Вы находитесь на странице: 1из 4

Laporan Kasus Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)

F.1. Upaya Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat


Penyuluhan Tentang Penyakit TBC Di Desa Mlaten Kalitidu

Oleh :
dr. Veryne Ayu Permata M.

Pembimbing :
dr. Wahyu Widarti

Pusat Kesehatan Masyarakat Kalitidu


Kabupaten Bojonegoro
Tahun 2017
A. Latar Belakang
Di Indonesia salah satu penyakit yang ditakuti pada abad ke-19, TBC adalah
penyebab nomor 8 kematian anak usia 1 hingga 4 tahun pada tahun 20-
Berdasarkan data dari WHO tahun 1993 didapatkan fakta bahwa sepertiga
penduduk Bumi telah diserang oleh penyakit TBC. Sekitar 8 juta orang dengan
kematian 3 juta orang pertahun. Diperkirakan dalam tahun 2002-2020 akan ada 1
miliar manusia terinfeksi, sekitar 5-10 persen berkembang menjadi penyakit dan
40 persen yang terkena penyakit berakhir dengan kematianan.

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit lama, namun sampai saat ini masih
belum bisa dimusnahkan. Jika dilihat secara global, TBC membunuh 2 juta
penduduk dunia setiap tahunnya, dimana angka ini melebihi penyakit infeksi
lainnya. Bahkan Indonesia adalah negara terbesar ketiga dengan jumlah pasien
TBC terbanyak di dunia, setelah Cina dan India. Sulitnya memusnahkan penyakit
yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini disebabkan oleh
beberapa hal. Diantaranya adalah munculnya bakteri yang resisten terhadap obat
yang digunakan. Karena itu, upaya penemuan obat baru terus dilakukan.

Dari fenomena-fenomena diatas membuat penulis tertarik untuk meneliti


permasalahan tersebut dengan judul Penyuluhan Tentang Penyakit TBC Di Desa
Mlaten Kalitidu

B. Permasalahan di Masyarakat
Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TBC meliputi gejala,
faktor risiko serta komplikasinya.

C. Perencanaan dan Pemilihan Intervensi


Dari permasalahan di atas maka penulis merencanakan untuk melakukan
suatu intervensi berupa penyuluhan penyakit TBC di desa Mlaten Kalitidu yang
menyasar pada ibu-ibu dan tokoh desa Mlaten. Tujuan penyuluhan ini adalah
untuk menambah pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TBC meliputi
gejala, faktor risiko, cara penularan, tatalaksana, serta komplikasinya. Prioritas
masalah yang akan dibahas adalah pengertian penyakit TBC, gejala yang timbul
dan upaya pencegahannya.

D. Pelaksanaan
Proses intervensi dilakukan pada hari Rabu, 17 Juli 2017. Intervensi yang
dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu dan tokoh desa Mlaten
di Posyandu Desa Mlaten. Penyuluhan dihadiri oleh 51 orang.
Pemaparan materi berlangsung selama 30 menit. Materi penyuluhan yang
diberikan melingkupi definisi penyakit TBC, gejala, faktor risiko, cara penularan,
tatalaksana, komplikasi, serta cara pencegahannya. Setelah pemaparan materi
dilakukan sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar 10 menit.

E. Monitoring dan Evaluasi


Evaluasi pengetahuan mengenai penyakit TBC dilakukan oleh penulis sejak
awal penyuluhan dimulai dengan melempar pertanyaan kepada audience dengan
hasil evaluasi awal bahwa kebanyakan audience belum mengerti secara detail
mengenai kesehatan reproduksi dan penyakit kelamin. Selanjutnya juga dilakukan
evaluasi di akhir dengan cara membuka sesi tanya jawab dimana penulis
mendapatkan respon yang baik yaitu audience aktif menjawab pertanyaan yang
diajukan pembicara.

F. Kesimpulan
Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TBC dapat menjadi
salah satu faktor penyebab penularan TBC. Dengan diberikannya penyuluhan
tentang penyakit TBC, diharapkan masyarakat mampu mengenali gejala dan tanda
sehingga pengobatan bisa lebih cepat dimulai serta mengurangi penyebaran
penyakit dan mencegah sampai terjadinya resistensi obat.

Kalitidu, 18 Agustus 2017


Dokter Internsip Dokter Pendamping

dr. Veryne Ayu P.M. dr. Wahyu Widarti

Komentar/Umpan Balik

DOKUMENTASI