You are on page 1of 4

MAKALAH

Materi tentang wudhu

DI ajukan untuk memenuhi salah satu tugas

Fiqih ibadah

Disusum

Kelompok 3

Nama : sri husni (4616044)

Cries metnandalia(4616070)

Siska yulirahmatika

DOSEN PEMBIMBING

ENDRI YENTI,M.Ag

FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI BUKITTINGGI


DAFTAR ISI

Kata Pengantar.......................................................................................i

Daftar Isi...............................................................................................ii

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..........................................................................1
B. Rumusan Masalah.....................................................................2
C. Tujuan Penulisan.......................................................................2

PEMBAHASAN

A. Pengertian wudhu .....................................................................3


B. Sunah wudhu....................................................7
C. Hal yang membatalkan wudhu..................................................8
D. Rukun wudhu9
E. Syarat-syarat wudhu.9
F. Perbuatan yang makruh di lakukan oleh orang yang berwudhu.9

PENUTUP
A. Kesimpulan......
B. Saran..
BAB 111

KESIMPULAN

Wudhu secara etimologi berarti kebersihan, kata dengan dhummah adalah nama
bagi suatu perbuatan, yaitu menggunakan air bagi anggota badan tertentu. Sedangkan
dengan fathah adalah nama air yang dipakai untuk berudhu.
Secara etimologi kamil Musa mendevinisikan wudhu : Wudhu adalah sifat yang
nyata (suatu perbuatan yang dilakukan dengan anggota-anggota badan yang tertentu)
yang dapat menghilangkan hadas kecil yang ada hubungannya dengan sholat.

Sunat wudhu

Golongan hanafiyah membedakan sunat dan mandub yang disebut juga mustahab.
Sunat adalah amalan yang senantiasa ditekuni oleh nabi SAW namun sekali-kali
ditinggalkannya. Hukumya adalah berpahala bila dilakukan dan dicela bila ditinggalkan.
Sedangkan mandub dan mustahab adalah suatu perbuatan yang pernah dilakukan nabi
SAW tetapi tidak ditekuninnya. Dalam wudhu mandub ni disebut juga dengan adab al-
wudhu. Jika diperbuat memperileh pahala tetapi tidak dicela denga meninggalkannya.
DAFTAR PUSTAKA

Rahman Ritonga,dan Zainuddin,FIQIH IBADAH,(Jakarta:gaya media pratama)1997

Afifi Fauzi Abbas,IBADAH DALAM ISLAM,(Tanggerang:delina bersaudara)2016