas dari dukungan subsistem input dan sarana
produksi karena subsistem produksi sangat membutuhkan sarana dan input produksi untuk
berproduksi. Bedasarkan Downey dan Erickson (1897) menyebutkan bahwa sektor penyedia
sarana dan input telah memberikan sebesar US$ 135,5 milyar ke sektor produksi kepada para
produsen pertanian di Amerika Serikat. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad
Firman (2001 dan 2004) terhadap dampak penyebaran sektor agroindustri di Indonesia dan di
Provinsi Jawa Barat menyebutkan bahwa baik di Indonesia maupun di Jawa Barat keberadaan
sektor agroindustri mampu mendorong peningkatan sektor hulunya, yaitu sektor penyedia
sarana dan input industri. Semakin tinggi output yang dihasilkan maka kebutuhan akan input
dan sarana industri pun semakin meningkat.
Berdasarkan uraian diatas, maka keberadaan sektor penyedia sarana dan input produksi
mempunyai arti penting atau manfaat sebagai berikut :
1. Menyokong kegiatan subsistem produksi atau budidaya dan subsistem pengolahan.
2. Secara makro ekonomi, subsistem ini mampu memberikan nilai kontribusi pendapatan
terhadap perekonomian.
3. Keberadaan subsistem ini berdampak pada penyediaan lapangan pekerjaan.
4. Membantu meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal yang akan dimanfaatkan oleh
subsistem produksi atau budidaya dan subsistem pengolahan..
5. Dengan meningkatnya sektor produksi atau budidaya, maka investasi di sektor penyedia
sarana dan input produksi pun akan meningkat pula (Firman etc, 2008).

2.1.2. Penyediaan Sarana produksi


Dewasa ini, kegiatan budidaya dibidang agribisnis memanfaatkan sekitar 70% dari sarana
dan input produksi yang masuk ke sekitar produksi. Oleh karena itu, sektor penyedia sarana dan
input produksi yang efisien, yang mampu memasok kebutuhan saran dan input produksi secara
tepat waktu, kualitas yang baik, dan jumlah yang tepat merupakan penentu untuk
mempertahankan peningkatan efisiensi produksi yang telah dicapai pada periode yang lalu.
Ketergantungan sektor produksi atau budidaya dalam bidang agribisnis terhadap sektor
penyedia sarana dan input produksi (sektor hulu) merupakan hubungan bolak-balik dan saling
ketergantungan ini tercermin dan perbaikan dari input dan sarana yang dihasilkan oleh sektor
budidaya atau produksi. Sedangkan sektor budidaya memerlukan sarana dan input produksi
yang berkualitas dan tepat waktu untuk operasionalisasi dari kegiatan budidaya atau produksi.
Ada dua produk yang dihasilkan oleh sektor hulu yaitu sarana produksi dan input produksi
(Firman etc, 2008).
1. Sarana Produksi Agribisnis Peternakan
Sarana produksi yang diperlukan dalam bidang agribisnis terkait dengan penyediaan
peralatan dan mesin (Alsin) dalam bidang agribisnis. Peralatan dan mesin dalam bidang
agribisnis ini sangat berguna untuk meningkatkan produktivitas dalam bidang agribisnis.
Penggunaan peralatan dan mesin dalam bidang agriibisnis terus mengalami perbaikan sesuai
dengan perkembangan teknologi. Biasanya petani atau peternak tradisional cenderung
menggunakan peralatan yang sederhana sedangkan untuk pertanian/peternakan modern
menggunakan peralatan dan mesin yang relatif modern dan canggih yang ditujukan untuk
efisiensi dan efektivitas produksi (Firman etc, 2008).
2. Input Produksi
Input produksi merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan proses produksi. Sifat
dari input produksi atau disebut juga input variabel adalah input yang habis penggunaannya
dalam satu kali proses produksi. Beberapa kategori yang dimasukan ke dalam input produksi
adalah bakalan ternak, DOC, pakan ternak, dan sebagainya (Firman etc, 2008).
2.2.Usaha Subsistem Input dan Sarana Produksi Ayam Ras Petelur
Usaha subsistem input dan sarana produksi dalam dunoa peternakan sangatlah bervariasi.
Termasuk juga dalam proses pemeliharaan ayam ras petelur. Untuk mendorong proses
budidaya diperlukan beberapa aspek yang termasuk ke dalam subsistem input dan sarana
produksi.
Struktur biaya pada usaha ternak ayam ras petelur banyak yang termasuk ke dalam
subsistem input dan sarana produksi yaitu :
No Komponen Biaya Rata-rata (%)
1 DOC 4,46
2 Pakan 89,03
3 Obat dan Vitamin 0,21
4 Energi 0,18
5 Sekam 0,04
6 Tenaga Kerja 4,28
7 Penyusutan 1,79
Total 100
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa subsistem ini sangat berpengaruh dalam kelangsungan
budidaya ayam petelur. Jika salah satu dari komponen hilang maka proses budidaya tidak akan
berjalan dengan baik.
Untuk itulah sekarang ini banyak sekali usaha yang bergerak di subsistem ini yang banyak
dilakukan oleh masyarakat maupun pihak swasta. Mereka sudah tidak ragu lagi untuk
berinvestasi di dalam bidang ini karena melihat keuntungan dan peluang yang sangat besar.
Berikut adalah beberapa contoh investasi yang dilakukan oleh masyarakat dan pihak swasta.
Masyarakat Swasta
1. Lahan 1. Sarana Produksi Bibit Ternak
2. Kandang 2. Bahan Pakan dan Sarana Produksi
3. Bibit Ayam Ras Pakan
4. Pakan 3. Sarana Pengolahan Pasca Panen
5. Obat-obatan 4. Sarana produksi dan Obat-Obatan
6. Sarana Produksi
7. Tenaga Kerja

2.3. Usaha Penyediaan Bahan Pakan, Sarana Produksi Pakan dan Jasa Penyusunan
Ransum Ayam Ras Petelur
Dalam makalah kali ini kelompok kami akan membahas mengenai subsistem input dan
sarana produksi dengan membangun sebuah usaha penyediaan bahan pakan dan sarana
produksi pakan ayam ras petelur. Seperti yang di ketahui bahwa pakan merupakan komponen
terbesar dalam struktur pembiayaan budidaya ayam ras petelur. Selain itu pakan juga
merupakan komponen terpenting dalam proses budidaya yakni menentukan keberhasilan
sebuah budidaya sebanyak 70% sedangkan sisanya adalah genetik sebanyak 20% dan
manajemen pemeliharaan sebanyak 10%. Karena itulah kelompok kami memilih untuk
membuka di bidang ini karena selain usahanya yang cukup mudah juga memiliki peluang yang
sangat besar.
Selama ini belum banyak usaha jenis ini yang berdiri karena banyak para peternak yang
menggantungkan pakan mereka kepada koperasi. Padahal kualitas pakan yang disediakan
koperasi memiliki kualitas yang tidak begitu baik. Pada dewasa ini banyak koperasi yang lebih
mementingkan keuntungan organisasi di banding dengan kesejahteraan peternak sehingga
mereka memilih bahan yang berkualitas kurang baik untuk di jadikan tetapi mereka mematok
harga yang cukup mahal. Padahal pakan ini sangat berpengaruh dalam proses produksi telur
bagi ayam ras petelur. Dimana 70% indikator keberhasilan sebuah budidaya ayam ras petelur
adalah dipengaruhi oleh pakan. Jadi dalam hal ini pakan harus memiliki kandungan nutrisi yang
sesuai dengan kebutuhan ayam baik kebutuhan hidup pokok maupun kebutuhan produksi.

2.4.Perencanaan
1. Perencanaan Jenis usaha
Sebagai tindak dari banyaknya bahan pakan yang kurang berkualitas diberikan pada ternak
maka kelompok kami memiliki rencana untuk membangun usaha penyediaan bahan pakan,
konsultasi pembuatan ransum serta penyediaan sarana produksi untuk pengolahan pakan. Usaha
ini didirikan karena dinilai layak untuk mampu bersaing dengan beberapa usaha sejenis yang
masih dimiliki oleh koperasi saja.
2. Perencanaan Alasan, Lokasi, Bentuk dan Waktu Usaha
Usaha yang kami dirikan ini adalah sebuah usaha yang terintegrasi dimana kami berperan
sebagai perusahaan inti yang menyediakan layanan pembelian bahan baku pakan, pakan jadi,
peralatan pengolahan pakan serta jasa konsultasi untuk pembuatan ransum ayam.
Usaha ini akan dilaksanakan di daerah Lamongan, Malang. Daerah ini dipilih karena daerah
ini merupakan salah satu daerah yang mengembangkan sentra budidaya ayam ras petelur
(Anonim, 2014).
Usaha ini akan dilaksanakan pada awal tahun 2015 dengan periode usaha satu tahun
percobaan, kemudian periode proses pengembangan usaha. Usaha ini didirikan oleh kami
sebagai kelompok dengan beranggotakan enam orang yang memiliki tugas dan peranan yang
berbeda.
3. Pelaksanaan
a. Analisis Usaha
Usaha ini layak dilaksanakan karena memiliki kekuatan (strength) diantaranya :
1) Banyaknya limbah hasil penggilingan dan industri makanan yang terbuang dan dapat
dimanfaatkan.
2) Tersedianya tenaga kerja yang merupakan masyarakat sekitar dan peternak kecil.
3) Banyaknya perusahaan dan peternakan yang belum melakukan pengolahan pakan
sendiri.
Selain kekuatan ada juga kelamahan dari Levin adalah :
1) keterampilan peternak yang masih rendah
2) keterbatasan modal usaha.
3) Transportasi bahan pakan yang jauh dan angkutan yang tidak memadai.
Peluang usaha :
1) Permintaan pasar yang tinggi.
2) Adanya lembaga permodalan/bank
3) Peningkatan peranan agribisnis dan agroindustri
4) Kemajuan teknologi.
5) Adanya pola kemitraan.
Ancaman Usaha :
1) Kondisi ekonomi yang belum stabil
2) AFTA 2015
3) Pajak dan retribusi
b. Permodalan
Modal berasal dari patungan atau iuran anggota kelompok dan juga berasal dari investasi
bank. Sistem perkreditan berlaku dengan perjanjian dan adanya jaminan serta adanya
pengawasan dari pihak bank untuk mengawasi perkembangan usaha.

c. Bentuk Usaha
Bentuk usaha yang akan dibentuk adalah sebuah perusahaan inti dengan memiliki beberapa
plasma inti yaitu beberapa peternak kecil dan juga beberapa perusahaan yang membutuhkan
suplay bahan pakan, peralatan serta konsultasi tentang pembuatan ransum untuk ayam ras
petelur. Peternak-peternak inilah yang akan menjadi klien tetap bagi kami, kami juga
menyediakan fasilitas dan sarana bagi peternak yang ingin bergabung ke dalam perusahaan inti
kami. Perusahaan inti kami ini tidak hanya memberikan sarana produksi kemudian meliki
prinsip bagi hasil. Kami melakukan pemotongan terhadap hasil dari panen tetapi tidak sebagai
setoran melainkan sebagai jalan untuk mengembalikan modal, hingga suatu saat ternak itu bisa
dimiliki sendiri oleh peternak saat pengembalian modal telah selesai.
d. Kegiatan Usaha
Kegiatan usaha ini dimulai dari :
1) Identifikasi dan Pengumpulan Data Bahan Pakan dan Sarana Produksi Pakan
Bahan pakan kami suplay langsung dari produsen bahan, seperti bungkil kedelai kami
datangkan langsung dari penggilingan kedelai, begitu juga dengan bahan pakan lainnya.
Sebelum penerimaan bahan, bahan yang baru datang harus menjalani beberapa rangkaian test
untuk memastikan kualitas maupun kandungan zat gizi dalam bahan pakan benar-benar terjaga
dan berkualitas no 1. Dalam hal ini bahan pakan harus lolos dari tes fisik dan juga kimia yang
dilakukan di dalam laboratorium.
Selain itu bahan pakan juga dilihat dari segi ekonomis diusahakan agar bahan pakan yang
dibeli tidak terlalu mahal dan sesuai dengan standar agar kami sebagai perusahaan juga tidak
menjual pakan jadi dengan harga yang tinggi tapi harus terjangkau bagi peternak.
Bahan pakan juga harus memenuhi standar syarat sebagai berikut :
a) Bahan baku pakan (berdasarkan kebutuhan, sumber protein, sumber energi).
b) Nutrisi yang diperlukan
c) Analisis bahan pakan, dan
d) Standar maksimal dan minimal bahan dalam pakan.
2) Pemilihan Tenaga Kerja
Dalam hal ini tidak semua orang dapat menjado karyawan di perusahaan kami.
Melaikan hanya beberapa orang yang harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Dibahas
lebih lanjut dalam fungsi penyusunan staff.
3) Proses Pembuatan
Proses pembuatan pakan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu tahap mekanis dan
biologis. Tahap mekanis tahapan dimana pakan diproses sedemikian rupa mulai dari
penggilingan, pencampuran sampai dengan pengemasan. Selain itu ada juga tahapan
biologis yakni tahap dimana pakan/ransum jadi diberikan untuk mengetahui bagaimana
respon ternak terhadap ransum yang dibuat.
4) Proses Konsultasi
Konsultasi dilakukan secara berkala untuk mengetahui bagaimana respon ayam ras
petelur terhadap perubahan iklim. Konsultasi sebenarnya hanya sebatas penyampaian
bagamaimana proses pembuatan rasum dan perhitungan agar sesuai denga kebutuhan
sapi.
5) Pemasaran
Produk yang dihasilkan ada 3 yaitu pernak-pernik lainnya, yaitu dia pandai mengaji, rajin
solayt dan tentu saja jarang mengeluarkan uang.

2.5.Pengorganisasian
1. Bentuk Organisasi
Bentuk Organisasi yang dipilih yaitu Garis dan fungsional yang merupakan suatu bentuk
organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dan sepenuhnya dari
pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing-masing pejabat, manajer
ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi
hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel dan
sebagainya. Ciri-ciri organisasi ini adalah :
a. Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung.
b. Karyawan banyak.
c. Organisasi besar.
d. Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi.
1) Personel lini
2) Personel staff

Gambar 2.3. Bentuk Struktur Organisasi Garis dan Staff

2. Pedoman Tugas
Pada struktur ini terdapat pembagian tugas yang cukup jelas dimana manajer bertugas untuk
memberikan arahan kepada bawahannya. Kemudian Staf bertugas membantu manager
untuk menyelesaikan masalah dengan baik.

2.6.Penyusunan Staff
1. Perekrutan Karyawan
Perekrutan karyawan dilakukan melalui beberapa rangkaian yaitu :
a. Pemilihan media iklan lowongan
b. Proses desain iklan lowongan pekerjaan
c. Seleksi administratif calon karyawan
d. Interview awal, biasanya dengan HRD
e. Interview dengan user
f. Pemilihan kandidat
g. Negosiasi gaji
2. Kriteria Tenaga Kerja
a. Manager
S1 Jurusan Peternakan atau Nutrisi Ternak
Mempunyai pengalaman memimpin selama kurang lebih 3 tahun
Berani mengambil resiko, mempu memberikan motivasi dan panutan terhadap
bawahan.
Memiliki banyak relasi
Kreatif dan Inovatif
Menguasai bahasa Inggris
b. Staff
Min d3 jurusan administrasi, peternakan atau Nutrisi
Menguasai bahasa inggris
Berpenampilan menarik, mampu berkomunikasi dengan baik.
Pengalaman minimal 1 tahun.
Memahami tugas rutin
Mempunyai banyak relasi.
c. HRD
1) Sarjanan Oksigen
2) Pengalaman sebagai personalia sebesar 10.000/bulan. Menguasai tegas, teleon
dan mampu mengelakan kamu.
3) Bekerja di dala segala kondodo
4) Sccounting
d. Kepala Bagian
1) Minimal D3 manejen
2) Cakap
3. Pengembangan Potensi Tenaga Kerja agar dapat Bekerja Optimal untuk
Perusahaan
a. Dilakuka melalui training sebelum masuk perusahaan

2.7.Pengarahan
1) Top Manager
Top manager bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan
mengarahkan jalannya perusahaan secara spesifik yang nantinya diarahkan kepada
manager produksi, manager pakan dan manager input produksi secara spesifik agar
kegiatan produksi ini berjalan sesuai dengan tujuan.
2) Manager Produksi
Manager produksi memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat
dalam proses produksi
3) Manager Pakan
Manager pakan memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam
proses pembuatan pakan, pengolahan pakan dan pemberian pakan pada domba.
4) Manager Input Produksi
Manager input memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam
proses pengadaan.
5) Staff Produksi
Staff produksi memiliki tugas yang berkaitan langsung dengan proses produksi maupun
yang berkaitan dengan kegiatan produksi tersebut seperti perencanaan produksi, pengelolaan
produk, hingga pengawasan proses produksi.

4. Pengawasan
Pada persediaan hbahan pakan ternak, untuk pembuatan konsentrat, bahan diperoleh dari
distribtor atau pengecer yang dipesan setiap satu kali dalam seminggu, dalam sekali produksi
konsentrat, masing-masing bahan baku yang diperlukan sebanyak, 50% dari hasil produksi
konsentrat langsung dijual ke pengecer dan sisanya digunakan untuk pemberian pakan pada
ternak. Semua alat dan mesin dipakai rata-rata selama enam jam setiap harinya dan dilakukan
pengecekan atau perawatan secara berkala sebanyak satu kali dalam sebulan.
III
KESIMPULAN

Sistem agribisnis merupakan satu kesatuan dari berbagai subsistem yang terkait dalam
bidang agribisnis. Sistem agribisnis terbagi ke dalam empat subsistem yang saling
berkaitan satu sama lain yaitu Subsistem input produksi, sistem budidaya, sistem
pengolahan dan sistem pemasaran.
Keberadaan subsistem produksi todak dapat lepas dari dukungan subsistem input dan
sarana produksi karena subsistem produksi sangat membutuhkan sarana dan input
produksi untuk berproduksi
Usaha subsistem input dan sarana produksi dalam dunoa peternakan sangatlah bervariasi.
Termasuk juga dalam proses pemeliharaan ayam ras petelur. Untuk mendorong proses
budidaya diperlukan beberapa aspek yang termasuk ke dalam subsistem input dan sarana
produksi.
Seperti yang di ketahui bahwa pakan merupakan komponen terbesar dalam struktur
pembiayaan budidaya ayam ras petelur. Selain itu pakan juga merupakan komponen
terpenting dalam proses budidaya yakni menentukan keberhasilan sebuah budidaya
sebanyak 70% sedangkan sisanya adalah genetik sebanyak 20% dan manajemen
pemeliharaan sebanyak 10%. Karena itulah kelompok kami memilih untuk membuka di
bidang ini karena selain usahanya yang cukup mudah juga memiliki peluang yang sangat
besar.
Sebagai tindak dari banyaknya bahan pakan yang kurang berkualitas diberikan pada
ternak maka kelompok kami memiliki rencana untuk membangun usaha penyediaan
bahan pakan, konsultasi pembuatan ransum serta penyediaan sarana produksi untuk
pengolahan pakan. Usaha ini didirikan karena dinilai layak untuk mampu bersaing
dengan beberapa usaha sejenis yang masih dimiliki oleh koperasi saja.
Bentuk Organisasi yang dipilih yaitu Garis dan fungsional yang merupakan suatu bentuk
organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertical dan sepenuhnya
dari pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing-masing pejabat, manajer
ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah
tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan, keuangan,
personel dan sebagainya.
Proses penyusunan staff terdiri dari Perekrutan karyawan, Kriteria Tenaga Kerja dan
Pengembangan Potensi Tenaga Kerja agar dapat Bekerja Optimal untuk Perusahaan
Pada persediaan bahan pakan ternak, untuk pembuatan konsentrat, bahan diperoleh dari
distribtor atau pengecer yang dipesan setiap satu kali dalam seminggu, dalam sekali
produksi konsentrat, masing-masing bahan baku yang diperlukan sebanyak, 50% dari
hasil produksi konsentrat langsung dijual ke pengecer dan sisanya digunakan untuk
pemberian pakan pada ternak. Semua alat dan mesin dipakai rata-rata selama enam jam
setiap harinya dan dilakukan pengecekan atau perawatan secara berkala sebanyak satu
kali dalam sebulan.
DAFTAR PUSTAKA

Adang. 2008. Pedoman Pemeliharaan Ayam Ras Petelur. Bandung; online


http://books.google.co.id (diakses tanggal 20 Oktober 2014)

Anonim. 2014. Lamongan Kembangkan Sektor Ayam Ras Petelur. Surabaya;


http://surabaya.tribun.com (diakses tanggal 20 Oktober 2014)

Anonim. 2013. Tahapan Recruitment Karyawan. Online. http://maribelajarhrd.wordpress.com


(diakses tanggal 20 Oktober 2014).

Firman, Ahmad dan Rochadi Tawaf. 2008. Manajemen Agribisnis Peternakan. Bandung : Unpad
Press

Wisnu. 2014. Analisis SWOT- Mengintip Peluang Usaha Pakan Ternak Ayam Ras. Online.
http://wisnuekop.mhs.narotama.ac.id (diakses tanggal 20 Oktober 2014).