You are on page 1of 8

Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2, Juni 2017

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP BERAT


BADAN ANAK USIA 6-24 BULAN DI PUSKESMAS CLUWAK KABUPATEN PATI

Catur Saptaning Wilujeng*, Yuseva Sariati**, Ranthy Pratiwi**

Abstrak

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang dipakai sebagai indikator yang terbaik untuk mengetahui
keadaan gizi dan tumbuh kembang anak. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi berat badan adalah
pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI). Data pemberian MP ASI pada anak usia 6-23 bulan di
Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah tahun 2015 masih sangat rendah yaitu sebesar 23,33%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor yang mempengaruhi pemberian Makanan Pendamping
Air Susu Ibu (MP ASI) terhadap berat badan anak usia 6-24 bulan di Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati Jawa
Tengah. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Metode
sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 anak. Analisis data penelitian
menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara
faktor yang mempengaruhi pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) yaitu faktor usia pertama (p =
0,000), jenis (p = 0,000), frekuensi (p value= 0,000 dan jumlah (p = 0,002) pemberian MP ASI terhadap berat
badan anak umur 6-24 bulan di Puskesmas Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah. Hasil analisis regersi logistik
menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi berat badan anak umur 6-24 bulan adalah jenis dan usia
pemberian MP ASI.
Kata Kunci: berat badan anak, MP ASI

FACTORS AFFECTING OF COMPLEMENTARY FEEDING PRACTICES ON 6-24 MONTHS


CHILDRENS WEIGHT IN CLUWAK COMMUNITY HEALTH CENTER IN PATI DISTRICT

Abstract

Body weight is anthro-pometric measure to determine the nutritional status and child development. One of
the most affecting factor of body weight is complementary feeding practices. Data from Cluwak community health
center about complementary feeding practices on 6-24 months children are still very low, amounting to 23.33%.
The aim of this research was to know the correlation between factors affecting of complementary feeding practices
on 6-24 months childrens weight in Cluwak community health center, district of Pati in central java. This research
was used survey analytic observational method with cross sectional approach. The sampling method used was
purposive sampling, with a sample size was 91 respondents. Analysis of the research was using Chi-Square and
logistic regression. The results showed that there was a significant correlation between factors affecting of
complementary feeding practices consist of age of children (p value=0,000), variety (p value= 0,000), frequency (p
value= 0,000) and quantity (p value= 0,002) on 6-24 months childrens weight in Cluwak community health center,
district of pati in central java. The logistic regression analysis showed the most significant factors affecting of
complementary feeding practices on childrens weight was a variety of complementary feeding and the first age of
giving complementary food.

Keywords: childrens weight, complementary feeding

* Program Studi Ilmu Gizi, FK UB


** Program Studi S1 Kebidanan, FK UB

E-mail:catursaptaning@gmail.com

88
Wilujeng CS, et al. Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Makanan.

Pendahuluan Menurut Bappenas tahun 2012, secara


nasional, prevalensi berat-kurang pada balita
Kebutuhan dasar pangan merupakan tahun 2013 adalah 19,6% terdiri dari 5,7% gizi
salah satu kebutuhan dasar yang utama untuk buruk dan 13,9% gizi kurang. Jika
keperluan kesehatan dan pertumbuhan serta dibandingkan dengan angka prevalensi
perkembangan bayi dan balita.1 ASI memenuhi nasional tahun 2007 (18,4%) dan tahun 2010
seluruh kebutuhan energi dan zat gizi lainnya (17,9%) terlihat meningkat.5 Dinas kesehatan
bagi bayi sampai usia 6 bulan untuk tumbuh Propinsi Jawa Tengah (2012), menjabarkan
sehat dan kuat serta mengandung zat bahwa di Kabupaten Pati, bahwa pemberian
antiinfeksi yang melindungi bayi dan anak dari MP ASI pada usia 6-23 bulan pada keluarga
diare dan infeksi lainnya. Sampai usia 6 bulan, miskin masih sangat rendah. Dari 6.644 jumlah
kebutuhan energi bayi masih dapat dipenuhi total balita yang terdiri dari 3.270 laki-laki dan
dari ASI. Mulai usia 6 bulan kebutuhan energi 3.374 perempuan, hanya 550 balita saja yang
bayi tidak dapat dipenuhi dari ASI saja mendapatkan MP ASI, dengan kata lain masih
sehingga perlu tambahan energi dari makanan terdapat 5094 (76,67%) bayi dan balita yang
pendamping ASI (MP ASI).2 MP ASI, baik masih belum mendapatkan MP ASI.6
tekstur, frekuensi dan porsi makan harus Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah
disesuaikan dengan tahap perkembangan dan (2012), menjabarkan bahwa pendataan gizi
pertumbuhan anak usia 6-24 bulan. Siregar buruk di Jawa tengah didasarkan pada dua
(2004) menjelaskan bahwa pertumbuhan dan kategori yaitu membandingkan berat badan
perkembangan bayi dan balita sebagian besar dengan umur (BB/U) dan berat badan dengan
dipengaruhi oleh jumlah ASI dan MP ASI.3 tinggi badan (BB/TB). Deteksi dini pertama
Keadaan gizi merupakan gambaran dari dilakukan di posyandu dengan membandingkan
apa yang dikonsumsi oleh seseorang dalam berat badan dengan umur melalui kegiatan
jangka waktu yang cukup lama. Karena itu, penimbangan; jika ditemukan balita yang
ketersediaan zat gizi di dalam tubuh seseorang berada di bawah garis merah (BGM) atau dua
termasuk bayi dan balita akan menentukan kali tidak naik (2T) maka dilakukan konfirmasi
keadaan gizi bayi dan balita. Pemberian status gizi dengan menggunakan indikator
makanan yang berkualitas dan kuantitasnya berat badan menurut tinggi badan.6
baik akan menunjang tumbuh kembang, Berdasarkan uraian di atas, maka ingin
sehingga bayi dapat tumbuh normal dan sehat diketahui faktor yang mempengaruhi pemberian
serta terbebas dari penyakit. Makanan yang makanan pendamping ASI (MP ASI) terhadap
diberikan kepada bayi dan balita digunakan berat badan anak usia 6-24 bulan di
untuk pertumbuhan badannya yang bisa dilihat Puskesmas Cluwak, Kabupaten Pati.
dari keadaan berat badan bayi.1
Berat badan merupakan ukuran Bahan dan Metode
antropometri yang terpenting dan harus diukur
saat pemeriksaan bayi dan balita pada semua Desain penelitian adalah observasional
kelompok umur. Berat badan merupakan hasil analitik dengan pendekatan cross sectional.
peningkatan atau penurunan semua jaringan Teknik sampling yang digunakan adalah
yang ada pada tubuh, antara lain tulang, otot, purposive sampling. Dalam penelitian ini
lemak, cairan tubuh dan lain-lain. Pada saat ini, digunakan sampel sebanyak 91 anak usia 6-24
berat badan dipakai sebagai indikator yang bulan di Puskesmas Cluwak, Kabupaten Pati,
terbaik untuk mengetahui keadaan gizi dan Jawa Tengah. Pengukuran variabel
tumbuh kembang anak karena berat badan independen (faktor-faktor yang mempengaruhi
sensitif terhadap perubahan.4 pemberian MP ASI) adalah menggunakan usia
pertama, jenis, frekuensi dan jumlah pemberian

89
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2, Juni 2017

menggunakan kuisioner yang telah diuji Hasil


validitas dan reliabilitas dengan nilai Croncbach
alpha sebesar 0,812. Pengukuran variabel Hasil penelitian pada Tabel 1
dependen (berat badan anak) menggunakan menunjukkan dari 91 responden, lebih dari
timbangan bayi dan timbangan injak. Teknik setengah responden mendapatkan MP ASI
analisis data menggunakan uji statistik Chi pada usia >6 bulan dengan persentase sebesar
Square dengan derajat kepercayaan 95% 58,2% (63 responden), frekuensi pemberian 3-
dengan = 0,05 dan untuk mengetahui faktor 4 kali per hari dengan persentase sebesar
pemberian MP ASI yang paling mempengaruhi 46,1% (42 responden), jenis MP ASI yaitu
berat badan anak digunakan uji regresi logistik. makanan keluarga dengan persentase sebesar
41,7% (38 responden) dan jumlah pemberian
gelas nasi ditambah satu potong lauk dengan
persentase sebesar 43,9% (40 responden).

Tabel 1. Faktor yang mempengaruhi pemberian makanan pedamping air susu ibu (MP ASI)
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah %
pemberian MP ASI
Usia Pertama
< 6 bulan 28 30,8
> 6 bulan 63 58,2
Total 91 100
Frekuensi
2-3 kali/hari 27 29,7
3-4 kali/hari 42 46,1
> 4 kali/hari 22 24,2
Total 91 100
Jenis Makanan
Lumat 16 17,6
lembik 37 40,7
Keluarga 38 41,7
Total 91 100
Jumlah
2-3 sdm 17 18,7
-3/4 gelas 34 37,4
gelas + 1 potong lauk 40 43,9
91 100

Data distribusi berat badan anak usia 6-24 setengah responden memiliki berat badan
bulan dari hasil penelitian pada Tabel 2 normal dengan prosentase sebesar 56% (51
menunjukkan 91 responden dengan lebih dari responden).

Tabel 2. Distribusi berat badan anak usia 6-24 bulan


Berat Anak Jumlah %
Tidak Normal
Kurang
Sangat kurang 16 17,6
Lebih 2 2,2
22 24,2
Normal 51 56,0
Total 91 100

90
Wilujeng CS, et al. Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Makanan.

Analisis Hubungan Faktor yang diperoleh nilai p = 0,000 maka hasil uji
Mempengaruhi Pemberian MP ASI terhadap statistik dikatakan signifikan sehingga
Berat Badan Anak Usia 6-24 Bulan: terdapat hubungan antara usia pertama
Hasil analisis data pada Tabel 3 dapat pemberian MP ASI dengan berat badan anak
diketahui bahwa dari 91 responden, sebanyak usia 6-24 bulan. Pada variabel jenis MP ASI
63 responden yang memberikan MP ASI yang diberikan, diperoleh nilai p = 0,000
pada usia yang benar memiliki berat badan maka hasil uji statistik dikatakan signifikan
normal dengan prosentase 50,5% (46 sehingga terdapat pengaruh antara jenis
responden). Sebanyak 46 responden yang pemberian MP ASI terhadap berat badan
memberikan jenis MP ASI yang benar anak usia 6-24 bulan. Pada variabel frekuensi
memiliki berat badan normal dengan pemberian MP ASI diperoleh nilai p = 0,000,
persentase 44,0% (40 responden). Sebanyak maka hasil uji statistik dikatakan signifikan
45 responden yang memberikan frekuensi sehingga terdapat hubungan antara frekuensi
MP ASI yang benar memiliki berat badan pemberian MP ASI dengan berat badan anak
normal dengan persentase 38,5% (35 usia 6-24 bulan dan untuk variabel jumlah
responden). Sebanyak 53 responden yang diperoleh nilai p = 0,002 maka hasil uji
memberikan jumlah MP ASI yang benar statistik dikatakan signifikan sehingga
memiliki berat badan normal dengan terdapat hubungan antara jumlah pemberian
persentase 40,7% (37 responden). MP ASI dengan berat badan anak usia 6-24
Hasil uji statistik untuk variabel usia bulan.
pertama pemberian MP ASI dengan = 0,05

Tabel 3. Analisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian MP ASI terhadap
berat badan anak usia 6-24 Bulan
Berat Badan Total
Variabel Normal Tidak Normal p
%
n % N %
Salah 5 5,5 23 25,3 28 30,8
1. Usia 0,000
Benar 46 50,5 17 18,7 63 69,2
Salah 11 12,1 34 37,4 45 49,5
2. Jenis 0,000
Benar 40 44,0 6 6,6 46 50,5
Salah 16 17,6 30 33,0 46 50,5
3. Frekuensi 0,000
Benar 35 38,5 10 11,0 45 49,5
Salah 14 15,4 24 26,4 38 41,8
4. Jumlah 0,002
Benar 37 40,7 16 17,6 53 58,2

Analisis Faktor yang Paling Berpengaruh yang paling mempengaruhi berat badan anak
terhadap Berat Badan Anak Usia 6-24 bulan: usia 6-24 bulan pada anak adalah jenis
Hasil analisis data secara regresi logistik pemberian MP ASI (p = 0.000) dan usia awal
pada Tabel 4 menunjukkan bahwa faktor pemberian MP ASI (p = 0.004).

Tabel 4 . Analisis multivariat regresi logistik


Cl (95%)
Variabel p OR
Lower Upper
Usia 0.004 6.811 1.872 24.776
Jenis 0.000 13.935 4.376 44.375

91
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2, Juni 2017

Pembahasan peningkatan usia ibu dapat mempengaruhi


pengalaman ibu dalam mengasuh anak dan
Hubungan Usia Awal Pemberian MP ASI pengetahuan ibu lebih banyak mengenai MP
dengan Berat Badan: ASI.9 Penelitian terdahulu juga menunjukkan
Hasil analisis hubungan usia awal bahwa terdapat hubungan antara pola
pemberian MP ASI dengan berat badan pemberian nutrisi pada bayi yang salah
anak usia 6-24 bulan didapatkan nilai p = satunya adalah usia pertama pemberian
0,000 (p < 0,05) (lihat Tabel 3). Hasil analisis dengan status gizi berdasar berat badan
menunjukkan bahwa usia awal pemberian menurut usia,yang menunjukkan adanya
MP ASI memiliki hubungan terhadap berat perbedaan pertumbuhan antara anak yang
badan anak usia 6-24 bulan di Puskesmas tidak mendapatkan MP ASI dan yang telah
Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah. mendapatkan MP ASI.10
Pada bayi usia 6-23 bulan, selain ASI
bayi mulai bisa diberi makanan pendamping Hubungan Jenis Pemberian MP ASI dengan
ASI, karena pada usia tersebut bayi sudah Berat Badan:
mempunyai refleks mengunyah dengan Hasil analisis hubungan jenis
pencernaan yang lebih kuat.7 Pemberian MP pemberian MP ASI dengan berat badan
ASI yang kurang tepat digolongkan pada anak usia 6-24 bulan didapatkan nilai p =
pemberian MP ASI pada umur <6 bulan dan 0,000 (p < 0,05) (lihatTabel 3). Hasil analisis
pemberian MP ASI yang tepat digolongkan menunjukkan bahwa jenis MP ASI memiliki
pada anak yang diberikan MP ASI pada hubungan terhadap berat badan anak usia
umur 6 bulan.8 6-24 bulan di Puskesmas Cluwak Kabupaten
Ibu-ibu di daerah pedesaan cenderung Pati Jawa Tengah.
memberikan MP ASI pada usia kurang dari 6 Pengenalan dan pemberian MP ASI
bulan akan tetapi tidak sedikit pula dari para harus dilakukan secara bertahap baik bentuk
ibu yang sudah mulai memberikan MP ASI maupun jumlahnya, sesuai dengan
setelah 6 bulan. Pemberian MP ASI dini di kemampuan pencernaan bayi/anak. Proses
daerah pedesaan biasanya lebih banyak ini juga membutuhkan keterampilan motorik
disebabkan oleh alasan budaya dan oral. Keterampilan motorik oral berkembang
kepercayaan masyarakat setempat. Hal ini dari refleks menghisap menjadi menelan
berkaitan dengan masih kuatnya pengaruh makanan yang berbentuk bukan cairan
dukun kampung dan orang tua yang masih dengan memindahkan makanan dari lidah
berpegang pada adat kebiasaan lama bagian depan ke lidah bagian belakang.11
secara turun temurun dan masih dipatuhi Sebagai panduan pemberian MP ASI,
oleh ibu-ibu muda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Menurut Notoadmojo (2003) ada mensyaratkan saat yang tepat pemberian
banyak faktor yang menyebabkan ibu makanan pada bayi merupakan upaya
memberikan MP ASI dini pada bayi pengenalan bertahap, mulai dari makanan
diantaranya yaitu pengetahuan, informasi murni cair (ASI), makanan lunak (bubur
yang diperoleh seorang ibu terkadang susu), kemudian makanan lembek (tim
sangat minim karena pengetahuan yang saring), makanan agak kasar, hingga
tidak dimilikinya. Masih rendahnya makanan padat (makanan orang dewasa)
pengetahuan ibu tentang pemberian MP ASI pada usia diatas 12 bulan.12
dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu umur Faktor yang mempengaruhi jenis
ibu, pendidikan, pekerjaan dan sosial pemberian MP ASI yaitu umur ibu,
ekonomi. Keterkaitan usia ibu dengan usia pendidikan, pekerjaan dan sosial ekonomi.7
awal pemberian MP ASI dapat yaitu bahwa Berdasarkan hasil penelitian didapatkan

92
Wilujeng CS, et al. Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Makanan.

tingkat pendidikan terakhir ibu adalah SMA disesuaikan dengan tahap perkembangan
sebanyak 52 orang (57,1%), SMP 33 orang dan pertumbuhan bayi dan anak usia 6-24
(36,3%) dan masih ada 6 orang (6,6%) ibu bulan. Kebutuhan energi dari makanan
dengan pendidikan terakhir SD serta tidak adalah sekitar 200 kkal per hari untuk bayi
ada ibu dengan pendidikan terakhir usia 6-8 bulan, 300 kkal per hari untuk bayi
perguruan tinggi. usia 9-11 bulan dan 550 kkal per hari untuk
anak usia 12-23 bulan.13
Hubungan Frekuensi Pemberian MP ASI Penelitian di Kabupaten Kendal yang
dengan Berat Badan: menyatakan bahwa ada hubungan antara
Hasil analisis hubungan frekuensi tingkat konsumsi makanan dengan status
pemberian MP ASI dengan berat badan gizi bayi umur 6-12 bulan.14 Hasil penelitian
anak usia 6-24 bulan didapatkan nilai p = ini juga didukung oleh hasil penelitian yang
0,000 (P < 0,05) (lihatTabel 3). Hasil analisis menyatakan bahwa tingkat kesehatan gizi
menunjukkan bahwa frekuensi pemberian sesuai dengan konsumsi pangan, tingkat
MP ASI memiliki hubungan terhadap berat kesehatan gizi terbaik adalah kesehatan gizi
badan anak usia 6-24 bulan di Puskesmas optimum dimana keadaan kesehatan gizi
Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah. tergantung dari tingkat konsumsi. Jadi, dapat
Pemberian makanan pendamping ASI disimpulkan bahwa tingkat kesehatan
baik tekstur, frekuensi dan porsi makanan ditentukan dengan asupan gizi yang masuk
harus disesuaikan dengan tahap ke dalam tubuh. Jika jumlah asupan
perkembangan dan pertumbuhan bayi dan makanan yang masuk ke dalam tubuh
anak usia 6-24 bulan.2 Frekuensi pemberian kurang tepat dapat memicu terjadinya gizi
makanan pendamping ASI berdasarkan kurang, jika jumlah asupan makanan yang
pada usia anak adalah anak usia 6-8 bulan masuk ke dalam tubuh berlebih akan
diberikan MP ASI berupa makanan lumat memicu terjadinya gizi lebih.15
sebanyak 2-3 kali sehari dengan Kejadian masih rendahnya
penambahan makanan selingan 1-2 kali pengetahuan ibu tentang pemberian MP ASI
sehari, anak usia 9-11 bulan diberikan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu umur
makanan lembik sebanyak 3-4 kali sehari ibu, pendidikan, pekerjaan dan sosial
dengan makanan selingan 1-2 kali sehari, ekonomi.9
serta anak usia 12-24 bulan diberikan
makanan keluarga sebanyak 3-4 kali sehari Faktor yang Mempengaruhi Berat Badan
dengan pemberian makanan selingan 2 kali Anak Usia 6-24 Bulan:
sehari.2 Hasil analisis pada Tabel 3
menunjukkan bahwa ada hubungan usia
Hubungan Jumlah Pemberian MP ASI awal, jenis, frekuensi dan jumlah pemberian
dengan Berat Badan: MP ASI terhadap berat badan anak usia 6-
Hasil analisis hubungan jumlah 24 bulan. Untuk mengetahui faktor mana
pemberian MP ASI dengan berat badan yang paling berpengaruh terhadap berat
anak usia 6-24 bulan didapatkan nilai p = badan anak usia 6-24 bulan, maka dilakukan
0,002 (p < 0,05) (lihatTabel 3). Hasil analisis uji regresi logistik. Dari hasil uji regresi
menunjukkan bahwa jumlah pemberian MP logistik (lihatTabel 4) diketahui bahwa faktor
ASI memiliki hubungan terhadap berat yang paling berpengaruh terhadap berat
badan anak usia 6-24 bulan di Puskesmas badan anak usia 6-24 bulan adalah usia
Cluwak Kabupaten Pati Jawa Tengah. awal dan jenis pemberian MP ASI. Anak usia
Makanan pendamping ASI baik tekstur, 6-24 bulan yang mendapatkan jenis
frekuensi dan porsi makan harus pemberian MP ASI yang salah akan

93
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2, Juni 2017

mengalami berat badan tidak normal dengan Kesimpulan


kemungkinan risiko terjadinya adalah 13,9
kali daripada anak yang pemberian MP ASI- Kesimpulan dari penelitian ini adalah
nya sesuai dengan jenisnya, dan anak yang bahwa faktor yang paling berpengaruh
mendapatkan pemberian MP ASI pada usia terhadap berat badan anak usia 6-24 bulan
yang salah atau tidak sesuai usianya akan adalah usia awal dan jenis pemberian MP
mengalami berat badan tidak normal dengan ASI. Anak usia 6-24 bulan yang
kemungkinan risiko terjadinyaadalah 6,8 kali mendapatkan jenis pemberian MP ASI yang
daripada anak yang pemberian MP ASI-nya salah akan mengalami berat badan tidak
sesuai usianya. normal dengan kemungkinan risiko
Usia pertama dan jenis MP ASI yang terjadinya adalah 13,9 kali daripada anak
diberikan merupakan faktor utama yang yang pemberian MP ASI-nya sesuai dengan
paling bermakna hubungannya terhadap jenisnya, dan anak yang mendapatkan
berat badan anak usia 6-24 bulan. Akibat pemberian MP ASI pada usia yang salah
yang ditimbulkan karena pemberian MP ASI atau tidak sesuai usianya akan mengalami
tidak sesuai umur meliputi jangka panjang berat badan tidak normal dengan
dan jangka pendek. Akibat jangka pendek kemungkinan risiko terjadinyaadalah 6.8 kali
yang ditimbulkan adalah infeksi saluran daripada anak yang pemberian MP ASI-nya
pencernaan dan kekurangan gizi. sesuai usianya.
Sedangkan akibat jangka panjang yang
timbul adalah obesitas karena asupan energi Saran
yang berlebih karena lambung yang sudah
terbiasa mendapat asupan energi berlebih Pada penelitiannya selanjutnya
akan terasa kurang apabila yang dimakan diharapkan dapat meneliti status gizi
hanya sekedar mencukupi kebutuhan berdasarkan indikator lain seperti berat
harian.16 badan berdasarkan tinggi badan serta perlu
Frekuensi dan jumlah pemberian MP meninjau aspek lain yang dapat
ASI bisa dipengaruhi oleh jumlah makanan mempengaruhi pemberian MP ASI terhadap
atau minuman yang masuk (intake) dan berat badan seperti kondisi sosial atau
keluar (out-take) pada tubuh seorang anak kondisi sakit pada anak.
serta aktifitas anak terhadap frekuensi dan
jumlah pemberian MP ASI yang Daftar Pustaka
berhubungan dengan metabolisme anak.
Selain itu masalah status gizi yang salah 1. Maryunani A. Ilmu Kesehatan Anak
satunya berat badan berdasarkan usia, dalam Kebidanan. Jakarta: Trans Info
merupakan masalah multifaktorial yang tidak Media. 2010.
hanya disebabkan oleh pola pemberian MP 2. Perinasia. Manajemen Makanan
ASI yang salah. Masalah gizi pada Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI).
umumnya disebabkan oleh kemiskinan, Jakarta: PERINASIA. 2014.
kurangnya ketersediaan pangan, sanitasi 3. Siregar. Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
lingkungan yang buruk, kurangnya Ekslusif dan Faktor-faktor yang
pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu Mempengaruhinya. Sumatera Utara:
seimbang dan kesehatan.17 Universitas Sumatera Utara. 2004.
4. Soetjiningsih& Ranuh IGNG. Tumbuh
Kembang Anak. Jakarta: EGC. 2012.
5. Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.

94
Wilujeng CS, et al. Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Makanan.

Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan 17. Almatseir S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
Penelitian dan Pengembangan Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2004.
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
2013.
6. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. Profil Kesehatan Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2012. Jakarta:
Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia. 2014.
7. Gibson RS, Ferguson EL & Lehrfeld J.
Complementary Foods for Infant Feeding
in Developing Countries: Their Nutrient
Adequacy and Improvement. J Clinical
Nutrition. 2008; 72:421-429.
8. Bogue J. Parental Perceptions of
Feeding Practices in Five European
Countries: An Exploratory Study. J
Clinical Nutrition. 2007; 61:946-956.
9. Notoatmodjo. Pendidikan dan Perilaku
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. 2003.
10. Hidayat. Hubungan antara Pola
Pemberian Nutrisi Saat Bayi Berusia 0-6
Bulan dengan Status Gizi Balita di
Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran
Surabaya. Jurnal Gizi Pangan. 2009.
11. Sulistidjani. Menjaga Kesehatan Bayi dan
Balita. Jakarta: Puspa Swara. 2004.
12. World Health Organization. Infant and
Young Child Feeding. Switzerland:WHO
Press. 2009. p 3-19.
13. Bowman BA and Russel RM. Present
Knowledge in Nutrition.8th Edition.
Washington DC: ILSI Press. 2001.
14. Larasati W. Hubungan antara Praktik
Pemberian Makanan Pendamping ASI
(MP ASI) dan Penyakit Infeksi Kaitannya
dengan Status Gizi pada Bayi Umur 6-12
bulan. Tugas Akhir. Tidak Diterbitkan.
Semarang: Universitas Negeri
Semarang. 2010.
15. Sediaoetama AJ. Ilmu Gizi Untuk
Mahasiswa dan Profesi. Jilid II. Jakarta:
Dian Rakyat. 2000.
16. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Pedoman Umum Gizi
Seimbang. Jakarta: Departemen
Kesehatan. 2007.

95