You are on page 1of 4

TUGAS KONTEN (KELAS PENGGATI)

Nama: - Gina Akmalia 1401154382


- Hanifa Fauzia Alza 1401154368
- Nur Nicikita Wiga Putri 1401154578
- M. Fakhrisyad W. 1401154144

Kelas: MB-38-09

MANAJEMEN BISNIS TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


TELKOM UNIVERSITY

2017
Akula dan Lilo

Disebuah laut yang tenang, hidup seekor hiu penyendiri berama Akula. Ia kehilangan
banyak teman karena teman-temannya menjadi korban eksploitasi oleh manusia. Akula
tumbuh menjadi hiu yang penakut, karena ia sering melihat teman-teman, bahkan orang
tuanya ditangkap oleh manusia untuk diambil siripnya. Sirip untuk seekor hiu itu sangat
penting, karena hiu berenang menggunakan siripnya. Ketika sirip seekor ikan diambil,
mereka tidak akan bisa bergerak dan akan mati secara perlahan. Tetapi, Akula tidak pantang
menyerah, Akula tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Akula akhirnya memutuskan
untuk tetap berusaha mencari teman-teman sesama hiu. Dalam perjalanannya mencari teman
sesama hiu, ia bertemu dengan Lilo. Lilo merupakan seekor penyu, hewan laut yang
menyerupai kura-kura. Melihat Lilo berenang di laut yang sangat luas itu sendirian, Akula
memutuskan untuk menyapa dan berbincang dengan Lilo. Awalnya, Lilo merasa takut ketika
dihampiri oleh Akula, seekor ikan hiu yang terkenal sangat ganas. Tetapi sebenarnya, Akula
dan hiu-hiu lainnya bukanlah hewan yang ganas tanpa sebab. Akula dan teman-teman hiu
lainnya tidak akan menyerang dan menunjukan gigi tajamnya jika mereka tidak diganggu.
Mengetahui fakta tersebut, Lilo pun akhirnya berani dan memutuskan untuk menghampiri
Akula. Setelah berbincang lama dengan lilo, Akula pun mengetahui bahwa Lilo memiliki
nasib yang hampir sama dengan dirinya. Lilo kehilangan teman-teman dan keluarganya
karena manusia juga banyak mengeksploitasi penyu. Eksploitasi manusia terhadap penyu
seperti Lilo banyak terjadi di berbagai tempat loh. Bahkan, tempat yang seharusnya bisa
melindungi penyu, malah ikut menjadikan penyu menjadi hewan peliharaan. Adik-adik Lilo
yang masih berbentuk telur yang seharusnya dilepas kembali ke laut setelah lahir pun, banyak
dibawa oleh manusia untuk dipelihara. Padahal, penyu itu harusnya tinggal di laut bebas yang
sangat luas untuk bertahan hidup yang lama. Merasa mempunyai nasib yang sama, Akula pun
memutuskan untuk mengajak Lilo melakukan perjalanan bersama dengan dirinya. Akula
berharap Lilo juga dapat bertemu dengan penyu lainnya.

Mereka pun memulai perjalanan mereka, mereka berenang ke berbagai tempat dan
bertemu dengan berbagai macam hewan laut. Selama perjalanan, mereka saling bergantung
sama lain. Akula pun merasa sesuatu yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Akula merasa
ia memiliki teman. Selama ini, Akula jarang sekali memiliki teman baik. Karena, ketika
Akula baru saja ingin berteman dengan hiu lain, hiu itu pasti sudah menghilang ditangkap
oleh manusia. Sekarang Akula merasa dirinya bukanlah yang paling kesepian karena tidak
punya teman sejenis. Setelah berteman dengan lilo,akula merasa dirinya menemukan teman
yang sejenis. Selama berkelana akula lilo sudah seperti kaaka beradik karena kedetan yang
mereka miliki. Ketika sedang asik mengarungi lautan, akula dan lilo tiba-tiba berhenti
disebuah tempat. Tempat itu terlihat begitu tenang dan bersih, disana juga terdapat beberapa

jenis hewan yang ternyata sejenis dengan akula dan lilo. Betapa senangnya mereka berdua,
ternyata spesies seperti mereka masih ada. Akula dan lilo pun disambut dengan sangat ramah
oleh penghuni lautan yang indah itu. Mereka saling memperkenalkan diri serta tak lupa pula
akula dan lilo menceritakan tentang nasib mereka yang sama. Di tempat yang disebut dengan
kerajaan hijau inilah sekarang mereka memulai untuk menata hidup mereka. Tempat ini
disebut kerajaan hijau karena disini masih sangat bersih dan banyak terdapat biota laut serta
rumput laut sehingga terlihat hijau. Makanya para hewan disini menyebutnya kerajaan hijau,
para hewan dikerajaan hijau pun ternyata baik dan ramah kepada akula dan lilo. Mereka
berdua terkadang merasa heran mengapa para hewan yang sejenis dengan mereka bisa hidup
dengan tenang dan nyaman disini. Padahal sebelumnya ditempatnya berasal akula selalu
merasa ketakutan. Takut jika nanti ada manusia yang ingin memburunya, menjadikan ia sama
seperti nasib saudaranya yang lain. Begitu pula dengan lilo, ia heran semua penyu disini bisa
dengan tenang dan bahagia disini. Sedangkan lilo harus hidup dalam kegelisahan dan
ketakutan, takut jika nanti ada yang memburunya untuk mengambil cangkangnya. Dan
tempat akula dan lilo berasal tidak sebersih ini, di tempat mereka sekarang banyak sampah
dan lautnya menjadi kotor akibat limbah pabrik. Makanya mereka sangat merasa senang
ketika berada di kerajaan hijau.