You are on page 1of 5

Nama : Elisabet Bertania C.

NRP : 2514100027

Perbaiki Mesin Rusak, Pekerja Tewas Setelah Kepala Tertimpa Mesin


Produksi
Senin, 22 Juni 2015 18:56

SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati Suasana rumah duka Agus Eko di


Kecamatan Tumpang, Malang ketika jenazahnya tiba, Senin (22/6/2015). Agus
mendapatkan kecelakaan kerja di PT Shica Jaya Sentosa

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Eko Agus Susanto (32), buruh PT Shica Jaya


Sentosa di jalan Raya Sumber Pasir, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur bernasib buruk.
Warga Dusun Praparan, Desa Tulus, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang,
ini tewas setelah tertimpa mesin di tempatnya bekerja, Senin (22/6/2015). Informasi yang
diperoleh SURYAMALANG.COM menyebutkan, kejadian yang dialami Eko Agus terjadi
sekitar pukul 10.00 di tempat produksi PT Shica Jaya Sentosa.
PT Shica Jaya Sentosa memproduksi lembaran calcium slicate board atau bahan pengganti
tripleks untuk plafon maupun dinding. Saat itu, Eko Agus disuruh temannya untuk
memperbaiki salah satu mesin produksi di pabrik itu yang macet. Korban memeriksa bagian-
bagian untuk mencari penyebab macetnya mesin produksi tersebut. Tapi sial, saat korban
sedang berusaha mencari sumber masalah penyebab macetnya mesin, ada bagian atas mesin
yang patah. Seketika bagian atas mesin menimpa kepala korban. "Korban mengalami luka di
kepala dan sudah divisum di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Kami sudah melakukan
olah tempat kejadian perkara di lokasi. Mesin yang menyebabkan kecelakaan itu kami beri
garis polisi," kata Kapolsek Pakis, AKP Sony Setyo Widodo. Dikatakan Sony, peristiwa itu
murni kecelakaan kerja. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan
Kabupaten Malang dalam penyelidikan kasus itu. Termasuk untuk pemenuhan hak-hak
korban dari perusahaan. "Kami sudah meminta keterangan beberapa saksi di lokasi. Pabrik
tetap boleh beroperasi, kami hanya menyegel satu mesin produksi yang menyebabkan
kecelakaan," ujarnya. Syaiful Efendi, Ketua DPD PPP Kabupaten Malang menambahkan,
korban adalah keponakannya. Korban meninggalkan dua anak. Korban sudah bekerja di
Shica sejak empat tahun. "Dari keluarga menganggap itu sebagai takdir. Tapi tolong perbaiki
keselamatan kerja agar tidak menelan korban lagi, khususnya tenaga kerjanya," ungkap
Syaiful. Katanya, setelah kecelakaan itu, korban dibawa ke RS pun dengan mobil pick-up.
Padahal di dekat lokasi pabrik juga ada puskesmas. "Perusahaan segede itu juga tidak
memiliki ambulans sendiri. Di sana juga tidak punya K3 (Keselamatan dan Kesehatan
Kerja)," kata dia. Ia minta ke Bupati Malang agar menghentikan dulu produksi pabrik itu
selama tiga hari agar bisa didapatkan penyebab kematian keponakannya. Informasi yang ia
dapatkan, perusahan itu sering terjadi kecelakaan kerja, tapi tenaga kerja tidak melaporkan ke
polisi.
Pihak perusahaan lewat HRD-nya telah mendatangi rumah duka pada Senin (22/6/2015). Ia
berharap polisi bisa mengungkap kasus kecelakaan kerja ini dan perusahaan harus
meningkatkan keselamatan tenaga kerjanya.

Sumber: suryamalang.com

Kasus Kecelakaan Kerja di PT Shica Sering Terjadi


Aditya Mahatva Yodha- Senin, 22 Juni 2015 17:53 WIB

Aktivitas di PT Shica Jaya Sentosa. Foto: Metrotvnews.com/Aditya Mahatva

Metrotvnews.com, Malang: Tewasnya salah satu Mandor di PT Shica Jaya Sentosa, Eko
Agus Santoso, pagi tadi menguak cerita bahwa sering terjadi kecelakaan di pabrik yang
berlokasi di di Jalan Sumber Pasir Nomor 168 Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu.

"Kecelakaan sudah sering terjadi, Mas. Sebulan lalu ada yang sampai kakinya itu patah," ujar
salah satu karyawan yang tidak mau namanya disebutkan, Senin (22/6/2015).
Kecelakaan diduga sering terjadi karena mesin di pabrik dipaksa bekerja 24 jam dengan
jadwal kerja dibagi menjadi 3 shift. Setiap shift mesin bekerja selama 8 jam.

"Kami tidak tahu apakah mesin bekerja sesuai dengan porsinya atau tidak. Yang jelas, mesin
bekerja nonstop," tambah karyawan itu.

Pihak perusahaan tidak mau mengomentari masalah mesin. "Yang jelas ini murni kecelakaan.
Kami tidak bisa mengomentari itu. Kami masih berduka," ucap perwakilan dari HRD PT
Shica Jaya Sentosa, Toni.

Sebelumnya, salah satu Mandor di lokasi kerja bagian produksi, Eko Agus Santoso,
meninggal tertimpa besi pada mesin pencetak asbes sekitar pukul 07.30 WIB. Jenazah
dimakamkan pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Desa Tulus Ayu.

Sumber: metrotvnews.com

Dua Karyawan PT. Shica Jaya Sentosa Tewas saat Bekerja


24 Jun 2015
by Kontributor

Kabupaten Malang, SeputarMalang.Com Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja


(K3) di lingkungan PT. Shica Jaya Sentosa patut dipertanyakan. Pasalnya di perusahaan
pembuat asbes yang terletak di Desa Sumberpakir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang
tersebut cukup sering terjadi kecelakaan kerja. Bahkan selama tahun 2015 ini saja sudah
terjadi sebanyak tiga kali kecelakaan kerja dan menyebabkan dua orang tewas. Kedua korban
ini tewas karena tersengat listrik dan tertimpa besi mesin pembuat asbes yang tiba-tiba patah.
Pada bulan Februari 2015 lalu, salah seorang karyawan PT. Shica Jaya Sentoso juga
mengalami cedera dan luka akibat terjatuh dari truk tronton. Dari hal itu bisa dilihat jika
manajemen perusahaan telah ceroboh dan teledor tidak mengecek kondisi mesin sehingga
menyebabkan Eko Agus Susanto tewas. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor
5 Tahun 1989 tentang pesawat Angkat dan Angkut Pekerjaan harus dilakukan pengecekan
minimal setiap 3 bulan sekali. Apabila ditemukan kerusakan maka manajemen perusahaan
harus segera memperbaikinya. Dalam hal ini kami telah menunjuk beberapa CV untuk
melakukan hal tersebut dan tersertifikasi secara nasional, tegas pengawas K3 Dinasker
Kabupaten Malang, Danar Rahardian, kemarin (23/06/2015).
Penyilidikan terkait kasus memilukan ini terus dilakukan Disnaker Kabupaten Malang. Jika
hasil penyilidikan memastikan perusahaan tersebut bersalah, maka bisa saja Disnaker
Kabupaten Malang segera memberi peringatan.

Sumber: seputarmalang.com

Disnakertrans dan Kepolisian Terus Dalami Tewasnya Pekerja di PT. Shica


Jaya Sentosa
25 Jun 2015
by Abu Hanifah S.

Kabupaten Malang, SeputarMalang.Com Imbas dari tewasnya Eko Agus Susanto di tempat
kerjanya, PT. Shica Jaya Sentosa, membuat pihak kepolisian dan Dinas Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi Kabupaten Malang terus mengadakan penyelidikan. Terlebih, kasus kecelakaan
kerja di PT. Shica Jaya Sentosa tempat Eko Agus Susanto bekerja ini merupakan kali ketiga
dalam lima bulan terakhir.
Seperti diberitakan sebelumnya, manajemen perusahaan PT. Shica Jaya Sentosa diduga
melakukan kelalaian sehingga terjadi kasus kecelakaan kerja dalam jangka waktu dekat
sebagai berikut:
1. 23 Januari 2015. Kecelakaan kerja menimpa karyawan bernama Zulvan Arif yang
terjatuh di truk container. Akibatnya, Zulvan Arif yang merupakan warga Dusun
Botoputih, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis ini mengalami cacat tetap karena
amputasi kaki kiri.
2. 28 April 2015. Kecelakaan kerja yang menyebabkan karyawan bernama Sutarno
(warga Dusun Blandit, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari) meninggal dunia karena
tersengat arus listrik.
3. Kasus terbaru, 22 Juni 2015. Eko Agus Susanto, warga Dusun Prapatan, Desa Tulus
Ayu, Kecamatan Tumpang mengalami kecelakaan di tempat kerja hingga meninggal
dunia.
Tiga kasus kecelakaan kerja yang terjadi dalam kurun waktu lima bulan ini bisa menjadi
indikasi bahwa pihak perusahaan mengabaikan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.
Arief Hariyoso yang merupakan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Ketenagakerjaan
dari Disnakertrans Kabupaten Malang mengatakan, PT. Shica Jaya Sentosa diduga
menyalahi UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja , di mana pengusaha tidak
menunjukkan dan menjelaskan pada pekerja tentang cara-cara dan sikap yang aman dalam
melaksanakan pekerjaan, lingkungan kerja dan proses produksi.
Selanjutnya, Arief Hariyoso mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengadakan
penyelidikan untuk mendalami kasus ini. Dia juga berharap untuk bisa bertemu dengan
pimpinan perusahaan agar bisa membicarakan langkah-langkah pencegahan terulangnya
kecelakaan kerja di PT. Shica Jaya Sentosa.
Dalam kasus terakhir yang menyebabkan korban jiwa Eko Agus Susanto, sumber
SeputarMalang.Com mengatakan bahwa Eko Agus Susanto tewas tersambar besi conveyor
yang patah. Conveyor ini sendiri beberapa waktu sebelumnya telah mengalami kerusakan dan
sudah dilakukan upaya perbaikan dengan pengelasan. Karena conveyor rusak lagi, yang
ditandai dengan hasil produksi yang tidak standar, salah seorang karyawan Quality Control
melaporkan kepada Eko Agus Susanto yang merupakan operator conveyor. Ketika memeriksa
kerusakan inilah, kecelakan tersebut terjadi dan berakibat pria berusia 32 tahun tersebut
tewas.
Pihak kepolisian telah memeriksa 2 orang karyawan PT. Shica Jaya Sentosa terkait
kecelakaan ini. Kanit Reskrim Polsek Pakis Ipda Roni Margas mengatakan pihak kepolisian
terus melakukan pendalaman kasus. Pihaknya juga terus bekerja sama dengan pengawas dan
penyidik dari Disnakertrans. Polisi juga telah memasang police line di TKP untuk
mensterilkan lokasi dari aktivitas pabrik.
Police line di TKP tewasnya Eko Agus Santoso

Dari pihak perusahaan, belum banyak keterangan yang bisa diperoleh. Legal perusahaan,
Toni mengatakan bahwa pihak pimpinan belum bisa ditemui. Manajemen perusahaan yang
terletak di Jl. Raya Sumber Pasir, Desa Sumber Pasir, Kecamatan Pakis ini juga belum bisa
berkomentar banyak karena sedang masa berduka. Tentunya hal ini sangat disayangkan
mengingat pihak perusahaan harusnya lebih proaktif dan terbuka dalam memberikan
informasi terkait kondisi K3 dan kecelakaan kerja yang terjadi. Terlebih sudah ada dua
korban tewas dan satu korban cacat dalam jangka waktu lima bulan.

Sumber: seputarmalang.com