You are on page 1of 16

ASUHAN KEPERAWATAN TINDAKAN PEMBERIAN TERAPI

OKSIGEN PADA PASIEN Tn.AS DENGAN ASMA


DI RUANG IGD MEDIK RSUP SANGLAH
TANGGAL 08 APRIL 2017

OLEH :

D-IV KEPERAWATAN
TK. 3, SEMESTER VI

IDA AYU DIAH NARESWARI KENITEN


NIM.P07120214039

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2017
ASUHAN KEPERAWATAN TINDAKAN PEMBERIAN TERAPI OKSIGEN
PADA PASIEN Tn.AS DENGAN ASMA
DI RUANG IGD MEDIK RSUP SANGLAH
TANGGAL 08 APRIL 2017
Identitas Pasien
Nama : Tn.AS
No RM : 17015090
Umur : 47 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Tanggal Masuk RS : 08 April 2017
Jam Kedatangan : 14.00 WITA
Jam Pengkajian : 14.15 WITA
Alasan Masuk : Pasien datang diantar oleh keluarganya dengan
keluhan sesak napas sejak 6 hari yang lalu, sesak
disarakan berulang dan memberat sejak tadi siang.
Sesak napas dikatakan tidak membaik dengan
perubahan posisi maupun dengan mengkonsumsi
obat. Dikatakan nyeri dada saat menarik napas,
Pasien mengaku sudah memiliki riwayat asma sejak
kecil dan selalu mengonsumsi obat saat kambuh.
Batuk (+) , demam (-)
Triase : Triase medic label kuning
Diagnosa Medis : Moderate Asthma Attack suspect Bronchitis.

Initial Survey
A (alertness) :+
V (verbal) :-
P (pain) :-
U (unrespons) :-

Survey Primer dan Resusitasi


A. AIRWAY DAN KONTROL SERVIKAL
1. Keadaan Jalan Nafas
Tingkat Kesadaran : Compos Mentis
Pernafasan : Pernafasan cuping hidup (+)
Upaya Bernafas :+
Benda asing di jalan Nafas : Secret (+)
Bunyi Nafas : Wheezing
Hembusan Nafas :+

B. BREATHING
1. Fungsi Pernafasan
Jenis Pernafasan : Dispnea
Frekwensi Pernafasan : Respirasi 30 x/menit, napas cepat dan
dangkal
Retraksi Otot Bantu Nafas :+
Kelainan Dingding Thoraks : Simetris, perlukaan (-), jejas (-), trauma (-)
Bunyi Nafas : Whezing dan ronchi
Hembusan Nafas :+

C. CIRCULATION
1. Keadaan sirkulasi
Tingkat Kesadaran : Compos Mentis
Perdarahan (internal/eksternal): Tidak ada perdarahan
Nadi Radial/carotis : Teraba
Akral Perifer : Hangat
Kapilari Refill : < 2 detik
Pulse : 92 x/menit
Blood Preasure : 120/80 mmHg
Nyeri : Pasien mengeluh nyeri pada dada akibat
sesak napas karena penyakit asma yang
dimilikinya. Nyeri dirasakan seperti ditusuk-
tusuk dengan skala nyeri 3(0-10). Nyeri
dirasakan hilang timbul dan terasa jika
dilakukan pergerakan seperti menarik dan
menghembuskan nafas.

D. DISABILITY
1. Pemeriksaan Neurologis
GCS : E4 V5 M6
Reflex Fisiologis :+
Reflex Patologis :-
Kekuatan Otot : 555 555
555 555

Pengkajian Sekunder / Survey Sekunder


1. Riwayat Kesehatan
a. RKD :
Pasien mengatakan sudah memiliki riwayat penyakit asma sejak kecil
dan sering sesak hingga saat ini. Pasien juga memiliki riwayat alergi
makanan (gula jawa) namun tidak ada riwayat alergi obat. Pasien
mengatakan selalu mengonsumsi obat neonapasin untuk meredakan
sesaknya setiap kali kambuh.
b. RKS :
Pasien datang ke IGD Sanglah dengan keluhan sesak napas. .Sesak
napas dikatakan muncul sejak 6 hari yang lalu dan memberat sejak tadi
pagi. Sesak nafas dikatakan tidak membaik dengan perubahan posisi,
maupun mengonsumsi obat. Pasien juga mengeluh nyeri dada saat
menarik napas, batuk (+) demam (-)
c. RKK
Pasien mengatakan di dalam keluarga ada yang memiliki penyakit
asma yang sama dengan pasien yaitu kakek dan ibu kandung pasien.

2. Riwayat dan Mekanisme Trauma


Keluarga pasien mengatakan bahwa sesak napas yang dimiliki pasien sejak
6 hari yang lalu sering kambuh terutama pada malam hari maupun saat
pasien merasa lelah. Saat itu pasien dikatakan hendak pulang kampong ke
Banyuwangi,namun ketika hendak berangkat secara tiba-tiba sesak napas
pasien kambuh lagi. Pasien sudah mencoba untuk duduk tenang dan
minum obat yang biasa dikonsumsinya ketika kambuh, namun sesak yang
dirasakan tidak kunjung membaik melainkan terasa semakin berat dan
pasien sampai sempat pingsan. Kemudian oleh keluarga pasien dibawa ke
IGD RSUP Sanglah untuk mendapatkan penanganan. Sesampainya di IGD
RSUP Sanglah pada pukul 14.00 WITA, pasien kemudian diberikan terapi
oksigen melalui nasal canul sebanyak 4lpm. terapi yang diberikan :
a. IVFD NaCl 0,9% 20 tpm
b. Nebul combivent tiap 6 jam
c. Metilprednisolon 62,5 mg @ 12 jam (IV)
d. Cefoperazone 1 gr @ 12 jam (IV)

3. Pemeriksaan Fisik (Head to Toe)


a. Kepala
Kulit Kepala : Bentuk kepala normocephalic, rambut
pasien pendek dan ikal, penyebaran rambut
merata, kulit kepala bersih, tidak ada nyeri
tekan di kepala, tidak ada jejas dan
pendarahan di daerah kepala
Mata : Simetris, palpebra tidak oedema, sclera non
ikterik, konjungtiva non anemis,pupil isokor
tidak ada nyeri tekan.
Telinga : Canalis bersih, pendengaran baik, tidak
memakai alat bantu pendengaran.
Hidung : Tidak ada polip, secret (+), radang (-),
benjolan (-), mukosa hidung lembab, cuping
hidung (+)
Mulut dan Gigi : Gigi bersih, karies gigi (-), peradangan,
bibir kering.
Wajah : Struktur wajah simetris dan lengkap, warna
kulit sawo matang, ikterik (-), sianosis (-).

b. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid


maupun vena jugularis.
c. Dada/thoraks
- Paru-paru
Inspeksi : Simetris kanan dan kiri, tidak ada kelainan
bentuk, tidak terdapat jejas, terdapat
penggunaan alat bantu pernafasan yaitu otot
sternokleidomastoid dan otot pektoralis.
Irama pernafasan cepat dengan frekuensi 30
x/menit.
Palpasi : Simetris, retraksi dinding dada (+)
Perkusi : Sonor
Auskultasi : Terdengar wheezing dan ronchi
- Jantung
Inspeksi : Gerak jantung normal
Palpasi : Ictus cordis teraba
Perkusi : Redup
Auskultasi : S1 Lup, S2 Dup, tidak ada suara tambahan.

d. Abdomen
Inspeksi : Datar pada empat kuadran
Palpasi : Tidak ada nyeri tekam
Perkusi : Redup
Auskultasi : Bising usus (8x/menit)
e. Pelvis
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
f. Perineum dan Rektum : Pasien mengatakan tidak ada keluhan
g. Genetalia : Pasien mengatakan tidak ada .keluhan
h. Ekstermitas
Status Sirkulasi : Teraba nadi brakialis, tidak ada perubahan
warna kulit.
Keadaan Injury : Tidak ada trauma
i. Neurologis
Fungsi Sensorik : Normal
Fungsi Motorik : Normal

4. Hasil Laboratorium
Hasil Pemeriksaan Kimia Klinik di RSUP Sanglah pada tanggal 8 April
2017 pukul 15.00 Wita
pH 7.42 7.35 - 7.45
pCO2 48.1 35.00 45.00 mmHg
pO2 118.30 80.00 100.00 mmHg
BEecf 5.6 -2 2 mmol/L
HCO3- 30.20 22.00 26.00 mmol/L
SO2c 98.3 95% - 100% %
TCO2 31.60 24.00 30.00 mmol/L
Natrium 136 136 - 145 mmol/L
Kalium 3.91 3.50 5.10 mmol/L
Klorida 91 96 - 108 mmol/L

5. Hasil Pemeriksaan Diagnostik


Pemeriksaan Thorax AP pada tanggal 30 Maret 2017 kesan infiltrat di
paracardial dekstra et sinistra

6. Terapi Dokter
a. IVFD NaCl 0,9% 20 tpm
b. Nebul ventolin @4 jam
c. Metilprednisolon 62,5 mg @12 jam (IV)
d. Cefoperazone 1 gr @12 jam (IV)
e. N-Acetilcystein 200mg @8 jam (PO)
ANALISIS DATA
Data Fokus Analisis Masalah
DS : Faktor predisposisi Ketidakefektifan pola
Pasien mengatakan sesak nafas
Edema, spasme bronkus,
nafas sejak 6 hari yang sekret bronkiolus
lalu dan memberat sejak
Obstruksi bronkiolus
tadi pagi. Sesak nafas
awal fase ekspirasi
tidak membaik dengan
perubahan posisi maupun Udara terperangkap
dalam alveolus
minum obat.

Sesak nafas, nafas


DO : pendek
- Pasien tampak
Ketidakefektifan pola
menggunakan otot nafas
dada dalam
membantu
pernapasan
- RR : 30 x /menit
- Suara napas
whezzing
- Terpasang kanul
nasal dengan
pemberian O2 4 lpm
DS : Faktor predisposisi Ketidakefektifan bersihan
Pasien mengatakan sesak jalan nafas
Edema, spasme bronkus,
nafas dari 6 hari yang
sekret bronkiolus
lalu dan mulai memberat
dari tadi pagi. Sesak Ketidakefektifan bersihan
nafas diawali dengan jalan nafas
batuk berdahak. Dahak
berwarna kekuningan dan
sulit keluar.

DO :
- Pasien tampak
menggunakan otot
dada dalam
membantu
pernapasan
- RR : 30 x /menit
- Batuk tidak efektif
- Terkadang terdengar

suara nafas ronchi


- Pasien mendapatkan

terapi nebulizer
ventolin @ 4 jam
DS : Faktor pencetus asma Nyeri akut.
Pasien mengeluh nyeri
IgE menyerang sel mast
pada dada akibat sesak
napas karena penyakit Pelepasan histamin

asma yang dimilikinya. Permeabilitas kapiler


Nyeri dirasakan seperti meningkat

ditusuk- tusuk menembus Mempengaruhi otot polos


ke punggung dengan dan kelenjar napas
skala nyeri 3(0-10).Nyeri Bronkospasme
yang dirasakan hilang
Peningkatan sekresi
timbul dan terasa jika
produktif di bronkioli
dilakukan pergerakan
seperti menarik dan kontraksi otot polos
meningkat
menghembuskan nafas.
Obstruksi proximal dari
bronkus pada inspirasi
DO : dan ekspirasi
Pasien memegang bagian
tekanan partial O2 di
tubuh yang nyeri, pasien alveoli menurun
nampak gelisah, Pasien
konsentrasi O2 dalam
nampak meringis, darah menurun
Blood Preasure :
metabolisme anaerob
120/80mmHg
meningkat
Pulse : 92 x/menit,
peningkatan produksi
Respiration : 30 x/menit
asam laktat
Suhu : 36,8 0C
penumpukkan asam
laktat berlebih pada otot
dada

Nyeri Akut

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH


1. Ketidakefektifan pola nafas b/d hiperventilasi d/d pasien mengatakan
sesak nafas sejak 6 hari yang lalu dan semakin memberat sejak tadi pagi.
Sesak nafas tidak membaik dengan perubahan posisi maupun minum obat.
Pasien tampak menggunakan otot dada dalam membantu pernapasan, RR :
30 x /menit, suara napas wheezing, dan terpasang kanul nasal dengan
pemberian O2 4 lpm.
2. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b/d produksi mukus berlebih d/d
pasien mengatakan sesak nafas dari 6 hari yang lalu dan semakin
memberat sejak tadi pagi. dan Sesak nafas diawali dengan batuk berdahak,
dahak pasien berwarna kekuningan, pasien tampak menggunakan otot
dada dalam membantu pernapasan, RR : 30 x /menit, batuk tidak efektif,
terkadang terdengar suara nafas ronchi, batuk (+) dahak sulit keluar
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis ditandai dengan
Pasien mengeluh nyeri pada dada akibat sesak napas karena penyakit asma
yang dimilikinya. Nyeri dirasakan seperti ditusuk- tusuk hingga tembus ke
punggung dengan skala nyeri 3(0-10).Nyeri yang dirasakan hilang timbul
dan terasa jika dilakukan pergerakan seperti menarik dan menghembuskan
nafas. Pasien memegang bagian tubuh yang nyeri, pasien nampak gelisah,
Pasien nampak meringis, Blood Preasure : 120/80 mmHg, Pulse : 92
x/menit, Respiration : 30 x/menit, Suhu : 36,8C

PERENCANAAN
No. Tanggal/Jam Tujuan Intervensi Rasional TTD
1 08 April 2017 Setelah diberikan NIC :
14.30. WITA asuhan keperawatan Oxygen Therapy
selama 1 x 6 jam Vital Sign Monitoring
diharapkan pola nafas 1. Observasi KU dan TTV 1. Mengetahui
teratur dengan kriteria pasien perkembangan
hasil pasien
2. Berikan posisi head up 2. Membuat pasien
NOC :
300 nyaman dan tidak
Respiratory status:
terjadi
Ventilation 3. Monitor aliran oksigen
peningkatan TIK,
Vital sign Status 7 lpm
sesak berkurang
- Pernafasan pasien
4. Delegasi dalam 3. Memantau O2
spontan, pasien
pemasangan sungkup yang masuk ke
tidak mengalami Alat dan bahan :
pasien
a. Sungkup
dispnea 4. Memenuhi
b. Tabung oksigen
- RR dalam
kebutuhan O2
yang berisi O2
rentang normal
c. Humidifier pasien, sesak
(18-20 x/menit)
Prosedur : berkurang
- TD dalam rentang
a. Pastikan tabung
normal (sistol :
terisi O2
100-130 mmHg,
b. Cuci tangan
diastol : 60-80 c. Atur posisi pasien
d. Hubungkan selang
mmHg)
- Nadi dalam oksigen pada
rentang normal humidifier
e. Buka regulator
(80-100 x/menit)
- Tidak untuk menentukan
memerlukan tekanan oksigen
terapi oksigen sesuai dengan
- Tidak tampak
kebutuhan.
retraksi otot f. Atur aliran oksigen
bantu pernafasan sesuai kebutuhan
- Tidak terdapat g. Ikat tali masker O2
nafas cuping dibelakang kepala
hidung melewati bagian
- Suara nafas
atas telinga
vesikuler h. Observasi kondisi
pasien secara
teratur
i. Cuci tangan
j. Akhiri tindakan
dengan
mengucapkan
salam

PELAKSANAAN
Dx Tgl/ Jam Implementasi Respon Paraf
1 8 April 2017 Memberikan posisi head up 300 / DS :
14.30 Wita posisi semifowler Pasien mengatakan merasa
lebih nyaman dengan posisi
yang diberikan
DO :
Pasien tampak nyaman dan
lebih tenang.
1 14.35 Wita Mendelegasikan dalam DS :
pemasangan Kanul Nasal : Pasien mengatakan oksigen
Alat dan bahan : sudah terasa
a. Kanul Nasal DO :
b. Tabung oksigen yang berisi
Kanul nasal sudah terpasang
O2
dengan pemberian O2
c. Humidifier
sebanyak 4lpm.
Prosedur :
a. Memastikan tabung terisi
O2
b. Mencuci tangan
c. Mengatur posisi pasien
d. Menghubungkan selang
oksigen pada humidifier
e. Membuka regulator untuk
menentukan tekanan
oksigen sesuai dengan
kebutuhan.
f. Mengatur aliran oksigen
sesuai kebutuhan
g. Mengikat tali masker O2
dibelakang kepala melewati
bagian atas telinga
h. Mengobservasi kondisi
pasien secara teratur sesuai
indikasi
i. Mencuci tangan
j. Mengakhiri tindakan
dengan mengucapkan
salam
1 15.00 Wita Mengobservasi KU dan TTV DS :
pasien Pasien mengeluh sesak sejak
dari 6 hari yang lalu, dan
semakin memberat sejak tadi
pagi
DO :
TD : 120/60 mmHg
N : 92 x/menit
RR : 30 x/menit
S :36,8 C
1 15.10 Wita Melakukan pemasangan infuse DS: -
dan mendelegasikan pemberian DO :
Methylprednisolon 62,5mg (IV) Terpasang infuse dengan terapi
cairan NaCl 0,9% 20tpm di
tangan kiri pasien. Obat masuk
(+) reaksi alergi (-)
1 15.30 Wita Memonitor aliran oksigen DS :-
DO :
Terpasang kanul nasal dengan
pemberian O2 4lpm
1 15.40 Wita Melakukan skin test antibiotic DS :-
cefoperazone DO :
Skin test sudah dilakukan tidak
ada reaksi alergi setelah 30
menit.
1 16.10 Wita Mendelegasikan pemberian obat DS : -
antibiotik Cefoperazone 1gr (IV) DO :
Obat masuk, Alergi (-)
1 17.15 Wita Mengobservasi KU dan TTV DS :
pasien Pasien mengatakan masih
sesak namun sudah berkurang
DO :
TD : 120/80 mmHg
N : 88x/menit
RR : 26 x/menit
S : 36,60C
1 18.30 Wita Mendelegasikan pemberian DS : -
nebulizer ventolin 1amp pada DO :
pasien dn melakukan fisioterapi Nebulizer telah dilakukan,
dada ( clapping) pada punggung pasien batuk (+) dahak keluar
pasien. sedikit.
1 20.00 Wita Mempersiapkan pasien untuk DS :
MRS ke ruang Ratna Pasien dan keluarga pasien
mengatakan siap MRS dan
pindah ke ruangan Ratna
DO :
Pasien dipindahkan oleh
petugas ke ruang Ratna dengan
tetap memperhatikan pola
nafas pasien.

EVALUASI
No
Tgl/Jam Catatan Perkembangan Paraf
Dx.
1 08 April 2017 S :
pukul 20.00 Pasien mengatakan sesaknya sudah berkurang
WITA O:
RR : 26 x/menit, masih terpasang kanul nasal 4 lpm, masih
tampak retraksi otot bantu pernafasan, masih terdapat nafas
cuping hidung, dan suara nafas wheezing.
A:
Ketidakefektifan pola nafas
P:
Lanjutkan intervensi : delegasi pemberian O2 4 lpm,
observasi KU dan TTV pasien, monitor aliran oksigen,
berikan posisi head up 300 / posisi semifowler, delegasi
pemberian nebulizer ventolin 1amp @8jam bila keadaan
umum pasien sudah stabil
Denpasar, April 2017

Mengetahui,
Pembimbing CI Mahasiswa

( ) (Ida Ayu Diah Nareswari Keniten)


NIP. NIM. P07120214039

Mengetahui,
Pembimbing CT

( )
NIP.