You are on page 1of 2

Jakarta, CNN Indonesia -- Satu pekan terakhir, dunia digemparkan oleh peristiwa pembunuhan

Kim Jong-nam, kakak tiri dari pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, di Malaysia.
Kepolisian Malaysia sudah menyatakan bahwa Kim Jong-nam kemungkinan tewas akibat racun
sangat berbahaya bernama "agen saraf VX.
Lantas seberapa mengerikan racun ini?
Ahli Toksikologi dari Universitas Udayana Bali, I Made Agus Gelgel Wirasuta mengatakan
racun yang memiliki nama kimia methylphosphonothiolate ini bekerja cepat dalam
melumpuhkan sistem saraf manusia. Tak berselang lama, racun ini akhirnya melenyapkan nyawa
manusia.
"Racun ini bekerja dengan cara memblokade enzim asetilkolin esterase, yang melumpuhkan
sistem tubuh dan saraf manusia," ujarnya kepada CNN Indonesia, Jumat (24/2).
Made melanjutkan, lumpuhnnya sistem saraf manusia itu menyebabkan siapapun yang terkena
racun ini berada dalam keadaan tidak bisa bergerak atau paralisis. Dan setelah itu, kematian
tinggal menunggu waktu.
"Biasanya, orang yang terkena racun ini 30 menit kemudian meninggal," katanya.
Made mengungkapkan, racun VX ini cara kerjanya serupa dengan racun propoxur dalam obat
anti nyamuk, ketika melumpuhkan dan membunuh nyamuk. Namun, VX jauh lebih beracun
dibandingkan propoxur sehingga mudah membunuh manusia.
Racun ini, lanjut Made, 'khasiat' racunnya seribu kali lebih dahsyat dari sianida. Hal itu
menyebabkan orang yang terkena racun ini sangat sulit diselamatkan nyawanya.
"Keadaan paralisis itu yang menyebabkan orang terdampak racun ini jadi sangat sulit diobati,"
katanya.
Menariknya, racun ini sangat sulit dikenali sebagai bahan berbahaya. Sebab agen VX sama
sekali tidak berwarna dan berbau. Namun, kata Made, racun ini memang agak berminyak.
"Ciri yang semacam itulah yang membuat racun ini sulit dikenali," ujarnya.
Untuk mendapatkan racun ini, tidaklah mudah. Sebab dunia sudah 'mengharamkan' peredaraan
dan penggunaan racun ini. Konvensi Senjata Kimia pada 1993 dengan tegas sudah melarang
penggunaan zat ini untuk tujuan apapun.
Made juga mengatakan, apabila dijual di pasar gelap, racun ini juga tidak menguntungkan. Sebab
tidak ada yang ingin membeli racun ini untuk kepentingan apapun.
"Justru, apabila ada yang nekad menjual VX, dia berpotensi mati akibat racun yang dijualnya
sendiri," kata Made.
Agen VX ini pernah digunakan di beberapa medan perang. Pusat Pengawasan dan Pencegahan
Penyakit Amerika Serikat pernah mengungkapkan bahwa VX pernah digunakan dalam perang
Iran-Irak pada 1980.
Dan pada 2013, organisasi "dokter tanpa batas" menemukan gejala keracunan gas saraf pada
beberapa korban perang Suriah. Hal itu menunjukkan bahwa gas saraf, yang salah satu unsurnya
adalah racun VX, telah digunakan dalam perang yang melibatkan rezim Bashar Assad dengan
para pemberontak itu.