You are on page 1of 10

DAFTAR ISI

BAGIAN I PONDASI AKUNTANSI MANAJEMEN PUBLIK


BAB 1. TUJUAN ORGANISASI PUBLIK SEBAGAI INDIKATOR PRESTASI
1.1 Pengertian dan Karakteristik Organisasi Publik
1.1.1 Pengertian organisasi publik
1.1.2 Tujuan Organisasi Publik
1.1.2.1 Definisi tujuan organisasi publik
1.1.2.2 Pentingnya tujuan organisasi
1.1.3 Karakteristik organisasi publik
1.1.4 Prinsip organisasi publik
1.2 Indikator Prestasi Organisasi Publik
1.2.1 Latar Belakang Indikator Prestasi Organisasi Publik
1.2.2 Pengertian indikator Prestasi Organisasi Publik
1.2.3 Karakteristik Indikator Prestasi
1.2.4 Komponen Indikator Prestasi
1.2.5 Fungsi dan Manfaat Indikator Prestasi
1.2.6 Kriteria Indikator Prestasi
1.3 Kesejahteraan Publik Sebagai Indikator Prestasi
1.3.1 Definisi Kesejahteraan Publik
1.3.2 Tipe Indikator Kesejahteraan Publik
1.3.3 Indikator Prestasi Kesejahteraan Publik (sub bab Pendidikan, Kesehatan, Fasilitas
rumah tangga, Aset rumah tangga dihapus)
1.4 Pentahapan Tujuan Organisasi Publik Sebagai Indikator Prestasi
1.4.1 Tahapan Pengukuran Kinerja dengan Indikator Prestasi
1.4.2 Pengembangan indikator prestasi
1.4.2.1 Kriteria mengembangankan indikator prestasi (dulu 1.4.3.)
1.4.2.2 Langkah-langkah dalam Memilih Indikator Kinerja (dulu 1.4.4.)
1.5 Kepatuhan dalam penggunaan Indikator Prestasi
1.5.1 Penggunaan indikator prestasi
1.5.2 Penerapan indikator prestasi pada Lembaga Pelayanan Publik
1.5.3 Tantangan Penerapan indikator prestasi pada Lembaga Pelayanan Publik
1.6 Pengalaman Negara Lain tentang Kepatuhan terhadap Indikator Prestasi (Wujud Indikator
Prestasi di Berbagai Negara, Manfaat dan Kerugian)
1.6.1 Australia
1.6.2 Inggris
1.6.3 Amerika
BAB 2. LINGKUP AKUNTANSI MANAJEMEN PUBLIK: PERANAN AKUNTANSI
DALAM ORGANISASI PELAYANAN PUBLIK
2.1 Kerangka Konseptual Akuntansi Manajemen Sektor Publik
2.1.1 Pengertian Akuntansi Manajemen Sektor Publik
2.1.2 Ruang Lingkup Akuntansi Manajemen Sektor Publik
2.1.3 Sejarah Perkembangan Akuntansi Manajemen Sektor Publik
2.1.3.1 Sejarah akuntansi manajemen sector publik
2.1.3.2 Perkembangan akuntansi manajemen sector publik
2.1.4 Peran dan Tujuan Akuntansi Manajemen Sektor Publik
2.2 Empat Pondasi Akuntansi Manajemen Publik:
2.2.1 Akuntansi
2.2.2 Organisasi
2.2.2.1 Sistem organisasi Sektor publik
2.2.2.2 struktur organisasi akuntansi sektor publik
2.2.2.2.1 Pengertian struktur organisasi
2.2.2.2.2 Elemen struktur organisasi
2.2.2.2.3 Desain struktur organisasi
2.2.2.2.4 Faktor penentu struktur organisasi
2.2.2.2.5 Bentuk-bentuk Struktur Organisasi Publik
2.2.2.2.6 Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik dalam Organisasi
2.2.3 Psikologi
2.2.4 Perilaku
2.2.4.1 Latar belakang akuntansi perilaku (belum ada)
2.2.4.2 Konsep keperilakuan (belum ada)

2.3 Peranan Teknologi dalam (pondasi) Akuntansi Manajemen Publik


2.3.1 akuntansi
2.3.2 organisasi
2.3.3 psikologi
2.3.4 perilaku

2.4 contoh penerapan teknologi dalam (pondasi) akuntansi manajemen sector publik
2.4.1 akuntansi
2.4.2 organisasi
2.4.3 psikologi
2.4.4 perilaku

BAB 3. IDENTIFIKASI KESENJANGAN PENCAPAIAN DAN DAMPAKNYA


3.1 Kesenjangan
3.1.1 Pengertian Kesenjangan
3.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Kesenjangan
3.1.3 Prinsip Dasar dalam Identifikasi Kesenjangan
3.1.4 Tujuan Identifikasi Kesenjangan
3.1.5 Penentuan Tingkat Peringkat Kebutuhan
3.1.6 Kelebihan dan Kekurangan Analisis Kesenjangan
3.2 Sistem Identifikasi Kesenjangan
3.3 Siklus Identifikasi Kesenjangan
3.4 Teknik Indentifikasi Kesenjangan (pembandingan)
3.5 Contoh gap analisis Organisasi Publik

BAB 4. TEKNOLOGI PERENCANAAN PRESTASI : 3E dan BSC


4.1 Teori Teknologi Perencanaan Prestasi: 3E dan BSC
4.1.1 Definisi Key Performance Indikators (Indikator Kinerja) (definisi teknologi perencanaan
prestasi)
4.1.1.1 3E
4.1.1.1.1 Pengertian konsep 3e
4.1.1.1.2 Manfaat utama mempromosikan prinsip 3e
4.1.1.1.3 Tanggung jawab untuk 3e
4.1.1.1.4 Pendekatan untuk 3e
4.1.1.2 BSC
4.1.1.2.1 Pengertian konsep bsc
4.1.1.2.2 Logika Penyusunan Balanced Scorecard
4.1.1.2.3 Karakteristik bsc
4.1.2 Prinsip Perencanaan 3E (Ekonomis, Efisien dan Efektif) dan BSC
4.1.2.1 Prinsip Perencanaan 3E (Ekonomis, Efisien dan Efektif)
4.1.2.2 Prinsip Perencanaan BSC
4.1.3 Strategi Penerapan 3E dan BSC sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi
Publik
4.1.3.1 Strategi Penerapan 3E sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi
Publik
4.1.3.1.1 Pengertian perencanaan strategis
4.1.3.1.2 Langkah-langkah dalam Perencanaan Strategis & Manajemen?
4.1.3.1.3 Kriteria ini digunakan untuk menilai perencanaan
4.1.3.1.4 Permasalahan yang timbul dalam penerapan 3E
4.1.3.1.5 Kunci keberhasilan penerapan 3E
4.1.3.2 Strategi Penerapan BSC sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi
Publik
4.1.3.2.1 Pengertian perencanaan strategis
4.1.3.2.2 Langkah-langkah dalam Perencanaan Strategis & Manajemen?
4.1.3.2.3 Kriteria ini digunakan untuk menilai perencanaan
4.1.3.2.4 Permasalahan yang timbul dalam penerapan Balanced Scorecard
4.1.3.2.5 Kunci keberhasilan penerapan Balanced Scorecard
4.2 Sistem Teknologi Perencanaan Prestasi: 3E dan BSC
4.2.1 Penerapan 3E sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi Publik
4.2.1.1 Penerapan pendekatan dalam 3 e
4.2.1.2 Alur prosedur 3E
4.2.2 Penerapan BSC sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi Publik
4.2.2.1 Kerangka balance scorecard
4.2.2.2 Alur prosedur BSC
4.3 Siklus Teknologi Perencanaan Prestasi: 3E dan BSC
4.3.1 Siklus Penerapan 3E Sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi Publik
4.3.1.1 fokus strategis
4.3.1.2 penilaian
4.3.1.3 Perubahan perencanaan dan pelaksanaan
4.3.1.4 Perbaikan terus menerus
4.3.2 Siklus Penerapan BSC Sebagai Indikator Kinerja dalam Perencanaan Organisasi Publik
4.3.2.1 fokus strategis
4.3.2.2 penilaian
4.3.2.3 Perubahan perencanaan dan pelaksanaan
4.3.2.4 Perbaikan terus menerus
4.4 Teknik Teknologi Perencanaan Prestasi: 3E dan BSC
4.4.1 Teknik 3E
4.4.1.1 teknik perencanaan
4.4.1.2 teknik pengukuran
4.4.2 Teknik BSC
4.4.2.1 teknik perencanaan
4.4.2.2 teknik pengukuran
4.5 Contoh Teknologi Perencanaan Prestasi: 3E dan BSC
4.5.1 Penerapan 3E Sebagai Indikator Kinerja Dalam Perencanaan Organisasi Publik
4.5.2 Penerapan BSC Sebagai Indikator Kinerja Dalam Perencanaan Organisasi Publik

BAGIAN II INDIKATOR PRESTASI SEBAGAI DASAR KEPUTUSAN


PUBLIK
BAB 5. KEPEMIMPINAN DALAM PENCAPAIAN INDIKATOR PRESTASI
5.1 Teori Kepemimpinan Dalam Pencapaian Indikator Prestasi
5.1.1 Definisi Kepemimpinan
5.1.2 Jenis-Jenis Kepemimpinan terkait Indikator Prestasi Publik
5.1.3 Fungsi Kepemimpinan Dalam Organisasi Publik
5.1.4 Tugas Pemimpin Organisasi Publik
5.1.5 Pengaruh ideology Kepemimpinan dalam Penyusunan, Penentuan dan Realisasi
Indikator Prestasi
5.1.6 Unsur dan Kunci Kepemimpinan
5.1.6.1 Elemen Kepemimpinan
5.1.6.2 Empat Faktor Kepemimpinan
5.1.6.3 Kunci Kepemimpinan Efektif
5.1.6.4 prinsip kepemimpinan
5.1.7 Komponen Kepemimpinan
5.2 Sistem Kepemimpinan Dalam Pencapaian Indikator Prestasi
5.3 Siklus Kepemimpinan Dalam Pencapaian Indikator Prestasi
5.4 Teknik Kepemimpinan Dalam Pencapaian Indikator Prestasi
5.4.1 Pendekatan Sifat (Trait);
5.4.2 Pendekatan Keahlian (Skill);
5.4.3 Pendekatan Gaya (Style);
5.4.4 Pendekatan Situasional;
5.4.5 Pendekatan Kontijensi;
5.4.6 Teori Path-Goal;
5.4.7 Teori Pertukaran Leader-Member;
5.4.8 Pendekatan Transformasional;
5.4.9 Pendekatan Otentik;
5.4.10 Pendekatan Tim;
5.4.11 Pendekatan Psikodinamik.

5.5 Contoh Kepemimpinan dalam Penyusunan, Penentuan dan Realisasi Indikator Prestasi
5.5.1 Pendekatan Sifat (Trait);
5.5.2 Pendekatan Keahlian (Skill);
5.5.3 Pendekatan Gaya (Style);
5.5.4 Pendekatan Situasional;
5.5.5 Pendekatan Kontijensi;
5.5.6 Teori Path-Goal;
5.5.7 Teori Pertukaran Leader-Member;
5.5.8 Pendekatan Transformasional;
5.5.9 Pendekatan Otentik;
5.5.10 Pendekatan Tim;
5.5.11 Pendekatan Psikodinamik.

BAB 6. GAJI DAN KOMPENSASI APARAT PUBLIK


6.1 Teori Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.1.1 Definisi Gaji Dan Kompensasi Aparat Publik
6.1.2 Regulasi Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.1.3 Tujuan Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.1.4 Peranan Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.1.5 Fungsi Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.1.6 Bentuk Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.2 Sistem Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
Indikator Prestasi Aparat Publik Sebagai Dasar Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.2.1 Merit system struktur penggajian berdasarkan tingkat kinerja
6.2.1.1 Pengertian merit sistem
6.2.1.2 Prinsip merit system
6.2.1.3 Penilaian kinerja
6.2.2 struktur penggajian berdasarkan tingkat kompetensi pendidikan
6.3 Siklus Pengelolaan Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.3.1 Prosedur utama
6.3.2 Prosedur khusus
6.4 Teknik Pemberian/Perhitungan Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
6.4.1 Merit sistem
6.5 Contoh Gaji dan Kompensasi Aparat Publik
BAB 7. PERBENDAHARAAN PUBLIKBarang daerah, aset UPT dan BUMD,
Kas Daerah
7.1 Teori Perbendaharaan Dan Organisasi Publik
7.1.1 Definisi Perbendaharaan Pada Organisasi Publik
7.1.2 Regulasi Perbendaharaan Organisasi Publik
7.1.3 Tujuan Perbendaharaan Organisasi Publik
7.1.4 Indikator Prestasi Sebagai Dasar Keputusan Perbendaharaan Publik
7.1.4.1. Pengertian Indikator Prestasi dalam Perbendaharaan Organisasi Publik
7.1.4.2. Tipe Indikator Prestasi dalam Perbendaharaan Publik
7.1.4.3. Pencapaian Manfaat Indikator Prestasi Perbendaharaan Organisasi Publik
7.1.4.4. Penerapan Indikator Prestasi Perbendaharaan Organisasi Publik
7.2 Sistem Perbendaharaan Publik
7.2.1 Barang publik
7.2.1.1 Pengertian barang publik
7.2.1.2 Dasar hukum barang publik
7.2.1.3 Klasifikasi barangpublik
7.2.1.4 Prosedur Pengelolaan barang publik
7.2.2 Kas organisasi publik
7.2.2.1 Pengertian kas organisasi publik
7.2.2.2 Bendahara kas organisasi publik
7.2.2.3 Jenis kas organisasi publik
7.2.2.4 Tujuan manajemen kas organisasi publik
7.2.3 Aset yang dipisahkan(UPT,BLU/D,BUMN/D,)
7.2.3.1 Definisi BUMN
7.2.3.2 Tujuan BUMN
7.2.3.3 Persyaratan BUMN
7.3 Siklus Perbendaharaan Publik
(siklus asp)
7.3.1 Siklus barang publik
7.3.2 Siklus kas publik
7.3.3 aset yang dipisahkan

7.4 Teknik Perbendaharaan Publik


7.4.1 asset ADMINISTRATION
7.4.2 cash ADMINISTRATION
7.4.3 state Owned enterprise ADMINISTRATION
7.5 Contoh Perbendaharaan Dan Organisasi Publik
BAGIAN III INDIKATOR PRESTASI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN
DAN PENGENDALIAN PUBLIK
BAB 8. REGULASI PUBLIK DAN STANDAR-STANDAR AKUNTANSI
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN PUBLIK SEBAGAI LEGITIMASI
8.1 Teori Regulasi Publik Dan Standar-Standar AKuntansi Perencanaan Dan Penganggaran Sebagai
Legitimasi
8.1.1 Pengertian Regulasi Publik
8.1.1.1 Lingkup Regulasi Akuntansi Manajemen Sektor Publik
8.1.1.2 Produk Regulasi Akuntansi Manajemen Sektor Publik
8.1.2 Apakah itu Standar dalam Sektor Publik
8.1.2.1 Tujuan Standar dalam Sektor Publik
8.1.2.2 Manfaat Standar dalam Sektor Publik
8.1.2.3 Kerangka Hubungan antar Standar dalam Sektor Publik
8.1.2.4 Jenis Standar Dalam Sektor Publik
8.1.2.4.1 Standar Pelayanan Minimal
8.1.2.4.1.1 Apa itu Kriteria Hasil Pelayanan Publik atau Standar
Pelayanan Minimal
8.1.2.4.1.2 Regulasi Penyusunan Standar Pelayanan Minimal
8.1.2.4.1.3 Tujuan Penetapan Standar Pelayanan Minimal
8.1.2.4.1.4 Prinsip-Prinsip Standar Pelayanan Minimal
8.1.2.4.2 Standar Nomenklatur
8.1.2.4.2.1 Definisi Nomenklatur
8.1.2.4.2.2 Tujuan Penyusunan Nomenklatur
8.1.2.4.2.3 Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan Dalam Penyusunan
Nomenklatur
8.1.2.4.3 Standar Harga
8.1.2.4.3.1 Definisi Standar harga
8.1.2.4.3.2 Tujuan Penyusunan Standar Harga
8.1.2.4.3.3 Hal-hal Yang Harus Dipertimbangkan Dalam Penyusunan
Standar Harga
8.1.2.4.4 Standar Akuntansi Biaya Organisasi Sektor Publik
8.1.2.4.4.1 Pemahaman Standar Akuntansi Biaya Sektor Publik
8.1.2.4.4.2 Standar Akuntansi Biaya Sektor Publik versus Prinsip-Prinsip
Biaya
8.1.2.4.4.3 Penggunaan Standar Akuntansi Biaya Sektor Publik
8.1.2.4.4.4 Jenis Cakupan Standar Akuntansi Biaya Sektor Publik
8.1.2.4.4.5 Pernyataan Pengungkapan (Disclosure Statement)
8.1.2.4.4.6 Kebutuhan Standar Akuntansi Biaya Sektor Publik
8.2 Sistem Regulasi Publik Dan Standar-Standar AKuntansi Perencanaan Dan Penganggaran Sebagai
Legitimasi
8.2.1 Metode Penyusunan Standar Pelayanan Minimal
8.2.2 Metode Penyusunan Standar Nomenklatur
8.2.2.1 Kode angka urut
8.2.2.2 Kode angka blok
8.2.2.3 Kode angka kelompok
8.2.2.4 Kode angka decimal
8.2.2.5 Kode angka urut didahului dengan huruf
8.2.3 Metode Penyusunan Standar Harga
8.2.4 Metode Penyusunan Standar Akuntansi Biaya Organisasi Sektor Publik
8.3 Siklus Regulasi Publik Dan Standar-Standar AKuntansi Perencanaan Dan Penganggaran Sebagai
Legitimasi
8.3.1 Siklus Penyusunan Regulasi Akuntansi Manajemen Sektor Publik
8.3.1.1 Penulisan Naskah Akademik
8.3.1.2 Penyusunan Rancangan Regulasi Publik
8.3.1.3 Penyusunan Rancangan Regulasi Organisasi Sektor Publik (Untuk Internal
Organisasi)
8.3.2 SIklus Penyusunan Standar Akuntansi Sektor Publik
8.3.2.1 Standar Pelayanan Minimal
8.3.2.2 Standar Nomenklatur
8.3.2.2.1 kompilasi
8.3.2.2.2 diseminasi
8.3.2.3 Standar Harga
8.3.2.4 Standar Akuntansi Biaya Organisasi Sektor Publik
8.4 Teknik Penyusunan Regulasi Publik Dan Standar-Standar AKuntansi Perencanaan Dan
Penganggaran Sebagai Legitimasi
8.4.1 Standar Pelayanan Minimal
8.4.1.1 Tingkat organisasi
8.4.1.2 Tingkat unit organisasi
8.4.2 Standar Nomenklatur
8.4.3 Standar Harga
8.4.4 Standar Akuntansi Biaya Organisasi Sektor Publik
8.5 Contoh Regulasi Publik Dan Standar-Standar AKuntansi Perencanaan Dan Penganggaran Sebagai
Legitimasi
8.5.1 Praktek Regulasi Akuntansi Manajemen Publik
8.5.1.1 Pemerintah Pusat
8.5.1.2 Pemerintah Daerah
8.5.1.3 LSM
8.5.1.4 Yayasan
8.5.1.5 Partai Politik
8.5.2 Standar Akuntansi Perencanaan Dan Penganggaran
8.5.2.1 Standar Pelayanan Minimal
8.5.2.2 Standar Nomenklatur
8.5.2.3 Standar Harga
8.5.2.4 Standar Akuntansi Biaya Organisasi Sektor Publik

BAB 9. PENYUSUNAN PROGRAM SEBAGAI PENURUNAN STRATEGI


PENCAPAIAN
9.1 Teori Penyusunan Program Sebagai Penurunan Strategi Pencapaian
9.1.1 Definisi Program
9.1.2 Tujuan Penyusunan dan Pengusulan Program
9.1.3 Strategi Penyusunan dan Pengusulan Program
9.1.4 Penyusunan Program Sebagai Penurunan Strategi Pencapaian
9.1.4.1 Tujuan
9.1.4.2 Menulis dan evaluasi tujuan
9.1.4.3 Menggunakan rencana untuk mencapai tujuan
9.1.5 Regulasi Penyusunan dan Pengusulan Program
9.1.6 Prinsip-prinsip Penyusunan dan Pengusulan Program
9.2 Sistem Penyusunan Program Sebagai Penurunan Strategi Pencapaian

9.3 Siklus Penyusunan dan Pengusulan Program


9.3.1 Bagian 1. Perencanaan Strategis
9.3.2 Bagian 2. Persiapan untuk Permohonan Proposal
9.3.3 Bagian 3. Penganggaran
9.4 Teknik Penyusunan dan Pengusulan Program
9.4.1 Pertanyaan dan kegiatan
9.4.2 Diagnosis
9.4.3 Kebijakan formulasi
9.4.4 Rencana persiapan (jangka menengah rencana strategis)
9.4.5 Penyusunan rencana operasional tahunan
9.4.6 Pemantauan
9.5 Contoh Penyusunan dan Pengusulan Program Sebagai Penurunan Strategi Pencapaian

BAB 10. ANGGARAN PUBLIK SEBAGAI INPUT PENCAPAIAN


10.1 Teori Anggaran Publik Sebagai Input Pencapaian
10.1.1 Pengertian Anggaran Publik
10.1.2 Fungsi Anggaran Publik
10.1.3 Pengaruh Dan Tujuan Anggaran Publik
10.1.4 Karakteristik Anggaran Publik
10.1.5 Prinsip-Prinsip Anggaran Publik
10.2 Master Anggaran Publik
10.3 Sistem Anggaran Publik Sebagai Input Pencapaian
10.3.1 MASTER PUBLIC BUDGET
10.3.2 Master public budget for Medium term
10.3.3 PROSEDUR COST AND BENEFIT OF PROGRAM
10.4 Siklus Penyusunan Anggaran Publik Sebagai Input Pencapaian
10.4.1 Penetapan Prosedur dan Tim Penganggaran Tahun Terkait
10.4.2 Penetapan Dokumen Standar Harga
10.4.3 Penyebaran dan Pengisian Formulir Rencana Kerja dan Anggaran
10.4.4 Rekapitulasi Kertas Kerja
10.4.5 Menghitung kembali cost and benefit PROGRAM
10.4.6 Pembahasan Perubahan dan Finalisasi Draft Anggaran Pendapatan dan Belanja
10.4.7 Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja
10.5 Teknik Penyusunan Anggaran Publik
10.5.1 TEKNIK PRAKIRAAN PENDAPATAN DAN PENERIMAAN
10.5.2 TEKNIK PRAKIRAAN biaya dan pengeluaran
10.5.3 TEKNIK PRAKIRAAN KESINAMBUNGAN FISKAL BERBASIS HUTANG DAN ASET
10.5.4 TEKNIK PENYUSUNAN ANGGARAN KAS
10.5.5 TEKNIK PENGELOLAAN SURPLUS ATAU DEFISIT
10.6 Contoh Anggaran Publik Sebagai Input Pencapaian

BAB 11. PENGENDALIAN REALISASI program dalam konteks AKUNTANSI


MANAJEMEN PUBLIK

11.1 Teori Pengendalian Realisasi program


11.1.1 Definisi Pengendalian Realisasi program
11.1.2 Pentingnya Pengendalian Realisasi program
11.1.3 Fungsi Pengendalian Realisasi program
11.1.4 Karakteristik Pengendalian Realisasi program
11.1.5 Prinsip Pengendalian Realisasi program
11.2 Sistem Pengendalian Realisasi program
11.2.1 Sistem Administrasi Realisasi Anggaran
11.2.2 Sistem Manajemen Kas
11.2.3 PROSEDUR Public Services Cost Quality
11.3 Siklus Pengendalian Realisasi program
11.3.1 Siklus Administrasi Realisasi Anggaran
11.3.2 Siklus Manajemen Kas
11.4 Teknik Pengendalian Realisasi program
11.4.1 Teknik Pengendalian Manajemen Kas
11.4.1.1 Manajemen aliran
11.4.1.2 Manajemen Keseimbangan
11.4.1.3 Penargetan Keseimbangan
11.4.2 Teknik Pengendalian Public Services Cost Quality
11.4.2.1 Prevention cost
11.4.2.2 Appraisal cost
11.4.2.3 Internal failure cost
11.4.2.4 external failure cost
11.5. Contoh Pengendalian Realisasi program