You are on page 1of 2

MEDIAN

Adalah nilai tengah dari nilai-nilai pengamatan setelah disusun secara teratur menurut
besarnya data. Nilai ini dipengaruhi oleh letak data dalam urutannya, sehingga nilai ini sering
disebut dengan rata-rata posisi. Karena nilai median berada di tengah-tengah dari suatu gugus
data (yang disusun berurutan), maka akan terdapat 50% dari jumlah data yang letaknya di bawah
median, dan 50% dari jumlah yang lain ada di atas median.

Untuk data yang tidak dikelompokkan, median adalah nilai yang terletak pada posisi: (N +
1) / 2; dimana N menunjukkan jumlah observasi keseluruhan. Median membagi data sama
banyaknya dari data yang telah diurutkan mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Apabila
jumlah data genap, maka median akan jatuh di antara dua data, maka nilai median merupakan rata-
rata dari dua data tersebut. Contoh:

Dari 10 elemen data, maka median jatuh pada data yang terletak pada posisi: (N + 1 /
2 yaitu pada posisi 11/2 = 5.5 Karena median ada pada data ke 5.5, berarti besarnya
median merupakan rata-rata dari data ke-5 dan ke-6. Perhitungan nilai median dengan
menjumlahkan data ke-5 dan ke-6 kemudian hasilnya dibagi dua.

MODUS

Adalah nilai yang mempunyai frekuensi terbanyak dalam kumpulan data. Ukuran ini
biasanya digunakan untuk mengetahui tingkat seringnya terjadi suatu peristiwa. Pada data yang
tidak dikelompokkan, modus diperoleh dengan menghitung frekuensi dari masing-masing niai
pengamatan, dan kemudian dicari nilai pengamatan yang mempunyai frekuensi observasi paling
banyak (nilai data yang paling sering muncul).

Gambar 1, tidak terdapat modus karena semua data mempunyai frekuensi muncul yang sama.
Gambar 2, modus sebesar 65 karena nilai ini yang paling sering muncul.

Gambar 3, modus jatuh pada nilai 65 dan 75. Modus bisa muncul di lebih dari satu tempat,

dan kita sebut bimodal.

Wibowo, Arif. 2012. Statististika untuk Penelitian. Universitas Negeri Yogyakarta