You are on page 1of 212

ALUR ALAT BERSIH DARI CSSD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.01 1 1
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Suatu acuan kepada perawat dan staff kamar bedah untuk
PENGERTIAN mempertahankan kesterilan kamar bedah dan pedoman / alur dalam
membawa alat ersih dari ruangan CSSD
Untuk mempertahankan kesterilan dan kebersihan di ruang kamar
TUJUAN
bedah
SK Direktur Nomor 1103 /i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Staf kamar bedah/ perawat memastikan alat yang digunakan di
ruang operasi apakah kotor dan perlu untuk dibersihkan dan atau
disterilkan kembali
2. Perawat membawa alat kotor dari ruang operasi ke ruang CSSD
kotor
PROSEDUR
3. Perawat membersihkan alat kotor di ruangan CSSD kotor
4. Perawat CSSD membawa alat yang sudah bersih dari CSSD kotor
5. Staf CSSD/ perawat mensterilkan alat yang sudah bersih di CSSD
steril, dan alat yang harus tetap dalam keadaan bersih disimpan di
tempatnya/ lemari dan dikunci
1. CSSD
UNIT TERKAIT
2. IBS

1
ALUR ALAT KOTOR KE CSSD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.02 1 2
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Suatu acuan kepada perawat/ staf kamar bedah untuk
PENGERTIAN mempertahankan kesterilan di ruang kamar bedah dalam membawa
alat kotor ke CSSD
Untuk mempertahankan kesterilan dan kebersihan di ruang kamar
TUJUAN
bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Staf IBS / perawat memastikan alat yang digunakan di ruang
operasi apakah kotor dan perlu untuk dibersihkan dan atau
disterilkan kembali
2. Staff IBS / perawat membawa alat kotor dari ruang operasi ke
ruang CSSD kotor
PROSEDUR 3. Perawat membersihkan alat kotor di ruangan CSSD kotor
4. Perawat/ staf IBS membawa alat yang sudah bersih dari CSSD
kotor
5. Perawat mensterilkan alat yang sudah bersih di CSSD steril, dan
alat yang harus tetap dalam keadaan bersih disimpan di tempatnya/
lemari dan dikunci

2
ALUR ALAT STERIL DARI CSSD

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.03 1 3
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alur alat bersih dari CSSD adalah lintasan yang ditetapkan dalam
PENGERTIAN
membawa alat-alat bersih dari CSSD
Sebagai acuan kepada Petugas CSSD dan petugas lainnya untuk
TUJUAN mempertahankan kesterilan kamar bedah dan pedoman/ alur dalam
membawa alat bersih dari ruangan CSSD
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Petugas CSSD harus memastikan alat/ instrumen dalam keadaan
steril
2. Petugas CSSDmeletakkan alat/ instrumen steril di atas troli bila alat
PROSEDUR memerlukan troli atau tanpa troli
3. Serah terima alat steril harus dilakukan secara tertulis dengan
Formulir yang tersedia
1. Ruang rawat inap
2. IGD
UNIT TERKAIT 3. ICU
4. VK
5. IBS

3
ALUR DOKTER DAN PERAWAT DI
INSTALASI BEDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.04 1 4
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
06 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alur dokter dan perawat di Instalasi Bedah adalah lintasan yang
PENGERTIAN ditetapkan pada saat Dokter dan Perawat masuk/ keluar dari ruang
bedah
Sebagai acuan kepada Dokter dan Perawat di Instalasi Bedah untuk
TUJUAN
mempertahankan kesterilan di ruangan bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dokter bedah dan dokter anasthesi/ perawat anasthesi,
perawat scrub, perawat sirkuler yang akan masuk ke ruangan bedah
terlebih dahulu memakai pakaian operasi yang telah disediakan di
loker Instalasi Bedah, melepaskan perhiasan, aksesoris (jam,
gelang, cincin)
2. Setelah dokter bedah, dokter anasthesi, perawat anastesi,
perawat scrub, perawat sirkuler memakai alas kaki/ sandal khusus
yang telah disediakan untuk memasuki ruangan aseptik/ ruang
bedah
3. Perawat scrub, dokter bedah melakukan cuci tangan
diruangan scrubbing. Dokter anasthesi, perawat anasthesi, perawat
sirkuler langsung memasuki ruang pembedahan untuk
mempersiapkan pasien yang akan dioperasi
4. Perawat scrub, dokter bedah memasuki ruangan
pembedahan
PROSEDUR 5. Setelah selesai melakukan pembedahan dokter bedah,
dokter anasthesi, perawat anasthesi, perawat sirkuler keluar dari
ruang bedah melalui ruang aseptik menuju koridor semi publik,
perawat scrub membawa instrumen dan kain kotor menuju ruang
kotor CSSD dan memberinya ke bagian CSSD.

4
ALUR DOKTER DAN PERAWAT DI
INSTALASI BEDAH

No.
Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.0 1 5
4
STANDAR Ditetapkan Oleh,
OPERASIONAL Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal
PROSEDUR
Terbit
06 Mei
2017
(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

PROSEDUR

IBS
UNIT TERKAIT

5
ALUR KELUAR PASIEN YANG TELAH
MENJALANI PEMBEDAHAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.05 1 6
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
06 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alur keluar pasien yang telah menjalani pembedahan adalah lintasan
yang ditetapkan dalam membawa pasien yang telah menjalani
PENGERTIAN
pembedahan dari kamar operasi hingga ke ruang resusitasi dan
sampai kembali ke ruang rawat inap
Suatu acuan kepada petugas di instalasi bedah untuk
TUJUAN
mempertahankan kesterilan di ruang kamar bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Setelah pembedahan selesai, dan pasien sudah diintubasi dan atau
disadarkan dari pembiusan, pasien dibawa dari kamar bedah, keluar
menuju selasar steril, dilanjutkan ke selasar semisteril hingga sampai
di ruang recovery room/ ruang pemulihan
PROSEDUR 2. Di ruang pemulihan, pasien diberikan pengobatan dan perawatan dan
monitoring vital sign hingga sadar penuh
3. dari ruang pemulihan, pasien dikeluarkan ke selasar kotor, dan
dipindahkan ke tempat tidur siap untuk dibawa ke ruang rawat inap
dalam keadaan sadar penuh
1. Instalasi Rawat Inap
2. IGD
UNIT TERKAIT 3. VK
4. ICU
5. Poliklinik

6
ALUR MASUK PASIEN YANG AKAN
MENJALANI PEMBEDAHAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.06 1 7
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
06 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alur masuk pasien yang akan menjalani pembedahan adalah lintasan
PENGERTIAN yang ditetapkan dalam membawa pasien yang akan menjalani
pembedahan dari ruang penerimaan sampai ruang bedah
Suatu acuan kepada petugas di instalasi bedah untuk
TUJUAN
mempertahankan kesterilan di ruang kamar bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Setelah serah terima pasien dengan ruang rawat inap, pasien
ditempatkan di ruang penerimaan/ persiapan pasien dengan
menggunakan pakaian operasi dari rumah sakit (tanpa ada pakaian
dari luar rumah sakit)
PROSEDUR 2. Bila sudah siap untuk dilakukan pembiusan, pasien dibawa dari
ruang penerimaan pasien menuju selasar semi steril, dilanjutkan ke
selasar steril hingga ke kamar bedah
3. Pasien dibaringkan di meja operasi dan dipersiapkan untuk tindakan
selanjutnya
6. Instalasi Rawat Inap
7. IGD
UNIT TERKAIT 8. VK
9. ICU
10. Poliklinik

7
PEMERIKSAAN IDENTITAS PASIEN
SEWAKTU DATANG DI IBS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.07 1 8
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Penerimaan dan pemeriksaan identitas pasien pre operasi di
Instalasi Bedah Sentral adalah menerima dan mencocokan pasien
PENGERTIAN
sebelum dilakukan tindakan pembedahan terhadap tehnik serta
lokasi dan inform consent.
1. Memastikan tentang tehnik serta lokasi operasi
2. Melihat persiapan pasien prabedah termasuk
TUJUAN kelengkapan dokumen dan ijin operasi
3. Menerangkan langkah-langkah penerapan dan
penerimaan pasien sebelum pembedahan (pre-operatif)
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Mengidentifikasi pasien:
a. Mencocokan identitas pasien (nama, umur, status dan
rekam medis pasien)
b. Mencocokan pembedahan yang akan dilakukan (jenis
operasi, lokasi dan diagnosa medis)
2. Memberikan motivasi dan penjelasan prosedur pembedahan kepada
pasien
3. Meneliti dan melengkapi status pasien dengan
menggunakan lembar chek list, antara lain:
a. Surat persetujuan (inform consent)
PROSEDUR b. Menanyakan pada pasien apakah dalam keadaan puasa
c. Pemeriksaan RO, EKG dan laboratorium
d. Persediaan obat dan darah
e. Memastikan pasien sudah menggunakan baju operasi
dengan benar.
4. Mengevaluasi keadaan umun dan vital sign
5. Memindahkan pasien kekamar tindakan dan memberikan
penjelasan setiap akan melakukan tindakan
6. Membimbing dan memberikan petunjuk tentang tata cara berdoa
kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh petugas IBS sesuai dengan
agama dan kpercayaan pasien.

UNIT TERKAIT IBS

8
KERJASAMA ANTAR DISIPLIN
INSTALASI BEDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.08 1 9
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Kerja sama antar disiplin adalah kerjasama yang terintegrasi dan
PENGERTIAN seamles sehingga pasien tidak merasa mendapatkan pelayanan
terkotak-kotak
Sebagai acuan/ pedoman multidisiplin dalam memberikan
TUJUAN
pelayanan pembedahan, anasthesi, dan perawatan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
- Dokter bedah, didampingi perawat ruangan melakukan/
visite kepada pasien dan membicarakan tentang pembedahan yang
akan dilakukan, menetapkan tanggal yang disepakati bersama
- Perawat ruangan menghubungi dokter anasthesi dan
melaporkan rencana operasi atas indikasi dan rawatan dokter
- Dokter anasthesi bersama dokter bedah dan perawat, bila
memungkinkan melakukan visite bersama pada pasienyang
bersangkutan dan melakukan diskusi terkait dengan prosedur
pembedahan
- Perawat ruangan menjadwalkan pasien ke instalasi bedah
dan melakukan kontrak orientasi pasien di instalasi bedah
- Pasien didampingi oleh perawat bedah, orientasi ke ruangan
PROSEDUR operasi
- Pada hari H, pasien diturunkan ke instalasi bedah dan
dilayani diruangan penerimaan
- Dokter anasthesi memberikan pelayanan anasthesi
didampingi perawat
- Dengan ijin dari dokter anasthesi, dokter bedah melakukan
operasi yang tetap didampingi oleh dokter anasthesi sehingga
operasi selesai
- Dokter anasthesi, memberikan terapi lanjutan post operasi
dengan terapi disesuaikan dan dokter bedah, dan melakukan visite
pasien untuk memastikan efek dari pembiusan
- Terapi lanjutan dicantumkan oleh dokter bedah

UNIT TERKAIT IBS

9
MEKANISME KERJASAMA ANTAR
DISIPLIN DALAM PERSIAPAN
OPERASI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.09 1 10
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Kerjasama antar disiplin adalah kerjasama yang terintegrasi dan
PENGERTIAN seamles sehingga pasien tidak merasa mendapatkan pelayanan
terkotak-kotak
Sebagai acuan/ pedoman multidisiplin dalam memberikan
TUJUAN
pelayanan pembedahan, anasthesi, dan perawatan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dokter bedah, didampingi perawat ruangan
melakukan/ visite kepada pasien dan membicarakan tentang
pembedahan yang akan dilakukan, menetapkan tanggal yang
disepakati bersama
2. Perawat ruangan menghubungi dokteranasthesi
dan melaporkan rencana operasi atas indikasi dan rawatan dokter
3. Dokter anasthesi bersama dokter bedah dan
perawat, bila memungkinkan melakukan visite bersama pada pasien
yang bersangkutan dan melakukan diskusi terkait dengan prosedur
pembedahan
4. Perawat ruangan menjadwalkan pasien ke
instalasi bedah dan melakukan kontrak orientasi pasien di instalasi
bedah
PROSEDUR 5. Pasien didampingi oleh perawat bedah,
orientasi ke ruangan operasi
6. Pada hari H, pasien diturunkan ke instalasi
bedah dan dilayani diruangan penerimaan
7. Dokter anasthesi memberikan pelayanan
anasthesi didampingi perawat
8. Dengan ijin dari dokter anasthesi, dokter bedah
melakukan operasi yang tetap didampingi oleh dokter anasthesi
sehingga operasi selesai
9. Dokter anasthesi, memberikan terapi lanjutan
post operasi dengan terapi disesuaikan dan dokter bedah, dan
melakukan visite pasien untuk memastikan efek dari pembiusan
10. Terapi lanjutan dicantumkan oleh dokter bedah
UNIT TERKAIT 1. Instalasi Rawat Inap
2. ICU

10
3. Kamar bersalin
4. Poliklinik
5. IGD

MEKANISME KERJASAMA ANTAR STAF


MEDIS DENGAN NON MEDIS DALAM
PERSIAPAN OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.10 1 11
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Kerjasama antar staf medis dengan non medis adalah kerjasama yang
terintegrasi antara staf medis dengan non medis untuk membahas
PENGERTIAN
sarana prasarana, perlengkapan dan instrumentasi khusus yang akan
digunakan dalam operasi tertentu
Sebagai acuan/ pedoman dalam pembahasan keperluan sarana
TUJUAN prasarana, perlengkapan dan instrument khusus untuk menunjang
kelancaran pembedahan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dokter bedah, didampingi perawat ruangan melakukan/ visite kepada
pasien dan membicarakan tentang pembedahan yang akan dilakukan
2. Bila pembedahan yang direncanakan adalah bedah khusus dan
memerlukan peralatan dan alat kesehatan khusus misalnya
laparascopy, operasi jantung, dll, makadokter yang bersangkutan
berkoordinasi langsung dengan kepala keperawatan instalasi bedah
tentang perlengkapan dan instrumentasi serta alat kesehatan yang
PROSEDUR akan digunakan
3. Kepala instalasi bedah mengajukan penyediaan peralatan ke
logistik/farmasi (bila alat yang dimaksudkan belum ada di instalasi
bedah)
4. Selanjutnya, logistik/farmasi akan mengadakan barang/alat yang
diminta
5. Bila peralatan dan alat kesehatan lainnya sudah tersedia dan atau bisa
disediakan, rencana operasi dijadwalkan.
1. Instalasi Rawat Inap
2. ICU
3. Kamar Bersalin
UNIT TERKAIT
4. Poliklinik
5. IGD
6. Logistik

11
MEKANISME KONSUL DI MEJA
OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.11 1 12
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Konsul di meja operasi adalah suatu tindakan darurat yang
dilakukan ketika pembedahan berlangsung dimana ditemukan
PENGERTIAN
penyakit lain di tubuh pasien yang memerlukan pembedahan
dengan diisiplin ilmu yang berbeda.
Sebagai acuan/ pedoman multidisiplin dalam memberikan
TUJUAN pelayanan pengobatan agar pasien tidak merasa mendapatkan
pelayanan yang terkotak-kotak.
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dokter bedah melakukan pembedahan sesuai
dengan jenis pembedahan yang direncanakan dan hasil penunjang.
2. Setelah dimulai pembedahan dan pembukaan
organ tubuh pasien, apabila dokter bedah menemukan kelainan
diagnosa/ penyakit dan atau adanya penyakit lain di tubuh pasien
yang memerlukan pembedahan, maka dokter bedah yang
bersangkutan mengajukan rujukan konsul di meja operasi kepada
dokter spesialis lainnya sesuai dengan bidangnya.
PROSEDUR 3. Perawat sirkuler menghubungi keluarga dan
menginformasikan adanya penyakit lain di tubuh pasien dan
memerlukan tindakan pembedahan dengan dokter ahli yang berbeda
dan membuat persetujuan tindakan medik.
4. Kemudian, perawat sirkuler menghubungi dokter spesialis yang
dirujuk untuk memberitahukan konsul di meja operasi dan meminta
hadir dengan segera untuk melakukan pembedahan darurat
5. Tindakan pembedahan dilanjutkan, segala temuan dilakukan
dokumentasi dengan baik.
1. Instalasi Rawat Inap
2. ICU
UNIT TERKAIT 3. Kamar Bersalin
4. Poliklinik
5. IGD

12
MEKANISME KONSULTASI MEDIS
ANTAR DISIPLIN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.12 1 13
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
OPERASIONAL
05 Mei 2017
PROSEDUR

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Konsultasi medis antar disiplin adalah konsultasi yang dilakukan
PENGERTIAN oleh seorang dokter dengan dokter lainnya dalam ilmu disiplin yang
berbeda misalnya dengan Penyakit Dalam, Paru, dll
Sebagai acuan/ pedoman multidisiplin dalam memberikan
TUJUAN pelayanan bedah agar pasien tidak merasa mendapatkan pelayanan
yang terkotak-kotak.
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dokter, didampingi perawat ruangan melakukan/ visite kepada
pasien dan melakukan pengkajian dan pemeriksaan kepada pasien
2. Bila dokter menemukan hal-hal yang tidak memungkinkan
untuk pembedahan dan atau diperlukan untuk pengobatan dengan
dokter lain, dokter merujuk pasien untuk konsul dengan dokter
disipkin ilmu lainnya,
3. Perawat menghubungi dokter yang dikonsulkan, dan dokter
bedah merujuk pasien dengan memberikan penjelasan yang jelas
tentang identitas pasien dan alasan konsul
PROSEDUR
4. Dokter kedua bersama dengan dokter bedah melakukan visite
bersama dan konsultasi medik
5. Bila keadaan sudah memungkinkan,pasien boleh direncanakan
tindakan pembedahan
6. Bila salah seorang dokter belum menyetujui untuk tindakan
pembedahan, maka tindakan pembedahan ditunda sampai batas
toleransi yang disetujui oleh dokter yang bersangkutan
7. Bila sudah disetujui untuk tindakan pembedahan, perawat
ruangan segera menjadwal pasien ke Instalasi Bedah
1. Instalasi Rawat Inap
2. ICU
UNIT TERKAIT 3. Kamar Bersalin
4. Poliklinik
5. IGD
13
MEKANISME PERTEMUAN BERKALA
MULTIDISIPLIN PASCA OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.13 1 14
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Pertemuan berkala multi disiplin ilmu adalah pertemuan yang
PENGERTIAN dilakukan oleh dokter bedah dengan disiplin ilmu yang berbeda
yang terkait dalam pelayanan pembedahan kepada pasien
Sebagai acuan/ pedoman multidisiplin dalam memberikan
TUJUAN
pelayanan pembedahan kepada pasien yang komprehensif
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dokter bedah yang terkait dalam pembedahan
melakukan visite pada waktu yang sama atau berbeda pada pasien
2. Dokter bedah menuliskan resume visite pada
catatan dokter, lengkap dengan terapi dan rujukan
PROSEDUR
3. Kedua dokter bedah atau lebih melakukan
pertemuan bersama untuk membahas evalusi pasca operasi dan
terapi yang tepat
4. Terapi ditulis jelas pada status pasien
1. Instalasi Rawat Inap
2. ICU
UNIT TERKAIT 3. Kamar Bersalin
4. Poliklinik
5. IGD

14
MENUNDA DAN MENAMBAHKAN
JADWAL OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.14 1 15
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Menunda dan menambah jadwal operasi adalah suatu tindakan yang
PENGERTIAN dilakukan oleh perawat apabila ada penambahan jadwal operasi dan
penundaan terhadap operasi yang sudah dijadwalkan
Sebagai acuan kepada petugas instalasi bedah untuk mempersiapkan
TUJUAN
kesiapan dan kesiagaan pelaksanaan pembedahan di instalasi bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Setiap pasien operasi yang telah terjadwal, perawat ruangan
memastikan kembali kepada dokter yang bersangkutan
2. Bila ada penundaan waktu, perawat ruangan segera menghubungi
dokter anasthesi untuk penundaan waktu dan memberitahukan
jadwal/ waktu pengganti penundaan dan menghubungi kamar bedah
untuk memberitahukan adanya penundaan jadwal operasi pasien
yang telah terjadwal dan pemberitahuan jadwal/ waktu operasi baru
PROSEDUR 3. Staf bedah menyesuaikan jadwal operasi baru agar tidak
mengganggu jadwal operasi lainnya yang telah terdaftar
4. Bila ada penundaan waktu dari instalasi bedah, staf bedah
menghubungi perawat ruangan tentang penundaan.
5. Bila ada penambahan pasien operasi, perawat ruangan menghubungi
instalasi bedah, dan menjadwalkan pasien
6. Staf kamar bedah menyesuaikan jadwal operasi tanpa mengganggu
daftar operasi lain yang telah terjadwal
1. Instalasi Rawat Inap
2. ICU
UNIT TERKAIT 3. Poliklinik
4. IGD
5. Unit Kamar Bersalin (VK)

15
MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN
DOKTER UNTUK BIOPSI PLEURA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.15 1 16
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Mengambil cairan dengan cara menusukkan IV chateter no.14 ke
PENGERTIAN dalam rongga paru-paru dan disedot dengan spuit 60 cc untuk
dikultur.
Sebagai acuan pedoman dalam langkah-langkah persiapan tindakan
TUJUAN biopsi pleura di unit pelayanan kamar bedah
Agar tindakan dapat berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR 1. Persiapan Perawat
- Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
- Mempersiapkan ruangan bedah agar siap pakai
- Mempersiapkan alat instrument
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat kesehatan
- Memeprsiapkan obat-obatan yang dibutuhkan
- Menghubungi kembali dokter 30 menit sebelum tindakan
dimulai

2. Persiapan Pasien
- Beri salam dan perkenalkan diri pada pasien bila pasien sadar
- Kenali indentitas pasien berdasarkan status pasien
- Pastikan informasi dengan pasien/ perawat ruangan melalui
formulir, proses keperawatan
- Periksa bahwa formulir Surat Persetujuan Tindakan Medis
sudah ditandatangani
- Beri tahu pasien agar ia siap dipindahkan ke ruang operasi
- Tenangkan pasien dan jaga agar pasien tetap merasa aman dan
nyaman
- Catat identitas pasien ke buku pelayanan kamar bedah

3. Persiapan Alat Instrument


- Oval Klem 1
- Gunting 1
1
- Monitoring
2. buah
16
- Kom sedang

MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN


DOKTER UNTUK BIOPSI PLEURA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.15 1 17
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 4. Persiapan Alat Tenun
- Duk lobang 1x1 mt 1 buah
- Duk 1x1 mt 1 buah
- Masker 2 Pasang
- Topi 2 Buah
- Kassa Secukupnya
- Sarung tangan 2 Pasang

5. Persiapan Obat-obatan
- Spuit 10 cc 1 buah
- Spuit 60 cc 1 buah
- IV Chateter No.14 1 buah
- Lidokain 2 % 1 ampul
- Salep Yodium Povidone
- Solution Yodium Povidone 1 tube
- Alkohol 50 cc
- Toradol 30 mg/Novalgin Injeksi 50cc
- Aquades 1000 ml 1ap
1fls

1. Perawat memindahkan pasien ke meja operasi


2. Perawat memberitahukan pasien tindakan biopsi pleura yang akan
dilakukan
3. Perawat mengukur tanda tanda vital pasien
4. Perawat membuka baju pasien
5. Perawat asisten mencuci tangan dengan larutan desinfektan 5 10
menit
6. Perawat memakai sarung tangan steril
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dilakukan tindakan biopsi
dengan solution yodium povidone
8. Perawat menutup daerah non steril dengan doek lobang steril di

17
sekeliling daerah yang dioperasi
9. Perawat memberikan obat anasthesi lokal dengan operator
10. Perawat memberikan trokar / IV catheter no.14 kepada operator
11. Perawat menampung cairan yang keluar dari pleura dengan kom

MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN


DOKTER UNTUK BIOPSI PLEURA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.15 1 18
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


steril
12. Perawat memasukkan cairan pleura ke dalam spuit untuk dikultur ke
laboratorium
13. Perawat menutup daerah bekas biopsi dengan salep yodium
povidone dan kassa steril
14. Perawat mengukur ulang tanda tanda vital
15. Perawat memberitahukan pasien bahwa tindakan biopsi pleura
PROSEDUR sudah selesai
16. Perawat memindahkan pasien dari meja operasi ke brankard
17. Perawat merapikan alat alat dan dikembalikan pada tempatnya
18. Perawat mencatat hasil tindakan dan observasi ke dalam catatan
keperawatan
19. Serah terima + status dengan perawat ruangan
20. Membersihkan kamar bedah
1. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT
2. IBS

18
MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN
DOKTER UNTUK MEMASANG WSD
(WATER SEALED DRAINASE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.16 1 19
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Untuk mengeluarkan cairan atau darah dari paru-paru dengan
PENGERTIAN
memasukkan Trokar ke dalam rongga paru-paru
1. Sebagai acuan atau pedoman dalam langkah-langkah persiapan
TUJUAN tindakan pasang WSD di unit Pelayanan Kamar Bedah
2. Agar operasi berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Persiapan Perawat
- Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
- Mempersiapkan ruang bedah agar siap pakai
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat kesehatan
- Mempersiapkan obat yang dibutuhkan
- Menghubungi kembali dokter bedah 30 menit sebelum
operasi

2. Persiapan Pasien
- Beri salam dan perkenalkan diri pada pasien bila pasien
PROSEDUR sadar
- Kenali identitas pasien berdasarkan status pasien
- Pastikan informasi dengan pasien/ perawat ruangan melalui
formulir proses keperawatan peroperatif
- Periksa bahwa formulir SuratPersetujuan Tindakan Medis
sudah ditandatangani yang bersangkutan
- Periksa apakah instruksi peroperatif sudah dilaksanakan
- Beritahu pasien agar ia siap dipindahkan ke ruang operasi
- Tenangkan pasien dan jaga agar pasien tetap merasa aman
dan nyaman
- Catat identitas pasien buku pelayanan kamar bedah

19
MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN
DOKTER UNTUK MEMASANG WSD
(WATER SEALED DRAINASE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.16 1 20
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 3. Persiapan Alat Instrument
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Scapel no.23 1
2 Pinset Siturgis 1
3 Oval klem 1
4 Gunting jaringan 1
5 Gunting benang 1
6 Klem arteri 2
7 Nald holder 1
8 Nald hecting Secukupnya
9 Kom sedang 2 buah
10 Slang suction silikon 1 buah
11 Mesin WSD 1 set
12 Monitoring 1 set
13 Benang zyde Sesuai yang Alat
dibutuhkan Kesehatan

4. Persiapan Alat Tenun


No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Duk lubang 1 x 1 mt 1 buah
2 Duk 1 x 1 mt 1 buah
3 Kassa secukupnya
4 Masker secukupnya
5 Topi 3 buah

20
MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN
DOKTER UNTUK MEMASANG WSD
(WATER SEALED DRAINASE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.16 1 21
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 5. Persiapan obat-obatan
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Spuit 10 cc 1
2 Lidokain 2 % 1
3 Trokar no.32 / 28 1 buah
4 Salep yodium povidone 1 tube
5 Yodium povidone solution 50 cc
6 Alkohol secukupnya
7 Sarung tangan 3 psg
8 Zyde no.2 1 meter
9 Steril water 1000 ml 1 fles
10 Pisau bedah no.23 1 buah
21
11 Sulfas atropin 2 ampul
12 Novalgin injeksi 1 ampul
(Analgetik)

1. Perawat memindahkan pasien kemeja operasi


2. Perawat memberitahu pasien tindakan pasang WSD akan dilakukan
3. Perawat mengukur vital sign pasien
4. Perawat membuka baju pasien
5. Perawat instrument mencuci tangan dnegan Hibiscrur
6. Perawat memakai sarung tangan steril
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dilakukan tindakan
dengan larutan Yodium Povidone Solution + Alkohol 96%
8. Perawat menutup dengan duk steril daerah yang non steril di
sekeliling daerah operasi
9. Perawat mendekatkan meja instrument yang berisi alat yang telah
disusun
10. Perawat memberikan obat anasthesi lokal kepada operator
11. Perawat memberikan bisturi kepada operator
12. Perawat memberikan benang-benang untuk jahitan sesuai dengan
yang diperlukan
13. Perawat mengembalikan barang-barang instrument ke meja
instrument

MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN DOKTER UNTUK


MEMASANG WSD (WATER SEALED DRAINASE)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.16 1 22
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


14. Perawat memberikan trokar sesuai dengan ukuran kepada operator
15. Perawat menutup daerah operasi dengan kompres Yodium Povidone
Solution dengan kassa steril
16. Perawat menyambungkan trokar yang terpasang dengan slang
mesin WSD yang telah disiapkan
17. Perawat memberi tahu pasien bahwa tindakan sudah selesai
PROSEDUR 18. Perawat mengukur ulang vital sign
19. Perawat memindahkan pasien ke brankard untuk dibawa ke ruang
pasien
20. Perawat serah terimaalat instrument dengan petugas CSSD
21. Perawat mencatat tindakan dan hasil observasi ke catatan
keperawatan
22. Perawat membersihkan kamar bedah

22
1. ICU
UNIT TERKAIT
2. Ruang Rawat Inap

MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN


DOKTER UNTUK TINDAKAN VENA
SECTIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.17 1 23
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Mengambil Vena dengan cara menyayat daerah yang ada pada vena
PENGERTIAN (biasanya pergelangan kaki atau pergelangan tangan) dengan
memasukkan IV catheter ke dalam vena dan memasukkan cairan
1. Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah persiapan tindakan
TUJUAN vena sectie di unit pelayanan kamar bedah
2. Agar tindakan berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103 /i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
A. Persiapan Perawat
- Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
- Mempersiapkan ruangan bedah agar siap pakai
PROSEDUR
- Mempersiapkan alat instrument
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat kesehatan

23
- Memeprsiapkan obat-obatan yang dibutuhkan
- Menghubungi kembali dokter 30 menit sebelum tindakan

2. Persiapan Pasien
- Beri salam dan perkenalkan diri pada pasien bila pasien
sadar
- Kenali indentitas pasien berdasarkan status pasien
- Pastikan informasi dengan pasien/ perawat ruangan melalui
formulir, proses keperawatan
- PeriksabahwaformulirSurat Persetujuan Tindakan Medis
sudah ditandatangani
- Beri tahu pasien jika sadar untuk dipindahkan ke ruang
operasi
- Tenangkan pasien dan jaga agar pasien merasa aman dan
nyaman
- Catat identitas pasien ke buku pelayanan kamar bedah

MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN


DOKTER UNTUK TINDAKAN VENA
SECTIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.17 1 24
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


3. Persiapan Alat Instrument
- Oval Klem 1 buah
- Gunting jaringan 1 buah
- Gunting benang 1 buah
- Gagang pisau 1 buah
no.3 Secukupnya
- Klem mosquito 1 buah
- Nald holder 2 buah
PROSEDUR - Doek klem 1 buah
- Kom sedang 1 buah
- Kom kecil 1 buah
- Pinset chirurgis 1 buah
kecil secukupnya
- Pinset anatomis
kecil
- Nald hecting

24
4. Persiapan Alat Tenun
- Duk lubang 1 x 1 m 1 buah
- Duk 1 x 1 m 2 buah
- Jas operasi 2 buah
- Sarung tangan 2 pasang
- Kassa Secukupnya
- Topi 3 Buah
- Masker 3 Buah

5. Persiapan Obat-obatan
- Spuit 5 cc
- Lidokain 2 % - Pisau no.15
- Infus set
- IV Chateter
- Cairan infus
- Solution Yodium
Povidone
- Alkohol
- Zyde 3 / 0
- Zyde 2 / 0

MENYIAPKAN PASIEN DAN ASISTEN


DOKTER UNTUK TINDAKAN VENA
SECTIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.17 1 25
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Meii 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 1. Perawat memindahkan pasien ke meja operasi
2. Perawat memberitahukan tindakan yang akan dilakukan kepada
keluarga pasien
3. Perawat mengukur vital sign
4. Perawat asisten mencuci tangan dengan larutan hibiscrub 5-10
menit
5. Perawat memakai sarung tangan steril
6. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan di vena sectie
7. Perawat menutup daerah yang sudah didesinfeksi dengan doek
lubang steril
8. Perawat memberikan obat anasthesi lokal kepada operator
9. Perawat memberikan pisau operasi kepada operator
10. Perawat memberikan IV kateter yang dibutuhkan oleh operator
11. Perawat
12. Zyde 3/0 atau Zyde 2/0 untuk mendesinfeksi vena dengan IV
kateter
Perawat membantu dokter menyambung selang infus ke IV
kateter untuk mengetahui apakah tidak ada penyumbatan pada
25
IV kateter yang terpasang
13. Perawat memberikan benang + nald kepada operator, untuk
menjahit kulit
14. Perawat membersihkan daerah yang sudah dijahit dengan cairan
NaCl 0,9%
15. Perawat menutup daerah yang sudah dijahit dengan kompres
yodium povidone solution dan kassa steril
16. Perawat memasang spalk pada daerah yang dilakukan vena
sectie
17. Perawat mengukur ulang vital sign pasien
18. Memindahkan pasien ke brankard
19. Perawat mencatat tindakan dan hasil observasi ke dalam catatan
keperawatan
20. Perawat merapikan/ membereskan alat-alat
21. Perawat membersihkan kamar bedah
Instalasi Rawat Inap, IGD, ICU
UNIT TERKAIT

MERAWAT PASIEN PASCA ANESTESI DI


RUANG RECOVERY ROOM (RR)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.18 1 26
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Mengobservasi pasien yang selesai operasi dengan anestesi sampai
PENGERTIAN
pernafasan dan hemodinamik stabil
1. Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah persiapan pasien selesai
TUJUAN anestesi di unit pelayanan kamar bedah
2. Agar tindakan berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103 /i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR 1. Persiapan Perawat
- Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
- Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
- Mempersiapkan alat kesehatan
- Memeprsiapkan obat-obatan yang dibutuhkan
2. Persiapan Pasien
- Kenali indentitas pasien berdasarkan status pasien
- Tenangkan pasien dan jaga agar pasien merasa aman dan nyaman
26
- Catat identitas pasien ke buku pelayanan RR
3. Persiapan Alat Instrument
- Monitoring 1 set
- Suction 1 buah
- Selang suction 1 buah
- Laryngoscope 1 set
- Gudel Mayo Besar, sedang, kecil
- Sarung tangan Seperlunya
- Oxygen (O2)

4. Persiapan Obat-obatan
- Cairan infus Seperlunya
- Infus set Seperlunya
- Obat-obat emergency Seperlunya

MERAWAT PASIEN PASCA ANESTESI DI


RUANG RECOVERY ROOM (RR)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.18 1 27
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1. Perawat mengobservasi keadaan pasien
2. Perawat mengukur tanda-tanda vital setiap 15 menit
3. Perawat mengontrol cairan yang masuk dan keluar
4. Perawat melakukan tindakan suction bila perlu
5. Perawat mengobservasi daerah luka operasi apakah ada perdarahan
atau tidak
PROSEDUR
6. Perawat melaporkan keadaan umum pasien kepada dokter
7. Perawat menulis setiap tindakan ke catatan perawatan
8. Perawat kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat
9. Perawat memindahkan pasien ke brankard bila sudah sadar penuh
dari obat bius
10. Perawat RR/ kamar bedah serah terima dengan perawat ruagan
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. ICU

27
PEMBEDAHAN PADA PASIEN
INFEKSIUS (HEPATITIS B, C, HIV / AIDS)

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.19 1 28
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
06 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Tindakan pembedahan dari penyakit infeksius (missal: Hepatitis B,
PENGERTIAN
C, HIV / AIDS)
1. Untuk melindungi petugas dari penularan penyakit infeksius
TUJUAN (hepatitis B, C, HIV / AIDS)
2. Untuk meningkatkan mutu pelayanan bedah di IBS
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Semua pasien yang direncanakan operasi dan diketahui atau diduga
mengidap penyakit infeksius seperti hepatitis B, C, HIV / AIDS seperti
pada pasien: pelacur, homoseksual, pengguna obat-obatan bebas perlu
dilakukan pencegahan pada saat operasi sebagai berikut:
1. Jadwal operasi dilaksanakan paling akhir dari jadwal operasi
hari itu.
2. Petugas menggunakan baju dan APD (Alat Pelindung Diri) yang
terdiri dari: masker dan topi disposibel, google, sarung tangan
panjang khusus, jas operasi disposable, sepatu boot.
3. Meja operasi dilapisi plastic khusus dan sesudah operasi selesai
dibuang.
4. Selama operasi perawat sirkuler ataupun petugas yang lain tidak
boleh keluar masuk kamar operasi.
5. Kassa bekas dan cairan dari tubuh pasien ditampung tersendiri
dan dibuang di tempat sampah infeksius.
28
6. Setelah selesai, kamar operasi tidak dipakai operasi, sebelum
dilakukan sterilisasi ruangan.

UNIT TERKAIT IBS

PENYIAPAN ALAT TENUN STERIL DI


MEJA INSTRUMEN PADA SAAT
OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.20 1 29
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat tenun adalah berbagai jenis kain yang terbuat dari bahan katun
PENGERTIAN yang digunakan untuk keperluan pembedahan meliputi gaun operasi
dan linen
Sebagai acuan kepada perawat dalam mempersiapkan dan cara
TUJUAN
menggunakan alat tenun untuk memperlancar jalannya operasi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Meja instrument dilapisi dengan perlak steril
2. Meja instrument dilapisi dengan doek steril yang kedua
PROSEDUR
3. Alat tenun disusun di atas meja instrument
4. Meja instrument ditutup dengan doek steril

UNIT TERKAIT CSSD

29
PETUNJUK DESINFEKSI AREA
OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.21 1 30
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Desinfeksi area operasi adalah prosedur yang dilakukan untuk
PENGERTIAN meminimalisasi mikroorganisme pada daerah insisi dengan
menggunakan cairan desinfektan
Sebagai acuan kepada staf bedah dalam melakukan desinfeksi area
TUJUAN
operasi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Dengan menggunakan peralatan steril, masukkan kassa/ depper ke
dalam kom yang sudah diberi cairan desinfektan (betsol)
2. Dengan menggunakan oval klem, ambil kasa dari dalam cairan
desinfeksi di dalam kom, dan lakukan pencucian pada daerah
PROSEDUR pembedahan, dimulai dari tengah menuju ke perifer
3. Lakukan berulang 2 atau 3 kali dengan menggunakan kasa yang
berbeda
4. Kain kasa yang sudah dipakai harus dibuang

UNIT TERKAIT IBS

30
PETUNJUK DRAPPING

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.22 1 31
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Drapping merupakan prosedur menutup pasien yang sudah berada
di atas meja operasi dengan menggunakan alat tenun steril, dengan
PENGERTIAN
tujuan memberi batas yang tegas pada daerah steril insisi
pembedahan
Sebagai acuan kepada staf bedah dalam melakukan drapping
TUJUAN
sebelum tindakan pembedahan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Harus dilaksanakan dengan teliti
2. Memahami dengan tepat prosedur
drapping
3. Drape yang dipasang tidak boleh
berpindah-pindah sampai operasi berakhir dan harus dijaga
sterilitasnya
4. Pakailah duk klem pada setiap sudut
PROSEDUR daerah sayatan agar alat tenun tidak mudah bergeser
5. Tim bedah yang memakai baju steril
harus selalu berhadapan dengan daerah operasi
6. Perawat sirkuler harus berdiri menghadap
scrub ners untuk mengingatkan jangan sampai drapping
terkontaminasi
7. Bila alat tenun sudah terkontaminasi,
harus segera diganti
31
8. Sekitar lantai tidak boleh ada genagan air
9. Hindari mengibas alat tenun terlalu tinggi
sehingga menyentuh lampu operasi atau alat tenun lainnya
10. Lindungilah sarung tangan dengan cara
meletakkan tangan di bawah lipatan pada saat drapping, hindari
menyentuh kulit pasien
11. Jika pemasangan alat tenun steril selesai
dan ada yang jatuh di bawah batas pinggul jangan diambil
12. Jika ragu-ragu terhadap sterilitas alat
tenun, maka alat tenun dinyatakan sudah terkontaminasi

UNIT TERKAIT IBS

PETUNJUK STERIL SURGICAL


GLOVING

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.23 1 32
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Gloving adalah suatu teknik/seni menggunakan sarung tangan steril
PENGERTIAN
dalam pembedahan untuk menjamin sterilitas setelah gowning
Sebagai acuan kepada staf bedah dalam melakukan steril surgical
TUJUAN
gloving sebelum tindakan pembedahan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Sudah dalam keadaan menggunakan gaun steril, tangan terbungkus
oleh gaun steril, ambil sarung tangan dengan teknik aseptik.
2. Tangan kanan dalam posisi anatomis (tengadah)
3. Dengan teknik aseptik, ambil sarung tangan kanan dan letakkan di
atas telapak tangan kanan dengan posisi menghadap telapak.
PROSEDUR
4. Jepit sarung tangan di bagian telapak tangan kanan dan jari tangan
kiri membantu memasukkan sarung tangan ke tangan kanan dengan
posisi menutupi gaun
5. Lakukan hal yang sama untuk sarung tangan kiri pada tangan kiri.
6. Sarung tangan harus sesuai dengan nomor yang bersangkutan

UNIT TERKAIT IBS

32
PETUNJUK STERIL SURGICAL
GOWNING

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.24 1 33
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Gowning adalah suatu istilah yang merupakan suatu teknik/ seni
PENGERTIAN
dalam menggunakan gaun steril setelah scrubing.
Sebagai acuan kepada staf bedah dalam melakukan steril surgical
TUJUAN
gowning sebelum tindakan pembedahan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Setelah melakukan surgical scrubbing, keringkan tangan
menggunakan handuk/kain steril
2. Ambil jas steril secara aseptik, hanya bagian atas gaun dan pegang
jas pada garis leher dengan menggunakan tangan kiri dan posisi
tangan kanan tetap setinggi bahu
3. Biarkan bagian bawah gaun jatuh tepat di depan anda
PROSEDUR 4. Buka lipatan jas dengan cara melepas bagian yang terjepit tangan dan
perhatikan jangan terkontaminasi
5. Tangan kiri tetap memegang bagian leher jas dan masukkan tangan
ke lubang lengan jas kanan diikuti dengan tangan kiri
6. Pertahankan posisi tangan di atas bahu
7. Perawat sirkuler berdiri di belakangnya untuk membantu
mengikatkan tali gaun operasi
33
UNIT TERKAIT IBS

PETUNJUK STERIL SURGICAL


SCRUBBING

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.25 1 34
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Surgical scrubbing atau cuci tangan steril adalah membersihkan
PENGERTIAN tangan dengan menggunakan sikat dan antiseptik di bawah air
mengalir dengan prosedur tertentu
Agar tangan dan lengan bagian bawah bebas dari mikroorganisme
TUJUAN
sebelum melakukan pembedahan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR 1. Gunakan topi dan masker yang tepat, dengan rambut yang
tertutup dan posisi nyaman
2. Basahi tangan sampai siku dengan menggunkan air bersih dan
mengalir. Gunakan antiseptik, usapkan ke seluruh tangan sampai
siku dan jangan dibersihkan, tetap jaga tangan selalu diatas siku
3. Dari kontainer steril, ambil brush steril dan campurkan dengan
desinfektan. Kemudian mulailah membrush tangan
4. Membrush kedua tangan mulai dari kuku, kedua ibu jari dan
sekitarnya sebanyak 30 kali
5. Lanjutkan dengan membrush sekitar ibu jari dan jari-jari
sebanyak 20 kali
6. Lanjutkan dengan membrus telapak tangan dan punggung
tangan sebanyak 20 kali
7. Lanjutkan pada pergelangan tangan dan sampai siku sebanyak
20 kali

34
8. Lanjutkan pada siku dengan gerakan memutar sebanyak 20 kali
9. Brush kurang lebih 2 inch di atas siku
10. Lakukan prosedur pada tangan yang lainnya dengan menggunakan
brush
11. Sisihkan brush pada tempatnya bila sudah selesai
12. Bersihkan kedua tangan dari busa di bawah air mengalir dari
ujung jari sampai ke siku
13. Bila sudah selesai, jangan menyentuh apapun
14. Keringkan tangan dengan menggunakan handuk/kain steril

UNIT TERKAIT IBS

35
PROSEDUR ASISTEN DOKTER BEDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.27 1 36
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Prosedur ini menetapkan tindakan dan tanggung jawab asisten
PENGERTIAN
untuk membantu dokter bedah.
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah-langkah penerapan
TUJUAN tindakan dan prosedur dalam membantu dokter bedah untuk
memperlancar jalannya operasi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Asisten mempersiapkan alat instrument, doek dan baju yang
akan dipakai untuk operasi
2. Memakaikan baju operasi dan mempersiapkan pasien di meja
PROSEDUR operasi
3. Memanggil dokter bedah, dokter anasthesi, penata anasthesi
bahwa operasi sudah bisa dimulai
4. Asisten mencuci tangan, memakai handscooen dan baju operasi
5. Memberi baju dokter dan handscooen dokter.
UNIT TERKAIT CSSD

36
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN APPENDICTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.28 1 37
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara asisten membantu dokter operator pada saat tindakan operasi
PENGERTIAN
appendictomy
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada Appendictomy
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR 1. Alat instrument
No Nama Alat Jlh Keterangan

37
1 Klem pencuci / oval 1 Untuk desinfektan
2 klem 5
3 Duk klem 1
4 Scapel no. 3 atau 4 10
5 Arteri klem pean 5
6 Arteri klem koher 1
7 Backoc 1
8 Korentang usus 1
9 Gunting resectie besar 2
10 Gunting benang 4
11 Langenbak refactor 2 Untuk subcutiskuler
12 Nald powder 1
13 Nald powder kecil 1
14 Pinset diatermi 1
15 Pinset anatomis besar 1
16 Pinset anatomis kecil 1
17 Pinset chirurgis besar 1
18 Pinset chirguris kecil 1
19 Kapas lidi 1 Untuk desinfektan
20 Com sedang 1
21 Com kecil 1
22 Nald hecting usus
23 Nald hecting roundet 1
24 Nald hecting cutting m
25 Siede 2 / 0 m
26 Plain

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN APPENDICTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.28 1 38
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 27 Plain 2 / 0 m
28 Kassa 20 atau 30 lbr
29 Mess No. 23,11, 15 Tergantung permintan
dokter

2. Alat Tenun
No. Nama Alat Jlh Keterangan

38
1 Jas operasi 4
2 Duk 1meter 5
3 Duk 1 meter 3
4 Duk 2 meter 4
5 Baju operasi 4
6 Topi 4
7 Masker 5
8 Sandal 5 psg
9 Sarung tangan 7.5, Sesuai dengan yang
8.0 Memakai

3. Obat-obatan
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Spinocain 25, 27 1 Sesuai dengan permintaan
2 Lidodex 1 ( Sesuai dengan
3 Marcain heavy 1 permintaan dan standart )
4 Spuit 3 cc 2
5 Spuit 5 cc 1
6 Spuit 10 cc 1
7 Sotatic 1
8 Efedrin 1
9 Adrenalin 1
10 Aquabidest 25 cc 1
NaCl 0,9 %
RL
O2

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN APPENDICTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.28 1 39
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


4. Alat-alat kesehatan
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Diatermi 1 Set
2 Suction 1 Set K/P
PROSEDUR 3 Mesin anasthesi 1 Set
O2
4 Monitoring Das ECG 1 Set
5 2000 2
6 Tong sampah 1
7 Standar infus
39
No. Nama Alat Jlh Keterangan
7 Meja operasi 1 psg
8 Trolly besar 1
9 Trolly kecil 1 Untuk spinal
10 Bet-sol
11 Alkohol

5. Pasien
a. Dari ruangan
- Sebelum pasien diturunkan ke kamar bedah, baju pasien
harus diganti dengan baju khusus operasi dan pasien memakai
mitela
- Pasien sudah diinfus
- Pasien sudah dipasang chateter
- Pasien sudah dipuasakan

b. Kamar bedah
- Pasien dimasukkan ke kamar bedah
- Membantu pasien pindah dari brankard ke meja operasi
- Mencek ulang vital sign
- Memeriksa infus, chateter ( k/ u ) apakah lancar
- Mencek ulang status pasien, PTM, dan lain-lain

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN APPENDICTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.28 1 40
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR - Memberikan motivasi kepada pasien, agat pasien tidak
merasa ketakutan

6. Perawat
- Mempersiapkan ruangan kamar bedah untuk siap pakai
- Mempersiapkan alat instrumen
- Mempersiapkan alat tenun
- Memepersiapkan alat kesehatan
- Mempersiapkan obat-obat anasthesi
- Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah,
anasthesi, penata.

40
1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah
2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruang operasi
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai jas operasi steril
6. Perawat memakai sarung tangan steril
7. Perawat menyusun alat-alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat dan kasa yang disediakan
8. Perawat mendesinfektasi daerah yang akan dioperasi
9. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril di
sekeliling daerah operasi
10. Perawat menset kabel diatermi dan selang suction
11. Perawat memakaikan jas operator
12. Perawat memakaikan sarung tangan operator
13. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal operasi sampai operasi selesai
14. Perawat menghitung jumlah kain kassa yang dipakai dan mencek
alat-alat kembali
15. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan antiseptik dan kain
kassa steril
16. Perawat membersihkan tubuh pasien
17. Perawat memindahkan pasien ke brankard untuk dibawa ke
ruangan
18. Perawat mencatat asuhan keperawatan operasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN APPENDICTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.28 1 41
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


19. Perawat mengoperkan instruksi dokter kepada perawat ruangan
20. Perawat membersihkan kamr bedah
PROSEDUR 21. Perawat mencek ulang alat-alat instrument sesuai dengan jumlah
yang akan dipersiapkan sebelum operasi
22. Perawat menyusun alat-alat kesehatan yang dipakai
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

41
ASESMEN PRA BEDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.29 1 42
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Asesmen Pra Bedah adalah penilaian dokter operator dengan
mempersiapkan pasien secara fisik, psikis dan menilai keadaan
PENGERTIAN
umum pasien untuk menentukan jenis tindakan operasi yang akan
dilakukan,
Agar operasi berjalan dengan lancar meminimalkan dan mencegah
TUJUAN hambatan atau hal-hal yang tidak diinginkan selama tindakan
operasi berlangsung.
1. SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
Kebijakan Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
2. SK Direktur Nomor 0400/i/RSUMS/Dir/SK/III/2016 tentang
KEBIJAKAN
Kebijakan Asesmen Pasien di RSU Mitra Sejati
3. SK Direktur Nomor 0401/i/RSUMS/Dir/SK/III/2016 tentang
Kebijakan Pelayanan Rekam Medis
PROSEDUR 1. Dokter operator melakukan visite pra bedah untuk melakukan
asesmen pra bedah kepada pasien yang hendak mendapat tindakan
operasi / bedah minimal 6 (enam) jam sebelum pasien masuk ke
dalam kamar operasi.
42
2. Dokter operator mempelajari rekam medis pasien yang mencakup
identifikasi pasien, diagnosis pra operatif dan timing tindakan
3. Dokter operator melakukan anamnesis pasien untuk mengetahui
indikasi tindakan medis dan riwayat medis pasien, termasuk
pengalaman operasi sebelumnya
4. Dokter operator melakukan pemeriksaan fisik melakukan Inspeksi,
Palpasi, Perkusi,Auskultasi.
5. Dokter operator mempelajari hasil pemeriksaan penunjang medik.
6. Dokter operator menentukan rencana tindakan operasi yang akan
dilakukan.
7. Dokter operator menginformasikan tentang prosedur tindakan yang
akan dilakukan
8. Dokter operator menginformasikan alternatif lain dan resiko/
komplikasi atau kemungkinan perdarahan intra operasi bila tindakan
operasi dilakukan.
9. Dokter operator melakukan pemantauan khusus pasca tindakan
10. Dokter operator mengisi formulir rekam medis yang telah
disediakan dan menandatanginya.
11. Jika pasien cito maka dokter operator dapat melakukan asesmen pra
bedah di ruang ibs
1. IGD
UNIT TERKAIT 2. IBS
3. Instalasi rawat inap

ASESMEN PRA BEDAH

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.29 1 43
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


4. Instalasi Care Unit
UNIT TERKAIT 5. Kamar Bersalin
6. Rekam Medis

43
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN CEMINO SHUNT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.30 1 44
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN
Operator pada saat tindakan Cemino Shunt.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugasnya sebagai asisten bedah dalam operasi cemino shunt
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati

PROSEDUR Alat Instrumen:

44
1. Bech Hars Klem 4 buah
2. Oval Klem 1 buah
3. Handle Scapel no.4 1 buah
4. Masquito bengkok 4 buah
5. Pincet anatomis 2 buah
6. Pinset Chirurgis 1 buah
7. Gunting Benang 1 buah
8. Gunting Jaringan 1 buah
9. Hak bebek 2 buah
10. Klem 90 kecil 1 buah
11. Needle holder 1 buah
12. Kom Kecil 2 buah
13. Buldog clamps 3 bs
14. Retractur Sedang 1 buah
15. Hand Swith 1 buah
16. Sarung tangan no.8 dan 2 pasang
no.6 1 buah
17. NGT no.14 1 buah
18. Spuit 10 cc 1 buah
2
19. Siede /0 1 mm
20. Siede 3/0 1 mm
7
21. Prolen no. /0 1 buah
22. Vicryl 2/0 1 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN CEMINO SHUNT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.30 1 45
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR Alat Instrument non steril :
1. Ember tempat sampah 1 buah
2. Standar Infus 1 set
3. Apron 2 buah
4. Meja Instrument 1 set
5. Meja Operasi 1 set
6. Mesin Diatermi 1 buah
7. Monitoring Pasien 1 set
8. Alkohol 100 cc
9. Betsol 100 cc
10. First Aid 100 cc
11. Hibis CNB 100 cc

Obat obatan Anestesi :


45
1. Xylocain PDF 2% 2
2. Heparin 1 cc

Alat Tenun :
1. Jas Operasi 2 buah
2. Doek 2x2 2 buah
3. Doek 1 x 1 2 buah

Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke ruangan bedah.
2. Observasi ulang vital sign.
3. Serah terima status pasien dengan perawat ruangan.
4. Memeriksa Infus.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN CEMINO SHUNT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.30 1 46
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam bedah
2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
operasi.
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai jas operasi
6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument.
8. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.
9. Draping
10. Perawat memasang kabel diatermi.
11. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
12. Perawat membersihkan Luka Bekas Operasi
13. Perawat memindahkan pasien ke brankart ruangan

46
14. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter kepada
perawat ruangan.
15. Perawat mencuci tangan.
16. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
17. Perawat merapikan monitoring dan mesin diatermi.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN CRANIOTOMIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.31 1 47
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrumen dan cara asisten membantu
PENGERTIAN
operator Craniotomie
1. Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah-
langkah persiapan operasi craniotomie di unit pelayanan kamar
TUJUAN
bedah
2. Agar operasi berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR No Nama Alat Jumlah
1 Scapel No.3,4 + mata pisau 1
2 Pinset anatomi panjang 2
3 Pinset chirurgis panjang 2
4 Pinset chirurgis sedang 1
5 Gunting jaringan 1
6 Gunting benang 2
7 Arteri klem sedang 10
8 Arteri klem kecil 10

47
9 Klem koher 6
10 Doek klem 6
11 Langen bag 2
12 Nald hold panjang 2
13 Nald hold kecil 1
14 Nald hecting seperlunya
15 Com besar 1
16 Com kecil 2
17 Klem oval (Pen cuci) 1
18 Pinset diatermi 1
19 Hak garuk tumpul sedang 2
20 Canul suction No.10, 8 1
21 Gigli saw 1
22 Gigli guide 1
23 Spatula 1
24 Handle gigli saw 1 set
25 Raspak 1
26 Pinset dura 1
27 Pinset anatomis sedang 1
28 Knabel tang 1
29 Hak gigi satu 1
1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN CRANIOTOMIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.31 1 48
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR Alat tenun :
No Nama Alat Jumlah
1 Baju operasi 4
2 Doek kecil 1 x 1 6
3 Doek 1 x 1 3
4 Doek besar 2 x 2 2
5 Sarung meja mayo 1
6 Sarung tangan 4 psg

Obat-obat anasthesi general :


No Nama Alat Jumlah
1 Safol/ Recopol/ Fentotal 1
2 Tracrium/ Pavulon 4
3 SA 5
4 Prostigmin 4
48
5 Sucynil Asta 1
6 Petidin 1
7 Dormicum injeksi 1
8 Toradol/ Tramadol/ Novalgin 1
9 Valium 10 mg 1
10 Asam tranexamat injeksi 1
11 Lasix/ Impugan injeksi 1
12 Aquadest 25 ml 1
13 Gelofusin/ Expafusin 1
14 RL/ Asering 3
15 ETT 1
16 Spuit 10 cc 2
17 Spuit 5 cc 4
18 Spuit 3 cc 2
19 NGT 18 2
20 Urine bag 1
21 Chateter 1
22 Fixomul 1
23 Elektroda 3

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN CRANIOTOMIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.31 1 49
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR Alat-alat kesehatan :
No Nama Alat Jumlah

1 Mesin anasthesi 1
2 Mesin diatermi 1
3 Suction pump 1
4 Patient monitor 1
5 Standar infus 1
6 Oksigen central 1
7 N2O 1
8 UT Sesuai ukuran
9 Meja trolly 1
10 Meja mayo 1
11 Meja operasi 1

Persiapan Pasien :

49
1. Pasien dimasukkan ke kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke meja operasi
3. Oservasi ulang vital sign
4. Memeriksa infus, chateter ( bila ada ) apakah lancar
5. Mencek ulang status pasien

Persiapan Perawat
1. Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat anasthesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ anasthesi/
penata

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN CRANIOTOMIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.31 1 50
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah
2. Perawat memakai topi + masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal kamar bedah
4. Perawat memakai celemek/ schoort
5. Perawat mencuci tangan secara steril
6. Perawat memakai jas operasi
7. Perawat memakai sarung tangan
8. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat dan kasa yang disediakan
9. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
10. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril
disekeliling daerah operasi
11. Perawat memasangkan kabel diatermi, suction
12. Membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi mulai
dari awal sampai operasi selesai
13. Perawat menghitung kembali alat dan kasa yang terpakai dan
sisa
14. Perawat membersihkan luka operasi dan menutup luka
15. Perawat memindahkan pasien ke brankard
16. Perawat mengoperkan pasien + instruksi dokter pada perawat
ruangan
17. Perawat mengantar alat instrument yang kotor ke CSSD

50
18. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah

1. Instalasi rawat inap


UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN HAEMOROID

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.32 1 51
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN
Operator pada saat tindakan Haemoroid.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugasnya sebagai asisten dokter pada tindakan haemoroid
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Alat Instrumen :
1. Doek Klem = 5
2. Oval Klem = 1
3. Nald Holder = 2
4. Gagang Pisau no.4,3 = 1
5. Gunting Jaringan = 2
6. Gunting Benang = 1
7. Pincet Anatomis = 2
8. Pincet Chirugis = 2
9. Pincet Diatermis = 1
10. Klem Kocher = 2
11. Klem Bengkok = 4
12. Langen Back = 1
13. Nald Hecting Rounded = 2 set
14. Kom Sedang = 2
15. Pisau Bedah 11,15,23 = 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 3
2. Duk ukuran 1x1 meter = 2
51
3. Duk ukuran 2x2 meter = 2
4. Duk lubang besar = 1

Obat-obatan Anastesi Spinal :


1. Regivel = 1 amp
2. Epedrine = 1amp
3. Ketorolac 30 mg = 1 amp
4. Aqua 25 = 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN HAEMOROID

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.32 1 52
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = 1 Set
2. Monitoring Pasien = 1 Set
3. Meja Operasi = 1
4. Tong Sampah = 1
5. Standar Infus = 1
6. Mesin Diatermi K/P
7. Spuit 10cc ( Seperlunya tersedia di meja mesin
anestesi )
8. Spuit 5cc ( Seperlunya tersedia di meja mesin
anestesi )
9. Spuit 3cc ( Seperlunya tersedia di meja mesin
anestesi )
10. Spinocan 25, 27 = 1
11. Kassa = 10 20 lembar
12. Kassa ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
13. Betsol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
14. Sarung Tangan ( No.6.5,7.5 ) = 3 Pasang
15. Topi = 1
16. Masker = 1
17. Cromic 2 =
18. Vicryl 1 = 1

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di Kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang vital sign
4. Memeriksa infuse apakah lancar.
5. Melakukan serah terima status pasien dari perawat ruangan.
6. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa

52
ketakutan/ cemas.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenu

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN HAEMOROID

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.32 1 53
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


4. Mempersiapkan alat tenun
5. Mempersiapkan alat kesehatan
6. Mempersiapkan Obat anestesi
7. Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ anestesi/
penata
8. Perawat memakai Topi dan Masker
9. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
10. Perawat mencuci tangan secara steril
11. Prawat memakai Jas/ Baju Operasi
12. Perawat memakai sarung tangan
13. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument
14. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.
15. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan
doek steril
PROSEDUR 16. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction K/P
17. Perawat memakaikan jas/ baju operasi operator
18. Perawat memakaikan sarung tangan operator
19. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
20. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang dipakai.
21. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
22. Perawat membersihkan tubuh pasien
23. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
24. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat Ruangan.
25. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
26. Perawat mengantar Alat Instrumen ke CSSD
27. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan mengoperkan ke
bagian CSSD setelah disusun
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

53
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN KOLESISTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.33 1 54
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN
Operator pada saat tindakan Cholesistektomi.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dan melaksanakan tugas
TUJUAN sebagai asisten dokter bedah pada operasi kolesistektomi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Gagang pisau no.4 = 1
2. Gagang pisau no.3 = 1
3. Langen Back = 2
4. Hak Abdomen = 2
5. Pincet Cirugis = 2
6. Pincet Anatomi = 2
7. Pincet Diatermis = 1
8. Gunting Jaringan = 2
9. Gunting Benang = 2
10. Klem 90 = 2
11. Nald Holder = 3
12. Klem Bengkok Besar = 8
PROSEDUR 13. Klem Lurus = 4
14. Kocher Lurus = 2
15. Oval Klem Bengkok = 2
16. Oval Klem Lurus = 2
17. Klem Mosquito = 5
18. Aesculap 11,15,23
19. Nald Hecting Cutting
20. Nald Hecting Rounded
21. Com Besar = 1
22. Com Kecil = 1
23. Slang Saction = 1
24. Dolek Klem = 5

54
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN KOLESISTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.33 1 55
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 4
2. Duk ukuran 1x1 meter = 2
3. Duk ukuran 2x2 meter = 2
4. Duk lubang besar = 1

Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = O2, N2O, UT = 1 Set
2. Monitoring = 1 Set
3. Mesin Diatermi = 1 Set
4. Meja Instrumen = 1
5. Meja Operasi = 1
6. Tong Sampah
7. Standar Infus = 1
8. Mesin Suction = 1
9. ETT
PROSEDUR 10. Spuit 10 cc ( seperlunya tersedia di meja Mesin Anestesi )
11. Spuit 5 cc ( seperlunya tersedia di meja Mesin Anestesi )
12. Spuit 3 cc ( seperlunya tersedia di meja Mesin Anestesi )
13. Kassa = 30 lembar
14. Alkohol (sesuai dengan kebutuhan)
15. Betsol (sesuai dengan kebutuhan)
16. Topi = 3
17. Masker = 4
18. Sarung Tangan ( 6.5, 7, 7.5, 8 ) = 4 Pasang
19. Mersilk 3/0 = 1
20. Vicryl I = 1
21. Plain I = 1 m
22. Plain 2/0 = 1 m
23. Siede 2/0 = 1/2 m
24. Laringoscope
25. Mc. Gill Forcep

55
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN KOLESISTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.33 1 56
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Obat-obatan Anasthesi General
1. Propofol = 1
2. Notrium = 3
3. Miloz = 1
4. Petidine = 1
5. SA = 3
6. Prostigmin = 3
7. Ketorolac 30 mg = 1
8. Efedrin k/p = 1
9. Aqua 25 ml = 1
10. Asam Tranexanat = 1
Persiapan Pasien
- Dari Ruangan
1. Pasien sudah dipuasakan terlebh dahulu
2. Sebelum pasien diturunkan ke kamar bedah, baju pasien harus
diganti dengan baju khusus operasi dan pasien memakai
topi/metela
PROSEDUR
3. Pasien sudah diinfus
4. Pasien dipasang Kateter
Kamar Bedah
1. Pasien tiba di kamar bedah
2. Membantu pasin pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang Vital Sign
4. Memeriksa infuse, kateter terpasang dengan baik
5. Melakukan serah terima status pasien dari perawat ruangan.
6. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa
ketakutan.

Persiapan Perawat.
1. Mempersiapkan Ruangan Kamar Bedah
2. Mempersiapkan Alat Instrument
3. Mempersiapkan Alat Tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan Alat anestesi

56
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN KOLESISTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.33 1 57
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter Bedah, Anasthesi,
Penata.

1. Perawat mengganti baju dengan Seragam Kamar Bedah


2. Perawat memakai Topi dan Masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
4. Perawat memakai celemek/ short
5. Perawat mencuci tangan secara steril
6. Perawat memakai Jas Operasi steril
7. Perawat memakai sarung tangan steril
8. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat serta kassa yang disediaka
9. Perawat mendesinfektan daerah yang akan dioperasi.
10. Perawat menutup sekeliling daerah lapangan yang akan
dioperasi dengan doek steril
11. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction
PROSEDUR 12. Perawat memakaikan jas operasi operator
13. Perawat memakaikan sarung tangan operator
14. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
15. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa dan alat
instrument.
16. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
17. Perawat membersihkan tubuh pasien
18. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
19. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
20. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat
Ruangan.
21. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
22. Perawat mengoperkan alat-alat instrument ke CSSD sesudah
dihitung untuk dicuci dan disterilkan lagi.
23. Perawat menyusun/ merapikan alat-alat kesehatan yang dipakai
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD

57
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN LAPARASCOPY
APPENDICTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.34 1 58
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Laparascopy Appendictomie.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada Laparascopy Apendictomie
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2016 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Alat Instrument
1. Trokar No.10 mm 1 buah
2. Teleskop 0 0 1 buah
3. Trokar no. 5 mm 2 buah
4. Nald Holder 1 buah
5. Hook / Pembakar diatermi 1 buah
6. Gunting Lurus 1 buah
7. Termos 1 buah
8. Kantongan kain kecil 1 buah
9. Scalpel No.3 1 buah
10. Pinset Anatomis 1 buah
11. Pinset Chirurgis 1 buah
12. Langen Beck 1 buah
13. Gunting Jaringan 1 buah
14. Gunting Benang 1 buah
15. Nald Holder 1 buah
16. Klem bengkok sedang 5 buah
17. Kocher 3 buah
18. Oval Klem 1 buah
19. Bengkok / kom 2 buah
20. Selang suction 1 buah
21. Selang / Set diatermi 1 buah
22. Selang CO2 1 set
23. Selang Camera 1 set
24. Selang Lampu olimpus 1 set
25. Teleskop 30 0 1
26. Paiterson 1
27. Rotating Forups 1
28. Foreign Body 1
29. Biopsi Forups 1
30. Disekting Forups 1
31. Grasping Forups

58
32. Clipper 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN LAPARASCOPY
APPENDICTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.34 1 59
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
33. Kabel HF 1
34. Bipolar Forups 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi 3 buah
2. Doek ukuran 1 x 1 m 2 buah
3. Doek ukuran 2x2 2 buah
4. Doek lubang besar 1 buah
5. Doek yang berkantong 6 1 buah

Alat-alat kesehatan
1. Mesin Anastesi ( General ) 1 set
2. Monitoring untuk anastesi 1 set
3. Mesin Diatermi 1 set
4. Mesin Suction 1 set
5. Monitoring ( TV ) 2 buah
6. Lampu 1 set
7. Camera sistem 1 set
8. Mesin Gas ( CO2 ) 1 set
9. Meja Operasi 1 buah
10. Meja Instrument 1 buah
11. Standart Infus 2 buah
12. Pengikat Pasien 3 buah
13. Tong Sampah 1 buah
14. ETT 1 buah
15. NGT 1 buah
16. Cateter 1 buah
17. Urie Bag Non 1 buah
18. Spuit 3,5 dan 10 Sesuai kebutuhan
19. Sarung Tangan/ Handscoon Sesuai kebutuhan
20. Kassa 30 lembar
21. BetSol Sesuai kebutuhan
22. Alkohol Sesuai kebutuhan
23. Vicryl 2/0 1 buah
24. Cromic 2/0 1 meter
25. Topi Sesuai kebutuhan

59
26. Masker Sesuai kebutuhan
27. Steril Water 1000 cc 2-3 flc

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN LAPARASCOPY
APPENDICTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.34 1 60
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Obat-obatan anastesi general
1. Propofol 1 amp
2. Notrixum 2 amp
3. Miloz 5 mg 1 amp
4. Pethidin / Fentanlyl 1 amp
5. SA 3 amp
6. Prostigmin 3 amp
7. Ketorolac 30 mg 1 amp
8. Cairan Infus sesuai kebutuhan
9. Aqua 25 ml 1 flc
10. As. Traxenamat
11. Funsemida
12. Ephedin

Pasien
1. Menerima pasien dan melakukan serah terima pasien dan status
dengan perawat ruangan
2. Membantu pasien pindah ke brankard
PROSEDUR
3. Membantu pasien pindah dari brancard ke meja operasi
4. Melakukan cek ulang vital sign dengan memasang monitoring
5. Memeriksa ulang infus atau cateter apa terpasang dengan baik
6. Menemani dan motivasi pasien agar tidak merasa ketakutan atau
cemas

Persiapan Perawat
2. Mempersiapkan ruang bedah untuk siap pakai
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat alat instrument
5. Mempersiapkan alat kesehatan
6. Mempersiapkan obat obatan Anastesi
7. Menghubungi dan mengingatkan kembali dokter bedah dan
anastesi

1. Perawat memakai topi dan masker dengan baik.

60
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN LAPARASCOPY
APPENDICTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.34 1 61
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


2. Perawat memakai topi dan masker dengan baik.
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
operasi.
4. Perawat mencuci tangan dengan tehnik steril.
5. Perawat memakai jas operasi dan sarung tangan dengan tehnik
steril.
6. Perawat menyusun alat instrument di meja operasi.
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi dengan
menggunakan bethadine cair dan alkohol.
8. Perawat menutup daerah operasi yang sudah disinfektandengan
menggunakan doek steril.
9. Perawat memasang kabel diatermi, suction, kabel monitoring
TV, kabel lampu, kabel camera, dan selang CO2 ( gas ).
10. Perawat membantu dokter bedah untuk memakai jas operasi dan
sarung tangan.
11. Perawat membantu dokter bedah dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
PROSEDUR 12. Perawat instrument menghitung kasa dan alat instrument yang
digunakan selama operasi.
13. Perawat menutup daerah insisi dengan antiseptic dan kasa steril.
14. Perawat membersihkan tubuh pasien.
15. Perawat memindahkan pasien dari meja operasi ke brankart
kamar
operasi.
16. Perawat memindahkan pasien dari brankard kamar operasi ke
brankard ruangan untuk dibawa ke ruangan.
17. Perawat mencatat di catatan Perawatan selama operasi
berlangsung.
18. Perawat serah terima dengan perawat ruangan dan
mengoperkan instruksi dokter.
19. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan serah terima
kembali dengan petugas CSSD
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

61
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN LAPARTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.35 1 62
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Laparatomy.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi lapartomy
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Oval Klem = 1
2. Dram Klem = 8
3. Doek Klem = 5
4. Gagang Pisau no.4 = 1
5. Gagang Pisau no.3 = 1
6. Langen Back = 2
7. Hak Abdomen = 2
8. Pincet Anatomis = 2
9. Pincet Chirugis = 2
10. Pincet Diatermis = 1
11. Gunting Benang = 2
12. Gunting Jaringan = 2
PROSEDUR 13. Nald Holder = 3
14. Klem Bengkok Besar = 8
15. Klem Lurus = 4
16. Kocher Lurus = 4
17. Oval Klem Lurus = 2
18. Oval Klem Bengkok = 2
19. Klem Mosquito = 4
20. Pisau Bedah 11,15,23 = 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 4
2. Duk ukuran 1x1 meter = 2
3. Duk ukuran 2x2 meter = 2
4. Duk lubang besar = 1

62
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN LAPARTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.35 1 63
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = 1 Set
2. Monitoring Pasien = 1 Set
3. Meja Operasi = 1
4. Mesin Diatermi = 1
5. Meja Instrumen = 1
6. Tong Sampah = 1
7. Standar Infus = 1
8. Mesin Suction = 1
9. ETT = 1
10. Spuit 10cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
11. Spuit 5cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
12. Spuit 3cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
13. Sarung Tangan ( No.6.5,7.5,8 ) = 5 Pasang
14. Kassa = 30 40 lembar
15. Betsol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
PROSEDUR 16. Alkohol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
17. Siede 2/0 = 1/4 m
18. Plain 1
19. Vicryl 1
20. Mersilk 3/0
21. Vicryl 4/0
22. Vicryl 3/0
23. Topi = 2
24. Masker = 4

Obat-obatan Anestesi:
1. Propofol = 1
2. Notrixum = 2
3. Miloz = 1
4. Petidin = 1
5. SA = 3
6. Ketorolac = 1

63
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN LAPARTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.35 1 64
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


7. Epedrine = 1
8. Aqua 25 = 1
9. Prostigmin = 3
10. Asam Tranexamat = 1

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di Kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang vital sign
4. Memeriksa infus, kateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Melakukan serah terima status pasien dari perawat ruangan.
6. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa
ketakutan/ cemas.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
PROSEDUR 3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan Obat anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/
anestesi/ penata

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai Jas/ Baju Operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.
8. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan
doek steril
9. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction
10. Perawat memakaikan jas/ baju operasi pada operator
11. Perawat memakaikan sarung tangan operator

64
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN LAPARTOMY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.35 1 65
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang dipakai.
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien
16. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
PROSEDUR
17. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
18. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat
Ruangan.
19. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
20. Perawat mengantar Alat Instrumen ke CSSD
21. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan mengoperkan ke
bagian
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

65
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN MASTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.36 1 66
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
10 Juni 2016

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Mastektomi.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada mastektomi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Oval Klem = 1
2. Duk Klem = 1
3. Scapel no.3 = 1
4. Scapel no.4 = 1
5. Nald Holder = 2
6. Gunting Jaringan = 2
7. Gunting Benang = 2
8. Klem Kocher = 3
9. Com Sedang = 2
10. Pincet Cirugis = 2
11. Pincet Anatomi = 2
12. Pincet Diatermis = 1
PROSEDUR 13. Klem Mosquito = 6
14. Hak Garuk = 2
15. Nald Hecting Cutting = 2 set
16. Nald Hecting Rounded = 2 set
17. Aescula no.11,15,23 = 1
18. Diatermi = 1
19. Slang Suction = 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 4
2. Duk ukuran 1x1 meter = 2
3. Duk ukuran 2x2 meter = 2
4. Duk lubang besar = 1
5. Duk Meja Mayo = 1 K/P

66
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN MASTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.36 1 67
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2107

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = O2, N2O, UT = 1 Set
2. Monitoring Solar 9500= 1 Set
3. Mesin Diatermi = 1 Set
4. Meja Instrumen = 1
5. Meja Operasi = 1
6. Tong Sampah = 2
7. Standar Infus = 1
8. Mesin Suction F/P = 1
9. ETT = 1
10. Spuit No. 10 ( Seperlunya tersedia di meja mesin anestesi )
11. Spuit No. 5 ( Seperlunya tersedia di meja mesin anestesi )
12. Spuit No.3 ( Seperlunya tersedia di meja mesin anestesi )
13. Kassa = 20 30 Lembar
14. Alkohol ( Sesuai dengan kebutuhan )
15. Betsol ( Sesuai dengan kebutuhan )
16. Siede 2/0 = 1/2 m
17. Plain 2/0 = 1/2 m
18. Vicryl 3/0 = 1 m
19. Sarung Tangan ( 6.5,7,7.5,8 ) = 4 Pasang
PROSEDUR 20. Topi = 2
21. Masker = 4
22. Laringoscope
23. Mc. Gill Forcep

Obat-obatan Anestesi General


2. Propofol = 1
3. Notrixum = 3
4. Miloz = 1
5. Petidine = 1
6. SA = 3
7. Prostigmin = 3
8. Ketorolac = 1
9. Epedrine k/p = 1
10. Aqua 25 ml = 1
11. Asam Tranexanat = 2
12. Iso flurane

67
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN MASTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.36 1 68
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Persiapan Pasien
1. Pasien tiba di kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang Vital Sign
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan Alat anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter Bedah, Anasthesi,
Penata.

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat memakai short/ celemek
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai baju/ jas operasi
6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat serta kain kassa yang disediakan
PROSEDUR
8. Perawat mendesinfektan daerah yang akan dioperasi
9. Perawat menutup daerah sekeliling lapangan yang akan dioperasi
dengan doek steril
10. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction k/p
11. Perawat memakaikan jas operasi operator
12. Perawat memakaikan sarung tangan operator
13. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
14. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa dan alat
instrument.
15. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
16. Perawat membersihkan tubuh pasien
17. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
19. Perawat mengoperkan Instruksi kepada Perawat Ruangan

68
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN MASTEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.36 1 69
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


20. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
21. Perawat mengantar alat-alat instrument ke CSSD.
22. Perawat mencek ulang alat-alat instrument sesuai dengan
PROSEDUR
jumlahyang akan dipersiapkan sebelum operasi dan
mengoperkan ke bagian CSSD
23. Perawat menyusun/ merapikan alat-alat kesehatan yang dipakai
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

69
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI COLOSTOMIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.37 1 70
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi Colostomie.
Sebagai acuan bagi dokter/ perawat untuk melaksanakan tugas
TUJUAN
sebagai asisten dokter bedah pada tindakan operasi colostomie
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Nald Holder = 3 buah
2. Pinset Chirurgis = 2 buah
3. Pinset Anatomis = 2 buah
4. Pinset Diatermi = 1 buah
5. Skapel No.4 = 1 buah
6. Arteri Klem Pean Sedang = 4 buah
7. Arteri Klem Koher Sedang = 2 buah
8. Oval Klem = 2 buah
9. Aretri Klem Besar = 4 buah
10. Doek Klem = 4 buah
11. Langen Back = 2 buah
12. Klem Usus = 4 buah
13. Kom Sedang = 2 buah
PROSEDUR
14. Kanul Suction = 1 buah
15. Gunting Benang = 2 buah
16. Gunting Jaringan = 1 buah
17. Nald Hecting Round ( Sesuai Kebutuhan )
18. Nald Hecting Round ( Sesuai Kebutuhan )
19. Nald Usus ( Sesuai Kebutuhan )

Alat Tenun :
1. Baju Jas Operasi = 4 buah
2. Doek kecil 1 x 1 m = 2 buah
3. Doek Lubang Besar 3x 2 m = 1 buah
4. Doek besar 2x 2 m = 2 buah
5. Doek 2x1 = 1 buah
6. Doek 1 x1 m = 1 buah

70
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI COLOSTOMIE

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.37 1 71
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Tenun :
1. Selang Suction = 1 buah
2. Handswith Diatermi = 1 buah
3. Handuk good morning = 1 buah

Alat kesehatan
1. Mesin Suction = 1 set
2. Mesin Diatermi = 1 set
3. Mesin Anestesi = 1 set
4. Monitoring pasien = 1 Set
5. Tong Sampah = 1 buah
6. Standar Infus = 1 buah
7. Meja Operasi = 1buah
8. Trolly Besar = 1 buah
9. Trolly Kecil = 1 buah
10. Topi = 7 buah
PROSEDUR 11. Masker = 7 buah
12. Sarung tangan steril = 5 pasang ( sesuai dengan ukuran
petugas/dokter yang memakai )
13. Cromic 2
14. Cromic 3/0
15. Cromic 1
16. Plain 2/0
17. Plain 0
18. Handswitc untuk diartermi = 1 buah
19. ZYDE 2/0

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brankart dan
kemuadian ke meja operasi.
3. Serah terima pasien dan status pasien dengan perawat ruangan
4. Mengobservasi Vital Sign pasien.

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI COLOSTOMIE

71
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.37 1 72
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


5. Memeriksa infus apakah lancar.
6. Memeriksa selang cateter kalau terpasang.
7. Menanyakan pasien apakah memakai gigi palsu atau perhiasan.
8. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak merasa
ketakutan.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat kesehatan
4. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
5. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,
Penata.

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
PROSEDUR
4. Perawat memakai jas operasi steril
5. Perawat memakai sarung tangan steril
6. Perawat menyusun alat instrumen di meja instrumen dan
menghitung alat-alat tersedia dan kain kasa yang dipersiapkan.
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup sekeliling daerah lapangan yang akan dioperasi
dengan doek steril.
9. Perawat memasang dan menset kabel diatermi dan selang suction
10. Perawat membantu memakaikan jas operasi operator
11. Perawat membantu memakaikan sarung tangan operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kasa dan alat
instrument kembali sesuai dengan yang disediakan
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kasa
steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien.

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI COLOSTOMIE

72
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.37 1 73
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


16. Perawat memindahkan pasien ke streteker dan kemudian ke
streteker ruangan.
17. Perawat mengantar alat instrumen ke petugas CSSD untuk dicuci
dan disterilkan.
PROSEDUR 18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan instruksi dokter bedah/ anestesi, status
pasien dan pasien kepada perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
21. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan yang dipakai.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD

73
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI EXTENDED
PYELOLITHOTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.38 1 74
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan extended.
Sebagai acuan agi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugasnya sebagai asisten dokter bedah pada tindakan operasi
Extended Pyelolithotomy
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen Steril:
1. Hak Sedang = 2 buah
2. Hak Besar = 2 buah
3. Hak Ginjal = 2 buah
4. Hak Gigi G = 2 buah
5. Klem 90 0 = 2 buah
6. Koher = 2 buah
7. Klem Besar = 3 buah
8. Klem Sedang = 4 buah
9. Steen Tang = 2 buah
10. Gunting Jaringan = 2 buah
11. Gunting Benang = 1 buah
12. Gagang pisau no.4 = 1 buah
PROSEDUR 13. Gagang pisau no.3 = 1 buah
14. Pinset Chirurgis = 2 buah
15. Selang Suction = 1 buah
16. Pinset Anatomis = 2 buah
17. Kanul Suction = 1 buah
18. Nald Holder = 2 buah
19. Doek Klem = 5 buah
20. Oval Klem = 3 buah
21. Langen Back = 1 buah
22. Pinset Diatermi = 1 buah
23. Seide 2/0 ( Sesuai Kebutuhan )
24. Plain 2/0 ( Sesuai Kebutuhan )
25. Safil 1 ( Sesuai Kebutuhan )
26. Safil 4/0 ( Sesuai Kebutuhan )

74
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI EXTENDED
PYELOLITHOTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.38 1 75
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


27. Monocyn/Monocil 4/0 ( Sesuai Kebutuhan )
28. Handscoon ( Sesuai Kebutuhan )
29. Kasa ( Sesuai Kebutuhan )
30. Handswith ( Sesuai Kebutuhan )
31. NGT no.18 ( Sesuai Kebutuhan )
32. NGT no.16/18 ( Sesuai Kebutuhan )
33. Pemotong Iga ( Knable Tang ) = 1 buah
34. Pengkikis = 1 buah
35. Kom Kecil = 2 buah
36. Kom Sedang = 1 buah
37. Spuit 60 cc = 2 buah
38. Relaton Cateter = 1 buah
k
39. /p DJ Stent = 1 buah
40. Cateter sesuai ukuran = 1
41. Urine bag non = 1

Alat kesehatan non steril :


PROSEDUR 1. Mesin Diatermi = 1 set
2. Mesin Anasthesi ( General ) = 1 set
3. Monitoring pasien = 1 set
4. Icucoplast = 1 buah
5. Tong sampah = 2 buah
6. Standar Infus = 1 set
7. Meja Operasi = 1 set
8. Troli besar = 1 buah
9. Troli Meja mayo = 1 set
10. Mesin Suction = 1 set

Alat Tenun :
1. Doek 2x 2 m = 3 buah
2. Doek 1 x 1 m = 1 buah
3. Doek 1 x 1 m = 2 buah
4. Doek Bolong = 1 buah
5. Baju Jas Operasi = 4 buah

75
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI EXTENDED
PYELOLITHOTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.38 1 76
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Obat-obatan Anestesi
1. ETT ( sesuai ukuran ) = 1
2. Petidin ( sesuai kebutuhan )
3. Miloz ( sesuai kebutuhan )
4. Notrixum ( sesuai kebutuhan )
5. Propofol ( sesuai kebutuhan )
6. SA ( sesuai kebutuhan )
7. Prostigmin ( sesuai kebutuhan )
8. Aquabidest ( sesuai kebutuhan )
9. Ketorolac ( sesuai kebutuhan )
10. Furosemida ( sesuai kebutuhan )
11. Asam Tranexamat ( sesuai kebutuhan )
12. Sput 10cc, 5cc, 3cc ( sesuai kebutuhan )
13. Elektroda ( sesuai kebutuhan )
14. Cairan Infus NaCl/ RL ( sesuai kebutuhan )

PROSEDUR Persiapan Pasien :


1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brankart dan
kemudian ke meja operasi.
3. Mengobservasi Vital Sign pasien.
4. Memeriksa infus, kateter apakah lancar.
5. Serah terima pasien dan status pasien
6. Membantu memposisikan pasien dalam pembiusan ( Dalam
posisi miring kiri/ kanan )

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,
Penata.

76
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI EXTENDED
PYELOLITHOTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.38 1 77
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah.
2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai jas operasi
6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument
8. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
9. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril.
10. Perawat memasang dan menset kabel diatermis dan selang suction
11. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
PROSEDUR mulai dari awal sampai operasi selesai.
12. Perawat membantu mengatur kembali posisi pasien dari miring ke
posisi telantang.
13. Perawat membersihkan tubuh pasien.
14. Perawat memindahkan pasien ke brankart ICU.
15. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter kepada perawat
ruangan.
16. Perawat mencuci tangan.
17. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
18. Perawat merapikan Alat monitoring, mesin diatermis, dan mesin
suction.
1. Instalasi rawat inap
2. ICU
UNIT TERKAIT 3. CSSD

77
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI INTERNAL
SAACSHE URETHROTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.39 1 78
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Sache.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugasnya sebagai asisten dokter bedah dalam operasi Internal
Saacshe Urethrotomy
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen Steril:
1. Doek Klem 2 buah
2. Kom Kecil 2 buah
3. Oval Klem 1 buah
4. Sheet 22 1 buah
5. Apturator 22 1 buah
6. Telescope 300 ( lensa ) 1 set
7. Handle Sache 1 set
8. Sheet Uretroscope 1 set
9. Cutter Sache 1 buah
10. Selang Irigasi 1 buah
11. Tabung Irigasi 1 buah
12. Cable Lensa ( abu-abu ) 1 buah
13. Kateter ( No. sesuai kebutuhan
PROSEDUR )
14. Cable hitam

Alat kesehatan non steril :


1) Ember tempat sampah 1 buah
2) Ember tempat tampung air 1 buah
3) Kursi untuk operator 1 buah
4) Monitoring pasien 1 set
5) Aqua 1000ml ( water steril ) sesuai kebutuhan
6) Standar Infus 1 set
7) Light Source Olympus 1 set
8) Mesin Anasthesi 1 set
9) Aproon 2 buah
10) Urine bag non 1 buah

78
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI INTERNAL
SAACSHE URETHROTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.39 1 79
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat kesehatan non steril :
11) Troli kecil 1 buah
12) Troli besar 1 buah
13) Meja Operasi 1 set
14) Urine bag non 1 buah
15) Diatermi 1 set
16) Alkohol 100 cc
17) Betsol 100 cc
18) First Aid 100 cc
19) Hibiscrub 100 cc

Obat-obatan Anestesi Spinal


1. Spinocain 25, 27 1 buah
2. Regivell 1 buah
3. RL 3 buah
PROSEDUR 4. Spuit 10cc 1 buah
5. Spuit 5cc 1 buah
6. Spuit 3cc 1 buah
7. Sarung tangan 1 buah
8. Aqua 25 ml 1 buah
9. Furosemida 1 buah
10. Efedrin 1 buah
11. Ketorolac 1 buah

Alat Tenun :
1. Jas Operasi 2 buah
2. Doek Kaki 2 buah
3. Doek ukuran 1 x 1 m 2 buah
4. Doek Lubang Besar 1 buah
5. Kasa 1 lembar
6. Sarung Tangan 3 buah ( sesuai ukuran )

79
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI INTERNAL
SAACSHE URETHROTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.39 1 80
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu pasien pindah ke brankart ke meja operasi.
3. Mencek ulang status dan PTM
4. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak merasa
ketakutan

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan posisi Litotomi
6. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
7. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
PROSEDUR operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat memakai topi dan masker
7. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
operasi.
8. Perawat mencuci tangan secara steril
9. Perawat memakai jas operasi
10. Perawat memakai sarung tangan
11. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument
steril
12. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
13. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril.
14. Perawat menset Kabel Lensa, alat sheet 22 dan handle sachet
dan pemotong.
15. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
16. Perawat memasang kateter, urine bag non, dan menfiksasi.

80
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI INTERNAL
SAACSHE URETHROTOMY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.39 1 81
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


17. Perawat membersihkan tubuh pasien.
18. Perawar memindahkan pasien ke brankart.
19. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter kepada perawat
PROSEDUR ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
21. Perawat membawa alat-alat instrument ke CSSD untuk dicuci
22. Perawat mencuci tangan
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD

81
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI NEFREKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.40 1 82
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi Nefrektomi.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter bedah dalam operasi nefrektomi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Alat Instrumen Steril:
1. Hak Sedang = 2 buah
2. Hak Besar = 2 buah
3. Hak Gigi G = 2 buah
4. Klem 90 0 = 2 buah
5. Koher = 1 buah
6. Klem Besar = 6 buah
7. Klem Sedang = 4 buah
8. Gunting Jaringan = 2 buah
9. Gunting Benang = 1 buah
10. Skapel No.4 = 1 buah
11. Pinset Chirurgis = 2 buah
12. Pinset Anatomis = 2 buah
13. Selang Suction = 1 buah
14. Kanul Suction = 1 buah
15. Nald Holder = 2 buah
16. Doek Klem = 5 buah
17. Oval Klem = 3 buah
18. Hak Langen Back = 2 buah
19. Kom Kecil = 2 buah
20. Kom Besar = 1 buah
21. Cateter ( sesuai ukuran )
22. Handswith = 1buah
23. Handscoon = 6 buah
24. NGT no.18 = 1
25. Seide no.2 = 2 m
26. Seide 2/0 = m
27. Plain 2/0 = 1 m

82
28. Safil/ Vicril no.2 = 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI NEFREKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.40 1 83
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


29. Mersilk no.1 = 1

Alat kesehatan non steril :


1. Ember tempat sampah = 1 buah
2. Standar Infus = 1 set
3. Aproon = 4 buah
4. Urine bag non = 1 buah
5. Meja mayo = 1 set
6. Troli besar = 1 buah
7. Meja Operasi = 1 set
8. M. Diatermi = 1 set
9. M.Suction = 1 set
10. M. Anasthesi = 1 set
11. Monitoring pasien = 1 set
12. Alkohol = 100 cc
13. Betsol = 100 cc
PROSEDUR 14. First Aid = 100 cc
15. Hibiscrub = 100 cc

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat-alat tersedia dan kain kasa yang dipersiapkan.
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup sekeliling daerah lapangan yang akan
dioperasi dengan doek steril.
9. Perawat memasang dan menset kabel diatermis dan selang
suction k/p
10. Perawat membantu memakaikan jas operasi operator

83
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI NEFREKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.40 1 84
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


11. Perawat membantu memakaikan sarung tangan operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kasa dan alat
instrument kembali sesuai dengan yang disediakan
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kasa
steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien.
PROSEDUR 16. Perawat memindahkan pasien ke brankart dan kemudian ke
brankart ruangan.
17. Perawat mengantar alat instrument ke petugas CSSD untuk
dicuci dan disterilkan.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan instruksi dokter bedah/ anestesi, status
pasien dan pasien kepada perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
21. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan yang dipakai.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD

84
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI PALATOSKISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.41 1 85
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter bedah pada operasi palatoskisis
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Gunting Benang = 2 buah
2. Gunting Jaringan = 1 buah
3. Hak Kecil = 2 buah
4. Hak Kecil Panjang = 2 buah
5. Nald Holder = 2 buah
6. Pinset Anatomis = 2 buah
7. Pisau Bedah no.11 = 1 buah
8. Klem Kecil = 1 buah
9. Doek Klem = 4 buah
10. Gunting ( kecil ) Jaringan = 1 buah
11. Masquito = 4 buah
12. Pinset Chirurgis = 2 buah
PROSEDUR 13. Respak = 1 buah
14. Kanul Suction = 1 buah
15. Handswith Diatermi = 1 buah
16. Selang Suction = 1 buah
17. Kom sedang = 2 buah

Alat Tenun :
1. Jas Operasi = 3 buah
2. Doek ukuran 1x1 m = 2 buah
3. Doek Lubang Kecil 1x1 = 1 buah
4. Doek ukuran 2x 2 = 1 buah
5. Doek 1x 1 m = 1 buah
6. Doek 2x1 = 1 buah

85
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI PALATOSKISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.41 1 86
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Obat-obatan Anestesi
1. Propofol = 1amp
2. Notrixum = 1 amp
3. Miloz = 1 amp
4. SA = 3 amp
5. Asam Tranexamat = 1 amp
6. Ketorolac 30 mg = 1 amp
7. RL = 2 fls
8. Aqua 25 ml = 1 pls
9. Petidin = 1 amp
10. Isoflurane ( Sesuai Kebutuhan )
11. Sofratule/ Lomatule = 1 buah

Alat kesehatan
1. Mesin Diatermi 1 set
2. Mesin Anestesi 1 set
PROSEDUR 3. Monitoring pasien 1 set
4. Tong Sampah 1 buah
5. Standar Infus 1 buah
6. Meja Operasi 1 pasang
7. Trolly 1 buah
8. Topi 5 buah
9. Masker 3 pasang
10. Sarung tangan steril sesuai kebutuhan
11. ETT 1 set
12. Suction pump 2 buah
13. Spuit 10 cc 2 buah
14. Spuit 5 cc 2 buah
15. Spuit 3 cc 100 cc
16. Betadine solation 100 cc
17. Alkohol
18. Benang Vikril No. sesuai kebutuhan

86
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI PALATOSKISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.41 1 87
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu pasien pindah brankart meja operasi.
3. Mengobservasi Vital Sign pasien.
4. Memeriksa infus, cateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Serah terima status pasien
6. Memeriksa kembali status pasien dan PTM
7. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak merasa
ketakutan

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,
PROSEDUR Penata.

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat-alat tersedia dan kain kasa yang dipersiapkan.
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup sekeliling daerah lapangan yang akan dioperasi
dengan doek steril.
9. Perawat memasang dan menset kabel diatermis dan selang suction
k
/p
10. Perawat memakaikan jas operasi operator
11. Perawat memakaikan sarung tangan operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal sampai operasi selesai.

87
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI PALATOSKISIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.41 1 88
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kasa dan alat
instrument kembali sesuai dengan yang disediakan
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kasa
steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien.
16. Perawat memindahkan pasien ke brankart untuk dibawa ke
PROSEDUR ruangan
17. Perawat mengantar alat instrument ke CSSD kotak.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan instruksi dokter bedah/ anestesi, status
pasien dan pasien kepada perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
21. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan yang dipakai
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD

88
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI POSTERO
SAGITTAL ANOPLASTY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.42 1 89
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi PSA.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dan melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi PSA
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Gunting Benang = 2 buah
2. Gunting Jaringan = 1 buah
3. Hak Kecil = 2 buah
4. Hak Kecil Panjang = 2 buah
5. Nald Holder = 2 buah
6. Pinset Anatomis = 2 buah
7. Pisau Bedah no.7 = 1 buah
8. Arteri Klem Kecil = 4 buah
9. Doek Klem = 4 buah
10. Gunting Kecil = 1 buah
11. Masquito = 6 buah
12. Pinset Chirurgis = 2 buah
PROSEDUR 13. Kom Sedang = 2 buah
14. Nald Hecting Round = 2 buah
15. Nald Hecting Cutting = 2 buah
16. Oval Klem = 1 buah

Alat Tenun :
1. Baju Jas Operasi = 3 buah
2. Doek Kecil 1x1 m = 4 buah
3. Doek Lubang Kecil 1x1 m = 1 buah
4. Doek Ukuran 2x 2 m = 1 buah
5. Selang Suction = 1 buah
6. Hand Swith Diatermi = 1 buah ( Sesuai Ukuran )
7. Doek 1 x 1 = 1 buah
8. Doek 2x1 = 1 buah

89
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI POSTERO
SAGITTAL ANOPLASTY
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.42 1 90
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat kesehatan
1. Suction Pump = 1 Set
2. Diatermi = 1 buah
3. Mesin Anestesi ( O2, N2O ) = 1 set
4. Monitoring pasien = 1 Set
5. Meja Operasi = 1 buah
6. Standart Infus = 1 buah
7. Tong Sampah = 1 buah
8. Trolly Besar = 1 buah
9. Spuit 10 cc = 2 buah
10. Spuit 5 cc = 2 buah
11. Spuit 3 cc = 2 buah
12. Topi = 3 buah
13. Masker = 6 buah
14. Betsol ( Sesuai Keperluan )
15. Alkohol ( Sesuai Keperluan )
PROSEDUR 16. Kasa = 30 lembar
17. Pisau Bedah no.15 = 1 buah
18. Siede 2/0 ( Sesuai Kebutuhan )
19. Siede 3/0 ( Sesuai Kebutuhan )
20. Vicryl ( Nomor sesuai umur pasien )
21. Sarung Tangan = 3 buah ( Sesuai ukuran personil )
22. ETT = 1 buah ( Sesuai Kebutuhan )
23. Elektroda = 3 buah
24. Fixomal ( Sesuai Kebutuhan )

Obat-obatan
1. Propofol = 1buah
2. SA = 3 amp
3. Prostigmin = 3 amp
4. Miloz = 1 amp
5. Petidine = 1 amp
6. Ketorolac 30 mg = 1 amp

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI POSTERO
SAGITTAL ANOPLASTY

90
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.42 1 91
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Obat-obatan
7. Asam Tranexamat = 1 amp
8. RL = 2 fls
9. NaCL 0,9%= 1 Fls
10. Aqua 25 ml = 1
11. Isoflurane ( Sesuai Kebutuhan )

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu/ memindahkan pasien ke meja operasi
3. Mengobservasi Vital Sign
4. Memeriksa infuse, cateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Mencek ulang status pasien

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
PROSEDUR 2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat kesehatan
4. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
5. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah,
Anestesi, Penata.

1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah


2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal kamar bedah.
4. Perawat memakai celemek/ schoort
5. Perawat mencuci tangan secara steril
6. Perawat memakai jas operasi
7. Perawat memakai sarung tangan
8. Perawat menyusun alat instrument di meja operasi sekaligus
menghitung alat-alat dan kasa yang sudah dipersiapkan.
9. Perawat mengatur posisi pasien, sesuai yang dibutuhkan ( posisi
litotomi atau posisi menungging )
10. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI POSTERO
SAGITTAL ANOPLASTY

91
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.42 1 92
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


11. Perawat menset kabel diatermis dan suction.
12. Perawat membantu dokter memakai jas operasi dan sarung tangan
operator
13. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal sampai operasi selesai.
14. Perawat mencek kembali dan menghitung alat-alat dan kasa sesuai
dengan yang disiapkan
PROSEDUR 15. Perawat membersihkan luka operasi dan menutup luka.
16. Perawat memindahkan pasien k brankart.
17. Perawat mengantar alat instrument ke CSSD kotor
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan pasien, status, dan instruksi dokter ke
perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
21. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan
1. Instalasi rawat inap
2. ICU
UNIT TERKAIT
3. CSSD
4. Farmasi

92
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI TUMOR GINJAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.43 1 93
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Tumor Ginjal.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter bedah pada operasi tumor ginjal
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen Steril:
1. Oval Klem 3 buah
2. Doek Klem 5 buah
3. Hak sedang 2 buah
4. Hak besar 2 buah
5. Hak Ginjal / Gil Hak 2 buah
6. Klem 90 2
7. Kocher 2 buah
8. Klem besar 3 buah
9. Klem Sedang 4 buah
10. Steen Tang 2 buah
11. Gunting Jaringan 1 buah
12. Gunting Benang 1 buah
PROSEDUR 13. Gagang pisau no. 4 1 buah
14. Gagang pisau no.3 1 buah
15. Pinset Chirurgis 2 buah
16. Pinset Anatomis 2 buah
17. Canul Suction 1 buah
18. Nald Holder 3 buah
19. Langen Back 1 buah
20. Pinset Diatermi 1 buah
21. Selang suction 1 buah
22. Hand switch 1 buah
23. Siede 2/0 sesuai kebutuhan
24. Plain 2/0 sesuai kebutuhan
25. Safil 1 sesuai kebutuhan
26. Safil 4/0 sesuai kebutuhan

93
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI TUMOR GINJAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.43 1 94
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Instrumen Steril:
27. Monocyn 4/0 sesuai kebutuhan
28. Handschoen sesuai kebutuhan
29. Kasa sesuai kebutuhan
30. NGT no.8 1 buah
31. NGT no.16/18 1 buah
32. Kom Kecil 2 buah
33. Kom Sedang 1 buah
34. Spuit 10 cc 1 buah
35. Nelaton kateter 1 buah
36. K/P Dj Stent 1 buah
37. Kateter ( sesuai ukuran ) 1 buah
38. Urinebag 1 buah

PROSEDUR Alat Instrument non steril :


1. Mesin Diatermi 1 buah
2. Mesin Anestesi/ General 1 buah
3. Monitor pasien 1 set
4. Leucoplast 1 buah
5. Tong sampah 1 buah
6. Standar Infus 1 set
7. Meja Operasi 1 buah
8. Troli besar 1 buah
9. Troli Meja Mayo 1 buah
10. Mesin Suction 1 set

Obat-obatan Anestesi
1. ETT ( sesuai ukuran )
2. Petidine
3. Miloz
4. Notrixum
5. Propofol

94
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI TUMOR GINJAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.43 1 95

Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

Obat-obatan Anestesi
6. SA ( Sulfas Atropin )
7. Prostigmin
8. Efedrin
9. Aquabidest
10. Ketorolac
11. Furosemida
12. Asam Tranexamat
13. Spuit 10 cc, 5 cc , 3 cc
14. Elektroda EKG
15. Cairan infuse NaCl/ RL

Alat Tenun :
1. Doek 2x2 = 3 buah
2. Doek 1 x 1 = 1 buah
3. Doek 1 x 1 m= 2 buah
4. Doek Bolong = 1 buah
PROSEDUR 5. Jas Operasi = 4 buah

Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke ruangan bedah.
2. Membantu pasien pindah ke meja operasi.
3. Observasi ulang vital sign.
4. Memeriksa infus dan kateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Serah terima pasien dan status.
6. Membantu dokter anestesi dalam memberi obat anestesi.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
4. Mempersiapkan alat instrument
5. Mempersiapkan alat tenun.
6. Mempersiapkan alat kesehatan

95
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI TUMOR GINJAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.43 1 96
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


7. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
8. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah.

1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam bedah


2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
operasi.
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai jas operasi
6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument.
8. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
9. Perawat menutup daerah non steril dengan doek steril.
10. Perawat memasang Kabel diatermi, lampu dan selang suction.
11. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
PROSEDUR
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
12. Perawat menutup daerah non steril dengan doek steril.
13. Perawat memasang Kabel diatermi, lampu dan selang suction.
14. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
15. Perawat membantu mengatur kembali posisi pasien dari posisi
miring ke posisi telentang.
16. Perawat membersihkan tubuh pasien
17. Perawat memindahkan pasien ke brankart ICU.
18. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter kepada
perawat ruangan.
19. Perawat mencuci tangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
21. Perawat merapikan kabel monitoring, mesin diatermi, mesin
suction dan mesin anestesi.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
9. Farmasi

96
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI URS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.44 1 97
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2107

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan URS.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter bedah pada operasi URS
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen Steril:
1. Doek Klem 2 buah
2. Kom Kecil 1 buah
3. Oval Klem 1 buah
4. Cable Telescope 1 buah
5. Jas Operasi 2 set
6. Doek Kaki 2 set
7. Doek Lubang 1 buah
8. Doek kecil 1 buah
9. Kasa 10 lembar
10. Transfusi Set ( T ) 1 buah
11. Kateter no.sesuai 1 buah
dengan kebutuhan 1 buah
12. Spuit 10 cc 1 buah
13. Guide wire 1 buah
14. Lithosclas 0,8 1 buah
PROSEDUR 15. Guide piece 1 buah
16. Cable Camera/ cahaya
17. Cable monitor
18. Handscone

Alat Instrument non steril :


1. Ember tempat sampah 1 buah
2. Steril water 1000 ml sesuai kebutuhan
3. Transfusi Set ( T ) 1
4. Monitor
5. Standar Infus 1
6. Sandal 1 set

97
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI URS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.44 1 98
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Instrument non steril :
7. Kursi untuk operator
8. Ky. Jelly 1 buah
9. Aproon/ celemek plastik 1 buah
10. Presser Bag 1 buah
11. UT
12. Urin Bag Non

Obat-obatan Anestesi Spinal


1. RL 2 buah
2. Spuit 5 cc/3cc/10cc 1 buah
3. Spinocan 25, dan 27 1 buah
4. Sarung tangan 1 pasang
5. Regivell/Lidodex 1 buah
6. Furosemid 1 buah
7. Epedrin 1 buah
PROSEDUR 8. Aquabidest 25 ml 1
9. Kasa 4 lembar
10. Keterolac

Alat-alat kesehatan
1. Monitoring 1 buah
2. Mesin Anestesi O2 1 set
3. Standart Kaki 2 pasang
4. Meja Operasi 1 buah
5. Troli Besar dan Kecil 1 buah
6. Alkohol 100 cc
7. Betsol 100 cc
8. Hibiscrub 100 cc
9. First aid 100 cc

98
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI URS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.44 1 99
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke ruangan bedah.
2. Membantu pasien pindah ke meja operasi
3. Observasi ulang vital sign
4. Memeriksa infus dan kateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Mencek ulang status pasien.
6. Membantu dokter anestesi dalam memberi obat anestesi.
7. Membantu posisi pasien ( Litotomy )
PROSEDUR
Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. CSSD

99
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI AFF/ PASANG DJ.
STENT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.45 1 100
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan AFF/ Dj.Stent.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugasnya sebagai asisten dokter bedah pada operasi pasang dan
buka Dj. stent
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen Steril:
1. Doek Klem 2 buah
2. Kom Kecil 2 buah
3. Oval Klem 1 buah
4. Cable kamera ( cahaya ) 1 buah
5. Cable Monitoring 1 buah
6. Spuit 10 cc 1 buah
7. Sheet 22 1 buah
8. Albain 1 buah
9. Telescope 30 1 buah
10. Penjepit Dj. Stent 1 buah
11. Transfusi Set 1 buah
12. Handscoon 2 buah
13. Kasa 10 lembar

PROSEDUR

Alat kesehatan non steril :


1. Tong sampah 1 buah
2. Standar Infus 1 set
3. Preser bag 2 set
4. Lampu light source 1 buah

Obat-obatan
1. Xylocaim Jelly 1
2. RL sesuai kebutuhan
3. Aqua 1000 sesuai kebutuhan

100
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI AFF/ PASANG DJ.
STENT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.45 1 101
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Tenun :
1. Baju Operasi 2 buah
2. Doek Lubang Besar 1 buah
3. Doek Kaki 2 buah
4. Doek 1 x 1 m 2 buah

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Observasi ulang vital sign pasien
3. Memeriksa infuse dan kateter apakah lancer
4. Serah terima pasien dan status
5. Membantu posisi pasien yaitu pasien litotomy

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
PROSEDUR 3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,
Penata.

1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah


2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai jas operasi
6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja operasi
8. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
9. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril.
10. Perawat menset Kabel lampu light source, selang tranfusi set ke
presser bag.

101
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI AFF/ PASANG DJ.
STENT
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.45 1 102
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


11. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal sampai operasi selesai.
12. Perawat membantu mengatur kembali posisi pasien dari posisi
Litotomy ke posisi telentang.
13. Perawat membersihkan tubuh pasien dan merapikannya kembali.
PROSEDUR 14. Perawat memindahkan pasien ke brankart ruangan.
15. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter bedah kepada
perawat ruangan.
16. Perawat mencuci tangan
17. Perawat membawa alat-alat instrument ke CSSD kotor
18. Perawat merapikan kembali Lampu light source dan monitoring
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. CSSD

102
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI ANOPLASTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.46 1 103
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi Anoplasti
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Gunting Benang = 2 buah
2. Gunting Jaringan = 1 buah
3. Hak Kecil = 2 buah
4. Hak Kecil Panjang = 2 buah
5. Nald Holder = 2 buah
6. Pinset Anatomis = 2 buah
7. Pinset Chirurgis = 2 buah
8. Gagang pisau/ Skapel no.3 = 1 buah
9. Arteri Klem Kecil = 4 buah
10. Doek Klem = 4 buah
11. Masquito = 6 buah
12. Kom Sedang = 2 buah
PROSEDUR 13. Nald Hecting Round = 2 buah
14. Nald Hecting Cutting = 2 buah
15. Oval Klem = 1 buah

Alat Tenun :
1. Baju Jas Operasi = 3 buah
2. Doek Kecil 1x1 m = 4 buah
3. Doek Lubang Kecil 1x1 m = 1 buah
4. Doek Besar 2x2 m = 1 buah
5. Selang Suction = 1 buah
6. Hand Switch Diatermi = 1 buah ( Sesuai Ukuran )
7. Doek 2x1 = 1 buah
8. Doek 1 x 1 = 1 buah

103
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI ANOPLASTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.46 1 104
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat kesehatan
1. Suction Pump = 1 buah
2. Diatermi = 1 buah
3. Mesin Anestesi ( O2,N2O ) = 1 Set
4. Monitoring pasien = 1 Set
5. Meja Operasi = 1 buah
6. Standart Infus = 1 buah
7. Tong Sampah = 1 buah
8. Trolly Besar = 1 buah
9. Spuit 10 cc = 2 buah
10. Spuit 5 cc = 2 buah
11. Spuit 3 cc = 2 buah
12. Betsol ( Sesuai dengan kebutuhan )
13. Alkohol ( Sesuai dengan kebutuhan )
14. Topi
15. Masker
PROSEDUR 16. Kasa = 30 lembar
17. Pisau Op ( Pisau Bedah no.15 ) = 1 buah
18. Siede 2/0 ( Sesuai Kebutuhan )
19. Siede 3/0 ( Sesuai Kebutuhan )
20. Vicryl ( Nomor sesuai Umur pasien
21. Sarung Tangan = 3 buah ( Sesuai Ukuran Personil )
22. ETT = 1 buah ( Sesuai dengan Kebutuhan )
23. Elektroda = 3 buah
24. Fixomil ( Sesuai Kebutuhan )

Obat-obatan
1. Propofol = 1
2. SA = 3
3. Prostigmin = 3
4. Miloz = 1
5. Petidine = 1
6. Ketorolac 30 mg = 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI ANOPLASTI

104
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.46 1 105
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


7. Asam Tranexamat = 1
8. RL = 2 fls
9. NaCL 0,9 % = 1
10. Aqua 25 ml = 1
11. Isofurine ( Sesuai Kebutuhan )

Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke kamar bedah.
2. Membantu/ memindahkan pasien ke meja operasi
3. Observasi ulang Vital Sign
4. Memeriksa infuse, cateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Mencek ulang status pasien.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
PROSEDUR
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,
Penata.

1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam Kamar Bedah.


2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal kamar bedah.
4. Perawat memakai celemek/ Schoort.
5. Perawat mencuci tangan secara steril
6. Perawat memakai jas operasi
7. Perawat memakai sarung tangan
8. Perawat menyusun alat instrument di meja operasi sekaligus
menghitung alat-alat dan kasa yang sudah dipersiapkan.
9. Perawat mengatur posisi pasien sesuai yang dibutuhkan ( posisi
Letotomi atau posisi menungging )
10. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI ANOPLASTI

105
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.46 1 106
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


11. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril di
sekeliling daerah operasi.
12. Perawat memasang kabel diatermi, suction.
13. Perawat membantu dokter memakai jas operasi dan sarung
tangan.
14. Membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi mulai
dari awal sampai operasi selesai.
15. Perawat mengecek kembali dan menghitung alat-alat dan kasa
PROSEDUR sesuai dengan yang disiapkan
16. Perawat membersihkan Luka operasi dan menutup luka.
17. Perawat memindahkan pasien ke brankard.
18. Perawat mengantar alat instrument ke CSSD kotor
19. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
20. Perawat mengoperkan pasien, status, dan instruksi dokter ke
perawat ruangan.
21. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
22. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

106
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FAM
( FIBROABENOMA MAMMAE )
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.47 1 107
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan FAM.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi FAM
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Oval Klem = 1
2. Duk Klem = 5
3. Allys Klem = 1
4. Klem Mosquito = 8
5. Klem Kocher = 2
6. Langen Back = 2
7. Nald Holder = 2
8. Pincet Anatomi = 2
9. Pincet Chirugis = 2
10. Pincet Diatermis = 1
11. Gunting Jaringan = 2
12. Gunting Benang = 2
PROSEDUR 13. Nald Hecting Rounded = 2 set
14. Nald Hecting Cutting = 2 set
15. Pisau Bedah 11,15,23 = 1
16. Diatermi K/P= 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 3
2. Duk ukuran 1x1 meter = 2
3. Duk ukuran 2x2 meter = 2
4. Duk lubang besar = 1

Obat-obatan Anestesi General :


1. Propofol = 1
2. Notrixum = 1

107
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FAM
( FIBROABENOMA MAMMAE )
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.47 1 108
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


3. Miloz
4. Ketorolac = 1
5. Epedrine k/p = 1
6. Aqua 25 = 1

Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = 1 Set
2. Monitoring Pasien = 1 Set
3. Meja Operasi = 1
4. Tong Sampah = 2
5. Standar Infus = 1
6. Mesin Diatermi K/P = 1 Set
7. ETT = 1
8. Spuit 10cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
9. Spuit 5cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
10. Spuit 3cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
PROSEDUR 11. Kassa = 10 20 lembar
12. Betsol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
13. Alkohol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
14. Plain 2/0 = m
15. Cromic 1 = m
16. Cromic 1 = m
17. Monocryl 4/0 = 1m
18. Sarung Tangan ( No.6.5,7.5 ) = 3 Pasang
19. Topi = 1
20. Masker = 3

Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke Kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang vital sign
4. Memeriksa infuse apakah lancar.
5. Melakukan serah terima status pasien

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI FAM
( FIBROABENOMA MAMMAE )
108
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.47 1 109
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


6. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa
ketakutan/ cemas.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan Obat anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ anestesi/
penata

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai Jas/ Baju Operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
PROSEDUR 6. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.
8. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan]
9. doek steril
10. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction K/P
11. Perawat memakaikan jas/ baju operasi operator
12. Perawat memakaikan sarung tangan operator
13. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
14. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang dipakai.
15. Perawat menutup daerah luka/insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
16. Perawat membersihkan tubuh pasien
17. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
19. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat Ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.

109
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FAM
( FIBROABENOMA MAMMAE )
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.47 1 110
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


21. Perawat mengantar Alat Instrumen ke CSSD
PROSEDUR 22. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan mengoperkan ke
bagian CSSD disusun.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

110
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRACTUR FEMUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.48 1 111
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan alat-alat operasi dan asisten membantu
PENGERTIAN dokter pada saat tindakan operasi fractur femur
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada Fraktur Femur
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Alat Instrument
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Aesculap No.4 1
2 Pinset Chirurgis besar 1
3 Pinset Chirurgis kecil 1
4 Pinset diatermi 1
5 Pinset anatomi besar 1
6 Pinset anatomi kecil 1
7 Gunting jaringan 1
8 Gunting benang 2
9 Klem Kooher 4
10 Klem arteri sedang 4
11 Doek klem 5
12 Hak garuk sisir 2
PROSEDUR 13 Hak garuk besar 5 mata 2
14 Hak langen beck 2
15 Homan ( cobra ) 2
16 Bone holder ( pemegang tulang 2
17 ) 1
18 Mata bor 1
Bor tulang

2. Alat Instrument
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Penduga/ pengukur 1
2 Tapper 1
3 Obeng 1

111
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRACTUR FEMUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.48 1 112
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


3. Alat Instrument
4 Curette bone 1
5 Gancu 2
6 Raspak 1
7 Knoble tang 1
8 Kom besar 1
9 Kom kecil 1
10 Pembengkok tulang 2
11 Martil 1
12 Tang 1
13 Klem lurus panjang/ oval klem 1
14 Meja instrument 2 Kalau perlu
15 Nald besar holder 1 Kalau perlu
16 Nald poder kecil 1 Untuk desinfektan
17 Nald cutting 2 set Untuk spinal
Nald hecting rounder 2 set

PROSEDUR

Nama Alat Tenun Jlh Keterangan


Perlak steril 1 x 1 meter 1
Doek sedang 2
Doek panjang 2 x 2 2
Jas operasi 4
Perlak steril 1 x 1 meter 1
Doek sedang 2
Doek panjang 2 x 2 2
Jas operasi 4
Sarung kaki 1
Duk 1 x 1 2
Sarung meja mayo 1
S.Saction 1
Handsith diatermi Sesuai ukuran
Benang rol

112
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRACTUR FEMUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.48 1 113
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


4. Alat-alat kesehatan
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Saction 1 set
2 Diatermi 1 set
3 Mesin anasthesi 1 set
O2 Kalau perlu
N2O Kalau perlu
4 Monitoring DOS ECG 2000 1 set
5 Tong sampah
6 Standart infus 2
7 Bet sol 1
8 Alkohol
9 Hibiscrub
10 First aid Sesuai
11 Benang 1s kebutuhan
12 Kassa
PROSEDUR
5. Obat-obatan
No. Nama Alat Jlh Keterangan
1 Spinocam No.25, 27 1 Sesuai pemakaian dokter
2 Lidodex 1
3 Marcain heavy 0,5 % 1
4 Adrenalin 1
5 Epedrin 1
6 Sotatic 1
7 Toradol 30 mg 1
8 Aquabidest 25 cc 1
9 NaCl
10 Ringer lactat
11 Ditranex 500 1
12 Spuit 10 cc 1
13 Spuit 5 cc 1
14 Spuit 3 cc 1

113
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRACTUR FEMUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.48 1 114
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


6. Pasien
- Mengganti baju pasien, pakai metella
- Memeriksa ulang vital sign
- Memeriksa status pasien, PTM, Lab
- Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak
stress
- Memindahkan pasien ke meja operasi

7. Perawat
- Mempersiapkan mental perawat dalam melaksanakan
tindakan
- Mempersiapkan alat-alat instrument
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat-alat kesehatan
- Mengingatkan/ menghubungi : dokter operator, dokter
anasthesi, dan penata anasthesi

1. Perawat mencuci tangan


PROSEDUR
2. Perawat memakai jas operasi steril
3. Perawat memakai sarung tangan steril
4. Perawat menyusun ulang alat-alat instrument di meja instrument
dan menghitung alat dan kasa yang disediakan
5. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dilakukan tindakan
operasi
6. Perawat menutup daerah non steril dengan doek steril di
sekeliling daerah operasi
7. Perawat menset slang suction dan kabel diatermi yang steril
8. Perawat membantu memakaikan jas operator
9. Perawat memakaikan sarung tangan operator
10. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai dengan selesai.
11. Perawat menghitung jumlah kain kassa yang dipakai dan
mencek kembali alat instrument
12. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan antiseptik dan kain
kassa steril
13. Perawat membersihkan tubuh pasien

114
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRACTUR FEMUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.48 1 115
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


14. Perawat memindahkan pasien ke brankart untuk dibawa ke
ruanga
15. Perawat mencatat asuhan keperawatan operasi
16. Perawat mengoperkan instruksi dokter kepada perawat ruangan
PROSEDUR
17. Perawat membersihkan kamar bedah
18. Perawat mencek ulang alat-alat instrument sesuai dengan jumlah
yang akan dipersiapkan sebelum operasi
19. Perawat menyusun alat-alat kesehatan yang dipakai
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

115
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRAKTUR
MANDIBULA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.49 1 116
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara asisten membantu
PENGERTIAN operator pada saat tindakan operasi Fraktur Mandibula
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah-langkah asistensi
TUJUAN
dokter dalam persiapan operasi Fraktur Mandibula
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrument
No Nama Alat Jumlah
1 Klem sedang 4
2 Pinset anatomis 2
3 Pinset chirurgis 2
4 Gunting jaringan 2
5 Gunting benang 1
6 Hak langen bag 2
7 Raspa 1
8 Canula suction 1
9 Scapel no.4 1

Alat tenun :
No Nama Alat Jumlah
PROSEDUR 1 Baju operasi 4 bh
2 Doek besar 1 bh
3 Doek kecil lubang 1 bh
4 Doek kecil 2 psg

Persiapan pasien :
1. Melakukan pemeriksaan fisik secara umum
2. Mempersiapkan pasien dengan baju khusus yang akan dipakai ke
kamar bedah
3. Pasien dimasukkan ke ruang preoperatif
4. Cek ulang vital sign
5. Memeriksa infus apakah berjalan dengan baik
6. Mempersiapkan obat premedikasi yang sesuai dengan instruksi
dokter

116
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI FRAKTUR
MANDIBULA
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.49 1 117
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


7. Dokter dan perawat mencuci tangan 10 menit setelah itu pakai
baju operasi dan sarung tangan
8. Perawat menyusun meja instrument
9. Perawat mendesinfeksi daerah operasi
PROSEDUR
10. Operasi dimulai oleh dokter bedah
11. Perawat on loop mencatat pengeluaran pasien yang dipakai di
kamar bedah
12. Setelah selesai operasi dokter mencuci tangan
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

117
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI HERNIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.50 1 118
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan operasi Hernia.
1. Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah-langkah persiapan
TUJUAN operasi Hernia di Unit Pelayanan Kamar Bedah.
2. Agar Operasi berjalan lancar
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Oval Klem = 1
2. Duk Klem = 5
3. Scapel no.3 = 1
4. Scapel no.4 = 1
5. Nald Holder = 2
6. Gunting Jaringan = 2
7. Gunting Benang = 2
8. Pincet Cirugis = 2
9. Pincet Anatomi = 2
10. Pincet Diatermis = 1
11. Klem Mosquito = 10
12. Klem Kocher = 2
PROSEDUR 13. Langen Back = 2
14. Kom Sedang = 2
15. Nald Hecting Rounded = 2 set
16. Nald Hecting Cutting = 2 set
17. Diatermi = 1
18. Pisau Bedah 11,15,23 = 1
19. Betsol ( Sesuai Kebutuhan )
20. Alkohol ( Sesuai Kebutuhan )
21. Ethilon no.2 = 1
22. Prolen Mess = K/P
23. Siede 2/0 = 1/4 m
24. Siede no.3 = 1 m
25. Plain 2/0 = 1/4 m
26. Plain 0 = 1/4 m

118
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI HERNIA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.50 1 119
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1
27. Cranic 2 = /2 m

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 4
2. Duk ukuran 1x1 meter = 2
3. Duk lubang besar = 1
4. Duk ukuran 2x2 meter = 2
5. Duk/ Sarung Meja Mayo = K/P

Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = O2, N2O, UT = 1 Set
2. Monitoring Pasien = 1 Set
3. Mesin Diatermi = 1 Set
4. Meja Instrumen = 1
5. Trolly Kecil = 1
6. Standar Infus = 1
PROSEDUR 7. Meja Operasi = 1
8. Tong Sampah = 2
9. Spuit 10cc ( Seperlunya tersedia di meja mesin anestesi )
10. Spuit 5cc ( Seperlunya tersedia di meja mesin anestesi )
11. Spuit 3cc ( Seperlunya tersedia di meja mesin anestesi )
12. Spinocam no.25, no.27 = 1 buah
- Topi = 1
- Masker = 1
13. Sarung Tangan ( No.6.5,7,7.5,8 ) = 5 Pasang
14. Kassa = 20 30 lembar
15. Betsol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
16. Alkohol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
17. Ethilon no.2 = 1
18. Prolen Mess = K/P
19. Siede 2/0 = 1/4 m
20. Siede no.3 = 1 m
21. Plain 2/0 = 1/4 m

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI HERNIA

119
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.50 1 120
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1
22. Plain 0 = /4 m
23. Cronic 2 = 1/2 m

Obat-obatan Anastesi Spinal :


1. Regivell = 1
2. Epedrine = 1
3. Aqua 25 ml = 1
4. Ketorolac 30 mg = 1
5. Metolon = 1
6. RL = 1
7. NaCL 0,9 % = 1

Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke Kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan observasi ulang vital sign
PROSEDUR 4. Memeriksa infuse, Kateter ( bila ada ) apakah lancer.
5. Melakukan serah terima status pasien

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
2. mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan Obat anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ anestesi/
penata

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat memakai chort/ celemek
4. Perawat mencuci tangan secara steril
5. Perawat memakai Jas Operasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI HERNIA

120
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.50 1 121
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument dan
menghitung kassa alat yang disediakan
8. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.
9. Perawat menutup daerah sekeliling lapangan yang akan
dioperasi dengan doek steril
10. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction K/P
11. Perawat memakaikan jas operasi operator
12. Perawat memakaikan sarung tangan operator
13. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
14. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang dipakai
PROSEDUR 15. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
16. Perawat membersihkan tubuh pasien
17. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
19. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat
Ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
21. Perawat mengantar Alat Instrumen ke CSSD
22. Perawat mencek ulang alat-alat instrument sesuai dengan jumlah
yang akan dipersiapkan sebelum operasi.
23. Perawat menyusun/ merapikan alat-alat kesehatan yang dipakai.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
HYSTERECTOMIE
STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL 01.02.06.51 1 122

121
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi Histerectomie.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi Hysterectomie
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen :
1. Gagang Pisau No.4 = 1 buah
2. Gagang Pisau No.7 = 1 buah
3. Langen Back = 2 buah
4. Pinset Anatomis = 3 buah
5. Pinset Chirurgis = 2 buah
6. Pinset Diatermi = 1 buah
7. Gunting Benang = 2 buah
8. Gunting Jaringan = 1 buah
9. Klem Go = 1 buah
10. Nald Holder = 3 buah
11. Klem Bengkok Besar = 7 buah
PROSEDUR 12. Klem Lurus = 3 buah
13. Kocher Lurus = 3 buah
14. Oval Klem Lurus = 1 buah
15. Oval Klem Bengkok = 2 buah
16. Kogel Tang = 1 buah
17. Tang Portio = 1 buah
18. Klem Mosquito = 4 buah
19. Bless Hak = 1 buah
20. Dock Klem = 5 buah
21. Nald Hecting Round ( Sesuai Kebutuhan )
22. Nald Hecting Cutting ( Sesuai Kebutuhan )
23. Kom Sedang = 2 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
HYSTERECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.51 1 123
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


122
Alat Tenun :
1. Baju Jas Operasi = 4 buah
2. Doek Kecil 1x1 m = 2 buah
3. Doek Lubang Besar 3 x 2 = 1 buah
4. Doek Besar 2x 2 = 2 buah
5. Doek 2x1 = 1 buah
6. Doek 1 x 1 = 1 buah
7. Selang Suction = 1 buah
8. Handswith Diatermi = 1 buah
9. Handuk Good Morning = 1 buah

Alat kesehatan
1. Mesin Suction = 1 Buah
2. Mesin Diatermi = 1 buah
3. Mesin Anestesi ( O2 ) = 1 set
4. Monitoring pasien = 1 Set
PROSEDUR 5. Tong Sampah = 1 buah
6. Standart Infus = 1 buah
7. Meja Operasi = 1 buah
8. Trolly Besar = 1 buah
9. Trolly Kecil = 1 buah
10. Topi = 7 buah
11. Masker = 7 buah
12. Sarung Tangan = 5 buah ( Sesuai dengan ukuran petugas/ dokter
yang memakai )
13. Cromic 2, Cromic 3/0
14. Siede 3
15. Cromic 1
16. Plain 2/0, Plain 0
17. Kasa = 40 lembar

Obat-obatan
1. Spuit 3 cc = 1 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
HYSTERECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.51 1 124
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 2. Spuit 3 cc = 1 buah
3. Spuit 5 cc = 2 buah
4. Spuit 10 cc = 1 buah
5. Spinocan 25/27 = 1 buah
6. Regivell = 1 amp
7. Ringer Lactat = 4 fls

123
8. NaCL 0,9% = 2 Fls
9. Ketorolac = 1 buah
10. Aquadest 25 = 1 buah
11. Pisau Bedah no.23 = 1 buah
12. Alkohol ( Sesuai Keperluan )
13. Betsol ( Sesuai Keperluan )
14. Asam Tranexamat = 1 amp
15. Ephedrin HCL = 1 amp
16. Metolon = 1 amp

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Memindahkan pasien dari tempat tidur ke brankart dan kemudian ke
meja operasi.
3. Serah terima pasien dan status.
4. Mengobservasi tanda-tanda Vital Sign pasien.
5. Memeriksa infus dan selang cateter apakah lancar.
6. Menanyakan ulang pasien apakah ada memakai gigi palsu dan
perhiasan
7. Memberikan motivasi kepada pasien agar kecemasan pasien
berkurang.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat kesehatan
4. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
5. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,
Penata.

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
HYSTERECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.51 1 125
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 1. Perawat memakai topi dan masker
2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal kamar bedah.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun alat instrument di meja operasi sekaligus
menghitung alat-alat dan kasa yang sudah dipersiapkan.

124
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan
doek steril.
9. Perawat memasang dan menset kabel diatermis dan selang suction
k
/p.
10. Perawat memakaikan jas operasi operator
11. Perawat memakaikan sarung tangan operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal sampai operasi selesai.
13. Perawat instrument menghitung kain kasa dan alat instrument
kembali sesuai dengan yang disediakan
14. Perawat menutup luka operasi dengan anti septic dan kain kasa
steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien.
16. Perawat memindahkan pasien dari tempat tidur operasi ke brankart
dan dari brankart kamar ke brankart ruangan.
17. Perawat mengantar alat instrument ke CSSD untuk dicuci dan
disterilkan kembali.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan instruksi dokter bedah/ anestesi, status
pasien kepada perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
21. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan yang dipakai.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

PENGGUNAAN LAMPU OPERASI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.52 1 126

STANDAR Ditetapkan Oleh,


PROSEDUR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

PENGERTIAN Tata cara pemakaian lampu halogen untuk tindakan pembedahan.

1. Memberikan petunjuk penggunaan dengan benar.


TUJUAN
2. Membantu kelancaran tindakan yang sedang berlangsung.
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR 1. Arahkan lampu halogen disisi lateral lokasi operasi dengan
membentuk sudut ke belakang pada siku lengan lampu halogen.

125
2. Arah sinar sejajar dengan sudut pandang mata operator, fokus dan
pasti ( tidak bergoyang )
3. Untuk keperluan stiril, pasang tutup stiril lampu pada bagian
tengah lampu, dan bila ingin melepas kap lampu yang telah terpakai
tekan panel pembuka kemudian kap di tarik keluar.
4. Untuk menyalakan tekan tombol ON dan untuk mematikan tekan
tombol OFF.
5. Kekuatan sinar lampu dapat di atur dengan meningkatkan derajat
sinar lampu yang tertera pada panel pengatur yang bergambar arah
panah.

UNIT TERKAIT IBS

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI KET

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.53 1 127
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
16 Maret 2016

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi KET ( Kehamilan
Ektopik Terganggu )
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Alat Instrumen :
1. Nald Holder = 3 buah
2. Gagang Pisau No.4 = 1 buah

126
3. Gagang Pisau No.3 = 1 buah
4. Pinset Chirurgis = 2 buah
5. Pinset Anatomis = 2 buah
6. Oval Klem = 5 buah
7. Langen Back = 1 buah
8. Canul Suction = 1 buah
9. Gunting Jaringan = 2 buah
10. Gunting Benang = 2 buah
11. Klem Lurus = 4 buah
12. Klem Bengkok = 4 buah
13. Doek Klem = 5 buah
14. Kocher = 3 buah
15. Pinset Diatermi = 1 buah
16. Bless Hak = 1 buah
17. Selang Suction = 1 buah
18. Nald Hecting Rounded ( Sesuai dengan kebutuhan )
19. Nald Hecting Cutting ( Sesuai dengan kebutuhan )
20. Kom Besar = 1 buah
21. Kom sedang = 2 buah

Alat Tenun :
1. Baju Jas Operasi = 4 buah
2. Doek Kecil 1x1 m = 2 buah
3. Doek ukuran 2x 2 = 2 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI KET

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.53 1 128
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 4. Doek Lubang Besar 3 x 2 = 1 buah
5. Handswith Diatermi = 1 buah
6. Doek 1x 1 m = 1 buah
7. Doek 2x1 = 1 buah
8. Handuk Good Morning = 1 buah

Obat-obatan Anestesi
1. Spinocan 25, 27 = 1 buah
2. Regivell = 1 buah
3. Ringer Laktat = 3 buah
4. NaCl 0,9% = 2 buah
5. Aqua 25 = 1 buah
6. Ketorolac
7. As.Tramexamat = 1 amp
8. Ephedrin = 1 Amp

127
Alat kesehatan
1. Suction = 1 set
2. Diatermi = 1 set
3. Mesin Anestesi ( O2 ) = 1 set
4. Monitoring pasien = 1 Set
5. Meja Operasi = 1pasang
6. Standar Infus = 1 buah
7. Tong Sampah = 1 buah
8. Trolly Besar = 1 buah
9. Trolly Kecil = 1 buah
10. Spuit 10 cc = 1 buah
11. Spuit 5 cc = 1 buah
12. Spuit 3 cc = 1 buah
13. Bet-sol
14. Alkohol
15. Pisau Operasi no.23 = 1 buah
16. Benang siede 2/0 ( sesuai keperluan )
17. Benang Plain 1 ( sesuai keperluan )

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI KET

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.53 1 129
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


2
PROSEDUR 18. Benang Plain /0 ( sesuai keperluan )
19. Chromic 2
20. Chromic 3/0
21. Topi = 7 buah
22. Masker = 7 buah
23. Kasa = 40 lembar

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu pasien pindah brankart meja operasi.
3. Mengobservasi Vital Sign pasien.
4. Memeriksa infuse, cateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Menanyakan ulang pasien apakah ada memakai gigi palsu dan
perhiasan
6. Melakukan serah terima status pasien

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat kesehatan
4. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
5. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi,

128
Penata.

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan
operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat-alat tersedia dan termasuk kain kasa.
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan di operasi
8. Perawat menutup sekeliling daerah lapangan yang akan
dioperasi dengan doek steril.
9. Perawat memasang dan menset kabel diatermis dan selang
suction (

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI KET

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.53 1 130
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


( bila perlu )
10. Perawat memakaikan jas operasi operator
11. Perawat memakaikan sarung tangan operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
13. Perawat menghitung kembali kain kasa dan alat instrument
kembali sesuai dengan yang disediakan
14. Perawat menutup luka operasi dengan anti septic dan kasa
steril.
PROSEDUR 15. Perawat membersihkan tubuh pasien.
16. Perawat memindahkan pasien dari tempat tidur operasi ke
brankart dan dari brankart kamar operasi ke brankart ruangan.
17. Perawat mengantar alat instrument ke petugas CSSD untuk
dicuci dan disterilkan kembali.
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan instruksi dokter bedah/ anestesi, status
pasien dan pasien kepada perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
21. Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan yang dipakai.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

129
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LABIOPLASTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.54 1 131
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat operasi
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi labioplasti
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Alat Instrumen :
1. Gunting Benang = 2 buah
2. Gunting Jaringan = 1 buah
3. Hak Kecil = 2 buah
4. Hak Kecil Panjang = 2 buah
5. Nald Holder = 2 buah
6. Pinset Anatomis = 2 buah
7. Pisau Bedah no.11 = 1 buah
8. Klem Kecil = 4 buah
9. Doek Klem = 4 buah
10. Gunting Kecil ( jaringan ) = 1 buah
11. Masquito = 4 buah
12. Pinset Chirurgis = 2 buah
13. Spider Kecil = 1 buah
14. Kosul Suction = 1 buah
15. Handswith Diatermi = 1 buah
16. Selang Suction = 1 buah
17. Kom Sedang = 2 buah

Alat Tenun :
130
1. Baju Jas Operasi = 3 buah
2. Doek Kecil 1x1 m = 4 buah
3. Doek Lubang Kecil 1x1 m = 1 buah
4. Doek Ukuran 2x2 m = 1 buah
5. Doek 1 x 1 = 1 buah
6. Doek 2x1 = 1 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI LABIOPLASTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.54 1 132
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat kesehatan
1. Mesin Diatermi = 1 buah
2. Mesin Anestesi = 1 set
3. Monitoring pasien = 1 Set
4. Tong Sampah = 1 buah
5. Standart Infus = 1 buah
6. Meja Operasi = 1 buah
7. Trolly = 1 buah
8. Topi = 5 buah
9. Masker = 5 buah
10. Vasco/ sarung tangan = 3 pasang
11. ETT ( Sesuai Kebutuhan )
12. Suction Pump = 1 Set
13. Spuit 10 cc = 2 buah
14. Spuit 5 cc = 2 buah
15. Spuit 3 cc = 2 buah
PROSEDUR 16. Betsol ( Sesuai Keperluan )
17. Alkohol ( Sesuai Keperluan )
18. Vickryl ( No. sesuai kebutuhan

Obat-obatan
1. Propofol = 1
2. Notrixium = 1 amp
3. Miloz = 1
4. SA = 3
5. Prostigmin = 3
6. Asam Tranexamat = 1
7. Ketorolac 30 mg = 1
8. RL = 2 fls
9. NaCL = 1 Fls
10. Aqua 25 ml = 1
11. Petidine = 1
12. Isofurine ( Sesuai Kebutuhan )

131
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LABIOPLASTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.54 1 133
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 13. Sofratule/ Lomatule = 1 buah

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu/ memindahkan pasien ke brankart meja operasi
3. Mengobservasi Vital Sign Pasien
4. Memeriksa infus, cateter apakah lancar.
5. Serah Terima Pasien
6. Memeriksa kembali status pasien dan PTM
7. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak merasa
ketakutan.

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap
pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter
bedah, Anestesi, Penata.

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal kamar bedah.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun alat instrument di meja operasi sekaligus
menghitung alat-alat dan kasa yang sudah dipersiapkan.
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup sekeliling daerah lapangan yang akan
dioperasi dengan doek steril.
9. Perawat menset kabel diatermi dan selang suction k/p.
10. Perawat memakaikan jas operasi operator

132
11. Perawat memakaikan sarung tangan operator

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI LABIOPLASTI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.54 1 134
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai.
13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kasa dan alat sesuai
dengan yang disiapkan
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kasa steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien.
PROSEDUR
16. Perawat memindahkan pasien ke brankart untuk dibawa ke
ruangan.
17. Perawat mengantar alat instrument ke CSSD kotor
18. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi.
19. Perawat mengoperkan nstruksi dokter/ anestesi pasien dan status
kepada perawat ruangan.
20. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
4. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 5. CSSD
6. Farmasi

133
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAMINEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.55 1 135
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN operator pada saat tindakan Laminektomi.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugas sebagai asisten dr. bedah pada tindakan operasi
laminektomi.
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrument :
1. Oval Klem 1
2. Duk Klem 5
3. Scapel No.3 1
4. Scapel No.4 1
5. Retaktor Kulit 2
6. Retaktor Facia 2
7. Retaktor Otot 2
8. Gelfi 2
9. Combotle 2
10. Knabel Lurus 1
11. Knabel Bengkok 1
12. Kerison 1350 (2 mm) 1
PROSEDUR 13. Kerison 1350 (3 mm) 1
14. Kerison 1350 (5 mm) 1
15. Hermia Tang Lurus (3 mm, 4 mm) 1
16. Hermia Tang 1350 (3 mm, 4 mm) 1
17. Nerve Look (Hak Syaraf) 1
18. Loove (Radic Loove) 1
19. Dura Tester 1

Alat Instrument :
1. Nald Holder 2
2. Gunting Jaringan 2
3. Gunting Benang 2
4. Klem Koher 2
5. Com Sedang 3

134
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAMINEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.55 1 136
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
16 Maret 2016

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Instrument :
6. Pincet Chinurgis 2
7. Pincet Anatomis 2
8. Pincet Diatermi 1
9. Klem Mosquito 6
10. Nald Hecting Cutting Set 2 set
11. Nald Hecting Rounded 2 set
12. Desculap 11,15,23 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi 4
2. Duk ukuran 2x2 meter 4
3. Duk ukuran 1x1 meter 2
4. Duk lubang besar 1
5. Duk meja mayo 1

Alat-Alat Kesehatan :
PROSEDUR 1. Mesin Anastesi ( O2, N2O, UT ) = 1 Set
2. Monitoring Pasien = 1 set
3. Mesin Diatermi = 1 Set
4. Meja Instrument = 1
5. Meja Operasi = 1
6. Tong Sampah = 2
7. Standar Infus = 1
8. Mesin Suction = 1 Set
9. ETT = 1 ( Sesuai dengan ukuran )
10. Spuit 10 cc = ( Seperlunya tersedia di meja Mesin Anasthesi)
11. Spuit 5 cc = ( Seperlunya tersedia di meja Mesin Anasthesi )
12. Spuit 3 cc = ( Seperlunya tersedia di meja Mesin Anasthesi )
13. Kassa = ( Sesuai dengan kebutuhan )
14. Alkohol = ( Sesuai dengan kebutuhan )
15. Betsol = ( Sesuai dengan kebutuhan )
16. Topi = 3

135
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAMINEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.55 1 137
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


17. Masker = 4
18. Sarung Tangan ( 6.5,7,7.5,8 ) = 4
19. Vicryl 1 = 1
20. Plain 2/0 = 1 m
21. Siede 2/u = 4/2 m
22. Cromic 1 = 1 m

Obat-Obat Anestesi:
1. Propofol = 1
2. Natrixum = 3
3. Miloz = 1
4. Petidine = 1
5. SA = 3
6. Prostigumn = 3
7. Ketorolac 30 = 1
8. Efedrin k/1 = 1
PROSEDUR 9. Aqua 25 ml = 1
10. As. Tranexanat = 1
11. Isoflurance 12. 02 dan N20

Persiapan Pasien:
1. Pasien tiba di kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang Vital Sign
4. Memeriksa Infus, Kateter ( bila ada ) apakah lancar
5. Melakukan serah terima status pasien dari perawat ruangan.
6. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak merasa
ketakutan.

Persiapan Perawat:
1. Mempersiapkan ruangan Kamar Bedah untuk Siap Pakai
2. Mempersiapkan Alat Instrument
3. Mempersiapkan Alat Tenun

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI LAMINEKTOMI

136
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.55 1 138
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


4. Mepersiapkan Alat-alat kesehatan
5. Mempersiapkan Obat-obat Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter Bedah/ Anestesi/
Penata.

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai baju/ jas operasi steril
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun ulang alat-alat instrument di meja instrument
dan menghitung alat serta kassa yang tersedia
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup daerah sekeliling lapangan yang akan dioperasi
dengan doek steril
9. Perawat menset kabel diatermi dan selang suction
10. Perawat memakaikan jas operasi pada operator
PROSEDUR 11. Perawat memakaikan sarung tangan pada operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang terpakai
dan sisa serta alat instrument
14. Perawat menutup daerah luka/insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien
16. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
17. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
18. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat Ruangan.
19. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
20. Perawat mengantarkan alat-alat instrument ke CSSD
21. Perawat mencek ulang alat-alat instrument sesuai dengan jumlah
sebelum operasi berlangsung dan mengoperkan kepada bagian
CSSD.
22. Perawat menyusun/ merapikan alat-alat kesehatan yang dipakai.

137
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAMINEKTOMI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.55 1 139
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1. Instalasi farmasi
UNIT TERKAIT
2. CSSD

138
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAPARASCOPY
CHOLESISTECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.56 1 140
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Laparascopy Cholesistectomie.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugas sebagai asisten dr. bedah pada tindakan operasi
laminektomi.
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati

Alat Instrument
1. Trokar No.10 mm 2 buah
2. Teleskop 0 0 atau 30 0 1 buah
3. Trokar no. 5,5 mm 1 buah
4. Trokar no. 5 mm 2 buah
5. Clipper/ mengedip 1 buah
6. Nald Holder 1 buah
7. Gunting Jaringan 1 buah
8. Hook/ Pembakar ( diatermi 1 buah
) 1 buah
9. Gunting Lunis 1 buah
10. Kantongan kain kecil 1 buah
PROSEDUR 11. Termos 1 buah
12. Scalpel No.3 1 buah
13. Pinset Anatomis 1 buah
14. Pinset Chirurgis 1 buah
15. Langen Beck 1 buah
16. Gunting Jaringan 1 buah
17. Gunting Benang 1 buah
18. Nald Holder 5 buah
19. Klem bengkok sedang

139
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAPARASCOPY
CHOLESISTECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.56 1 141
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

Alat Instrument
1. Kocher 3 buah
2. Oval Klem 1 buah
3. Bengkok sedang 1 buah
4. Kom sedang 1 buah
5. Selang suction 1 buah
6. Selang/ Set 1 buah
diatermi 1 set
7. Selang CO2 1 set
8. Camera 1 set
9. Light source 1
10. Paiterson 1
11. Rotating Forceps 1
12. Foreign Body 1
13. Biopsi Forceps 1
14. Disekting Forceps 1
PROSEDUR
15. Grasping Forceps 1
16. Kabel HF

Bip Alat Tenun :


1. Baju/ Jas Operasi 3 buah
2. Doek ukuran 1 x 1 m 2 buah
3. Doek ukuran 2x2 2 buah
4. Doek lubang besar 1 buah
5. Doek yang berkantong 6 1 buah

140
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAPARASCOPY
CHOLESISTECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.56 1 142
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat-alat kesehatan
1. Mesin Anastesi ( General ) 1 set
2. Monitoring untuk anastesi 1 set
3. Mesin Diatermi 1 set
4. Mesin Suction 1 set
5. Monitoring ( TV ) 2 buah ( untuk operator dan
6. Light Source asisten)
7. Sistem kamera 1 set
8. Mesin Gas ( CO2 ) 1 set
9. Meja Operasi 1 set
10. Meja Instrument 1 buah
11. Standart Infus 1 buah
12. Pengikat Pasien 2 buah
13. Tong Sampah 3 buah
14. ETT 1 buah
15. NGT 1 buah
16. Cateter 1 buah
17. Urie Bag Non 1 buah
PROSEDUR 18. Spuit 3,5 dan 10 1 buah
19. Steril Water 1000 sesuai kebutuhan
20. Sarung Tangan/ Handscoon 2 3 flc
21. Kassa sesuai kebutuhan
22. Bethadine Solution 30 lembar
23. Alkohol sesuai kebutuhan
24. Vicryl 2/0 sesuai kebutuhan
25. Topi/ Masker 1 buah
sesuai kebutuhan

Obat-obatan anastesi general


1. Propofol 1 amp
2. O2 + H2O + Isoflurane sesuai kebutuhan
3. Notrixum 2 amp
4. Miloz 5 mg 1 amp

141
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAPARASCOPY
CHOLESISTECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.56 1 143
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


5. Pethidin/ Fentanyl 1 amp
6. SA 3 amp
7. Prostigmin 3 amp
8. Ketorolac 30mg 1 amp
9. Cairan Infus sesuai kebutuhan
10. Aqua 25 ml 2 flc
11. Obat-obatan yang lain sesuai keadaan pasien

Persiapan Pasien
1. Menerima pasien dan melakukan serah terima pasien dan status
dengan perawat ruangan
2. Membantu pasien pindah ke brankard
3. Membantu pasien pindah dari brancard ke meja operasi
4. Melakukan cek ulang vital sign dengan memasang monitoring
5. Memeriksa ulang infus atau cateter apa terpasang dengan baik
6. Menemani dan motivasi pasien agar tidak merasa ketakutan atau
cemas
PROSEDUR
Persiapan Perawat
1. Mempersiapkan ruang bedah untuk siap pakai
2. Mempersiapkan alat tenun
3. Mempersiapkan alat-alat instrument agar siap pakai
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan
6. Menghubungi dan mengingatkan kembali dokter bedah dan
anastesi

1. Perawat memakai topi dan masker dengan baik.


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
3. Perawat mencuci tangan dengan tehnik steril.
4. Perawat memakai jas operasi dan sarung tangan dengan tehnik
steril.
5. Perawat menyusun alat instrument di meja operasi.

142
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LAPARASCOPY
CHOLESISTECTOMIE
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.56 1 144
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


6. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi dengan
menggunakan bethadine dan alkohol.
7. Perawat memasang kabel diatermi, suction, monitoring TV, kabel
lampu, kabel camera, dan selang CO2 ( gas ).
8. Perawat membantu dokter bedah untuk memakai jas operasi dan
sarung tangan.
9. Perawat membantu dokter bedah dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
10. Perawat instrument menghitung kasa dan alat instrument yang
digunakan selama operasi dan mencatat di papan tulis.
11. Perawat menutup daerah insisi dengan antiseptic dan kasa steril.
PROSEDUR 12. Perawat membuka pengikat tubuh dan membersihkan tubuh
pasien.
13. Perawat memindahkan pasien ke brankart untuk dipindahkan ke
ruangan.
14. Perawat mencatat di catatan Perawatan selama operasi
berlangsung. Perawat serah terima dan status dan mengoperkan
instruksi dokter dengan jelas kepada perawat ruangan.
15. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan serah terima
kembali dengan petugas CSSD
16. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan serah terima
kembali dengan petugas CSSD
17. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
1. Instalasi rawat inap.
UNIT TERKAIT
2. CSSD

143
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LITHOTRIPSY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.57 1 145
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Lithotripsy.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter bedah pada operasi Lithotripsy.
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/IIIV/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrument
20. Trokar No.10 mm 2 buah
21. Teleskop 0 0 atau 30 0 1 buah
22. Trokar no. 5,5 mm 1 buah
23. Trokar no. 5 mm 2 buah
24. Clipper/ mengedip 1 buah
25. Nald Holder 1 buah
26. Gunting Jaringan 1 buah
27. Hook/ Pembakar ( diatermi ) 1 buah
28. Gunting Lunis 1 buah
29. Kantongan kain kecil 1 buah
30. Termos 1 buah
31. Scalpel No.3 1 buah
PROSEDUR 32. Pinset Anatomis 1 buah
33. Pinset Chirurgis 1 buah
34. Langen Beck 1 buah
35. Gunting Jaringan 1 buah
36. Gunting Benang 1 buah
37. Nald Holder 1 buah
38. Klem bengkok sedang 5 buah

Alat Instrument non steril :


1. Ember tempat sampah 1 buah
2. Irigasi water steril 1000 ml sesuai kebutuhan
3. Monitor ( tanda-tanda vital ) 1 buah
4. Standar Infus 1 set
5. Kursi untuk operator 1 buah

144
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI LITHOTRIPSY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.57 1 146
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

6. Meja Operasi 1 set


7. Ky. Jelly 1 buah
8. Aproon/ celemek 1 buah
9. Diatermi 1 buah
10. Light Source Olympus 1 set
11. Sandal sesuai kebutuhan

Obat-obatan Anestesi Spinal


1. RL 2 buah
2. Doek Steril 1 buah
3. Spuit 5 cc/ 3cc/ 10cc 1 buah
4. Spinocan 25, dan 27 1 buah
5. Handscoon
6. Regivell/ Lidodex 1 buah
PROSEDUR 7. Furosemid 1 buah
8. Epedrin 1 buah
9. Aquabidest 25 ml 1
10. Kasa 4 lembar
11. Keterolak 1

Alat-alat kesehatan
1. Monitoring 1 buah
2. Mesin Anestesi O2 1 set
3. Standart Kaki 2 pasang
4. Meja Operasi Besar 1 buah
5. Meja Operasi Kecil 1 buah
6. Alkohol 100 cc
7. Betsol 100 cc
8. Hibiscrub 100 cc
9. First aid 100 cc

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI LITHOTRIPSY

145
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.57 1 147
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke ruangan bedah.
2. Membantu pasien pindah ke brankart ke meja operasi
3. Membantu pasien pindah ke meja operasi
4. Observasi ulang vital sign
5. Memeriksa infuse dan kateter ( bila ada ) apakah lancar.
6. Serah terima pasien dan status.
7. Membantu dokter anestesi dalam memberi obat anestesi.
8. Membantu posisi pasien ( Litotomy )

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
PROSEDUR 6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah.
7. Perawat mengganti pakaian dengan seragam bedah
8. Perawat memakai topi dan masker
9. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
10. Perawat memakai celemek
11. Perawat mencuci tangan secara steril
12. Perawat memakai jas operasi
13. Perawat memakai sarung tangan
14. Perawat menyusun alat instrument di meja instrument.
15. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
16. Perawat menutup daerah non steril dengan doek steril.
17. Perawat memasang Kabel diatermi, lampu dan selang infus
18. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal sampai operasi selesai.
19. Perawat mengatur kembali posisi pasien pada posisi terlentang.
20. Perawat membersihkan tubuh pasien.
21. Perawat memindahkan pasien ke brankart

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN OPERASI


LITHOTRIPSY

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.57 1 148

146
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


22. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter kepada perawat
ruangan.
PROSEDUR 23. Perawat mencuci tangan.
24. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
25. Perawat merapikan kabel monitor
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. CSSD

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI MASTOID

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.58 1 149

147
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara asisten membantu
PENGERTIAN operator pada saat tindakan mastoid
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter operasi mastoid
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrument:
No Nama Alat Jumlah
1 Gagang pisau no. 3, 4 1
2 Klem 6
3 Koher 4
4 Doek klem 6
5 Pinset anatomis 1
6 Pinset Chirurgis 2
7 Nald holder panjang 2
8 Nald holder kecil 1
9 Gunting benang 1
10 Gunting jaringan 2
11 Nald hecting Secukupnya
12 Com sedang 2
PROSEDUR 13 Set THT 1 set

Alat Tenun :
No Nama Alat Jumlah
1 Baju jas operasi 3
2 Doek keci 4
3 Doek besar 2
4 Sarung tangan
Kassa 3 psg
5

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI MASTOID

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.58 1 150

148
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat Kesehatan :
No Nama Alat Jumlah
1 Mesin anasthesi 1
2 Mesin diatermi 1
3 Monitoring 1
4 Meja mayo 1
5 Meja instrument 1
6 Suction pump 1

Obat-obat anasthesi general :


No Nama Alat Jumlah
1 Safol 1
2 Tracrium 3
3 SA 3
4 Prostigmin 4
5 Petidin 1
6 Doimicum 1
PROSEDUR 7 Toradol 1
8 Ditranek 2
9 RL 2
10 NaCl 1

Obat-obat anasthesi general :


No Nama Alat Jumlah
11 ETT
12 Spuit 10 cc 1
13 Spuir 5 cc 1
14 Spuit 3 cc 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI MASTOID

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.58 1 151

149
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke meja operasi
3. Observasi ulang vital sign
4. Mencek ulang status pasien

Persiapan perawat :
1. Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Menghubungi kembali dokter bedah/ anasthesi/ penata

1. Perawat mengganti baju dengan seragam kamar bedah


2. Perawat memakai topi + masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal dalam
4. Perawat mencuci tangan secara steri
PROSEDUR
5. Perawat memakai jas operasi
6. Perawat memakai sarung tangan
7. Perawat menyusun alat-alat instrument di meja operasi dan
menghitung alat dan kasa yang disediakan
8. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
9. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril di
sekeliling daerah operasi
10. Perawat memasangkan kabel diatermi + suction
11. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampai operasi selesai
12. Perawat menghitung kembali alat-alat dan menghitung kasa sisa
dan yang terpakai
13. Perawat membersihkan luka operasi dan menutup luka
14. Perawat memindahkan pasien ke brankard
15. Perawat mengoperkan pasien + instruksi dari dokter kepada
perawat ruangan
16. Perawat membersihkan kamar bedah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI MASTOID

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.58 1 152
PROSEDUR Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,
05 Mei 2017 Direktur RSU Mitra Sejati

150
(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

1. Instalasi rawat inap


UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

151
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN
OPERASI MENINGO KEL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.59
No. Revisi
1
Halaman
153

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PENGERTIAN
Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu Operator pada saat
tindakan Meningo Kel
TUJUAN
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan tugas sebagai
asisten dokter bedah pada tindakan Operasi Meningo Kel
KEBIJAKAN
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang Pelayanan Kamar
Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR
Persiapan Alat Instrument:

152
1. Doek Klem 6
2. Oval Klem 1
3. Com Besar 3
4. Pincet Diatermi 1
5. Pincet Anatomis 2
6. Pincet Chirurgis 2
7. Gunting Jaringan 2
8. Gunting Benang 2
9. Arteri Klem Sedang 10
10. Arteri Klem Kecil 10
11. Klem Koher 3
12. Nald Holsder 2
13. Canul Suction 1
14. Scapel no.3 1
15. Scapel no.4 1
16. Gigli Saw 2
17. Gigli Guide 2
18. Hak Garuk Tumpul 2
19. Spatula 2
20. Handle Bright Saw 2
21. Raspak 1
22. Pincet Dura 1
23. Knabel Tang 2
24. Hak Gigi Satu 2
25. Pisau Bedah no.11,15,21,23 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI MENINGO KEL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.59
No. Revisi
1
Halaman
154

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

153
(dr. H.SG.
1. Mata Bor sesuai dengan kebutuhan WELDY
2. BOR 1 set RITONGA,
3. Nald Hecting Rounded 2 MM)
4. Nald Hecting Cutting 2 PROSEDUR
5. Gunting Dura
Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi 4
2. Duk ukuran 2x2 meter 4
3. Duk ukuran 1x1 meter 2
4. Duk lubang besar 1
5. Duk meja mayo 1

Alat-Alat Kesehatan :
1. Meja Operasi 1
2. Standar Infus 1
3. Tong Sampah 1
4. ETT 1 (sesuai dengan ukuran)
5. Spuit 10 cc Seperlunya tersedia
dimeja Mesin Anestesi
6. Spuit 11cc seperlunya tersedia di
meja Mesin Anestesi
7. Spuit 3 cc seperlunya tersedia di
meja Mesin Anestesi
8. Kassa Sesuai dengan kebutuhan
9. Alkohol Sesuai dengan kebutuhan
10. Betsol Sesuai dengan kebutuhan
11. Topi 3
12. Masker 4
13. Sarung Tangan (6.5,7,7.5,8) 4
14. Vicryl 3/0 1
15. Mersilk 3/0 1m
16. Ethilon 2/0 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI MENINGO KEL
STANDAR OPERASIONAL
154
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.59
No. Revisi
1
Halaman
155

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR

17. Siede 2/0 m


18. Plester
19. Rengosccope sesuai ukuran
20. MC Gill
21. Hipafix

Obat-Obat Anestesi:

1. Prepofol 1
2. Notrixam 3
3. Miloz 1
4. Petidine 1
5. SA 3
6. Prostigumn 3
7. Ketorolac 30 1
8. Epedine k/1 1
9. Aqua 25 ml 1
10. As. Tranexanat 1
11. Isofeurance 3
12. Notrixam 1
13. Miloz 1
14. Petidine 3
15. SA 3
16. Prostigumn 1
17. Ketorolac 30 1
18. Epedine k/1 1
19. Aqua 25 ml 1
20. As. Tranexanat 1
21. Isofeurance 1

155
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN
OPERASI MENINGO KEL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.59
No. Revisi
1
Halaman
156

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
Persiapan Pasien:
1. Pasien tiba di kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan cek ulang Vital Sign
4. Memeriksa Infus, Cateter ( bila ada ) apakah lancar
5. Melakukan serah terima status pasien dari perawat ruangan.
6. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak merasa ketakutan.

Persiapan Perawat:
1. Mempersiapkan ruangan Kamar Bedah untuk Siap Pakai
2. Mempersiapkan Alat Instrument
3. Mempersiapkan Alat Tenun
4. Mepersiapkan Alat-alat kesehatan
5. Mempersiapkan Obat-obat Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter Bedah/Anestesi/Penata.

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai baju/ jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan

156
6. Perawat menyusun ulang alat-alat instrument di meja instrument dan menghitung
alat serta kassa yang disediakan
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan doek steril
sekeliling
9. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction
10. Perawat memakaikan jas operasi pada operator
11. Perawat memakaikan sarung tangan pada operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI MENINGO KEL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.59
No. Revisi
1
Halaman
157

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang dipakai dan sisa serta
menghitung ulang alat instrument
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain kassa steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien
16. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke ruangan.
17. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
18. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat Ruangan.
UNIT TERKAIT
1. CSSD
2. Instalasi rawat inap
157
3. Instalasi farmasi

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI PASANG VP -
SHUNT
STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.60 1 158
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan.
Sebagai acuan bagi pertugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN tugas sebagai asisten dokter bedah saraf pada operasi pemasangan
VP Shunt
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati

158
Alat Instrument :
1. Doek Klem = 6
2. Oval Klem = 1
3. Com Besar = 1
4. Com Kecil = 2
5. Pincet Diatermi = 1
6. Pincet Anatomis = 2
7. Pincet Chirurgis = 2
8. Canul Suction = 1
9. Gunting Jaringan = 2
10. Gunting Benang = 2
11. Scapel no.3 = 1
12. Scapel no.4 =1
PROSEDUR 13. Arteri Klem Sedang = 10
14. Arteri Klem Kecil = 10
15. Klem Koher = 6
16. Nald Holder = 3
17. Hak Garuk Tumpul = 2
18. Pincet Dura = 1
19. Knabel Tang = 1
20. Raspak = 1
21. Hak Gigi Satu = 1
22. BOR = 1 Set
23. Mata BOR = 1 Set
24. Nald Hecting Cutting
25. Nald Hecting Rounded
26. Selang Suction

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI PASANG VP -
SHUNT
STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.60 1 159
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR Alat Tenun :
1. Jas Operasi = 4
2. Sarung Meja Mayo = 1
3. Duk ukuran 1x1 = 4
4. Duk lobang besar
5. Duk ukuran 2x2 = 2

Alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = O2, N2O, UT = 1 Set
2. Mesin Diatermi
3. Mesin Suction
4. Monitoring

159
5. Tong Sampah
6. Standar Infus
7. Meja Operasi
8. Trolly Besar
9. Trolly Kecil
10. Meja Mayo
11. Spuit 10 cc, 5 cc, 3 cc
12. Aquabides
13. RL
14. NaCL
15. Betsol
16. Alkohol
17. First Aid
18. Hibiscrub
19. NGT
20. Mersilk 3/0
21. Etilon 3/0
22. Langeroscope
23. MC Gill Forceps

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI PASANG VP -
SHUNT
STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.60 1 160
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR Obat-obatan Anestesi:
1. Propofol 1
2. Fentanyl 1
3. Notrixum 2
4. Ketorolac 30 mg 1
5. ETT Sesuai ukuran
6. SA -3
7. Prostigmin -1
8. Ephedrin HCL - 1
9. Epineprin -1
10. Isofuren
Persiapan Pasien
1. Pasien tiba di kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke meja operasi
3. Observasi ulang Vital Sign
4. Melakukan serah terima status pasien dari perawat ruangan.
160
Persiapan Perawat:
1. Mempersiapkan ruangan Kamar Bedah untuk Siap Pakai
2. Mempersiapkan Alat Instrument
3. Mempersiapkan Alat Tenun
4. Mepersiapkan Alat-alat kesehatan
5. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter Bedah/ Anestesi/
Penata.
6. Perawat mengganti baju dengan Seragam Kamar Bedah
7. Perawat memakai Topi dan Masker
8. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
9. Perawat mencuci tangan secara steril
10. Perawat memakai baju/ jas operasi steril
11. Perawat memakai sarung tangan
12. Perawat menyusun ulang alat-alat instrument di meja instrument
dan menghitung alat dan kassa yang disediakan
13. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan diope

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI PASANG VP -
SHUNT

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.60 1 161
PROSEDUR
Tanggal Terbit Ditetapkan Oleh,
05 Mei 2017 Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 14. Perawat menutup daerah sekeliling lapangan yang akan dioperasi
dengan doek steril
15. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction
16. Perawat memakaikan jas operasi operator
17. Perawat memakaikan sarung tangan operator
18. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai.
19. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa dan alat
instrumen yang dipakai
20. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
21. Perawat membersihkan tubuh pasien
22. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
23. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
24. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat Ruangan.
25. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
26. Perawat mengoperkan alat-alat instrument ke CSSD sesudah
dihitung untuk dicuci dan disterilkan lagi.
27. Perawat menyusun/ merapikan alat-alat kesehatan yang dipakai

161
1. CSSD
UNIT TERKAIT
2. Instalasi rawat inap

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI SECTIO ALTA
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.61
No. Revisi
1
Halaman
162

Tanggal Terbit
05 mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PENGERTIAN
Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu Operator pada saat
tindakan Sectio Alta.
TUJUAN
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan tugas sebagai
asisten dokter bedah pada operasi section alta
KEBIJAKAN
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang Pelayanan Kamar
Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
162
PROSEDUR
Alat Instrumen Steril:
1. Oval Klem 1 buah
2. Doek Klem 5 buah
3. Scapel no. 3 dan 4 1 buah
4. Pincet anatomi 2 buah
5. Pincet Chirurgis 2 buah
6. Klem Kecil 4 buah
7. Klem Besar 1 buah
8. Gunting Jaringan 2 buah
9. Gunting Benang 2 buah
10. Kanul Suction 1 buah
11. Nald Holder 2 buah
12. Nald secukupnya
13. Klem Koher 2 buah
14. Hak Langen Back 2 buah
15. Hak Kuping 2 buah
16. Nald Hecting Rounded + secukupnya
Cutting 1 buah
17. Stingtang 2 buah
18. Kom Kecil 1 buah
19. Pincet Diatermi 1 buah
20. Handswitch 1 buah
21. Spuit 60 chateter tip 1
22. Benang Safil 4/0 1
23. Benang Safil 1 1m
24. Benang Plain 2/0 m
25. Benang Plain 1 m

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI SECTIO ALTA
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.61
No. Revisi
1
Halaman
163

Tanggal Terbit
05 mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

163
(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)
PROSEDUR

3
26. BenangChromic /0
27. Seide 2/0 30 lembar
28. Kasa 1
29. Selang Suction sesuai dengan ukuran yang
30. Sarung tangan 7.5,8,6.5 memakai
31. Pisau Bedah 23, 11 1
32. Ko 3 buah

Alat Kesehatan Steril:


1. Mesin Diatermi 1 set
2. Mesin Anestesi (O2) 1 set
3. Monitoring pasien 1 set
4. Tong Samaph 1 buah
5. Standart Infus
6. Meja Operasi 1 buah
7. Troli Besar dan Kecil 1 set
8. Alkohol 1 buah
9. Betsol 100 cc
10. Firstaid
100 cc
11. Hibiscrub
12. Mesin Suction 100 cc
100 cc
1 Se

Obat-obatan
1. Spinocain 25, 27 1 buah
2. Regivell 1 buah
3. Spuit 10cc 1 buah
4. Spuit 5cc 1 buah
5. Spuit 3cc 1 buah
6. Efedrin 1 buah
7. Aquabidest 25 ml 1 buah
8. Ketorolac 1 buah
9. Furosemida 1 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI SECTIO ALTA

164
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.61
No. Revisi
1
Halaman
164

Tanggal Terbit
05 mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG.
1. RL sesuai kebutuhan WELDY
2. NaCl sesuai kebutuhan RITONGA,
3. Elektroda MM)
PROSEDUR

Alat Tenun :
1. Jas Operasi 4 buah
2. Doek ukuran 2 x 2 3 buah
3. Doek ukuran 1 x 1 3 buah
4. Doek Lubang Besar 1 buah
5. Topi 7 buah
6. Masker 6 buah
7. Sandal 7 pasang

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu pasien pindah ke brankart ke meja operasi
3. Mencek ulang vital sign pasien
4. Memeriksa infus dan kateter apakah lancar
5. Mencek ulang status pasien, PTM dan lain-lain
6. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa ketakutan

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah, Anestesi, Penata.

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril

165
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN
OPERASI SECTIO ALTA
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.61
No. Revisi
1
Halaman
165

Tanggal Terbit
05 mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja operasi
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril.
9. Perawat menset Kabel Diatermi dan selang suction k/p
10. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi mulai dari awal
sampai operasi selesai.
11. Perawat membantu mengatur kembali posisi pasien dari posisi Litotomy ke posisi
telentang.
12. Perawat membersihkan tubuh pasien dan merapikannya kembali.
13. Perawat memindahkan pasien ke brankart ruangan.
14. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter bedah kepada perawat ruangan.
15. Perawat mencuci tangan
16. Perawat membawa alat-alat instrument ke CSSD kotor
17. Perawat merapikan kembali Lampu light source dan monitoring
UNIT TERKAIT
1. CSSD
2. Instalasi rawat inap

166
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI STRUMA

STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.62 1 166
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN Operator pada saat tindakan Struma.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter pada operasi Struma
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR Alat Instrumen :
1. Oval Klem = 1
2. Duk Klem = 5
3. Gagang Pisau no.3 = 1
4. Gagang Pisau no.4 = 1
5. Gunting Jaringan = 2
6. Gunting Benang = 2
7. Nald Holder = 2
8. Pincet Chirugis = 2
9. Pincet Anatomi = 2
10. Pincet Diatermis = 1
11. Hak Garuk = 2
12. Klem Kocher = 3
13. Klem Mosquito = 6
14. Klem Bengkok = 6
15. Langen Back = 2
16. Kom Sedang = 2
17. Nald Hecting Rounded = 2 set
18. Nald Hecting Cutting = 2 set
19. Pisau Bedah 11,15,23 = 1
167
20. Diatermi = 1
21. Slang Suction = 1

Alat Tenun :
1. Baju/ Jas Operasi = 4
2. Duk ukuran 1x1 meter = 4
3. Duk ukuran 2x2 meter = 2

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI STRUMA

STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.62 1 167
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR 4. Duk lubang besar = 1
5. Duk Meja Mayo = K/P

Obat-obatan Anestesi General :


1. Propofol = 1
2. Notrixum = 3
3. SA = 3
4. Prostigmin = 4
5. Miloz = 1
6. Petidine = 1
7. Ketorolac 30 = 1
8. Asam Tranexanat = 2
9. RL
10. NaCL 0.9 % = 1
11. Aqua 25 ml = 1
12. Isofurine

Alat-alat Kesehatan :
1. Mesin Anestesi = O2, N2O, UT = 1 Set
2. Monitoring Pasien = 1 Set
3. Mesin Diatermi = 1 Set
4. Mesin Suction = K/P
5. Meja Operasi = 1
6. Standar Operasi = 1
7. Meja Instrumen = 1
8. Tong Sampah = 2
9. ETT = 1
10. Spuit 10cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )

168
11. Spuit 5cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
12. Spuit 3cc ( Seperlunya tersedia di meja anestesi )
13. Sarung Tangan ( No.6.5,7,7.5,8 ) = 5 Pasang
14. Kassa = 20 30 lembar
15. Betsol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI STRUMA

STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.62 1 168
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


16. Alkohol ( sesuai dengan yang dibutuhkan )
17. Vicril 3/0 = 1
18. Vicril 4/0 = 1

Persiapan Pasien :
1. Pasien dimasukkan ke Kamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brangkat meja operasi
3. Melakukan observasi vital sign
4. Memeriksa infuse, Kateter ( bila ada ) apakah lancar.
5. Melakukan serah terima status pasien

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
2. mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan Obat anestesi
PROSEDUR
6. Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ anestesi/
penata

1. Perawat memakai Topi dan Masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai Jas/ Baju Operasi steril
5. Perawat memakai sarung tangan steril
6. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument
7. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi.
8. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan
doek steril
9. Perawat menset kabel diatermi dan slang suction K/P
10. Perawat memakaikan jas/ baju operasi operator
11. Perawat memakaikan sarung tangan operator
12. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal operasi sampai operasi selesai..
169
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI STRUMA

STANDAR
No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL
01.02.06.62 1 169
PROSEDUR
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


13. Perawat instrument menghitung jumlah kain kassa yang dipakai.
14. Perawat menutup daerah luka/ insisi dengan anti septic dan kain
kassa steril.
15. Perawat membersihkan tubuh pasien
16. Perawat memindahkan pasien ke brangkat untuk dibawa ke
ruangan.
17. Perawat mencatat Asuhan Keperawatan Operasi
PROSEDUR
18. Perawat mengoperkan Instruksi Dokter kepada Perawat
Ruangan.
19. Perawat membersihkan ruangan Kamar Bedah.
20. Perawat mengantar Alat Instrumen ke CSSD
21. Perawat mencek ulang alat-alat instrument dan mengoperkan ke
bagian CSSD.
22. Perawat menyusun/ merapikan alat-alat kesehatan yang dipakai
4. CSSD
5. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
6. Farmsi

170
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN
OPERASI SYSTOSCOPI
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.63
No. Revisi
1
Halaman
170

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PENGERTIAN
Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu Operator pada saat
tindakan Systoscopi.
TUJUAN
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan tugasnya sebagai
asisten dokter bedah pada operasi systoscopi
KEBIJAKAN
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang Pelayanan Kamar
Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR
Alat Instrumen Steril:
1. Doek Klem 2 buah
2. Kom Kecil 1 buah
3. Oval Klem 1 buah
4. Sheet 22 1 buah
5. Apturator 22 1 buah
6. Telescope 300(lensa) 1 buah
7. Albara x Delfector 1 buah
8. Cable Lensa (Abu abu) 1 buah
9. Transfusi set (+) 1 buah
10. Kateter no.sesuai dengan 1 buah
kebutuhan

Alat kesehatan non steril :

171
1. Ember tempat sampah 1 buah
2. Ember tempat tampung air 1 buah
3. Presser bag
1 buah
4. Kursi untuk operator
5. Steril Water 1000ml 1 buah
6. Light Source Olympus sesuai kebutuhan
7. Standar Infus 1 set
8. Aproon 1 set
9. Urine bag non 1 buah
10. Troli kecil 1 buah
11. Meja Operasi 1 buah
12. Alkohol 1 set
13. Betsol 50 cc
14. First Aid

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI SYSTOSCOPI
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.63
No. Revisi
1
Halaman
171

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
1. Hibiscrub 50 cc
Obat-obatan
Anestesi Lokal :
1. Spuit 10 cc 1 buah
2. Ky. Jelly 1 buah

Alat Tenun :

172
1. Jas Operasi 2 buah
2. Doek kaki 2 buah
3. Doek ukuran 1 x 1 2 buah
4. Doek Lubang Besar 1 buah
5. Kasa 10 lembar
6. Sarung tangan 2 ( sesuai ukuran )

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba di kamar bedah.
2. Membantu pasien pindah ke brankart ke meja operasi
3. Memeriksa kateter apakah lancer dan jernih
4. Mencek ulang status pasien, PTM dan lain-lain
5. Memberikan motivasi kepada pasien agar pasien tidak merasa ketakutan

Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan alat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun.
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan pasien posisi Litotomi
6. Mempersiapkan obat-obatan Anestesi
7. Mengingatkan/ menghubungi kembali Dokter bedah.

1. Perawat memakai topi dan masker

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI SYSTOSCOPI
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.63
No. Revisi
1
Halaman
172

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

173
(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)
PROSEDUR
2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi.
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi
5. Perawat memakai sarung tangan
6. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja instrument steril.
7. Perawat mendesinfektasi daerah yang akan dioperasi
8. Perawat menutup daerah lapangan yang akan dioperasi dengan doek steril.
9. Perawat menset Kabel lensa dan alat sheet 22.
10. Perawat memkaikan jas operasi dan sarung tangan operator.
11. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi mulai dari
awal sampai operasi selesai.
12. Perawat memasang kateter + Urin Bag dan memfiksasi.
13. Perawat membersihkan tubuh pasien.
14. Perawat memindahkan pasien ke brankart
15. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter bedah kepada perawat
ruangan.
16. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah.
17. Perawat membawa alat-alat instrument ke CSSD
18. Perawat membersihkan kabel + light source Olympus
19. Perawat mencuci tangan
UNIT TERKAIT
1. Instalasi rawat inap
2. CSSD

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI TONSIL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
174
No. Dokumen
01.02.06.64
No. Revisi
1
Halaman
173

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PENGERTIAN
Cara mempersiapkan instrument, cara asisten membantu operator pada saat operasi .
TUJUAN
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan tugasnya sebagai
asisten dokter operasi tonsil
KEBIJAKAN
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang Pelayanan Kamar
Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR
1. Alat Instrument

No Nama Alat Instrument Steril Jlh Keterangan


No Nama Alat Tenun Steril Jlh Keterangan
1. Penjepit tonsil 1
2.1. Jas operasi
Raspa torium 1 3
3.2. Duktonsil
Pisu 1 x 1 meter 1 5
4.3. Duk 2tonsil
Senar x2 1 2
54. Tang spatel
Sarung meja mayo 1 1
65. Klem bengkok
Sarung tanganpanjang
( sesuai dengan2
3
7 Kom
ukuran ) 2
86. Gunting jaringan 19 cm 1 6
Kassa ( secukupnya )
97. Gunting bengkok tumpul 1 6
8.
10 Baju + celana
Pinset anatomi operasi 1
11 Masker
Duk klem + topi 5
12 Canula saction 1
13 Slang saction 1
14 Gunting benang 1
15 Retracror oral 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI TONSIL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.64

175
No. Revisi
1
Halaman
174

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
No Nama Alat Non Steril Jlh Keterangan
1 Ember untuk tong sampah 1
2 Suction 1
3 Lampu kepala 1
4 Kursi untuk operator 1

N Persiapan Obat Untuk Jlh Keterangan P. KamarR.Bedah


SesuaiKUkuran
Dokter Loker
No Persiapan Obat Untuk Jlh Keterangan PerawatSesuai
/P R. Station
Pintu
Scrub CSSD
Bedah
dengank/p
o General Anasthesi Sesuai kebutuhan
kebutuhan Dokter
pasien
General Anasthesi Kamar
11 Toradol 30 mg II dokter
Safol/ Recofol
Aqua SesuaiBedah
22 NaCl 0,9%25 cc
bidest II
Ditranex 500 kebutuhan
3 Asering/ RLmg II
II
3 Dormicum
4 Tracrium III dokter
4 Adrenalin
Petidin II
5 ETT I Sesuai dengan
5 SA III
6 Spuit 10 cc II kebutuhan/ ukuran
6 Prostigmin II
77 Spuit 5 cc II
8 Spuit 3 cc II
9 O2
10 NO2
Isoflurance
11
12

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI TONSIL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.64
No. Revisi
1
Halaman
175

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
176
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR

No Alat Alat Kesehatan Jlh Keterangan


1 Monitoring 1 2. Pasien operasi
2 Mesin anasthesi 02,N20 1 - Pasien
3 Standar infus 1 dimasukkan
4 Meja operasi 1 ke ruangan
5 Meja mayo/ meja 1 kamar
6 instrumen 1 bedah
7 Meja trolly Sesuai dengan - Membantu
8 Betadine sol, alkohol, kebutuhan pasien untuk
hibiscrub naik ke meja
Benang operasi
- Mencek ulang vital sign
- Memeriksa infus, chateter ( bila ada ) apakah lancar
- Mencek ulang status pasien
- Membantu dokter anasthesi dalam memberikan obat anasthesi
- Memasang monitoring ke pasien

3. Perawat
- Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
- Mempersiapkan alat instrument
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat kesehatan
- Mempersiapkan obat-obat anasthesi
- Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ anasthesi

1. Mengganti pakaian dengan seragam ruang bedah


2. Memakai topi dan masker
3. Mengganti sandal luar dnegan sandal di ruang operasi
4. Mencuci tangan secara steril

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA TINDAKAN


OPERASI TONSIL
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
No. Dokumen
01.02.06.64
177
No. Revisi
1
Halaman
176

Tanggal Terbit
05 Mei 2017
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
5. Memakai jas operasi
6. Memakai sarung tangan
7. Menyusun alat instrumen di meja instrumen dan menghitung alat dan kasa
disediakan
8. Mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
9. Menutup sekeliling daerah yang akan dioperasi dengan duk steril
10. Memasang kabel, lampu, dan suction
11. Membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi mulai dari awal
operasi selesai
12. Membersihkan tubuh pasien
13. Memindahkan pasien ke brankart
14. Mengoverkan pasien dan instruksi dokter kepada perawat ruangan
15. Membersihkan kamar bedah
16. Menyusun kembali alat-alat kesehatan
UNIT TERKAIT
1. Instalasi rawat inap
2. CSSD
3. Farmasi

178
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI TUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.65 1 177
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara asisten membantu
PENGERTIAN
operator pada saat tindakan operasi tur
1. Agar operasi berjalan dengan lancar
TUJUAN 2. Membantu dokter ahli bedah saat operasi agar terlaksana dengan
baik
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
PROSEDUR 1. Alat instrument
No Jlh Keterangan

a. Nama Alat
Instrument
Steril

1 Lensa 120 1
2 Sheath 42 1 set
3 working 1
4 Element 2
5 Cutting 1
6 loop 1
7 Cable 1
8 Telescope 1
9 Cable 2
10 diatermi 1
11 Selang 3 psg
12 irigasi 1
13 Eliks 1
14 Roller 2
15 Elektroda 2 psg
16 Tabung 2 psg
17 irigasi 2
18 Doek klem 1
Dupper
klem (
klem
pencuci )
Kom besar
Kom
179
sedang
Sarung
tangan
Jas operasi
Doek kaki
Doek
luban

No b. Nama Alat Instrument Steril Jlh Keterangan


1 Doek sedang 1
2 Kassa 1bh
3 sikat 1

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI TUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.65 1 178
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
No c. Nama Alat Instrument Steril Jlh Keterangan
4 Spuit 100 cc 1
5 Spuit 20 cc 1
6 Spuit 10 cc 1
7 Urine bag steril 1
8 Catheter cab 3 No.22 / 24 1
9 Transfusi set 1

No d. Nama Alat Non Steril Jlh Keterangan


1 Ember besar diberi saringan 1
2 Ember besar untuk 1
tampungan cairan
3 Ember untuk tempat sampah 1
4 Steril water 1000 ml
5 NaCl 0,9 % 1000 ml
6 Lampu Sesuai
7 Diatermi 1 kebutuhan
8 Standart infus untuk irigasi 1 pasien
9 Kursi untuk operator 1
10 K.Y.Jelly 1
11 Celemek plastik/ Schoort 2

1. Obat-obatan
Persiapan obat untuk spinal anasthesi :

180
No Nama Alat / Obat Jlh Keterangan
1 Kassa 3 lbr
2 Doek steril 1 bh
3 Spuit 3 cc / 5 cc 1 set Sesuai kebutuhan
4 Spinocain / pencan 1 amp Sesuai nomor
5 Sarung tangan 1 psg
6 Lidodex / marcain heavy 0,5 % 1 Sesuai kebutuhan

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI TUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.65 1 179
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


PROSEDUR
No Nama Alat / Obat Jlh Keterangan
7 Adrenalin 1 amp
8 Efedrin 1 amp
9 Aquabidest 25 ml 1 fls

2. Alat-alat kesehatan

No Nama Alat / Obat Jlh Keterangan


1 Monitoring 1
2 Mesin anasthesi O2, N2O 1 set
3 Standart Infus
4 Standar Kaki 1
5 Meja operasi 1 psg
6 Meja/ trolly 1 set
7 Meja mayo ( meja instrument ) 1
8 Betadine solution 1
9 Alkohol

3. Pasien
- Pasien dimasukkan ke ruang bedah
- Membantu pasien pindah ke meja operasi
- Observasi ulang vital sign
- Memeriksa infus, chateter ( bila ada ) apakah lancat
- Mencek ulang status pasien
- Membantu dokter anasthesi dalam memberikan obat anasthesi
- Membantu posisi pasien ( lithotomy )

181
4. Perawat
- Mempersiapkan ruangan agar siap pakai
- Mempersiapkan alat instrument
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat kesehatan

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI TUR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.65 1 180
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


- Mempersiapkan obat obat anasthesi
- Mengingatkan/ menghubungi kembali dokter bedah/ dokter
anasthesi

1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah


2. Perawat memakai topi + masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruang operasi
4. Perawat memakai celemek/ schoort
5. Perawat mencuci tangan secara steril
6. Perawat memakai jas operasi
7. Perawat memakai sarung tangan steril
8. Perawat menyusun alat-alat instrument di meja instrument
PROSEDUR 9. Perawat mendesinfektasi daerah yang akan dioperasi
10.Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril
11. Perawat memasangkan kabel diatermi, lampu, dan selang irigasi
12.Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal operasi sampai operasi selesai
13.Perawat mengatur kembali posisi pasien pada posisi terlentang
14.Perawat membersihkan tubuh pasien
15.Perawat memindahkan pasien ke brankard
16.Perawat memisahkan jarigan yang akan diperiksa ke laboratorium
17.Perawat mengoperkan pasien + instruksi dokter kepada perawat
ruangan
18.Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
19.Perawat menyusun kembali alat-alat kesehatan
1. ICU
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

182
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI
URETROLITOTOMI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.66 1 181
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan Instrumen, dan cara Asisten membantu
PENGERTIAN
Operator pada saat tindakan Sache.
Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam melaksanakan
TUJUAN
tugasnya sebagai asisten dokter bedah dalam operasi Uretrolitotomi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Alat Instrumen Steril:
1. Hak sedang 2 buah
2. Hak besar 2 buah
3. Hak gigi G 2 buah
4. Klem 90 2 buah
5. Koher 2 buah
6. Klem besar 2 set
7. Klem sedang 3 set
8. Steen Tang 4 set
9. Gunting jaringan 2 buah
10. Gunting benang 2 buah
11. Skapel no 4 1 buah
12. Pinset Chirurgis 1 buah
PROSEDUR 13. Pinset Anatomis 2 buah
14. Selang Suction 2 buah
15. Kanul Suction 1 buah
16. Nald Holder 1 buah
17. Doek Klem 2 buah
18. Oval Klem 5 buah
19. Hak Langen Back 3 buah
20. Pinset Diartermi 1 buah
21. Pinset Diartermi 1 buah
22. PemotongIga (Knable 1 set
Tang) 1 buah
23. Raspak 2 buah
24. Kom kecil 1 buah
25. Kom sedang

183
PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA
TINDAKAN OPERASI
URETROLITOTOMI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.66 1 182
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat kesehatan non steril :
1) Spuit 60 cc (kateter tip)
2) Nelaton Kateter
3) k/p Dj. Sten
4) Kateter (sesuai ukuran)
5) Handswith
6) Handscoon
7) NGT no. 18
8) NGT no. 16
9) Seide 2/0 =
10) Plain 2/0 =
11) Safil 1 = 2
12) Safil 4/0 = 1
13) Monocyn 4/0 = 1
14) Appron = 4 buah
15) Urine bag non = 1 buah
PROSEDUR 16) Leucoplast = 1

Alat kesehatan non steril :


1. Ember tempat sampah = 1 buah
2. Nelaton Kateter
3. k/p Dj. Sten
4. Kateter (sesuai ukuran)
5. Handswith
6. Handscoon
7. NGT no. 18
8. NGT no. 16
9. Seide 2/0 =
10. Plain 2/0 =
11. Safil 1 = 2
12. Safil 4/0 = 1
13. Monocyn 4/0 = 1
14. Appron = 4 buah

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
URETROLITOTOMI

184
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.66 1 183
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1. Urine bag non = 1 buah
2. Leucoplast = 1

Alat kesehatan non steril :


1. Ember tempat sampah = 1 buah
2. standar infuse = 1 set
3. Meja mayo = 1 set
4. Troli besar = 1 buah
5. Meja operasi = 1 set
6. M. Diartermi = 1 set
7. M. Suction = 1 set
8. M. Anasthesi = 1 set
9. Monitoring pasien = 1 set

Obat-obatan anasthesi :
1. ETT ( sesuai ukuran ) = 1
PROSEDUR 2. Petidin = 1
3. Notrixum = 1
4. Miloz = 1
5. Propofol = 1
6. SA
7. Prostigmin
8. Efedrin
9. Aquabidest
10. Ketorolac
11. Furosemida
12. Asam Tranexamat
13. Sput 10 cc, 5 cc, 3 cc
14. Elektroda
15. Cairan infuse NaCL / RL
16. Alkohol = 100 cc
17. etsol = 100 cc
18. Firs Aid = 100 cc

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
URETROLITOTOMI

185
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.66 1 184
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


19. Hibiscrub = 100 cc

Alat tenun :
1. Doek 2 x 2 m = 3 buah
2. Doek 1 x 1 m = 1 buah
3. Doek 1 x 1 m = 2 buah
4. Doek bolong = 1 buah
5. Baju jas operasi = 4 buah
6. Kassa = 40 lembar

Persiapan Pasien :
1. Pasien tiba dikamar bedah
2. Membantu pasien pindah ke brankard ke meja operasi
3. Mencek ulang status dan PTM
4. Memberikan motivasi kepada pasien, agar pasien tidak
merasa ketakutan.
PROSEDUR
Persiapan Perawat :
1. Mempersiapkan ruangan kamar bedah agar siap pakai
2. Mempersiapkan lat instrument
3. Mempersiapkan alat tenun
4. Mempersiapkan alat kesehatan
5. Mempersiapkan posisi pasien miring kiri/ kanan
6. Mempersiapkan obat-obatan anasthesi
7. Mengingkatkan/ menghubungi kembali dokter bedah

1. Perawat memakai topi dan masker


2. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal di ruangan operasi
3. Perawat mencuci tangan secara steril
4. Perawat memakai jas operasi dan sarung tangan
5. Perawat menyusun ulang alat instrument di meja intrumen steril
6. Perawat mendesinfeksikan daerah yang akan dioperasi
7. Perawat menutup daerah yang non steril dengan doek steril

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN OPERASI
URETROLITOTOMI
STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL 01.02.06.66 1 185

186
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


8. Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan
operasi mulai dari awal sampi operasi selesai
9. Perawat memasang kateter, urin bag non, dan menfiksasi
10. Perawat membersihkan tubuh pasien
11. Perawat memindahkan pasien ke brankart
12. Perawat mengoperkan pasien dan instruksi dokter kepada
PROSEDUR perawat ruangan
13. Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
14. Perawat membawa alat-alat instrument ke CSSD untuk dicuci
15. Perawat mmencuci tanganPerawat membantu operator dalam
melaksanakan tindakan operasi mulai dari
16. Perawat mmencuci tanganPerawat membantu operator dalam
melaksanakan tindakan operasi mulai dari
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. CSSD

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN TUBECTOMI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.67 1 186

187
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara mempersiapkan instrument dan cara asisten membantu
PENGERTIAN
operator pada saat tindakan operasi tubectomi
1. Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah-langkah persiapan
TUJUAN operasi tubectomi di unit pelayanan kamar bedah
2. Agar operasi berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
Persiapan perawat :
1. Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
2. Mempersiapkan ruang bedah agar siap pakai
3. Mempersiapkan alat instrument
4. Mempersiapkan alat tenun
5. Mempersiapkan alat-alat kesehatan
6. Mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan
7. Menghubungi dokter bedah dan dokter anasthesi 30 menit
sebelum operasi

Persiapan pasien :
1. Perawat memberi salam dan perkenalkan diri pada pasien
2. Perawat mengenali identitas pasien berdasarkan status pasien
3. Perawat memastikan informasi dengan pasien/ perawat ruangan
melalui formulir proses keperawatan per operatif
PROSEDUR 4. Perawat memeriksa bahwa formulir surat izin operasi sudah
ditandatangani oleh yang bersangkutan
5. Perawat mencek dan memastikan persediaan darah jika
diperlukan
6. Perawat memeriksa apakah instruksi pre operatif sudah
dilaksanakan
7. Perawat memberitahu pasien agar pasien siap dipindahkan
karena operasi
8. Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
9. Mempersiapkan ruang bedah agar siap pakai
10. Mempersiapkan alat instrument
11. Mempersiapkan alat tenun
12. Mempersiapkan alat-alat kesehatan
13. Mempersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan
14. Menghubungi dokter bedah dan dokter anasthesi 30 menit
sebelum

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN TUBECTOMI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.67 1 187

188
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


operasi

Persiapan pasien :
1. Perawat memberi salam dan perkenalkan diri pada pasien
2. Perawat mengenali identitas pasien berdasarkan status pasien
3. Perawat memastikan informasi dengan pasien/ perawat ruangan
melalui formulir proses keperawatan per operatif
4. Perawat memeriksa bahwa formulir surat izin operasi sudah
ditandatangani oleh yang bersangkutan
5. Perawat mencek dan memastikan persediaan darah jika
diperlukan
6. Perawat memeriksa apakah instruksi pre operatif sudah
dilaksanakan
7. Perawat memberitahu pasien agar pasien siap dipindahkan
karena operasi
8. Perawat menenangkan pasien dan menjaga agar pasien tetap
merasa aman dan nyaman
9. Perawat mencatat identitas pasien ke buku pelayanan kamar
PROSEDUR bedah

Alat tenun :
No Nama Alat Jumlah Keterangan
1 Jas operasi 3 bh
2 Doek 1 x 1 mtr 5 bh 1 untuk meja spinal
3 Doek lubang 2 mtr 1 bh anasthesi
4 Sarung tangan 3 psg
5 Kassa + Benang rol Secukupny
6 Handswith a
7 diatermi
Doek 1 x 1 3 2 untuk alas meja + penutup
meja instrument

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN TUBECTOMI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


189
01.02.06.67 1 188
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Obat-obatan untuk spinal anasthesi
N Nama Alat Jumlah
o
1 Spinocain 25, 27 1
2 Marcain heavy 0,5 % / Lidodex 1
3 Efedrin inj 1
4 Adrenalin inj 1
5 Toradol 30 mg / tramdol / 1
6 novalgin 1
7 Aquabidest 25 cc 2 Sesuai
8 RL / Asering 1 instruksi
9 NaCl 0,9 % 1
10 Spuit 10 cc 1
11 Spuit 5 cc 1
12 Spuit 3 cc 1
Plester / Hypafix
PROSEDUR

Alat-alat kesehatan
No Nama Alat Jumlah
1 Mesin anasthesi 1 set
2 Mesin diatermi 1 set
3 Monitoring 1 set
4 Standart infus 1
5 Oksigen sentral
6 Meja trolly panjang 1
7 Meja trolly kecil 1
8 Tong sampah 2
9 Meja operasi 1
10 Alkohol Sesuai kebutuhan
11 Bet sol Sesuai kebutuhan
12 Hibiscrub Sesuai kebutuhan
13 First Aid Sesuai kebutuhan

PROSEDUR ASISTEN DOKTER PADA


TINDAKAN TUBECTOMI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.67 1 189

190
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Alat-alat kesehatan
1. Perawat mengganti pakaian dengan seragam kamar bedah
2. Perawat memakai topi dan masker
3. Perawat mengganti sandal luar dengan sandal dalam
4. Perawat memakai celemek
5. Perawat mencuci tangan secara steril
6. Perawat memakai jas operasi
7. Perawat memakai sarung tangan
8. Perawat menyusun alat-alat instrument di meja instrument dan
menghitung alat dan kasa yg disediakan
9. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dioperasi
PROSEDUR
10.Perawat menutup daerah non steril dengan doek steril di sekeliling
daerah operasi
11. Perawat memasangkan kabel diatermi dan slang suction
12.Perawat membantu operator dalam melaksanakan tindakan operasi
mulai dari awal sampai operasi selesai
13.Perawat menghitung/ mengecek kembali alat dan kasa yang terpakai
dan kasa sisa
14.Perawat membersihkan daerah operasi dan menutup luka
15.Perawat memindahkan pasien ke brankard
16.Perawat mengoperkan status + pasien pada perawat ruagan
17.Perawat membersihkan ruangan kamar bedah
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

PROSEDUR BLOCK ANASTESI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.68 1 190

191
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Block anastesi adalah salah satu tindakan regional anastesi dengan
PENGERTIAN
memasukkan obat lokal pada sekitar daerah yang diinginkan
Sebagai acuan bagi petugas anastesi untuk mencapai blok anastesi
TUJUAN pada ruang yang di inginkan dan mencapai blok anastesi pada
segmen yang diinginkan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Persiapan pasien
2. Staf Anastesi mempersiapkan alat block anastesi pada meliputi :
spuit injeksi, kassa, handscoon, dan obat lokal anastesi yang
diperlukan
3. Staf anastesi melakukan tindakan aseptik pada daerah tusukan
PROSEDUR block anastesi
4. Identifikasi tempat tusukan block anastesi
5. Bila lokasi penusukan sudah tepat, masukkan obat lokal anastesi
6. Pastikan obat anastesi bekerja, dan operasi bisa dilakukan
7. Operasi bisa dilakukan bila efek obat lokal anastesi telah
bekerja.
UNIT TERKAIT
IBS

PROSEDUR CARA MENGHUBUNGI


DOKTER ANASTHESI

192
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.69 1 191
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Prosedur ini menetapkan tindakan dan tanggung jawab perawat
PENGERTIAN dalam menghubungi dokter anasthesi untuk memberitahu adanya
operasi yang sudah terjadwal di kamar bedah.
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah penerapan tindakan
TUJUAN prosedur untuk memperlancar operasi dengan jadwal yang
ditentukan tepat waktu
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Pastikan informasi kepada perawat ruangan untuk memastikan
jadinya operasi.
2. Perawat menghubungi kembali dokter anasthesi satu jam
PROSEDUR sebelum operasi melalui via telepon
3. Perawat mengingatkan jam operasi pada dokter anasthesi
4. Perawat menghubungi kembali perawat ruangan untuk segera
mempersiapkan status dan mengantar pasien ke kamar bedah.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. Operator telepon

PROSEDUR CARA MENGHUBUNGI


DOKTER BEDAH

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.70 1 192

193
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Prosedur ini menetapkan tindakan dna tanggung jawab perawat
PENGERTIAN dalam menghubungi dokter bedah ( operator ) untuk memberitahu
adanya operasi yang sudah terjadwal di kamar bedah.
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah penerapan tindakan
TUJUAN prosedur untuk memperlancar operasi dengan jadwal yang
ditentukan tepat waktu
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Pastikan informasi kepada perawat ruangan untuk memastikan
jadinya operasi.
2. Perawat menghubungi kembali dokter bedah satu jam sebelum
PROSEDUR operasi melalui via telepon
3. Perawat mengingatkan jam operasi pada dokter bedah
4. Perawat menghubungi kembali perawat ruangan untuk segera
mempersiapkan status dan mengantar pasien ke kamar bedah.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT
2. Operator telepon

PROSEDUR CARA MENGHUBUNGI


PENATA ANASTHESI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.71 1 193

194
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Prosedur ini menetapkan tindakan dna tanggung jawab perawat
PENGERTIAN dalam menghubungi penata anasthesi untuk memberitahu adanya
operasi yang sudah terjadwal di kamar bedah.
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah penerapan tindakan
TUJUAN prosedur untuk memperlancar operasi dengan jadwal yang
ditentukan tepat waktu
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Kamar Bedah Sentral di RSU Mitra Sejati
1. Pastikan informasi kepada perawat ruangan untuk memastikan
jadinya operasi.
2. Perawat menghubungi kembali penata anasthesi satu jam sebelum
PROSEDUR operasi melalui via telepon
3. Perawat mengingatkan jam operasi pada penata anasthesi
4. Perawat menghubungi kembali perawat ruangan untuk segera
mempersiapkan status dan mengantar pasien ke kamar bedah.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. Operator telepon
3. IBS

PROSEDUR EPIDURAL ANASTESI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.72 1 194

195
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Prosedur ini menetapkan tindakan dna tanggung jawab perawat
PENGERTIAN dalam menghubungi penata anasthesi untuk memberitahu adanya
operasi yang sudah terjadwal di kamar bedah.
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah penerapan tindakan
TUJUAN prosedur untuk memperlancar operasi dengan jadwal yang
ditentukan tepat waktu
SK SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
5. Pastikan informasi kepada perawat ruangan untuk memastikan
jadinya operasi.
6. Perawat menghubungi kembali penata anasthesi satu jam sebelum
PROSEDUR operasi melalui via telepon
7. Perawat mengingatkan jam operasi pada penata anasthesi
8. Perawat menghubungi kembali perawat ruangan untuk segera
mempersiapkan status dan mengantar pasien ke kamar bedah.
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. Operator telepon
3. IBS

PROSEDUR GENERAL ANASTESI

STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman


OPERASIONAL 01.02.06.73 1 195

196
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2107

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


General anastesi adalah salah satu tindakan anastesi total/ umum
PENGERTIAN
dengan mencapai analgesia ,hipnotik dan relaksasi
Sebagai acuan bagi petugas anastesi untuk mencapai analgesia,
TUJUAN hipnotik dan relaksasi
SK SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Persiapkan pasien
2. Staf anastesi memberikan premedikasi
3. Staf anastesi mempersiapan alat, obat yang diperlukan untuk
pembiusan
4. Dilakukan induksi anastesi
5. Pemeliharaan anastesi untuk mencapai analgesia hipnotik dan
PROSEDUR
relaksasi
6. Sepanjang operasi dilakukan monitoring ketat terhadap vital
sign.
7. pada post operasitf, yakinkan pasien sudah menurut perintah
untuk dapat dilakukan ekstubasi
8. Lakukan monitoring di ruang pulih
UNIT TERKAIT IBS

PROSEDUR KETIDAKSESUAIAN
PENGHITUNGAN ALAT KESEHATAN
DI INSTALASI BEDAH
STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman
OPERASIONAL 01.02.06.74 1 196

197
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Ketidaksesuaian penghitungan alat kesehatan adalah tidak
PENGERTIAN sesuainya jumlah penghitungan alat kesehatan yang digunakan
scrub nurse pada saat sebelum dan dengan sesudah operasi
1. Untuk menghindari ketinggalan alat di tubuh pasin
TUJUAN 2. Untuk memelihara kelengkapan instrumen di instalasi Bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Scrub nurse mempersiapkan instrumen dan kasa dan alat
kesehatan lainnya yang diperlukan dan menghitungnya untuk
memastikan jumlahnya dan dibantu oleh perawat sirkuler.
2. Perawat sirkuler menuliskan jumlah instrumen dan kasa dan
alat kesehatan lainnya yang telah dibuka pada papan tulis yang
tersedia di dinding ruang bedah
3. Bila ada penambahan instrumen, kasa dan alat kesehatan
lainnya, perawat sirkuler menuliskan penambahan pada papan tulis
dan mengingatkan scrub nurse
4. Selama operasi berlangsung, scrub nurse tetap
memperhatikan jumlah instrumen, kasa dan alat kesehatan lainnya
yang digunakan dan yang tersimpan sementara di dalam tubuh
pasien
5. Scrub nurse mengingatkan operator dan asisten bila masih
ada instrumen. Kasa dan alat kesehatan lainnya yang masih
tertinggal di tubuh pasien.
PROSEDUR 6. Sebelum operasi ditutup/ luka dijahit, scrub nurse
menghitung kembali instrumen, kasa dan alat kesehatan lainnya dan
menyesuaikan penghitungan dengan sebelum dan sesudah
pembedahan ( harus sesuai )
7. Bila ditemukan ketidaksesuaian penghitungan, scrub nurse
dan perawat sirkuler mencari instrumen/ kassa/ alkes yang kurang di
luar dari lapangan operasi untuk mengantisipasi kemungkinan kasa
jatuh ( di luar lapangan operasi )
8. Bila dipastikan instrumen/ kassa/ alkes tertinggal di dalam tubuh
pasien, scrub nurse segera memberitahukan kepada operator dan
asisten umtuk mencarinya dilaporan operasi.
9. Bila setelah dicari tidak ditemukan, harus dilakukan pemeriksaan
radiologi untuk memastikan alat/ kassa tidak tertinggal dalam tubuh
pasien.
10. Bila hasil rontrgen positif, dilakukan tindakan buka jahitan dan
eksplorasi kembali sampai ditemukan alat/ kassa tersebut.
11. Semua kejadian tersebut diatas dibuat laporan inside

PROSEDUR KETIDAKSESUAIAN
PENGHITUNGAN ALAT KESEHATAN
DI INSTALASI BEDAH
STANDAR No. Dokumen No. Revisi Halaman
198
01.02.06.74 1 197
Ditetapkan Oleh,
Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
PROSEDUR Tanggal Terbit
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


1. Ruang Rawat Inap
UNIT TERKAIT 2. Instalasi Radiologi

PROSEDUR MEMINDAHKAN PASIEN


DARI BRANKARD KE TEMPAT TIDUR
RUANGAN

199
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.75 1 198
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara memindahkan pasien dari brankard ke tempat tidur ruangan
PENGERTIAN
secara benar
- Sebagai acuan dan pedoman dalam menjalankan prosedur
pemindahan pasien
TUJUAN - Untuk memastikan bahwa laporan serah terima telah
diberikan kepada perawat ruangan dan pasien dipindahkan dengan
aman dari brankard ke ruangan
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Telepon ruangan yang bersangkutan bila pasien telah siap
dipindahkan
2. Dorong brankard ke ruangan khusus serah terima pasien
PROSEDUR 3. Pindahkan pasien dari brankard ke tempat tidur memakai paslide
4. Serah terima pasien dengan perawat ruangan melalui formulir proses
pre operatif
5. Beritahu kepada perawat ruangan mengenai kondisi pasien
1. Unit Pelayanan Rawat Inap
UNIT TERKAIT
2. ICU

PROSEDUR MEMINDAHKAN PASIEN


DARI MEJA OPERASI KE BRANKARD

200
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.76 1 199
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Tindakan dan tanggung jawab perawat kamar bedah dalam
PENGERTIAN memastikan bahwa pasien yang dipindahkan dari meja operasi ke
brankard dengan aman
Sebagai acuan dan pedoman dalam menjalankan prosedur
TUJUAN pemindahaan pasien dari meja operasi ke brankard
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Perawat membersihkan tubuh pasien bila ada darah dan kotoran
2. Perawat menutupi pasien dengan selimut
PROSEDUR 3. Perawat memindahkan pasien ke brankard dari meja operasi
DNG memiliki paslide
4. Serah terima pasien dengan perawat ruangan sesuai formulir
UNIT TERKAIT IBS

PROSEDUR MENELEPON PERAWAT


RUANGAN UNTUK MENJEMPUT
PASIEN DARI KAMAR BEDAH

201
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.77 1 200
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Menginformasikan kepada perawat ruangan untuk menjemput
PENGERTIAN
pasien dari kamar bedah
Untuk mempermudah/ memperlancar menjemput pasien dari kamar
TUJUAN
bedah
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Telepon ruangan pasien yang dioperasi bahwa pasien sudah bisa
dijemput
PROSEDUR
2. Anjurkan membawa tempat tidur/ brankard lengkap dengan bantal
dan selimut

UNIT TERKAIT Perawat Ruangan

PROSEDUR MENJAHIT LUKA

202
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.78 1 201
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Menyatukan kembali jaringan lapisan demi lapisan yang sudah di
PENGERTIAN
revisi atau rubah dengan benang yang sudah ditentukan dan steril
Sebagai acuan dan pedoman dalam langkah-langkah persiapan
TUJUAN tindakan menjahit luka di unit pelayanan kamar bedah
Agar tindakan berjalan dengan baik
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Persiapan Perawat
- Mempersiapkan pakaian seragam khusus kamar bedah
- Mempersiapkan ruangan bedah agar siap pakai
- Mempersiapkan alat instrument
- Mempersiapkan alat tenun
- Mempersiapkan alat kesehatan
- Memepersiapkan obat-obatan yang dibutuhkan

2. Persiapan Pasien
- Beri salam dan perkenalkan diri pada pasien bila pasien
sadar
- Kenali indentitas pasien berdasarkan status pasien
- Pastikan informasi dengan pasien/ perawat ruangan melalui
formulir, proses keperawatan
- Periksa bahwa formulir Surat Persetujuan Tindakan Medis
sudah ditandatangani
- Beri tahu pasien jika sadar untuk dipindahkan ke ruang
operasi
PROSEDUR
- Tenangkan pasien dan jaga agar pasien merasa aman dan
nyaman
- Catat identitas pasien ke buku pelayanan kamar bedah

3. Persiapan Alat Instrument


- Oval Klem 1 buah
- Klem arteri 4 buah
sedang 4 buah
- Klem mosquito 2 buah
- Klem kocher 1 buah
- Pinset chirurgis 1 buah
- Pinset anatomis 2 buah
- Nald holder 1 buah
- Gunting jaringan 2 buah
- Gunting benang 1 buah
- Kom sedang 1 buah
- Nierbekken

203
PROSEDUR MENJAHIT LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.78 1 202
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)

- Nierbekken 1 buah
- Gagang pisau Secukupnya
- Nald hecting

4. Persiapan Alat Tenun


- Jas operasi 3 buah
- Duk 1 x 1 m 2 buah
- Duk lubang 1 buah
- Sarung tangan 3 pasang
- Masker 4 buah
- Topi 4 buah
- Kassa secukupnya

5. Persiapan Obat-obatan
- Spuit 10 cc 1 buah
PENGERTIAN - Spuit 30 cc 1 buah
- Lidokain Secukupnya
- Zyde Sesuai yang dijahit
- Catgut Kronik Sesuai yang dijahit
- Catgut plain Sesuai yang dijahit
- NaCl 0,9% Secukupnya
- Solution Yodium 100 cc
Povidone 50 cc
- Alkohol

1. Perawat memindahkan pasien ke meja operasi


2. Perawat memberitahukan ke pasien agar luka segera
dijahit
3. Perawat mengukur tanda-tanda vital pasien
4. Perawat instrument mencuci tangan dengan larutan
desinfektan 5 10

204
PROSEDUR MENJAHIT LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.78 1 203
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


5. Perawat memakai sarung tangan steril
6. Perawat mendesinfeksi daerah yang akan dijahit
7. Perawat mencuci luka dengan cairan NaCl 0,9 % dan larutan H2O2
8. Perawat memberikan jahitan dengan operator
9. Perawat memebrikan jahitan dengan operator sesuai dengan
benang yang dibutuhkan
10. Perawat membersihkan kembali daerah yang sudah dijahit dengan
cairan NaCl 0,9%
PROSEDUR 11. Perawat mengukur tanda-tanda vital pasien kembali
12. Perawat memberitahukan pasien bahwa tindakan sudah selesai
dilakukan
13. Perawat memindahkan pasien ke brankard
14. Perawat merapikan alat-alat dan dikembalikan pada tempatnya
15. Perawat mencatat hasil tindakan dan observasi ke dalam catatan
keperawatan
16. Perawat mencuci tangan
17. Perawat membersihkan kamar bedah
1. Instalasi rawat inap
UNIT TERKAIT 2. Farmasi
3. CSSD

205
PROSEDUR MERAWAT COLOSTOMY

206
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.80 1 205
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Cara membersihkan, mengganti colostomy bag dan merawat luka
PENGERTIAN dengan teknik bersih dan steril

Sebagai acuan bagi petugas kamar edah dalam melaksanakan


TUJUAN
tugasnya merawat colostomy
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Persiapan alat: colostomy bag, kapas sublimat, kassa steril,
korentang, pinset sirurgis 1 buah ( steril ), pinset anatomis ( steril ),
nierbekken, cairan desinfektan, sarung tangan yang bersih.
2. Persiapan pasien: memberitahukan kepada pasien dan keluarga
tentang tindakan yang dilakukan
3. Perawat menyiapkan lingkungan pasien, pintu ditutup, schrem
dipasang
4. Perawat mengatur posisi pasien tidur terlentang
5. Perawat mencuci tangan dan memakai sarung tangan
6. Perawat mendekatkan nierbekken ke sisi tubuh pasien
7. Perawat membuka colostomy bag yang kotor dengan hati-hati
dan meletakkannya dalam piala ginjal
8. Perawat membersihkan stoma colostomy dan kulit sekitar nya
PROSEDUR
dengan kapas sublimat
9. Perawat mengeringkan kulit sekitar stoma colostomy dengan
kassa steril, sambil observasi terhadap kondisi kulit dan stoma
10. Perawat menyesuaikan lubang colostomy bag dengan stoma
colostomy
11. Perawat meletakkan/ memasang colostomy bag dengan tepat
tanpa udara di dalamnya
12. Perawat merapikan pasien, beri posisi tidur yang menyenangkan
dan merapikan lingkungan
13. Perawat membereskan alat-alat dan membuang kotoran
14. Perawat mencuci tangan
15. Perawat mencatat hasil tindakan yang dilakukan pada catatan
keperawatan
1. Ruang Rawat Inap
UNIT TERKAIT 2. CSSD
3. Farmasi

207
PROSEDUR MERAWAT LUKA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.81 1 206
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Merawat luka adalah prosedur membersihkan, membuang jaringan
PENGERTIAN yang mati, mengganti perban agar luka cepat sembuh

TUJUAN Sebagai acuan bagi petugas kamar bedah dalam merawat luka

SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang


KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Persiapan alat : set ganti balutan ( berisi
pinset chirurgis 1 buah, pinset anatomis 1 buah ), kasa steril dalam
tromol, korentang dengan tematnya yang steril, alcohol 70 %,
betadine solution/ salep atau obat luka atas izin dokter, plester,
kapas, gunting verban, nierbekken, kantung plastik, sarung tangan
bila perlu, catatan keperawatan
2. Persiapan pasien : menjelaskan kepada
pasien dan keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
3. Perawat membawa alat-alat dan
meletakkannya dekat tempat tidur pasien
4. Perawat mencuci tangan, selanjutnya
memakai sarung tangan
5. Perawat membuka balutan dan
memasukkan balutan yang kotor ke dalam nierbekken atau kantung
plastik
PROSEDUR 6. Perawat mendekatkan nierbekken ke bagian
tubuh pasien yang akan diganti balutannya
7. Perawat dengan menggunakan pinset
membersihkan luka dengan kapas alcohol dari bagian dalam keluar,
dilakukan beberapa kali sampai luka tampak bersih, kemudian
dikeringkan dengan kasa steril
8. Perawat memberi betadine solution/ salep
atau obat luka lain dan ditutup dengan kasa steril lalu di fiksasi
dengan plester
9. Perawat merapikan pasien dan mengatur
posisi yang nyaman
10. Perawat membereskan alat-alat, dibersihkan
dan dikembalikan ke tempatnya semula
11. Perawat mencuci tangan
12. Perawat mencatat pada catatan keperawatan
tindakan yang dilakukan, keadaan luka dan reaksi pasien
UNIT TERKAIT 1. IGD
2. Unit Pelayanan Rawat Inap
208
3. ICU
4. IBS

PROSEDUR PELAKSANAAN
PELAYANAN ANASTESI MASA
ANASTESI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.82 1 207
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Pelayanan anastesi intra operasi adalah pelayanan pembiusan yang
PENGERTIAN diberikan staf anastesi kepada pasien selama pembedahan
berlangsung
Sebagai acuan kepada dokter anastesi dan perawat anastesi dalam
TUJUAN
melaksanakan anastesi masa anastesi
SK SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
1. Staf anastesi memastikan adanya akses intravena
2. Staf anastesi bekerja sama dengan tim operasi
3. Staf anastesi memastikan persiapan alat, mesin anastesi dalam
keadaan baik dan lengkap dan menghubungkannya dengan pasien
pada posisi yang tepat
4. Staf anastesi memastikan dapat menguasai jalan napas
PROSEDUR
5. Staf anasthsi memantau keseimbangan cairan selama operasi
6. Staf anastesi memantau vital sign dan segala keluhan pasien
selama operasi
7. Staf anastesi memberikan medikasi untuk mengatasi setiap
keluhan dan atau manifestasi klinis yang dapat menggangu
kelancaran pembedahan pasien.
UNIT TERKAIT IBS

209
PROSEDUR PELAKSANAAN
PELAYANAN ANASTESI PRA ANASTESI

No. Dokumen No. Revisi Halaman


01.02.06.83 1 208
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Pelayanan anastesi pra-operasi adalah pelayanan pembiusan yang
PENGERTIAN diberikan staf anastesi kepada pasien sebelum diberikan tindakan
pembiusan
Sebagai acuan kepada dokter anastesi dan perawat anastesi dalam
TUJUAN
melaksanakan anastesi pra-anastesi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
Prosedur di ruang rawat inap
1. Pasien dikonsulkan ke dokter anatesi setelah direncanakan
operasi
2. Perawat ruangan menghubungi dokter anastesi yang
dikonsulkan dan menjelaskan tentang jadwal pembedahan, jenis
pembedahan dan merecanakan visite pasien
3. Dokter anastesi visite ke ruangan dan memberikan premedikasi
pada pasien
4. selanjutnya pasien siap untuk dilakukan pembedahan di instalasi
bedah

Prosedur di ruang persiapan instalasi bedah


1. Staf anastesi dan kamar bedah mengidentifikasi pasien yang
PROSEDUR
akan dioperas
2. Staf anastesi mengidentifikasi status pasien, diagnosa dan
tindakan/ prosedur yang akan dilakukan
3. Staf anastesi mengidentifikasi riwayat medis, pemeriksaan klinis
dan pemeriksaan khusus dan laboratorium
4. Staf anastesi mengidentifikasi perlu tindakan konsul dengan
dokter spesialis lain
5. Staf anastesi memberikan penjelasan pada pasien tentang
pembiusan yang akan dilakukan
6. Staf anastesi memastikan adanya PTM, dan membebaskan
pasien dari peralatan yang dapat menghambat operasi ( cth; gigi
palsu, dll )
7. Staf anastesi memberikan pre-medikasi sesuai indikasi
1. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT
2. Instalasi Rawat jalan

210
PROSEDUR PELAKSANAAN
PELAYANAN ANASTHESI PASCA
ANASTHESI
No. Dokumen No. Revisi Halaman
01.02.06.84 1 209
Ditetapkan Oleh,
STANDAR Direktur RSU Mitra Sejati
OPERASIONAL
Tanggal Terbit
PROSEDUR
05 Mei 2017

(dr. H.SG. WELDY RITONGA, MM)


Pelayanan anasthesi pasca operasi adalah pelayanan pembiusan
PENGERTIAN yang diberikan staf anasthesi kepada pasien setelah pembedahan
selesai
Sebagai acuan kepada dokter anasthesi dan perawat anasthesi dalam
TUJUAN
melaksanakan anasthesi pasca anasthesi
SK Direktur Nomor 1103/i/RSUMS/Dir/SK/V/2017 tentang
KEBIJAKAN Pelayanan Bedah di RSU Mitra Sejati
Di ruang Pemulihan/ Recovery Room Instalasi Bedah
1. Staf anasthesi patensi akses intravena
2. Staf anasthesi memantau vital sign dan efek sampling
dari pembiusan
3. Staf anasthesi memberikan analgesik dan sedatif sesuai
dengan kondisi pasien
4. Staf anasthesi memantau keadaan pasien sampai sadar
penuh dari pengaruh pembiusan
5. Staf anasthesi memutuskan pasien doipindahkan ke
ruang ICU atau kembali ke ruang rawat inap
6. Staf anasthesi memberikan medikasi lanjutan diruang
PROSEDUR
rawat inap/ ICU sesuai dengan keadaan pasien.

Diruang ICU dan rawat Inap


1. Staf anasthesi melakukan visite keruangan rawat inap dan atau ICU
untuk memantau perkembangan keadaan pasien sebagai efek dari
pembiusan
2. Staf anasthesi memastikan kembali kesesuaian medikasi yang telah
dianjurkan dan memberikan medikasi lanjutan sesuai kondisi pasien
3. Bila tidak ditemukan efek samping dari pembiusan pasien, visite
dihentikan dan pasien diserahkan penuh kepada dokter yang
merawat
3. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT
4. ICU

211
212