Вы находитесь на странице: 1из 15

NASKAH PUBLIKASI

TUGAS AKHIR
DASAR PROGRAM PERENCANAAN DAN
PERANCANGAN ARSITEKTUR (DP3A)

PENGEMBANGAN KAMPUNG PENDEKAR MADIUN


SEBAGAI PUSDIKLAT ATLET PENCAK SILAT DAN
WISATA RAGA

Disusun Oleh :
Pungki Indriatmiko
D300140150

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
HALAMAII PERSETUJUAIT
NASKAH PUBLIKASI
DASAR PROGRAM PERENCANAAI\ DAI\I PERANCANGAI\I
ARSTTEKTUR (DP3A)
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Naskah Publikasi llmiah dengan Judul :


PENGEMBAIIGAI\ (KAMPIING PENDEKAR MADIUN'' SEBAGAI
PUSDIKLAT ATLET PENCAK SILAT DAIY WISATA RAGA

telah disetujui oleh Pembimbing Dasar Program Perencanaan dan Perancangan


Arsitektur (DP3A) untuk dipublikasikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Diajukan Oleh:
Pungki Indriatmiko
NIM D300140150

Surakarta, 02 Februari 2016

Pembimbing,

Dr. Ir. Oomarun. M.M.


1

Pengembangan Kampung Pendekar Madiun sebagai Pusdiklat Atlet Pencak Silat Dan Wisata
Raga
Pungki Indriatmiko
Program Studi Arsitektur, Fakultas TeknikUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Jl. A. Yani Trool Pos 1 Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57102 Telp. 0271-717417
Email : pungki.indriatmiko@gmail.com

ABSTRAKSI
Pengembangan Kampung Pendekar Madiun Sebagai Pusdiklat Atlet Pencak Silat dan Wisata Raga
adalah wadah pemersatu 11 organisasi pencak silat di Kota Madiun, Pengembangan Olahraga Beladiri
Pencak Silat, dan sebagai pusat wisata raga pertama di Indonesia, yang nantinya menjadi ikon Kota
Madiun sebagai Madiun Kota Pendekar. Lokasi berada di dekat area Stadion Pangeran Timur Kota
Caruban Kabupaten Madiun. Fasilitas pada kawasan ini ditujukan untuk semuakalangan masyarakat
yang memiliki minat khusus terhadap budaya pencak silat dan olahraga beladiri, Pengembangan ini
menjadi sebuah titik balik dari sebuah akar budaya, kesehatan jasmani, rohani. dan wahana rekreasi
menjadi sebuah kesatuan konsep pengembangan.

Kata Kunci : Kampung Pendekar, Pusdiklat, Pencak Silat, Wisata

ABSTRACT
Pengembangan Kampung Pendekar Madiun Sebagai Pusdiklat Atlet Pencak Silat dan Wisata Raga
is a unity container of 11 pencak silat Organisation in Madiun City, Development of pencak silat self-
defense sport, and as a first center of a Wisata Raga in Indonesia. Which later to be icon of Madiun City
as a Madiun Kota Pendekar. Located on near Stadium of Pangeran Timur Caruban City Madiun
District. The facilities in sector addressed to all of people who special interested with Pencak Silat and
Martial Art Sport, This development became a turning point of a cultural, physical health, spiritual. and
recreational into a unified concept of development.

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


2

1. PENDAHULUAN C. Pengembangan Ekonomi Kreatif


1.1. Pengertian Judul dalam Sektor Budaya Kota Madiun
Pengembangan Kampung Pendekar Madiun memiliki potensi untuk
Madiun sebagai Pusdiklat Pencak Silat pengembangan sebuah ekonomi
dan Wisata Raga merupakan sebuah kreatif melalui bidang seni budaya,
pusat atau wadah untuk mendidik dan Dalam hal ini seperti dalam seni
melatih sebuah cabang olahraga budaya pencak silat yang telah
Pencak Silat dengan akar budaya yang mengakar menjadi sebuah kampung
telah ada yaitu Madiun Sebagai pedekar dimana dalam setiap gang
Kampung Pesilat dan dapat berfungsi kota madiun memiliki sebuah tempat
sebagai sebuah pusat wisata raga. latihan.
1.3. Rumusan Masalah
1.2. Latar Belakang Bagaimana konsep perencanaan dan
A. Potensi Madiun sebagai Kampung perangcangan arsitektur dari
Pendekar Pengembangan Kampung Pendekar
Kota Madiun yang memiliki sedikitnya Madiun Sebagai Pusdiklat Atlet
11 aliran ilmu beladiri yang 8 diantara Pencak Silat dan Wisata Raga.
nya lahir di dalam Kota madiun sendiri Adapun persoalannya adalah sebagai
dan 3 lainnya lahir diluar Kota Madiun, berikut :
11 diantara nya adalah a)Dimana lokasi yang tepat untuk
(1)Persaudaraan Setia Hati Winongo; Konsep Pengembangan Kampung
(2)Persaudaraan Setia Hati Terate; Pendekar Madiun sebagai Pusdiklat
(3)PPS Betako Merpati Putih; (4) OCC Atlet Pencak Silat dan Wisata Raga?
Pangastuti; (5)KI Ageng Pandan Alas; b)Apa saja ruang-ruang yang
(6)IKSPI Kera Sakti; (7)Pro Patria; dibutuhkan dalam Konsep
(8)Persaudaraan Rasa Tunggal; Pengembangan tersebut?
(9)Setia Hati Tuhu Tekad, (10)Persinas c)Bagaimana penataan estetika
ASAD; (11) Tapak Suci. Bahkan dalam Bangunan dari konsep pengenbangan
perkembangannya masih banyak jenis tersebut?
organisasi pencak silat yang lain dan 1.4. Tujuan dan Sasaran
belum bergabug dengan organisasi Menyediakan sebuah wadah untuk
IPSI dan belum memiliki nama. Olahraga Pencak Silat sebagai Pusat
B. Kebijakan Pemerintah Kota Madiun Pendidikan dan Latihan Atlet Pencak
Tahun 2010-2030 Silat untuk menunjang kegiatan
Kota Madiun merupakan salah satu keatletan dalam bidang pencak silatdan
wilayah pusat pertumbuhan ekonomi berfungsi juga sebagai wahana wisata
di Provinsi Jawa Timur, karena madiun raga.
memiliki letak yang sangat strategis 1.5. Metode Pembahasan
karena Kota Madiun menjadi Tahap Pengumpulan Data
perlintasan transportasi darat utama 1. Data Primer
antar provinsi Jawa Tengah dengan 2. Data Sekunder
Jawa Timur, Apapun kondisi ekonomi a. Survey Literatur
kota Madiun akan berdampak pada b. Survey Statistik
perekonomian kota lain yang ada di
Jawa Timur. Hal ini sejalan dengan 2. TINJAUAN PUSTAKA
Program pembangunan Kota madiun 2.1. Tinjauan Pencak Silat dan
yang terlampir dalam Peraturan Pariwisata
Daerah Kota Madiun Nomor 06 Tahun A. Pencak Silat
2011 tanggal 25 Agustus 2015. Pencak silat adalah sistem beladiri
yang mempunyai empat nilai sebagai
satu kesatuan, yakni nilai etis, teknis,

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


3

estetis, dan atletis. Nilai-nilai tersebut Eyang Soero termasuk salah satu
selain merupakan nilai-nilai pencak prajurit Pangeran Diponegoro.
silat juga merupakan corak khas dan Setelah pangeran Diponegoro
keistimewaan pencak silat yang kalah dari Belanda, Eyang Soero
bersumber dari budaya masyarakat melarikan diri ke Madiun dan
rumpun melayu mendirikan sebuah perguruan silat
1. Identitas Pencak Silat sendiri Pendapat lain, Umam
2. Kaidah Pencak Silat (2007) menyebutkan bahwa
3. Hakekat Pencak Silat pembentukan perguruan silat
B. Sejarah Perkembangan Pencak sebenarnya sudah dilakukan di
Silat Kota Madiun Surabaya di daerah Tambak
Perguruan pencak silat dengan basis Gringsing bernama Joyo Gendilo
ilmu Setia Hati pertama kali dicetuskan Cipto Mulyo. Baru pada tahun
oleh Ki Ngabei Soerodiwiryo tahun 1917 berubah nama menjadi Setia
1903. Semasa kecil, Ki Ngabei Ageng Hati (SH).
Soerodiwidjo memiliki nama kecil 2. Ajaran Setia Hati
bernama Muhamad Masdan yang lahir Manusia dapat dihancurkan
pada tahun 1876 di Surabaya. Beliau Manusia dapat dimatikan tetapi
adalah putra sulung Ki Ngabehi manusia tidak dapat dikalahkan
Soeromihardjo (mantri cacar di Selama manusia itu masih Setia
Ngimbang Kabupaten Jombang). Ki pada Hatinya sendiri.
Ngabehi Soeromihardjo sendiri adalah Petikan kalimat di atas merupakan
saudara sepupu RAA Soeronegoro ajaran ke-Setia Hati-an yang
yang pada masa itu menjabat sebagai dianut oleh SH Winongo dan SH
bupati Kediri. Ki Ageng Soerodiwirdjo Terate yang bersumber dari STK.
mempunyai garis keturunan batoro Setia Hati sebenarnya adalah kata
katong di Ponorogo. Pada saat sifat yang menjadi penghubung
menginjak usia 29 tahun, Beliau antara Tuhan dan Hambanya,
menikah dengan Ibu Sarijati dan sehingga terdapat istilah caulitas
dianugerahi 3 anak laki-laki dan 2 anak trinitas yaitu tiga elemen dasar
perempuan namun semuanya yang meliputi manusia itu sendiri,
meninggal dunia sewaktu masih kecil. alam dan Allah. Menjadi seorang
Pada tahun 1890, Beliau lulus dari Setia Hati sangatlah sulit karena
Sekolah Rakyat (sekarang SD) harus mempunyai sikap
kemudian diangkat putra oleh kedewasaan dan nilai
pamannya sendiri, seorang wedono di kebijaksanaan dalam hidup
Wonokromo. Satu tahun kemudian, bermasyarakat. Tujuan akhir dari
Beliau ikut dengan seorang kontrolir SH ini adalah untuk menjadi
Belanda dan dipekerjakan sebagai manusia yang berbudi pekerti
juru tulis dengan status pekerja luhur serta mengetahui benar dan
magang. Pada usia yang relatif masih salah.
muda, Ki Ageng Soerodiwirdjo Tingkatan dalam ilmu Setia Hati
mengaji di pondok pesantren Tebu ada tiga segi, antara lain:
Ireng, Jombang dan disinilah beliau 1. Ksatria atau pendekar
belajar pencak silat untuk pertama 2. Nalendro raja atau
kali. pemimpin
1. Asal Mula Setia Hati di Madiun 3. Pandito penasehat atau
Menurut hikayat, asal muasal sesepuh.
pencak silat di Madiun adalah dari Dalam ajarannya dibuatlah sebuah
seorang pendekar bernama Soero organisasi pencak silat, antara
(Eyang Suro). Konon sewaktu itu, lain: Persaudaraan Setia Hati

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


4

Terate, Persaudaraan Setia Hati a. Kategori Tanding Putra


Winongo, Setia Hati Putih, Kala b. Kategori Tunggal Putra/Putri
Chakra, dan lain-lain c. Kategori Ganda Putra/ Putri
(arieftewe.blogspot.com, 2011). d. Kategori Beregu Putra/Putri
Kesemua organisasi tersebut 2. Penggolongan Pertandingan dan
berasal dari guru yang sama, Ketentuan Tentang Umur
dalam perkembangannya para 3. Kebutuhan Ruang Latihan
murid-murid tersebut atas restu a. Gelanggang Olahraga
sang guru mereka mendirikan b. Laboratorium Simanokinetika
nama pencak silat sendiri. c. Fitness Center
Sebenarnya ilmu Setia Hati adalah d. Ruang Latihan Atlet Teknik
ilmu yang menjadikan orang lain e. Ruang Latihan Atlet Fisik
bagaikan saudara kandung, saling f. Perpustakaan
tolong-menolong, menghargai, g. Ruang Kelas Teori
menghormati dan saling h. Asrama Atlet
merasakan serta menjaga i. Jogging Track
perasaan orang lain. j. Demostrasi
3. Beberapa Aliran Beladiri Pencak k. Kolam Renang
Silat di Madiun
a. PPS Betako Merpati Putih 4. Ketentuan Pertandingan
b. Tapak Suci a. Aturan Pertandingan
c. Pro Patria b. Aba-aba Pertandingan
d. IKS PI Kera Sakti
e. Persaudaraan Setia Hati D. PARIWISATA
Terate 1. Pengertian Pariwisata
f. Persaudaraan Setia Hati Wisata merupakan kegiatan
Winongo Perjalanan yang dilakukan oleh
g. Persinas ASAD seseorang dengan tujuan rekreasi
C. Pusdiklat Atlet Pencak Silat dan liburan serta memiliki persiapan
Pusdiklat sebuah kepanjangan atau tentang kegiatan perjalayang ini.
akronim dari Pusat Pendidikan dan Atau juga dapat diartikan sebagai
Pelatihan. Pusdiklat Atlet Pencak Silat kegiatan perjalanan yang dilakukan
merupakan bagian dari sub sistem oleh seseorang atau sekelompok
pembinaan olahraga, dan pencak silat orang dengan mengunjungi tempat
menurut kamus besar bahasa tertentu untuk tujuan rekreasi,
Indonesia adalah permainan pengembangan pribadi, atau
(keahlian) dalam memepertahankan mempelajari keunikandaya tarik
diri dengan kepandaian meyanggkis, wisata yang dikunjungi dalam jangka
menyerang dan membela diri, baik waktu sementara. Dan untuk tujuan
dengan atau tanpa senjata, nya sendiri parwisata dibagi menjadi
sedangkan bersilat bermakna bermain beberapa tujuan diantaranya untuk
dengan menggunakan ketangkasan meningkatkan pertumbuhan eko-
menyerang dan memeprtahan kan diri. nomi; meningkatkan kesejahteraan
Ada beberapa jenis latihan dasar yang rakyat; menghapus kemiskinan;
harus dilakukan dan dijalani oleh mengatasi pengangguran; meles-
setiap atlet pencak silat yaitu: tarikan alam, lingkungan, dan sumber
i. Latihan Fisik daya; memajukan kebudayaan;
ii. Latihan Teknik mengangkat citra bangsa; memupuk
iii. Latihan Taktik rasa cinta tanah air; memperkukuh
iv. Latihan Mental jati diri dan kesatuan bangsa; dan
1. Kategori Pertandingan

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


5

mempererat persahabatan antar seseorang atau sekelompok orang


bangsa. dengan mengunjungi tempat tertentu
untuk tujuan rekreasi,pengembangan
2. Pariwisata Kreatif pribadi, atau mempelajari
Menurut Raymond (2007) dalam keunikandaya tarik wisata yang
Marjuka (2012), pariwisata kreatif dikunjungi dalam jangka waktu
adalah sebuah pengalaman sementara. Konsep wisata raga
berwisata yang memberikan peluang menawarkan beberapa aspek
kepada wisatawan untuk kegiatan seperti layaknya kegiatan
mengembangkan potensi kreatifnya. outbound dan kegiatan rekreasi
Pariwisata kreatif mempunyai lainnya.
karakteristik antara lain: Kegiatan Wisata Raga
i. Tema berhubungan dengan budaya i. Latihan Bentuk Dasar Pencak
lokal yang mencakup antara lain Silat (Permainan untuk anak-
aktivitas budaya masyarakat, anak).
makanan, alam, kesenian. ii. Bentuk Latihan gerak
ii. Bersifat informal/tidak kaku dan iii. Outbond dan Outdoor Activity
fleksibel iv. Meditasi dan Relaksasi
iii. Bersifat hand on yang melibatkan
pengunjung untuk belajar secara 2.2. Studi Banding Objek Kajian
interaktif. Padepokan Pencak Silat TMII
iv. Peserta dibatasi pada kelompok Padepokan ini merupakan padepokan
kecil atau personal. pencak silat yang diperuntukkan untuk
v. Kegiatan dilakukan di tempat tempat berlatih atlet pencak silat
pengajar atau tempat nasional. Padepokan ini didirikan oleh
kerja/bengkel, bukan di ruang IPSI dan berdiri di lahan seluas 5,5
seminar mewah. Hal ini untuk hektar yang merupakan sumbangan
mendukung suasana ontentik dan dari almarhumah ibu Tien Soeharto.
informal.
vi. Memperbolehkan pengunjung
mengeksplorasi kreativitas mereka
sehingga kurikulum pengajaran
tidak dibatasi secara ketat/fleksibel.
vii. Mendukung pariwisata
berkelanjutan dengan adanya
pasar market bagi peningkatan
kemampuan/skill tradisional suatu Gambar : Site Kawasan Padepokan
komunitas , serta dapat Pencak Silat TMII
memanfaatkan prasarana dan Arsitektur Bangunan dan berbagai
sarana yang sudah ada. macam ornamen yang terdapat di
viii. Mendekatkan diri pada komunitas dalam Padepokan Pencak Silat
lokal, termasuk pengajar/ instruktur Indonesia diadaptasi dari budaya lokal
dan masyarakat di sekitarnya. Indonesia secara umum tanpa
spesifikasi corak dari budaya tertentu
3. Wisata Raga karena disesuaikan dengan cerminan
Wisata raga merupakan sebuah slogan negara Indonesia, "bhinneka
wisata yang mengusung konsep tunggal ika atau "kesatuan dalam
olahraga dalam aktivitasnya, jika keberagaman . Pemakaian /
diuraikan satu persatu, wisata pengadaptasian budaya lokal
merupakan sebuah aktivitas kegiatan mencerminkan bahwa Indonesia
perjalayang yang dilakukan oleh merupakan sumber dari Pencak silat.

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


6

Padepokan TMII terdiri dari 10 Padepokan ini berdiri di lahan seluas


Bangunan di dalamnya, dimana 1,7 hektar. Terletak di jalan Merak
masing-masing Bangunan tersebut Madiun dan merupakan padepokan
memiliki nama, yaitu : Pondok Agung milik Persaudaraan Setia Hati Terate.
(pondok yang agung), Pondok Gede Terletak di kawasan pemukiman dan
(the big cottage), Pondok Naung (the pada saat ini sedang dalam tahap
shelter cottage), Pondok Serbaguna renovasi. Dulunya padepokan ini
(the multipurpose cottage), Pondok bercampur dengan Bangunan lain
Pengobatan (the medical treatment seperti sekolah dan sebagainya yang
cottage), Pondok Perpustakaan dan juga merupakan milik Persaudaraan
Museum (the library and museum Setia Hati Terate.
cottage), Pondok Penginapan (the Berikut ini merupakan gambaran zona
lodging cottage), Pondok Meditasi (the padepokan PSHT madiun beserta
meditation cottage),Pondok Pengelola gambar sebagai pelengkap.
(the managers cottage) and Mushola
(mosque).

Gambar : Layout Padepokan Pencak Silat


Gambar : Gelanggang Tebuka TMII PSHT

2.3. Tinjauan Teori Arsitektur


A. Arsitektur Vernakular
Arsitektur Vernakular adalah sebuah
karya arsitektur yang tumbuh dan
berkembang dari arsitektur rakyat yang
lahir dari masyarakat etnik dan
Gambar : Perpustakaan berjangkar pada tradisi etnik, serta
dibangun oleh tukang berdasarkan
pengalaman (trial and eror)
menggunakan eknik dan material local
serta merupakan jawaban atas setting
lingungan tempat terjadinya
transformasi.
Gambar : Pondok Gede
B. Arsitektur Kontemporer
Gaya Kontemporer adalah istilah yang
bebas dipakai untuk sejumlah gaya yang
berkembang antara tahun 1940-1980an.
Gaya kontemporer juga sering
diterjemahkan sebagai istilah arsitektur
modern (Illustrated Dictionary of
Gambar : Gedung Serbaguna Architecture, Ernest Burden)

Padepokan Pencak Silat Setia Hati


Madiun 3. Gambaran Umum Lokasi Perencanaan

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


7

3.1 Kondisi Wilayah Kota dan Kabupaten lembah Bengawan Madiun berdekatan
Madiun dengan pusat Kota Madiun dengan
A. Kondisi Lingkungan Kota Madiun ketinggian antara 21 - 100 mdpl.
1. Luas dan Batas Adminitrasi Kota Kemudian berturut-turut ke arah selatan
Madiun yang semakin bertambah tinggi hingga
Wilayah Kota Madiun mempunyai luas ketinggian hampir 2.000 mdpl.
33,23 Km2 terbagi menjadi 3 (tiga) 3. Geologi
kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, a. Jenis Tanah
Kecamatan Taman, dan Kecamatan Berdasarkan data yang didapat, jenis
Kartoharjo. Dengan luas masing- masing tanah di Kabupaten Madiun didominasi
Kecamatan Manguharjo 10,04 Km2, oleh jenis tanah aluvial dengan
Kecamatan Taman 12,46 Km2, dan prosentase sebesar 36 % , disusul
Kecamatan Kartoharjo 10,73 Km2. kemudian jenis tanah mediteran dengan
2. Rencana Tata Ruang dan Wilayah prosentase sebesar 26% Jenis tanah
Kota Madiun grumosol dengan prosentase sebesar
Wilayah Kota Madiun mempunyai luas 21%. Sedangkan jenis tanah latosol
33,23 Km2 terbagi menjadi 3 (tiga) dengan prosentase sebesar 13%
kecamatan yaitu Kecamatan Manguharjo, Untuk jenis tanah dengan luasan terkecil
Kecamatan Taman, dan Kecamatan yaitu jenis tanah litosol dengan
Kartoharjo. Jika Kita melihat Peta prosentase sebesar 4%
Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota b. Tekstur Tanah
Madiun ketersediaan lahan unutk Tekstur tanah adalah mineral-mineral
pembangunan proyek Pengembangan padat yang menyusun partikel- partikel
Kampung Pencekar Madiun sebagai tanah dan dibedakan menjadi tiga
Pusdiklat Atlet Pencak Silat dan Wisata bagian/fraksi sesuai dengan ukurannya
Raga dikarenakan minimnya wilayah Kota yaitu :
Madiun untuk pengembangan proyek 1. Partikel liat : ukuran < 2 m (mikron)
tersebut maka akan dialihkan di wilayah 2. Partikel debu : ukuran 2 m 5 m
administrasi Kabupaten Madiun yang (mikron)
memiliki Lahan untuk pengembangan Ibu 3. Partikel pasir : ukuran 50 m 2 mm
Kota Kabupaten Madiun yang berada di (mikron)
daerah Caruban Kabupaten Madiun. 4. Keadaan Hidrologi
B. Kondisi Fisik Lingkungan Kabupaten Di Kabupaten Madiun terdapat 41 (empat
Madiun puluh satu) sungai, antara lain Kali
1. Luas dan Batas Administrasi Jerohan, Kali Kembang, Kali Bruwok, Kali
Kabupaten Madiun memiliki wilayah Notopuro, Kali Catur, Kali Asin, Kali
seluas 101.086 Ha atau 1.010,86 Km2, Sono, Kali Sareng dan kali-kali lainnya
secara Astronomis terletak pada 1110 yang memuat debit aliran dan manfaat
25' 45 1110 51 ' Bujur Timur dan irigasi dari masing-masing sungai
70 12' 70 48' 30 Lintang Selatan tersebut.
dengan batas-batas secara administrasif 5. Kondisi Klimatologis
adalah: Kabupaten Madiun termasuk iklim
1. Sebelah Utara : Kab. Bojonegoro dengan Tipe C yaitu iklim sedang yang
2. Sebelah Timur : Kab.Nganjuk merupakan daerah tidak kering dan
3. Sebelah Selatan : Kab. Ponorogo tidak basah.
4. Sebelah Barat : Kabupaten Magetan
dan Kabupaten Ngawi 3.2 Kondisi Wilayah Mejayan Kabupaten
2. Topografi Madiun
Topografi di Kabupaten Madiun Pada tahun 2010 ditetapkan secara yuridis
membujur dari utara ke selatan dengan formal dalam Peraturan Pemerintah Nomor
posisi terendah terdapat di lembah- 52 Tahun 2010 tentang Pemindahan

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


8

Ibukota Kabupaten Madiun dari wilayah C. Kegiatan dan Aktivitas


Kota Madiun ke wilayah Kecamatan 1. Pusdiklat Atlet Pencak Silat
Mejayan Kabupaten Madiun Provinsi 2. Wisata Raga Pencak Silat
Jawa Timur. 3. Pertandingan Pencak Silat
Sebagai Ibukota Kabupaten Madiun, D. Pelaku Kegiatan
kawasan Perkotaan Mejayan ini memiliki 1. Atlet Pencak Silat, dibagi menjadi
beberapa keunggulan diantaranya yaitu : beberapa penggolongan pertandingan/
a. Berada di jalan yang menghubungkan pemakai berdasarkan umur, yaitu :
antara Kota Surabaya dengan Kota Solo Golongan Usia Dini, Golongan Pra
b. Topografi di kawasan perkotaan Remaja, Golongan Remaja, Golongan
Mejayan ini relatif datar sehingga tidak Dewasa, Golongan Master 1, Golongan
memiliki batasan fisik dalam Master 2
pengembangan perkotaan 2. Pelatih
c. Kondisi penggunaan lahan yang masih 3. Wisatawan
banyak lahan belum terbangun ini 4. Pengelola
membuat suatu keunggulan tersendiri 5. Penonton
dalam proses pembangunan perkotaan.
4.2. Analisa Pemilihan Lokasi Site
4. Konsep Perencanaan dan Perancangan A. Dasar Pertimbangan Pemilihan Tapak
4.1. Gagasan Perancangan Untuk kawasan pusdiklat setidaknya
A. Fungsi Pudiklat Atlet Pencak Silat dan membutuhkan luas area minimal 5 hektar,
Wisata Raga dan wisata raga juga membutuhkan
1. Fungsi setidaknya 5 hektar, jadi luas secara
Pusdiklat Atlet Pencak Silat keseluruhan sekurang - kurangnya
Wisata Raga memiliki luasan sekitas 10 hektar namun
B. Strategi Pengembangan Kampung kurang dari 15 hektar.persyaratan lain
Pendekar Madiun yang harus dipenuhi adalah sebagai
Kampung pendekar Madiun memiliki berikut :
potensi dibidang sejarah dan budaya a. Site yang terpilih harus ada pada
pencak silat yang sudah mengakar dan kawasan olahraga, wisata, dan
mem-budaya dalam kehidupan pengembangan pendidikan non
masyarakat, meski bukan dalam bentuk formal.
kampong yang sebenarnya tetapi b. Mempunyai dimensi yang luas sesuai
keberadaan setiap perguruan di wilayah kebutuhan pengembangan kawasan
madiun sudah mengakar didalam yang dimaksud (rentang 5-15 hektar)
kawasan, tersebar diseluruh kawasan untuk memberikan fungsi yang
Madiun baik dari wilayah pemerintahan maksimal terhadap Bangunan yang
Kota namun juga di wilayah kabupaten terbangun.
Madiun. Sebagai langkah awal c. Site yang akan dibangun harus
mengembangkan potensi Kampung sesuai dengan peraturan daerah
Pendekar Madiun adalah dibuatnya setempat (RTRW, dan RDTRK
grand design kawasan yang dapat wilayah setempat) agar pemanfaatan
mengakomodasi dan mewadahi aktifitas ruang yang ada tidak menghambat
11 organisasi pencak silat yang ada di pemBangunan serta bukan alih
Madiun. Dan pengembangan ini sebagai fungsi lahan yang berdampak pada
tindaklanjut perjanjian damai antara 11 pelanggaran peraturan.
perguruan pencak silat pada tanggal 28 d. Lokasi mudah dicapai oleh
Oktober 2013 yang menghinpun jadi datu kendaraan umum, ketersediaan
kesatuan komunitas pencak silat Madiun fasilitas jalan, dan insfrastruktur
yang disebut Paguyuban Pencak Silat lainnya.
Madiun. B. Alternatif Pemilihan Tapak

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


9

1. Lokasi A
Daerah site lokasi A terletak disebelah
kawasan Stadion Pangeran Timur
Caruban, lokasi site berada disebelah
sungai dan ujung perbatasan antara
Kecamatan Mejayan dengan Kecamatan
Pilangkenceng.
Gambar : Lokasi Site Terpilih
adapun faktor yang menjadi
pertimbangan adalah sebagai berikut :
1. Posisi site A berada pada pusat
pengembangan Kabupaten Madiun
yaitu kecamatan Mejayan.
Gambar : Lokasi Site A 2. Lokasi Site A yang berdekatan dengan
Terminal AKAP (Antar Kota Antar
2. Lokasi B Provinsi) dan AKDP (Antar Kota Dalam
Daerah lokasi B berada tak jauh dari Provinsi) memberikan kemudahan
pusat pemerintahan Kabupaten Madiun, akses untuk menjangkau Site A.
lebih tepatnya berada diseberang jalan 3. Lokasi Site A berada di sebelah
Kantor bupati Kabupaten Madiun. komplek Olahraga Stadion Pangeran
Timur Kabupaten Caruban.
4. Lokasi Site A telah dipertimbangkan
jauh dari lokasi Perguruan Pencak
Silat yang ada di Kabupaten Madiun.

C. Kondisi Eksisting

Gambar : Lokasi Site B

3. Lokasi C
Daerah lokasi C berada di daerah desa
Mejayan, lokasi yang tidak jauh dari lokasi
site B. berikut adalah gambaran site yang
ditampilkan dalam citra satellite yang
diambil dari citra googlemaps.co.id Gambar : Lokasi Site Eksisiting

D. Luasan dan Batas Tapak


Tapak terpilih memilih memiliki luasan 12
hektar (120.000m2), dengan batas-batas
sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Saradan
Sebelah Selatan : Kompleks Stadion
Pangeran Timur
Gambar : Lokasi Site C
Sebelah Barat : Aarea persawahan
B. Tapak Terpilih Sebelah Timur : Kecamatan Saradan dan
sungai irigasi

4.3. Analisa Tapak ( Makro)


A. Pencapaian

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


10

- Semak kecil
- Pohon
Jenis-jenis pohon yang ada dilokasi
eksisting adalah
- Lamtoro gung
- Bambu
- Angsana

Gambar : Analisa Pencapaian 4.4. Analisa Kebutuhan Ruang dan


B. Sirkulasi Tapak Regulasi Ruang
1. Kebutuhan Ruang
Gelanggang Pencak SIlat
Pengelola Kawasan
Mini Museum
Padepokan Pencak Silat
Kantin
Recestionist
Cottage
Gambar : Analisa Sirkulasi Pusdiklat Pencak Silat
Asrama Atlet
C. View From Site Menza
2. Regulasi Ruang
Koefisien Dasar Bangunan( KDB)
0.60
Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
0.75
Koefisien Lantai Banguan (KKB)
3 Lantai
Garis Sempadan Bangunan
Gambar : Analisa View From Site lebar jalan + 1 Meter

D. Sepadan Sungai 4.5. Analisa Penataan Massa dan Konsep


Pendekatan Arsitektur
A. Konsep Pendekatan Perancangan
Arsitektur
Konsep perancangan arsitektur pada
pengembangan kampung pendekar
Madiun sebagai pusdiklat Atlet Pencak
Silat lebih dekat dengan Arsitektur
Tradisional pada style bangunan untuk
menciptakan suasana alamai padepokan
Gambar : Sepadan Sungai pencak silat dan kesan arsitektur
nusantara.
E. Landscape B. Analisa Penataan Massa
Salah satu unsur landscape yang 1. Ide Bentuk Bangunan
mempunyai bermacam-macam fungsi Ide bangunan menggunakan pola dan
tadi adalah tanaman. Secara khusus bentuk geomatri bundar dan kotak
tanaman mempunyai fungsi sebagai karena untuk mempermudah pola
berikut : pembentukan arsitektur tradisional
- Pelapis tanah pada tata masa kawasan

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


11

2. Zoning Massa dan Kawasan solusi juga untuk memasukan


penghawaan alami pada ruangan.

Gambar : Analisa View From Site


Gambar : Analisa Penghawaan
3. Eksterior Bangunan
4. Utilitas
Penggunaan material pada eksterior
a. Sistem Jaringan Air Bersih
bangunan adalah dengan kombinasi
material modern dan material
tradisional. Untuk Softscape material
menggunakan material pohon yang
dapat meneduhkan dan berfungsi
sebagai pengarah
4. Interior Bangunan
Penggunaan interior bangunan Gambar : Analisa Sistem Jaringan Air
menggunakan material Modern dan Bersih
material tradisional. b. Sistem Jaringan Air Kotor
5. Analisa Teknologi Bangunan
1. Struktur Bangunan
Menggunakan Struktur beton
bertulang, dapat berupa tiang
pancang maupun boapilr dan
footplate untuk bangunan
sederhana.
Gambar : Analisa Sistem Jaringan Air
Kotor
c. Sistem Jaringan Listrik
Kawasan

Gambar : Analisa Struktur

2. Pencahayaan
Pencahayaan menggunakan
pencahayaan alami dari candela
ruangan. Gambar : Analisa Sistem Jaringan Air
Listrik Kawasan
d. Sistem Jaringan Pemadam
Kebakaran

Gambar : Analisa Pencahayaan

3. Penghawaan
Melalui pencahayaan alami
menggunakan jendela merupakan
Gambar : Analisa Sistem Titik Hydrant

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


14

DAFTAR PUSTAKA

Adriani, Y. (2012). Kajian Tipologi New Tourism. Jakarta: Pusat Perencanaan dan
Pengembangan Kepariwisataan ITB.

Agung Nugroho, A. (2001). Diktat Pedoman Pencak Silat. Yogyakarta: Fakultas


Ilmu Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta.

Atnasus. (2015, september). tragedi outbound. Retrieved from kompasiana.com:


http://www.kompasiana.com/atnasus/tragedi-
outbound_55176c08813311aa669de805

Habibi, A. (2010). Sejarah Pencak Silat Indonesia (Studi Historis Perkembangan


Persaudaraan Setia Hati Terate Di Madiun Periode Tahun 1922-2000). Institut
Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga Jogjakarta: 2010.

Indonesia, U. U. (2009). UU No 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta: Kepala


Biro Peraturan Perundang-undangan, Bidang Politik dan Kesejahteraan.

Kartono, J. L. (2005). Konsep Ruang Tradisional Jawa Dalam Konteks Budaya.


Dimensi Interior.

Maryono, O. (1998). Pencak Silat Merentang Waktu. Yogyakarta: Pustaka


Pelajar.

Priatmono, A. F. (2012). Pengembangan Pariwisata Kreatif Berbasis Komunitas dan


Budaya LokaL. Jurnal Simposium Nasional RAPI XI FT UMS 2012, A-20.

Puspitasari, Y. D. (2010). Sejarah Pertikaian Dua Perguruan pencak Silat


Madiun. Madiun: Fakultas Ilmu Sejarah.

Timur, P. P. (2010). Rencana Jangka Menengah Provinsi Jawa Timur 2010-2030.


Surabaya: Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

Anonim (2015). Sejarah Persinas ASAD. Retrieved from http://www.asad.or.id:


http://www.asad.or.id/index.php?content=content_sejarah

Anonim, B. K. (2013). Studi Kelayakan Wisma Atlet Kabupaten Banyuwangi.


Bappeda Kabupaten Banyuwangi.

Anonim. (2015, september) Ikatan Pencak Silat Indonesia. Ipsi.or.id. Retrieved from
peraturan-pertandingan: http://ipsi.or.id/peraturan-pertandingan

Anonim (2013). RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH Tahun


2013-2018.Bappeda Kabupaten Madiun.

Anonim (2015). Kecamatan Mejayan dalam Angka 2014. Badan Pusat Statistik
Kabupaten Madiun.

Anonim (2010). Peraturan Daerah Nomer 6 Tahun 2010 Rencana Jangka


Menegah Daerah Kota Madiun.Pemerintah Kota Madiun.

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS


15

Anonim (2014). Rencana dan Strategi Perencanaan Daerah. Bappeda Kota


Madiun.

Anonim (2015). letak geografis.Pemerintah Kota Madiun. Retrieved from


madiunkota.go.id: 12
http://www.madiunkota.go.id/index.php?option=com_content&view=article
&id=117:letak- geograf

Anonim. (2015). Renstra Bappeda 2015. Pemerintah Kota Madiun Retrieved from
madiunkota.go.id:
http://madiunkota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=3
57:renstra-bappeda-2015&catid=1:berita

Anonim. (2015, september). pengertian dan tujuan outboun. Retrieved from


gankmetro.com: http://gankmetro.com/pengertian-permai-dan-tujuan-
serta-manfaat-outbound/

Anonim (2015, september). Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jadikan Madiun


Sebagai Roda Perekonomian bagian Barat. Antara News Jatim. Retrieved
from antarajatim.com:
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/77174/pemprov-jadikan-madiun-
pusat-perekonomian-bagian-barat

Anonim. (2015). Madiun Dalam Angka 2014.Badan Pusat Statistik Kabupaten


Madiun.

Anonim. (2011). Struktur dan Konstruksi Arsitektur Jawa. Jurusan Arsitektur


Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang.

Anonim. (2015, september). Laboratorium Simanokinetika. Fakultas Ilmu


Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Retrieved from fik.unj.ac.id:
http://fik.unj.ac.id/

Pungki Indriatmiko|D300140150|Teknik Arsitektur UMS