You are on page 1of 25

Keraguan dan ketakutan mengalahkan

Cinta
By Amadi Kotouki
Musim gugur telah menjelang, udara dingin dan sang surya di
sore itu sudah tenggelam di ufuk barat. Di bawa pepohonan yang
mulai gundul angan seorang lelaki berusia 17 tahun itu mulai
menjelajah entah kemana. Keindahan alam pada sore hari itu begitu
menakjubkan sehingga berbagai macam angan dan pikiran
menghampiri bertalu.

Pada kala itu dalam angan lelaki itu berkeinginan jelajahi dunia
persilatan, namun hal itu mustahil baginya entah harus bagaimana
menghilangkan rasa keinginan yang seringkali menghampiri dalam
benaknya. Silat adalah salah satu hobi lelaki itu sejak kira-kira umur
3 tahun. Pada waktu itu, lelaki itu Sekolah Menengah Atas (SMA)
kelas satu, tinggal sama orang tua wali sedangkan orang tua
kandungnya berada di kampung halamannya.

Kini lelaki itu berkata dalam hatinya paling dalam sungguh,


saya tidak akan membiarkan rasa keinginanku ini tumbuh erat dalam
diriku dan rasa keinginanku ini menghantui dalam hidupku. Apa yang
lelaki pikir dalam hatinya adalah salah satu dorongan baginya maka
lelaki itu mencari tahu informasi tempat latihan silat. Suatu kala lelaki
itu menemukan suatu tempat latihan silat (kung fu) sehingga lelaki itu
membuat kegirangan tak jedahnya. Lelaki itu tak bisa lama-lama
segera mendaftarkan dirinya. Kini lelaki itu telah di nyatakan
menerima di tempat latihan silat tersebut. Tiga atau empat minggu
menjalani latihan dasar dengan semangat yang begitu berkobar.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan satu bulan telah


berlalu begitu cepat. Pada suatu saat ketika latihan sedang berlansung,
lelaki itu melirik barisan sebelah kanannya, ternyata ada seorang
gadis jelita nan rupawan itu sedang latihan dengan begitu serius.
Mata gadis jelita nan rupawan itu begitu indah dan terang bagaikan
pancaran sinar mentari pada sore hari itu. Bibirnya begitu indah dan
merah bagaikan bunga mawar merah yang sedang mekar pada pagi
hari di taman bunga. Rambutnya begitu indah dan halus bila diraba.

Sungguh gadis jelita nan rupawan itu bagaikan bidadari yang


turun dari langit. Kini lelaki itu serasa terjebak seakan hilang
konsentrasi. Lelaki itu benar-benar jatuh hati kepada gadis jelita nan
rupawan itu dan lebih jatuh hati lagi ketika gadis jelita nan rupawan
itu melirik lelaki itu dengan senyum tipis dibibirnya. Kini angan lelaki
itu jelajahi entah alam ke mana. Lelaki itu berpikir dalam hatinya
Andai saya memiliki gadis jelita itu betapa istimewanya aku berada
di planet bumi ini, namun sayangnya angan lelaki pada hari itu
hanyalah angan belaka tak ada gunanya baginya. Lelaki itu tidak
menerima ilmu silat dengan baik apa yang di ajarkan oleh gurunya
pada hari itu sehingga lelaki itu pulang dengan tangan hampa di
sebabkan oleh jatuh hatinya dan jatuh cinta kepada gadis jelita nan
rupawan itu. Jangan heran dengan hal itu sebab seorang laki-laki
jatuh cinta kepada seorang gadis pada pandangan pertama pikir lelaki
yang tengah tergila-gila pada pandangan pertama.

Pada malam harinya, lelaki itu susah pejamkan mata sebab


wajah gadis jelita nan rupawan itu selalu terbayang di wajahnya
bertalu-talu tak henti-hentinya. Malam telah berganti siang. Hatihan
silat itu dalam seminggu dua kali latihan, hari rabu dan hari minggu.
Hari jatuh hati lelaki itu adalah hari minggu maka lelaki itu berpikir
dalam hati hari rabu saya tidak akan ketemu dengan gadis jelita itu
sebab gadis jelita nan rupawan itu dan beberapa teman lainnya
latihan disuatu tempat sedangkan saya dan teman lainnya latihan
disutu tempat. Sungguh aneh, kenapa bisa terjadi seperti begitu ?
apakah memang aturannya seperti begitu sehingga aku tidak bertemu
dengan gadis jelita nan rupawan percuri hati itu begitu lama ?. Kini
lelaki itu tengah kegusaran dengan aturan yang di tetapkannya namun
apa boleh buat, kegusaran tak ada gunanya hanya membuatnya
tersiksa.

Beberapa minggu telah berlalu menjalani latihan silat dengan


begitu semangat. Selama itu lelaki itu ingin sekali berkenalan dengan
gadis jelita nan rupawan yang ia tergila-gila itu namun mustahil
baginya sebab ketakutan dan keraguan telah menghantui lelaki itu
sehingga keinginannya terpendam dalam hatinya. Setiap kali latihan
gadis jelita nan rupawan itu hadir terus dan lelaki itupun hadir terus
dengan semangat. Kala itu keinginan lelaki itu tumbuh subur dalam
relung dan pikiran. Lagi-lagi lelaki itu ingin sekali ungkapkan isi
hatinya kepada gadis jelita nan rupawan itu namun hal itu sangat
sukar bagi lelaki itu. Isi hati lelaki itu terus terpendam dalam dirinya
walau keinginannya selalu menghampirinya bertalu-talu tak henti-
hentinya bagai sungai yang mengalir.
Selama beberapa bulan lelaki itu seringkali ketemu dengan gadis
jelita nan rupawan itu pada saat latihan. Terkadang gadis jelita itu
memandang lelaki itu menghiasi dengan senyuman tipis di bibir yang
indah nan menawan, lelaki itupun balas senyum tipis dibibirnya yang
sedang kering itu. Namun sayangnya lelaki itu belum tahu apa arti
dan makna senyum manis dari gadis jelita nan rupawan yang berikan
pada lelaki disela-sela latihan itu. Ketika gadis jelita itu senyum manis
pada lelaki yang tengah tergila-gila padanya, lelaki itu serasa bahagia
dan hati lelaki itu berbunga-bunga seakan-akan lelaki itu telah
memiliki gadis jelita nan rupawan itu.

Selama berapa bulan lelaki itu bahkan belum tahu siapa nama
gadis jelita nan rupawan itu. Sungguh, hal itu aneh tapi nyata pikir
lelaki yang sedang tergila-gila itu. Pada suatu waktu tengah latihan
tendangan dan tangkisan dengan berpasangan. Pasangan dari gadis itu
sempat menyebut nama gadis jelita itu. Kala itu lelaki itu merasa
bersyukur dan dari situlah lelaki itu tahu siapa nama gadis jelita nan
rupawan itu. Kini lelaki itu menyebut nama gadis jelita nan rupawan
itu dalam hatinya beberapa kali dan nama gadis jelita dan rupawan
itu menyimpan dalam memorinya. Setelah pulang latihan, lelaki itu
bergegas menuju warnet sembari menyebut nama gadis jelita itu
dalam hatinya. Maksud dan tujuan lelaki menuju ke warnet adalah
mencari tahu profil lengkap tentang gadis jelita nan rupawan alias
pencuri hati itu. Kini lelaki itu bergegas membuka browser dengan
segera, di pencarian ketik nama gadis jelita nan rupawan itu namun
sayangnya lelaki itu tidak menemukan apa yang ia cari. Lelaki itu
membuka facebook miliknya dan di pencarian ketik nama gadis jelita
nan rupawan itu. Banyak nama seperti gadis jelita itu muncul namun
sayangnya marganya berbeda dengan marga gadis jelita nan rupawan.
Lelaki itu bergegas pulang dengan penuh ke kesalan.

Hari telah berganti minggu, minggu telah berganti bulan, bulan


telah berganti tahun, musimpun telah berganti dengan sedirinya tak
terasa waktu telah berlaku begitu cepat. Pada suatu waktu lalaki itu
tidak ikut latihan entah kenapa alasannya. Latihan berikutnya lelaki
itu ikut latihan. Di tengah latihan lelaki itu merasakan hal aneh,
sepertiya lelaki itu sedang melanda kebingunan dengan jurus-jurus
yang mereka lakukan di sebabkan oleh tidak ikut latihan sekali. Pada
kala itu latihan jurus-jurus di pimpin oleh gadis jelita nan rupawan
itu, sehingga lelaki itu mandi keringat dingin sebab malu bercampur
takut menghampirinya dengan sendirinya.

Ketika lelaki itu bingun di tengah-tengah rekannya, gadis jelita


nan rupawan itu melirik lelaki yang sedang melanda kebingunan itu
seraya berkata kepada lelaki yang sedang bingun itu Heiii kamu
pisah dari barisan. Kala itu lelaki itu merasa malu namun di
perintahkan oleh gadis jelita nan rupawan maka lelaki itu bergegas
taati perintahnya dengan senang hati. Setelahnya gadis jelita itu
memberikan wewenan kepada teman yang satunya kemudian gadis
jelita nan rupawan itu bergegas menuju ke arah lelaki itu dengan
senyum manis di bibirnya.

Kenapa kamu begitu bingun ? Apa kamu tidak hadir latihan kemarin
? tanya gadis jelita nan rupawan itu dengan halus sembari senyum
tipis dibibirnya.

Tepat sekali, latihan kemarin saya tidak hadir makanya saya bingun
jawab lelaki itu dengan halus seraya senyum tipis.
Ok. Kalau begitu ikuti gerakanku kata gadis jelita itu seraya
berpaling lelaki itu.

Tatkala percakapan singkat itu angan lelaki telusuri ke alam


yang tak pernah injak dengan nyata. Kini gadis jelita itu melatih jurus
itu dari nol. Ketika gadis jelita itu melatih lelaki itu mandi keringat
dingin sebab rasa malu menaungi dalam diri lelaki itu. Lelaki itu
berpikir dalam hati Sungguh mestinya saya yang harus melatih gadis
itu namun mengapa gadis jelita itu melatihku tapi nyatanya saya
tidak tahu makanya gadis jelita itu melatihku. Aku merasa bersyukur
jika tidak ada gadis jelita itu aku tidak tahu jurus itu.

Kala gadis jelita nan rupawan itu melatih hal aneh nampak
begitu tiba-tiba dalam relung dan pikiran lelaki itu sehingga lelaki itu
tidak berkonsentrasi dengan apa yang dilatih oleh gadis jelita nan
rupawan itu. Hal aneh itu menghantui angan lelaki itu, rasanya lelaki
itu dan gadis jelita itu sedang latihan di taman bunga warna-warni
yang senantiasa harum mewangi. Tiada perasaan yang terpikir selain
rasa cinta kepada gadis jelita nan rupawan yang sedang melatih jurus
itu. Sungguh saat itu lelaki itu sudah terjerat oleh cinta yang
membutakan sehingga apa yang gadis jelita ajarkan gagal
konsentrasinya. Selagi angan lelaki itu jelajahi entah ke alam kemana
gadis jelita itu melatihnya dengan penuh semangat.

Andai dengan perasaan seseorang bisa terluka seseorang maka


tentu saja seluruh tubuh gadis jelita nan rupawan itu terluka parah
dengan perasaan lelaki itu namun untungnya dengan perasaan tidak
pernah terlupa di seluruh tubuh seseorang. Gadis jelita nan rupawan
itu melatih lelaki itu dengan penuh tabah dan melatih dengan berulang
kali hingga gadis jelita nan rupawan merasa lelaki itu sudah bias,
kemudian menyuruhnya bergabung dengan teman-teman lainnya.
Beberapa menit kemudian usai latihannya.

Kini lelaki itu bergegas pulang ke rumah sembari membayangkan


jurus-jurus yang telah dilatih oleh gadis jelita nan rupawan tadi. Pada
malam harinya wajah gadis jelita nan rupawan itu terbayang terus
bertalu di wajahnya yang sedang mengkhayal setinggi langit itu. Kini
lelaki itu terjebak dalam ruang lamunan sehingga sulit pejamkan
matanya.
Telah menjalani satu setengah tahun latihan silat bersama gadis
jelita nan rupawan yang membuat laki-laki tergila-gila di belakangnya.
Setiap saat latihan silat gadis jelita nan rupawan itu selalu berdiri di
hadapan lelaki itu. Tatkala lelaki itu memandang gadis jelita nan
rupawan itu dengan penuh cinta dan sayang, namun hal itu tak ada
gunanya sebab gadis jelita nan rupawan itu tak tahu isi hati lelaki
yang tertamam kokoh dalam benak lelaki itu. Terkadang lelaki itu dan
gadis jelita nan rupawan itu saling melempar tatapan mata tapi itu
bukan tatapan cinta dan sayang. Tentu tatapan lelaki itu tatapan
cinta dan sayang namun tidak dengan tatapan gadis jelita nan
rupawan itu. Kala gadis jelita nan rupawan itu menatapnya, lelaki itu
sungguh bahagia dan merasa senang. Selama sekian lama lelaki itu
terpendam isi hatinya, ingin sekali ungkapkan isi hatinya kepada gadis
jelita nan rupawan itu namun ketakutan dan keraguan menghantuinya
maka isi hatinya tetap terpendam dalam benaknya. Sungguh, sangat di
sayangkan perasaan lelaki itu terpendam dalam dirinya. Andai
perasaan seseorang bisa busuk tentu perasaan lelaki pada gadis jelita
nan rupawan itu telah busuk seiring dengan berjalannya waktu namun
untungnya perasaan seseorang tak pernah membusuk.

Kini tibalah saatnya ujian silat (Pendadaran). Pendadaran di


laksanakan selama satu minggu. Lelaki itu bergegas menyiapkan diri
untuk mengikuti pendadaran itu. Selama pendadaran berlansung
diwajibkan untuk makan berpasangan laki-laki dan perempuan makan
sepiring dan minum segelas berdua. Makan pakai tangan jika sisa
makanan atau butir nasi jatuh dari mulut atau tangan perempuan
maka laki-laki yang angkat lalu makan dan sebaliknya juga.

Pada malam yang kedua, makan malam entah itu sengaja atau
tidak sengaja pasangan lelaki itu adalah gadis jelita nan rupawan itu.
Sungguh, lelaki itu merasa senang dan bersyukur makan bersama
dengan gadis jelita nan rupawan, apalagi makan sepering dan minum
segelas berdua. Sungguh terlihat begitu romantis. Kini waktunya
menikmati hidangan yang ada di tengah gadis jelita nan rupawan dan
lelaki itu. Selagi makan arah tatapan mata lelaki itu tak lain hanya
pada gadis jelita nan rupawan yang sedang menikmatinya
hidangannya. Kala itu gadis jelita itupun menatap lelaki itu dengan
senyum manis di bibir yang indah sehingga membuat lelaki itu merasa
bahagia. Angan lelaki itu menjelajahi entah kemana. Sungguh gadis
ini paling cantik yang pernah aku lihat di negeri mimpi, andai gadis
cantik nan rupawan ini milikku betapa bahagianya aku, namun
bagaimana mungkin orang seperti aku bisa memiliki gadis secantik
bagai bidadari ini , pikir lelaki tengah tergila-gila itu. Sisa makanan
atau butir nasi yang jatuh dari mulut atau tangan gadis jelita nan
rupawan itu lelaki itu yang angkat dan memakannya.

Selagi menikmati hidangan lelaki itu merasakan getaran aneh


yang nampak begitu tiba-tiba terasa begitu syahdu, bagaikan lelaki
dan gadis itu menikmati hidangan di tepian telaga yang tampak
tenang, di temani oleh merdunya simponi alam dan pesona keindahan
bunga warna-warni yang tumbuh diatas hijaunya hamparan rumput.
Sungguh sangat membahagiakan dan begitu membuai sukma. Begitulah
perasaan lelaki itu yang kini dilanda asmara, merasakan indahnya
cinta yang terus tumbuh berkembang dengan begitu cepat. Akibatnya
lelaki itu tidak konsentrasi pada makanan yang ia nikmati sehingga
makanan itu telah habis seiring dengan berjalannya angan. Tatkala
menikmati hidangan bersama gadis jelita nan rupawan itu, ingin
rasanya ungkapkan isi hatinya yang tumbuh mekar dalam relung dan
pikirannya namun keraguan dan ketakutan lebih tegar dan kuat
daripada keinginannya sehingga keraguan dan ketakutan mengalahkan
keinginan yang tumbuh mekar dan kokoh dalam diri lelaki itu.

Jujur saja lelaki itu jatuh cinta kepada gadis jelita nan rupawan
itu secara diam-diam walaupun lelaki itu tidak ungkapkan isi hatinya
secara langsung kepada gadis jelita nan rupawan, walaupun gadis
jelita nan rupawan itu tidak mengetahui isi hati lelaki itu dan
walaupun gadis jelita itu tidak pernah jatuh cinta padanya lelaki tetap
jatuh cinta sebab seorang laki-laki jatuh cinta kepada seorang
perempuan pada pandangan pertama.

Momen terindah dan teristimewa bagi lelaki selama itu adalah


saat pendadaran makan sepiring dan minum segelas bersama gadis
jelita nan rupawan itu. Momen itu selalu di kenang hingga akhir hayat
lelaki itu. Sungguh menyayangkan, lelaki itu pergi melanjutkan kuliah
di kota study lain bersama perasaannya yang tumbuh kokoh dalam
dirinya. Kini lelaki itu rela meninggalkan kotanya dan gadis jelita nan
rupawan yang membuatnya tergila-gila itu tanpa ungkapkan isi
hatinya tetap terukir di dalam hati lelaki itu.

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti


tahun dan musimpun bergantian begitu cepat. Tak terasa tiga tahun
telah berlalu. Selama tiga tahun lelaki itu tak pernah jumpa dengan
gadis jelita nan rupawan itu. Selama itu pula lelaki itu tidak tahu
keberadaan gadis jelita nan rupawan itu namun perasaan lelaki itu tak
pernah memudar dalam relung dan pikirannya. Penyesalan lelaki itu
tetap menghampiri silih berganti dalam tiga tahun dan lelaki itu
bertanya dirinya Kenapa saya tidak ungkapkan isi hatiku kepada
gadis jelita nan rupawan itu ?. Pertanyaan itu seringkali
menghampiri dalam hidupnya dan baginya tertanyaan itu sulit
menjawabnya. Lebih menyesal lagi tatkala lelaki itu mengingat ketika
ia (lelaki itu) makan bersama gadis jelita nan rupawan dan ia (lelaki
itu) makan sisa makanan yang terjatuh dari mulut gadis jelita nan
rupawan itu.

Pada suatu waktu, lelaki itu mengantar temannya ke suatu


rumah entah rumah keluarga atau entah rumah temannya. Temannya
itu menghadiri acara wisuda entah kakaknya atau entah adikknya tapi
sepertinya keluarganya. Setiba di rumah itu terdapat beberapa orang.
Temannya langsung masuk dalam rumah sedangkan lelaki itu berdiri
di pintu sembari memandangi orang-orang yang ada dalam kamar satu
demi satu, ternyata pintu masuk sebelah kiri gadis jelita nan rupawan
membuat lelaki tergila-gila tiga tahun yang silam itu sedang duduk.

Sungguh entah apa yang lelaki itu rasakan dalam hatinya tapi
pastinya lelaki itu terasa kegirangan berkeping-keping dan jantungnya
berdetak begitu kuat. Kini lelaki itu bergegas menyapa dengan gadis
jelita nan rupawan itu sembari ulurkan tanganya untuk berjabat
tangan menghiasi dengan senyum tipis dibibirnya yang tampak kering,
gadis jelita nan rupawan itupun bergegas ulurkan tanganya seraya
menghiasi dengan senyum manis dibibirnya yang indah nan memesona.
Apa yang lelaki rasakan pada saat pertama kali bertemu tiga tahun
yang silam, kinipun merasakan hal yang sama.

Lelaki itu bergegas duduk manis di hadapan gadis jelita nan


rupawan itu dengan begitu senang dan bahagia seolah-olah lelaki itu
telah ungkapkan isi hatinya kepada gadis jelita padahal tidak sempat
ungkapkan isi hatinya padanya. Angan lelaki itu terus menjelajahi
entah penjuru dunia mana dan tatapannya tetap pada gadis jelita nan
rupawan yang sedang duduk di sebelah kirinya. Beberapa menit telah
berlalu sembari canda dan tawa bersama mereka. Seiring dengan
berjalannya waktu gadis jelita dan rupawan itu semakin cantik dan
memesona bagaikan peri. Ketika gadis jelita nan rupawan itu senyum
gigi putihnya terlihat bagaikan untaian mutiara putih. Lelaki itu
terpukau padanya. Sungguh, bila saya duduk lama disini pikiranku
semakin kacau dan membuat tersiksa batin dan jiwaku maka lebih
baik bagiku aku harus pulang, pikir lelaki itu dengan tergila-gila
melirik gadis jelita nan rupawan itu.

Kini lelaki itu pamit dan pulang kerumahnya. Setelahnya lelaki


itu mencari tahu informasi yang pasti tentang keberadaan gadis jelita
nan rupawan di kota itu untuk apa. Informasi yang didapat lelaki itu
adalah gadis jelita nan rupawan itu datang kuliah kedokteran di kota
studi itu.

Beberapa minggu telah berlalu, suatu saat lelaki itu terjung


dunia maya. Pada siang hari itu suasana begitu sepi dan sunyi. Lelaki
itu tak melakukan apa-apa selain duduk membisu mengkhayal dan
merenung gadis jelita nan rupawan itu. Lelaki itu melirik laptop
milikknya yang sedang facebook itu. Tak lama kemudian imbox masuk
di facebooknya, lelaki itu bergegas membuka imboxnya, ternyata imbox
dari gadis jelita nan rupawan itu, dalam imbox di lampirkan dengan
fotonya dan beberapa kata-kata namun entahlah kata-katanya. Kini
lelaki itu merasa bingun entah kenapa gadis jelita nan rupawan itu
mengirim sebuah foto miliknya yang cantik dan memesona itu.

Beberapa hari telah berlalu, selama itu lelaki yang tengah


tergila-gila dengan gadis jelita itu. Setiap waktu lelaki itu mengamati
dengan seksama foto gadis jelita nan rupawan yang telah mengirim
tak sebab akibatnya itu. Suatu kala lelaki itu dan teman-teman
lainnya bermain bola voli di suatu lapangan. Pada saat main bola voli
lelaki itu melirik ke arah mata jalan masuk ke tempat lapangan bola
volli, ternyata gadis jelita nan rupawan dan beberapa orang lainnya
menuju ke tempat main bola volli. Ketika itu, lelaki itu serasa senang
melihat gadis jelita nan rupawan yang datang itu. Selagi gadis jelita
nan rupawan itu berada di sekitar lapangan bola voli kegirangan
lelaki itu semakin menggebu.

Waktu berputar begitu cepat. Kini sang kegelapan menaungi


jagat raya sehingga segera usai main bola volli. Kini lelaki itu
bergegas menghampiri pada gadis jelita nan rupawan itu untuk
memberikan salam hangat miliknya dan gadis jelita nan rupawan pun
tak diam dirinya sehingga gadis jelitapun memberikan salam hangat
dan manis pada lelaki itu. Kala itu rasanya lelaki itu semakin bahagia
apalagi gadis jelita nan rupawan itu tersenyum manis dibibir yang
indah dan memesonanya. Sungguh perasaan lelaki pada gadis jelita
nan rupawan itu semakin menggebu seolah-olah hampir saja terbakar
dengan perasaan itu. Beberapa menit telah berlalu sembari canda dan
tawa bersamanya. Kini teman-teman lain bergegas menuju ke asrama
untuk pertemuan rapat. Gadis jelita nan rupawan dan lelaki itu jalan
langkah demi langkah menuju ke asrama sembari canda dan tawa tak
hentinya. Lelaki itu bergegas masuk di warung kecil yang berada di
pinggir jalan dan membelikan dua botol aqua sedang untuk
menghilangkan tenggorokan yang sedang kering yang diakibatkan oleh
main bola volli tadi. Lelaki itu memberikan sebotol aqua untuk gadis
jelita nan rupawan itu seraya senyum tipis di bibirnya yang kian
kering itu. Lalaki itu dan gadis jelita nan rupawan jalan sendiri kira-
kira 10 meter. Kala itu lelaki itu ingin rasanya ungkapkan isi hatinya
yang berkobar-kobar bagaikan kobaran api dalam dirinya namun
keraguan dan ketakutan tetap menghantuinya sehingga membiarkan
keinginannya menjelajah seluruh organ tubuh dan jiwanya.

Selagi berjalan berdua lelaki itu merasakan getaran aneh


menghampiri begitu tba-tiba serasa begitu syaduh seolah-olah lelaki
itu dan gadis jelita nan rupawan itu berjalan di tepian telaga yang
tampak tenang, di temani oleh merduanya simponi alam dan pesona
keindahan bunga warna warni yang tumbuh diatas hijaunya hamparan
rumput. Sungguh sangat membahagiakan dan begitu membuai sukma.
Begitulah perasaan lelaki itu yang kini dilanda asmara, merasakan
indahnya cinta yang terus tumbuh dan berkembang dengan begitu
subur. Akibatnya lelaki itu tidak konsentrasi langkah kakinya sehingga
lelaki itu tak mampu lagi ungkapkan berbagai hal yang sebetulnya
menarik untuk di bicarakan dalam perjalanan lelaki dan gadis jelita
nan rupawan itu.

Kini lelaki itu dan gadis jelita nan rupawan itu masuk di
asrama. Di situ banyak teman-teman dan kakak-kakak lelaki itu.
Beberapa menit telah berlalu lelaki itu putar kopi torabika susu
kesukaannya dan menikmatinya. Kala itu gadis jelita itu selalu
menatap lelaki itu dengan senyum manis dibibirnya yang indah dan
lelaki itupun balas senyum tapi sayangnya senyum lelaki itu tak
semanis dengan senyum gadis jelita nan rupawan itu. Tatapan lelaki
itu terus pada gadis jelita nan rupawan itu dan angan lelakipun kian
telusuri entah kemana. Tak lama kemudian gadis jelita nan rupawan
itu lewat di depan lelaki itu untuk ke kamar mandi. Gadis jelita nan
rupawan itu lewat depan lelaki itu dan langsung ambil segelas kopi
setengah yang taruh di depannya tanpa sepata katapun. Setelah rapat
gadis jelita nan rupawan dan kakaknya pulang. Sebelum pulang gadis
jelita nan rupawan itu menyuruh lelaki itu esok harinya datang jemput
kerumahnya. Lelaki itu begitu kegirangan setelah mendengar pintah
gadis jelita nan rupawan itu. Pada malam harinya lelaki itu susah
pejamkan matanya sebab wajah gadis jelita nan rupawan itu selalu
terbayang di wajahnya dan lelaki itu serasa belenggu dengan
perasaannya yang berkobar itu.

Pada pagi harinya lelaki itu bergegas starkan motornya untuk


menjemput gadis jelita nan rupawan pencuri hati itu. Jarak tiga kilo
meter jauhnya namun tak terasa lelaki itu tiba di tempat diamana
gadis jelita nan rupawan itu berada. Di rumah itu yang ada hanya
kakaknya dan iparnya entah kemana perginya gadis jelita nan
rupawan itu. Kakaknya berkata kepada lelaki itu adikku pergi belanja
sayur di pasar jadi tunggu sebentar. Tak lama kemudian gadis jelita
nan rupawan itu pulang dari pasar. Kala itu gadis jelita nan rupawan
itu duduk di samping kanan lelaki yang tengah tergila-gila itu.
Sungguh angan lelaki itu berkelana dan perasaannya berkobar pada
gadis jelita nan rupawan yang sedang duduk di sampingnya. Kini
lelaki itu berpikir dalam hatinya yang paling dalam Andai gadis jelita
nan rupawan ini selalu duduk di sampingku sampai akhir hayatku,
saya sangat bahagia, namun sayangnya pikiran itu hanyalah
khayalan belaka tiada gunanya. Lelaki itu selalu menatap gadis jelita
nan rupawan itu dengan tulus dan penuh kasih sayang namun sayang
sekali tatapan tulus dan penuh kasih sayang lelaki itu gadis jelita nan
rupawan itu tak pernah tahu dan mengerti apa arti dari tatapan tulus
dan penuh kasih sayang lelaki itu.

Beberapa menit telah berlalu sembari mereka canda tawa. Kini


makanan siang yang di tunggu-tunggu telah matang dan tibalah
saatnya menikmati hidangan yang begitu lezat itu. Setelah makan
hidangan pada siang harinya, lelaki itu bergegas meninggalkan
kamarnya menuju di luar untuk isap rokok. Sebelum habis sebatang
rokok yang lelaki isap itu, gadis jelita nan rupawan itu
menghampirinya begitu tiba-tiba.

Ayo kita jalan pintah gadis jelita dan rupawan itu dengan senyum
tulus.

Ok. Aku pamit sama kakak dulu ya kata lelaki itu dengan nafas
panjang seraya bergegas menuju ke kamarnya.

Setelah pamit lelaki itu segera kembali dan starkan motornya.


Gadis jelita nan rupawan yang membuat lelaki tergila-gila sekian lama
itu kini ada di belakangnya. Tatkala gadis jelita nan rupawan duduk
di belakangnya kegirangan dan kebahagian menghantui lelaki itu.
Lelaki itu merasakan aromo tubuh gadis jelita nan rupawan dan bau
aroma tubuh gadis jelita dan rupawan itu meliputi seluruh tubuh lelaki
itu. Sungguh angan lelaki itu melayang setinggi langit entah kemana
sehingga membuat lelaki itu tak berkonsentrasi dengan pengan stir
motornya. Dalam perjalanannya macet begitu parah tak terbayangkan
namun lelaki itu malah lebih senang. Lelaki itu berharap sebuah
pelukan dari belakang oleh gadis jelita nan rupawan namun sayangnya
harapan lelaki itu mimpi belaka. Terkadang lelaki itu mencoba rem
motornya dengan kuat agar gadis jelita nan rupawan itu memegang
lelaki itu dengan begitu erat dari belakang namun itupun tidak.

Kini dalam angan lelaki itu membuat jalan baru. Hal ini adalah
jalan satu-satunya agar lelaki itu lebih tenang dan merasakan hangat
dan harumnya tubuh gadis jelita nan rupawan yang ada di
belakangnya. Kala itu, lelaki itu ingin ungkapkan isi hatinya kepada
gadis jelita nan rupawan namun mulut lelaki itu terasa berat entah
kenapa. Dalam perjalanan yang begitu jauh dan macetnya begitu parah
itu rasa keinginan tetap menghantuinya, tapi apalah dayanya dan
beraninya ungkapkan isi hati yang tertanam kokoh dalam sanubari
lelaki itu sebab lelaki itu paling penakut yang pernah ada di jagat
raya. Lebih takut dan ragu lagi bila ungkapkan isi hatinya kepada
gadis jelita nan rupawan itu namun jika gadis jelita nan rupawan itu
menolak. Dengan hal itu membuat lelaki itu paling takut. Dalam
perjalanan keraguan dan ketakutan seringkali menyerang lelaki itu.
Perjalanan yang begitu panjang itu tak terasa akhirnya lelaki itu dan
gadis nan rupawan itu tiba di tempat tujuannya tanpa ungkapkan isi
hati yang tertanam begitu erat dan kokoh dalam relung dan pikiran
lelaki itu. Isi hati lelaki itu tak akan sirna dan rasa ingin memiliki
gadis jelita nan rupawan itu tetap teguh dalam sanubari lelaki itu
sampai akhir hayatnya.

Sangat disayangkan rasa cinta yang tumbuh erat dan kokoh


dalam diri lelaki itu telah mengalahkan oleh rasa keraguan dan
ketakutan.