You are on page 1of 8

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah


Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

EVALUASI KEBUGARAN JASMANI ATLET O2SN SMP NEGERI 8


BANDA ACEH TAHUN 2017

Julian Riski, Alfian Rinaldy, Miskalena


Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 23111
Corresponding Email: JulianRiski95@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian yang berjudul : Evaluasi Kebugaran Jasmani Atlet O2SN SMP Negeri 8
Banda Aceh tahun 2017. Kebugaran Jasmani salah satu faktor utama dalam setiap
aktivitas yang di lakukan khususnya untuk para atlet karena kebugaran jasmani
merupakan kesanggupan dan kemampuan seseorang menyelesaikan kegiatan yang
melibatkan fisik tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Kebugaran Jasmani dapat
mempengaruhi peforma Atlet O2SN pada saat mengikuti pertandingan dan
perlombaan.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani seluruh
altet O2SN SMP Negeri 8 Banda Aceh baik putera maupun puteri.
Pendekatan dan Jenis Penelitian dangan cara Evaluasi dan jenis penelitian
diskriftip yang merupakan penelitian yang mengarah pada masalah yang timbul
sekarang ini. Penelitian Dengan populasi berjumlah 27 orang atlet terdiri dari 17
putera 7 puteri. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan
menggunakan quota sampel sebagai teknik pengambilan dari keseluruhan populasi
atlet.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan atlet putera maupun
puteri berada di klasifikasi Baik. keseluruhan atlet putera berada di klasifikasi
sedang keseluruhan atlet putera berada di klasifikasi baik , Kemudian berdasarkan
cabang olahraga untuk atletik,bulu tangkis,sepak,dan bola voli putera rata-rata berada
di klasifikasi baik, Kemudian untuk kategori puteri berada di klasifikasi Baik
untuk cabang olahraga atletik,bulu tangkis, dan karate.

Kata kunci: Evaluasi, Kebugaran Jasmani

1
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

PENDAHULUAN
O2SN merupakan kelanjutan kegiatan dari pertandingan yang sudah dikenal.
Dalam menghadapi kompetisi ini siswa dipersiapkan berbagai macam faktor-faktor
penunjang prestasi yang harus diperhatikan seperti kesehatan siswa,teknik,mental dan
keterampilan bermain. Selain meningkatkan kecintaan terhadap bidang olahraga dan
prestasi tujuan diadakanya kegiatan ini salah satunya menambah kesehatan jasmani
siswa. Dari berbagai penunjang dan tujuan, maka faktor berpengaruh adalah
kebugaran yang merupakan daya tahan tubuh dan fisik di lakukan dalam kehidupan
sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti, karena apabila kebugaran siswa
tidak baik akan mengakibatkan kemampuan tidak maksimal pada penunjang lainya.
kebugaran jasmani Siswa dapat di lihat dari ativitas di sekolah seperti mengikuti
pembelajaran pendidikan jasmani, melakukan latihan cabang olahraga yang baik dan
keaktifan dalam bergerak. Untuk dapat mengetahui tingkat kebugaran maka perlu
adanya evaluasi tentang bagaimana kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 8 Banda
Aceh.

KERANGKA PEMIKIRAN
1. Pengertian Evaluasi
Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan,
organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi maka tidak akan
diketahui bagaimana kondisi objek evaluasi tersebut dalam rancangan, pelaksanaan
serta hasilnya. Istilah evaluasi sudah menjadi kosa kata dalam bahasa Indonesia, akan
tetapi kata ini adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu evaluation yang berarti
penilaian atau penaksiran (Echols dan Shadily, 2000 : 220).

2.Pengertian Kebugaran Jasmani


Kebugaran Jasmani merupakan kebutuhan pokok dalam melakukan aktivitas
untuk kehidupan sehari-hari. Orang yang bugar berarti dia sehat secara dinamis. Sehat
dinamis akan menunjang terhadap berbagai aktivitas fisik maupun psikis.

3. Komponen Kebugaran Jasmani


1. Kekuatan bisa disebut sebagai kondisi tubuh yang bisa menggunakan otot-otot
sewaktu dibebankan dalam menjalankan aktivitas.
2. Daya Tahan yang merupakan kemampuan seseorang menggunakan organ
yang ada dalam tubuhnya seperti paru-paru, jantung dan sebagainya dengan
cara yang efektif serta efisien dalam melakukan aktivitas.
3. Daya Otot adalah kemampuan seseorang untuk memanfaatkan suatu kekuatan
yang maksimum dalam rentan waktu sesingkat-singkatnya.
4. Kecepatan yaitu kemampuan seseorang untuk melakukan suatu gerakan yang
berkesinambungan dengan waktu relatif singkat dan sesingkat-singkatnya.
5. Daya Lentur bertujuan merujuk terhadap efektivitas tubuh manusia untuk
menyesuaikan diri dengan aktivitas atau gerakan yang dapat mengandalkan
suatu elenturan tubuh.
6. Kelicahan yaitu kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dalam posisi-
posisi tubuhnya seperti dari kanan ke kiri, dari belakang ke depan.

2
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

7. Koordinasi merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengintegrasikan


gerakan-gerakan tubuh yang berbeda menjadi satu gerakan efektif.
8. Keseimbanganyaitu kemampuan seseorang dalam mengendalikan organ serta
syaraf otot agar bisa mengendalikan gerakan-gerakan tubuhnya dengan baik.
9. Ketepatan merupakan suatu kemampuan seseorang mengendalikan suatu
gerakan yang sesuai dengan sasaran yang lebih baik.
10. Reaksi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menanggapi sebuah
rangsangan ataupun stimulus yang diberikan oleh orang lain

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani


1) Keteraturan berlatih dengan intensitas kegiatan cukup berat yang dapat
meningkatkan kebugaran jasmani yang baik.
2) Faktor genetika yang berhubungan dengan tinggi dan berat badan.
3) Kecukupan gizi yang mempengaruhi kesanggupan tubuh pada saat melakukan
aktivitas kebugaran jasmani.

5. Unsur Utama Kebugaran


1. Daya Tahan Kardioresperasi bertujuan untuk mengetahui kesanggupan
seseorang melakukan latihan yang menggunakan kekuatan dalam jangka waktu
yang lama.
2. Kekuatan Otot yang merupakan latihan otot dengan menggunakan tenaga di
atas rata-rata untuk mendapatkan kekuatan otot yang maksimal yang juga
melindungi persendian.
3. Daya Tahan Otot yaitu Latihan kekuatan otot yang di lakukan tidak terlalu
berat akan tetapi memiliki daya tahan yang cukup lama.
4. Kelenturan yaitu daerah gerak otot-otot dan persendian tubuh yang di latih
untuk mengurangi terjadi cidera pada saat melakukan latihan.
5. Komposisi Tubuh

7. Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani


memberikan manfaat bagi kesehatan jantung- paru kita. Melakukan latihan
kondisi fisik secara berulang-ulang dan kontinu akan memberikan sumbangan pada
ketahanan fisik dan tubuh menjadi lebih produktif. Lebih lanjut Muhajir (2004:2)
mengatakan bahwa: Latihan kondisi fisik (physical conditioning) memegang peranan
yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kebugaran
jasmani (physical fitness). Derajat kebugaran jasmani seseorang sangat menentukan
kemampuan fisiknya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehari-hari.Semakin tinggi
derajat kesegaran jasmani seseorang kian tinggi pula kemampuan kerja
fisiknya.Dengan kata lain, hasil kerjanya kian produktif bila kebugaran jasmaninya
kian meningkat.

8. Riwayat Kesehatan Dalam Kebugaran Jasmani


1.Riwayat kesehatan Pemeriksaan riwayat kesehatan perlu dilakukan untuk
mengetahui apakah atlet memiliki resiko penyakit, alergi, atau cedera tertentu serta
faktor-faktor lainnya seperti:
1. Riwayat penyakit serius dalam keluarga.

3
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

2. Riwayat penyakit sejak kecil.


3. Alergi.
4. Status imunisasi.
5. Cedera yang pernah dialami, termasuk keseleo, patah tulang, dan gegar
otak.
6. Operasi yang pernah dijalani.
7. Catatan rumah sakit..
8. Riwayat kehilangan kesadaran, seperti pingsan atau merasa pusing, dan
penyebabnya.
9. Riwayat nyeri dada dan sesak napas yang dialami selama latihan atau
olahraga berat.
10. Obat yang sedang dikonsumsi, termasuk seluruh obat resep, obat yang
dijual bebas, vitamin, dan suplemen herbal.
11. Penggunaan suplemen penambah stamina atau steroid.
Pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik melibatkan beberapa tes dan
tindakan yang dirancang untuk menentukan apakah pasien dalam kondisi
baik untuk melakukan suatu aktivitas olahraga. Ini serupa dengan
pemeriksaan fisik standar yang biasanya dokter lakukan, namun terdapat
beberapa tambahan dan pengukuran khusus, yang meliputi:
1. Pengukuran tinggi dan berat badan
2. Pemeriksaan tekanan darah
3. Pemeriksaan denyut serta irama jantung
4. Pemeriksaan umum paru-paru, mata, teling, hidung, tenggorokan, dan
perut
5. Penilaian umum kekuatan, kelenturan, postur, jangkauan gerak sendi,
gerakan lutut, gaya berjalan, tingkat aktivitas, dan pola makan
2 . Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Tes Kebugaran Jasmani Kasus tes kebugaran
jasmani menyebabkan diskualifikasi atlet sangat jarang terjadi karena tujuan
utama tindakan ini adalah untuk membantu dokter mengatasi masalah kesehatan
atlet, yang meliputi:

1. Faktor resiko Dengan mengetahui resiko tertentu atau titik lemah atlet
ketika melakukan aktivitas olahraga, atlet dan tim pelatih akan
mengetahui cara mencegah resiko dan cedera yang mungkin terjadi.
Untuk melakukannya, dokter dapat meminta atlet melakukan latihan
peregangan dan penguatan otot tubuh.
2. Masalah kesehatan yang dimiliki Dokter dapat memberikan resep
obat bagi atlet yang memiliki masalah kesehatan ringan. Misalnya, atlet
yang memilki serangan asma dapat dibantu dengan penggunaan inhaler.
3. Agar dokter dapat mengetahui masalah kesehatan atlet dan membantu
mengatasinya, atlet dianjurkan untuk melakukan tes kebugaran jasmani
sekitar 6 minggu sebelum memulai latihan atau musim olahraga baru.
Dengan melakukannya, dokter dapat memberikan pemeriksaan lanjutan
jika dibutuhkan. Jika dokter tidak memiliki waktu untuk menangani dan
mengatasi titik lemah atlet, atlet tidak akan diberikan izin untuk
bermain.

4
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

4. Untuk memastikan keakuratan hasil dan melindungi kesehatan serta


keselamatan pasien, seluruh pasien dianjurkan untuk menjawab seluruh
pertanayaan dan memberikan semua rincian mengenai kesehatannya
dengan jujur.

METODE PENELITIAN
Penelitian di lakukan dangan cara Evaluasi dan jenis penelitian diskriftip yang
merupakan penelitian yang mengarah pada masalah yang timbul pada saat ini. Hal ini
telah di jelasakan oleh Punaji Setyosari (2010: 39) bahwa Penelitian diskriptif adalah
penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan suatu keadaan,
peristiwa, objek apakah orang, atau gejala sesuatu yang terkait dengan variabel-
variabel yang bisa dijelaskan baik dengan angka-angka maupun kata-kata. Populasi
seluruh Atlet O2SN siswa/siswi yang menjadi atlet cabang olahraga atletik,bola
voli,karate,sepak bola, dan bulu tangkis. Jenis sampel quota sampling. Teknik
Penelitian menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. Analisis data
menggunakan Rumus rata-rata dan persentase untuk mengetahui tingkat kebugaran.

HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan atlet putera maupun puteri
berada di klasifikasi Baik. keseluruhan atlet putera berada di klasifikasi sedang
keseluruhan atlet putera berada di klasifikasi baik , Kemudian berdasarkan cabang
olahraga untuk atletik,bulu tangkis,sepak,dan bola voli putera rata-rata berada di
klasifikasi baik, Kemudian untuk kategori puteri berada di klasifikasi Baik untuk
cabang olahraga atletik,bulu tangkis, dan karate.
Tabel Hasil Penelitian Atlet O2SN

No Nama Usia Cabang Skore Norma Tes Setelah Perhitungan Nilai


Rata-Rata Dari Masing-Masing Tes

olahraga Jumlah Nilai Klasifikasi


1 Ependy M 14 Atletik 21
2 Hendrita 15 Atletik 23
3 Muhamad.F. 14 Atletik 17
4 Cahya rizki 15 Atletik 19
5 Dedy .N. 15 Atletik 10 17,1 Sedang
6 Riski Lutfi 15 Atletik 16
7 Ashabul .Y. 14 Atletik 17
8 M.walis 15 Atletik 14
9 fajaruddin 15 Bulu Tangkis 20 20,5 Baik
10 Mulyadi 14 Bulu Tangkis 21
11 M.Risqi.M.Z 13 Sepak Bola 16
12 Iqbal 14 Bola Voly 14
13 Anjas Saputra 13 Bola Voly 17
14 18,1 Baik
Ozie 13 Bola Voly 23

5
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

15 Arif Syahdan 14 Bola Voly 17


16 Muhamad.R. 14 Bola Voly 21
17 saidul mahdi 15 Bola Voly 17
18 Nurrahmah 14 Atletik 20
19 Raudhatull.J. 13 Atletik 21 18,5 Baik

20 Intan Liana 13 Atletik 2


21 Intan Istara 13 Karate 19 19 Baik
22 Rahmah.M. 15 BuluTangkis 14
23 Ana Agustina 15 Bulu Tangkis 15
16 Sedang
24 Desi Maulida 14 Bulu Tangkis 19

PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukan bahwa keseluruhan atlet putera maupun puteri
berada di klasifikasi Baik. keseluruhan atlet putera berada di klasifikasi sedang
keseluruhan atlet putera berada di klasifikasi baik , Kemudian berdasarkan cabang
olahraga untuk atletik,bulu tangkis,sepak,dan bola voli putera rata-rata berada di
klasifikasi baik, Kemudian untuk kategori puteri berada di klasifikasi Baik untuk
cabang olahraga atletik,bulu tangkis, dan karate.

PENUTUP
1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahsan serta analisis data evaluasi
kebugaran jasmani atlet O2SN SMP Negeri 8 Banda Aceh Tahun 2017 bahwa :
kebugaran jasmani seluruh atlet putera mendapatkan klasifikasi sedang,kebugaran
jasmani seluruh atlet puteri mendapatkan klasifikasi baik.dari kedua kategori ini
dapat di simpulkan bahwa atlet puteri lebih baik kebugaranya dari pada atlet putera,
kemudian di lanjutkan dengan berdasarkan cabang olahraga atletik untuk kategori
putera berada pada kalsifikasi sedang dan puteri berada pada klasifikasi baik,
setelah itu untuk cabang olahraga bulu tangkis kategori putera mendapatkan nilai
kebugaran yang baik dari puteri,cabang olahraga karate hanya di ikuti 1 orang atlet
puteri yang berada pada kategori baik, begitu juga dengan atlet sepak bola yang
mengikuti tes kebugaran jasmani sebanyak 1 orang dan berada di klasifikasi sedang,
stelah itu cabang olahraga bola voli yang berada pada klasifikasi baik.jika di
bandingkan kebugaran jasmani menurut cabang olahraga yang paling baik kebugaran
jasmani yaitu cabang olahraga atletik puteri,bulu tangkis puteri, dan bola voli putera.

2.Saran
Adapun saran yang bisa peneliti sampaikan kepada seluruh pihak yang bersangkutkan
yaitu :
1. Kepada Kepala Sekolah diharafkan agar selalu memberikan dukungan dengan
cara mensuport para atlet agar lebih giat lagi dalam meningkatkan latihan
untuk mecapai prestasinya serta mendukung dengan cara mengadakan fasilitas
olahraga yang memadai.

6
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

2. Kepada guru penjasorkes atau pelatih selanjutnya di harapkan agar membina


dan memberikan program latihan yang baik secara kebugaran
fisik,keterampilan, dan mental.
3. Kepada peneliti selanjutanya di harapkan dapat melakukan penelitian yang
lebih luas dan lebih mendalam lagi mengenai kebugaran jasmani.
4. Saran untuk pembina untuk lebih meningkatkan volume latihan fisikuntuk
meningkatkan kesegaran jasmani anggota Pramuka yang lebih baik lagi
sehingga dapat mencapai tujuan kepramukaan. Serta perludiberikan alternatif-
alternatif baru untuk merangsang agar para anggota Pramuka rajinmengikuti
latihan-latihan sesuai latihan yang telah diprogramkan, agar dapatmeraih
prestasi yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA

7
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah
Volume 3, Nomor 4: 1-10
November 2017

UUD Republik Indonesia nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan nasional

Arikunto, S .1991. Prosedur Satuan Penelitian Pendekatan Praktek. Edisi revisi V.


Cek XII. Rineka Cipta : Jakarta

Arikunto, S. 1987. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Bina
Aksara
Barbara L,Ms.Bonnie Jill Ferguson,Ms. 2004.Bola Voli Tingkat pemula.Edisi I.Jakarta
:
PT Raja Gravindo

DidikSuhardi.2014.Panduan Olahraga Olimpiade Sekolah Nasional 2015.Jakarta:


Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Drs.S.Margono.1996.Metodelogi Penelitian Pendidikan.Jakarta : PT Rineka Cipta

Prof.Drs.Anas Sudjono.1995.Pengantar evaluasi Pendidikan Edisi I.cet.4.Jakarta :


PT Raja gravindo

Dr.Widaninggar W,M.Ed.2002.Tingkat Kesegaran Jasmani Anda.Jakarta :Depatemen


Pendidikan Nasional Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani

Wirjasantosa, R. 1984. Supervisi Pendidikan Olahraga. Jakarta: Universitas Indonesia


Darmadi hamid. 2013. Dimensi-Dimensi Metode Penelitian Pendidikan Dan Sosial.
Bandung: Alfabeta
Saifuddin. 2007. Tes Dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani Dan Olahraga.
Malang: Media Cakrawala Utama Press
http://kebugarandanjasmani.blogspot.co.id/2015/12/pengertian-kondisi-fisik-
manfaat.html
http://www.konsistensi.com/2013/04/teori-sampel-dan-sampling-penelitian.html
https://dinudhin.wordpress.com/2012/09/04/prinsip-dasar-bermain-bolavoli