You are on page 1of 1

Akulah wangi parfum yang kau sekap di botol-botol yang senantiasa berharap menjadi butir terakhir

yang menyentuh dadamu


Karena kau seperti musim yang tak pernah berganti didadaku, selalu jatuh sebagai cinta
Dunia kita seluas langkah kaki, jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah
Inikah kita yang tidak harus saling membutuhkan hanya perlu saling mengutuhkan

Fikiranku tersesat, aku serasa mabuk dalam biusan angin cintamu


Akupun ingin menjadi puisi yang dilipat dan diselipkan di sela-sela rusukmu
Tapi takdirku mencintaimu, namum memilikimu aku harus meminjam tubuh yang lain
Hidup ini hampa tanpa hati ini
Inginku selalu berada disisi hari yg penuh kebahagiaan
Namun banyak rintangan yg harus ku lewati

Fikiranku sungguh tersesat


Amarah yg bercampur padu dengan keinginan
Rusuk yg mulai remuk akibat pikiran ini
Untukmu yg aku sayang
Qalbu