You are on page 1of 1

Diklat Penumbuhan Budi Pekerti, Sarana Pembentuk Karakter

SIswa
Pemerintah melalui Permendikbud No. 23 Tahun 2015 mendorong agar semua pelaku
pendidikan memiliki budi pekerti. Caranya dengan menciptakan iklim sekolah dan
lingkungan yang lebih baik, agar semua warganya turut berbudi pekerti.
Untuk merealisasikan permendikbud tersebut, Sekolah Menengah kejuaruan Plus Yayasan
Serbabakti (SMK PLUS YSB) Pondok pesantren Suryalaya menyelenggarakan kegiatan Diklat
Penumbuhan Budi Pekerti (PBP).
Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX (sembilan) dan X (sepuluh) yang berjumlah 1982
dan melibatkan 18 orang guru pembimmbing serta 18 orang guru keagamaan sebagai
pemateri.
Maman suherman, Wakil kepala Sekolah bidang kurikulum, menjelaskan bahwa tujuan
diklat ini merupakan sarana untuk menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai
bentuk pendidikan karakter sejak di keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Kami berharap kegiatan ini dapat menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang
menyenangkan tidak hanya bagi siswa, namun juga bagi guru, dan tenaga kependidikan
tambahnya.

Budi pekerti adalah sebuah karakter yang dimiliki oleh manusia. Tugas sekolah (Kepala
sekolah, guru, tenaga kependidikan) adalah menumbuhkan dan memupuknya. Selain itu
peran keluarga dan masyarakat juga vital untuk menumbuhkan budi pekerti.
Tugas membimbing dan menumbukan karakter siswa tetntu akan sangat berat jika hanya
mengandalkan pihak sekolah saja, peran keluarga dan lingkungan sangat diharapkan dalam
hal ini Pungkas Maman yang juga ketua panitia Diklat.

Pelaksanaan Diklat berlangsung dari tanggal sekian sampai tanggal sekian. Seluruh jadwal
kegiatan diklat disesuaikan dengan struktur program menurut buku panduan dari dinas
provinsi Jawa barat. Materi diklat meliputi Fiqh, Baca Tulis al-Quran dan Akhlak.
Untuk memaksimalkan keikutsertaan siswa, pihak panitia memberlakukan sanksi bagi siswa
yang mangkir. Sanksi tersebut berupa pemberian tugas khusus dan penangguhan
penerimaan rapor akhir semester bagi siswa bersangkutan. Nana Yosep.