You are on page 1of 17

MAKALAH RADIOFARMASI

ITERBIUM (Yb)- 169

DISUSUN OLEH :

ANDRE SONANDA

1601064

DOSEN PEMBIMBING :

HAIYUL FADHLI M.Si, Apt

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI RIAU

PEKANBARU

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

rahmat dan karunia-Nya sehingga tersusunnya makalah ini. Pengembangan

pembelajaran dari materi yang ada pada makalah ini, dapat senantiasa dilakukan oleh

mahasiswa/i dalam bimbingan dosen. Upaya ini diharapkan dapat lebih

mengoptimalkan penguasaan mahasiswa/i terhadap kompetensi yang dipersyaratkan.

Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menyadari makalah ini mungkin

masih belum sempurna, masih terdapat kelemahan baik dari segi materi, teknik

penulisan, segi bahasa yang di sampaikan . Hal ini tentunya tidak lepas dari

keterbatasan penyusun, oleh sebab itu dengan senang hati penyusun bersedia

menerima kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya

penyusun berharap semoga makalah ini dapat berguna hendaknya.

Pekanbaru , 2 Juni 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 3

2.1 Sejarah dan Pembuatan Iterbium (Yb) )- 169 ................................. 3


2.2 Keberadaan di alam Iterbium (Yb) )- 169 ...................................... 4
2.3 Sifat-sifat Iterbium (Yb)- 169 ......................................................... 6
2.4 Isotop Iterbium (Yb)- 169............................................................. 6
2.5 Kegunaan Iterbium (Yb)- 169 ........................................................ 8
2.6 Dosis Iterbium (Yb)- 169 yang digunakan .......................................... 8
2.7 Cara Penggunaan Iterbium (Yb)- 169............................................ 9
2.8 Efek samping Iterbium (Yb)- 169................................................... 9
2.9 Penyimpanan Iterbium (Yb)-169 .................................................... 9
2.10 Quality Assurance dan Quality Control, meliputi QA fisis,
QA kimia, dan QA biologis. ......................................................... 10

BAB III PENUTUP ................................................................................... 13

3.1 Kesimpulan ................................................................................ 13

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia adalah suatu negara kepulauan yang berada pada posisi yang sangat

strategis di daerah khatulistiwa, yaitu menghubungkan benua Australia dan Asia

dan samudra Pasifik dan Hindia. Iklimnya yang menyenangkan, kekayaan

alamnya yang beragam serta jumlah penduduknya yang melebihi 200 juta,

menjadkan Indonesia sebagai suatu negara yang mempunyai potensi besar dalam

sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) untuk berkembang

menjadi negara kuat di kawasan Asia-Pasifik. Menghadapi Era Globalisasi yang

akan dimulai pada permulaan abad ke-21, yang ditandai dengan era perdagangan

bebas, investasi bebas serta ketenaga kerjaan bebas, negara-negara yang kurang

mampu mengembangkan dan memanfaatkan IPTEK untuk mengembangkan

ekonomi nasionalnya akan menghadapi kesulitan untuk bersaing. Pengalaman

menunjukkan bahwa pada zaman sulit sekarang ini industri yang menggunakan

bahan baku impor tidak kompetitif dan sukar bersaing dengan industri yang

menggunakan bahan baku lokal termasuk dalam pembuatan obat (Anonim, 1998).

Radioisotop merupakan bagian yang penting dalam pembuatan suatu

radiofarmaka, baik untuk diagnosis maupun terapi. Selama ini, sekitar 95%

penggunaan radioisotop di bidang kedokteran nuklir adalah untuk tujuan

diagnosis. Akan tetapi, akhir-akhir ini penggunaan radioisotop untuk keperluan

1
terapi mulai mengalami peningkatan. Kebanyakan radioisotop yang digunakan

secara in-vivo untuk terapi merupakan pemancar- yang dihasilkan dari reaktor

riset (M. Venkatesh, 2005). Sudah banyak penelitian-penelitian yang telah

dilakukan untuk mengembangkan radioisotop ataupun sediaan radiofarmasi dalam

bidang penelitian.

Pada tahun 1878, Marignac menemukan unsur baru yang disebutnya iterbia,

dari tanah, yang kemudian dikenal sebagai erbia. Pada tahun 1907, Urbain

memisahkan ytterbia menjadi 2 komponen, yang ia sebut sebagai neoiterbia dan

luttecia. Unsur ini di tanah sekarang diketahui sebagai iterbium dan lutesium.

Kedua unsur ini identik dengan aldebaranium dan cassiopeium, yang ditemukan

terpisah pada waktu yang sama oleh von Welsbach.

1.2 Rumusan masalah

Apa yang dimaksud dengan senyawa Iterbium?

Bagaimana keberadaan senyawanya di alam?

Bagaimana sifat- sifat dari Iterbium?

Apa kegunaan dari senyawa Iterbium?

1.3 Tujuan

Untuk mengetahui apa itu senyawa Iterbium

Untuk mengetahui keberadaan di alam senyawa Iterbium

Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia Iterbium

Untuk mengetahui kegunaan dari senyawa rubidium

2
BAB II

ISI

2.1 Sejarah dan pembuatan Iterbium (Yb)- 169

Pada tahun 1878, Marignac menemukan unsur baru yang disebutnya iterbia,

dari tanah, yang kemudian dikenal sebagai erbia. Pada tahun 1907, Urbain

memisahkan ytterbia menjadi 2 komponen, yang ia sebut sebagai neoiterbia dan

luttecia. Unsur ini di tanah sekarang diketahui sebagai iterbium dan lutesium. Kedua

unsur ini identik dengan aldebaranium dan cassiopeium, yang ditemukan terpisah

pada waktu yang sama oleh von Welsbach.

Iterbium terdapat bersama unsur radioaktif lainnya dalam sejumlah mineral

langka. Didapatkan secara komersial dairi pasir monazite, dengan kadar 0,03 %.

Perkembangan tekhnik pertukaran ion dan ekstraksi pelarut telah menyederhanakan

pemisahan unsur radioaktif antara satu dan lainnya.

Ytterbium adalah rare-earth metal yang paling stabil. Ytterbium adalah logam

perak yang lembut, lentur, dan akan sedikit tercemar bila disimpan di udara dan oleh

karena itu Ytterbium harus disimpan dalam ruang hampa atau dalam suasana inert

ketika disimpan dalam waktu yang lama. Ytterbium perlahan-lahan teroksidasi di

udara, membentuk Yb2O3; logam yang mudah larut dalam asam kecuali asam fluorida

(HF) yang diencerkan, di mana lapisan pelindung YbF3 terbentuk di permukaan dan

menghambat reaksi kimia lebih lanjut. Ytterbiumbersifat paramagnetik lemah,

memiliki kerentanan magnet terendah dari semua rare-earth metal.

3
Unsur ini dibuat pertama kali oleh Klemm dan Bonner pada tahun 1937

dengan mereduksi iterbium trklorida dengan kalium. Namun, logam ini tercampur

dengan KCl. Daane, Dennison dan Spedding membuat iterbium yang lebih murni

pada tahun 1953, yang dengan demikian bisa menetapkan sifat fisika dan kimianya.

2.2 Keberadaan Di Alam Iterbium (Yb)-169

Natural ytterbium adalah campuran dari tujuh isotop stabil, yang semuanya

ada pada konsentrasi 3 bagian per juta. Elemen ini ditambang di China, Amerika

Serikat, Brasil, dan India dalam bentuk mineral monazite, euxenite, dan xenotime.

Konsentrasi ytterbium rendah karena hanya ditemukan di antara banyak unsur tanah

jarang lainnya; Apalagi, ini adalah yang paling tidak melimpah. Setelah diekstraksi

dan disiapkan, ytterbium agak berbahaya seperti iritasi mata dan kulit. Logam adalah

bahaya kebakaran dan ledakan.

Logam Ytterbium menodai perlahan di udara. Iterbium yang tersebar dengan

baik mudah teroksidasi di udara dan di bawah oksigen. Campuran bubuk ytterbium

dengan polytetrafluoroethylene atau hexachloroethane terbakar dengan nyala hijau

zamrud bercahaya. Ytterbium bereaksi dengan hidrogen untuk membentuk berbagai

hidrida non-stoikiometri. Ytterbium larut perlahan dalam air, tapi cepat dalam asam,

membebaskan gas hidrogen. Ytterbium cukup elektropositif, dan bereaksi perlahan

dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk hidroksida

ytterbium.

4
2 Yb (s) + 6 H2O (l) 2 Yb (OH) 3 (aq) + 3 H2 (g)

Ytterbium bereaksi dengan semua halogen

2 Yb (s) + 3 F2 (g) 2 YbF3 (putih)

2 Yb (s) + 3 Cl2 (g) 2 YbCl3 (s) [putih]

2 Yb (s) + 3 Br2 (g) 2 YbBr3 (putih)

2 Yb (s) + 3 I2 (g) 2 YbI3 (putih)

Ion ytterbium (III) menyerap cahaya dalam kisaran panjang gelombang

inframerah dekat, namun tidak dalam cahaya tampak, sehingga mineral ytterbia,

Yb2O3, berwarna putih dan garam ytterbium juga tidak berwarna. Ytterbium larut

dengan mudah dalam asam sulfat encer untuk membentuk larutan yang mengandung

ion Yb (III) yang tidak berwarna, yang ada sebagai kompleks nonahidrat: [12]

2 Yb (s) + 3 H2SO4 (aq) + 18 H

2O (l) 2 [Yb (H2O) 9] 3+ (aq) + 3 SO2-

4 (aq) + 3 H2 (g)

Logam Ytterbium perlahan memudar di udara. Iterbium mudah

mengoksidasi di udara dan di bawah oksigen. Campuran bubuk

Iterbium, polytetrafluoro atau hexachloroethane memiliki nyala hijau zamrud

bercahaya. Ytterbium bereaksi dengan hidrogen untuk membentuk berbagai

hidrida non-stoikiometrik. Ytterbium larut perlahan dalam air, tapicepat dalam

5
asam, membebaskan gas hidrogen.Ytterbium cukup elektropositif, dan bereaksi

lambat dengan air dingin dan cukup cepat dengan air panas untuk membentuk

Iterbium (III) hidroksida. Ytterbium bereaksi dengan semua halogen.

2.3 Sifat-sifat Iterbium (Yb)- 169

Iterbium memilliki kilau perak yang terang, lunak, mudah ditempa. Meski

demikian, unsur ini cukup stabil dan harus disimpan dalam wadah tertutup untuk

melindunginya dari udara dan kelembaban. Iterbium dapat dilarutkan dengan asam

mineral encer dan pekat, dan bereaksi erlahan dengan air. Iterbium memiliki tiga

bentuk allotrop dengan titik transformasi pada suhu -13oC dan 795oC. Bentuk beta

terdapat pada suhu kamar, kristal berpusat muka; sedangkan bentuk gamma terbentuk

pada suhu tinggi, dan merupakan kubus berpusat badan. Fase kubus berpusat badan

iterbium lainnya baru -baru saja ditemukan stabil pada tekanan tinggi pada suhu

kamar. Bentuk beta memiliki konduktivitas seperti logam, tetai sifat ini menjadi

semikonduktor ketika tekanan naik hingga 16000 atm. Hambatan listrik naik sepuluh

kali lipat ketika tekanan naik ke 39000 atm ; dan hambatan ini turun 10% dari

hambatan pada tekanan dan suhu standar, ketika tekanan mencapai 40000 atm.

Iterbium alamiah terdiri dari tujuh isotop stabil; diketahui ada tujuh isotop lainnya

yang tidak stabil.

6
2.4 Isotop Iterbium (Yb)- 169

Ytterbium alami terdiri dari tujuh isotop stabil: Iterbium-174 (32,0 persen),

Iterbium-172 (21,7 persen), Iterbium-173 (16,1 persen), Iterbium-171 (14,1 persen),

Iterbium-176 (13 persen), ytterbium- 170 (3 persen), dan Iterbium-168 (0,1 persen).

Tidak termasuk isomer nuklir, total 27 isotop radioaktif Yb mulai dari massa 148-181

dengan paruh mulai dari 409 milidetik (Iterbium-154) hingga 32,018 hari (Iterbium-

169) telah ditandai.

Ytterbium alami (70Yb) terdiri dari 7 isotop stabil, 168Yb, 170Yb, 171Yb,

172Yb, 173Yb, 174Yb, dan 176Yb, dengan 174Yb adalah kelimpahan alami yang

paling melimpah (31,83%). Dua puluh tujuh radioisotop ditandai, dengan umur yang

paling stabil dengan paruh waktu 32,026 hari, 175Yb dengan waktu paruh 4.185 hari,

dan 166Yb dengan waktu paruh 56,7 jam. Semua sisa isotop radioaktif memiliki

waktu paruh kurang dari 2 jam, dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari

20 menit. Elemen ini juga memiliki 12 negara meta, dengan kondisi paling stabil

169mYb (t1 / 2 46 detik).

Isotop rentang ytterbium dalam berat atom dari 147,967 u (148Yb) menjadi

180,9562 u (181Yb). Modus peluruhan utama sebelum isotop stabil yang paling

melimpah, 174Yb adalah penangkapan elektron, dan mode utama adalah emisi beta.

Produk peluruhan utama sebelum 174Yb adalah isotop thulium, dan produk

utamanya adalah isotop lutetium. Yang menarik bagi optik kuantum modern, isotop

7
ytterbium yang berbeda mengikuti statistik Bose-Einstein atau statistik Fermi-Dirac,

yang menyebabkan perilaku menarik pada kisi optic.

2.5 Kegunaan Iterbium (Yb)- 169

Logam iterbium memiliki kegunaan untuk meningkatkan sifat baja

tahan karat yangdigunakan dalam proses penggilingan padi. Salah satu isotop

dilaporkan telah digunakansebagai sumber radiasi pengganti untuk mesin sinar X

yang bisa dibawa ke mana-mana. Itterbium juga dapat digunakan untuk pengobatan

kanker tingkat lanjut memberikan terapi radiasi lokal. Penyakit yang dapat

diberlakukan dengan iterbium adalah kanker paudara.

2.6 Dosis Iterbium (Yb)- 169 yang digunakan

Effektive Dosis: 20 mSv im Kalenderjahr

Handdosis (Organdosis): 500 mSv im Kalenderjahr

Hautdosis (Organdosis): 500 mSv im Kalenderjahr

8
Augenlinse (Organdosis): 150 mSv im Kalenderjahr

ICRP-Empfehlung (2011): 20 mSv im Kalenderjahr

Berufslebensdosis: 400 mSv

2.7 Cara Penggunaan Iterbium (Yb)- 169

Sebelum menggunakan obat ini, informasikan dokter Anda tentang daftar obat

Anda saat ini, produk toko (contoh, vitamin, suplemen herbal, dll.), alergi, penyakit

yang sudah ada, dan kondisi kesehatan saat ini (contoh, kehamilan, operasi yang akan

datang, dll.). Beberapa kondisi kesehatan dapat membuat Anda kebal pada efek

samping obat. Konsumsi seperti yang diarahkan oleh dokter Anda atau ikuti petunjuk

yang tercetak dalam brosur produk. Dosis berdasarkan kondisi Anda. Katakan pada

dokter Anda jika kondisi Anda berlanjut atau memburuk. Poin-poin konseling

penting dijabarkan dibawah ini.

Memonitor gejala asma

Memonitor jumlah sel darah, kadar seng serum dan elektrolit

2.8 Efek samping Iterbium (Yb)- 169

Berikut adalah daftar efek samping yang memungkinkan yang dapat terjadi

dari semua bahan-bahan konstitusi Ytterbium Yb 169 Dtpa Injectable. Ini bukanlah

daftar yang komprehensif. Efek-efek samping ini memungkinkan, tetapi tidak selalu

terjadi. Beberapa efek samping ini langka tetapi serius. Konsultasi pada dokter Anda

jika Anda melihat efek samping berikut, terutama jika efek samping tidak hilang.

9
Sakit kepala

Ringan

Sakit dada

Reaksi alergi

Infeksi kulit

Mual

2.9 Penyimpanan Iterbium (Yb)-169

Untuk jenis Pentetate Kalsium Trisodium Yb-169 penyimpanannya adalah

sebagai berikut:

Simpan obat ditemperatur ruangan. Jauh dari panas dan cahaya langsung.

Jangan membekukan obat kecuali disebutkan dalam brosur kemasan

Jangan membuang obat ketoilet atau menuangkan ke drainase kecuali

diinstruksikan seperti itu. Pembuangan obat tersebut dapat mengkontaminasi

lingkungan.

2.10 Quality Assurance dan Quality Control, meliputi QA fisis, QA kimia, dan

QA biologis.

1. QA & QC fisis, meliputi

a. Uji radioaktivitas dan konsentrasinya

b. Evaluasi keadaan fisik meliputi kemurniannya (jika dalam larutan),

penentuan ukuran partikel koloid atau agregat, keadaan dispersi atau

penyebarannya (jika dalam suspensi atau emulsi), dll.

10
c. Aktivitas jenisnya

d. Penentuan kemurman radionuklidanya meliputi identifikasi

radionuklida, mengetahui banyaknya pengotor/impuritas.

Alat yang digunakan untuk uji ini antara lain adaiah detektor Ge(Li) atau

HPGe dan MCA.

2. QA & QC kimia

Berhubungan dengan identitas kimia dan integritas dan spesies (jenis) kimia,

meliputi

a. penentuan pH

b. jenis dan sifat dasar dan spesies kimia

c. kekuatan atau konsentrasi dalam larutan

Alat yang digunakan untuk QA kimia antara lain kromatografi (TLC,

HPLC, dan lain-lain).

3. QC dan fungsi biologisnya.

Kontrol biologis dilakukan terutama pada penentuan:

Spesifisitas (kekhususan) biologis, hal ini dapat diketahui berdasarkan

perbandingan antara radiofarmasi dalam organ target dan organ non-

target setelah sediaan tersebut diinjeksikan. Selain itu dapat diketahui

dan laju metabolisme dan pola kinetikanya. Hal ini dapat diteliti

dengan cara menginjeksikan pada binatang (tikus, kelinci, anjing, kera,

dll.).

11
Keamanan (safety) biologis, logam tertentu seperti In, Tl, dll dan

iogam berat bersifat toksik, oleh karena itu harus berada dalam jumlah

kelumit (trace) dan lebih baik bebas pengemban. Pu-239 dan Sr-90

dapat masuk ke dalam jaringan tertentu bahkan pada tingkat yang

sangat rendah (jumiah sedikit) dan keberadaannya daiam tubuh harus

dihindari. Sekarang ini keberadaan spesies kimia tertentu dapat

menyebabkan cytotoxic yang akut atau kronis (jika digunakan

berulangkali) termasuk bahaya immunogenic, mutagen teragenic,

karsinogen. Sebaiknya penggunaan spesies ini dihindari.

Kontrol sterilitas dan apirogenisitas, pemeriksaan sterilitas untuk

mengesampingkan adanya mikroorganisme dilakukan dengan

menyuntikkan radiofarmasi ke dalam media kultur yang dapat

menyebabkan tumbuh (misalnya larutan tioglikolat) dan mengamati

kemungkinan pertumbuhannya selama dua minggu. Uji untuk pirogen

dilakukan dengan memberikan suatu zat pada kelinci dan mengamati

kenaikan suhu tubuhnya. Saat mi kedua metode tersebut telah

digantikan dengan prosedur pengujian yang lebih cepat.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Isotop 169Yb (dengan waktu paruh 32 hari), yang diciptakan bersamaan

dengan isotop 175Yb berumur pendek (paruh hari 4,2 hari) dengan aktivasi

neutron selama iradiasi ytterbium dalam reaktor nuklir, telah digunakan

sebagai radiasi.

Iterbium terdapat bersama unsur radioaktif lainnya dalam sejumlah mineral

langka. Didapatkan secara komersial dari pasir monazit, dengan kadar 0.03%.

Perkembangan tekhnik pertukaran ion dan ekstraksi pelarut telah

menyederhanakan pemisahan unsur radioaktif antara satu dan lainnya.

Logam iterbium memiliki kegunaan untuk meningkatkan sifat baja tahan karat

yang digunakan dalam proses penggilingan padi.

Salah satu isotop dilaporkan telah digunakan sebagai sumberradiasi

pengganti untuk mesin sinar X yang bisa dibawa ke mana-mana, yakni ketika

tidak tersedia sumber listrik. Beberapa kegunaan lainnya telah ditemukan.

Iterbium memiliki tingkat toksisitas akut yang rendah

13
DAFTAR PUSTAKA

Akulinichev, S., & Derzhiev, V. (n.d.). Ytterbium Sources for. Wire, I. (2014).
IUPAC Wire, (August), 2014.

DailyMed LABEL : PENTETATE CALCIUM TRISODIUM,solution,concentrate,


Accessed: Mei 30, 2017.

M. Jackson Magnetism of Rare Earth. The IRM Quarterly col. 10, No.3.2000

14