You are on page 1of 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Arthropoda (dalam bahasa latin, Arthra = ruas , buku, segmen ; podos =


kaki) merupakan hewan yang memiliki ciri kaki beruas, berbuku, atau bersegmen.
Segmen tersebut juga terdapat pada tubuhnya. Tubuh Arthropoda merupakan
simeri bilateral dan tergolong tripoblastik selomata. Arthropoda adalah filum yang
paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang,
lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku -
buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara,
termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit.

Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia.


Jumlah spesiesnya yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah
ini kira-kira 80% dari spesies hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat
hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis semua permukaan bumi dipenuhi oleh
spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang dapat hidup di Antartika dan
liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi.

Semua anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar
yang tersusun dari kitin. Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri
dari sejumlah ruangan kecil yang dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi
dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf anthropoda seperti pada annellida, terdapat
bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali. Arthropoda memiliki lima
kelas, diantaranya yaitu : kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas Crustacea, kelas
Arachnida, dan kelas Insecta.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja sifat dan karakteristik dari filum Arthopoda?

2. Apa saja penggolongan dari filum Arthopoda?

3. Bagaimana peranan dan fungsi dari filum Arthopoda?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui sifat dan karakteristik dari filum Arthopoda

2. Mengetahui penggolongan dari filum Arthopoda

3. Mengetahui peranan dan fungsi dari filum Arthopoda

1.4. Manfaat

1. Pembaca dapat mendeskripsikan pengertian dari arthropoda.

2. Pembaca dapat mengetahui peranan arthropoda dalam lingkungan


kesehatan.

3. Untuk mengetahui ciri-ciri dari arthropoda.

4. Untuk mengetahui kelas yang termasuk dalam arthropoda.

5. Untuk mengetahui habitat arthropoda

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 SIFAT DAN KARAKTERISTIK UMUM FILUM ARTHROPODA

Kata Arthropoda berasal dari bahasa Latin (arthra = ruas, podos = kaki),
dapat diartikan bahwa Arthropoda merupakan hewan yang memiliki ciri, yaitu
kaki beruas, berbuku, atau bersegmen (segmen tersebut juga terdapat di
tubuh). Tubuh Arthropoda merupakan simetris bilateral dan tergolong triploblastik
selomata. Jumlah spesies anggota filum ini adalah terbanyak dibandingkan dengan
filum lainnya yaitu diperkirakan lebih dari 1.000.000 spesies.

Contoh anggota filum ini antara lain kepiting, udang, serangga, laba-laba,
kalajengking, kelabang, dan kaki seribu, serta spesies-spesies lain yang dikenal
hanya berdasarkan fosil. Habitat hewan-hewan Arthropoda adalah di air dan di
darat. Di air dapat mencapai kedalaman lebih dari 6000 meter, sedangkan di
daratdapat mencapai ketinggian 7000 meter. Sifat hidup Arthropoda bervariasi,
ada yang menguntungkan dan ada juga yang bersifat parasit.

Ciri-ciri umum yang dimiliki anggota filum Arthropoda adalah:

1. Tubuh simetri bilateral, terdiri atas segmen-segmen yang saling


berhubungan di bagian luar, dan memiliki tiga lapisan germinal (germ
layers) sehingga merupakan hewan triploblastik.
2. Tubuh memiliki kerangka luar dan dapat dibedakan atas kepala, dada, serta
perut yang terpisah atau bergabung menjadi satu.
3. Setiap segmen tubuh memiliki sepasang alat gerak atau tidak ada.
Respirasi dengan menggunakan paru-paru buku, trakea, atau dengan
insang. Pada spesies teresterial, biasanya bernafas menggunakan trakhea
atau pada Arachnida menggunakan paru-paru buku dan trakea.
4. Ekskresi dengan menggunakan tubulus Malpighi atau kelenjar koksal.
5. Saluran pencernaan sudah lengkap, terdiri atas mulut, usus, dan anus.

2.2 PENGGOLONGAN ARTHOPODA


1. Kelas Crustacea

3
Crustacea merupakan kelas artrhopoda yang hidupnnya menempati
perairan, baik air tawar maupun air laut. Tubuhnya terbagi menjadi kepala
(cephalo), dada (thorax) dan perut (abdomen) atau kadang-kadang kepala dan
dada bersatu membentuk cephalothorax. System peredaran darahnya terbuka,
pernafasan umumnya dilakukan oleh insang. Pada golongan udang-udangan
rendah kadang-kadang pernafasan berlangsung dengan terjadinya pertukaran gas
oleh seluruh tubuh.
System syaraf terdapat pengumpulan dan pengaturan ganglia yang mana
dari sini ke luar saraf-saraf ke tepi. Habitat di air tawar atau laut. Tubuh ditutupi
oleh suatu lapisan kutikula yang keras yang terbuat dari kitin. Tutup ini adalah
merupakan rangka luar. Tubuhnya terdiri atas 2 bagian, yaitu :
1. Cephalothorax, dibagian depan merupakan bagian yang kaku.
2. Abdomen (perut), dibagian belakang yang terdiri dari sederetan
segmen.
Bagian cephalothorax ditutupi oleh suatu bagian yang disebut karapak
dan mempunyai duri di ujung depan yang disebut rostrum. Pada kepala terdapat :
mulut, mata, antenna, antenulla (embelan yang terletak dekat antenna biasanya
pendek, yang berfungsi sebagai alat perasa), mandibula, dan maxilla. Pada
thorak terdapat 5 pasang kaki jalan, sedangkan dibagian perut terdapat 5 pasang
swimmeret (embelan yang berfungsi untuk sirkulasi air, pada yang betina
berfungsi juga untuk tempat melekatnya telur dan membawa anaknya).
Pada segmen terakhir terdapat sepasang embelan yang bentuknya pipih
dan lebar disebut uropod , terdapat pula sebuah telson. Saluran pencernaan
makanan terdiri atas : Mulut, Esophagus,Lambung.
- Bagian kardiak (cardiac), unutk menyimpan makanan yang dilengkapi semacam
gigi dari kitin yang disebut (gastric milagastric mill), berguna untuk mengelilingi
makanan

- Bagian pilorik (pyloric), sebelah belakang dimana makanan akan dicernakan


oleh enzim yang berasal dari bagian kelenjar pencernaan atau hati melalui
saluran yang masuk ke dalam pylorik.

d. Intestine, yaitu suatu saluran kecil melalui abdomen yang berakhir di anus

4
e. Kelenjar pencernaan atau hati terletak di bagian dada dan perut yang
menghasilkan sekresi yang dimasukkan kedalam pilorik melalui saluran hati.
System peredaran darahnya terbuka. System pernafasan dilakukan oleh
sederetan dari pasangan-pasangan insang dekat dasar dari embelan dada. System
sekresi terdiri dari pasangan kelenjar hijau (semacam nephridium) yang terletak
dibagian ventral kepala sebelah depan esophagus. System saraf pusat meliputi :
otak di bagian kepala, dan dua buah saraf alroumesophageal (saraf yang
mengelilingi esophagus) masuk ke tali saraf ventral. Mata dari hewan ini
merupakan mata majemuk yang ditutupi oleh kornea. Mata tersebut sangat efektif
terutama unutk mengetahui gerakan. System reproduksi, pada jantan terdiri dari
sepasang testis, terletak dekat jantung. Pada hewan betina terdapat sepasang
ovarium yang juga terletak dekat jantung, tetapi oviduct (saluran telur), terbuka
pada pasangan kaki yang ke 3. Hewan ini mengalami pergantian kulit yang
disebut ekdisis (ecdysis), juga ia mempunyai kecakapan melakukan regenerasi.
Sub kelas crustacean terdiri dari :
a. Branchiopoda
Merupakan hewan yang sangat kecil, ukuran tubuhnya hanya beberapa mili meter
saja. Hidup di air tawar, tubuhnya semitransparan, berwarna pucat, ada yang
berenang menggunakan bagian punggungnya. Embelan dibagian dada menyerupai
bulu halus dan digunakan sebagai alat pernapasan, terdapat kaparak. Contohnya:
Eubranchipus Vernalis, Daphnia Sp.

5
Gambar 1. Eubranchipus Vernalis Gambar 2.Daphnia Sp

b. Ostracoda,

Hidup di air tawar dan air laut dapat berenang dengan bebas, bergerak
dengan menggunakan kedua pasang antenanya. Karapak terdiri dari 2 belahan
embelan tidak menyerupai bulu halus. Ukuran tubuhnya 1 mm sampai beberapa
mm saja. Contohnya : Eucypris virens.

Gambar 1. Eucypris virens

6
c. Copepoda

Hidup di air tawar dan laut, dapat berenang bebas atau sebagai parasit pada
ikan. Tidak mempunyai karapak, umumnya mempunyai 6 pasang embelan dada.
Contohnya Cyclops viridis.

Gambar 1. Cyclops viridis.

d. Decapoda

Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai
sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya
bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan
yang kaya denganprotein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan.
Kepala dada menjadi satu (Cephalothorax) yang ditutupi oleh karapakx. Tubuh
mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki
sepuluh. Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut.

Beberapa contoh Decapoda berikut uraiannya, yaitu:

1) Udang

Beberapa jenis udang dibwah ini:

a). Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan
banyak dibudidayakan.

b). Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar
dan banyak dibudidayakan.

c). Cambarus virillis (udang air tawar)

7
d). Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki
catut.

e). Palaemon carcinus (udang sotong)

2) Ketam

contoh ketam dibawah ini :

a) Portunus sexdentatus (kepiting)

b) Neptunus peligicus (rajungan) / Pagurus sp.

c) Scylla serrata (kepiting)

d) Birgus latro (ketam kenari)

Gambar 1. Panulirus versicolor ( udang karang ) Gambar 2. Scylla serrata

e. Cirripedia

Umumnya melekat pada benda-benda di perairan seperti batu, karang,


kayu, dasar-dasar perahu. Karapak menutupi tubuhnya. Umumnya hermaprodit,
bagian tubuh umumnya ditutupi oleh suatu rangka atau cangkokdari kapur.
Diantaranya ada yang hidup parasit. Contohnya: Lepas fascicularis.

Gambar 1. Lepas Fascicularis

8
f. Malacostraca

Merupakan hewan terbanyak dalam kelas crustacean. Umunya bertubuh


besar, terdiri atas segmen-segmen : 4 segmen bagian kepala, 8 segmen dibagian
dada, dan 6 segmen dibagian perut. Cambarus bartoni

Gambar 1. Cambarus bortani

2. Kelas Arachnoidea

Arachnoidea diambil dari kata yunani, yaitu Arachne = laba-laba.


Tubuhnya terdiri dari 2 bagian , yaitu cephalothorax, dan perut, terdapat 6 pasang
embelan pada cephalothorax, tidak ada antenna. Beberapa jenis yang termasuk
Arachnoidea ialah : kalajengking, laba-laba, ceplak, dan sebagainya. Pernapasan
selain mempunyai trakea juga mempunyai paru-paru buku, terletak di bagian
ventral oerut sebelah depan. Saluran pencernaan terdiri dari :

a. Mulut

b. Faring

c. Esophagus

d. Lambung isap

e. Lambung yang sebenarnya yang mempunyai 5 pasang calcum (saluran didalam


Cephalothorax)

f. Intestine

System peredaran darah terdiri dari : jantung, arteri vena, dan sejumlah
sinus. Jantung terletak pada pericardium, ke bagian depan diteruskan oleh aorta

9
yang bercabang-cabang ke dalam jaringan-jaringan dibagian cephalothtrax, ke
bagian belakang oleh arteri caudal, juga terdapat 3 pasang arteri perut. Pernapasan
dilakukan oleh trakea dan paru-paru buku. Eksresi, alat ekskresi berupa saluran
malphigi . system syaraf umumnya mengumpul, yang berasal dari persatuan
ganglion-ganglion.

Beberapa jenis hewan arachnoide adalah :

a. Scorpion ( Kalajengking )

Hewan ini biasanya hidup dibawah batu-batu, pada lubang-lubang di


dalam tanah atau juga ditempat-tempat yang tidak begitu bersih. Makanannya
berupa insek atau laba-laba. Hewan-hewan besar dilumpuhkan oleh sengat yang
terdapat di bagian ekornya.

Gambar 1. Kalajengking

b. Laba laba

Pada bagian ujung abdomen terdapat spinneret yang digunakan untuk


membuat jarring-jaring/sarang, kelisere kecil, saluran racuunpada bagian taring.
Beberapa jenis laba-laba yang kita temukan misalnya : laba-laba rumah, laba-laba
harimau, laba-laba kecapi, dan sebagainya.

10
Gambar 1. Pardosa Amenata

c. Kuman

Hewan ini dapat kita temukan dimana-mana, di dalam air, tanah,


tumbuhan, hewan, termasuk manusia. Hewan ini ukuran tubuhnya kadang-kadang
sangat kecil sehingga sukar dilihat dengan mata telanjang. Segmen tubuh tidak
jelas, abdomen bersatu dengan cephalothorax.

Gambar 1. kuman shigella disentri

4. Kelas Cilopoda

Kelompok hewan ini dikenal sebagai kelabang.Tubuhnya memanjang dan


agak pipih.Pada kepalanya terdapat antena dan mulut dengan sepasang mandibula
dan dua pasang maksila.Pada tiap segmen tubuhnya terdapat kaki dan sepasang
spirakel.Pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alt beracun.Alat penyengat
digunakan unutk menyengat musuh atau pengganggunya.Sengatannya
menimbulkan bengkak dan rasa sakit. Contoh hewan ini adalah kelabang (
scutigera sp ).

Gambar 1. Scutigera sp

11
5. Kelas Diplopoda

Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Sub Kingdom : Invertebrata
Phylum : Arthropoda
Classis : Chilopoda
Ordo : Centipedes
Familia : Scolopendridae
Genus : Scolopendra
Species : Scolopendra sp

Kelabang termasuk dalam kelas Chilopoda yang dapat bergerak dengan


cepat dan gesit. Biasanya disebut dengan sebutan centipoda. Bertempat tinggal di
darat dan merupakan hewan terrestrial yang aktif memakan hewan lain sehingga
dapat juga disebut sebagai hewan karnivora. Bernapas dengan trakea. Tubuh
hewan ini pipih dan dan segmen terlihat dengan jelas. Pada masing-masing
segmen terdapat sepasang kaki pada bagian ventral. Hewan ini memiliki antena
yang panjang pada kepalanya. Hewan ini juga dilengkapi dengan sepasang rahang
beracun yang berfungsi untuk mengeluarkan racun guna meracuni mangsanya.
Tubuhnya cukup panjang berwarna cokelat gelap kehijau-hijauan. Alat
kelaminnya terpisah, alat kelamin terdapat pada bagian akhir segmen. Hewan ini
sangat berbahaya.

Kelabang sebenarnya bernilai ekonomis bagi kehidupan manusia karena dapat


dijual sebagai bahan makanan bagi ikan-ikan hias terutama ikan arwana dan lou
han.

12
Gambar 1. Scolopendra sp

6. Kelas Insecta

Insecta (dalam bahasa latin, insecti = serangga). Banyak anggota hewan ini
sering kita jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut,
capung, jangkrik, belalang, dan lebah. Ciri khususnya adalah kakinya yang
berjumlah enam buah. Karena itu pula sering juga disebut hexapoda. Insecta dapat
hidup di bergagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-
satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. Insecta ada yang hidup bebas
dIan ada yang sebagai parasit. Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu
kaput, toraks, dan abdomen.Kaput memiliki organ yang berkembang baik, yaitu
adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal
(oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus. Insecta yang memiliki syap
pada segmen kedua dan ketiga. Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota
tubuh. Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju
tabung trakea.Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta. Pada abdomen juga
terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada posterior saluran
pencernaan. Sistem sirkulasinya terbuka.Organ kelaminnya dioseus.

Perkembangan insect dibedakan menjadi tiga:

1. Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja


tanpa perubahan wujud.Contohnya kutu buku (lepisma saccharina)

2. Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna,


dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ
yang belum muncul, misalnya sayap.Sayap itu akan muncul hingga pada saat

13
dewasa hewan tersebut.
Insecta muda disebut nimfa.Ringkasan skemanya adalah telur nimfa (larva)
dewasa (imago).Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta
americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
3. Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan
perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna). Tahapnya adalah sebagai
berikut : telur larva pupa dewasa.Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan
mengalami ekdisis beberapa kali.

Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi dua sub-kelas :

1. Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan
memiliki antena panjang.Umumnya berkembang secara ametabola.Contoh
hewan kelas ini adalah kutu buku.
2. Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari
tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang
sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.

Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut,


dan metamorfosisnya:
a. Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.
Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir.

b. Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang. Contohnya
walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus).

c. Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang. Contohnya wereng coklat
(Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)

d. Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala. Contohnya capung (pantala).

Endopterigota dibedakan menjadi :

a. Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan
tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta
diminica).

14
b. Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap
depan lebih besar daripada sayap belakang. lebah madu (Apis indica), dan tawon
(Xylocopa latipes) Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut
hitam (Monomorium sp).
c. Diptera hanya memiliki sepasang sayap.Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk
malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah
(Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse
(Glossina palpalis).
d. Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut
mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang
(Acherontia atropos)

Gambar 1. Jenis serangga

2.3 Peran Atrhopoda

Beberapa keuntungan Arthropoda bagi manusia adalah sebagai berikut :

1. Udang dan kepiting merupakan makanan sumber protein yang sangat disenangi
karena dagingnya yang enak. Udang dan kepiting juga dapat dijadikan sebagai
hiasan karena rangka luarnya yang keras.

2. Kupu-kupu, lebah, dan sejenisnya menyukai bunga yang berwarna-warni.


Mereka datang untuk mencari makanan yang berupa serbuk sari atau mengisap
madu yang dihasilkan oleh kelenjar madu atau nektarium. Beberapa butir serbuk

15
sari menempel di kepala, tubuh, atau kaki dan terbawa terbang pada saat hewan
tersebut meninggalkan bunga itu. Pada waktu hewan itu mendatangi bunga yang
lain untuk maksud yang sama, ada kemungkinan beberapa serbuk sari bunga yang
dibawanya menempel di kepala putik bunga yang dikunjungi, sehingga terjadilah
penyerbukan yang diikuti dengan pembuahan. Tanpa penyerbukan bunga tidak
akan menjadi buah. Hewan Arthropoda merupakan perantara berlangsungnya
penyerbukan. Setiap Iebah madu yang pulang berburu serbuk sari dan madu,
membawa bahan-bahan tersebut ke sarangnya. Bahan tersebut diperuntukkan
sebagai makanan bagi larva yang keluar dari telur yang dihasilkan oleh ratunya.
Lebah yang mengumpulkan madu tersebut adalah lebah pekerja dalam masyarakat
Iebah. Madu merupakan makanan dan obat bagi manusia. Dan sarangnya juga
dihasilkan malam.

16
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Ciri utama hewsan yang termasuk dalam filum ini adalah kaki yang tersusun
atas ruas-ruas. Jumlah anggota filum ini adalah terbanyak dibandingkan dengan
filum lainnya lebih dari 800.000 spesies, contoh anggota filum ini antara lain
kepiting, udang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang, dan kaki seribu,
serta spesies jenis lain yang dikenal hanya berdasarkan fosil.

2. Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariadi. Pada


tiap segmen tubuh terseburt terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen
bergabung membentuk bagian tubuh , yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan
abdomen (perut). Ciri lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang
membentukrangka luar (eksoskeleton). Kesoskeleton tersusun dari kitin yang di
sekresikan oleh sel kulit.

3. Arthropoda dibagi menjadi empat sub-filum, yaitu Trilobita, Chelicerata,


Onychopora, dan Mandibulata.

17
DAFTAR PUSTAKA

Brotowidjojo, Mukayat Djarubito. Zoologi Dasar. Jakarta: Erlangga, 1989.

Hibberd, Ty., Moore, Kirrily. 2000. Field Indetification Guide to heard Island and
Mcdonald Islands Benthic Invertebrates : A guide for Scientific Observers
Aboard Finishing Vessels. 1st Edition Australia: Australia Government.

Jasin, Maskoeri. 1992. Zoologi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wijaya.


Radiopoetro. 1996. Zoologi. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata. Bandung : ALFABETA.

Rusyan, adun.2011.Zoologi invertebrate (teori dan praktik). Alfeta. Bandung.

Slamet, Adeng., Madang, Kodri. 2008. Zoologi Vertebrata. Laboratorium biologi


program studi pendidikan biologi FKIP UNSRI. Indralaya.
Soemadji. 2001. Zoologi. Jakarta: Universitas Terbuka.

18