You are on page 1of 11

PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No.

4November 2015 ISSN 2302- 2493

GAMBARAN KADAR FLUOR AIR SUMUR DENGAN KARIES


GIGI ANAK DIDESA BOYONGPANTE DUA
Jennifer Bills Sumiok1), Damajanty H. C. Pangemanan2), Merry Niwayan1)
1)
Kandidat Skripsi Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran
2)
Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran

ABSTRACT

Dental caries is the most frequently encountered disease of the external surface of
teeth. The disease is characterized by the destruction on the enamel (tooth cavities). Fluor
serves to protect the teeth from caries, to prevent the enzymes producing acid and to bind
calcium ions in order to strengthen the tooth enamel, especially in the growth age.The
purpose of this study was to describe the degree of dental caries of children aged 12-14
years and the level of fluoride in drinking water that was consumed in Boyongpante Dua
village. Descriptive study with cross sectional approach was applied in this research. This
study used total sampling method and was conducted in Boyongpante Dua village. This
research had 40 people respondents. Caries degree results was measured using DMF-T
index and spectrophotometer with a wavelength of 525 nm was used for fluoride test.
This study was conducted at the Laboratory of Dental Studies Program.Results of this
study found that the mean value of the DMF-T of the children in the Boyongpante Dua
village was 0.1 and the mean value of the fluoride level of the well water in Boyongpante
Dua village was 3.54 ppm. From the research that has been done, it can be concluded that
the degree of caries disease in Boyong Pante II village is in low status performance and
has high fluorine content.The suggestion of this to government so that the government
has accurate data and can be an example to other villages, and also can be made a water
filtering to prevent fluoride. In addition, the results of this study provide a reference for
use by the students of dentistry in particular by making further research.

Keywords: caries status, level of fluoride

ABSTRAK
Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang paling sering ditemui. Penyakit ini
ditandai dengan adanya kerusakan pada jaringan keras gigi itu sendiri (lubang pada gigi).
Fluor berfungsi melindungi gigi dari karies dan untuk mencegah enzim yang
memproduksi asam dan untuk mengikat ion kalsium supaya memperkuat enamel gigi
khususnya dalam usia pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran
derajat karies gigi anak-anak usia 12-14 tahun dan kadar fluor dalam air minum yang
dikonsumsi di desa Boyongpante Dua. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif
dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode total sampling
dan dilakukan di desa Boyongpante Dua dan mempunyai responden penelitian berjumlah
40 orang. Hasil perhitungan derajat karies dihitung dengan indeks DMF-T dan uji fluor
digunakan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 525 nm dan dilakukan di
Laboratorium Program Studi Gisi.Hasil penelitian ini didapatkan nilai rerata status DMF-

116
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

T pada anak-anak di desa Boyongpante Dua 1,53 termasuk kategori rendah dan nilai
rerata kadar fluor air sumur di desa Boyongpante Dua 3,54 ppm,dari hasil penelitian
disimpulkan bahwa derajat karies di desa Boyongpante Dua dalam status rendah dan
kandungan fluor sangat tinggi.Saran yang diberikan kepada pemerintah supaya
pemerintah mempunyai data-data akurat dan dapat menjadi contoh di desa-desa yang lain
dan juga dibuat sarana penyaringan air untuk mencegah terjadinya fluorosis, selain itu
diharapkan penelitian ini memberikan referensi untuk dapat dimanfaatkan oleh para
mahasiswa kedokteran gigi khususnya dengan membuat penelitian lanjut.

Kata kunci : status karies, kadar fluor

117
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

PENDAHULUAN berwarna coklat disebabkan materi di


Kesehatan gigi dan mulut sekelilingnya yang terserap ke dalam
merupakan bagian dari kesehatan poriporinya, tetapi permukaan yang
tubuh yang tidak dapat dipisahkan tadinya utuh akan pecah (kavitasi)
satu dengan lainnya sebab kesehatan dan akan terbentuk lubang (kavitas)
gigi dan mulut akan mempengaruhi jika lesi email sempat berkembang.3
kesehatan tubuh keseluruhan. Ludah mampu mengadakan
Masalah terbesar yang dihadapi remineralisasi lesi karies karena
penduduk Indonesia seperti juga di ludah banyak mengandung ion fosfat
negara-negara berkembang lainnya dan kalsium. Ini berarti bahwa proses
di bidang kesehatan gigi dan mulut karies terdiri atas proses yang silih
adalah penyakit jaringan keras gigi berganti antara proses kerusakan dan
(caries dentis) di samping penyakit reparasi. Proses remineralisasi lesi
gusi.1 karies akan meningkat apabila
Karies adalah penyakit pada terdapat fluor dalam jumlah memadai
jaringan keras gigi yang disebabkan untuk menggantikan matriks organik
oleh kerja mikroorganisme pada gigi yang terlepas oleh proses
karbohidrat yang dapat diragikan. karies.2
Karies ditandai oleh adanya Berdasarkan laporan Riset
demineralisasi email dan dentin, Kesehatan Dasar (RISKESDAS)
diikuti oleh kerusakan bahan-bahan tahun 2007 di Indonesia, prevalensi
organiknya. Karies menimbulkan nasional karies aktif ialah 43,4% dan
perubahan-perubahan dalam bentuk indeks DMF-T nasional ialah 4,85%.
dentin reaksioner dan pulpitis ketika Wilayah Sulawesi Utara mempunyai
mendekati pulpa dan bisa berakibat prevalensi karies aktif sebesar 47,4%
terjadinya invasi bakteri dan dan nilai indeks DMF-T provinsi
kematian pulpa. Jaringan pulpa mati Sulawesi Utara 5,01. Data ini
yang terinfeksi ini selanjutnya akan menujukan bahwa prevalensi karies
menyebabkan perubahan di jaringan aktif dan nilai indeks DMF-T disulut
periapeks.2 lebih tinggi dari rata-rata nasional.4
Gejala paling dini suatu karies Prevalensi karies yang tinggi ini
email yang terlihat secara erat hubugannya dengan kondisi
makroskopik adalah suatu bercak email gigi. Email gigi yang
putih yang warnanya tampak sangat mengandung fluor yang cukup akan
berbeda dibandingkan email menyebabkan gigi lebih tahan
sekitarnya yang masih sehat. Deteksi terhadap karies, karena tidak mudah
dengan sonde tidak dapat dilakukan larut oleh asam.5 Keberadaan fluor
pada tahap ini karena email yang pada kondisi asam di dalam rongga
mengelilinginya masih keras dan mulut mendorong terbentuknya
mengkilap. Lesi akan tampak fluorhydroxyapatit sehingga terjadi

118
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

remineralisasi pada permukaan letak geografis sumber air tanah


enamel. Fluorhydroxiapatit kurang tersebut didapatkan. Sumber air
dapat larut dibandingkan dengan tanah yang berasal dari sekitar laut
hydroxiapatit dan hal ini mencegah berbeda kandungan mineralnya
terjadinya demineralisasi enamel dengan daerah lain, misalnya di
gigi. Keuntungan penting lainnya daerah pegunungan. Air sumur di
adalah fluor dapat juga membantu sekitar laut mendapatkan suplai air
mengurangi aktivitas metabolik dari air tanah maupun dari resapan
bakteri. Keuntungan ini diperoleh aliran air laut yang mengandung
dari keberadaan fluor dalam jumlah mineral fluor jauh lebih banyak.6
sedikit di dalam rongga mulut.6 Hal ini dapat terjadi akibat proses
Fluor dapat mencegah karies, intrusi air laut dan keadaan struktur
tetapi mengkonsumsi fluor secara tanah yang memiliki densitas lebih
berlebih dapat menempatkan tulang rendah dan permeabilitas tinggi
dan gigi pada resiko terbentuknya dibandingkan daerah pegunungan
fluorosis.7 Fluorosis dentis bisa atau dataran tinggi, sehingga mineral
terjadi karena tingginya konsumsi tertentu dapat terbawa oleh aliran air
total ion fluor (F) sehari-hari dari dalam jumlah lebih banyak.
sumber-sumber seperti air, pasta gigi, Kandungan fluor dalam air tanah di
dan tablet.2 Fluor diserap selama sekitar laut akan meningkat,
berlangsungnya pembentukan gigi sehingga masyarakat yang tinggal di
sampai usia enam tahun, sehingga daerah tersebut mendapatkan intake
pada masa-masa tersebut besar fluor lebih banyak dari air minum
kemungkinan dapat terbentuk yang mereka konsumsi. Konsumsi
fluorosis. Pengaruh toksis fluor akan fluor dalam air minum
lebih rentan pada gigi sebelum waktu mempengaruhi keadaan enamel gigi,
erupsi, tetapi keparahan dental apabila dalam jumlah yang sedikit
fluorosis yang terjadi akan semakin dapat menghambat proses
berkurang ketika mendekati waktu demineralisasi (pembentukan karies
erupsi.9 Gigi yang baru erupsi gigi) sedangkan dalam jumlah besar
emailnya juga akan menyerap fluor menimbulkan fluorosis.7
lebih banyak daripada email yang
telah matang.2 BAHAN DAN METODE
Masyarakat di Desa Boyongpante Jenis penelitian yang dilakukan
kecamatan Sinonsayang mayoritas adalah observasional deskriptif
mengkonsumsi air minum yang dengan pendekatan cross sectional.
berasal dari air sumur. Air sumur Pemeriksaan karies gigi dan
merupakan air tanah yang kandungan pengambilan sampel air sumur
mineral-mineral di dalamnya dilakukan di Desa Boyongpante Dua
bervariasi kadarnya sesuai dengan Kecamatan Sinonsayang.

119
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

Pengukuran kadar fluor dilakukan di status DMF-T pada anak dan kadar
Laboratorium menggunakan alat fluor air sumur.
spectrofotometer. Penelitian ini Definisi Operasional status DMF-T
dilakukan bulan Mei 2015 - Juni yaitu Status indeks DMF-T adalah
2015. indeks untuk menilai status
Populasi penelitian adalah seluruh kesehatan gigi dan mulut dalam hal
anak-anak yang berusia 12-14 tahun karies gigi permanen. Yang dihitung
di Desa Boyongpante, kecamatan dengan indeks DMF-T dan Kadar
Sinonsayang, kabupaten Minahasa fluor adalah jumlah fluor dalam air
Selatan berjumlah 53 orang. Kriteria sumur yang dinyatakan dalam ppm
Inklusi yaitu Bersedia dengan (mg/liter). Air sumur sebanyak 100
sukarela atas izin orang tua untuk ml ditambahkan reagen berupa 10 ml
menjadi subjek penelitian, dibuktikan zirconium acid dan 7 ml HCl,
dengan informed consent, dicampur hingga homogen dan
Mengonsumsi air minum yang terjadi perubahan warna, didiamkan
berasal dari sumur, berada dalam 5 menit kemudian dibaca kadar
periode gigi permanen, bersifat fluornya dengan alat
koperatif selama pengambilan data. Spectrofotometer. Metode
Kriteria eksklusi yaitu Tidak bisa pengukuran kadar fluor air sumur,
membuka mulut akibat gangguan Persiapan yaitu Alat pengambilan
pada rahang atau sendi sampel disiapkan sesuai keadaan
temporomandibula, tidak hadir sumber air, semua peralatan yang
sewaktu proses pengambilan sampel digunakan dibersihkan, pengambilan
tidak bersedia untuk menjadi sampel. sampel dilakukan sesuai dengan
Besar sampel pada penelitian ini keperluan pemeriksaan. Air diambil
berjumlah 48 orang yang menurut menggunakan timba yang besar kira-
kriteria inklusi. Teknik pengambilan kira isinya 5 liter. Setelah di angkat,
sampel yang digunakan pada botol sampel dimasukan ke dalam
penelitian ini yaitu total sampling. timba sampai dasar timba lalu secara
Alat dan bahan pada pemeriksaan perlahan tutup botol sampel dibuka
karies gigi yaitu kaca mulut, sonde, sampai air terisi penuh dalam botol.
pinset, excavator, nirbeken, tempat Kemudian penutup botol langsung
tampon, tampon alkohol, cotton ditutup. Labeling yaitu Botol sampel
pellet, cotton roll. Alat dan Bahan air di beri label sesuai dengan lokasi
Pengukuran Kadar Fluor Air Sumur pengambilan sampel air.
yaitu Botol tempat air, Pengepakkan yaitu sampel
Spectrofotomete , Square Test Tubes, diasamkan menggunakan H2SO4
13,5 mm, 10 ml (PT 521), Zirconium dengan kosentrasi 0,1 ml kira-kira 2-
acid, Hydrochloric acid (HCL). 3 tetes pada tiap botol, ini bergun
Variabel dalam penelitian ini yaitu untuk mengawetkan sampel dan

120
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

dapat bertahan selama 1 minggu. frekuensi dalam bentuk tabel


Sampel diisolasi menggunakan diagram atau grafik kemudian
plastik warna hitam untuk dianalisis berdasarkan hasil
menghindari cahaya langsung dari presentase.
matahari. Setelah itu dimasukkan ke HASIL PENELITIAN
dalam coolbox dan langsungdi tutup. Desa Boyongpante Dua terletak di
Transport yaitu Sampel di bawa ke kecamatan Sinonsayang Kabupaten
laboratorium dengan menggunakan Minahasa Selatan provinsi Sulawesi
mobil. Penerimaan yaitu Sampel air Utara. Sebelah Utara daerah ini
diterima oleh petugas lab lalu berbatasan dengan desa Blongko
selanjutnya dicatat sampel dan kecamatan Sinonsayang, sebelah
tanggal pemasukkannya kemudian Selatan berbatasan dengan desa
sampel dilakukan pekerjaan Boyongpante kecamatan
penndahuluan. Air sumur sebanyak Sinonsayang, disebelah Timur
100 ml ditambahkan reagen berupa berbatasan dengan desa Pakuure dan
10 ml zirconium acid dan 7 ml HCL, disebelah barat berbatasan dengan
dicampur hingga homogen dan Laut Sulawesi. Desa ini memiliki
terjadi perubahan warna, didiamkan luas wilayah sebesar 775 Ha, dengan
5 menit kemudian dibaca kadar tinggi wilayah 0-200m dari
fluornya dengan alat permukaan bawa laut dan bersuhu
spectrofotometer dalam satuan ppm rata-rata 32.
dan Metode pengukuran status DMF- Berdasarkan sensus tahun 2014 desa
T yaitu Satu set alat diagnostik yaitu ini dihuni oleh 3775 Kepala
kaca mulut,sonde, alat bantu Keluarga. Jumlah penduduk laki-laki
penerang, nierbeken untuk tempat berjumlah 670 jiwa dan jumlah
alat, pinset, cotton roll, wadah untuk penduduk perempuan berjumlah 578
sterilisasi, kapas untuk jiwa, umumnya berprofesi sebagai
mengisolasikan bagian gigi akan di petani kebun, padi, mapun cengkeh.
periksa, masker, sarung tangan, dan Mayoritas pendidikan di desa
alat tulis menulis. Metode Boyongpante Dua sampai SMA dan
pengukuran untuk karies gigi yaitu sederajat, hanya sedikit yang
permukaan gigi-gigi dikeringkan melanjutkan sampai pendidikan
dengan kapas kemudian diperiksa Strata I.
dengan sonde dan kaca mulut untuk Desa ini memiliki penampungan air
mengetahui ada tidaknya karies gigi minum dan penampungan air minum
dengan menggunakan alat hitung ini dibuat dari hasil dana APBM
berupa formulir pemeriksaan indeks pusat oleh Kementerian Perikanan
DMF-T. Kelautan. Penampungan air berasal
Analisis Data Data dioleh dan dari penggalian sumur, dan air yang
dianalisis berdasarkan distribusi ada didalam sebenarnya air asin tapi

121
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

diolah di mesin penyaringan dan Jenis Persen


Jumlah
menghasilkan air minum yang jernih Kelamin (%)
non asin. Bahkan air ini sudah diteliti 56,24
Laki-laki 27
bahwa air ini lebih bersih dari air %
43,74
aqua dan juga air ini dijual per Perempuan 21
%
gelonnya.
Rata-rata rumah warga di desa ini Total 48 100 %
mempunyai sumur sendiri. Sumur ini
dibutuhkan karena masih ada
Tabel 3. Distribusi Frekuensi Indeks
sebagian besar masyarakat meminum
DMF-T Berdasarkan Usia
dan memakai air sumur, karena
masih merasa terlalu

mahal untuk membeli air minum Komponen


Indeks
yang di jual pergelon. Air sumur ini Umur n Indeks DMF-T Kriteria
DMF-T
yang dikonsumsi sebagian besar D M F
2
warga desa Boyongpante Dua. 12 39 9 0 2,18 Rendah
2
Tabel 1. Distribusi responden 1
13 28 4 0 2,13 Rendah
berdasarkan usia 5
Umur Persen 1 Sangat
Jumlah 14 0 4 0 0,3
(tahun) (%) 1 Rendah
4 1
12 22 45,83 Total 67 0 1,53 Rendah
8 7
13 15 31,24 Tabel 3 menunjukan bahwa
penduduk berusia 12 mempunyai
14 11 22,91 indeks DMF-T sebesar 2,18 dan 13
Total 48 100 tahun mempunyai indeks DMF-T
sebesar 2,13, sedangkan usia 14
Berdasarkan hasil penelitian yang tahun sebesar 0,3. Data di atas juga
terdapat pada Tabel 1, terlihat bahwa menunjukan rerata hasil DMF-T
jumlah responden terbanyak, yakni yakni 1,53 dan termasuk kategori
22 orang (45,83%) berusia 12 tahun, rendah.
responden berusia 13 tahun yakni 15
orang (31,24%) dan yang paling
sedikit berusia 14 tahun sebanyak 11
orang (22,91%).

Tabel 2. Distribusi responden


berdasarkan jenis kelamin

122
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

Tabel 4. Distribusi kadar fluor air luar mulut, antara lain kadar
yang dikonsumsi fluor di dalam air minum dan
Lokasi Kadar Kategori status sosial.34
sumur Fluor(ppm) Salah satu komponen dari faktor
Sumber 3,47 Tinggi lingkungan yang dapat
Air Jaga I memengaruhi status karies
Sumber 3,56 Tinggi adalah kualitas air yang
Air Jaga II dikonsumsi. Air minum disekitar
Sumber 3,55 Tinggi daerah pesisir pantai berasal dari
Air Jaga suplai air tanah maupun resapan
III aliran air laut yang mengandung
Sumber 3,56 Tinggi mineral fluor sehingga
Air Jaga IV masyarakat yang tinggal di
Sumber 3,57 Tinggi daerah tersebut mempunyai
Air Jaga V 3,54 Tinggi kadar fluor lebih tinggi dari pada
Total rata- masyarakat di tempat lainnya. Di
rata daerah pesisir pantai seperti desa
Boyongpante Dua, kadar fluor
dalam tanah tinggi. Tingginya
Pada Tabel 4 didapatkan,
kadar fluor di desa Boyongpante
bahwa lima sampel yang diukur
Dua di sebabkan oleh karena
dengan spektrofotometer
lokasi desa ini merupakan
menunjukan hasil yang berbeda,
daerah pesisir pantai.35,36
semuanya termasuk kategori
Kedalaman sumur air juga dapat
tinggi yaitu >1,5 ppm.
memengaruhi kadar fluor dalam
air tanah. Semakin dalam air
PEMBAHASAN
sumur, maka semakin tinggi
juga kadar fluor yang terlarut
Hasil penelitian indeks DMF-T
dalam air. Penulis mengamati
rata-rata penduduk desa
bahwa kedalaman sumur di desa
Boyongpante Dua yang berusia
Boyongpante Dua diatas 10
12-14 tahun sebesar 1,53. Angka
meter, sehingga kadar fluor yang
ini menunjukkan bahwa rata-rata
terlarut didalam sumber air
penduduk desa Boyongpante
jumlahnya banyak.37
Dua mempunyai status karies
Secara kualitas penyediaan air
dengan kategori rendah. Hal ini
bersih khususnya air minum
berbeda dengan hasil
harus sesuai dengan standar
RISKESDAS 2007 dimana
peraturan Menteri Kesehatan
status karies di Provinsi
Republik Indonesia Nomor
Sulawesi Utara tergolong tinggi.
492/MENKES/PER/IV/2010
Faktor lingkungan memiliki
tentang pengawasan kualitas air
andil yang paling besar terhadap
bersih. Kadar fluor yang
terjadinya karies. Faktor
seharusnya terkandung dalam air
lingkungan yang berpengaruh
minum sebesar 1,5 ppm. Hasil
pada status karies meliputi faktor
yang diperoleh pada
lingkungan dalam mulut seperti
pemeriksaan dan analisa
saliva dan faktor lingkungan di

123
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

laboratorium kadar fluor yang menjaga gigi geligi yang


dikonsumsi masyarakat desa disiarkan melalui televisi
Boyongpante Dua, menunjukkan maupun radio. Desa
bahwa 5 sampel yang diambil Boyongpante Dua merupakan
dari 5 sumber air kadar fluornya salah satu desa pemekaran yang
sebesar 3,54 ppm atau termasuk sudah menikmati siaran media
dalam kategori tinggi.34 Hal ini elektronik. Media lain yag bisa
sesuai teori yang mengatakan digunakan untuk mencari
bahwa apabila jumlah kadar informasi tentang kesehatan gigi
fluor sesuai pada air dapat dan mulut ialah internet, desa
menghambat proses Boyongpante Dua sudah
pembentukan karies gigi, memiliki akses internet.
sedangkan jumlah besar akan Informasi tentang kesehatan
menimbulkan fluorosis, fluorosis termasuk kesehatan gigi dan
adalah kerusakan enamel gigi mulut dari internet bisa diakses
yang merupakan hasil dari siapa saja dan dimana saja
peningkatan konsentrasi fluor termasuk dari telpon genggam,
disekitar ameloblast selama yang juga banyak digunakan
pembentukan enamel gigi.41 oleh penduduk desa
Pada umumnya masyarakat desa Boyongpante Dua. Keadaan ini
Boyongpante Dua lebih sering memungkinkan penduduk desa
mengonsumsi makanan laut bisa mendapatkan informasi
yang lebih banyak mengandung kesehatan gigi dan mulut yang
mineral dibandingkan makanan terkini.
lainnya. Makanan laut Pengetahuan yang didapatkan
mempunyai kadar fluor yang lewat berbagai sumber informasi
bisa mencapai 1,0 ppm. Hasil yang ada akan menjadi
penelitian yang dilakukan penduduk lebih paham tentang
Trendly Dean (2001) kesehatan gigi dan mulut.
menyimpulkan ada hubungan Pengetahuan tentang cara
timbal balik antara konsentrasi menyikat gigi dengan baik dan
fluor dalam air dengan benar juga bisa didapatkan dari
prevalensi karies.41 orang tua mereka. Peran orang
Faktor lain yang memengaruhi tua itu sangat penting dalam
status karies adalah faktor memberi pengetahuan kepada
perilaku. Faktor perilaku anak tentang kesehatan gigi dan
dipengaruhi oleh beberapa mulut. Menurut Goltom
faktor, salah satunya adalah pengetahuan orang tua terutama
faktor pengetahuan. Penulis seorang ibu dalam menjaga
berasumsi penduduk di lokasi kesehatan gigi dan mulut sangat
penelitian banyak mendapatkan penting dalam meletakan dasar
informasi mengenai cara pembentukan perilaku
menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut anak.
kebersihan gigi geligi dari media Pengetahuan ibu tentang
eletronik. Dewasa ini telah kesehatan gigi dan mulut akan
banyak informasi tentang cara

124
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

sangat menentukan kesehatan Dua menunjukkan hasil yang


gigi dan mulut anaknya kelak.39 tinggi yaitu rata-rata 3,54 ppm.
Status karies gigi juga SARAN
ditentukan oleh faktor pelayanan Bagi insitusi pemerintahan
kesehatan. Penulis mengamati adalah Data hasil penelitian ini
bahwa jarak puskesmas dengan akan diberikan kepada
desa ini tidak begitu jauh, hanya pemerintah supaya pemerintah
sekitar 1 km. Keadaan ini mempunyai data-data akurat dan
memungkinkan penduduk desa dapat menjadi contoh di desa-
Boyongpante Dua mudah untuk desa yang lain dan juga dibuat
memeriksa kesehatan gigi dan sarana penyaringan air untuk
mulut mereka di puskesmas, di mencegah terjadinya fluorosis
puskesmas Poigar ini meskipun dan Bagi insitusi pendidikan
hanya tersedia mantri dan adalah Hasil dari penelitian ini
perawat gigi, namun pelayanan memberikan referensi untuk
kesehatan sudah berlangsung dapat dimanfaatkan oleh para
cukup bagus karena telah mahasiswa kedokteran gigi
tersedianya kursi dental dan khususnya dengan membuat
tenaga perawat gigi yang sudah penelitian lanjut dengan judul
berpengalaman. hubungan prevalensi karies gigi
Di dalam faktor pelayanan dengan kadar fluor air sumur.
kesehatan, yang ikut
menentukan juga yakni
penyuluhan kesehatan yang
dilakukan oleh tenaga kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Kegiatan penyuluhan kesehatan
gigi dan mulut di Desa
Boyongpante Dua cukup sering 1. Magdarina D. Fluor Sistemik
dilakukan oleh institusi dan Kesehatan Gigi. Cermin
kesehatan, atau oleh para Dunia Kedokteran. 2002 ;52-1
relawan. Sebagai contoh yaitu
penyuluhan kesehtan yang 2. Kidd E.A.M, Smith B.G.N &
dilakukan oleh peserta Kuliah Pickard H.M. Manual
Kerja Nyata. Hal ini turut Konservasi Restoratif Menurut
berperan dalam menentukan Pickard. Edisi 6. Ahli Bahasa
status karies di desa oleh Narlan Sumawinata, Jakarta
39
Boyongpante Dua. : Widya Medika. 2002
KESIMPULAN DAN SARAN
Status karies penduduk usia 12- 3. Kidd E.A.M & Bechal J.S.
14 tahun didesa Boyongpante Dasar-dasar Karies Penyakit dan
Dua berdasarkan pemeriksaan Penanggulangannya. Ahli
indeks DMF-T karies berada Bahasa oleh Narlan Sumawinata
pada status karies rendah dan dan Safrida Faruk, Jakarta : EGC
kadar fluor air sumur yang ; 1992.
dikonsumsi didesa Boyongpante

125
PHARMACONJurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT Vol. 4 No. 4November 2015 ISSN 2302- 2493

4. Badan Penelitian dan


Pengembangan Kesehatan. Riset 11. Hadayanti, Lilik.
Kesehatan Dasar 2007. Hubungan Karekteristik
Available from Keluarga dan Kebiasaan
Http://www.litbangdepkes.go.id/ konsumsi Makanan Kariogenik
Riskesdas2007 [Cited : 2013 dengan Keparahan Karies Gigi
May 21] Anak Sekolg Dasar. Available
from :
5. Ongole P. Clinical manual for http://eprints.undip.ac.id/8535/1/
oral medicine and radiology. LILIK.pdfhttp://eprints.undip.ac.
Jaypee brothers medical id/8535/1/LILIK.pdf
publishers (P) Ltd. New Delhi. 12. Freni SC. The
2007. p. 135-6 reproductive effects of
fluorideintake.2001. available
6. Ellwood R.P. Fluorosis from
Revisited.http://bdhf.atalink.co.u www.fluoridation.com/sperm.ht
k/articles/71 [14 April 2011] ml. (cited : 19 sept 2013)

7. Fomon S.J, Ekstrand J & 13. Gultom, M .


Ziegler E.E. Fluoride intake and Pengetahuan Sikap Dan
prevalence of dental fluorosis: Tindakan ibu-ibu Rumah
Trends in fluoride intake with Tangga.
special attention to infants. http://respository.usu.ac.id/Chap
Journal of Public Health ter I.pdf.html. . 2010.
Dentistry Vol.6.
14. Kusuma A. Fluorosis
8. Fejerkov O, Manji F, Baelum Gigi.2012.(serial online).[cited
V & Moller I.J. Fluorosis 26 agus 2015] avaible from :
(Dental Fluorosis). Ahli bahasa http://dentistrymolar.com/2012/0
oleh Purwanto. Jakarta : 2/08/fluorosis-gigi
Hipokrates. 1991.

9. Afridah.Pengaruh perilaku
penderita terhadap angka
kesakitan malaria di kabupaten
Roka Hilir.Tesis.2009.Available
from :
http://repository.usu.ac.id/bitstre
am/123456789/6729/1/09E0132
7.pdf

10. Rani Purba. Varnish


Fluorida dengan NaF sebagai
bahan topikal aplikasi pada gigi
anak. USU e-repository. 2008.
Medan. p. 14-22

126