You are on page 1of 8

KOMUNIKASI FARMAKOLOGI

HIPERTENSI dan REUMATOID ARTHRITIS

Disusun untuk memenuhi tugas


Laboratorium Ilmu Farmasi

Oleh :
Erina Yustira
215.04.101.018

Pembimbing :
Prof. Dr. H. M. Aris Widodo, MS., Sp.Fk, PhD.

KEPANITRAAN KLINIK MADYA


LABORATORIUM ILMU FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS ISLAM MALANG
2017
Skenario Kasus
Bapak Amir usia 60 tahun mengeluh sakit kepala bagian belakang dan muncul
setiap pagi hari disertai dengan nyeri sendi dan kaku ditangan. Pemeriksaan tekanan
darah 190/100 mmHg. Sero artritis positif (+), Hipertensi dan Reumatoid artritis.

Pasien datang ke tempat praktek dokter.

Pasien : (membuka pintu dan masuk ruangan) Assalamu'alaikuuuuum....

Dokter : Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang bapak,


mari silahkan duduk di sini

Pasien : Selamat siang juga dokter, terimakasih (pasien duduk)

Dokter : Sebelumnya perkenalkan, nama saya Erina, dokter praktek di sini. Mohon
maaf saya konfirmasi ya Pak. Apakah benar ini dengan Bapak Amir, usia 60
tahun, dengan alamat Tlogomas-Malang?

Pasien : Iya, benar sekali Dokter

Dokter : Apa pekerjaan Bapak?

Pasien : Saya pengusaha

Dokter : Apa pendidikan terakhir Bapak?

Pasien : S1 Dok

Dokter : Baiklah Bapak Amir, saya akan melakukan anamnesa/wawancara lebih


dalam dan nantinya dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada Bapak. Agar
informasi yang saya peroleh tepat, mohon Bapak menyampaikan dan
menjawab pertanyaan saya secara terbuka.

Pasien : Iya dokter

Dokter : Baik Bapak amir, apa yang membuat Bapak datang kemari?

Pasien : Begini Dok, akhir-akhir ini kepala saya sakit

Dokter : Mungkin Bapak bisa menceritakan, bagaimana keluhan ini bisa terjadi?

Pasien : Iya dok, entah tanpa sebab yang jelas sejak 2 minggu terakhir ini kepala saya
terasa sakit setiap pagi terutama sakit di kepala belakang.
Dokter : Apakah sakit kepala ini sampai mengganggu aktivitas atau kegiatan sehari-
hari Bapak?

Pasien : Iya Dok, saya jadi tidak semangat buat beraktivitas

Dokter : Apakah dulu bapak pernah sakit darah tinggi?

Pasien : Belum pernah periksa Dok

Dokter : Baik setelah ini akan saya lakukan pemeriksaan tekanan darah bapak.
Adakah keluhan lain pak?

Pasien : Ini Sendi-sendi saya terasa nyeri dan kaku dok setiap pagi ( sambil
memegang sendi2 jari )

Dokter : Apakah bapak pernah mengalami ini sebelumnya?

Pasien : Belum pernah Dok

Dokter : apakah keluarga Bapak ada yang sakit seperti Bapak atau mungkin sakit lain?

Pasien : Menurut sepengetahuan saya tidak ada Dok.

Dokter : Bagaimana upaya bapak mengatasi keluhan ini? Sudah berobat sebelumnya?

Pasien : Belum pernah saya bawa berobat dok, baru sekarang saya bawa ke dokter.

Dokter : Apa makanan yang paling sering Bapak makan sehari-hari?

Pasien : Yaaa, nasi Dok. Saya paling suka dirumah itu dimasakin sayur santen kepala
ikan dok sama istri saya . hehe

Dokter : Pintar masak ya istrinya bapak .. hehe


Bapa apakah merokok?

Pasien : Nggak dok sekarang.. cuman dulu waktu masih muda merokok.

Dokter : Untuk olahraganya bagaimana pak? Apakah rutin?

Pasien : Jarang sekali Dok, apalagi waktu sakit kepala ini .. jadi cuman duduk diteras
depan sambil main sama cucu.

Dokter : Baiklah, sementara wawancaranya selesai Pak. Mungkin ada hal yang perlu
bapak sampaikan sebelum saya lakukan pemeriksaan?
Pasien : Tidak Dok, saya rasa cukup.

Dokter : Selanjutnya Bapak saya periksa ya.

Pasien : Siap Dok, silahkan

Dokter : (mencuci tangan, lalu menyiapkan tensi) Saya ukur tensi, nadi, kecepatan
napas, dan suhunya dulu ya Pak (melakukan pengukuran tanda-tanda vital).

Pasien : Baik Dok

Dokter : Pemeriksaannya selesai Pak, silahkan kembali ke tempat duduk.

Pasien : Baik Dok, terimakasih

Dokter : Boleh saya lihat hasil pemeriksaan Bapak waktu di Lab kemarin?

Pasien : Boleh Dok, silahkan

Dokter : Terimakasih, saya lihat dulu ya Pak (menganalisa hasil pemeriksaan Lab
pasien).
Jadi Bapak Amir, hasil pemeriksaan fisik tadi tekanan darah bapak
190/100mmHg, nadi 92 kali/menit, suhu 37 C, dan kecepatan napas 22
kali/menit.
Tekanan darahnya tinggi sekali ini pak
Kemudian setelah melihat hasil pemeriksaan laboratorium yang Bapak bawa
ini, disini hasilnya menunjukkan kalau bapak mengalami radang sendi.
Disini penandanya yaitu Sero artritis positif (+) .

Pasien : Ya Dokter, jadi saya sakitnya apa Dok selain darah tinggi itu tadi?

Dokter : Jadi dari hasil wawancara, pemeriksaan dan hasil lab tadi Bapak Amir
mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi dan radang sendi atau sakit
rematik yang sering kita dengar dimasyarakat dan dibahasa kedokterannya
itu sakit rheumatoid arthritis pak.

Pasien : Itu kok bisa darah saya tinggi ya dok, padahal selama ini saya baik-baik saja

Dokter : jadi kalau berdasarkan penyebabnya itu banyak sekali pak dan rata-
rata penyebabnya memang tidak diketahui secara pasti, tetapi biasanya
bisa dipicu dengan peningkatan stres atau pikiran, selain itu gaya hidup
yang kurang sehat juga berperan besar pak misalnya pola makan yang
tidak sehat, makan makanan berlemak, tidak atau jarang olahraga,
aktifitas minimal, makanan asin-asin juga bisa memberikan peran
dalam munculnya tekanan darah tinggi pak.

Pasien : Begitu ya dok, terus radang sendi saya itu karna apa dok?

Dokter : Nah untuk penyakit radang sendi atau sakit rematik ini merupakan penyakit
autoimun, yaitu reaksi sistem imun atau system pertahanan tubuh terhadap
jaringan tubuh sendiri karena terjadi gangguan pada fungsi normal dari
system imun tersebut. Kondisi ini bisa menyebabkan sistem imun menyerang
jaringan sehat sehingga dapat menyebabkan keradangan pada sendi pak.
keradangan sendi ini bisa berakibat pada kerusakan fungsi sendi sehingga
akan timbul kaku. Untuk penyebabnya sendiri belum dapat dijelaskan secara
pasti. Akan tetapi, penyakit autoimun ini sering dihubungkan dengan
berbagai faktor seperti infeksi virus, bakteri, pembentukan oksidan yang
berlebih oleh hormon, usia dan obesitas.

Pasien : o jadi begitu dokter, trus memang apa bahayanya penyakit-penyakit


saya ini dokter?

Dokter : untuk pasien dengan tekanan darah tinggi apabila tidak dijaga dengan
baik, kontrol dengan baik, yang ditakutkan timbul komplikasinya pak,
misalnya stroke yang sampai saat ini merupakan hal yang benar-benar
harus dicegah pak.

Pasien : Begitu ya dok, terus bagaimana mengatasinya Dok? Obat apa yang harus
saya minum?

Dokter : Sebelumnya Bapak, mohon maaf saya hanya ingin saling mengingatkan saja,
bahwa segala penyakit kan datangnya dari Alloh SWT. Bisa jadi maksud
penyakit ini adalah sebuah ujian, peringatan, atau bisa juga azab. Hanya
Tuhan yang tahu dan hanya yang sakit yang bisa merasakan.
Kesembuhannya pun dariNya sehingga saya disini hanya membantu Bapak,
yang menentukan hanya Alloh SWT. Selebihnya Bapak pasrahkan pada
Alloh SWT.

Pasien : Oh iya dokter, saya paham itu.


Dokter : Jadi untuk membantu Bapak, terapi yang saya sarankan ada dua macam yaitu
pakai tidak obat dan pakai obat. Tujuannya adalah menurunkan tekanan
darah bapak yang sekarang, setelah turun menjaga agar tetap stabil dan
mengobati keluhan kaku di sendi bapak.
Terapi yang tidak menggunakan obat yaitu dengan olahraga rutin, menjaga
pola makan sehat mengganti sayuran berlemak atau bersantannya dengan
sayuran tidak bersantan, tidak mengkonsumsi makanan yang asin-asin,
merokoknya dihentikan. Untuk sakit rematiknya kalau lagi nyeri tangannya
diistirahatkan, tapi kalau sudah tidak nyeri coba untuk digerak-gerakkan
jangan sampai didiamkan ya pak. mulai melakukan hidup sehat ya pak..

Pasien : Iya Dok, saya sudah paham. Lalu untuk olahraga rutin itu bagaimana Dok?
Saya kan sudah usia segini 60 tahun.

Dokter : Olahraga yang saya sarankan untuk Bapak yaitu jalan santai selama 30-40
menit lebih baik pagi hari, atau ikut senam lansia biasanya kan ada senam
lansia yang diselenggarakan oleh puskesmas tiap pagi jumat pak.

Pasien : Baik Dokter, lalu utuk obatnya bagaimana Dok?

Dokter : Untuk obatnya nanti akan saya kasih 3 pak, dua untuk tekanan darah
tinggi bapak dan yang satu untuk sakit rematiknya. untuk tekanan
darahnya akan saya beri obat Hidroklorotiazid dan captopril, dia bisa
menurunkan tekanan darah dan bisa digunakan dalam jangka panjang
dan efek sampingnya juga sedikit pak, namun nanti setelah minum
obat Hidroklorotiazid ini bapak pipisnya akan sering ya pak. nanti akan
saya berikan yang dosis kecil dulu, akan saya berikan selama 5 hari
dulu, karna tekanan darah bapak tinggi sekali jadi kontrolnya harus
ketat ya pak. Sebelum obat buat hipertensinya habis bapak kontrol
kesini lagi, atau 4 hari lagi kontrol ya. Kemudian untuk rematiknya
saya berikan obat metothrexate pak.

Pasien : iya dokter, nanti akan saya minum dan kontrol kesini lagi dokter

Dokter : Baiklah kalo begitu saya tuliskan resepnya ya Pak. (menulis resep obat)
(sambil memberikan resep pada pasien) Bismillahirohmanirohim. Obatnya
saya resepkan untuk 5 hari ya pak. Obat Hidroklorotiazid sehari diminum
1 kali 1 tablet pagi hari, dan captopril sehari diminum 3 kali 1 tablet ya
pak. Kemudian untuk obat Methrotexate saya berikan dosis kecil
terlebih dulu, diminum 1 kali 1 minggu dan 1 kali minum 2 tablet ya
pak. bisa diulangi pak apa yang saya sampaikan barusan?

Pasien : obatnya ada 3, dua untuk tekanan darah tinggi dan yang satu untuk
sakit rematik. Obat Hidroklorotiazid sehari diminum 1 kali 1 tablet pagi
hari, dan captopril sehari diminum 3 kali 1 tablet, kemudian obat
Methrotexate diminum 1 kali 1 minggu dan 1 kali minum 2 tablet.

Dokter : baiklah kalau begitu, nanti kalau ada apa-apa bisa ditanyakan di nomor
yang ada di resep, itu nomor saya pak, atau bisa langsung kesini untuk
kontrol lagi pak. Mungkin apakah ada yang ingin Bapak tanyakan atau
mungkin ada yang belum paham dengan penjelasan saya?

Pasien : Sudah Bu Dokter, insyaAlloh saya akan menuruti saran Dokter. Terimaksih
atas bantuan Dokter.

Dokter : karena semua milih Allah termasuk kesembuhan dan kesehatan kita,
mari kita berdoa bersama-sama agar dibukakan pintu kesembuhan
oleh Allah SWT.





Ya Allah, sembuhkanlah Sad Ya Allah, sembuhkanlah Sad. Ya
Allah,sembuhkanlahSad.(HR.Muslim)

Pasien : Amin ya rabbalalamin

Dokter : Iya Pak amir, semoga Alloh memberi kesembuhan pada Bapak. Al-Fatihah
dulu ya Pak sebelum diminum obatnya.

Pasien : Iya dokter, saya permisi dulu. Assalamu'alaikuuuuum warahmatullahi


wabarakatuh

Dokter : Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh