You are on page 1of 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Penjelasan Judul
Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan piutang menurut sumber terjadinya ,
dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lainnya.
Piutang Usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dangangan atau
penjualan jasa.
Piutang Lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha
normal perusahaan . Piutang usah adan piutang lain-lain yang diharapkan bisa ditagih
dalam waktu satu tahun atau kurang diklasifikasikan sebagai piutang lancar.

Menurut SAK ETAP (IAI,2009:124,129): Penurunan nilai pinjaman yang diberikan


dan piutang dibentuk sebesar estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih . penurunan
nilai itentukan denagn memperhatikan antara lain pengalama, prospek usaha, prospek
industri, kondisi keuangan dengan penekanan pada arus kas , kemampuan membayar
debitor, dan agunan yang dikuasai .

Jika estimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual melebihi jumlah tercatat
aset, maka estimasi harus menaikan jumlah tercatat aset tersebut ke nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual , tergantung dengan pembatasan yang dijelaskan dalam
paragraf berikut . Kenaikan tersebut adalah pemulihan kerugian penurunan nilai.

Kenaikan jumlah tercatat aset yang dapat diatribusikan pada pemulihan kerugian
penurunan nilai aset tidak boleh melebihi jumlah tercatat yang telah ditentukan tanpa
kerugian penurunan nilai yang diakui pada periode lalu.

1.2 Manfaat topik yang menarik untuk dibahas


Topik tentang pemeriksaan piutang usaha dan piutang lainnya menarik untuk
dipelajari dan dipahami adalah supaya kita dapat memahami bagaimana cara
mengaudit piutang usaha dan piutang lainnya dengan baik dan benar dan kita dapat
mengetahui bagaimana cara mengaudit piutang usaha dan piutang lainnya . Dengan
adanya materi tentang pemeriksaan piutang usaha dan piutang lainnya ini kita dapat
mengetahui sekaligus memahami prosedur apa saja dalam pemeriksaan piutang
usaha dan piutang lainnya , dan kemudian jika kita menjadi seorang auditor dapat
melakukan tugas auditor dengan baik dan benar sesuai dengan SPAP.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sifat dan Contoh Piutang
Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan piutang menurut sumber
terjadinya , dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lainnya.
Piutang Usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dangangan
atau penjualan jasa.
Piutang Lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan
usaha normal perusahaan . Piutang usah adan piutang lain-lain yang diharapkan bisa
ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang diklasifikasikan sebagai piutang lancar.
Perkiraan-perkiraan yang biasa digolongkan sebagai piutang antara lain:
a. Piutang usaha
b. Wesel tagih
c. Piutang pegawai
d. Piutang bunga
e. Uang Muka
f. Uang jaminan
g. Piutang lain-lain
h. Penyisihan piutang tak tertagih
Perkiraan piutang pemegang saham dan piutang perusahaan afiliasi harus
dilaporkan tersendiri ( tidak digabung dengan perkiraan piutang) karena sifatnya yang
berbeda.
Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan di kurangi dengan jumlah taksiran
jumlah yang tidak dapat ditagih. Jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada
laporan posisi keuangan diikuti cadangan kerugian piutang.

2.2 Tujuan Pemeriksaan Piutang


a. Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern yang baik atas piutang
dan transaksi penjualan,piutang dan pemerimaan kas.
Beberapa ciri internal control yang baik atas piutang dan transaksi penjualan ,
piutang dan penerimaan kas adalah :
- Adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab antara yang melakukan
penjualan, mengirimkan barang, melakukan penagihan, memberkan
otorisasi atas penjualan kredit maupun faktur penjualan dan melakukan
pencatatan.
- Digunakan formulir-formulir yang benomot urut tercetak
- Digunakan price list dan setiap penyimpangan dari price list yang diberikan
kepada pelanggan harus disetujui oleh pejabat yang berwenang
- Diadakannya sub buku besar piutang untuk masing-masing pelanggan dan
selalu diupdate.
- Setiap akhir bulan dibuat aging schedule piutang.
- Setiap akhir bulan jumlah saldo piutang dari masing-masing pelanggan
dibandingkan dengan jumlah saldo piutang dibuku besar.
- Setiap akhir bulan dikirim montly statment of account kepada pelanggan
- Uang kas, check atau giro yang diteriam harus disetor dalam jumlah
seutuhnya.
- Mutasi kredit diperkiraan piutang yang berasal dari retur penjualan harus
diotorisasi oleh pejabat yang berwenang.
- Setiap pinjaman yang dibriakn kepada pegawai , direksi , pemegang sahan
afiliasi haru diotorisasi , didukung bukti yang lengkap.
b. Untuk memeriksa validity( keabsahan ) dan authenticity (keontentikan) dari
pada piutang.
Validty maksudnya apakah piutnag itu sah , masih berlaku, dalam arti diakuki
oleh yang mempunyai utang.
Authenticity maksudnya apakah piutang tu didukung oleh bukti-bukti oentik
yang sudah ditandatangani oleh pelanggan sebagai bukti bahwa pelanggan
telah menerima barang yang dipesan , dan faktur penjualan.
c. Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup
tindaknya perkiraan cadangan kerugian piutang.
Piutang harus disajikan dilaporan neraca sebesar jumlah yang ditagih .Karena
itu julah yang diperkirakan tidak bisa ditagih harus dibuatkan penyisihan dalam
jumlah yang cukup. Selain itu piutang yang pasti tidak bisa ditagih dihapuskan
dengan mendebit perkiraan penyisihan piutang dan mengkredit perkiraan
piutang. Jika penyisihan yang dibuat terlalu besar maka akibatnya piutnag
disajikan terlalu kecil dan biaya penyisihan piutang telalu besar dan laba rugi
terlalu kecil.
d. Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang
timbul karena pendiskontoan wesel tagih.
Jika perusahan mempunyai wesel tagih yang didiskontokan ke bank sebelum
tanggal jatuh temponya, maka pada tanggal pada neraca harus diungkapkan
adannya contingent liability yang berasal dari pndiskontoan wesel tagih
tersebut. Karena jika pada tanggal jatuh tempo si penarik wesel tidak sanggup
melunasi wesel tersebut dibank, maka perusahaan uang mendiskontokan
wesel tersebut ke bank, yang harus melunasi wesl berikut bunganya ke bank.

e. Untuk memeriksa apakah penyajian piutang yang dilaporan posisi keuangan


sesuai dengan PABU.
- Piutang usaha, dan piutang lain-lain harus disajikan secara terpisah
dengan identifikasi yang jelas
- Piutang dinyatakan sebesar jumlah kotor tagihan dikurngi taksiran jumlah
yang tidak dapt ditagih. Jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada
nerca diikuti dengan penyisihan untuk piutang yang draguakn dan taksiran
yang tidak dapat ditagih.
- Saldo kredit piutang individua jika jumlahnya material jharus disajikan ke
kelompok kewajiban.
- Jumlah piutang yang dijaminkan harus diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan.
- Kewajiban bersyarat dalam hubungan nya dengan penjualan piutang yang
disertai perjanjian untuk dibeli kembali kepada suatu lembaga keuangan
harus dijelaskan secukupnya.

2.3 Prosedur Pemeriksaan Piutang Usaha yang Disarankan

a. Pahami dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan ,
piutang dan penerimaan kas
b. Buat Top schedule dan Supporting Schedule Piutang per tanggal laporan posisi
keuangan
c. Minta aging schedule dari piutang usaha per tanggal laporan posisi keuangan
yang antara lain menunjukkn nama pelanggan ,saldo piutang , umur piutang
dan kalau bisa subsequent colletionnya.
d. Periksa mathematical accurancy-nya dan check individual balance ke
subledger lalu totalnya ke buku besar.
e. Test check umur piutang dari beberapa customer ke sub buku besar putang
dan faktur penjualan.

f. Kirimkan konfirmasi piutang


Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirimi surat
konfirmasi.
Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau negatif.
Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun surat
konfimasi .
Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien untuk
dicari perbedaanya,
Buat ikhtisar dari hasil konfirmasi.
g. Periksa susequent collection dengan memeriksa buku kas dan bukti
penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal laporan neraca sampai
mendekati tanggal pemeriksaan lapangan .Perhatikan bahwa yang dicatat
sebagai subsequent colletions hanyalah yang behubungan dengan penjualan
dari periode yang sedang diperiksa.
h. Periksa apakah ada wesel tagih yang didiskontokan untuk mengetahui
kemungkinan adanya contingent liability.
i. Periksa dasar penentuan cadangan kerugian piutang dan periksa apakah
jumlah yang disediakan oleh klien cukup , dalam arti tidak terlalu besar dan
tidak terlalu kecil .
j. Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoice , credit note dan lain-
lain , lebih kurang 2 minggu sebelum dan sesudah laporan neraca .Periksa
apakah barang- barang yang dijual melalu invoice sebelum tanggal laporan
neraca , sudah dikirim per tanggal laporan neraca . Kalau belum dikirim cari
tahu alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa,
yang dibatalkan dalam periode berikutnya.
k. Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian , jawaban konfirmasi bank, dan
correspondence file untuk mengetahui apakah ada piutang yang dijadikan
sebagi jaminan.
l. Periksa apakah penyajian piutang dilaporan neraca dilakukan sesuai dengan
PABU.
m. Tarik kesimpilan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.
BAB III

KESIMPULAN

Menurut SAK ETAP (IAI,2009:124,129): Penurunan nilai pinjaman yang diberikan


dan piutang dibentuk sebesar estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih . penurunan
nilai itentukan denagn memperhatikan antara lain pengalaman, prospek usaha,
prospek industri, kondisi keuangan dengan penekanan pada arus kas , kemampuan
membayar debitor, dan agunan yang dikuasai .

Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan piutang menurut sumber terjadinya ,


dalam dua kategori yaitu piutang usaha dan piutang lainnya.
Piutang Usaha adalah piutang yang berasal dari penjualan barang dangangan atau
penjualan jasa.
Piutang Lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha
normal perusahaan . Piutang usah adan piutang lain-lain yang diharapkan bisa ditagih
dalam waktu satu tahun atau kurang diklasifikasikan sebagai piutang lancar.

Piutang dinyatakan sebesar jumlah tagihan di kurangi dengan jumlah taksiran


jumlah yang tidak dapat ditagih. Jumlah kotor piutang harus tetap disajikan pada
laporan posisi keuangan diikuti cadangan kerugian piutang.

Pemeriksaan Piutang usaha dan piutang lainnya adalah bertujuan Untuk


mengetahui apakah terdapat pengendalian intern yang baik atas piutang dan transaksi
penjualan,piutang dan pemerimaan kas,Untuk memeriksa validity( keabsahan ) dan
authenticity (keontentikan) dari pada piutang ,Untuk memeriksa collectibility
(kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tindaknya perkiraan cadangan kerugian
piutang ,Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup
tindaknya perkiraan cadangan kerugian piutang ,Untuk mengetahui apakah ada
kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul karena pendiskontoan wesel
tagih. Dan untuk memeriksa apakah penyajian piutang yang dilaporan posisi keuangan
sesuai dengan PABU.
REFERENSI
Agoes,Sukrisno.2016.Auditing:Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Kantor
Akuntan Publik.Edisi4.Jakarta: Salemba Empat.