You are on page 1of 15

MAKALAH SOSIOLOGI

BENTUK KELOMPOK SOSIAL MENURUT EMILE DURKHEIM


DAN FERDINAND TONNIES

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 1

1. AHMAD MURTADO
2. AYU INDAH PERMATA SUCI
3. NUR AZMI HANINDIA
4. SHELLA ANTIKA
5. MAKDALENA FRISDA
KELAS: XI IPS 1
GURU PEMIMBING : YUDI HARYANTO S.Pd

TAHUN PEMBELAJARAN 2017/2018


SMA PLUS NEGERI 2 BANYUASIN III
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang,
Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam
pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya
untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

pangkalan balai, 26 juli 2017

Penyusun
DAFTAR ISI
Kata pengantar ............................................................................................................... i

Daftar isi .................................................................................................................... ii-iii

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. latar belakang .................................................................................................... 1


1.2. rumusan masalah ................................................................................................ 2
1.3. tujuan masalah .................................................................................................... 2
1.4. Manfaat Masalah................................................................................................. 2

BAB II

PEMBAHASAN

2.1klasifikasi menurut emil dorkhem .........................................................................3-6

2.2klasifikasi menurut Ferdinand tonnes.............................................................6-9

BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN....9

3.2 SARAN..9
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia merupakan makhluk sosial. Sebagai mahluk sosial tentu manusia tidak dapat hidup
sendiri. Mereka akan saling ketergantungan satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Manusia tanpa manusia lainnya pasti akan mati.
Manusia memiliki naluri untuk hidup dengan orang lain. Naluri manusia untuk selalu hidup
dengan orang lain disebut gregariousness sehingga manusia disebut juga social animal atau
hewan sosial. Karena sejak dilahirkan, manusia sudah mempunyai dua hasrat atau keinginan
pokok yaitu keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain dan keinginan untuk menjadi
satu dengan suasana alam sekelilingnya.
Manusia merupakan makhluk yang bersegi jasmaniah dan rohaniah. Segi rohaniah
manusia terdiri dari pikiran dan perasaan. Apabila diserasikan, akan menghasilkan kehendak
yang kemudian menjadi sikap tindak. Sikap tindak itulah yang kemudian menjadi landasan gerak
segi jasmaniah manusia.
Hubungan kesinambungan antara manusia dengan manusia lainnya akan menghasilkan
pola pergaulan yang dinamakan interaksi sosial. Dalam melakukan interaksi sosial terjadi
hubungan antar manusia (lebih dari 1 pelaku). Proses tersebutlah yang mejadi awal terbentuknya
kelompok sosial. Kelompok sosial adalahhimpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama.
Ada aksi dan ada reaksi. Pelakunya lebih dari satu. Antara individu dengan individu, individu
dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.
Sifat dan struktur kelompok sosial berbeda-beda. Ada yang terbentuk dengan di sengaja, atau
tidak disengaja. Ada yang terorganisir, ada yang tidak. Ada kelompok yang terikat secara
lahiriah dan ada yang terikat secara batin. Dan banyak lagi perbedaan-perbedaan yang terdapat
pada
kelompok sosial. Perbedaan tersebut disebabkan karena sifat kelompok sosial yang dinamis
atau sering berubah-ubah setiap waktu.
Berkenaan dengan latar belakang diatas, maka perlu disusun makalah yang mampu
menjadi pendoman bagi mahasiswa Geografi umumnya masyarakat untuk lebih peka dan
mengkaji lebih dalam berkenaan dengan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat
khususnya mengenai kelompok sosial yang sering kita temui dalam kehidupan
bermasyarakat. Oleh sebab itu penulis menulis sebuah makalah yang berjudul Kelompok-
kelompok Sosial dan Kehidupan Masyarakat.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan suatu acuan berdasarkan pada latar belakang masalah diatas
sehingga penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan kelompok sosial?
2. Bagaimana dasar pembentukan kelompok sosial?
3. klasifikasi kelompok social menurut emil derkhim?

C. Tujuan Makalah
1. Mendeskripsikan tentang pengertian kelompok sosial.
2. Mendeskripsikan tentang dasar pembentukan kelompok sosial.
3. Mendeskripsikan tentang klasifikasi tipe-tipe kelompok sosial.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang saling memiliki hubungan dan saling
berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan dan rasa memiliki.

1. KLASIFIKASI EMILE DURKHEIM


Emile Durkheim tokoh sosiologi yang berasal dari Perancis sebagai peletak dasar sosiologi
modern membagi kelompok sosial atas dua jenis berdasarkan ikatan sosial yang disebut
dengan solidaritas sosial. Solidaritas sosial itu berasal dari individu yang berarti individu
tersebut saling bekerja sama. Masyarakat mempunyai solidaritas sosial yaitu biasa disebut
dengan ikatan kesamaan. Adapun dua solidaritas sosial yang dimaksud adalah solidaritas
mekanik dan solidaritas organik.

a. Solidaritas Mekanik

Solidaritas mekanik adalah ciri yang menandai bagi masyarakat sederhana yang hidup
terpisah dalam kelompok-kelompok kecil. Pada masyarakat ini belum ada pembagian kerja
atau spesialisasi dalam hal pekerjaan karena pada dasarnya setiap pekerjaan dilakukan secara
bersama-sama atau gotong royong. Masyarakat ini juga terikat oleh kesamaan dan kesadaran
bersama yang kuat. Hubungan sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat cenderung
akrab dan didasarkan pada sistem nilai yang sama.

Contoh masyarakat dengan solidaritas ini adalah masyarakat pedesaan yang masih
tradisional. Pada umumnya masyarakat tersebut mempunyai pekerjaan yang sama, yaitu
sebagai petani.

Ciri-ciri solidaritas mekanik


adalah solidaritas yang merujuk kepada ikatan sosial yang dibangun atas kesamaan,
kepercayaan dan adat bersama.
Disebut dengan mekanik itu karena orang yang hidup dalam unit keluarga suku atau kota
relatif dapat berdiri sendiri dan juga memenuhi semua kebutuhan hidup tanpa tergantung
pada kelompok-kelompok lain.

Ciri-ciri masyarakat dalam solidaritas mekanik adalah:

1. Adanya keteraturan, keteraturan dalam ikatan mekanik merupakan ikatan kesamaan yang
segmentis yaitu artinya terbatas. Ikatan mekanik juga muncul kesadaran baru yaitu biasa
disebut dengan konsisten yang artinya memaksa diri sendiri.
2. Hukum represif, dalam artian tidak bisa dipaksa oleh diri yaitu sama dengan kelompok kita.
Order adalah keteraturan yang berarti suatu ketaatan yang membutuhkan kesadaran moral
dari setiap individu-individu. Dalam ikatan mekanik, order dan kesadaran moral ini sangat
penting dan mendukung sekali.
3. Dipaksa (penal law).

b. Solidaritas Organik
Solidaritas organik adalah bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks
atau beragam yang telah mengenal pembagian kerja secara rinci. Dengan demikian muncul
keahlian tertentu yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat yang mengakibatkan setiap
golongan dalam masyarakat saling tergantung satu sama lain dan tidak dapat hidup secara
sendiri tanpa melakukan hubungan atau kerja sama dengan golongan lain dalam masyarakat.
Namun demikian kesadaran bersama di antara mereka lemah.

Misalnya kehidupan pada masyarakat kota. Ada banyak jenis pekerjaan pada masyarakat
kota, seperti karyawan swasta, pengusaha, buruh, guru, pegawai negeri, dan lain-lain, di
mana mereka saling membutuhkan atau berhubungan yang didasarkan pada pemenuhan
kebutuhan masing-masing, bukan atas ikatan moral (kebersamaan). Keadaan demikian dapat
disamakan dengan bagian-bagian suatu organisme yang merupakan suatu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan, karena apabila salah satu bagian rusak maka organisme tersebut akan
macet.
Ciri-ciri solidaritas organik
adalah menguraikan tatanan sosial berdasarkan perbedaan individual diantara rakyat, yang
merupakan ciri dari masyarakat modern, khususnya yaitu daerah perkotaan. Bersandar pada
pembagian kerja yang rumit dan didalamnya orang terspesialisasi dalam pekerjaan yang
berbeda-beda. Dalam pembagian kerja yang rumit ini, Emile Durkheim melihat adanya
kebebasan yang lebih besar untuk semua masyarakat.

Solidaritas mekanik dan solidaritas organik mempunyai berbagai macam perbedaan


diantaranya yaitu:

a. Solidaritas mekanik, relatif berdiri sendiri (tidak bergantung kepada orang lain) dalam
keefisienan kerja, terjadi di masyarakat sederhana, primitif, dan tradisional, merupakan ciri
dari masyarakat tradisional, kerja tidak terorganisir, beban lebih berat, individualis rendah,
dan represif yaitu tidak bisa dipaksa diri.
b. Sedangkan solidaritas organik adalah saling berkaitan dan mempengaruhi dalam
keefesienan kerja, dilangsungkan oleh masyarakat yang kompleks, ciri dari masyarakat
modern atau perkotaan, kerja terorganisir dengan baik, beban ringan, individualis tinggi, dan
adanya pembagian kerja.
ANALISA TERHADAP ORGANISASI / KELOMPOK SOSIAL YANG ADA DI
MASYARAKAT MENURUT TEORI EMILE DURKHEIM

1. Sekolah
Termasuk ke dalam solidaritas organik. Karena sekolah merupakan suatu organisasi / instansi
pemerintah yang di dalamnya terdapat pembagian kerja (tugas) masing-masing bagian yang
saling berkaitan dan mempengaruhi dalam keefesienan kerja, kemudian dijalankan oleh
masyarakat yang kompleks dengan sistem kerja yang terorganisir dengan baik, beban ringan,
individualis tinggi.

2. RT, RW (Masyarakat desa yang masih tradisional)


Termasuk ke dalam solidaritas mekanik. Karena masyarakat ini terikat oleh kesamaan dan
kesadaran bersama yang kuat. Hubungan sosial yang terjadi di antara anggota masyarakat
cenderung akrab dan didasarkan pada sistem nilai yang sama. Di dalam masyarakat desa juga
terdapat rasa kekeluargaan dan sling gotong royong.

3. IDI ( Ikatan Dokter Indonesia)


Termasuk ke dalam solidaritas organik. Karena IDI merupakan suatu organisasi yang di
dalamnya terdapat pembagian kerja (tugas) masing-masing bagian yang saling berkaitan dan
mempengaruhi dalam keefesienan kerja, kemudian dijalankan oleh masyarakat yang
kompleks dengan sistem kerja yang terorganisir dengan baik, beban ringan, individualis
tinggi.

4. Koperasi
Termasuk ke dalam solidaritas organik. Karena koperasi merupakan suatu organisasi yang di
dalamnya terdapat pembagian kerja (tugas) masing-masing bagian yang saling berkaitan dan
mempengaruhi dalam keefesienan kerja, kemudian dijalankan oleh masyarakat yang
kompleks dengan sistem kerja yang terorganisir dengan baik, beban ringan, individualis
tinggi.
2. KLASIFIKASI FERDINAND TONNIES

Tokoh lain yang membagi jenis kelompok sosial adalah Ferdinand Tonnies, seorang sosiolog
dari Jerman. Ia membagi kelompok sosial ke dalam dua jenis kelompok, yaitu gemeinschaft
dan gesellschaft.

a. Gemeinschaft (Paguyuban)

Kelompok sosial ini digambarkan sebagai kehidupan bersama yang intim dan pribadi, yang
merupakan suatu keterikatan yang dibawa sejak lahir.
Gemeinschaft dibagi atas tiga tipe, yaitu gemeinscharft by blood, gemeinschaft of place, dan
gemeinschaft of mind.

1) Gemeinschaft by blood adalah paguyuban yang mengacu pada kekerabatan, atau di


dasarkan pada ikatan darah atau keturunan.

2) Gemeinschaft of place adalah paguyuban yang mengacu pada kedekatan tempat, sehingga
dapat saling bekerja sama dan tolong-menolong.

3) Gemeinschaft of mind adalah paguyuban yang mengacu pada hubungan persahabatan


karena persamaan minat, hobi, profesi, atau keyakinan. Misalnya kelompok agama.

b. Gesellschaft (Patembayan)

Gesellschaft adalah ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek,
bersifat sebagai suatu Bentuk dalam pikiran belaka, dan strukturnya bersifat mekanis. Bentuk
patembayan terutama terdapat di dalam hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal
balik misalnya ikatan antarpedagang, organisasi pegawai dalam suatu pabrik atau industri.
Perbedaan antar Gemeinschaft dengan Gesellschaft:

1. Ciri Gemeinschaft menurut hubungan sosial yaitu ikatan keluarga, sedangkan gesselschaft
yaitu pertukaran ekonomi.
2. Ciri Gemeinschaft menurut Institusi khas yaitu keluarga, sedangkan Gesselschaft yaitu
negara dan ekonomi.
3. Ciri Gemeinschaft menurut Citra tentang individu yaitu kedirian, sedangkan Gesselschaft
yaitu orang, warga.
4. Ciri Gemeinschaft menurut bentuk kekayaan yaitu tanah, sedangkan gesselschaft yaitu
uang.
5. Ciri gemeinschaft menurut tipe hukumyaitu hukum keluarga, sedangkan gesselschaft yaitu
hukum kontrak.
6. Ciri gemeinschaft menurut institusi sosial yaitu desa, sedangkan gesselschaft yaitu kota.
7. Ciri gemeinschaft menurut kontrol sosial yaitu adat dan agama, sedangkan gesselschaft
yaitu hukum dan pendapat umum.
8. Ciri dari Gemeinschaft yaitu berbentuk komunitas sedangkan ciri dari Gesellschaft yaitu
masyarakat modern. Tentang hal ini pula secara tidak langsung bagi Tonies faktor-faktor
yang mempengaruhi perubahan masyarakat dimana prinsip evolusi yang ia miliki hampir
sama dan senada dengan prinsip evolusi ahli lain seperti Max Weber begitu juga dengan
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara penyebab terjadi perubahan itu adalah adanya
kecenderungan berfikir secara rasional, perubahan orientasi hidup, proses pandangan
terhadap suatu aturan dan sistem organisasi. Sebagai contoh kasus ialah adanya suatu
masyarakat bernama kampung Ambon di daerah Bekasi, dimana asalnya sebuah komunitas
tersebut merupakan hanya kaum urban yang datang dari Ambon dan sekitarnya untuk
mencari penghasilan dengan bekerja seadanya, namun seiring dengan perubahan masa, waktu
dan zaman urbanisasi yang datang dari daerah tersebut semakin banyak dan mengikuti
pendahulunya yang lain untuk menempati lokasi yang sama. Sehingga saat ini terbentuklan
suatu masyarakat Ambon yang datang ke Jakarta setelah sebelumnya hanya sebuah
komunitas belaka.
ANALISA TERHADAP ORGANISASI / KELOMPOK SOSIAL YANG ADA DI
MASYARAKAT MENURUT TEORI FERDINAND TONNIES

1. Keluarga
Termasuk ke dalam bentuk kelompok sosial gemeinshaft, karena di dalam keluarga terdapat
suatu keterikatan yang terentk sejak manusia lahir. Hal ini juga termasuk dalam gemeinschaft
by blood.

2. Rukun Tetangga, Rukun Warga


Termasuk ke dalam bentuk kelompok sosial gemeinschaft karena di dalam RT dan RW
terdapat keterikatan antar masyarakat yang terjalin sejak lahir atau sejak lama. Dalam
lingkungan RT dan RW juga terdapat rasa kekeluargaan dan tolong-menolong juga gotong
royong, hal ini termasuk jenis gemeinschaft of place.

3. Sekolah
Termasuk ke dalam bentuk kelompok sosial gesellschaft karena terdapat kontrak atau jangka
waktu yang telah ditentukan bagi siswa yang bersekolah yaitu tiga tahun. Selain itu juga
terdapat suatu sistem timbal-balik diantara pihak sekolah/pemerintah dengan siswa, yaitu
siswa dapat mendapat ilmu pengetahuan dari bapak/ibu guru, pihak sekolah mendapat
pembayaran SPP dari siswa juga pihak guru mendapat gaji dari jasanya yang disampaikan
oleh pemerintah.

4. NU (Nahdatul Ulama)
Termasuk ke dalam bentuk kelompok sosial gemeinschaft karena mengacu pada hubungan
persahabatan karena persamaan agama atau keyakinan yaitu Islam (Gemeinschaft of mind).

5. Koperasi
Termasuk ke dalam bentuk kelompok sosial gemeinschaft karena mengacu pada hubungan
persahabatan karena persamaan profesi yaitu karyawan koperasi.
(Gemeinschaft of mind).

6. Kelompok kekerabatan
Termasuk ke dalam bentuk kelompok sosial gemeinschaft karena mengacu pada hubungan
persahabatan/kekerabatan
7. Partai politik berdasarkan agama
Termasuk ke dalam bentuk paguyuban karena ideologi.
8. Ikatan antara pedagang, organisasi dalam suatu pabrik atau industry
Termasuk ke dalam bentuk patembayan (gesellschaft) karena hubungan antar anggota bersifat
formal, memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal serta memperhitungkan guna..
.
9. OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)
Termasuk ke dalam bentuk gesellschaft karena bersifat pokok untuk jangka waktu yang
pendek, bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka, dan strukturnya bersifat mekanis

10. PSSI
Termasuk ke dalam bentuk gesellschaft karena dalam organisasi tersebut terdapat struktur
yang bersifat mekanis.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari uraian pembahasan di atas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai
berikut
1. Kelompok sosial adalah sekumpulan manusia yang mempunyai ciri-ciri yang sama,
mempunyai pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, dan mempunyai
kesadaran bersama akan keanggotaannya.
2. Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat
istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan yang tertikat oleh rasa identitas bersama.
3. Dasar pembentukan kelompok sosial diantaranya : Kepentingan yang sama (Common
Interest), Kesamaan darah dan keturunan (Common Ancestry), daerah atau wilayah yang
Sama dan ciri fisik yang sama

B. Saran
Saran kami kepada semua pihak adalah agar lebih memahami tentang kondisi sosial yang
ada di sekitar kita. Kita adalah manusia dan sebagai makhluk sosial seharusnya peka terhadap
lingkungan sekitar. Khususnya pada kelompok sosial. Pada kehidupan bermasyarakat
terdapat kelompok sosial yang bermacam-macam. Misalnya kelompok primer dan sekunder,
formal dan informal, paguyuban dan patembayan, dan lain-lain seperti yang telah kami
paparkan pada penjelasan makalah di atas. Dan tentunya kita sebagai makluk sosial pasti
termasuk kedalam keanggotaan salah satu kelompok sosial di atas.
Makalah ini bukanlah satu-satunya acuan dalam pendeskripsian kelompok sosial dan
kehidupan masyarakat. Masih banyak referensi yang lebih baik. Kritik dan saran yang
membangun semoga dapat membantu kami menyusun makalah yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2014). Kelompok Sosial. [Online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_sosial[07

September 2014]

Mansyur, Cholil. (1980). Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa. Surabaya : Usaha Nasional

Saidang, (2007). Sosiologi untuk SMA Kelas X. Solo : CV Hamka MJ

Saidang. (2010). Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Solo : CV Hamka MJ

Soekanto, Soerjono (2013). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada