You are on page 1of 3

1.

3 Rentang gerak sendi


Range of Motion (ROM) adalah suatu teknik dasar yang digunakan untuk menilai
gerakan dan untuk gerakan awal ke dalam suatu program intervensi terapeutik.
Gerakan dapat dilihat sebagai tulang yang digerakkan oleh otot atau pun gaya eksternal
lain dalam ruang geraknya melalui persendian.
Bila terjadi gerakan, maka seluruh struktur yang terdapat pada persendian tersebut akan
terpengaruh, yaitu : otot, permukaan sendi, kapsul sendi, fasia, pembuluh darah dan saraf
Gerakan yang dapat dilakukan sepenuhnya dinamakan Rang of Motion (ROM)
Untuk mempertahankan ROM normal, setiap ruas harus digerakkan pada ruang gerak
yang dimilikinya secara periodik.
Factor-faktor yang dapat menurunkan ROM, yaitu penyakit-penyakit sistemik, sendi,
neurologis ataupun otot; akibat pengaruh cedera atau pembedahan; inaktivitas atau
imobilitas
Dari sudut terapi, aktivitas ROM diberikan untuk mempertahankan mobilitas persendian
dan jaringan lunak untuk meminimalkan kehilangan kelentukan jaringan dan
pembentukan kontraktur
Teknik ROM tidak termasuk peregangan yang ditujukan untuk memperluas ruang gerak
sendi

http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/197103282000121-
LUCKY_ANGKAWIDJAJA_RORING/8-Range_of_Motion.pdf

Diagnosis
Mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh The American Reumatism Association (ARA) tahun
1977. Kriteria tersebut sebagai berikut:
A. Diagnosis pasti ditegakkan apabila ditemukan Kristal monosodium urat (MSU) pada
cairan sendi atau tofi

B. Ditemukan 6 dari 12 kriteria berikut

1. Inflamasi maksimal pada hari pertama


2. Serangan antritis akut lebih dari satu kali
3. Artritis monoartikular (arthritis pada satu persendian)
4. Sendi yang terkena berwarna kemerahan
5. Pembengkakan dan sakit pada sendi mtp i
6. Serangan pada sendi mtp unilateral
7. Serangan pada sendi tarsal unilateral
8. Tofus
9. Hiperurisemia
10. Terdapat pembengkakan sendi asimetris pada gambaran radiologik
11. Terdapat kista subkortikal tanpa erosi pada gambaran radiologik
12. Pada pemeriksaan kultur bakteri cairan sendi hasilnya negative

Pemeriksaan fisik
- Bengkak pada MTP-I bersifat akut dan tiba-tiba
- Demam dan malaise
- Batu asam urat
- Berulang setelah 1-2 tahun
- Tophi : MTP, olecranon, synovium, bursa, Achilles,forearm, helix auricular
- Factor pres : stress, trauma, dehidrasi, purine dan asupan alkohol, obat-obatan

Pemeriksaan laboratorium
- darah rutin
- Urin rutin/protein
- Urat dalam urin 24 jam (5 hari diet rendah purine) jika > 600mg = over produksi
- Asam urat darah
- Ureum darah
- Plasma lipid

Pemeriksaan radiologi
- Punched-out area pada permukaan sendi
- Erosi tulang
- Destruksi sendi
- Subkutaneus tophi
- Kalsifikasi tophi
- Pembengkakan asimetris periartikular
1. Pemerikasaan X-Ray
Sendi akan mengalami penyempitan dan destruksi pada permukaan sendi. Tophi akan
terlihat seperti pembengakakan jaringan lunak dan terjadi erosi pada tepi tulang.
2. Pemeriksaan MRI
Tulang mengalami edema dan pembengkakan.
Gold standar untuk pemerikasaan Gout yaitu Aspirasi cairan sendi.