You are on page 1of 1

Dalam konvensi hukum laut PBB yang ke-111 7 Oktober 1982, Indonesia berhasil memperjuangkan

konsep negara kepulauan (Archipelagic States) untuk dicantumkan dalam pasal-pasal khusus, yaitu
Pasal 46 54 UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea) tahun 1982. Konvensi
hukum laut internasional menetapkan batas-batas lautan sebagai berikut.
(1) Laut teritorial
Laut teritorial adalah lautan yang merupakan batas wilayah perairan suatu negara. Luas lautan
teritorial setiap negara adalah 12 mil laut diukur berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar
atau garis pantai (base line) ketika air surut

(2) Zona tambahan


Zona tambahan menyatakan bahwa batas lautan selebar 12 mil laut yang dihitung atau diukur dari
garis atau batas luar lautan teritorial. Dengan kata lain, lebar zona tambahan adalah 24 mil laut
diukur berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar atau garis pantai ketika air surut. Dengan
demikian, zona tambahan terletak di luar berbatasan dengan laut teritorial. Dalam daerah tersebut,
negara pantai dapat mengambil tindakan bagi pihak asing yang melanggar ketentuan undang-
undang, bea cukai, imigrasi, dan ketertiban negara yang bersangkutan.

(3) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)


Pada 21 Maret 1980, Indonesia lebarnya 200 mil diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. Di
dalam Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional
serta kebebasan pemasangan kabel dan pipa di bawah permukaan laut dijamin sesuai dengan
hukum internasional. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dikukuhkan dengan Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1983

(4) Landas benua


Landas benua adalah wilayah daratan negara pantai yang berada di bawah lautan di luar Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE). Lebar landas benua adalah 200 mil laut di lautan bebas. Dalam landas
benua tersebut, negara pantai boleh mengeksploitasi dan mengolah sumber daya alam di dalamnya
dengan persyaratan harus membagikan keuntungan kepada masyarakat internasional.

(5) Landas kontinen (continental self)


Landas kontinen adalah daratan yang berada di bawah permukaan air, di luar lautan teritorial
sedalam 200 meter atau lebih. Bagi negara pantai, landas kontinen dinyatakan sebagai bagian tidak
terpisahkan dari wilayah daratan sehingga negara itu mempunyai hak untuk menggali kekayaan
alam yang terkandung di dalamnya.

(6) Laut pedalaman


Laut pedalaman adalah lautan dan selat yang berada pada bagian garis dasar yang
menghubungkan pulau-pulau dalam wilayah suatu negara. Dalam wilayah tersebut, negara yang
bersangkutan dapat menentukan segala peraturan yang berlaku di wilayahnya, tanpa terikat hukum
internasional. Laut pedalaman hanya dimiliki oleh negara kepulauan, seperti Indonesia. Dengan
adanya ketentuan batas wilayah lautan berdasarkan Traktat Montego Bay (Jamaika) 1982 itu, luas
wilayah Indonesia yang sebelumnya kira-kira 2.027.087 km2 bertambah menjadi 5.193.252 km2.