You are on page 1of 11

Artikel Ilmiah

ASPEK EKONOMI PADA PRODUK PENGECORAN LOGAM

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pemilihan Bahan dan Proses

Dosen Pengempu : Dr. Ir. Wahyono Suprapto, MT.Met.

Disusun oleh :

Bagus Khalifan A S 145060201111046

Alfian Rifky Fajri 145060201111048

Made Irvian Yudatama 145060201111049

Arief Juneirul Pratama 145060201111052

Universitas Brawijaya

Fakultas Teknik

Teknik Mesin

2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam dunia manufaktur aspek ekonomi merupakan hal yang sangat penting untuk
dipelajari oleh setiap engineer, karena sebaik apapun produk yang kita buat jika tidak
memperhatikan aspek ekonomi (daya beli konsumen) maka produk - produk engineering yang
kita hasilkan tidak akan terbeli oleh konsumen (tidak bisa terjual). Dalam membuat produk
produk manufaktur segala hal mulai dari desain yang kompleks, kemampuan engineering yang
baik, hingga pemilihan bahan dan proses dalam pembuatan sebuah produk harus
memperhatikan masalah ekonomi. Sebagai engineering yang baik kita harus mengetahui segala
aspek ekonomi dalam pembuatan produk mulai dari input, proses hingga output, agar produk
yang kita hasilkan dapat diterima konsumen dengan baik. Dalam mendesain sebuah produk
hingga proses finishing kita sebagai seorang engineer mutlak harus membuat produk tersebut
sebaik mungkin mulai dari membuat desain agar kemampuan engineeringnya optimal,
pemilihan bahan dan proses agar sifat mekaniknya baik hingga proses perlakuan panas agar
produk kita sesuai dengan standar yang baik. Namun, jika kita hanya mempelajari ilmu pada
bidang engineering saja pada seluruh proses tanpa mempelajari aspek ekonomi, maka pada saat
dipasarkan pada konsumen bisa jadi produk kita tidak akan terbeli karena proses yang
membutuhkan finansial yang besar sehingga produk yang kita hasilkan harganya sangat mahal
dan tidak sesuai dengan daya beli konsumen.
Aspek ekonomi tersebut secara garis besar mencakup biaya bahan dan proses
pembuatan serta pertimbangan target pemasaran pada klien ataupun konsumen. Biaya bahan
merupakan hal yang paling dasar dan wajib dipertimbangkan oleh seorang engineer sebelum
membuat sebuah produk, karena bahan dasar ini akan dipakai dalam jumlah yang banyak,
selisih harga sedikit saja nanti akan sangat mempengaruhi harga jual suatu produk. Seorang
engineer tentu wajib paham dan handal dalam proses pembuatan produk mulai dari desain
yang kompleks, kemampuan produk hingga estetika yang nantinya juga sangat mempengaruhi
harga jual suatu produk. Target pemasaran juga merupakan hal yang harus diperhatikan oleh
seorang engineer agar produk yang dihasilkan sesuai jatuh ke tangan konsumen yang tepat agar
produk yang dihasilkan bisa digunakan secara optimal. Itulah pentingnya aspek ekonomi yang
harus diperhatikan oleh setiap engineer sekarang.
1.2 Rumusan masalah
1. Bagaimana cara memilih bahan dan proses pengecoran untuk menghasilkan produk
yang baik dengan harga yang terjangkau?
2. Bagaimana cara mengetahui target pemasaran dengan baik?

1.3 Tujuan
1. Untuk membuat produk coran dengan kualitas baik dengan harga minim
2. Untuk memasarkan produk coran agar terjual dengan maksimal
BAB 2
DASAR TEORI
2.1 Definisi Pengecoran Logam
Pengecoran logam adalah suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan
untuk menghasilkan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi.

2.2 Bahan Pengecoran Logam


Pada umumnya bahan dasar untuk pengecoran logam yaitu : besi cor, baja cor dan aluminium.

2.3 Sifat sifat Bahan Pengecoran Logam

2.3.1 Besi Cor

Besi cor merupakan paduan Besi-Karbon dengan kandungan C diatas 2% (pada


umumnya sampai dengan 4%). Paduan ini memiliki sifat mampu cor yang sangat baik namun
memiliki sifat mudah aus. Oleh karenanya proses pengerjaan bahan ini tidak dapat dilakukan
melalui proses pembentukan, melainkan melalui proses pengecoran. Dari warna patahan, dapat
dibedakan 2 jenis besi cor yaitu besi cor putih dan besi cor kelabu. Besi cor putih memiliki
kekerasan yang tinggi namun rapuh (getas) dan besi cor kelabu memiliki fluiditas yang tinggi,
mampu meredam getaran namun penyusutannya rendah.

2.3.2 Baja Cor

Baja cor merupakan logam paduan besi dengan kandungan karbon dibawah 2%. Baja
cor memiliki sifat yang tangguh, memiliki kekuatan Tarik dan kekuatan tekan yang baik, tahan
korosi namun kurang bisa meredam getaran.

2.3.3 Aluminium

Aluminium merupakan salah satu bahan pengecoran logam yang mempunyai sifat
tahan korosi, mempunyai duktilitas yang tinggi namun kekerasan dan kekuatan tariknya
rendah.
2.4 Definisi Harga Jual
Hansen dan Mowen (2001:633) mendefinisikan Harga jual adalah jumlah moneter
yang dibebankan oleh suatu unit usaha kepada pembeli atau pelanggan atas barang atau jasa
yang dijual atau diserahkan.

2.5 Faktor yang mempengaruhi harga jual


Harga jual sangat dipengaruhi oleh biaya produksi. Biaya produksi adalah seluruh biaya
yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk sampai terjual pada konsumen.Meliputi, harga
pokok pembelian produk (untuk perusahaan dagang), biaya pokok produksi (untuk perusahaan
manufaktur), biaya yang dikeluarkan selama masa pengembangan produk (bila ada).
Diperlukan kemampuan menghitung biaya (costing) yang baik agar diperoleh nilai biaya
produk yang wajar. Costing yang kurang tepat menyebabkan nilai biaya produk akan terlalu
rendah atau terlalu tinggi yang bisa menyebabkan kekeliruan dalam penentuan harga. Menjual
dengan harga di bawah biaya produk sudah pasti akan merugikan perusahaan.
BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Jenis Produk Pengecoran Logam


3.1.1 Besi Cor
a. Besi cor putih merupakan bahan untuk membuat besi cor malleable dengan memanaskan
besi cor putih pada suhu 800-900 C pada suhu atmosfer yang nantinya cocok untuk membuat
produk produk seperti connecting rod, gear, pipe fitting.
b. Besi cor kelabu berasal dari besi cor putih dengan menambahkan unsur Si. Besi cor kelabu
merupakan bahan yang cocok untuk membuat silinder blok, plat kopling, gear box, bodi mesin
Perkakas, karena kemapuannya meredam getaran.

3.1.2 Baja Cor


Baja cor merupakan material yang mempunyai campuran karbon sebesar <2% cocok
sebagai bahan untuk membuat komponen pipa dan struktur konstruksi

3.1.3 Aluminium
Aluminium merupakan bahan yang cocok untuk membuat bingkai jendela, peralatan
dapur, velg mobil dsb.

3.2. Jenis Perlakuan Panas


1. Low Temperature Annealing.
Natural ageing yang terdiri dari memperpanjang waktu di dalam penyimpanan, digunakan
terutama untuk menghilangkan tegangan sisa.
Prosedurnya : Benda kerja dimasukkan di dalam dapur dengan pemanasan maksimum :
250 300o C , holding 2 8 jam ( tergantung dari ukuran dan bentuk benda kerja ) .
Selanjutnya suhu dapur didinginkan dengan kecepatan 20 30o C per jam sampai
mencapai 150o C ; selanjutnya benda kerja dikeluarkan dengan pendinginan di udara luar.

2. Low Temperature Speroidising Annealing .


Perlakuan panas ini umumnya dilakukan pada besi cor dengan ekstra ulet dan besi cor
mampu tempa ( malleable cast iron ), yang bertujuan untuk menambah ductility,
kelentingan dan antifriction.
Prosedure : Pemanasan sampai dengan 670 700oC, holding 1 4 jam, pendinginan di
dalam dapur.

3. Speroidisation of White Cast Iron


Perlakuan panas ini diberikan untuk mengurangi kekerasan dan memperbaiki sifat
permesinan pada besi cor putih.
Prosedur : benda kerja dipanaskan sampai 850o C atau 950o C , setelah panasnya merata
didinginkan di dalam dapur ( untuk bendakerja yang besar bisa didinginkan di udara).
Untuk menghilangkan efek pemutihan pada lapisan permukaan tuangan dari besi cor
ekstra lunak, benda kerja diannealing sesuai prosedur berikut :
Pemanasan sampai 800 atau 850o C holding 2 4 jam, pendinginan sampai 650o C,
holding 4 6 jam dan pendinginan di dalam dapur sampai 200 atau 175o C.

4. Normalising
Perlakuan panas ini dilakukan untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan gesek pada
besi cor kelabu. Pada normalizing ini benda kerja dipanaskan sampai 850 atau 900 o C.
Setelah panasnya merata dilanjutkan pendinginan. Untuk tuangan yang bentuknya
komplek benda kerja
harus di temper, setelah normalizing dengan pemanasan sampai 600 atau 650o C.

5. Hardening
Proses ini dilakukan untuk meningkatkan kekerasan, kekuatan dan ketahanan panas pada
besi cor kelabu.
Prosedur : Suhu hardening 830 870o C (bila didinginkan di dalam olie) Atau suhu
pemanasan 800 820o C ( bila didinginkan di dalam air).
Untuk benda kerja yang berbentuk tidak normal (komplek) harus dipanaskan pelan-
pelan, sedangkan untuk benda kerja yang berbentuk sederhana bisa dengan pemanasan
cepat dengan memasukkan kedalam dapur yang telah panas dengan suhu yang
dikehendaki.
Bila awal struktur adalah ferritic, waktu holding harus ditambah. Isothermal hardening
pada besi cor kelabu , yang diutamakan untuk mengurangi adanya retak dan bengkok,
benda kerja dikeluarkan dari dalam dapur pada suhu 830 ato 900o C langsung dicelupkan
dio dalam bak pada 200 400o C.
6. Tempering.
Tempering pada besi cor kelabu setelah hardening adalah sangat pentinng. Suhu
pemanasan antara 200oC sampai 500o C tergantung pada sifat-sifat yang diinginkan .

Bila ketahanan gesek maksimum yang dikehendaki , benda kerja di temper


pada suhu 200 250o C.
Bila dikehendaki kominasi kekuatan dak ketahanan gesek pemanasan pada
range 350 450o C dan dihasilkan : HB : 321 418

7. Perbaikan pada besi cor yang ekstra ulet dilakukan dengan prosedur : Hardening pada
suhu 870 900o C dengan pendingin di dalam olie dan tempering pada suhu 500 600o
C.
Sifat mekanik yang dihasilkan : UTS sampai 120 Kg/mm2, tegangan Yield sampai dengan
100 Kg/mm2 , HB 375.

8. Heat treatment of White Cast Iron.


Malleable cast iron dihasilkan dari besi cor putih dengan cara :
Benda kerja di masukkan didalam kotak dan ditutup dengan pasir sungai kering. Kotak
dipanaskan sampai 1000 1050oC di dalam dapur, holding 6 10 jam dengan pendinginan
di dalam dapur sampai 680o C. Pendinginan antara 760 680o C dengan pelan ( 2 3o C
per jam ).

3.3 Aspek Ekonomi


3.3.1 Bahan Dasar
Bahan dasar dalam pengecoran logam merupakan hal yang paling mempengaruhi harga
jual produk. Seorang engineer yang baik memang harus mempertimbangkan soal kemampuan
bahan dan sifat mekaniknya agar bahan yang dihasilkan sangat baik. Ketiga bahan pengecoran
logam diatas (besi cor, baja cor dan aluminium) sama sama memiliki kelebihan dan
kekurangan, maka kita sebagai seorang engineer harus menguasai dan memahami ilmu
pemilihan bahan dan proses manufaktur dengan baik. Selain harus memahami ilmu pemilihan
bahan dan proses manufaktur dengan baik, ilmu ekonomi pun harus dikuasai seorang engineer
agar produk yang dihasilkan bias dipasarkan kepada konsumen secara maksimal. Dari ketiga
bahan diatas, baja cor merupakan bahan dasar yang paling baik (harganya paling mahal),
setelah itu besi cor dan yang paling minim kualitasnya adalah aluminium (harganya paling
murah). Dengan mempertimbangkan kemampuan bahan dan sifat mekanik serta aspek
ekonomi (harga jual), besi cor merupakan bahan yang sangat tepat untuk digunakan sebagai
bahan dasar pengecoran dengan harganya yang tidak terlalu mahal. Pemilihan besi cor sebagai
bahan dasar pengecoran logam tidak hanya ditinjau dari factor ekonomi (harga) namun secara
kemampuan engineering dan sifat mekanik produk - produk yang akan dihasilkan bisa
diperbaiki dengan proses perlakuan panas yang sudah dijelaskan diatas. Sehingga besi cor
dapat dijadikan pilihan untuk membuat produk yang baik dengan harga yang seminimal
mungkin dan hal ini sesuai dengan tujuan pada pendahuluan.

3.3.2 Proses perlakuan panas


Selain memilih bahan yang baik, perlakuan panas juga tidak kalah penting untuk
dipertimbangkan, karena akan sangat mempengaruhi harga jual. Sehingga sebelum melakukan
proses perlakuan panas kita sebagai seorang engineer harus mengetahui target pemasaran,
sehingga tidak ada proses perlakuan panas yang sia sia. Dari ketiga bahan pengecoran diatas,
yang paling bisa dimaksimalkan adalah besi cor dan baja cor. Namun jika ditinjau dari segi
ekonomi besi cor lebih terjangkau. Sehingga besi cor mampu digunakan sebagai bahan cor
logam yang baik, karena sifat sifatnya yang mampu diperbaiki dengan proses perlakuan panas
sehingga nantinya dapat dihasilkan produk engineering dengan kemampuan bahan dan sifat
mekanik yang baik dengan harga jual yang sangat minim.

3.3.3 Target Pemasaran


Pemasaran merupakan hal penting dalam dunia manufaktur, karena semua produk
produk engineering yang dihasilkan pada akhirnya akan dipasarkan kepada konsumen. Dalam
hal ini kita sebagai seorang engineering harus jeli dalam melihat kondisi perekonomian pasar
agar produk yang dihasilkan dapat terjual secara maksimal.
BAB 4
KESIMPULAN

1. Dalam proses manufaktur seorang engineer harus memahami ilmu engineering dan
ilmu ekonomi, agar mampu membuat suatu produk engineering yang baik dengan harga
yang sangat minim agar bisa dipasarkan secara maksimal.
2. Dari dasar teori hingga pembahasan diatas aspek ekonomi yang paling berpengaruh
pada produk pengecoran logam adalah biaya bahan dasar dan proses produksi. Artikel
diatas ada 3 bahan yaitu besi cor, baja cor dan aluminium didapat hasil bahwa besi cor
merupakan bahan pengecoran logam yang tidak terlalu mahal dan sifat mekaniknya
mampu diperbaiki secara baik dengan proses perlakuan panas. Sehingga diantara ketiga
bahan tadi, besi cor merupakan bahan yang paling baik dan terjangkau sebagai bahan
dasar pengeceroan logam.
DAFTAR PUSTAKA

Alexander, W.O (1990) Dasar Metalurgi Untuk Rekayasawan. Jakarta: Gramedia.


Amstead, B.H (1993) Teknologi Mekanik. Jakarta: Penerbit Erlangga.