You are on page 1of 3

TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN TEMAN

Pada siang hari ada dua anak gadis remaja yang pulang dari sekolah, mereka belum saling belum
berkenalan satu sama lain .

Putri : Kok panas ya?

Alfin : Iya panas banget nih

Putri : Eh ngomong-ngomong kita tadi belum kenalan loh, namamu siapa ?

Alfin : Aku Alfin, nama kamu siapa?

Putri : Aku Putri, rumah mu mana ?

Alfin : Ini gang itu lo, rumahmu masih jauh ya ?

Putri : Iya sebelah sana lo.

Alfin : o duluan ya!

Putri : Iya dada hati-hati . ( aduh panasnya)

Saat Alfin hampir tiba dirumahnya

Alfin : capeknya, mana rumah masih jauh, panas lagi

Sesampainya dirumah sang ibu telah menunggunya di depan rumah

Alfin : Assalamualaikum

Ibu : Waalaikumsalam, sudah sampai?

Alfin : Sudah

Ibu : Buruan ganti, bentar lagi cari barang bekas ya !

Alfin : Iya

Tak lama kemudian

Ibu : Sudah ganti ?

Alfin : Sudah bu, tidak masak nasi ya ? ( sambil duduk disamping ibunya )

Ibu : Tidak nak, ibu belum masak karna tidak ada yang mau dimasak.

Alfin : Yah, padahal aku lapar sekali

Ibu : Yaudah kita cari barang bekas dulu saja ya!


Alfin : Iya deh

Ditengah perjalanan yang sudah jauh mereka hanya menemukan sebotol aqua

Ibu : Itu nak, (sambil menunjuk karung disebelahya) kita cari kesana aja ya

Alfin : Iya

Ibu : Capek ya nak? ( sambil berjalan mencari barang bekas )

Alfin : Iya, lapar lagi

Ibu : Sabar aja dulu (sambil mengambil aqua didepannya )

Tiba-tiba teman Alfin yang bernama Putri keluar dari sebuah rumah yaitu rumahnya untuk membuang
sampah. Lalu Alfin pun kaget saat bertemu teman barunya tadi dan bersembunyi dibelakang ibunya.

Putri : Loh itu kok seperti temanku, iya apa bukan ya. (sambil melepas sampahnya)

Dari kejauhan Alfin dan Ibunya berbincang bincang

Ibu : Panas ya?

Alfin : Mana belum banyak dapat lagi.

Ibu : Eh ada ini ( sambil mengambil makanan yang fibuang Putri tadi )

Alfin : Loh bu itu seperti temanku,

Putri : Itukan teman ku

Ibu : Bukan, ini bukan temanmu ( sambil menyembunyikan Alfin )

Putri : Masak bukan, iya ini temanku ( sambil menarik tangan Alfin)

Si Putri pun menarik karena sudah mengetahui bahwa itu Alfin dan mengajak ke teras rumahnya .

Putri : Ayo mampir dulu kerumahku, kenapa kamu harus bersembunyi ?

Alfin : Ya aku takut kalau kamu tidak mau berteman sama aku lagi.

Putri : Tidak apa-apa jangan malu

Tidak lama kemudian Ayah dan Ibu Putri datang dengan mengendarai motornya .

Ayah Putri : Loh ini teman kamu ya, kok tidak diajak masuk kenapa?

Ibu Putri: Iya masuk aja gapapa tidak usah malu

Ayah Putri : Iya iya


Ibu Putri : Loh itu ibu kamu diajak masuk saja.

Putri : Ayo ajakin ibumu

Alfin : Ayo bu ( sambil menggandeng tangan ibunya )

Ibu Alfin : Tidak apa-apa ya nak ?

Putri : Tidak apa-apa ayo silahkan masuk

Ibu Putri : Silahkan masuk bu

Ayah Putri : Silahkan duduk bu ( sambil menyalakan lampu rumahnya)

Ayah Putri : Rumahnya mana ya bu ? (sambil mengeluarkan rokok dalam kantung bajunya )

Ibu alfin : Ya tidak jauh dari sini

Ibu putri pun datang dan membawa minuman

Ibu Putri : Silahkan diminum

Alfin dan Ibunya : Iya terimakasih ( dengan wajah malu-malu )

Dan mereka pun membicarakan hal hal lain yang membuatnya tertawa lepas

SEKIAN ~