Вы находитесь на странице: 1из 5

Laporan Kasus Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)

F.5. Penyuluhan Tentang Pentingnya Imunisasi MR yang


dilakukan secara nasional bulan Agustus-September 2017 dan
komplikasi yang terjadi jika tidak imunisasi

Oleh :
dr. Veryne Ayu Permata M.

Pembimbing :
dr. Wahyu Widarti

Pusat Kesehatan Masyarakat Kalitidu


KabupatenBojonegoro
Tahun 2017
A. LatarBelakang
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang
disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala
penyakit campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit (rash)
disertai dengan batuk dan/atau pilek dan/atau konjungtivitis akan tetapi
sangat berbahaya apabila disertai dengan komplikasi pneumonia, diare,
meningitis dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sangat
berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan
kelompok/herd immunity tidak terbentuk. Ketika seseorang terkena campak,
90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka
belum kebal terhadap campak. Seseorang dapat kebal jika telah diimunisasi
atau terinfeksi virus campak.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi


anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian
dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini
menyerang pada wanita hamil pada trimester pertama. Infeksi rubella yang
terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan
abortus, kematian janin atau sindrom rubella congenital (Congenital Rubella
Syndrome/CRS) pada bayi yang dilahirkan.

Di Indonesia, rubella merupakan salah satu masalah kesehatan


masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data surveilans
selama lima tahun terakhir menunjukan 70% kasus rubella terjadi pada
kelompok usia <15 tahun. Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi
beban penyakit CRS di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat
2767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15-19 tahun dan menurun
menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun. Sedangkan perhitungan
modelling di Jawa Timur diperkirakan 700 bayi di lahir kandungan CRS
setiap tahunnya.
Berdasarkan data surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi
campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak.
Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS maka perlu dilakukan
kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam
imunisasi rutin. Untuk itu diperlukan kampanye pemberian imunisasi MR
pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15tahun. Pemberian imunisasi MR
pada usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun dengan cakupan tinggi (minimal
95%) dan merata diharapkan akan membentuk imunitas kelompok (herd
immunity), sehingga dapat mengurangi transmisi virus ke usia yang lebih
dewasa dan melindungi kelompok tersebut ketika memasuki usia reproduksi.

B. Permasalahan di Masyarakat
1. Masih adanya stigma mengenai vaksin yang haram ataupun palsu
2. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam membawa anaknya vaksin
3. Banyaknya usia anak-anak yang takut jarum sehingga vaksin susah
diberikan jika tidak dipaksa
4. Masih rawannya resiko terjadinya penyakit campak rubella sehingga
pemerintah memberikan program untuk dilakukan vaksin secara serentak
se-indonesia

C. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi


Dari permasalahan di atas maka penulis merencanakan untuk
melakukan suatu intervensi berupa penyuluhan mengenai program vaksinasi
campak rubella secara serentak yang dilakukan bulan agustus dan september
di sekolah-sekolah maupun posyandu. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk
memberikan kesadaran kepada orang tua anak mengenai bahaya penyakit
campak dan rubella begitu juga vaksin yang diberikan tidak membahayakan
anak melainkan memberikan kekebalan berupa imunitas terhadap penyakit
tersebut.
Prioritas masalah yang akan dibahas adalah pengertian penyakit
campak dan rubella, faktor risiko, gejala yang timbul dan upaya pencegahan
terjadinya penyakit tersebut.
D. Pelaksanaan
Proses intervensi dilakukan pada hari Kamis, 13 Juli 2017 Intervensi
yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada para peserta
posyandu di Desa Kalitidu .Penyuluhan dilakukan setelah kegiatan
pemeriksaan tumbuh kembang bayi dan anak pada kegiatan posyandu.
Penyuluhan dihadiri oleh 24 orang.
Pemaparan materi berlangsung selama 15 menit. Materi penyuluhan
yang diberikan melingkupi definisi penyakit campak dan rubella, penyebab
terjadinya penyakit campak dan rubella, faktor risiko terjadinya penyakit,
gejala serta upaya pencegahan terjadinya penyakit campak rubella. Yang
menjadi fokus utama yaitu gejala yang ditimbulkan meskipun tidak terlalu
berat pada anak-anak namun jika menulari ibu hamil terutama trimester
pertama dapat menyebabkan kelainan kongenital yang serius.Setelah
pemaparan materi dilakukan sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 10
menit. Terdapat satu peserta menanyakan mengenai efek samping yang dapat
timbul jika diimunisasi yaitu nyeri waktu di suntik dan vaksin ini aman jika
diberikan dengan jarak lebih dari 1 bulan dari suntikan yang sama
sebelumnya.

E. Monitoring dan Evaluasi


Evaluasi pengetahuan mengenai penyakit hipertensi dilakukan saat
setelah penyuluhan yaitu dengan memberikan pertanyaan kepada peserta dan
peserta dapat menjawab dengan baik dengan benar mulai dari syarat
imunisasi seperti makan pagi terlebih dahulu , kemudian mengenai penularan
yang berbahaya jika mengenai ibu hamil seperti gangguan pendengaran,
gangguan pembentukan organ dalam serta cara penularannya yang melalui
udara.

F. Kesimpulan
Kasus penyakit campak dan rubella masih merupakan masalah di
indonesia begitu pula di wilayah kerja Puskesmas Kalitidu. Meskipun
beberapa kelompok masyarakat sudah sadar mengenai pentingnya imunisasi
namun beberapa kelompok yang lain tidak ingin dilakukan imunisasi
mengingat rumor yang beredar bahwa vaksin ini dikembangbiakan dari rahim
orang yang terkena rubella dan juga ada juga yang masih menganggap
seharusnya tidak diperbolehkan memasukkan penyakit ke tubuh dengan cara
sengaja. Meskipun hal ini sudah ditanggapi MUI bahwa vaksin ini halal dan
pada beberapa hadis menyebutkan bahwa tindakan pencegahan penyakit
merupakan tindakan yang tepat dan diperbolehkan.. Dengan diberikannya
penyuluhan tentang campak rubella ini diharapkan peserta imunisasi serentak
ini dapat memenuhi target pemerintah dan indonesia dapat terbebas dari
penyakit rubella dan campak.

Kalitidu, 13 Juli 2017

Dokter Internsip Dokter Pendamping

dr. Veryne Ayu P.M. dr. Wahyu Widarti

DOKUMENTASI