You are on page 1of 2

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai

5,2 persen pada tahun 2017. Pondasi ekonomi yang kuat dan harga komoditas
yang lebih tinggi dipandang bakal mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia
pada tahun ini. Meskipun demikian ekonomi di Indonesia masih akan dihadapkan
pada sejumlah tantangan, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Terdapat 5 tantangan dari sisi internal yang harus dihadapi Indonesia.


Pertama, tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Di 2016, jumlah penduduk miskin
di Indonesia sebesar 28 juta orang atau 10,86 persen dari jumlah penduduk.
Kedua, kerentanan di mana penduduk Indonesia yang hidup di atas garis
kemiskinan masih rentan terhadap goncngan ekonomi. Ketiga, kesenjangan
ditandai dengan tingkat rasio gini yang masih cukup tinggi yaitu di angka 0,39.
Keempat, tingkat pengangguran terbuka yang cukup tinggi yaitu sebesar 5,5
persen. Dan kelima, kondisi fiskal yang masih dihadapkan pada persoalan belum
optimalnya penerimaan negara dan belanja yang masih harus dipertajam.

Sementara dari sisi eksternal, ekonomi Indonesia setidaknya akan


dihadapkan dengan empat tantangan. Pertama adalah perlambatan ekonomi
global. Kedua adalah masih berlanjutnya ketidakpastian di Eropa pasca Brexit.
Ketiga adalah perubahan politik di Amerika Serikat setelah terpilihnya Donald
Trump yang diyakini akan berdampak luas. Keempat adalah mengenai harga
komoditas.

Risiko lainnya adalah ketidakpastian politik Eropa. Hal ini terkait proses
keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa dan ketidakpastian terkait
pemilihan umum di beberapa negara Eropa, antara lain di Belanda dan Perancis.
Resiko dari dalam negeri terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia
adalah meningkatnya inflasi di dalam negeri. Bank Dunia memprediksi inflasi
indeks harga konsumen (IHK) pada tahun 2017 menjadi 4,3 persen dari 3,5 persen
pada tahun 2016 lalu.
Pemerintah Indonesia melalui berbagai macam reformasi dan kebijakan
ekonominya harus siap dalam menghadapi semua hal ini. Sementara bank dunia
memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 akan mencapai 5,3 persen
dan inflasi 4,5 persen. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dengan mata uang
asing akan menjadi kunci bagi Pemerintah dalam menjalankan program dan
kebijakan ekonominya