You are on page 1of 22

KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

KESETIMBANGAN TITIK KESETIMBANGAN BENDA

Tidak memiliki luas, atau volume ?


Memiliki luas, atau volume
Gaya yg bekerja pada benda tepat ? Gaya yang bekerja pada benda
dipusat massanya. tidak . Selalu dipusat
Benda hanya bergerak translasi massanya.
?Benda bergerak translasi atau
rotasi

FX =0
FX =0
SYARAT KESETIMBANGAN FY = 0
FY = 0
= 0
Terjadi pada benda apabila akibat
KETIDAK SEIMBANGAN
gaya-gaya yang bekerja padanya
benda bergerak
F F

F0

KE SETIMBANGAN Apabila akibat gaya-gaya yang bekerja


padanya benda tidak bergerak (diam)

Syarat seimbang

Fx = 0
DIAM

F=0

Fy = 0
Keseimbangan Titik

2 1 Fx = 0
T2 sin 2
T2
T1 sin 1 T1 cos 1 - T2 cos 2 = 0
T1 T1 cos 1 = T2 cos 2

2 1 Fy = 0

T2 cos 2 T1 cos 1
T1 sin 1 + T2 sin 2 - W = 0

T1 sin 1 + T2 sin 2 = W

w
Sebuah beban massanya 40 kg, digantung dengan tali,
sehingga bagian tali masing-masing membentuk sudut
300 dan 600 terhadap bidang horisontal. Hitunglah
gaya tegangan pada masing-masing tali ( g = 10
Diketahui: m/s2 )
Ditanya : Tegangan tali T1 dan T2
m = 40 kg ; g = 10
m/s2 T1 cos 60 - T2 cos 30 = 0
W = m.g = 400 N Jawab : Fx = 0 T1 . - T2 . 3 = 0
1 = 600 ; 2 = 300 T1 = 3 T2

T1 sin 60 + T2 sin 30 - W = 0
300 T2 sin 30 60 0
T1 sin 60 + T2 sin 30 = 400
T2 Fy = 0
T1 sin 60 T1. 3 +T2. = 400 T1 = 3T2
T1 1/2 3 T2.3 + T2 = 400
1,5 T2 + 1/2 T2 = 400 ; T2 = 200
T1 = 3 T2 T1 = 200 3
T2 cos 30 T1 cos 60
w

Besarnya Tegangan tali T1 = 200 3 N ; T2 = 200 N


Sebuah titik dipengaruhi oleh tiga buah gaya, masing-
masing besarnya 3 N, 2 N dan 4 N (perhatikan gambar). Agar
titik setimbang , diperlukan gaya keempat. Berapa besar
gaya tersebut
Diketahui : F1= 3 N ; F2= 2 N ; F3= 4 N
F1sin1 F1= 3 N 1= 45 ; 2= 45 ; 3= 45
F2= 2
N
F2sin2 Ditanyakan : Gaya ke empat ( F4 ) agar terjadi
kesetimbangan.
F3cos3 F4cos4 F1cos1 Jawab : Gambarkan gaya keempat
45 45
(F4 )
F2cos 45
2 No F Fx = F cos Fy= F sin
1 3 45 3. 1/2 2 = 3. 1/2 2 =
F4sin4
F4
F3sin3
2 -2 45 -2. 1/21,52
2 = - 1,52
2. 1/2 2 =
F3= 4 N
2
3 -4 45 -4. 1/2 2 = -2 -4. 1/2 2 = 2-2
Fx = 0
4 F 4 2 2
F4cos4- (I) -F4 cos -F4 sin
1,52 4 4
F4cos4= F4sin4= 0,52 F4cos4- -F4sin4+
1,52 (II) 1,52 0,52
Fy = 0 F4cos4= 1,52
F4sin4+ 0,52 (II) tg4=
(I) F4cos4= 1,52
F4sin4= 1/3 F4cos341,57= 1,52 F4 = 2,233
-0,52 4=
341,570 N
F4 .0,95 = 1,52
4=
KESETIMBAN
GAN BENDA

N
1
N
2
Syarat Kesetimbangan
Benda
w
F=0 =0

w
w 2 Jumlah gaya-gaya Jumlah momen gaya
1 (F) yang bekerja ( ) yang bekerja
pada benda pada benda
besarnya nol besarnya nol

+ + - - =0
Sebatang kayu yang homogen panjangnya 4 m
massanya 10 kg , salah satu ujung A bersandar
pada dinding , sedangkan ujung B diikat dengan 60
tali kemudian diikat dengan tali kemudian 0
dikaitkan di dinding , dimana tali dan dinding T T sin 30
membentuk sudut 600. Pada ujung B diberi 0
beban 1,2 ton . Berapa gaya tegangan pada
tali. (g = 10 m/s2)
O 30
A B
0
T cos 30
60 0
0 w1=100
N

w2=12000
N
AB = 4 m; AO = OB = 2 m
Jumlah momen gaya terhadap titik A = 0
Jawab A = 0
l = 4 m
m1 = 10 kg ; w1 = m1.g = 10.10 = 100 T + W2 + W1 = 0
N
-T sin 30.AB + W2. AB + W1 . AO = 0
m2 = 1,2 ton = 1200 kg ;
w2 = m2.g = 1200.10 = 12000 N -T. 1/2 .4 + 12000.4 +100.2 = 0
Ditanya : Tegangan Tali (T) -2 T +48200=
A
Sebuah balok kayu massanya 8 kg panjangnya 5 m,
disandarkan pada dinding vertikal . Ujung yang NA NA
bersandar pada dinding berada 4 m dari lantai jika
dinding licin dan lantai kasar . C

Hitunglah : Koefisien gesekan lantai dengan balok NB


agar balok dalam posisi seimbang (g= 10 m/s2)
W
Diketahui : fB

m = 8 kg ; w = m.g = 8.10 = 80 N D B
Ditanya : = . ? W
fB = B = 0
Jawab: NB A+ C =
FX = 0
0A = 4.
fB NA = 0 NA
C = -W . 1/2 DB
fB = NA
=-80.1,5=-
5 NB = NA
B = 4. NA + (-
120
4 = NA /NB ..(I)
120)
FY = 0 4. NA = 120
3
NB W = 0 NA ==30
(I) NA /NB
NB = W = 80 N . = 30/80 = 3/8
(II)
PERSOALAN

Pada sebuah batang yang panjangnya 2 meter pada ujung-ujungnya digantungi


beban masing-masing W1 = 30 N dan W2 = 10 N (lihat gambar). Agar balok
dalam keadaan seimbang pada posisi O sejauh x dari W1 harus diberikan gaya
angkat sebesar F = 40 N. Berapakah x ?.

x F = 40
N

O
2
meter

W2 = 10
N
W1 = 30
N
JAWABAN
Langkah penyelesaian :
1. Tentukan terlebih dahulu tanda momen gaya dengan ketentuan
a. Bertanda (+) jika momen gaya searah jarum jam
b. Bertanda (-) jika momen gaya berlawanan dengan arah jarum jam
2. Agar resultan momen gaya terhadap O sama dengan nol, maka gunakan rumus :
1 2 0 F = 40 N
x

O
2
meter
W2 =
W1 = 10 N
Momen gaya yang ditimbulkan W1 berlawanan dengan arah jarum jam dan momen
30 ditimbulkan
gaya yang N W2 searah jarum jam , sehingga :

1 W1d1 30 x 1 2 30 x 10(2 x) 0
2 W2 d 2 10(2 x)
20 10 x 30 x
40 x 20
x 0,5.meter
Contoh soal :

F2 12 N
F1 8 N

C D
A 1m B 1 1
m m
F3 8 N

F4 12 N

Tentukan besar momen kopel pada batang AD dan ke mana arahnya !.


F2 12 N
F1 8 N

C D
A 1m B 1 1
m m
F3 8 N
F4 12 N
Untuk : F1 dan F3 d AC 2m M 1 8.2 16 Nm

Untuk : F2 dan F4 d BD 2m M 2 12.2 24 Nm.

Sehingga besar momen kopel pada batang AD : M M1 M 2


M 16 24 40 Nm.
Searah jarum jam
SYARAT-SYARAT KESETIMBANGAN
BENDA TEGAR

1. Resultan gaya yang bekerja pada benda = nol F 0

2. Resultan momen gaya yg bekerja pd


benda=nol
0

Untuk keadaan seimbang, titik acuan untuk menghitung momen-


momen gaya
boleh dipilih sembarang, tetapi bila ada resultan gaya/momen gaya,
sebaiknya
diambil titik pusat massa atau titik yang diam pada sumbu tetap
JENIS
KESETIMBANGAN
BENDA

1. KESETIMBANGAN 2. KESETIMBANGAN DINAMIK


STATIK

BENDA BENDA
DIAM BERGERAK
BERATURAN

a. Kesetimbangan b. Kesetimbangan rotasi


translasi
Kecepatan linier : tetap Kecepatan sudut : tetap
CONTOH
SOAL P 1m 2m
1 1m Q

R S F
W

Jika berat batang 150 N, berapa gaya ke bawah F minimum yang


dikerjakan di Q yang mengangkat batang lepas dari penopang di R ?.
Jawaban.
P 1m 2m 1m Q
O

R S F
W
Dari prinsif kesetimbangan :
b
Kesetimbangan traslasi : Kesetimbangan rotasi :

F y 0 0
Pilih titik O sbg poros, shg dgn syarat
FR Fs F Wb 0 kesetimbangan rotasi, didapat :
FR Fs F 150 0 (1)( Fs ) (2)( F ) 0
Karena papan terangkat dari
penopang di R, maka FR=0
Karena Fs 150 F
:
Maka : 150 F 2 F
Sehingga didapat :
Sehingga :
Fs 150 F F 150 N
TITIK BERAT LETAK TITIK BERAT BENDA

BENDA Z
Z = (Xo , Yo)
Benda terdiri dari Yo
Titik berat sekumpulan partikel
benda masing-masing memiliki
titik berat dan gaya Xo
berat
W = gaya berat benda A. BENDA BERBENTUK GARIS
Masing-masing gaya ( l .x ) ( l .y )
berat partikel jika Xo = Yo =
W
dijumlah menjadi gaya l l
1
berat benda dan titik
tangkap gaya beratnya B. BENDA BERBENTUK BIDANG
merupakan titik berat
W ( A .x ) ( A .y )
W benda (Z)Titik tangkap
W 4 Xo = Yo =
2
3 Resultan = A A
Titik berat
benda (Z)
W C. BENDA BERBENTUK RUANG
1 ( V .y )
W W W ( V .x )
2 3 4 Xo = Yo =
V V

W = W1 + W2 + W3 +
W4
8
JAWAB:
Conto y Z1
4
Z3

h Soal
Perhatikan
bangun bentuk Z2 y3
y
yang dibuat dari kawat Z1
1
y2
seperti gambar berikut .
y Z2 4 x1 x2 6 8
1
8 . . Z3 x3
8
4
y2=y3 x
4 x1 .
Z4
4 No. Luas(A) x y A.x
x2 A.y
2 2
x3= 1 4x8 = 32 -2 4 -64
x4 128
2 6x4 = 24 3 2 72
48
3 4x8 = 32 4 6 128
No. Panjang (l) x y l.x 192
88 136
l.y 368
1 8 4 4 32
32
2 12 6 4 72 ( A.x )
48
3 8 12 4 96 xo = 136 = =
32
4 4 12 0 48
0 A 8 1,5
32 248 8 5
112
( l .x ) 248
( A.y ) 368
xo =
l
=
32
= 7,75
yo = = = 4,18
yo =
( l .y )
=
112
= 3,5
Z = ( 7,75,3,5)
A 88
l 32
Z = ( 1,55,4,18)
z

z
z

KESEIMBANGAN STABIL KESEIMBANGAN LABIL

Saat di beri gaya titik berat Z naik Saat di beri gaya titik berat Z turun
Saat gaya dihilangkan JENIS KESEIMBANGAN
Saat gaya dihilangkan
titik berat Z kembali ke semula titik berat Z tidak kembali ke semula

z z

KESEIMBANGAN NETRAL (INDIFEREN)

Saat di beri gaya titik berat Z bergeser tetapi tetap dalam satu garis
Saat gaya dihilangkan titik berat Z tidak kembali ke semula