You are on page 1of 14

Defenisi pembangunan nasional

Hakekat pembangunan nasional

Tujuan pembangunan nasioanal

Asas-asas pembangunan nasional

Modal dasar dan factor dominan pembangunan nasioanl

I. PENGERTIAN, TUJUAN, ASAS, TAHAP, BIDANG, DAN ARAH


PEMBANGUNAN NASIONAL

A. PENGERTIAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Pembangunan adalah suatu kegiatan atau proses yang dilakukan oleh manusia secara
sadar dan terus-menerus untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Oleh karena itu,
setiap negara baik negara berkembang maupun negara maju tentunya melaksanakan
pembangunan guna mencapai tujuan atau cita-citanya yaitu meningkatkan
kemakmuran atau kesejahteraan bangsanya.
TAP MPR No. IV/MPR/1999 tentang GBHN tahun 1999-2004 menjelaskan bahwa
pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan
masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan
nasional, dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global.
TAP MPR No. II/MPR/1993 tentang GBHN tahun 1993-1998 menjelaskan tentang
hakekat pembangunan nasional, yaitu pembangunan manusia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dengan Pancasila sebagai dasar,
tujuan dan pedoman pembangunan nasional.
Pada intinya pembangunan adalah usaha terarah untuk mengubah situasi masyarakat
ke arah yang lebih baik dengan sasarannya kesejahteraan lahir batin, kebutuhan dasar
terpenuhi untuk perkembangan manusia Indonesia seutuhnya dan seluruh masyarakat
umumnya.
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dinyatakan dengan jelas tujuan
nasional negara Indonesia, yaitu:
a. melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b. memajukan kesejahteraan umum
c. mencerdaskan kehidupan bangsa
d. serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial

Sehubungan dengan hal itu, untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut pemerintah
sebagai penyelenggara negara yang didukung seluruh rakyat Indonesia harus
melaksanakan pembangunan nasional.
Agar usaha mewujudkan tujuan nasional terarah, maka rakyat Indonesia melalui
wakil-wakilnya dalam lembaga tertinggi negara, yaitu MPR menetapkan Garis-Garis
Besar Haluan Negara (GBHN tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan tahun 1999-
2004) yang pada dasarnya merupakan pola umum pembangunan nasional dengan
rangkaian program-programnya yang berkesinambungan.

B. LANDASAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Pelaksanaan pembangunan Nasional di Indonesia berdasarkan:


a. Landasan Idiil : Pancasila
b. Landasan Strukturil : UUD 1945
c. Landasan Operasional/gerak : GBHN
d. Landasan Konstitusional : Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4

C. ASAS PEMBANGUNAN NASIONAL

Untuk mencapai tujuan/ visi pembangunan nasional diperlukan pedoman atau


dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang dinamakan asas
pembangunan.
Adapun asas pembangunan nasional menurut GBHN 1999 meliputi:
1. Asas swadaya masyarakat
2. Asas kekeluargaan dan gotong royong
3. Asas manfaat
4. Asas adil dan merata
5. Asas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
6. Asas Hukum

D. TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Negara Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, mempunyai


tujuan nasional yang tersirat dalam pembukaan UUD 1945, sebagai berikut:
Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
Menurut GBHN tahun 1999-2004 tujuan pembangunan nasional Mewujudkan
kehidupan yang demokratis, berkeadilan sosial, melindungi hak asasi manusia,
menegakkan supremasi hukum dalam tatanan masyarakat dan bangsa yang beradab,
berakhlak mulia, mandiri, bebas, maju, dan sejahtera dalam kurun waktu lima tahun
ke depan.
Untuk mewujudkan tujuan nasional itu, bangsa Indonesia melaksanakan
pembangunan nasional. Pembangunan nasional mengandung makna dan hakikat
sebagai berikut.
a. Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya
dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, dangan Pancasila sebagai dasar,
tujuan, dan pedomannya.
b. Pembangunan nasional dilaksanakan merata di seluruh tanah air dan tidak hanya
untuk suatu golongan atau sebagian dari masyarakat, tetapi untuk seluruh
masyarakat. Hasil pembangunan harus benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh
rakyat sebagai perbaikan tingkat hidup yang berkeadilan sosial.
c. Pembangunan nasional adalah pembangunan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk
rakyat. Pelaksanaan pembangunan nasional meliputi semua aspek kehidupan bangsa,
politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Semuanya itu harus
merupakan perwujudan Wawasan Nusantara dan memperkukuh ketahanan nasional.
d. Pembangunan merupakan pencerminan kehendak untuk meningkatkan kesejahteraan
dan kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata, mengembangkan
kehidupan masyarakat serta penyelenggaraan negara yang maju dan demokratis
berdasarkan Pancasila.
e. Pembangunan nasional diarahkan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan lahir
dan batin, terpenuhinya rasa aman, tenteram, keadilan, serta terjaminnya kebebasan
mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab bagi seluruh rakyat.
f. Pembangunan nasional menghendaki keselarasan hubungan antara manusia dengan
Tuhannya, antar sesama manusia, dan antara manusia dan lingkungan alam
sekitarnya.
g. Pembangunan nasional dilaksanakan oleh masyarakat dan pemerintah. Masyarakat
sebagai pelaku utama pembangunan dan pemerintah mengarahkan, membimbing,
serta menciptakan suasana yang menunjang.
h. Kegiatan masyarakat dan pemerintah saling menunjang, saling mengisi, dan saling
melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan
nasional.

Misi pembangunan nasional menurut GBHN 1999 adalah sebagai berikut:


1. Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa
dan bernegara
2. Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
3. Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk
mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam
kehidupan dan mantapnya persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia,
toleran, rukun, dan damai.
4. Penjaminan kondisi aman, damai, tertib, dan ketentraman masyarakat.
5. Perwujudan system hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan
hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran.
6. Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian dinamis kreatif dan
berdaya tahan terhadap pengaruh globalisasi.
7. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama
pengusaha kecil, menengah, dan koperasi dengan mengembangkan sistem ekonomi
kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan berbasis pada
sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri, maju,
berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.
8. Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan
pertumbuhan dalam wadah negara keatuan Republik Indonesia.
9. Perwujudan kesejahteraan rakyat yang dilandasi oleh meningkatnya kualitas
kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberi perhatian utama pada
tercukupinya kebutuhan dasar yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan,
dan lapangan kerja.
10. Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, professional,
berdaya guna, produktif, transparan, bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
11. Perwujudan system dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna
memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat
berdisiplin dan bertanggung jawab, berketerampilan serta menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
12. Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermartabat, bebas, dan proaktif bagi
kepentingan nasional dalam menghadapi perkembangan global.

E. TAHAP-TAHAP PEMBANGUNAN NASIONAL

1. MASA ORDE LAMA

Pembangunan nasional sangat dipengaruhi oleh keadaan politik. Pada masa


setelah proklamasi, Indonesia mengalami revolusi fisik yang sangat membutuhkan
perhatian pemerintah maupun rakyat. Pembangunan belum dapat terencana dengan
baik karena masih dalam keadaan perang.
Setelah revolusi fisik berlalu, yaitu saat berlakunya UUDS 1950, pembangunan
masih belum dapat terlaksana dengan baik karena adanya sistim pemerintahan
parlementer yang sering mengalami kejatuhan.
Setelah adanya Dekrit Presiden tahun 1959, Indonesia memasuki tahapan baru,
yaitu berlakunya ekonomi terpimpin akibat besarnya pengaruh Partai Komunis
Indonesia. Pembangunan masih belum dapat terlaksana dengan baik, bahkan kondisi
ekonomi dan kesejahteraan rakyat semakin terpuruk.
Setelah terjadinya pemberontakan PKI di tahun 1965, pemerintahan orde lama tak
dapat bertahan lagi

2. MASA ORDE BARU

Pembangunan nasional pada masa ini sudah dapat berjalan lancar. Pembangunan
dilaksanakan dalam 2 macam:
a) Jangka panjang (25 tahun)
b) Jangka pendek (5 tahun)
Pembangunan jangka panjang tahap I: 1 April 1969 s/d 31 Maret 1994 (Pelita
I,II,III,IV,V)
Pembangunan jangka panjang tahap II; 1 April 1994 s/d 31 Maret 2019
Dalam melaksanakan pembangunan nasional, orde baru mengadakan tahapan-tahapan
pembangunan yang disebut REPELITA dan PELITA. Uraian tahapan pembangunan masa
orde baru adalah sbb.
Pelita I (1969-1974) diprioritaskan pada sektor pertanian dan industri yang
mendukung sektor pertanian
Pelita II (1974-1979) diprioritaskan pada sektor pertanian dngan meniungkatkan
industriyang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
Pelita III (1979-1984) diprioritaskan pada sector pertanian menuju swasembada
pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Pelita IV (1984-1989) diprioritaskan pada pertanian dengan melanjutkan usaha-usaha
menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang menghasilkan mesin-
mesin industri sendiri.
Pelita V (1989-1994) diprioritaskan pada pertanian untuk memantapkan swasembada
pangan dan industri pertanian lainnya dan meningkatkan industri khususnya yang
menghasilkan barang-barang untuk diekspor

3. MASA ORDE PERALIHAN REFORMASI


Pada masa ini pemerintahan dipegang oleh Presiden B.J. Habibie. Pembangunan pada
masa ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan penanganan
krisis ekonomi.

4. MASA ORDE REFORMASI

Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, mulai dibuat Program


Pembangunan Lima Tahun Nasional (PROPERNAS). Program Pembangunan 5 Tahun
dirinci dalam rencana pembangunan tahunan yang diebut REPETA.
Pada masa pemerintahan Presiden Megawati menuangkan landasan pembangunan
dalam GBHN tahun 1999-2004. Masa pemeritahan Megawati menangani berbagai
masalah sbb.
1. Perbaikan dan pemulihan ekonomi (menstabilkan nilai uang dan harga barang)
2. Penegakan supremasi hukum dan HAM
3. Mencegah adanya disintegrasi bangsa
4. Mewujudkan aparatur negara yang bersih dan berwibawa
5. Mewujudkan stabilitas politik dan keamanan
6. Penegakan kembali sikap politik luar negeri yang bebas dan aktif

F. BIDANG PEMBANGUNAN NASIONAL

Bidang pembangunan nasional menurut GBHN 1999 meliputi 9 bidang, yaitu


1. Bidang Hukum
2. Bidang Ekonomi
3. Bidang Politik
4. Bidang Agama
5. Bidang Pendidikan
6. Bidang Sosial Budaya
7. Bidang Pembangunan Daerah
8. Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
9. Bidang Pertahanan dan Keamanan
G. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN NASIONAL

1. BIDANG HUKUM
Mengembangkan budaya hukum di lapisan masyarakat untuk menciptakan kesadaran
dan kepatuhan hukum.
Mewujudkan lembaga pendidikan yang mandiri.
Menyelenggarakan proses peradilan yang cepat, mudah, dan murah serta bebas KKN
2. BIDANG EKONOMI
Mengembangkan sistim ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar.
Mengembangkan persaingan yang sehat, adil, serta menghindari pasar monopolitik
Mengoptimalkan penggunaan pinjaman luar negeri.
Membudayakan pengusaha kecil, menengah dan koperasi
Mengembangkan pasar modal yang sehat dan transparan, dan professional.
Mempercepat pemulihan ekonimi guna membangkitkan sector riil, terutama
pengusaha kecil, menengah dan koperasi.
Penyehatan APBN dengan mengurangi defisit negara.
3. BIDANG POLITIK
a) Politik Dalam Negeri
Memperkuat keberadaan dan kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menyempurnakan UUD 1945, sejalan dengan kebutuhan bangsa dan tuntutan
reformasi.
Meningkatkan kemandirian partai politik.
b) Hubungan Luar Negeri
Menegaskan arah politik luar negeri bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan
nasional.
Meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi perdagangan bebas, seperti AFTA,
APEC dan WTO.
Melakukan perjanjian kerjasama internasional yang menyangkut hajat hidup orang
banyak dengan persetujuan DPR.
c) Penyelenggaraan Negara
Membersihkan aparatur negara dari praktek KKN.
Melakukan pemeriksaan terhadap kekayaan pejabat.
Meningkatkan kualitas dan professional aparatur negara.
Meningkatkan kerjasama pegawai negeri, TNI, POLRI untuk mewujudkan aparatur
yang bersih dari KKN.
d) Komunikasi, Informasi dan Media Masa
Meningkatkan peran komunikasi melalui masa, guna memperkukuh persatuan dan
kesatuan.
Meningkatkan peran pers yang bebas, sejalan dengan peningkatan kualitas dan
kesejahteraan insane pers.

4. BIDANG AGAMA
Menetapkan kedudukan agama sebagai landasan moral spiritual dan etika dalam
penyelenggaraan negara.
Meningkatkan kualitas pendidikan agama.
Memberi kemudahan bagi umat beragama untuk menjalankan ibadah.
Meningkatkan peran dan fungsi lembaga keagamaan dalam rangka mengatasi dampak
perubahan kehidupan.
5. BIDANG PENDIDIKAN
Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.
Menigkatkan kemampuan akademik dan professional serta jaminan kesejahteraan
tenaga pendidikan.
Malakukan pembaharuan sistim pendidikan.
Memberdayakan lembaga sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pembudayaan,
nilai, sikap, dan kemampuan.
Mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan
menyeluruh.
6. BIDANG SOSIAL DAN BUDAYA
a) Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial
Meningkatkan mutu SDM dan lingkungan hidup dengan paradigma sehat.
Meningkatkan dan memelihara mutu lembaga dan pelayanan kesehatan.
Mengembangkan sistim jaminan sosial tenaga kerja.
Meningkatkan kepedulian terhadap penyandang cacat.
Membangun kualitas penduduk dengan pengendalian kelahiran serta memperkecil
angka kematian dan program KB.
b) Kependudukan dan Peran Perempuan
Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
Meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organiasi perempuan dengan tetap
mempertahankan nilai historis perjuangan kaum perempuan.
c) Kebudayaan, Kesenian, dan Pariwisata
Merumuskan nilai-nilai kebudayaan Indonesia, sehingga mampu merujuk kepada
totalitas kehidupan ekonomi.
Mengembangkan kebebasan berkreasi dan berkesenian.
Mengembangkan dunia perfilman secara sehat yang memuat berbagai jenis kesenian.
Menjadikan seni dan budaya tradisional Indonesia menjadi wahana pembangunan
pariwisata.
Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan system yang utuh dan terpadu.
d) Pemuda dan Olahraga
Menumbuhkan budaya olah raga bagi manusia Indonesia sehingga memiliki kesehatan
dan kebugaran.
Meningkatkan usaha pembibitan dan pembinaan olahraga prestasi.
Mengembangkan iklim yang kondusif bagi generasi muda untuk mengaktualisasikan
seluruh potensinya.
Mengembangkan minat dan semangat kewirausahaan bagi generasi muda.
Melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
7. BIDANG PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Menata kembali TNI sesuai paradigma baru secara konsisten, sebagai alat negara
untuk melindungi dan mempertahankan NKRI.
Mengembangkan kemampuan system pertahanan keamanan rakyat semesta
(Hankamrata) bertumpu pada kekuatan TNI.
Mengembangkan kualitas kerjasama bilateral pertahanan dan keamanan dalam rangka
stabilitas regional.
Memutuskan upaya kemandirian POLRI dalam rangka pemisahan dengan TNI.
8. PEMBANGUNAN DAERAH
a) Umum
Mengembangkan otonomi daerah secara luas, nyata dan bertanggung jawab dalam
wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melakukan pengkajian tentang berlakunya otonomi daerah bagi provinsi,
kabupaten/kota dan desa.
Mempercepat pembangunan pedesaan dalam rangka pemberdayaan petani dan
nelayan.
Mewujudkan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah secara adil dan
mengutamakan otonomi daerah.
Memberdayakan DPRD dalam rangka peyelenggaraan otonomi daerah.
b) Khusus
Daerah Istimewa Aceh (Nangro Aceh Darusalam)
Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap menghargai
kesetaraan dan keragaman kehidupan sosial dan budaya masyarakat Aceh.
Menyelesaikan kasus Aceh secara adil dan bermartabat dan mengusut bagi pelanggar
HAM.
Irian Jaya (Papua)
Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dangan tetap menghargai
kesetaraan dan keseragaman kehidupan sosial budaya masyarakat Irian Jaya.
Menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Irian Jaya secara jujur dan bermartabat.
Maluku
Menugaskan pemerintah untuk menyelesaikan konflik sosial secara adil dan
menyeluruh.
Mendorong masyarakat yang bertikai untuk proaktif melakukan realisasi guna
mempertahankan dan memantapkan integritas nasional.
9. SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
Mengelola sumber daya alam dan daya dukungnya untuk kesejahteraan rakyat, dari
generasi ke generasi.
Pemanfaatan sumber daya alam dengan teknologi ramah lingkungan.
Pendelegasian secara bertahap dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah dalam
pengelolaan sumber daya alam.
Pendayagunaan sumber daya alam sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan
memperhatikan kelestarian dan fungsinya.

Makna Pembangunan Nasional

Pembangunan nasional adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara

yang sekaligus merupakan proses pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan

Tujuan Nasional. Dalam pengertian lain, pembangunan nasional dapat diartikan merupakan rangkaian upaya

pembangunan yang berkesinambungan dan meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk

melaksanakan tugas mewujudkan Tujuan Nasional.

Pelaksanaan pembangunan mancakup aspek kehidupan bangsa, yaitu aspek politik, ekonomi, sosial budaya, dan

pertahanan keamanan secara berencana, menyeluruh, terarah, terpadu, bertahap dan berkelanjutan untuk memacu

peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa

lain yang lebih maju. Oleh karena itu, sesungguhnya pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak

untuk terus menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia

secara benar, adil, dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggara

negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila.

Hakikat Pembangunan Nasional

Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat

Indonesia seluruhnya. Hal ini berarti dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah sebagai berikut :

1) Ada keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegiatan pembangunan.

Pembangunan adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk pembangunan. Dalam pembangunan

dewasa ini dan jangka panjang, unsur manusia, unsur sosial budaya, dan unsur lainnya harus mendapat perhatian

yang seimbang.

2) Pembangunan adalah merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.

3) Subyek dan obyek Pembangunan adalah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga pembangunan harus

berkepribadian Indonesia dan menghasilkan manusia dan masyarakat maju yang tetap berkepriadian Indonesia pula.

4) Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan Pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama

pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang

menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan Pemerintah saling mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi

dalam satu kesatuan langkah menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional.

Tujuan Pembangunan Nasional


Pembangunan nasional dilaksanakan untuk mewujudkan Tujuan Nasional seperti termaktub dalam Pembukaan UUD

1945 alinea IV, yaitu . melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan

kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial serta mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub

dalam alinea II Pembukaan UUD 1945.

1. d. Visi dan Misi Pembangunan Nasional

Visi

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam

wadah negara Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman dan

bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan

teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi dan disiplin.

Misi

Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan, misi yang diterapkan adalah sebagai berikut :

1) Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan bernegara.

2) Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

3) Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan kualitas keimanan

dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan persaudaraan umat beragama yang berakhlak
mulia, toleran, rukun dan damai.

4) Penjaminan kondisi aman, damai, tertib dan ketenteraman masyarakat.

5) Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia

berlandaskan keadilan dan kebenaran

6) Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, dan berdaya tahan terhadap

pengaruh globalisasi.

7) Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil, menengah dan
koperasi, dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang
berkeadilan, bersumber daya alam, dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri maju, berdaya saing dan

berwawasan lingkungan.

8) Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pengembangan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam

wadah negara kesatuan Republik Indonesia.

9) Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan

bermartabat serta perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan,

pendidikan, dan lapangan kerja.

10) Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna, produktif,

transparan; yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

11) Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna memperteguh akhlak

mulia, kreatif, inovatgif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat, berdisiplin, bertanggungjawab, berketerampilan,

serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

12) Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas dan proaktif bagi kepentingan nasional dalam

menghadapi perkembangan global.

Visi (impian/harapan) dan misi (hal-hal yang akan dilakukan untuk mencapai visi) tersebut merupakan dasar dan

rambu-rambu untuk mencapai tujuan bangsa dan cita-cita nasional. Berdasarkan visi dan misi itu, maka disusunlah

suatu kebijakan pembangunan nasional. Berikut secara sederhana dapat diberikan bagan tentang paradigma

pembangunan nasional berdasarkan konsep, prinsip dan nilai-nilai Pancasila.