Вы находитесь на странице: 1из 6

LOMBA MENULIS CERPEN

(KEMANUSIAAN)
TAMPANG BOLEH JAHAT NAMUN HATI TIDAK

DITULIS OLEH:

NAMA: AYU INDAH PERMATA


SUCI
KELAS: XI IPS 1

SMA PLUS NEGERI 2


BANYUASIN III
JL.Kedondong Raye, Banyuasin III
Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan 30913

TAMPANG BOLEH JAHAT NAMUN HATI TIDAK

Pagi ini, Kota Jakarta yang cukup ramai dengan ribuan manusia yang sibuk akan pekerjaannya dan keluarganya.
Namaku Hanatasya Ratu Purwantari biasa dipanggil oleh temanku Ratu, aku adalah siswi di SMA Negeri 2 Jakarta
Timur, sekolahku sangat terpopuler di jakarta ini setelah SMA Negeri 1 Jakarta Pusat. Banyak sekali kegiatan yang
dilakukan di sini baik dari bidang akademik dan non akademiknya, juga penghargaan yang telah di kumpulkan oleh
semua siswa dan siswi di sini begitu banyak, karena itu adalah sebuah kebangaan bagi kami semua.
Meskipun sekolah kami adalah sekolah yang terbaik, hal itu tak begitu sesua
i dengan kenyataanya banyak sekali perbedaan yang di buat, baik itu dari segi muridnya yang hanya menumpang
nama, menumpang nama orang tua, dan memamerkan kekayaan, namun dari itu ada juga siswa yang perduli tapi tak
jauh dari anak yang berkecampung di organisasi urusan sekolah yaitu OSIS.
Yah aku memang bukan orang yang pintar terkadang aku juga memiliki rasa malas di sekolah ini, malas dalam
pelajaran, malas dalam tingkah laku. Tingkah laku yang dilakukan oleh semua murid di sini, karena itu aku sangat cuek
sekali pada semuanya. Ada kalanya aku akan membantu jika ada yang dapat di bantu dan aku bisa.
Suatu hari di kota jakarta sedang ada demo besar-besaran yang di lakukan oleh para Pegawai negeri untuk
mengembalikan hak yang salah dipergunakan, karena dengan itu semua murid harus di liburkan yah itu adalah hari yang
sangat menyenangkan jarang sekali libur bukan, kecuali minggu? untuk sekolah yang sangat menguras fisik dan mental
ini.
Aku memiliki sahabat di jakarta, meskipun aku pendatang di sini karena mengikuti orang tua yang pindah dinas
kerja di jakarta. Hingga aku harus meninggalakan kotaku tercinta. Yah kenalakan nama dia Sobrin aku bersahabat
dengannya kurang lebih sudah 4 tahun, dia adalah laki-laki yang sangat kutu buku sekali. Karena ia tak pernah lepas
dari genggaman buku, namun buku yang ia baca bukanlah buku seperti novel, komik, majalah atau lainnya melainkan
buku tentang negara indonesia seperti tentang demokarsi, perjuangan para pahlawan yang dijajah oleh negara lain kala
itu, dan masih banyak lagi yang gak bisa aku sebutin satu per satu.
Dan akhirnya waktunya tiba sobirin berkomentar tentang demo yang di buat oleh para toko utama dan tanggapan
yang di berikan presiden tentang demo tersebut. Ada saja yang bisa ia ucapakan untuk mengekang komentar tersebut
seperti halnya ia tak setuju dengan demo tersebut karena telah membuat kekacuan seenaknya hingga sekolah harus di
liburkan, meninggalakan rutinitas mengajar di kelas bagi sekolah yang tidak di liburkan, dan parahnya lagi pasien-
pasien yang membutuhkan, tidak dapat pertolongan setiap saat dikarenakan demo tersebut. Seharusnya itu dapat di
selesaikan dengan cara demokrasi. Hingga ia berkata bahwa banyak sekali kerugiaan yang mereka sebabkan .
Begitulah sobirin pikirannya bagaikan orang yang sudah dewasa saja, mungkin karena kebanyakan baca buku
tentang politik. Cita cita sobirin yang aku ketahui ia ingin sekali menjadi Pengacara.
Keesokan harinya kami sekolah seperti biasa, di teras depan sekolah seperti halnya aku sedang belajar untuk
ulangan hari ini, sebenarnya aku telah belajar di rumah tadi malam namun di sekolah saya belajar lagi untuk mengulang
agar tak lupa. Tiba-tiba temannku Raya menghapiriku dengan membawakan sepuncuk amplop, entah amplop apa itu.
Raya hai Ratu (sambil memegang pundakku)
Ratu hai Raya, ada apa?
Raya menyodorkan kertas itu di depanku kamu ketua kelas kan?, nih ada surat dari kepala sekolah buat kelas kita,
tadinya sih aku mau kasih sama anak kelas cuman yah kamu tau sendiri lah kelas kita gimana cuman kamu doang yang
bisa ajak bicara masalah ini
Ratu yah bener sih apa yang kamu kata, cuman kalau bukan kita yang ngelakuinnya siapa lagi, mereka? Sampe kucing
bertanduk juga gak akan bisa, kalau enggak ada yang mau mengubah sikap mereka
Raya yah udah mending kamu baca deh suratnya dari tadi aku penasaran apa isinya
Ratu : (dengan membuka kertas secara cepat dan membacanya) oohh ternyata sekolah sedang mengadakan acara bakti
sosial dalam rangka sekolah sosial di jakarta
Raya: yaelah aku kira apaan , coba sini aku liat ( sambil merebut kertas di tangan Ratu) Rat kamu gak baca sampai
habis nih
Ratu: Gimana mau baca sampai habis belum selesai udah kamu serobot aja, emang kenapa?
Raya: acara ini ternyata menggunakan dana dari kita sendiri, dan gak boleh meminta sama orang tua
Ratu: jadi maksud kamu kita harus kerja keras biar bisa dapat uang dana tersebut?
Raya: yah gitu deh, kamu punya ide Rat?
Ratu: kayaknya sih belum, kalau begitu aku harus berpikir keras bagaimana cara mendapatkan uang dana tersebut
Raya:kalau begitu aku ikut alur aja kalau ada yang bisa aku bantu jangan sungkan untuk bilang ke aku oke (bergegas
untuk pergi meninggalkan Ratu)

Pelajaran pertama telah selesai dengan begitu ulangan telah berjalan dengan lancar, namun tidak dengan murid
yang tidak belajar. Raut mereka menandakan ada rasa kecewa dan kesal akan ulangan tadi. Yah begitulah mereka yang
hanya belajar di saat jika ada ulangan saja tidak memperhatikan guru saat menjelaskan.
Di waktu pelajaran kosong Ratu memberitahukan kepada semua murid akan acara yang diselenggarakan oleh
sekolah tentang bakti sosial tersebut. Setiap harinya kelasnya tak pernah menjadi kelas yang paling diam, ada saja yang
di ributkan baik itu yang laki-laki dan perempuan.

Harap teman-teman semua dapat mendengar apa yang saya ingin sampaikan, saya cuman ingin memberitahukan
kepada kalian semua, bahwa sekolah sedang menyelenggarakan acara dalam rangka sekolah sosial antar jakarta. Dan
saya mohon pasrtisipasi teman-teman semua
bakti sosial?, maksudnya kita menyumbang barang atau uang begitu? itulah jawaban dari Cika salah satu murid
di kelas tersebut
Yah benar, tapi bakti ini berbeda seperti biasanya, bukan sekedar memberi atau mengasih barang serta uang tapi
kita memberi barang dan uang hasil pencarian kita sendiri dalam mengadakan suatu acara atau lainnya. Jadi saya ingin
teman semua yang memiliki ide dapat memberikan solusi tersebut
Ooh kalau begitu aku punya ide, kenapa kita gak mengandalkan boyband kelas kita (sambil menunjuk para murid
cowok)

Yah di kelas itu untuk murid cowoknya memang suka sekali menyanyi bersama sampai-sampai membentuk
kelompok di saat jam pelajaran kosong ada yang membawa gitar dan yang dijadikan drumnya yaitu meja sendiri,
meskipun seperti itu mereka memiliki suara yang berciri khas sendiri.

ehhh apa sih tinggal nunjuk-nunjuk aja enak bener gak gak kami gak akan mau kata Rio salah satu vokalis yang
memiliki suara bagus namun memiliki sikap yang kurang baik di balik itu.
yaelah kapan lagi kalian mau berkecampung dalam hal seperti ini, lagian kegiatannya juga sangat baik. Dari pada
kalian nongkrong gak jelas di belakang kelas mending ikutan kayak gini, bener gak?
Sontak semua murid perempuan berkata IYYAAAA
Rio membalas Gak gak enak aja Bayu pun membalas apa yang di katakan mereka semua ada benernya juga Ri,
kenapa kita gak coba, kalik-kalik nanti kita jadi ngetopkan, lagian juga suara kita gak jelek-jelek banget. Yah gak?
Semua murid cowok kecuali Rio berkata IYAAAA
Iya iya udah terserah kalian semua lah aku ikut aja bergegas pergi ke kelas, sepertinya Rio akan pergi ke
belakang kelas seperti biasanya, jika tidak ada guru di kelas

Sontak semua murid bertepuk tangan akan kesepakatan tersebut dan raut mereka yang tadi kecewa dan kesal
berubah drastis menjadi sangat ceria.
Setelah persiapan telah selesai, setiap kelas di berikan tenda masing-masing untuk menjadi tempat istirahat mereka
di sekolah. Yah acara tersebut akan digelar selama 5 hari di sekolah. Ratu dan teman-temanya telah mempersiapkan
sebuah acara yang akan di adakan di lapangan pemukiman desa kumuh di Jakarta. Ratu adalah seorang pencinta novel,
disini Ratu membuka sebuah perpustakaan yang berisikan novel dari kalangan penulis terkenal dari Andre Hirata, Boy
Candra, Wulandari, dan Efendi Ristan serta penulis luar. Sekitar 150 novel yang Ratu bawa ke stand mereka. Banyak
sekali anak-anak kecil yang mampir untuk membaca, tidak hanya anak-anak orang dewasa pun juga.
Tak lupa sobirin seorang yang sering di panggil kritikus politik oleh temannya. Membantu selenggaranya acara
tersebut. Para teman cowok yang sering di sebut Boyband di kelas pun bergotong-gotong membawa alat musik dari
gitar,drum,mikrofon,dan salon mereka bawak dari rumah Rio sendiri dimana rumah Rio adalah tempat mereka sering
bermain musik. Biasanya anak tersebut tak pernah sekali membantu jika ada hal yang diadakan sekolah, mereka lebih
memilih untuk nongkrong di belakang kelas. Tapi pada hari itu entah ada angin apa dan kemasukan apa mereka berubah
drastis. Senang rasanya melihat itu semua.
Banyak sekali orang yang berbondong-bondong ke tempat mereka, tak lupa pulak mereka menyiapakan sebuah
kotak depan stand mereka yang bertuliskan YUK SEDEKAH BIAR BERKAH ternyata banyak sekali yang
menyumbang di acara tersebut hingga anak kecil yang memberikan uang jajan mereka meski hanya 1000 atau 2000
saja.
Aku kira manusia saat ini hanya sedikit yang perduli akan orang lain, tetapi masih banyak orang yang mempunyai
hati nurani kepada orang yang membutuhkan. Tak itu juga banyak orang yang membantu baik berupa barang uang dan
jasa mereka. Sungguh bahagianya melihat itu semua.
Di desa tempatnya di kota Jakarta ini, banyak sekali orang yang masih kekurangan baik fisik dan non fisik, seperti
di daerah yang sedang kami adakan acara saat ini. Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku sontak lamunanku langsung
buyar. Ternyata itu Rio teman kelas ku

Rio eh Rat kamu kenapa melamun aja dari tadi aku liatin
Ratu Ampunn dah kok aku bisa ngelamun sih, maaf Rio aku tadi lagi mikirin acara kita ini
RioEmang kenapa acara kita, perasaan acara kita berjalan dengan lancar aja dari tadi
Ratu Yah karena itulah aku jadi ngelamun, aku cuman kasihan aja ngeliat mereka semua, apalagi anak-anak ini
semua (sambil melirik anak yang lagi baca buku)
Rio aku juga Rat, ternyata di balik semua yang aku bilang di dunia ini mungkin hidup aku yang paling gak bahagi.
Tapi ada orang yang hidupnya lebih gak bahagia sekali, mereka yang ditinggal orang tua, gak sekolah, dan harus
banting tulang buat cari makan
Ratu mangkanya Rio sekarang kamu harus berubah jadi yang lebih baik lagi banggain orang tua kamu, meskipun
harus ngelewatin rintangan yang susah di depan kamu nanti. Jangan manfaatin waktu dengan sia-sia
Riobaiklah kalau gitu, makasih Rat, berkat acara ini aku jadi sadar kalau hidup itu kadang di atas kadang di
bawah
Ratu Jangan makasih ke saya, makasih sama sekolah yang udah ngadain acara ini
Mereka pun tertawa lepas seperti tidak memiliki beban di pundak mereka, dan tiba-tiba ada anak kecil yang
memanggil mereka

kak kak (sambil menarik baju Ratu)


iya ada apa dek, ada yang bisa kakak bantu?
kakak saya gak ngerti sama bacaan buku ini, ini buku apa yah kok susah sekali bacanya?
haha pantesan kamu gak bisa bacanya dek, ini kamus bahasa korea (Ratu dan Rio tertawa geli melihat tingkah
laku anak tersebut)
oooh ini kamus bahasa korea, pantas saja saya gak ngerti apa maksud buku ini, padahal tadinya aku mau belajar
baca
adek gak bisa baca? (kata Rio)
enggak kak
mau kakak ajarin?
mau banget kak, soalnya gak ada yang mau ngajarin aku
loh kenapa dek, orang tua adek atau keluarga yang lain pada kemana?
mereka semua sudah lama meninggal kak dan aku adalah anak satu-satunya mereka
ya ampun maaf kakak gak tau dek
yah gak papa kak mungkin tuhan sudah mmberikan aku kebahagiaan yang lain sebagai pengganti mereka meski
belum saaatnya
umur adek kalau boleh tau berapa, dan adek tinggal di mana?
umur saya 12 tahun kak, saya tinggal suka pindah-pindah kadang di depan toko-toko kadang juga di bawah
jembatan, pokoknya dimana aja kak asal saya gak kehujanan

Sedih rasanya saya mendengar perkataan anak kecil ini baru sosok yang harusnya belajar bermain bersama teman-
temannya harus menghadapi cobaan seberat ini. Terlintas di benak saya ingin membantu, namun aku tidak tau harus
membantu apa (di dalam hati Rio)

kalau begitu sini biar kakak saja yanag mengajari mu, sebelum itu perkenalakan nama kakak Rio Aldito biasa di
panggil Rio dan kakak cantik ini namanya Hanatasya Ratu Purwantari biasa di panggil Ratu. Kalau adek namanya
siapa?
Nama aku Aldi kak
oh Aldi, yuk sini pilih buku yang kamu suka

Aldi begegas memilih buku yang ingin ia pelajari bersama Rio dan Ratu.

Stelah acara selama 5 hari penuh akhirnya acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa hambatan satu apapun,
hingga sumbangan yang didapatkan pun di luar perkiraan. Begitu banyak orang yang menyumbang.
Semua murid senang dan bersyukur atas kerja keras dari mereka yang membuahkan hasil hingga tugas yang
diberikan sekolah kepada mereka pun telah usai, berkat acara ini mereka tau artinya berbagi dengan sesama. Dan arti
dari kemanusiaan sendiri yaitu tidak membeda-bedakan mana yang kaya dan mana yang miskin mereka semua sama
saja. Terkadang kita berada di bawah dan kadang kita di atas tergantung bagaimana cara kita menyikapi suatu masalah
tersebut tanpa harus mencampuri tangan orang lain.

SELESAI