You are on page 1of 7

Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan


Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
(Study of the Herbal Rice Forte Effectiveness on Decreasing
Blood Glucose of Diabetes Mellitus Type 2 Patient)
Gema Akbar Wakhidana, Ancah Caesarina Novi Marchianti, Ali Santosa
Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Jln. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember 68121
Email: gemaakbarw@gmail.com

Abstract
Diabetes mellitus is metabolic diseases characterized by hyperglycemia caused by
disturbances in insulin secretion or insulin activity. Herbal Forte Rice is rice synthetic material
composed of main purple sweet potato and corn flour. It contains antioksidan, fiber, resistant
starch and having moderate glycemic index. This study aimed to determine the effectivity of
Herbal Forte Rice on decreasing blood glucose levels of patients type 2 DM. It used a cross-
over design, the role of research subjects was both as control and treatment groups. Total
sample of this research consisted of 60 samples. The treatment group was given Herbal
Forte Rice for 7 days in 2 consecutive meals, while the control group did not receive any
intervention. The results showed the average level of Fasting Blood Glucose (FBG)
beginning and end of the treatment group 179.76 mg/dL and 138.7 mg/dL; FBG beginning
and end of the control 180.87 mg/dL and 187.63 mg/dL; 2 hours post prandial Blood Glucose
(2hppBG) levels of beginning and end of the treatment group 284.37 mg/dL and 183.8
mg/dL; 2hppBG levels beginning and end of the control 280.57 mg/dL and 284.13 mg/dL.
This study concludes that Herbal Forte Rice effective on decreasing blood glucose levels of
patients type 2 DM.

Keywords: diabetes mellitus, Rice Herbal Forte, GDP and GD2PP

Abstrak
Diabetes mellitus is metabolic diseases characterized by hyperglycemia caused by
disturbances in insulin secretion or insulin activity. Herbal Forte Rice is rice synthetic material
composed of main purple sweet potato and corn flour. It contains antioksidan, fiber, resistant
starch and having moderate glycemic index. This study aimed to determine the effectivity of
Herbal Forte Rice on decreasing blood glucose levels of patients type 2 DM. It used a cross-
over design, the role of research subjects was both as control and treatment groups. Total
sample of this research consisted of 60 samples. The treatment group was given Herbal
Forte Rice for 7 days in 2 consecutive meals, while the control group did not receive any
intervention. The results showed the average level of Fasting Blood Glucose (FBG)
beginning and end of the treatment group 179.76 mg/dL and 138.7 mg/dL; FBG beginning
and end of the control 180.87 mg/dL and 187.63 mg/dL; 2 hours post prandial Blood Glucose
(2hppBG) levels of beginning and end of the treatment group 284.37 mg/dL and 183.8
mg/dL; 2hppBG levels beginning and end of the control 280.57 mg/dL and 284.13 mg/dL.
This study concludes that Herbal Forte Rice effective on decreasing blood glucose levels of
patients type 2 DM.

Kata kunci: diabetes melitus, Beras Herbal Forte, GDP dan GD2PP

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun


Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

Pendahuluan Penelitian ini merupakan penelitian quasi


experimental dengan desain penelitian uji klinis
Diabetes Melitus (DM) merupakan
rancangan silang (cross over design clinical
sekelompok penyakit metabolik yang ditandai
trial). Penelitian ini telah disetujui oleh komisi
dengan adanya kondisi hiperglikemia yang
etik dengan nomor surat 1.044/ H25.1.11/ KE/
disebabkan oleh karena terdapat gangguan
2016. Penelitian dilakukan di Puskesmas
pada sekresi insulin, aktivitas insulin, dan atau
Sumbersari, Kabupaten Jember.
keduanya [1]. DM sampai saat ini masih menjadi
Pengambilan sampel dilakukan dengan
masalah kesehatan dunia. Data studi global
metode simple random sampling dengan jumlah
menunjukan bahwa jumlah penderita DM pada
sampel 60 pasien DM tipe 2 tanpa komplikasi
tahun 2011 telah mencapai 366 juta orang. Jika
dengan pengobatan metformin dan
tidak ada tindakan yang dilakukan, jumlah ini
glibenklamid yang berusia 35-55 tahun.
diperkirakan akan meningkat menjadi 552 juta
Penelitian ini terbagi dalam 2 kelompok.
pada tahun 2030. Sebanyak 90-95% dari angka
Kelompok perlakuan diberikan Beras Herbal
kejadian DM adalah DM tipe 2 [2].
Forte selama 7 hari saat makan pagi dan makan
Terdapat 4 pilar utama dalam
malam sesuai kebutuhan kalori harian subjek,
penatalaksanaan DM yaitu edukasi, terapi gizi
sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan
medis, latihan jasmani, dan terapi farmakologi.
intervensi apapun. Pada hari ke-7 semua hewan
Pengaturan diet merupakan salah satu hal yang
coba diterminasi dan dilakukan pengambilan
penting dalam manajemen DM [3]. Tanpa
sampel darah jantung untuk pemeriksaan SGOT
adanya pengaturan diet yang adekuat, pasien
dan SGPT. Penelitian ini sudah mendapat
diabetes berpeluang besar mengalami berbagai
persetujuan dari komisi etik Fakultas Kedokteran
penyakit komplikasi diabetes, baik
Universitas Jember.
makroangiopati, mikroangiopati, maupun
Hasil penelitian disajikan dalam bentuk
neuropati.
rata-rata standar deviasi (SD). Analisis data
Beras Herbal Forte merupakan beras
menggunakan analisis Paired T-Test.
sintetis yang tersusun dari bahan utama yaitu
ubi jalar ungu dan tepung jagung. Bahan
tersebut memiliki indeks glikemik rendah sampai Hasil Penelitian
sedang, sehingga diharapkan akan Karakteristik awal subjek penelitian
menghambat peningkatan kadar glukosa darah. dapat dilihat pada Tabel 1.
Beras Herbal Forte mengandung antosianin dan
asam fenolat yang berfungsi sebagai Tabel 1. Rata-rata kadar GDP awal dan akhir
antioksidan serta kandungan serat yang tinggi Karakteristik Subjek Nilai P
yang akan memberikan perlindungan terhadap (n=30)
Usia (tahun) 50,672,857 0,0789
sel pankreas dari reaksi stress oksidatif, Jenis Kelamin
sehingga mencegah terjadinya berbagai Laki-laki [n (%)] 8 (26,7%)
komplikasi. Kandungan serat yang tinggi serta Perempuan [n (%)] 22 (73,3%)
terdapatnya pati resisten sebagai prebiotik juga Asupan kalori 1728,78136,1 0.33
akan merangsang pertumbuhan kuman probiotik (kkal/hari)
yang berperan sebagai kontrol glikemik dengan
*uji Shapiro-Wilk
cara meningkatkan sensitivitas insulin. Tingginya
Adapun rata-rata kebutuhan kalori
kandungan serat pangan juga berfungsi dalam
harian subjek penelitian dapat dilihat pada Tabel
menunda pengosongan lambung yang nantinya
2.
akan menurunkan absorbsi glukosa di intestinal.
Semua kandungan yang ada dalam Beras
Tabel 2. Rata-rata jumlah pemberian Beras
Herbal Forte diharapkan dapat menurunkan
Herbal Forte berdasarkan asupan
kadar glukosa darah pasien DM tipe 2.
kalori
Tujuan penelitian ini adalah untuk Kalori Makan Pagi Makan Malam
mengetahui efektivitas pemberian Beras Hetbal Harian (kkal) (gram) (gram)
Forte terhadap kadar GDP dan GD2PP pasien 1728,78 56,2 70,23
DM tipe 2.
Rata-rata hasil pengukuran kadar
glukosa darah kelompok perlakuan dan
kelompok kontrol yang diperoleh sebelum dan
setelah pemberian intervensi Beras Herbal Forte
Metode Penelitian pada kelompok perlakuan selama 7 hari pada

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun


Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

waktu makan pagi dan makan malam dapat gangguan. Gangguan tersebut meliputi
dilihat pada Tabel 3. gangguan sekresi insulin, penurunan aktifitas
insulin dalam menekan output glukosa hati dan
Tabel 3. Rata-rata hasil pengukuran kadar resistensi insulin peripheral [4]. Selain itu pada
glukosa darah subjek penelitian individu yang berusia lebih tua terdapat
Subjek
GDP GDP GD2PP GD2PP penurunan aktivitas mitokondria di sel-sel otot
Peneliti
pre post pre post sebesar 35%. Hal ini berhubungan dengan
an
179,77 138,7 284,37 183,8 peningkatan kadar lemak di otot sebesar 30%
KP
9,570 10,913 12,938 17,799 dan memicu terjadinya resistensi [5].
KK
180,87 187,63 280,57 284,13 Subjek dalam penelitian ini lebih banyak
10,604 10,906 13,775 12,63 berjenis kelamin perempuan (73,3%) daripada
KP : Kelompok Perlakuan subjek yang berjenis kelamin laki-laki (26,7%).
KK : Kelompok Kontrol Risiko gangguan toleransi glukosa lebih tinggi
pada perempuan dibanding laki-laki, karena
Berdasarkan data hasil penelitian pada komposisi lemak tubuh yang tinggi
Tabel 3 diketahui bahwa nilai rata-rata kadar menyebabkan wanita cenderung lebih mudah
GDP akhir kelompok perlakuan mengalami gemuk. Wanita juga memiliki aktifitas fisik yang
penurunan sebesar 22,84% dari nilai rata-rata lebih rendah dibanding laki-laki [6].
kadar GDP awal. Sedangkan nilai rata-rata Rerata kebutuhan kalori harian subjek
kadar GD2PP akhir kelompok perlakuan) penelitian sebesar 1728,78136,1 kkal.
mengalami penurunan sebesar 35,36% dari nilai Tingginya asupan energi subjek penelitian
rata-rata kadar GD2PP awal. Rata-rata kadar disebabkan oleh tingginya asupan lemak yang
GDP akhir kelompok kontrol tanpa dilakukan berasal dari asupan makanan padat energi
pemberian intervensi Beras Herbal Forte (tinggi gula dan lemak). Dari studi crossectional
mengalami peningkatan sebesar 3,74% dari nilai pada pasien DM tipe 2 dilaporkan bahwa
rata-rata GDP awal kelompok kontrol. asupan energi berhubungan dengan kadar
Sedangkan nilai rata-rata kadar GD2PP akhir glukosa darah. Makanan tinggi energi
kelompok kontrol mengalami peningkatan berhubungan dengan obesitas, resistensi insulin
sebesar 1,27% dari nilai rata-rata kadar GD2PP sehingga dapat memacu peningkatan kadar
awal kelompok kontrol. rata-rata kadar glukosa gula darah [7].
darah subjek penelitian dapat dilihat pada
Gambar 1. Hubungan antara Kandungan Serat dengan
Kadar Glukosa Darah
Kandungan Serat dalam 100 gram
Beras Herbal Forte sebesar 1,52 gram. Nilai ini
lebih tinggi jika dibandingkan dengan
kandungan serat dalam 100 gram nasi putih
yaitu sebesar 0,2 gram.
Pada penelitian lain membuktikan
bahwa asupan serat berhubungan bermakna
dengan kadar glukosa darah puasa (r=-0,670;
p=0,000) [7]. Penelitian lain juga menyatakan
diit tinggi serat memperlihatkan efek yang baik
Gambar 1. Rata-rata kadar glukosa darah pada kontrol glikemik. Hasil studi ini
subjek penelitian dalam satuan mg/dl menunjukkan penurunan kadar insulin dan
glukosa darah sebesar 12% dan 10% [8].
Pembahasan Mekanisme serat pada metabolisme
Karakteristik Awal Subjek glukosa darah berkaitan dengan fungsi dan
Rerata usia subjek penelitian adalah karakteristik serat. Serat larut air dapat
50,672,857 tahun. Risiko menderita intoleransi menyerap cairan dan membentuk gel di dalam
glukosa meningkat seiring dengan lambung. Gel akan memperlambat proses
bertambahnya usia. Hal ini terjadi karena pada pengosongan lambung dan penyerapan zat gizi.
rentang usia tersebur mulai terjadi penurunan Gel dapat memperlambat gerak peristaltik zat
fisiologis tubuh, aktifitas fisik dan massa otot gizi (glukosa darah) dari dinding usus halus
yang menyebabkan terjadinya banyak menuju daerah penyerapan sehingga terjadi
penurunan kadar glukosa darah [9].

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun


Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

dapat menurunkan kadar glukosa darah 16,5%


Hubungan antara Kandungan Pati Resisten setelah 30 menit dibanding perlakuan kontrol
(RS) dengan Kadar Glukosa Darah [18].
Pati resisten (RS) merupakan pati yang Pada keadaan hiperglikemia, glukosa
tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan dan akan mengalami reaksi glikosilasi nonenzimatik
tahan terhadap asam lambung sehingga dapat secara spontan dengan hemoglobin membentuk
mencapai usus besar untuk difermentasi oleh glycated hemoglobin. Glukosa dapat teroksidasi
bakteri probiotik [10]. Kandungan RS dalam sebelum berikatan dengan hemoglobin demikian
Beras Herbal Forte diperkirakan sekitar 4,85% juga glukosa setelah berikatan dengan
yang berasal dari pati jagung. Indeks prebiotik hemoglobin akan teroksidasi dan menghasilkan
Beras Herbal Forte diperkirakan sekitar 1,6. Nilai Reactive Oxygen Spesies (ROS). ROS akan
ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan meningkatkan pembentukan ekspresi tumor
kandungan RS tepung beras sebesar 2,15% necrosis factor (TNF ) yang mengakibatkan
denga indeks prebiotik sebesar 1,5 [11]. terjadinya resistensi insulin melalui penurunan
Penelitian lain melaporkan bahwa RS autofosforilasi dari reseptor insulin, perubahan
dapat difermentasi oleh bakteri probiotik reseptor insulin subtrat (IR-s) menjadi inhibitor
sehingga dihasilkan asam lemak rantai pendek reseptor tyrosine kinase activity, penurunan
(short chain fatty acid atau SCFA) [12]. insulin-sensitive glucose transporter (GLUT-4),
Penelitian lain juga melaporkan bahwa merubah fungsi sel , dan meningkatkan
fermentasi RS oleh bakteri probiotik banyak sirkulasi asam lemak. Aktivitas antioksidan
mengandung SCFA seperti asam asetat, Beras Herbal Forte meningkatkan toleransi
propionat, dan butirat [13]. glukosa dengan cara mencegah oksidasi
Keberadaan RS dalam usus halus dapat glukosa darah, menurunkan potensi enzim-
menurunkan respon glikemik dan insulemik enzim yang berperan dalam pemindahan gugus
pada penderita diabetes dan penderita fosfat pada glukosa yang merupakan tahap awal
hiperinsulemik [14]. RS juga berpotensi proses glikosilasi dan memperbaiki stress
memperbaiki sensitivitas hormon insulin [15]. oksidatif [19].
Penelitian sebelumnya melaporkan
bahwa pemberian RS pada tikus secara Hubungan antara Indeks Glikemik dengan
signifikan memberi dampak terhadap Kadar Glukosa Darah
metabolisme lipid, memengaruhi regulasi nafsu Beras Herbal Forte memiliki IG sedang
makan yang disebabkan oleh perubahan karena dibuat dari kombinasi ubi jalar ungu
aktivitas neuronal dalam pusat pengatur nafsu (IG<55) dan tepung jagung (IG = 68). Nilai ini
makan hipotalamik yang memberikan sugesti lebih rendah jika dibandingkan dengan IG nasi
kenyang [16]. RS dapat meningkatkan rasa sekitar 54-84. Indeks glikemik adalah respon
kenyang karena mampu meningkatkan ekspresi glukosa darah tubuh terhadap makanan
genetik penstimulasi rasa kenyang yang dibandingkan dengan respon glukosa darah
dihubungkan pada hormon GLP-1 dan PYY tubuh terhadap gula murni. Indeks glikemik
dalam usus besar. Penelitian sebelumnya juga berguna untuk menentukan respon glukosa
melaporkan bahwa RS secara signifikan darah terhadap jenis dan jumlah makanan yang
mencegah peningkatan berat badan dalam dikonsumsi [20]. Makanan sumber karbohidrat
jangka waktu yang lama [17]. akan dicerna dan diabsorbsi dengan kecepatan
yang berbeda-beda sehingga karbohidrat
Hubungan antara Kandungan Antioksidan dengan jumlah berbeda tidak memberikan efek
dengan Kadar Glukosa Darah yang sama terhadap kadar glukosa darah,
Kandungan antioksidan dari Beras produksi insulin, maupun kadar lipid darah.
Herbal Forte dapat terlihat dari total kandungan Sehingga pemilihan jenis makanan juga
senyawa fenol yang terdiri dari antosianin dan diperlukan dalam membantu pengendalian
asam fenolat yang terdapat pada ubi jalar ungu kadar glukosa darah [21].
sebagai salah satu bahan penyusun Beras Pangan yang menaikkan kadar glukosa
Herbal Forte. Dalam 100 gram Beras Herbal darah dengan cepat, memiliki indeks glikemik
Forte mengandung sekitar 288,951 mg total tinggi. Sebaliknya pangan yang menaikkan
senyawa fenol. Penelitian sebelumnya kadar glukosa darah dengan lambat, kandungan
membuktikan bahwa pemberian maltosa (gula) indeks glikemiknya rendah. Konsep indeks
pada tikus yang diikuti oleh pemberian glikemik disusun untuk semua orang yaitu orang
antosianin dari ubijalar Ayamurasaki (100 mg/kg) yang sehat, penderita obesitas, penderita

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun


Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

diabetes dan atlet. Makanan dengan indeks kejadian DM Tipe 2. Orang yang aktivitas fisik
glikemik rendah dapat memperbaiki sehari-harinya berat memiliki risiko lebih rendah
pengendalian glikemik pada pasien DM tipe 2 untuk menderita DM Tipe 2 dibandingkan
sehingga kadar glukosa darahnya lebih stabil. dengan orang yang aktifitas fisik sehari-harinya
Penelitian metaanalisis yang dilakukan ringan [25].
sebelumnya, menemukan pasien diabetes yang Faktor risiko stress juga tidak
mengkonsumsi diet indeks glikemik rendah dikendalikan atau diamati dalam penelitian ini.
mengalami penurunan kadar HbA1c 0,43% yang Berdasarkan penelitian sebelumnya mengenai
kemudian mempengaruhi kadar glukosa darah, hubungan antara stres dengan kejadian DM
dan didapatkan penurunan kadar glukosa darah Tipe 2, didapatkan bahwa ada hubungan yang
post prandial 21 %, namun tidak dikatakan signifikan antara stres dengan kejadian DM Tipe
penurunan kadar glukosa darah tersebut 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian
bermakna atau tidak [22]. Penelitian lain Andi di Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin
menyatakan bahwa makanan dengan indeks Sudirohusodo, Makasar. Orang yang mengalami
glikemik rendah akan lebih lama menunda rasa stres memiliki risiko 1,67 kali untuk menderita
lapar dibandingkan dengan makanan dengan DM Tipe 2 dibandingkan dengan orang yang
indeks glikemik tinggi [23]. tidak mengalami stress [26].
Adanya peningkatan risiko diabetes
Keterbatasan Penelitian pada kondisi stres disebabkan oleh produksi
Meskipun dari hasil analisis statistik hormone kortisol secara berlebihan saat
terdapat hasil yang signifikan dalam penurunan seseorang mengalami stres. Produksi kortisol
kadar GDP dan GD2PP kelompok perlakuan, yang berlebih ini akan mengakibatkan sulit tidur,
namun terdapat beberapa subjek dalam depresi, tekanan darah merosot, yang kemudian
kelompok perlakuan yang tidak mengalami akan membuat individu tersebut menjadi lemas,
penurunan kadar GDP ataupuin GD2PP setelah dan nafsu makan berlebih. Oleh karena itu, ahli
intervensi. Faktor lain yang mungkin nutrisi biologis Shawn Talbott menjelaskan
berpengaruh terhadap hasil penelitian ini adalah bahwa pada umumnya orang yang mengalami
pola konsumsi, aktifitas fisik serta tingkat stress. stres panjang juga akan mempunyai
Meskipun pengawasan utamanya kecenderungan berat badan yang berlebih, yang
terhadap pola konsumsi harian telah dilakukan, merupakan salah satu faktor risiko diabetes
mulai dari pengawasan langsung setiap waktu mellitus [27].
makan pagi dan makan malam, adanya lembar
pengawasan, pemberian menu panduan diet, Simpulan dan Saran
pengawasan melalui telepon, itu semua tidak Pemberian Beras Herbal Forte efektif
menutup kemungkinan subjek melakukan terhadap penurunan kadar glukosa darah pasien
cheating dengan tidak melaporkan kepada DM tipe 2. Terdapat perbedaan yang signifikan
peneliti saat mengkonsumsi makanan yang antara kadar glukosa darah puasa kelompok
berlebih diluar waktu pengawasan. kontrol dan kelompok perlakuan sebelum dan
Hal lain yang mungkin berpengaruh setelah dilakukan pemberian Beras Herbal
dalam penelitian ini adalah tingkat aktifitas fisik Forte. Terdapat juga perbedaan yang signifikan
yang dilakukan. Peneliti tidak mengatur dan antara kadar glukosa darah 2 jam post prandial
meneliti tingkat aktifitas fisik yang dilakukan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan
subjek selama intervensi dilakukan. Aktivitas sebelum dan setelah dilakukan pemberian
fisik dapat mengontrol glukosa darah. Glukosa Beras Herbal Forte.
akan diubah menjadi energi pada saat Diperlukan uji laboratorium terhadap
beraktivitas fisik. Aktivitas fisik mengakibatkan kandungan Beras Herbal Forte seperti aktivitas
insulin semakin meningkat sehingga kadar antioksidan, serat, pati resisten, serta indeks
glukosa dalam darah akan berkurang. Pada glikemik untuk mengetahui lebih jelas mengenai
orang yang jarang berolahraga, zat makanan manfaatnya dalam perbaikan patogenesis DM
yang masuk ke dalam tubuh tidak dibakar tetapi tipe 2. Waktu penelitian yang lebih lama dengan
ditimbun dalam tubuh sebagai lemak dan gula. jumlah sampel yang lebih banyak juga
Jika insulin tidak mencukupi untuk mengubah diperlukan supaya penurunan kadar glukosa
glukosa menjadi energi maka akan timbul DM darah subjek penelitian dapat mencapai target
[24]. Hasil analisis hubungan dari penelitian terapi DM tipe 2. Diperlukan edukasi dan
sebelumnya menunjukan bahwa ada hubungan sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat
yang signifikan antara aktivitas fisik dengan

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun


Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

terutama pasien terdiagnosis DM tipe 2 agar [12]aRoberfroid M. Prebiotics: the concept


dapat mengambil manfaat dari konsumsi Beras revisited. Am J Clin Nutr. 2007. 137(3): 830-
Herbal Forte dalam menurunkan kadar glukosa 837.
darah. Perlunya strategi pengawasan yang lebih [13] Hovhannisyan G, Aroutiounian R. Glei M.
baik agar bias penelitian dapat ditekan Butyrate reduces the frequency of
seminimal mungkin. Untuk penelitian micronuclei in human colon carcinoma cells
selanjutnya diperlukan pemeriksaan kadar in vitro. Toxicology in Vitro. 2009. 23(6):
HbA1C sebagai standar pemeriksaan kadar 1028-1033.
glukosa darah pasien DM tipe 2. [14]aOkoniewska M, Witwer RS. Natural
resistant starch: an overview of health
Daftar Pustaka properties a useful replacement for flour,
resistant starch may also boost insulin
[1] American Diabetes Association (ADA). sensitivity and satiety. New York (US):
Standards of medical care in diabetes. Nutritional Outlook; 2007.
Diabetes Care. 37(suppl 1): S1; 2014. [15] Robertson MD, Bickerton AS, Dennis AL,
[2] International Diabetes Federation (IDF). Vidal H, Frayn KN. Insulin sensitizing
Panduan global untuk diabetes melitus tipe 2. effects of dietary resitant stach and effects
Brussels: IDF; 2011. on skeletal muscle and adipose tissue
[3] Mahendra B. Care your self diabetes metabolism. 2005. 82(3): 559-567.
mellitus. Jakarta: Penebar Plus; 2009. [16] So PW, Yu WS, Kuo YT, Wasserfall C,
[4] Shils ME, Shike M, Ross AC, Caballern B, Goldstone AP, Bell JD, Frost G. impact of
Cousins RJ. Modern nutrion in health and resistant starch on body fat patterning and
disease 2 10th edition. USA: Lippincott central appetite regulation. PloS ONE.
Williams and Wilkins. 2006; Hal 1043-1066. 2007. 2(12): e1309.
[5] Shara KT, Soedijono S. Faktor risiko kejadian [17]aKay, Nehall M, Daniel J, Scholfield,
diabetes melitus tipe ii di Puskesmas Hallfrisch J, Helena GM. consumption of
Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat tahun both resistant starch and glukon
2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2013. 5(1): 6- improves postprandial plasma glucose and
11. insulin in women. Diabetes Care. 2006.
[6] Sidartawan S. Perjalanan obesitas menuju 29(1): 976 981.
diabetes dan penyakit kardiovaskular. [18] Suda I, Oki T, Masuda M, Kobayashi M,
Jakarta: Devisi metabolik dan endokrinologi Nishiba Y, Furuta S. Physiological
RSCM- FK UI; 2005. functionality of purple-fleshed sweet
[7]aFitri S, Yekti DW. Hubungan konsumsi potatoes containing anthocyanins and their
karbohidrat, konsumsi total energi, konsumsi utilization in foods. JARQ. 2003. 37(3):167-
serat, beban glikemik dan latihan jasmani 173.
dengan kadar glukosa darah pada pasien [19] Afaf I. Abuelgasim KMO. Maha B. Elmahdi.
diabetes mellitus tipe 2. JNH. 2014. Vol. 2, Effect of a. vera (elsabar) ethanolic extract
No.3. on blood glucose level in wistar albino rats.
[8] Chandalia M, Garg A, Lutjohann D, J Appl Sci Res. 2008. 4(12): 1841-1845.
Bergmann KV, Grundy SM, Brinkley LJ. [20] Giacco R, Parillo M, Rivellese AA, Lasorella
Beneficial effects of high dietary fiber in G, Giacco A. Long-term dietary treatment
patient with type 2 diabetes mellitus. N Eng J. with increased amounts of fiber-rich low-
Med. 2000. 344(1): 1343-1350. glycemic index natural foods improves
[9]aGropper. Advanced nutrition & human blood glucose control and reduces the
metabolism. Belmont USA: Thomson number of hypoglycemic events in type 1
Wadsworth; 2005. diabetic patients. Diabetes Care. 2000. 23
[10] Fuentes ZE, Riquelme NMJ, Snchez ZE, (6): 146-161.
Prez AJA. Resistant starch as functional [21]aSiagian RA. Faktor-faktor yang
ingredient: A review. Food Res Int. 2010. 43: mempengaruhi indeks glikemik pangan,
931942. indeks glikemik dan beban glikemik
[11] Haryo, RBS. Sri BCJ, Nur DF, Saskiawan I. beberapa jenis pangan indeks glikemik
Kajian peningkatan pati resisten yang pangan: cara mudah memilih pangan yang
terkandung dalam bahan pangan sebagai menyehatkan. Jakarta: Penebar Swadaya;
sumber prebiotik. Jurnal Ilmu pertanian 2004.
Indonesia. 2015. 20(3): 191-200.

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun


Wakhidana et al., Uji Efektivitas Beras Herbal Forte terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pasien....

[22] Miller JB, Hayne S, Petocz P, Colagiuri S. 25] Powers, AC. Harrison endocrinology 2 nd Ed .
Low-glycemic index diets in the USA: McGraw-Hill Companies, Inc. 267-
management of diabetes. Diabetes Care. 313; 2010.
2010. 26:2261-7. [26]iAndi, Sulilowati. Faktor risiko diabetes
[23] Ludwig DS. Dietary glycemic index and melitus di rumah sakit umum dr. wahidin
obesity. jurnal of nutrition. 2000. 130 (2): sudirohusodo makasar. Jurnal Ilmiah
280-282. Nasional. 2008. 100 (1): 113-125.
[24] Kronenberg HM, Melmed S, Polonsky KS, [27]iRoussel, R. Low water intake and risk for
Larsen PR. Williams textbook of new-onset hyperglycemia. Diabetes Care.
endocrinology 11th Ed. Philadelphia: 2011. 34: 2551-2554.

Saunders; 2008.

e-JurnalPustakaKesehatan, vol. (no.), bulan, tahun